Bahaya Produk Pembersih Rumah Sama dengan Merokok Sebungkus

foto: net

Detikriau.org – Jangan kira bahwa produk pembersih rumah yang bisa membasmi kuman tidak memiliki bahayanya sendiri pada kesehatan tubuh manusia. Sebuah studi longitudinal yang dilakukan selama 20 tahun oleh para ilmuwan di University of Bergen di Norwegia, telah menemukan bahwa bahaya menggunakan produk pembersih rumah sama dengan merokok sebanyak 20 batang sehari. 

Seperti dilansir dari Fortune, Minggu, 10 Maret 2018, survei yang dilakukan European Community Respiratory Health bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai efek jangka panjang penggunaan produk pembersih rumah. Studi tersebut berisi pengamatan fungsi paru-paru pada 6.230 peserta studi di 22 lokasi di seluruh dunia.

Para peneliti membandingkan berapa lama mereka menggunakan produk pembersih rumah, dan bagaimana kondisi paru-paru mereka seiring dengan penggunaan produk pembersih tersebut. Studi tersebut lantas menemukan bahwa wanita yang membersihkan rumahnya menggunakan produk pembersih yang mengandung zat kimia yang biasa dijual di pasaran, memiliki penurunan efektivitas paru-paru lebih tinggi, dibandingkan dengan wanita yang tidak membersihkan rumah mereka.

Berdasarkan hasil studi itu, peneliti mengatakan paparan bahan kimia dalam pembersih dapat merugikan kesehatan wanita dalam jangka panjang. Penggunaan produk pembersih rumah selama 10 sampai 20 tahun, memiliki efek yang sama dengan menghisap sebungkus rokok per hari untuk jumlah waktu yang sama.

Ini adalah survei pertama yang melihat dampak penggunaan produk pembersih rumah dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dilakukannya studi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan produk pembersih yang berdampak pada penyakit pernapasan seperti asma, dan masalah pernapasan lainnya.

Sumber: viva.co.id




Hikmah dan Rahasia di Balik Shalat

Foto: Republika/Tahta Aidilla

detikriau.org – Kitab  Sullamul Munajat karangan alim Hijaz terkemuka, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan tentang shalat: syarat, rukun, dan hikmah shalat. Bagian kedua ini menjelaskan tentang fikih dengan sedikit nuansa tasawuf.

Khusus pada bagian ini, buyut KH Ma’ruf Amin ini mengutarakan hikmah dan rahasia di balik rukun Islam kedua. Shalat Subuh misalkan terdiri atas dua rakaat.

Rahasianya adalah shalat sebelum matahari terbit itu menggambarkan indra peraba yang merasakan dua hal: halus dan kasar. Shalat Subuh merupakan ekspresi kesyukuran karena Allah telah meng anugerahkan indra tersebut kepada manusia.

Shalat Zuhur terdiri dari empat rakaat, menggambarkan indra penciuman yang mampu menikmati aroma dari empat arah. Shalat Zuhur berfungsi untuk menyukuri nikmat tersebut sekaligus menghapus dosa yang berasal dari indra tersebut.

Shalat Ashar menggambarkan indra pendengaran yang mendengar suara dari empat arah. Dengan mendirikan shalat tersebut seseorang akan memohon ampunan agar Allah menghapus dosa yang berasal dari indra tersebut.

Shalat Maghrib merefleksikan arah yang dapat dilihat, yaitu depan, kiri, dan kanan. Shalat tiga rakaat ini bertujuan untuk menyukuri nikmat tersebut dan memohon ampunan atas dosa yang berasal darinya.

Shalat Isya menggambarkan indra pengecap yang merasakan dingin, panas, pahit, dan manis. Shalat ini bertujuan untuk berterima kasih kepada Allah atas nikmat tersebut.

Alim yang pernah menjadi imam Masjid al-Haram itu juga menjelaskan hikmah di balik gerakan shalat. Berdiri menunjukkan kehinaan diri. Takbir mengekspresikan kepasrahan dan pujian. Membaca Alquran menunjukkan penyerahan jiwa.

Rukuk berfungsi untuk ketundukan. Sujud menunjukkan kekhusyuan. Duduk menunjukkan hasrat. Tasyahud mengekspresikan kemanjaan kepada Allah. Semua gerakan itu akan membuat Allah melihat hambanya dengan penuh rahmat, kasih sayang, penerimaan, kemuliaan, dan kedekatan.

