Di Negara Ini, 100 Miliar Cuma Dapat Tiga Butir Telur

dolar-zimbabwedetikriau.org – Apa yang akan Anda lakukan jika punya uang 100 miliar? Dengan uang sebanyak itu, Anda pasti bisa membeli apapun yang Anda mau, seperti rumah, mobil, perhiasan, dan barang mahal lainnya pasti bisa Anda dapatkan.

Tapi lain lagi ceritanya jika Anda punya uang 100 miliar di Zimbabwe. Walau terdengar banyak, uang 100 miliar di sana hanya laku untuk membeli tiga butir telur saja, percaya?

Ya, itulah fakta yang terjadi di Zimbabwe, dimana krisis ekonomi membuat negara yang berbatasan dengan Afrika Selatan ini menderita hiperinflasi pada tahun 2008 dan 2009. Karena hal itu, mata uang Zimbabwe menjadi tidak bernilai karena bank sentral terus-menerus mencetak uang demi menutupi defisit yang parah.

Dilansir situs Cavenmansircur.com, uang 1 dolar AS atau sekitar Rp 13.000 setara dengan 35 triliun dolar Zimbabwe. Wah, parah banget bukan perbedaannya?

Krisis di Zimbabwe mulai terjadi sejak Presiden Robert Mugabe mengeluarkan kebijakan radikal soal distribusi lahan pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an.

Akibatnya, Zimbabwe mengalami kekurangan bahan pokok dan bank sentral Zimbabwe terus mencetak uang untuk membiayai defisit anggaran.

Jadi, jika kamu tinggal di Zimbabwe, jangan sombong kalau punya uang triliunan di sana!/ viva.co.id




Tahukah Kamu Apa Itu Ruqyah?

Foto: net
Foto: net

Tembilahan, detikriau.orgRuqyah atau Rukyah (Arab: رقية; Inggris: exorcism) adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan,[1] bisa,[2][3] sihir,[4] rasa sakit,[5] gila, kerasukan dan gangguan jin.[6][7]

Pengertian ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya.[8] Ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah (azimat). Fairuz Abadi berkata: “Yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharap kesembuhan.”[9]

Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan as-sunnah.[10]

Dalam syariat Islam dikenal dua macam ruqyah, yaitu ruqyah syar’iyah dan ruqyah syirkiyah. Ruqyah syariyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur’an,[11][12] sebagaimana di antara nama surat Al-Fatihah adalah Ar-Ruqyah, meminta perlindungan kepada Allah, zikir dan doa dengan maksud menyembuhkan sakit.[13] Sedangkan Ruqyah Syirkiyah adalah yang biasa dipraktikkan para dukun. Ruqyah di kalangan para dukun dikenal dengan istilah jampi-jampi atau mantra.

Ruqyah yang syar’i memiliki beberapa ketentuannya tertentu. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut maka ruqyah tersebut tidak syar’i, yakni serupa dengan jampi-jampi yang dilakukan oleh para dukun. Kriteria ruqyah yang syar’i (yang sesuai syariat Islam) dijelaskan berikut ini:

  • Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an, do’a yang syar’i atau yang tidak bertentangan dengan do’a yang dituntunkan.
  • Menggunakan bahasa Arab kecuali jika tidak mampu menggunakannya.
  • Tidak bergantung pada ruqyah karena ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh atau tidak.
  • Isi ruqyah jelas maknanya.
  • Tidak mengandung do’a atau permintaan kepada selain Allah (semisal kepada malaikat, jin, atau makhluk lainnya).
  • Tidak mengandung ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.
  • Tidak menyaratkan orang yang diruqyah mesti dalam kondisi yang aneh seperti harus dalam keadaan junub, harus berada di kuburan, atau mesti dalam keadaan bernajis.[14].

Sebagaimana dinukil dari “Fathul Majid”, Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat: Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya). Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”

Dari kriteria-kriteria di atas dijadikan tolok ukur untuk dapat mengkategorikan mana praktik ruqyah yang benar dan mana yang menyimpang. Jika si pelaku menggunakan mantera-mantera yang tidak jelas maknanya, menggunakan do’a yang tidak dipahami, atau menyembuhkan dengan jalan memindahkan penyakit yang diderita ke hewan, maka hal seperti ini dikategorikan sebagai tindak perdukunan. Lebih terlarang lagi apabila di dalamnya menggunakan jampi-jampi yang jelas-jelas mengandung kesyirikan, meminta tolong pada jin, atau meminta agar kita menyembelih hewan tertentu untuk jin./dro

Sumber: wikipedia.org

 




Belajar Ruqyah Ala Ustad Muhammad Faizar, Simak Video Tutorial Berikut Ini

Ustad Muhammad Faizar. foto: net
Ustad Muhammad Faizar. foto: net

Tembilahan, detikriau.org – Mungkin diantara kita kerap meyaksikan metode penyembuhan “Ruqyah” yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Faizar melalui salah satu saluran TV Nasional.

