Nyamuk menjadi salah satu serangga ang mengganggu, terutama di malam hari. Apalagi, serangga yang memiliki ukuran kecil ini bisa mengakibatkan beragam penyakit berbahaya, seperti demam berdarah dan yang terbaru adalah penyebar virus Zika.
Tentunya kita semua tidak ingin terserang penyakit akibat nyamuk, bukan. Dan salah satu cara untuk mengusirnya adalah dengan menggunakan obat semprot atau bakar, yang justru menimbulkan efek samping lain.
Namun bagi Anda ang peduli dengan kesehatan, satu cara ini bisa Anda terapkan. Bahkan hanya dengan jeruk nipis dan cengkeh, yang telah lama digunakan, bisa mengusir nyamuk seketika.
Salah satu warga di Malaysia telah menggunakan metode sederhana ini, selama lebih dari lima puluh tahun, untuk mengusir beragam nyamuk.
Dikutip dari My News Hub, Noraini Jamsit mengatakan, jika dengan cengkeh dan jeruk nipis, keluarganya terbebas dari serangan nyamuk setiap malamnya.
Selain itu, cara ini juga bisa menjadi aroma terapi, karena kesegarannya. Caranya juga cukup mudah, cukup ambil buah cengkeh dan sesuaikan dengan kebutuhan dan luas ruangan di dalam rumah, serta beberapa buah jeruk nipis.
Potong jeruk nipis, dan tancapkan cengkeh di dalamnya. Sesuaikan dengan luasnya jeruk nipis. Anda bisa melihat seperti yang ada di dalam gambar di atas. Dan tempatkan di lokasi nyamuk kerap berada.
Berbeda dengan Rukiah Rahmat, yang mengusir nyamuk dengan cara membakar sabut kelapa pada waktu sore hari.
“Pukul 6.00 petang, saya sudah mengumpulkan sabut kelapa dan membakarnya di rumah. Asap dari bara sabut kelapa yang dibakar akan mengusir nyamuk,” kata Rahmat dikutip dari My News Hub. Namun kelemahannya, pembakaran sabut kepala bisa membuat nafas sesak. Jadi, Anda bisa menerapkan salah satu cara di atas agar nyamuk menghilang dari rumah.
Makan 1 Telur Tiap Hari Cegah Penyakit Stroke dan Jantung
Foto: bbc
detikriau.org – Ada kabar gembira untuk Anda pecinta telur. Penelitian terhadap 416.213 orang di China menemukan, orang yang mengonsumsi telur setiap hari memiliki tingkat stroke dan penyakit jantung yang lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan telur.
Dikutip dari laman Metro, peserta dalam penelitian ini dipantau selama sembilan tahun. Hasilnya, 13,1 persen dari responden melaporkan konsumsi harian telur, sementara 9,1 persen mengatakan mereka tidak pernah atau jarang makan telur.Ditemukan bahwa mereka yang makan telur sehari memiliki risiko 26 persen lebih rendah dari terkena stroke, 28 persen lebih rendah risiko kematian terkait stroke, dan 18 persen lebih rendah risiko kematian penyakit kardiovaskular.Mereka yang makan rata-rata 5,32 telur seminggu, juga 12 persen lebih kecil mengalami penyakit jantung koroner, daripada orang yang makan sekitar dua telur seminggu.
Meski begitu, ini tidak berarti Anda harus menyantap telur setiap kali makan. Para peneliti mengatakan manfaat yang mereka catat diterapkan pada mereka yang memiliki ‘tingkat konsumsi telur moderat’, yang berarti mereka makan hingga satu telur per hari.
Menurut laporan penulis, penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara tingkat konsumsi telur sedang (hingga satu telur per hari) dan tingkat kejadian serangan jantung yang lebih rendah. “Temuan kami menyumbangkan bukti ilmiah untuk pedoman diet yang berkaitan dengan konsumsi telur untuk orang dewasa Tionghoa yang sehat,” tulisnya.
detikriau.org – Penyakit asam urat pasalnya kerap ditandai dengan adanya peningkatan kadar asam urat dalam darah dan mengkristal, yang nantinya akan menimbulkan peradangan di sekitar tubuh tertentu.
