Sosialisasikan Desa Bebas Api, LSM PERAN ingin Tempuling Bebas Karlahut

Foto : Sosialisasi Desa Bebas Api di Desa Karya Tunas Jaya dan Desa Teluk Kiambang – Inhil





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan kebakaran lahan dan hutan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan Anak Negeri (Peran) bekerjasama dengan unsur BPBD, DLH, POLRI, TNI, Disbun dan Perusahaan melaksanakan sosialisasi Desa Bebas Api di Desa Karya Tunas Jaya dan Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, 27-28 November 2019.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kabupaten Inhil, Hj Mena Choriah dalam sosialisasinya mengatakan setiap orang berkewajiban menanggulangi munculnya kebakaran lahan dan hutan

“Lahan gambut sangat berpotensi untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan apalagi ditemukan gambut yang sangat kering,” Kata Hj Mena.





Penyebab kebakaran yang disebabkan oleh manusia disebabkan pembukaan lahan yang tidak terkendali, konflik lahan maupun unsur kelalaian.

Lahan Desa Karya Tunas Jaya dan Teluk Kiambang merupakan lahan gambut dan Mena menyarankan masyarakat desa untuk membuat demplot dan sekat kanal untuk membasahi lahan gambut.

“Sekat kanal cukup efektif untuk membantu meninggikan permukaan air dan membantu membasahi gambut ketika musim kemarau,” Imbuhnya.

Sekretaris Desa, Karya Tunas Jaya Mustakim menyampaikan, bersama Desa Teluk Kiambang desanya menjadi desa binaan dari PT Sumatera Riang Lestari (SRL) untuk program desa bebas api.

“Dengan mengikuti program desa bebas api memotivasi kami menjadikan wilayah desa bisa terbebas dari kebakaran hutan dan lahan,” Kata Mustakim.





Ia mengaku, bukan hanya pemerintah desa yang aktif tetapi juga perlunya dukungan semua warga desa untuk mewujudkan desa bebas api.

“Kami rutin mensosialisasikan kepada masyarakat jangan sampai ada lahan desa yang mengalami kebakaran hutan dan lahan, dan program desa bebas api yang diberikan oleh perusahaan mensyaratkan wilayah desa nihil kebakaran untuk mendapatkan reward sebanyak 100 juta,” ungkap Mustakim.

Arsyad, warga Desa Teluk Kiambang menyampaikan kebutuhan akan embung air sebagai tempat cadangan air dan mesin pompa air sebagai alat pemadaman api apabila ditemukan lahan yang terbakar sangat dibutuhkan untuk menunjang program desa bebas api.





Sementara itu, Babinsa Desa Teluk Kiambang Serka Nuryadi dan Bhabinkamtibmas Desa Teluk Kiambang, AKP Asnil Chaniago sepakat mengatakan ada sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Ketua LSM Perjuangan Anak Negeri (PERAN), Firman menyebutkan program desa bebas api yang diberikan oleh PT SRL cukup bagus untuk memotivasi masyarakat desa agar menjaga lahan desa dari kebakaran hutan dan lahan.

Firman menyebutkan, tujuan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Ada sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan, dan kami tidak ingin masyarakat berurusan dengan hukum akibat membakar hutan dan lahan,” pungkas Firman. (*)








Penjualan Jimat Laku Keras Jelang Tes CPNS 2019

Foto: Hendra Kusuma (detik.com)





ARB INdonesia, JAKARTA – Minat masyarakat untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) selalu tinggi. Demi berebut untuk jadi abdi negara, tidak jarang peserta memilih menggunakan hal-hal berbau klenik seperti jimat untuk memuluskan langkahnya dalam tes CPNS.

Pada seleksi CPNS 2018 misalnya, petugas pernah mendapati jimat saat menggeledah peserta seleksi CPNS sebelum memasuki ruang tes. Lalu bagaimana sekarang jelang tes CPNS 2019?





1.Jelang Tes CPNS 2019, Penjualan Jimat Laris Manis

Foto: Anisa Indraini (detik.com)

Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 telah dibuka sejak 11 November 2019 dan masih berlangsung sampai hari ini. Di tengah lowongan CPNS 2019 yang sedang dibuka, penjualan jimat di sejumlah tempat ikut laris manis.

Berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Jakarta Gems Center (JGC), Jatinegara, para pedagang jimat pun nampak ramai.

Awan (33), salah satu pedagang jimat mengatakan jelang tes CPNS 2019 banyak orang yang mencari jimat untuk kepercayaan diri saat menjalani tes.

“Alhamdulillah ada aja barang kita ini yang laku. Alhamdulillah ada aja menjelang tes CPNS ini,” kata Awan saat ditemui di pasar JGC, Jakarta Timur, Sabtu (23/11/2019).





