Sering Dibaca, Tahukah Anda Tiga Fakta Ayat Kursi Berikut?

Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang sering dibaca umat Islam. Terutama sebagai salah satu bagian wirid setelah shalat lima waktu. Ayat ke-255 surah al-Baqarah ini dimanakan ayat ‘kursi’ karena menjabarkan tentang kursi Allah SWT yang meliputi langit dan bumi.

Ternyata ada beberapa rahasia mengapa ayat kursi begitu istimewa dan termasuk salah satu ayat bacaan favorit dalam Islam. 

Sayyid Muhammad al-Alawy al-Maliki al-Hasani, dalam kitabnya yang berjudul Abwab al-Faraj, menjelaskan beberapa keistimewaan ayat kursi di antaranya sebagai berikut:

Pertama, ayat ini merupakan salah satu ayat Alquran nan agung yang ditegaskan langsung Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan al-Hakim, Rasulullah pernah berkata kepada Ubai bin Ka’ab. “Wahai Abu al-Mudzir (gelar dari Ubai bin Ka’ab), apakah engkau tahu ayat Alquran yang dengannya engkau lebih besar? Aku ( Ubay bin Ka’ab) menjawab,”Allah dan Rasul-Nya lebih paham.” Rasul menjawab,”Yaitu ayat kursi.” Ubai lantas mengisahkan Rasul lalu menepuk dadanya dan berkatan,”Semoga ilmu senantiasa menghampirimu.”

Kedua, selain dikenal dengan sebutan ayat kursi, ayat ini juga mempunyai nama lain yaitu Pemimpim Ayat-Ayat Alquran (sayyidat ayy Alquran).Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul bersabda,”Tiap segala sesuatu mempunyai jantung, dan jantung Alquran adalah al-Baqarah. Kemudian tiap sesuatu mempunyai pemimpin, dan pemimpin ayat-ayat Alquran adalah ayat kursi.”

Ada juga nama lain ayat kursi yaitu ayat penakluk (al-fath), ayat keberkahan (al-barakat), ayat yang disucikan (al-muqaddasah), ayat tauhid, dan ayat para peminta pertolongan (al-mustaghitsin).

Ketiga, membaca ayat kursi akan memberikan khasiat nyata di antaranya adalah membaca ayat ini akan membantu mengabulkan hajat dan keinginan agar tercapai.

Menurut Qatadah, di antara rahasia mengapa khasiat ayat kursi begitu dahsyat karena dalam ayat ini terdapat lima nama (asma’) Sang Khaliq yang agung yaitu Allah, al-Hayy, al-Qayyum, al-‘Aliyy, al-Adhim. 

sumber: khazanah.republika.co.id




5 Kondisi Kaki Ini Gambarkan Kesehatan Tubuh Anda

“Tahukah Anda bahwa kondisi kaki berhubungan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan? Baca penjelasannya di sini”

lovemelovemypic/Shutterstock

detikriau.org –  Salah satu cara untuk memelihara kesehatan tubuh secara menyeluruh adalah dengan rutin melakukan cek kesehatan di rumah sakit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kondisi kesehatan tubuh ternyata juga bisa diperiksa dengan melihat kondisi kaki sendiri?

Ya, penyakit yang sedang menyerang tubuh bisa terdeteksi dari kondisi telapak, jari, kuku, dan punggung kaki Anda. Dilansir klikdokter dari Reader’s Digest, ini dia 5 kondisi kaki dan artinya bagi kesehatan tubuh Anda:

  1. Kaki kering dan bersisik

Kulit kaki yang kering dan bersisik sering diabaikan, karena dianggap bahwa keadaan itu hanya terjadi pada kaki. Apalagi, jika Anda termasuk orang yang sering beraktivitas di luar ruangan dan kerap menginjak area becek karena air deterjen tanpa menggunakan alas kaki.

Tapi, jika Anda sudah melakukan perbaikan dengan cara sering mengoleskan pelembap, melakukan pedikur, menggosok sel kulit mati, dan selalu menggunakan alas kaki saat berkegiatan, bisa jadi permasalahannya bukan pada kulit kaki Anda, melainkan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid itu sendiri mengontrol laju metabolisme, tekanan darah, pertumbuhan jaringan, dan pengembangan sistem kerangka serta saraf.