Dengan melapazkan ayat-ayat suci Al Qur’an sang Ustadz menjalankan metode penyembuhan yang kerap disampaikan untuk mengeluarkan “jin” dari tubuh seseorang. Biasanya, proses keberhasilan ditandai dengan keluarnya cairan ( lazim dengan keluarnya muntah) dari bagian tubuh pasien yang diruqyah.

Bagi masyarakat khususnya yang bermukim di Pulau Jawa, mengikuti ruqyah dari Ustadz muda ini mungkin cukup mudah, tapi bagi kita yang bermukim cukup jauh dari pulau jawa, mengikuti terapi pengobatan ini tentunya memerlukan biaya dan waktu yang lebih banyak.

Namun melalui website belajarruqyah.com ditampilkan video tutorial pembelajaran untuk melakukan ruqyah oleh sang ustadz. Anda ingin mengetahuinya? Simak tutorial video berikut ini: / dro




Ini Cara Sederhana Bedakan Parfum Asli dan Palsu

o_1arku8ped7kit13150spdcuptadetikriau.org – Menggunakan parfum atau wewangian lainnya memang jadi kesenangan tersendiri bagi pemiliknya.  Apalagi, jika parfum tersebut original, tentu dapat membuat pemakainya, termasuk Anda, semakin percaya diri. Namun, Anda patut waspada. Sebab, banyak parfum palsu yang bertebaran di pasaran. 

Membedakan parfum asli atau palsu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, asal Anda mau sedikit meluangkan waktu untuk mengamati beberapa hal berikut ini pada parfum yang hendak dibeli. Apa saja? Ini beberapa caranya seperti dilansir Brightside:

  1. Periksa Pembungkusnya

Biasanya, parfum asli memiliki plastik pembungkus yang cukup tebal dan melekat sempurna dengan kotaknya. Sedangkan untuk parfum palsu, plastik pembungkusnya berkerut dan melekat tidak sempurna.

  1. Plastik Pembungkus Tidak Rapi

Plastik pembungkus kotak parfum yang palsu tidak rata dan tidak rapi, yang tersisa lem di bagian atas. Untuk parfum asli, pastinya memiliki plastik pembungkus yang kuat dan sempurna.

  1. Kotak Karton

Kertas karton parfum asli biasanya berwarna putih dan tidak keabu-abuan. Bahan karton juga berkualitas tinggi yang berguna untuk melindungi botol dari kerusakan.

Hal tersebut ditunjang dengan karton tambahan dengan bentuk khusus yang membuat botol parfum tetap kokoh sehingga terlindung dari benturan.

  1. Detail Kemasan

Sebelum membeli parfum, lihat lingkaran emas di detail kemasan. Jika arah tanda panah yang menunjuk ke kanan selalu lebih gelap dibanding arah panah yang menunjuk ke kiri, maka parfum tersebut asli. Selain itu,jangan ragu untuk menocokkan situs web parfum yang tercantum di kemasan, namun jika tidak ada kesamaan bisa dipastikan bahwa parfum Anda palsu.

5.Desain

Jangan lupa selalu memeriksa dengan detail botol parfum yang Anda beli. Karena, desain botol parfum yang palsu sangat mirip dengan parfum asli.

  1. Warna Parfum

Warna parfum palsu tercampur dengan kimia jadi warnanya agak gelap. Sedangkan parfum asli, warnanya nampak pucat lantaran tidak menggunakan pewarna dalam produknya.

  1. Tutup Botol

Tutup Parfum yang asli  bentuknya simetris dengan presisi yang tinggi.