Dan seperti halnya penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup, kebiasaan makan tidak sehat serta gaya hidup tak aktif menjadikan penyebab munculnya asam urat. Agar tidak memperburuk kesehatan, berikut ini beberapa cara alami untuk mengobati asam urat yang bisa anda coba dan lakukan dirumah.
Buah ceri
Senyawa anti inflamasi dalam ceri untuk mengobati asam urat kini sudah dibuktikan oleh banyak ilmuwan yang meneliti. Bukan hanya itu, ceri juga mengandung allopurinol yang dapat bekerja dalam mengurangi asam urat dalam tubuh.
Tips alami ceri untuk mengobati asam urat pun mudah dilakukan. Makan 15-20 buah ceri setiap hari ataupun minum segelas jus ceri untuk mengurangi rasa sakit juga peradangan.
Cuka apel
Selain buah ceri, cuka apel juga menjadi obat yang efektif sebagai mengurangi rasa sakit yang kerap dialami penderita asam urat. Lantaran cuka apel bersifat anti inflamasi. Minum 1 sendok makan cuka apel dengan tambahan madu dan air hangat setiap pagi untuk mengobati asam urat.
Buah pisang
Pada dasarnya pisang memiliki kandungan potasium yang baik dalam membantu mengubah kristalisasi asam urat menjadi cair sehingga dapat keluar dari dalam tubuh dengan mudah. Dengan begitu, konsumsi setidaknya 2 buah pisang per hari untuk mengobati nyeri akibat asam urat.
Jahe
Jahe memiliki berbagai kandungan senyawa anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi pembengkakan sekaligus peradangan yang dialami penderita asam urat. Bahkan jahe juga bersifat analgesik, untuk itu minum air rebusan jahe setiap pagi untuk mengobati asam urat secara alami.
Lemon
Vitamin dalam lemon adalah zat antioksidan yang dapat membantu menetralisir kelebihan kadar asam urat. Dimana salah satu sumber makanan yang mengandung vitamin C terbaik adalah lemon. Untuk memanfaatkannya peras setengah buah lemon dan campur dengan air hangat untuk mengurangi rasa sakit sekaligus bengkak pada penderita asam urat.
detikriau.org, Musim pancaroba dapat mempertinggi sejumlah penyakit, salah satunya yang ditularkan melalui nyamuk. Selain demam berdarah, penyakit lain yang patut diwaspadai di musim ini adalah chikungunya atau lebih dikenal dengan flu tulang.
Dalam program Ayo Hidup Sehat (AHS) di tvOne, Selasa 1 Mei 2018, dr. Adityo Susilo, SpPD-KPTI menjelaskan, chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan infeksi yang menyerang tulang sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Gejala awal dari flu tulang bisa berupa batuk dan pilek, namun yang paling menonjol adalah rasa nyeri pada tulang.
“Yang dikeluhkan nomor satu adalah demam mendadak, dengan penyertanya sakit kepala, mual sesekali, bersin, dan yang menonjol adalah sakit tulang,” ujar Adityo.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui dari penyakit flu tulang ini.
1. Mandi malam rawan flu tulang
Menurut Adityo ini adalah mitos karena antara mandi dan flu tulang tidak ada hubungan sama sekali. Seperti dijelaskan sebelumnya, flu tulang disebabkan infeksi virus yang tidak memiliki keterkaitan dengan mandi malam.
2.Suhu udara dingin menambah rasa sakit flu tulang
Faktanya, tubuh yang menggigil karena suhu dingin akan membuat seseorang yang mengalami demam tinggi serta tulang yang sakit akan menambah ketidaknyamanan penderita. Jelas sekali suhu yang dingin bisa membuat nyeri bertambah berat.
