Now Or Never

Detikriau.org — Tentunya kita tidak memungkiri bahwa Megabintang Barcelona, Lionel Messi, adalah salah satu pemain terbaik dunia. Berbagai rekor dan prestasi sudah diukir oleh pemain berusia 30 tahun tersebut.

Berkat kehebatannya, Messi juga sukses meraih lima trofi Ballon d’or. Pemain yang disebut oleh banyak orang sebagai titisan Diego Maradona itu, telah mempersembahkan berbagai gelar pada level klub. Sejak memulai debutnya bersama Barcelona pada tahun 2014, sepak terjang Messi semakin sulit dibendung dan ia kerap tampil gemilang.

Messi tercatat telah mempersembahkan empat trofi Liga Champions, delapan trofi Liga Spanyol, lima gelar juara Copa del Rey, tiga Piala Super Eropa, serta tiga gelar juara Piala Dunia Antarklub.

Kesempurnaan Lionel Messi dirasa sampai sekarang masih belum lengkap. Meski tak terbendung dan berjaya di level klub, Messi tidak pernah sekalipun membawa Tim nasional Argentina berjaya di kompetisi tertinggi Piala Dunia. Ia telah bermain untuk Argentina di Piala Dunia 2006, 2010 dan 2014. Namun tidak sekalipun ia memberikan gelar juara bagi timnas. Prestasi terbaik Messi di piala dunia adalah menjadi finalis pada piala dunia 2014 lalu.

Dan karena alasan inilah, Messi menilai bahwa laga piala dunia kali ini di Rusia akan menjadi sangat penting baginya. Ini merupakan laga piala dunia edisi ke empat yang ia mainkan. Tentu saja ia tak ingin gagal lagi untuk mempersembahkan trofi juara pada kesempatan kali ini. “Menjadi Juara sekarang! atau tidak sama sekali,” ucap messi dengan tegas.

“Perhelatan akbar di musim panas ini menjadi kesempatan terakhir untuk mengangkat trofi paling bergengsi di kancah sepakbola,” tambahnya lagi.

Namun Messi sadar, untuk memenuhi ambisinya, Argentina pasti harus melalui perjalanan berat di Rusia nanti. Ia pun menyebutkan tim-tim lain yang siap menjegal langkah Albiceleste. “Ada banyak tim yang lebih baik seperti Spanyol, Jerman, Brasil dan Prancis.”

Menariknya, Messi ingin mengakhiri kariernya di pentas internasional bersama Argentina. Ia mengisyaratkan bakal pensiun usai gelaran Piala Dunia 2018. Messi sebenarnya sempat memutuskan gantung sepatu dari timnas Argentina usai kekalahan di Final Copa America 2015. Namun setelah banyak desakan, Messi memutuskan untuk kembali.

Pelatih anyar Edgardo Bauza berhasil membujuknya untuk membatalkan niat pensiunnya dan kembali berseragam La Albiceleste. Messi pun mengakui dirinya merasa malu jika mengingat momen tersebut.

“Itu adalah keputusan yang saya buat di tengah panasnya suasana. Tetapi saya merasa malu setelah mengatakan bahwa saya ingin kembali ke timnas,” kata Messi.

sumber: pialadunia2018.info




Piala Dunia 2018: Jerman paling jago adu penalti dan enam hal yang perlu Anda ketahui

Apakah para pemain Jerman memang paling jago dalam urusan tendangan penalti? Seberapa penting posisi tuan rumah untuk memenangi kejuaraan ini? Dan negara mana yang tak pernah absen sejak Piala Dunia digelar di Uruguay pada tahun 1930?

Piala Dunia 2018 di Rusia akan digelar mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2018 dan BBC akan menjelaskan tujuh hal penting kejuaraan bergengsi itu yang perlu Anda ketahui:

1. Siapa yang paling sering meraih Piala Dunia?

Brasil berada di puncak, dengan lima kali memenangi tropi Piala Dunia. Terakhir mereka meraihnya pada Piala Dunia 2002 yang digelar di Jepang dan Korea Selatan.

Dimotori legendanya, Pele, Brasil kali pertama meraih juara di Piala Dunia 1958 dan disusul di Piala Dunia 1962 yang digelar di Cile. Delapan tahun kemudian, Pele dkk mengulanginya di Meksiko 1970.

Saat digelar di AS pada 1994, Brasil melalui adu penalti kembali menjadi juara dunia setelah mengalahkan Italia.