Secara umum, Syekh Nawawi menjelas kan, ibadah seperti shalat diibaratkan pohon yang diharapkan buahnya. Syarat sahnya seperti akar. Rukunnya seperti pang kal cabang. Sunnah ab’adhnya seperti cabang pokok. Sunnah haiatnya seper ti dahan atau dedaunan. Ikhlas adalah buahnya.

Kitab ini merupakan syarah (pelengkap atau penjelas) kitab Safinatus Shalah kar ya Syekh Abdullah bin Umar bin Yahya al-Hadhrami. Kitab yang menjadi rujukan Syekh Nawawi itu membahas tentang nama-nama Allah yang terbagi menjadi empat: nama-nama zat Allah, nama-nama sifat Allah, nama-nama yang menyucikan Allah, dan nama-nama perbuatan-Nya.

Sumber: republika.co.id

 




Gemar Membuat Aransemen Musik? Aplikasi ‘Song Maker’ dari Google Ini Menarik untuk di Coba

Detikriau.org – Gemar membuat aransemen musik sendiri? Bila ya, maka informasi dari kami berikut ini patut untuk Anda simak. Baru-baru ini Google melalui layanan Chrome Music Lab merilis sebuah aplikas pembuat musik unik bernama ‘Song Maker‘.

Aplikasi ‘Song Maker‘ adalah layanan aplikasi pembuat musik layaknya music sequencer berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk membuat musik, menggabungkan beberapa suara musik, hingga merekam musik dengan mudah.

Cara kerja ‘Song Maker‘ sangatlah sederhana dan mudah untuk digunakan. Pengguna hanya perlu masuk ke layanan aplikasi web ‘Song Maker’ dan bisa langsung menggunakannya secara gratis tanpa harus melakukan proses login ataupun membuat akun. Penasaran untuk mencobanya?

Berita ini sudah dipublikasi viva.co.id dengan judul ‘Goggle rilis aplikasi unik ‘Song Maker’ begini caranya

 




Ternyata, Pelit Bisa Datangkan Musibah

gambar ilustrasi: net

Detikriau.org – Orang-orang yang kikir atau pelit sering kali membuat orang disekitarnya merasa kesal. Bagaimana tidak, jangankan berbagai untuk sesama, membelanjakan uang untuk diri sendiri saja terkadang mereka berat dan menyesal.

Tidak heran, banyak orang yang tidak menyukai sahabat atau keluarga yang memiliki sifat pelit ini. Bahkan, orang yang pelit sendiri tidak suka jika orang lain pelit kepadanya. Selain tidak disukai manusia, sikap kikir ini juga tidak disukai Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, watak pelit tidak boleh ada dalam diri seorang mukmin. Pasalnya bisa mendatangkan musibah. Bahkan, ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa akibat kekikirannya. Berikut selengkapnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Ada watak yang keduanya tidak boleh ada dalam diri seorang mukmin, yaitu akhlak buruk dan kikir.” (HR. Tirmidzi)

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ada dua macam akhlak yang disukai oleh Allah SWT, dan dua macam akhlak yang dibenci oleh-Nya. Dua akhlak yang disukai Allah SWT adalah dermawan dan berani. Dua akhlak yang tidak disukai oleh-Nya adalah akhlak yang buruk dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebaik amal yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan aniaya, karena sesungguhnya aniaya itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap sikap kikir, karena sesungguhnya kikir itu membinasakan orang-orang sebelum kalian. Juga mendorong mereka mengalirkan darah mereka sendiri, dan menghalalkan kehormatan mereka,” (HR. Muslim)

Ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa akibat kekikirannya. Salah satunya adalah Qorun yang hidup pada masa Nabi Musa AS. Ia beserta hartanya akhirnya tenggelam ditelan bumi, karena tidak mau bersedekah dan tidak mau membayar zakat. Sebelum musibah besar yang membinasakannya tersebut, harga diri dan kehormatan Qorun sudah diinjak-injak oleh orang-orang dari kalangannya sendiri yang seharusnya Ia nafkahi. Jadi sikap kikir selain tercela juga mendatangkan musibah.