Menurut spesialis kaki di Naperville, Illnois bernama Marlene Reid DPM, apabila ada yang kurang beres dari kelenjar tiroid, biasanya tubuh akan memunculkan gejala awal seperti kekeringan parah pada kulit, khususnya di bagian kaki.

“Ketika pelembap tidak membantu mengembalikan kondisi kulit kaki yang kering selama beberapa hari, kami biasanya akan merujuk pasien berobat ke dokter untuk memeriksakan kondisi tiroidnya,” tutur Marlene.

Selain kekeringan pada kulit kaki, kondisi kuku yang rapuh juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada tiroid.

  1. Bisu atau luka di kaki yang tak kunjung sembuh

Coba perhatikan, apakah ada bisul atau luka yang tak sembuh-sembuh di kaki Anda? Jika memang ada, cobalah obati. Apakah kondisinya tak menunjukan perubahan positif? Jika ya, Anda wajib waspada. Sebab, luka di kaki yang tak kunjung sembuh bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit diabetes mellitus.

Faktanya, saat kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, hal itu dapat merusak saraf dan menyebabkan sirkulasi yang buruk sehingga darah tidak mencapai ke kaki. Ketika darah tidak sampai ke luka yang ada di kaki Anda, waktu untuk sembuh pun akan sangat lama.

“Cukup banyak penderita diabetes yang didiagnosis sejak dini hanya dengan memperhatikan kondisi kakinya,” jelas Reid.

3. Kuku kaki mirip sendok

Kuku sendok memang bisa dimiliki oleh bayi dan biasanya akan normal kembali di beberapa tahun pertama kehidupan. Nah, ketika kondisi tersebut tidak membaik hingga dewasa, kemungkinan ada “sesuatu” terkait kesehatan yang sedang terjadi padanya.

Kondisi kuku sendok yang juga dikenal sebagai koilonychias bisa menunjukkan bahwa Anda kekurangan zat besi. Bentuk kuku yang demikian juga bisa menjadi tanda dari penyakit Raynaud atau kondisi yang memengaruhi pasokan darah ke jari tangan dan kaki.

Tak sekadar itu, ada juga yang mengatakan bahwa kuku sendok adalah tanda bahwa Anda terkena lupus atau penyakit autoimun yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh.

4. Ada garis veritikal pada kuku ibu jari kaki

Jika ada garis gelap dan vertikal di bawah kuku ibu jari kaki, bisa jadi itu adalah melanoma acral lentiginous atau melanoma tersembunyi. Hal tersebut bisa jadi tanda dari adanya gejala kanker kulit pada seseorang.

Kendati demikian, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa itu bukanlah jamur kuku. Caranya adalah dengan memperhatikan apakah warnanya kuning kecokelatan dan bersporadis di seluruh kuku.

5. Ada garis merah di bawah kuku kaki

Bila ada garis-garis merah di bawah kuku, hal itu menandakan adanya pembuluh darah yang pecah. Keadaan itu mungkin berhubungan dengan rusaknya kapiler di bawah kuku akibat adanya infeksi pada lapisan dalam jantung (endokarditis).

Apakah ada salah satu kondisi kaki yang sedang Anda alami saat ini? Bila memang ada, jangan tunda lagi untuk berobat ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat menentukan diagnosis yang tepat dan memberikan obat yang sesuai untuk mengatasinya. Semakin dini dideteksi dan diobati, kemungkinan penyakit untuk sembuh atau dikendalikan akan semakin besar.

 




Infografis: Shutdown pemerintah AS




Hasil Riset Ahli Ungkap Potensi Gempa Besar di Pulau Jawa, Termasuk Jakarta dan Bandung

Sesar Lembang
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Riset Ahli Ungkap Potensi Gempa Besar di Pulau Jawa, Termasuk Jakarta dan Bandung, http://www.tribunnews.com/sains/2019/01/09/hasil-riset-ahli-ungkap-potensi-gempa-besar-di-pulau-jawa-termasuk-jakarta-dan-bandung.
Editor: Malvyandie Haryadi

Kajian ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah internasional baru-baru ini menunjukkan aktifnya jalur patahan di Pulau Jawa, termasuk di dua daerah padat penduduk, yaitu selatan Jakarta dan utara Bandung.