Namun ambisi mereka meraih gelar keenam, dengan menjadi tuan rumah kejuaraan itu pada tahun 2014, gagal total setelah dipecundangi Jerman 1-7 di semi final.

Kekalahan menyesakkan itu, yang ditangisi oleh rakyat Brasil, tidak terlepas dari faktor absennya sang bintang, Neymar, akibat cedera.

Tidak ada negara di luar benua Eropa atau Amerika Selatan yang berhasil memenangi kejuaraan yang digelar setiap empat tahun sekali ini.

Dan keberhasilan Jerman, Spanyol dan Italia dalam tiga final terakhir Piala Dunia, membuat benua Eropa memimpin dengan 11 kemenangan, sementara negara-negara Amerika Selatan sembilan kali menjadi juara dunia.

2. Siapa pencetak gol terbanyak?

Mesin gol timnas Jerman, Miroslav Klose, berada di urutan pertama sebagai pencetak gol terbanyak dengan 16 gol di empat ajang Piala Dunia yaitu 2002, 2006, 2010 dan 2014.

Dia gantung sepatu pada tahun 2016, tetapi akan tetap berpartisipasi di Piala Dunia Rusia sebagai anggota staf timnas Jerman.Legenda Brasil, Ronaldo berada di urutan kedua dengan 15 gol, delapan gol di antaranya dia sumbangkan saat Brasil memenangi Piala Dunia 2002 di Korsel dan Jepang.

Adapun pemain Prancis, Just Fontaine memegang rekor untuk gol terbanyak yang dicetaknya dalam satu turnamen. Dia mencetak 13 gol dalam enam pertandingan di Piala Dunia 1958.

3. Siapakah yang berpeluang mencetak gol terbanyak saat ini?

Dari sekian pemain yang telah mencetak 10 atau lebih gol di ajang Piala Dunia, hanya pemain Jerman Thomas Muller yang akan tampil sebagai pemain di Piala Dunia Rusia.

Untuk berada di daftar pencetak gol terbanyak dan menyamai rekor rekannya, Miroslav Klose, Muller harus mengalahkan rekor sebelumnya yaitu lima gol dalam satu turnamen.Ujung tombak timnas Kolombia, James Rodriguez, meraih tropi Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2014 lalu, dan berpeluang mengulanginya dalam kejuaraan di Rusia ini.

Dan Rafael Marquez, satu-satunya pemain belakang dalam daftar itu, akan tampil bersama timnas Meksiko dalam Piala Dunia 2018 dengan rekor yang sama seperti yang dilakukan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.

4. Tendangan ke arah gawang jauh menurun

Piala Dunia 2014 adalah rekor terendah dalam hal tembakan ke arah gawang per laga semenjak Piala Dunia 1966, demikian menurut Opta, perusahan asal Inggris dengan spesial memasok data terkait olah raga.

Meskipun demikian, setiap pertandingan di Piala Dunia 2014 yang, rata-rata terjadi 2,7 gol, adalah yang tertinggi sejak Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Dan agaknya ada penurunan dalam jumlah tembakan dari jarak jauh. Contoh yang baik adalah membandingkan ajang final Piala Dunia 2014, antara Jerman melawan Argentina dengan laga Inggris-Jerman Barat di Piala Dunia 1966, seperti dilansir Opta.

Di final Piala Dunia 1966, tembakan dari luar kotak lebih banyak dua kali dibanding tendangan dari dalam kotak penalti.

Bandungkan dengan partai final Jerman-Argentina di Piala Dunia 2014 yang menghasilkan 20 kali tendangan ke arah gawang yang sebagian besar diambil dari dalam area penalti.

5. Pemain yang merumput di Liga Primer Inggris lebih mendominasi

Sejak meraih gelar juara dunia di Piala Dunia 1966, Inggris dalam perjalanannya hanya sekali berhasil melewati babak perempat final yaitu di Piala Dunia 1990.

Tapi kenyataan ini tidak menghentikan pasokan pemain dari negara-negara lain yang selama ini bermain membela klub-klub di Liga Primer Inggris.

Bahkan pemain-pemain top seperti Leroy Sane, Marcos Alonso dan David Luiz dicoret dari timnasnya yang berlaga di Rusia, Liga Primer masih memasok lebih banyak pemain ketimbang liga profesional negara-negara lainnya.

Ada 130 pemain di Piala Dunia 2018 yang terdaftar di klub-klub dari tiga liga papan atas Inggris. Coba bandingkan dengan Liga Spanyol yang menyumbangkan 81 orang pemain dan Liga Jerman yang memasok 67 pemain.