Sifat pelit atau kikir ini muncul karena suudzon atas rezeki yang dijanjikan Allah SWT. Mereka mengira dengan mudah berbagi kepada orang lain maka hartanya akan habis. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip sedekah, dimana semakin banyak dikeluarkan akan semakin banyak Allah SWT menambahkan.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada hari ketika seorang hamba memasuki waktu pagi kecuali kedua malaikat berdoa. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah berilah kepada orang yang berinfak gantinya.’ Dan malaikat yang satu berdoa, ‘Ya Allah berikan kepada orang yang pelit kehancuran.”‘ (HR. Bukhari- Muslim)

Kikir dalam makna hadist di atas menurut Al-Malla ‘Ali al-Qari adalah orang-orang yang pelit memberikan kebaikan dan harta kepada orang lain.  Sementara itu Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan jika kata “hancurkanlah”memiliki  makna bahwa harta itu sendiri yang hancur atau pemilik harta tersebut. Maksudnya adalah hilangnya kebaikan karena sibuk dengan yang lainnya.

Sumber: infoyunik

 




Main Ponsel Sambil Di-cas, Remaja Brasil Tewas Kesetrum

Gambar ilustrasi: net

Detikriau.org – Seorang remaja putri asal Riacho Frio, Brasil ditemukan tergeletak tak bernyawa di rumahnya. Kematian remaja berusia 17 tahun itu diduga disebabkan oleh sengatan listrik yang berasal dariponsel miliknya.

Menurut keterangan, tubuh remaja bernama Luiza Fernanda ditemukan terbaring di lantai pada Minggu (18/2/2018) sore. Di dekatnya, terdapat ponsel miliknya dalam keadaan tersambung dengan charger yang terhubung soket listrik. Lebih mengejutkan lagi, ponsel itu ditemukan dalam kondisi meleleh.

Melihat hal tersebut, keluarga menduga bahwa remaja itu meninggal akibat kesetrum lisrik yang berasal dari smartphone yang sedang di-cas.

Tubuh Luiza pertama kali ditemukan oleh sang nenek. Melihat Luiza yang sudah terbujur, keluarganya pun segera membawa remaja ini ke rumah sakit setempat.

Saat berada di Rumah sakit, dokter yang bertugas masih berusaha untuk menyelamatkan Luiza. Sayangnya, upaya tersebut sia-sia. Nyawa remaja ini tidak terselamatkan karena keluarga terlambat membawanya ke rumah sakit.

“Dalam catatan medis disebutkan gadis ini baru dibawa ke rumah sakit satu jam setelah sengatan listrik yang diduga berasal dari ponselnya,” ujar Direktur Rumah Sakit Regional Cureente, Lindaura Calvalcanti seperti dikutip KompasTekno dari The Sun, Jumat (23/2/2018).

Menggunakan ponsel dalam keadaan tersambung charger yang terhubung soket listrik memang tidak dianjurkan. Selain berpotensi merusak perangkat, kondisi lain seperti hubungan arus pendek secara tiba-tiba bisa saja terjadi.

Tahun lalu, seorang wanita asal Malaysia, Suhana ditemukan tewas lantaran menggunakan ponsel sambil mengisi daya. Kejadian tersebut berlangsung malam hari ketika seisi rumah sudah tertidur.

Kala itu, Suhana sempat dibawa ke Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia. Sayangnya, nyawanya terlanjur tak tertolong.

Sumber: kompas.com




Cara Allah Menunjukan Kebesaran-Nya

gambar: net

Detikriau.org – Berbeda dengan nasib makanannya, tubuh keledai lelaki itu sudah menjadi tulang belulang. Di tengah terik itu, sebuah negeri sedang dilanda bencana. Tembok-tembok nya roboh hingga atap nya tertutup.

Negeri itu telah dihancurkan. Beberapa riwayat mengatakan, dalangnya adalah Bukhtanasar. Seorang raja dari Babilonia yang memiliki kekuasaan amat luas. Raja itu penyembah berhala.

Salah satu tempat yang dihancurkan pasukan sang raja, yakni Baitul Maqdis. Palestina sekarang. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan jika seorang pria melalui negeri yang hancur itu. Di negeri yang poranda itu, hanya ada mayat. Saat melintas, pria itu pun berkata, “… Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?… ”

Allah SWT pun mematikan orang itu selama 100 tahun. Tuhan kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, “Berapa lama kamu tinggal di sini?” Dia menjawab, “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Allah berfirman, “Sebenarnya kamu tinggal di sini selama 100 tahun lamanya. Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum berubah, dan lihatlah kepada keledaimu itu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia.”