3.Gejala flu tulang mirip dengan demam berdarah
Karena virus chikungunya masih satu keluarga dengan dengue, jadi keduanya berbagi keluhan yang mirip. Namun, di kemudian hari pada chikungunya akan menimbulkan gejala paling menonjol yaitu nyeri sendi, terutama pada sendi-sendi kecil seperti jari dan pergelangan tangan yang sangat mengganggu aktivitas fisik.
4.Nyeri sendi flu tulang sama dengan rematik
Meski penyebabnya berbeda, tapi karena sama-sama keluhannya sendi, flu tulang dan rematik bisa memiliki kemiripan.
5.Penderita flu tulang harus minum banyak air putih
Orang yang mengalami demam karena infeksi akan membutuhkan cairan yang cukup. Namun, dengan catatan selama pasien mampu minum, jika tidak, jangan dipaksakan. Banyaknya air yang dibutuhkan dihitung dengan perkiraan 30-40 cc per kilogram berat badan per hari.
6.Penyakit tulang chikungunya dapat sembuh perawatan di rumah
Faktanya, menghilangkan virus bisa dengan daya tahan tubuh sendiri. Tapi, saat sendi sakit luar biasa, pasien sebaiknya dibawa ke rumah sakit sehingga bisa dikontrol nyeri sendi yang dirasakan.
7.Hindari gantung baju di rumah
Sebenarnya, menggunakan selimut tebal bisa membantu membuat rasa nyaman saat pasien menggigil. Di wilayah tropis seperti Indonesia, risiko terkena chikungunya cukup tinggi. Terutama di musim pancaroba yang membuat perkembangbiakan nyamuk semakin tinggi.
Untuk mencegah agar tidak terkena infeksi penyakit chikungunya, Adityo menyarankan untuk menghambat pertumbuhan nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan virus chikungunya. Sering-sering membersihkan genangan air dan hindari menggantung baju di dalam ruangan.
Selain itu, penggunaan repellent atau losion anti nyamuk juga bisa sangat mengganggu. Menjaga kebersihan diri agar tidak mengundang gigitan nyamuk juga bisa dilakukan untuk menghindari chikungunya.
Ikan busuk dimulai dari kepala. Demikian pepatah Italia tentang betapa penting posisi dan peran para pemimpin di negeri dan umat mana pun. Merah, putih, dan hitamnya umat serta bangsa bergantung pada pemimpinnya. Pemimpin itu jantung dan kepala dari tubuh manusia!
Jika pemimpin itu baik maka baiklah umat dan bangsa. Sebaliknya, nasib umat dan bangsa akan nestapa manakala para pemimpinnya berperangai dan bertindak buruk, khianat, dan ugal-ugalan, padahal yang dipertaruhkan nasib manusia yang banyak dengan segala urusannya.
Para nabi, Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Azis, Iskandar Dzulqarnain, Mahatma Ghandhi, Nelson Mandela, dan para pemimpin dunia lainnya yang menggoreskan tinta emas dalam kepemimpinannya merupakan anugerah Tuhan dari keteladanan para pemimpin yang mencerahkan dunia. Rakyat, negara, dan umat manusia menjadi aman, damai, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat karena kemuliaan para pemimpinnya.
Sebaliknya, karena ulah tangan Firaun, Hitler, Mussolini, Pol Pot, serta sederet para diktator dan pemimpin tiran, kehidupan manusia dan lingkungannya porak poranda dan mengalami kehancuran. Kehidupan menjadi anarki dan kacau karena jiwa, pikiran, dan tindakan sewenang-wenang para pemimpinnya yang haus kuasa, rakus, dan semaunya sendiri.
Pemimpin Pencerah
Muhammad Rasulullah adalah uswah hasanah dari pemimpin umat dan bangsa sejagat raya sebagaimana predikat yang diberikan dan dipersaksikan Tuhan kepada seluruh umat manusia (QS al-Ahzab: 21). Akhlak Nabi bahkan disebut Tuhan sebagai perangai agung (QS al-Qalam: 4). Kesaksian Aisyah malah membuktikan Nabi sebagai Alquran yang hidup, yang keteladanannya terus berjalan dalam segala zaman dan keadaan. Inilah sang pemimpin pencerah nan sejati.