Menjelang tes CPNS 2019 ini, Awan mengaku bisa menjual hingga 100 barang atau paling tidak sedikitnya 20 barang dipastikan bisa terjual.

“Paling sedikit 1 kodi terjual. Kadang sampai 5 kodi. Hari-hari biasa paling cuma 10 biji,” pungkasnya.

Dia mengungkapkan, berkat CPNS 2019 ini paling tidak ia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 2 juta/hari.

“Omzet kita ini setiap keluar dari wafak-wafak ini paling sedikit 1 kodi. Meningkatlah (penghasilan) 50%, kadang Rp 2 juta/hari,” sebutnya.





2.Jimat Buat Tes CPNS Dijual Mulai Rp 10.000

Foto: Anisa Indraini

Berdasarkan penelusuran detikcom di Pasar Jakarta Gems Center (JGC), Jatinegara, salah seorang pedagang jimat bernama Awan mengatakan, jimat memiliki harga bervariasi tergantung bahan dan ukuran jimat. Namun untuk tes CPNS biasanya media yang digunakan umumnya dari kulit, kertas aksara Arab dan Jawa Kuno, hingga buku mini.

Di lapak Awan, jimat paling murah dibanderol seharga Rp 10 ribu/jimat untuk jenis isim. Sedangkan jimat paling mahal dipatoknya seharga Rp 50 ribu/jimat untuk jenis haikal.

Sedangkan, jimat dengan jenis wafak yang terbuat dari kulit sapi dijualnya seharga Rp 15-25 ribu. Terlihat sebuah arab gundul tertera di kedua sisinya.





Selain jimat dari kulit sapi, Awan kemudian menunjukkan jimat jenis lainnya yang juga cukup banyak dicari, yakni sebuah Alquran yang dibuat sangat kecil, seukuran ibu jari. Lantaran ukurannya sangat mini, membuat tulisannya sulit terbaca.

“Kalau ini namanya Istanbul. Alquran kecil, harganya kalau Istanbul Rp 15-20 ribu tergantung ukuran,” tutur Awan.

Berikut daftar harga jimat yang detikcom temukan di pasar Jakarta Gems Center (JGC), Jatinegara:

– Jimat jenis haikal: Rp 50.000.
– Jimat jenis wafak kulit sapi: Rp 15.000 – Rp 25.000.
– Jimat jenis isim: Rp 10.000.
– Jimat jenis istanbul andarum: Rp 15.000 – Rp 25.000.





3.Beneran Bisa Luluskan Tes CPNS?

Foto: Anisa Indraini

Salah seorang pedagang jimat yang ditemui detikcom di Pasar Jakarta Gems Center (JGC), Jatinegara, Awan (33) mengungkap bahwa jimat yang dijualnya sebenarnya tidak menjamin peserta CPNS akan lulus tes.

“Ini sebenarnya cuma media aja. Nggak ada jaminan (lulus) sebenarnya,” tutur Awan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (23/11/2019).

Menurutnya, memakai jimat hanyalah sebagai sugesti agar bisa lebih percaya diri saat menghadapi ujian. Untuk hasilnya sendiri, tergantung pada keyakinan masing-masing orang.





“Ini sebenarnya sugesti aja tergantung keyakinan kita, dan kembali lagi keyakinan kita kepada Allah itu seberapa besarnya,” kata Awan.

Pedagang jimat lainnya David (35) menjelaskan bahwa jimat yang dijual di pasaran belum memiliki kekuatan, sehingga jika langsung digunakan pengaruhnya tidak terlalu kuat.

“Jadi ini cuma media aja, belum ada isinya. Nanti yang ngisi itu biasanya orang pintar,” ujarnya.

Diungkapkannya, bahwa pembelinya rata-rata adalah paranormal. Dari paranormal lah yang baru akan mengisi kekuatan di jimat tersebut.

“Yang beli jimat itu ya rata-rata paranormal, mereka yang lebih tahu fungsinya buat apa, dan tergantung mereka buat apa. Jadi kita kan kayak jual bahan jimat saja,” terang David.





4.Tips Lolos CPNS: Belajar, Bukan Cari Jimat

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, peserta CPNS 2019 lebih baik persiapkan diri dengan belajar ketimbang mencari hal-hal berbau klenik seperti jimat.

“Lebih baik persiapkan diri mulai dari sekarang. Ini kan masih lama ya waktunya, tahun depan, masih ada waktu untuk belajar daripada nyari jimat gitu,” kata Paryono saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/11/2019).





Menurutnya, saat ini akses untuk mendapatkan bocoran-bocoran soal seputar CPNS sudah mudah ditemukan. Sehingga peserta bisa belajar dari soal tersebut daripada harus mencari jimat.