Peristiwa di atas terekam dalam QS al- Baqarah ayat 259. Dalam surah tersebut, tidak disebutkan siapa lelaki yang melintasi negeri itu. Namun, Imam Ibnu Katsir menjelaskan, banyak versi yang mengung kapkan jika dia adalah Uzair AS. Versi lainnya mengatakan, dia adalah Khidir AS.

Lelaki dari kalangan Bani Israil itu membawa buah anggur, buah tin, dan minuman. Dia melihat makanannya masih utuh seperti semula. Tiada sesuatu pun yang berubah. Minuman jusnya tidak berubah, buah tinnya tidak masam dan tidak busuk, serta buah anggurnya tidak berkurang barang sedikit pun.

Berbeda dengan nasib makanannya, tubuh keledai lelaki itu sudah menjadi tulang belulang. As-Saddi mengatakan bahwa tulang-belulang keledainya telah bercerai-berai di sebelah kanan dan kirinya. Lelaki itu pun memandang ke tulang belulang itu yang berkilauan karena putihnya. Allah pun mengirimkan angin, lalu angin itu menghimpun kembali tulang-belulang itu ke tempat semula.

Masing-masing tulang tersusun pada tempatnya masing-masing hingga jadilah seekor keledai yang berdiri berbentuk rangka tulang tanpa daging. Selanjutnya Allah memakaikan kepadanya daging, otot, urat, dan kulit. Allah mengirim malaikat yang ditugaskan untuk meniupkan ruh ke dalam tubuh keledai itu melalui kedua lubang hidungnya.

Dengan serta-merta keledai itu meringkik dan hidup kembali dengan seizin Allah SWT. Semuanya itu ter jadi dihadapan pandangan mata lelaki tersebut. Setelah ia menyaksikan peristiwa itu, dia pun mendapat penjelasan.

“..Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, ke mudian Kami menyusunnya kembali. Kemudian, Kami membalutnya dengan daging,’ Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: ‘Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.’ (QS al Baqarah: 259).

Ada banyak cara Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya kepada para hamba. Kisah-kisah Nabi terdahulu menunjuk kan bagaimana mereka diberikan mukjizat sebagai bukti kebenaran firman Allah SWT. Termasuk kisah lelaki di atas.

Prof Quraish Shihab dalam Tafsir al Mishbah menjelaskan, Allah menidurkan dia seperti apa yang dialami oleh Ashhabul Kahfi. Dia tak sadar bahwa malam dan siang telah datang silih berganti selama 100 tahun. Peristiwa ini dilakukan Allah agar Uzair atau siapa pun lelaki dalam ayat itu menjadi bukti kekuasaan Allah bagi manusia. Terutama bagi orang-orang yang hidup setelahnya. Mereka yang memba ngun negeri itu kembali.

Hanya saja—dalam versi riwayat tentang Uzair—banyak penduduk negeri yang justru memistifikasi lelaki itu. Terutama ketika Uzair kemudian merenungi isi Taurat yang telah diingatnya dan orang-orang Bani Israil memperhatikannya. Allah kemudian mengilhamkan padanya isi Taurat dan ia menyampaikan isinya kepada Bani Israil. Sejak saat itulah, oleh Bani Israil (Yahudi), Uzair dipanggil dengan putra Tuhan.

Apa yang diperbuat kaum Bani Israil dijawab Allah dalam Alquran dalam surah at-Taubah ayat 9-10. Dr Wahbah az-Zu haili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan, kaum Yahudi berkata: Uzair adalah anak Allah, kaum Nasrani berkata, ‘Al Masih adalah anak Allah dan kaum musyrikin berkata, para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Tak ada bedanya antara munculnya perkataan ini dari mereka atau sebagian saja.

Az Zuhaili mengungkapkan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka klaim! Allah tidak membutuhkan bantuan. Segala se suatu yang ada di bumi adalah milik-Nya. Semua tunduk kepada kekuasaan dan kehendak-Nya. Dialah yang menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya. Wallahu a’lam.

 

Sumber: republika.co.id