Nabi uswah hasanah dalam dirinya, tiada habis kalam untuk menuliskannya. Hal yang terpenting ialah bagaimana setiap umat Muhammad mengikuti uswah hasanah Nabi Agung itu dalam seluruh gerak hidupnya. Lebih-lebih yang mengaku atau didisposisikan sebagai tokoh atau pemimpin umat dan bangsa, bagaimana membuktikan diri selaku pemimpin teladan. Adakah kata sejalan tindakan?
Para pemimpin umat dan bangsa bukan hanya jiwa dan pikirannya yang menjadi teladan terbaik, bahkan ujaran atau lisan dan tindakannya pun niscaya memancarkan keteladanan utama. Dari lisannya lahir ujaran damai, halus kata, menenteramkan, dan memancarkan pencerahan bagi umat dan sesama; bukan sebaliknya, mengirim ujaran-ujaran yang meresahkan semesta.
Para pemimpin umat dan bangsa juga bertindak yang jujur, amanat, tablig, dan fatanah sebagaimana akhlak utama Muhammad sang teladan. Dari perbuatan para pemimpin umat dan bangsa dibuat bajik lahir dan batin, aman sentosa, makmur, dan segala martabat kemuliaan hidup. Lebih-lebih dalam masyarakat partrimonial yang menempatkan figur pemimpin segala-galanya, maka hadirkan perangai para pemimpin nan mencerahkan.
Para pemimpin tidak memperbodoh dan membiarkan umat serta bangsanya terus bodoh dengan cara memimpin menara gading yang bersinggasana di atas takhta tinggi tanpa menginjak bumi. Tidak pula bak burung merak yang mengepak-ngepakkan sayap dan bulunya yang indah hanya untuk meninabobokan dan bangsanya dalam segala mimpi millenariyang membuat umat dan bangsa terbuai tak kenal henti oleh keagungan semu para pemimpinnya.
Para pemimpin ketika hadir di tengah-tengah umat dan bangsa niscaya tulus dan tepercaya, tidak semu bermain citra dan umbar janji palsu. Ketika itu dilakukan maka aura dan respons alamiah yang akan berbalik pun lama kelamaan akan palsu dan sarat topeng dari umat dan bangsa. Aura kepemimpinan seperti itu layaknya buih di lautan, yang menggumpal seketika tetapi rapuh dan tak bermakna. Pemimpin citra hanya menjual pesona.
Para pemimpin pun tak patut ugal-ugalan dalam ujaran dan tindakan. Segala yang dilakukan para pemimpin akan memantul pada umat dan bangsa yang dipimpinnya. Ketika umat dan rakyat garang, keras, dan pemarah, maka boleh jadi pantulan dari gestur dan tampilan para pemimpinnya. Maka, betapa penting posisi dan peran pemimpin dalam meneladankan dan memandu umat serta bangsanya. Hadirlah sebagai para pemimpin yang mencerahkan umat dan bangsanya sejalan fitrah dan autentik.
Memajukan Kehidupan
Umat dan bangsa di negeri mana pun memerlukan teladan para pemimpin yang menjadikan kehidupannya makin baik, aman, damai, adil, makmur, bermartabat, berdaulat, dan berkemajuan utama. Cita-cita kehidupan umat dan bangsa yang selalu menjadi dambaan utama itu harus diwujudkan oleh para pemimpinnya bersama seluruh warga umat dan bangsa agar tidak berhenti dalam ranah ideal dan menjadi komodiasi lima tahunan para pengejar kursi kuasa.
Umat dan bangsa di negeri yang alamnya subur makmur ini masih diimpit banyak beban berat di punggungnya. Ratusan ribu hingga jutaan anak-anak negeri harus mengais nasib di luar negeri dengan segala beban dan derita hatta harus merenggang nyawa, meski banyak yang sukses tetaplah rindu rumah kampungnya sendiri.