Kajian itu harus mendapat perhatian serius untuk mitigasi bencana ke depan.

​Dua kajian ilmiah telah dipublikasikan di jurnal internasional yang berbeda pada Januari 2019 yaitu oleh Endra Gunawan dan Sri Widiyantoro di  Journal of Geodynamics dan Mudrik R. Daryono bersama Danny H. Natadwidjaja, Benjamin Sapiie, dan Phil Cummins di jurnal Tectonophysics.

​“Riset kami telah mengidentifikasi tektonik deformasi aktif di Jawa menggunakan data GPS (global posititioing system) menerus dari tahun 2008 sampai 2013. Kami menghitung strain rate (laju regangan),” kata Endra Gunawan, peneliti dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dihubungi Minggu (6/1/2019), di Jakarta.

Dari kajian itu, ditemukan secara umum terjadi laju regangan yang besar di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 1 mikrostrain per tahun hingga mencapai sekitar 5 mikrostrain per tahun di kawasan yang mengalami deformasi setelah gempa tahun 2006.

​Kajian tersebut juga menemukan adanya laju tekanan dilatasi zona patahan yang besar (< -3 mikrostrain per tahun) di sepanjang patahan Cimandiri dan Cipamingkis di Jawa Barat, patahan di selatan Jakarta, patahan Kendeng yang memanjang dari Semarang ke Jawa Timur hingga masuk ke Selat Madura.

Sementara laju regangan yang besar (di atas 1 mikrostrain per tahun) ditemukan di Wongsorejo dan patahan Montong di Jawa Timur dan patahan Lasem di Jawa Tengah.

​“Laju regangan dan tekanan ini menunjukkan ada kawasan tektonik aktif. Dari hasil studi ini, kita perlu memberi perhatian lebih pada sesar di dekat kota besar padat penduduk seperti Semarang, Surabaya, dan terutama Jakarta,” kata Endra.

Laju regangan dan tekanan ini menunjukkan ada kawasan tektonik aktif. Dari hasil studi ini, kita perlu memberi perhatian lebih pada sesar di dekat kota besar padat penduduk, terutama Jakarta.

​Kajian itu menguatkan riset sebelumnya oleh A. Koulali dari Australian National University (ANU) pada 2016 tentang keberadaan jalur patahan di Pulau Jawa.

Catatan sejarah menunjukkan, gempa kuat pernah terjadi di Jakarta pada 22 Januari 1780 yang guncangannya dirasakan hingga tenggara Sumatera dan Jawa Barat. Gempa ini diperkirakan berkekuatan M 8,5.

Kajian Nguyen dan tim dari ANU (2015) menyebutkan, gempa pada 1780 kemungkinan sumbernya di sesar Baribis atau di lengan lempeng karena luasnya dampak guncangan.

​Endra menyebutkan, gempa berkekuatan M 8,5 minimal dipicu oleh patahan dengan panjang 350 kilometer. Padahal, daerah regangan yang ditemukan di selatan Jakarta hanya meliputi 50 km, yang setara dengan bangkitan gempa M 7,1.

Ada dua kemungkinan, pertama, gempa tahun 1780 tak terkait dengan sesar Baribis. Kedua, sesar di selatan Jakarta berbeda dengan patahan Baribis, tetapi merupakan patahan tersendiri seperti studi Marliyani (2016).

​“Dibutuhkan kajian lebih mendalam, terutama dengan memasang GPS lebih rapat, dan kombinasi kajian seismik dan observasi geologi. Melihat risikonya, ini seharusnya jadi prioritas ke depan,” katanya. ​

​Kajian Arthur Wichman (1918) juga menyebut, gempa amat kuat dirasakan di Jakarta pada 5 Januari 1699, pukul 01.30. Selain merobohkan banyak bangunan, gempa itu menyebabkan longsor besar di Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, Jawa Barat.

​Menurut Endra, jarangnya kejadian gempa di Pulau Jawa termasuk di Jakarta, dibandingkan Sumetara,bisa dibaca sebagai terjadinya pengumpulan energi. Semakin lama tidak gempa, potensi gempa ke depan bisa semakin besar.