Uruguay, Panama, Arab Saudi dan Rusia adalah negara-negara belum memanggil pemain yang merumput di Liga Inggris.

Inggris juga merupakan satu-satunya negara di mana 23 pemainnya bermain di liga yang sama. Adapun Swedia dan Senegal berada di ujung spektrum yang lain – mereka tidak diperkuat pemain dari liga lokal mereka masing-masing.

6. Apa keuntungan bagi tim tuan rumah?

Tidak seorang pun di Brasil yang mampu melupakan kekalahan pahit saat dua kali menjadi tuan rumah dan gagal total.

Saat menjadi tuan rumah, mereka kehilangan gelar di Piala Dunia 1950 saat ditaklukkan Uruguay di partai puncak. Dan, terakhir, di Piala Dunia 2014, mereka kalah menyesakkkan dan memalukan 1-7 dari Jerman di semi final.

Namun demikian, sebagian besar negara lain tampil lebih baik ketika menjadi tuan rumah. Rusia berharap dapat mengikuti tren seperti itu, asal saja di penyisihan grup, mereka harus mengungguli Uruguay, Mesir dan Arab Saudi.

Jika mereka berhasil melakukannya, Afrika Selatan akan tetap sebagai satu-satunya negara tuan rumah yang tersingkir di babak pertama yaitu di Piala Dunia 2010.

7. Tendangan adu penalti: Jerman paling jago?

Ajang Piala Dunia rasanya tidak akan lengkap tanpa adanya drama adu penalti.

Hanya seorang pemain Jerman yang gagal menendang dari titik penalti, tapi mereka memenangkan semua empat adu penalti sepanjang sejarah Piala Dunia. Semenjak saat itu mereka mencetak 15 gol berturut-turut dari drama adu penalti sejak Piala Dunia 1982.

Dan tidak mengherankan bagi siapa pun, Inggris adalah tim terburuk dalam sejarah adu penalti Piala Dunia, setelah kalah tiga kali dalam drama itu.

Italia juga kalah dengan cara yang paling kejam, yaitu sebanyak tiga kali, termasuk di partai final Piala Dunia 1994 ketika pemain bintangnya, Roberto Baggio, gagal mengeksekusinya.

Tetapi kemenangan terakhir mereka melalui adu penalti di final Piala Dunia 2006 atas Prancis, justru melalui drama adu penalti.

sumber: bbc.com




Surat Khalifah Umar dan Sungai Nil

Mesir selalu identik dengan keberadaan Sungai Nil. Sungai ini bahkan telah ada sejak ratusan juta tahun silam dan menjadi sumber kehidupan penduduk Mesir. Sungai Nil nyatanya juga memiliki sebuah sejarah menarik.

Sebelum Islam menyinari Kota Mesir, setiap datangnya Bu’nah (bulan Mesir) penduduk Mesir biasa melakukan tradisi persembahan untuk menghormati Sungai Nil. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara menumbalkan seorang gadis untuk dibuang ke dalam sungai.

Ketika Rasulullah datang dan menyebarkan agama Islam, tradisi itu sempat terhenti dan dilupakan. Namun, penduduk Mesir dikhawatirkan dengan keadaan Sungai Nil yang mengering, padahal sebelumnya air di sungai tersebut tidak pernah habis.

Dari cerita Qais bin Al-Hajjaj yang ditulis oleh Syekh Mahmud Al-Mishri dalam bukunya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Ustaz Abdul Somad Lc, saat Sungai Nil mengering penduduk Mesir berbondong- bondong mendatangi Gubernur Kota Mesir, Amr bin Al-Ash.

” Wahai gubernur, Sungai Nil kami ini memiliki tradisi. Dia tidak akan mengalir jika tradisi itu tidak dilaksanakan,” ujar salah seorang dari penduduk Mesir.

Amr bin Al-Ash pun bertanya, Apakah tradisi itu? Orang itu pun menjawab, Jika telah lewat tiga belas malam dari hitungan bulan ini (Bu’nah), kami akan meminta seorang anak perempuan dari orang tuanya dan kami buat mereka rela menyerahkan putrinya. Kemudian kami akan hiasi anak perawan itu dengan perhiasan dan pakaian terbaik.Kemudian kami akan membuangnya ke Sungai Nil, kata dia.

`Amr bin Al Ash pun menolak usulan penduduk Mesir untuk melakukan tradisi mereka dan menjelaskan bahwa tradisi tersebut tidak tertera dalam ajaran Islam. Agama Islam telah menghancurkan tradisi-tradisi sejenis itu, kata dia.