  1. Nomor Seri 

Untuk nomor seri, yang asli tercetak di bagian bawah kotak dan botol dan bukan ditempel stiker. Selain itu,  nomor seri pada botol juga harus sama dengan nomor seri yang tertera di bagian bawah kotak yang harus tercetak dengan tinta

  1. Botol 

Parfum asli memiliki botol berkualitas dengan permukaan yang halus dan sangat rapi. Sedangkan botol parfum palsu, cenderung  kasar dan berkontur tak rata. / suara.com

Baca Sumber

 




Jangan Dulu Menyembelih Hewan Kurban Sebelum Baca Ini

detikriau.org – Satu hal yang paling sakral dalam momen Idul Adha selain sembahyang lebaran adalah pada saat menyembelih hewan untuk kurban.

Menyembelih dalam syariat Islam adalah langkah melenyapkan ruh binatang dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan serta dua urat nadi dengan alat yang tajam, kecuali gigi dan tulang atau cara lain yang dibenarkan oleh syariat Islam.

Binatang yang tidak disembelih hukumnya haram karena status binatang itu sama dengan bangkai.

Berikut adalah rukun dalam menyembelih:

  1. Penyembelih beragama Islam.
    2. Binatang yang disembelih binatang yang halal, baik halal zatnya maupun halal cara memperolehnya bukan hasil mencuri atau menipu.
    3. Alat penyembelih harus tajam agar dapat mempercepat proses kematian binatang dan tidak terlalu menderita sewaktu disembelih.
    4. Tujuan penyembelihan untuk tujuan yang diridhoi Allah SWT dan bukan untuk tujuan tumbal atau untuk sajian nenek moyang berhala atau upacara kemusrikan lainnya.

Adapun tata cara atau urutan dalam menyembelih hewan kurban sebagai berikut:

  1. Binatang yang akan disembelih direbahkan, kemudian kakinya diikat lalu dihadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah menyembelihnya.
    2. Menghadapkan diri ke arah kiblat begitu pula binatang yang akan disembelih.
    3. Potonglah urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher, sampai putus agar lekas mati.
    4. Bagi binatang yang lehernya agak panjang maka menyembelihnya di pangkal leher sebelah atas agar lekas mati.
    5. Bagi binatang yang tidak dapat disembelih lehernya karena liar atau jatuh dalam lobang sehingga tidak bisa disembelih lehernya, maka menyembelihnya dilakukan di mana saja dari badannya asal kematiannya itu disebabkan oleh sembelihan bukan karena sebab lain dengan tidak lupa menyebut nama Allah.
    6. Setelah hewan atau binatang itu benar-benar mati baru boleh dikuliti.

Selain rukun dan tata cara ada pula hal-hal yang dimakruhkan saat menyembelih hewan kurban, diantaranya:

  1. Menyembelih sampai putus lehernya.
    2. Menyembelih dengan alat tumpul.
    3. Menguliti atau memotong-motong hewan itu sebelum nyawanya hilang.

Adapun keterangan dari hukum makruh itu sendiri ialah sebuah larangan yang jika dilanggar tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya. Atau dengan kata lain perbuatan makruh dapat diartikan sebagai perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sedangkan untuk jenis dan persyaratan hewan kurban yang boleh untuk dikurbankan antara lain, hewan yang paling baik, gemuk ,sehat, dan tidak cacat seperti pincang atau matanya buta. Selain persyaratan tersebut kita harus memperhatikan usia dari hewan kurban./jitunews.com

 

 




Ini Loh Mengapa Daging Kurban Jangan Dicuci

dagingDetikriau.org – Banyak anggapan beredar bahwa daging sapi atau kambing tidak perlu dicuci. Anggapan ini benar. Tapi apa alasannya?

“Daging khawatir terkontaminasi air yang tidak higienis. Jadi enggak perlu dicuci,” ucap Abubakar Sujana, Executive Chef sebuah hotel di Jakarta Barat kepada Okezone.

Selain itu daging yang dicuci juga dapat menghilangkan juice dari dagingnya. Sehingga ketika diolah, rasanya jadi kurang nikmat.

Jika tak biasa dan merasa sedikit jijik dengan daging tidak dicuci. Anda bisa membersihkan daging tersebut dengan cara direbus.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah potong daging sesuai kebutuhan. Lalu rebus dengan air mendidih sampai keluar buih-buih dari rebusan dan buang buih pertama.

“Buih-buih pertama yang keluar itu kotorannya. Jangan khawatir cara ini bisa membunuh kuman dan berlaku untuk daging kambing atau sapi,” tutup dia.

Setelah itu angkat daging dari panci dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Sumber