Sesar Lembang

​Mudrik R. Daryono, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, risetnya membuktkan keaktifan sesar Lembang di utara Kota Bandung.

Kajian ini menunjukkan, kecepatan pergerakan sesar Lembang mencapai 1,95 – 3,45 milimeter per tahun.

​Dengan panjang patahan hingga 29 km, potensi gempa yang bisa dihasilkannya sebesar M 6,5 – 7 dengan waktu perulangan sekitar 170 – 670 tahun.

Mudrik juga melakukan uji paritan untuk mengetahui paleoseismik dan menemukan bukti minimal adanya tiga gempa besar di jalur patahan ini, yaitu abad ke-15, 2300 sebelum Masehi, dan 19.620 – 19.140 tahun yang lalu.

“Tiga gempa besar di masa lalu ini hanya yang ketemu dari uji paritan secara manual. Perlu uji paritan lebih besar menggunakan mesin ekskavator dan pembelian lahan yang tentunya lebih mahal untuk mengetahui perulangan gempa lebih banyak lagi,” kata Mudrik.

​Akan tetapi, dari kajian yang dilakukan, cukup menjadi dasar pentingnya melakukan upaya mitigasi untuk mengantisipasi ancaman ke depan. Selain kepadatan penduduk di sekitar zona patahan, dampak guncangannya ke Bandung juga bisa memicu bencana ikutan.

​“Dengan publikasi ini saya mengharapkan penelitian ikutannya tentang kemungkinan likuifaksi dan amplifikasi gempa serta dampak lainnya di kawasan Bandung dan sekitarnya,” ungkapnya.

sumber: tribunnews.com




Suhu Laut Meningkat Lebih Cepat dari Perkiraan

Twelve Apostles di Port Champbell National Park, Victoria, Australia. Keindahan alam batuan di tengah laut. (visitvictoria.com)

Suhu laut dunia naik lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya karena mereka menyerap sebagian besar emisi yang mengubah iklim di dunia, kata para ilmuwan, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 10 Januari 2019.

Panas laut – yang direkam oleh ribuan robot terapung – telah mencatat rekor berulang kali selama dekade terakhir, dengan 2018 diperkirakan akan menjadi tahun terpanas, menggantikan rekor 2017, menurut analisis oleh Chinese Academy of Sciences.

Hal itu mendorong naiknya permukaan laut, saat lautan menghangat dan mengembang, dan membantu memicu badai yang lebih hebat dan cuaca ekstrem lainnya, para ilmuwan memperingatkan.

Pemanasan tersebut, yang diukur sejak 1960, lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para ilmuwan dalam laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim 2013 yang mengamati pemanasan laut, menurut penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Science.

“Ini terutama didorong oleh akumulasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida di atmosfer akibat aktivitas manusia,” kata Lijing Cheng, penulis utama studi dari Chinese Academy of Sciences. “Meningkatnya laju pemanasan lautan ‘hanyalah tanda dari meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer.”

Para ilmuwan iklim terkemuka mengatakan pada bulan Oktober bahwa dunia memiliki sekitar 12 tahun lagi untuk membuat dunia menjauh dari emisi yang meningkat menuju sistem energi terbarukan yang lebih bersih, atau berisiko menghadapi beberapa dampak terburuk dari perubahan iklim.

Risiko itu termasuk kekurangan air dan makanan yang memburuk, badai yang lebih kuat, gelombang panas dan cuaca ekstrem lainnya, dan naiknya permukaan laut.

Selama 13 tahun terakhir, sistem pengamatan laut yang disebut Argo telah digunakan untuk memantau perubahan suhu lautan, kata Cheng, yang mengarah ke data yang lebih andal yang menjadi dasar bagi catatan panas lautan baru.

Sistem ini menggunakan hampir 4.000 robot laut yang menyelam hingga kedalaman 2.000 meter setiap beberapa hari, merekam suhu dan indikator lainnya saat kembali ke permukaan.

Melalui data yang dikumpulkan, para ilmuwan telah mendokumentasikan peningkatan intensitas curah hujan dan badai yang lebih kuat seperti badai Harvey pada 2017 dan Florence pada 2018.
Cheng menjelaskan bahwa lautan adalah sumber energi untuk badai, dan dapat menjadi bahan bakar yang lebih kuat karena suhu naik.