Bu’nah pun berlalu hingga datangnya Abib (bulan sebelas menurut hitungan kalender Qubti dan Masra), tapi Sungai Nil tak kunjung mengalir. Para penduduk mendesak untuk melaksanakan tradisi mereka hingga sang gubernur kehabisan akal untuk melarang dan memutuskan mengirim surat kepada sang khalifah, Umar bin Khattab RA.

Dalam suratnya, Amr menjelaskan perihal keadaan Kota Mesir dan keringnya Sungai Nil serta keputusannya untuk melarang warga melakukan persembahan. Umar bin Khattab membalas surat Amr dan dalam suratnya dia berpesan, Apa yang telah engkau la kukan itu benar. Saya telah mengirim satu kartu di dalam surat saya ini. Buanglah kartu itu ke dalam Sungai Nil, tulis Umar.

Ketika surat dari Umar tiba, Amr segera mengambil kartu tersebut dan membaca tulisan di atasnya, Dari hamba Allah, Umar Amirul Mukminin, untuk Sungai Nil penduduk Mesir. Amma ba’du jika engkau mengalir karena kehendakmu dan perkaramu, maka janganlah engkau mengalir karena kami tidak membutuhkanmu. Namun, jika engkau mengalir karena perintah Allah yang Mahaesa dan Mahakuasa, Dialah yang telah membuatmu mengalir. Kami memohon kepada Allah agar Dia membuatmu mengalir.

Kemudian Amr melaksanakan pesan Khalifah Umar untuk membuang kartu tersebut ke Sungai Nil. Keesokan harinya, tepatnya pada Sabtu pagi, Allah SWT membuat Sungai Nil kembali mengalir, bahkan hingga setinggi enam belas hasta dalam waktu satu malam.

Hingga kini Sungai Nil menjadi sungai yang tak pernah kering meski musim kemarau melanda.Penduduk Mesir juga telah berhenti dan meninggalkan tradisi persembahan mereka hingga saat ini.

sumber: republika.co.id




Kisah Nabi Kenapa Datangnya Lailatul Qadar Dirahasiakan

Malam lailatul qadar menjadi malam yang dicari-cari umat Muslim. Kedatanganya yang dirahasiakan menjadikan umat Muslim berlomba-lomba mendapatkannya.

Dai Ambassador Cordofa Korea Selatan, Ustaz Alnofiandri Dinar mengatakan, banyak hadits yang diriwayatkan Rasulullah SAW. Menurutnya, dalam satu riwayat Rasulullah SAW mengatakan malam lailatul qadar terjadi setiap malam Ramadhan. Kemudian Rasulullah juga mengatakan malam lailatul adar terjadi pada malam-malam ganjil di bulan Ramadhan, dan malam lailatul qadar terjadi pada 10 hari terakhir Ramadhan.

“Beliau i’tikaf di masjid selama 10 hari terakhir, tidak keluar sampai di antaranya mendapatkan lailatul qadar sehingga besar kemungkinan terjadinya malam lailatul adar yaitu pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan,” ujar Ustaz Alnofriadi melalui sambungan telepon, Ahad (3/6).

Namun, tidak ada tanggal yang pasti kapan sebenarnya lailatul qadar akan muncul. Suatu ketika, ujar Alnofriadi, Rasulullah SAW ingin memberi tahukan kepada para sahabatnya tentang waktu datangnya lailatul qadar. Akan tetapi pada saat itu, Nabi SAW mendapati sahabatnya sedang bertengkar hebat sehingga membuatnya lupa dengan apa yang akan disampaikan.

“Saat rasul keluar menemui sahabat dan akan mengabarkan kapan lailatul qadar, tapi para sahabat di hadapan beliau sedang bertengkar sampai Nabi terlupa apa yang hendak disampaikannya,” kata Alnofriadi.

Namun hikmah atas peristiwa itu, tambahnya, membuat umat Muslim giat  mendapatkan lailatul qadar dengan sepanjang harinya diisi dengan ibadah puasa serta tahajud di malam hari.

sumber: republika




Amalan Ini Datangkan Banyak Pahala Saat Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dibanding bulan lainnya. Allah SWT melimpahkan begitu banyak kebaikan, dipenuhi dengan ampunan, serta pahala yang dilipatgandakan.

Tentu bagi muslim beriman ini menjadi momentum untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mendapatkan pahala yang diridhai oleh-Nya.