Jika di negerinya sendiri terbuka lapangan kerja yang leluasa maka mereka tidaklah akan pergi mengadu nasib di negeri orang. Sementara anak-anak bangsa di Tanah Air harus mulai bersaing dengan tenaga asing yang berbondong-bondong membanjiri negeri ini dengan segala kemudahannya.
Umat dan bangsa ini masih tertinggal secara ekonomi, dari yang di bawah garis kemiskinan hingga ambang batas hidup yang pas-pasan. Jumlah mereka mayoritas tetapi rentan dalam kedhuafaan, dikalahkan oleh segelintir penduduk yang menguasai mayoritas aset dan kekayaan negeri nyaris tak terbatas tanpa kehadiran negara. Memang, umat dan rakyat di negeri ini pandai hidup prihatin dan tahan menderita, tetapi bukan berarti mereka nyaman dalam derita kemiskinannya.
Umat dan bangsa ini marginal secara sosial dan politik. Mereka memang mayoritas dan menjadi pendulang suara elite untuk takhta sosial dan politik yang menggiurkan. Akses mereka sebatas tangan sejengkal yang pendek, dikalahkan oleh tangan-tangan rakus yang berdiaspora ke seluruh sudut negeri dengan dukungan elite kuasa dan pemegang takhta yang tak memihak nasib rakyat dan negerinya kecuali diri dan kepentingannya.
Umat dan bangsa ini pun masih jauh tertinggal dalam banyak hal dari negeri-negeri jiran. Potensi anak-anak umat dan bangsa ini sungguh luar biasa, bahkan banyak yang berkarya kreatif luar biasa dan menang segala lomba di mancanegara.
Namun, negara dan para elitenya seolah tidak hadir secara nyata dan optimal untuk memotong mata rantai ketertinggalan menuju keunggulan karena disibukkan oleh segala ritual sosial dan politik yang tak berkesudahan. Demokrasi dan kontestanku politik hanya menjadi ajang paling atraktif bagi para petualang politik dan pemilik modal yang rakus dan nirkenegarawanan.
Lalu, bagaimana umat dan bangsa ini terbebas dari kedhuafaan, marginal, dan ketertinggalan guna meraih kemajuan dan keunggulan mengejar tetangganya yang bersebelahan manakala para elite dan pemimpinnya asyik-masyuk dalam pesona dan hiruk pikuk ritual sosial politik yang sarat beban berat? Apakah para elite dan pemimpin negeri itu sedang mempertaruhkan nasib umat dan bangsanya atau nasib dirinya? Hati jernih para pemimpin layak menjawab pertanyaan elementer ini, bukan lewat kata-kata dan retorika indah.
Para pemimpin itu sejatinya memiliki kemuliaan posisi dan peran dalam membawa nasib umat dan bangsanya menuju tangga kemajuan. Jangan biarkan nasib umat dan rakyat menjadi pertaruhan tak berguna dan tak bermakna di tengah kegaduhan politik yang disebar oleh para aktor yang haus kuasa dan takhta minus pertanggungjawaban moral politik nurani yang luhur.
Ketika kontestasi politik makin memanas dengan segala hasrat dan kepentingan para elite serta pemimpin yang tumpah ke segala arah, sesungguhnya umat dan bangsa ini tengah menanti jaminan ubahan nasib hidupnya ke tangga terbaik di pundak para pemimpinnya. Jangan biarkan mereka seolah menunggu godot!
Inilah Golongan Keluarga yang akan Berkumpul di Surga
Foto ilustrasi: net
Keluarga merupakan pondasi awal yang membangun generasi dalam Islam. Tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga memiliki peranan yang sangat penting untuk melakukan hal tersebut. Sebab, berawal dari sebuah keluargalah seorang anak menjadi baik atau buruk.
Setiap keluarga seharusnya berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist. Dengan demikian, maka barulah keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang selalu berada di dalam naungan Allah SWT. Selain itu, mahligai rumah tangga yang selalu berada di jalan Allah akan membawa mereka menuju surga.