Badai selama periode 2050-2100 diperkirakan, secara statistik, akan lebih kuat daripada badai dari periode 1950-2000, kata ilmuwan.

Cheng mengatakan bahwa laut, yang sejauh ini menyerap lebih dari 90 persen energi matahari tambahan yang terperangkap oleh meningkatnya emisi, akan mengalami kenaikan suhu yang berkelanjutan di masa depan.

DAILY MAIL | GLOBAL NEWS / Tempo.co




Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Detikriau.org – Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895.

Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. 

Kita masih harus menunggu peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi di tahun ini.

Sementara menunggu apa yang akan terjadi di tahun ini, tidak ada salahnya kita lirik sebentar berbagai peristiwa menarik di tahun 1895 yang tidak sedikit di antaranya masih memiliki dampak hingga kini. Ditilik dari peristiwa-peristiwa itu, tidak berlebihan bila tahun 1895 dianggap sebagai salah satu tahun paling menentukan dalam sejarah manusia modern.

Di bulan Januari 1895, tepatnya 13 Januari, terjadi pertempuran di Coatit antara tentara Italia melawan tentara Ethiopia. Dalam pertempuran yang berlangsung hingga 1896 itu Italia yang ingin menguasai wilayah Ethiopia dibantu oleh tentara Jerman dan Austria-Hungaria. Sementara Ethiopia dibantu oleh tentara Rusia dan Prancis.

Di akhir pertempuran, tentara Ethiopia mengalahkan pasukan Italia. Peristiwa ini dikenal sebagai Perang Italia-Ethiopia Pertama. Sekitar 15 ribu orang di pihak Italia dan 10 ribu orang di pihak Prancis tewas sebagai korban.

Perang di Ethiopia ini juga merupakan bagian dari upaya negara-negara Eropa membagi tanah jajahan di benua Afrika, dikenal dengan istilah Scramble for Africa yang diawali sebuah konferensi di Berlin setahun sebelumnya.

Pada 9 Februari cabang olahraga mintonette mulai diperkenalkan oleh “penemunya” William G. Morgan di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Mintonette adalah nama asli volleyball.

Dua hari kemudian, 11 Februari, tercatat sebagai hari dengan suhu udara terendah di Inggris. Pada hari itu, suhu udara di Braemar, Aberdeenshire, tercatat minus 27 Celcius atau minus 17 Fahrenheit. Suhu ini kembali terulang di tahun 1982 dan 1995.

Tanggal 25 Februari tercatat sebagai hari dimana pemberontakan pertama dalam sejarah Perang Kemerdekaan Kuba. Selama tiga tahun, rakyat Kuba berperang melawan Spanyol.

Tiga bulan terakhir sebelum peperang berakhir, Amerika Serikat memutuskan untuk ikut  dalam pertempuran melawan Spanyol. Tidak hanya di Kuba, tetapi juga di Puerto Rico dan Filipina.

Tak kurang dari 300 ribu orang Kuba tewas dalam peperangan yang berakhir dengan kemerdekaan Kuba dari Spanyol ini. Berdasarkan perjanjian di Paris pada tahun 1898, Spanyol angkat kaki dari Kuba. Sementara Puerto Rico, Filipina dan Guam diberikan kepada Amerika Serikat.

Tanggal 3 Maret, tentara Jepang merebut kota Liaoyang dan Taiwan dari China.

Gempa bumi yang cukup besar merusak kota Ljubljana, ibukota Carniola, kini Slovenia, pada 14 April. Episentrum gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter itu berada sekitar 16 kilometer, di kedalaman sekitar 16 kilometer. Getarannya terasa hingga radius 18 kilometer.

Saat itu, Ljubljana memiliki populasi sekitar 31 ribu jiwa dan sekitar 1.400 bangunan. Disebutkan, sekitar 10 persen dari bangunan di kota itu hancur.