Diantara begitu banyak amalan yang mendatangkan pahala, ada satu ibadah yang pahalanya sangat banyak dibanding amalan lainnya. Tidak heran jika dahulu Nabi Muhammad SAW dan sahabat siang dan malan melakukan amalan ini. Lantas apa amalan tersebut?

Ternyata amalan yang mendatangkan banyak pahala saat bulan Ramadhan adalah membaca Alquran. Pasalnya setiap satu huruf yang dibaca, bernilai pahala yang dilipatgandakan. Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Tidak heran, jika Nabi Muhammad SAW sangat senang tatkala Ramadhan mengisinya dengan membaca Alquran. Bahkan, sang Nabi juga betah berlama-lama shalat dengan memperpanjang bacaan surahnya.

Nabi juga bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468)

Namun, tidak ada kewajiban bagi muslim untuk mengkhatam Alquran pada bulan Ramadhan. Hanya saja, disarankan untuk melakukannya agar mendapatkan pahala berlipat ganda. Kebaikannya untuk kita sendiri bukan. Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

“Mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa bukanlah perkara yang wajib. Akan tetapi sebaiknya seseorang memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadhan” (Majmu’ Fatawa wa Rasail 20/516).

Semoga kita semakin dekat dengan Alquran. Setiap hari selama Ramadhan, selalu bergaul dengannya, layaknya kita bermain dengan smarphone yang kita miliki. Begitu pula dengan Alquran. Semoga artikel ini bermanfaat terimakasih sudah membaca.

sumber: infoyunik




Stop! Jangan Lakukan Perkara Penggugur Amalan ini!

Manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala supaya beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu, manusia harus memperbanyak amalan-amalan agar lebih dekat kepada-Nya. Bahkan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan manusia untuk melakukan amalan dengan pahala yang berlipat.

Namun, ada hal-hal yang menjadi penggugur amalan yang telah kita lakukan. Kita harus menghindari dan tidak melakukan perkara tersebut agar amalan yang kita lakukan tidak sia-sia. Apa saja itu?

INILAH PERKARA PENGGUGUR AMALAN YANG SEBAIKNYA JANGAN DILAKUKAN:

1. Mengganggu Hak Orang Lain

Ketika seorang muslim mengganggu hak orang lain, maka kebaikan itu akan diberikan kepada orang yang diganggu. Pada Hari Kiamat nanti, ia akan dibangkitkan dalam keadaan bangkrut dari kebaikan.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum menjawab, “Orang bankrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku yaitu orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat. Tetapi dia mencaci orang ini, menuduh orang ini, makan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” (HR. Muslim =, no. 2581)

2. Dosa dan Maksiat

Jauhilah dosa dan maksiat dalam bentuk apapun. Agar amalan yang telah kita kumpulkan tidak sia-sia.

Dari sauban, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa beliau bersabda, “Aku benar-benar mengetahui rombongan-rombongan orang dari umatku, mereka akan datang pada Hari Kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung Tihamah yang berwarna putih, akan tetapi Allah Ta’ala akan menjadikannya sebagai debu yang berhamburan.” Tsauban Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah! Terangkan sifat mereka kepada kami! Terangkan keadaan mereka kepada kami, agar kami tidak termasuk golongan mereka padahal kami tidak mengetahui!” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kamu, dan dari kulit kamu, mereka mengisi sebagian malam sebagaimana kamu mengisi, namun mereka adalah rombongan-rombongan orang yang jika menyendiri, mereka melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah, no. 4245; dishahihkan oleh syaikh Al Albani; syaikh Salin Al Hilali dan lainnya).

3. Keburukan yang Dosanya Terus Berjalan

Jika ada pahala yang terus mengalir, dosa pun ada yang terus mengalir. Seperti halnya menyebar bid’ah, menyebarkan fatwa tanpa berlandaskan ilmu, melakukan hal buruk yang kemudian diikuti oleh orang lain. Dosa ini akan terus mengalir selama orang lain masih mengikuti.

4. Berbangga Diri dan Terperdaya dengan Amal Sholeh

Orang yang suka membanggakan diri dengan amalan sholehnya akan membatalkan pahala yang telah ia dapatkan. Ia menyangka dapat masuk surga hanya karena amalannya. Padahal, ia dapat melaksanakan amal sholeh itu karena karunia Allah Ta’ala. Hanya Allah Ta’ala lah yang tahu apakah amalan yang telah dilakukan diterima atau tidak.
Sebagai umat muslim, hendaknya kita jauhi dan jangan melakuan perkara penggugur amalan ini, agar pahala yang telah kita miliki tidak sia-sia.