Ternyata, di surga kelak ada golongan keluarga yang akan berkumpul sama halnya seperti saat mereka berada di dunia. Golongan keluarga yang bagaimanakah yang akan berkumpul bersama di dalam surga? Penasaran? Mari simak ulasan selengkapnya di sini.
Golongan keluarga yang bisa berkumpul di surga kelak adalah yang semua anggota keluarganya merupakan hamba Allah yang beriman. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:
“Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka yang mengikutinya dalam keimanan, kami akan kumpulkan (di Surga) bersama anak-cucu mereka” (QS At-Thuur: 21)
Pada suatu kesempatan, Nabi saw menasihati putri kesayangan beliau yang bernama Fathimah. “Wahai Fathimah binti Muhammad, beramallah untuk bekal (akhirat)-mu. Karena aku (Nabi saw) tidak akan bisa menolong engkau sedikitpun di akhirat nanti,” tegas Rasulullah saw.
Itulah nasihat yang diberikan oleh Rasulullah SAW untuk anaknya Fatimah. Memang sebagai orangtua bahkan seorang nabi sekalipun tidak dapat memberikan garansi kepada anak-anaknya untuk menjadi penghuni surga, kecuali anak tersebut mau berusaha mendapatkan surga tersebut.
Kejadian nyatanya bisa dilihat dari kisah Nabi Nuh as. Beliay berpisah dengan anaknya karena si anak tersebut tidak mau mengikutinya beriman kepada Allah SWT. Bahkan ketika air banjir datang, anaknya timbul tenggelam dipermainkan oleh air bah. Sebagai seorang ana, tentu nabi Nuh as tidak tega untuk melihatnya. Lalu beliau pun berdoa kepada Allah SWT:
“Ya Rabbi, itu anakku adalah keluargaku. Sungguh janji Engkau benar, dan hanya Engkau Hakim yang Maha Adil,” pinta Nuh as.
Allah swt menjawab: “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah tergolong keluargamu, karena dia tidak beramal sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya,”.
Hal tersebut membuktikan bahwa sekalipun anak kandung dari Nabi Nuh as, akan tetapi jika ia tidak beriman, maka Allah SWT mengatakan bahwa anak tersebut bukanlah termasuk anggota keluarganya.
Sebagai orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak mereka. Hal ini harus dilakukan bersama istri, agar kelak keluarga tersebut dapat berkumpul di surga Allah SWT. Selain itu, jangan lupa berdoa agar mendapatkan kebahagian tersebut.
Sebab, pada dasarnya kebahagiaan hakiki itu adalah ketika kita bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan beriman dan bertakwa saat di dunia dan akan berhasil pula berumpul d surga Allah SWT.
Namun ingatlah akan Hadits Nabis saw: “Nanti di hari Kiamat, seseorang suami diseret ke tengah-tengah Padang Mahsyar. Bergelayutan isteri dan anak-anaknya di lengan kanan dan lengan kirinya,”
Ketika dihisab, ternyata sang suami bisa masuk surga, lantaran amalnya cukup. Sementara sang isteri dan anak-anaknya dinyatakan masuk neraka, lantaran kurang amal saat di dunia.
Lalu sang isteri berkata: “Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinikahi dan dipergauli, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari laki-laki ini,” ujar isterinya sambil menunjuk-nunjuk suaminya.
Lalu anak-anaknya pun protes: “Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinafkahi dan diberi harta, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari ayah kami ini,” ujar anak-anaknya. Akhirnya, semua keluarga itu dimasukkan ke dalam neraka. Nau’dzubillahi min dzalik.
Demikianlah ulasan mengenai golongan keluarga yang berkumpul di surga kelak. Untuk itu, jadikanlah keluarga sebagai ladang untuk mendapatkan pahala dengan amal shaleh yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist. Agar kebahagiaan berkumpul di dunia akan dirasakan juga saat di surga nanti.