Jepang dan China menandatangani Perjanjian Shimonoseki pada tanggal 17 April. Kekaisaran Qing sebagai pihak yang kalah dalam Perang China-Jepang Pertama itu setuju untuk mengundurkan diri dari Korea, dan menyerahkan Taiwan serta Kepulauan Pescadores kepada Jepang.

Pengakuan kekalahan ini diikuti protes besar pada 22 April, yang dikenal sebagai Gerakan Gongche Shangshu. Petisi menolak Perjanjian Shimonoseki ditandatangani oleh 603. Gerakan ini berlanjut hingga 2 Mei.

Sementara itu di Taiwan, perwira-perwira anti Jepang yang dipimpin Tang Jingsong mendeklarasikan Republik Formosa yang merdeka dari Dinasti Qing di China Daratan.

Pada 11 Juni, Inggris menduduki Tongaland di antara Zululand dan Mozambik. Sementara pada 20 Juni, tiga negara, Nicaragua, Honduras dan El Salvador menandatangani Perjanjian Amapala yang mempersatukan tiga negara itu. Perjanjian ini tidak berusia panjang. Pada tahun 1898 perjanjian ini berakhir.

Pada 10 dan 11 Juli, komunitas Doukhobors melakukan protes damai dengan membakar simbol-simbol Kaukasus Selatan.

Di hari terakhir bulan Juli, Partai Nasional Basque (Euzko Alderdi Jeltzalea-Partido Nacionalista Vasco) didirikan oleh pemimpin Basque, Henry Wood.

Tokoh pembebasan Sabah, Mat Salleh, memulai perlawanannya terhadap pemerintahan kolonial Inggris pada 29 Agustus. Peristiwa ini dikenal sebagai perlawanan Sandakan.

Mat Salleh tewas dalam pertempuran di Tambunan pada bulan Januari 1900, namun pemberontakan terhadap kolonial Inggris yang dimulai Mat Salleh berlangsung hingga 1905. Sebuah bangunan untuk mengenang Mat Salleh dan pemberontakan itu dibangun di Tambunan, Sabah. Namun bangunan itu dimusnahkan pada 2015 lalu.

Pada tanggal 3 September untuk pertama kali pertandingan profesional sepakbola ala Amerika digelar di Latrobe, Pennsylvania, antara Latrobe YMCA melawan Jeannette Atheltic Club. Pertandingan berakhir dengan skor 12-0 untuk Latrobe.

Pada bulan Oktober 1895, penulis Rudyard Kipling menerbitkan Mowgli Leaves the Jungle Forever. Juga di bulan itu London School of Economics (LSE) menggelar kelas pertamanya.

Pada 1 Oktober tentara Prancis merebut Antananarivo di Madagaskar. Sepekan kemudian, Ratu Korea Myeongseong dibunuh agen Jepang di dalam Istana Gyeongbokgung.

Pada tanggal 31 Oktober, Tainan menjadi kota terakhir Republik Formosa yang direbut tentara Jepang. Peristiwa ini juga menandakan berakhirnya Republik Formosa dan dimulainya era Jepang di Taiwan yang berakhir pada 1945 setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia Kedua.

Pada tanggal 5 November George B. Selden mendapatkan paten mobil pertama di Amerika Serikat, sementara pada 8 November Wilhelm Rontgen menemukan X-rays.

Masih di bulan November, pada tanggal 27 November, Alfred Nobel menandatangani wasiat dimana salah satunya adalah memberikan sebagian kekayaannya untuk Hadiah Nobel.

Pada bulan Desember, Perang Anglo-Ashanti Keempat meledak. Ashanti berada di Ghana kini, berusaha untuk mengusir tentara Inggris yang ingin menduduki negeri itu.

Sementara itu, pada 7 Desember sebanyak 2.350 tentara Italia melantak tentara Abyssinia di Amba Alagi, di utara Ethiopia.

Tanggal 11 Desember tercatat sebagai hari dimana Svante Arrhenius menjadi ilmuwan pertama yang memperkenalkan efek rumah kaca.

Catatan di 1895 ditutup dengan peristiwa yang terjadi di tanggal 28 Desember. Kala itu Auguste Lumiere dan Louis Lumiere menampilkan untuk pertama kali gambar bergerak yang kemudian menjadi pondasi film yang kita kenal hingga hari ini. 

Sumber: rmol.co