“Daripada nyari-nyari gitu (jimat) lebih baik gunakan untuk belajar. Belajar dari aplikasi yang online kan ada juga tuh banyak, atau belajar juga melalui buku kan banyak juga tuh dijual soal,” ujarnya.

Lagi pula, Paryono bilang, peserta yang kedapatan membawa jimat tidak akan diperbolehkan masuk dengan jimat tersebut.

“Sebelum masuk itu kan nanti ada body check. Jadi semua tidak boleh ada yang membaw benda atau barang apapun,” tutur Paryono.





Sumber detik.com
https://m.detik.com/finance/cpns/d-4796040/penjualan-jimat-laku-keras-jelang-tes-cpns-2019/5/#search




Gagasan Program Satu Desa Satu Advokat, Ini Tujuannya

Ketua Umum Perkumpulan Lawyer And Legal Konsultan Indonesia Parlindungan Sitorus, SH (kanan) memberi piagam penghargaan pada anggota Lawyer and Legal yang ikut dalam Rakernas I





ARB INdonesia, SURABAYA – Perkumpulan Lawyer And Legal Konsultan Indonesia menggagas program satu desa satu advokat guna mewujudkan masyarakat patuh hukum. Dengan adanya masyarakat patuh hukum, dana desa Rp1 miliar per desa akan minim penyelewengan.

Ketua Umum Perkumpulan Lawyer And Legal Konsultan Indonesia Parlindungan Sitorus, SH mengatakan, dana desa harus diawasi agar tidak ada penyalahgunaan. Tentunya itu perlu SDM yang mengerti dan memahami hukum. Menurutnya, selama ini banyak yang terjerat kasus penyelewengan dana desa bukan karena berniat korupsi, melainkan akibat ketidaktahuan.





“Dana desa perlu pantauan. Dan bukan cerita bohong lagi banyak kepala desa tersangkut hukum. Bukan dikorupsi tapi karena ketidakpahaman,” katanya disela Rakernas I Perkumpulan Lawyer And Legal Konsultan Indonesia di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu (23/11/2019).

Parlin menjelaskan, secara teknis dalam menjalankan program satu desa satu advokat, pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi. Saat ini, perguruan tinggi yang sudah diajak untuk bekerjasama adalah Fakultas Hukum Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Pihaknya pekan lalu juga sudah mengadakan pendidikan paralegal di Kabupaten Ponorogo. Acara tersebut diikuti sebanyak 21 kecamatan di kabupaten tersebut. “Awalnya pendidikan ini (paralegal) di tingkat kecamatan. Selanjutnya akan diteruskan ke tingkat desa,” ujarnya.

Menurutnya, di setiap desa harus ada satu advokat. Sehingga mampu mengurangi penyimpangan anggaran dana desa. Pihaknya membuka peluang bagi sarjana hukum muda yang ada di desa tersebut untuk dididik menjadi advokat.

Nantinya, peserta pendidikan advokat akan mendapatkan dua sertifikat. Pertama sertifikat mengikuti pendidikan advokat. Kedua sertifikat lulus pendidikan advokat. “Jika kemudian umurnya sudah mencukupi sesuai Undang-undang yakni usia 25 tahun, bisa mengikuti sumpah (menjadi advokat) di Pengadilan Tinggi,” jelasnya.





Dalam pendidikan paralegal, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng kepolisian. Ini menyusul terbitnya surat edaran Kapolri Tentang Penerapan Restorative Justice Dalam Penyelesaian Perkara Pidana.

Restorative justice atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut keadilan restoratif merupakan suatu jalan untuk menyelesaikan kasus pidana yang melibatkan masyarakat, korban, dan pelaku kejahatan dengan tujuan agar tercapai keadilan bagi seluruh pihak. Secara singkat bisa diartikan keadilan berbasis musyawarah.

“Kalau ada perkara dan bisa didamaikan, kenapa harus berperkara. Sehingga perkara yang menumpuk (di kepolisian) bisa berkurang. Ini bagian upaya mewujudkan masyarakat, tidak hanya sadar hukum, tapi patuh hukum,” jelasnya.





Sumber Sindonew.com
https://jatim.sindonews.com/read/16691/1/gagasan-program-satu-desa-satu-advokat-ini-tujuannya-1574493071




Advokad di Inhil Sepakat Berhimpun di ILC

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Para advokat se Kabupaten Indrgiri Hilir mengadakan pertemuan silaturrahmi, Selasa malam (19/11/19), mereka menyepakati membentuk wadah berhimpun Indragiri Hilir Lawyer Club (ILC).

Dalam kegiatan silaturrahmi ini mengemuka masukan dari kalangan advokat yang berada di Inhil bahwa mereka memerlukan wadah berhimpun dalam skala lokal (daerah), selain sebagai tempat bersilaturrahmi juga membahas isu kekinian di daerah, khususnya dalam masalah hukum.

“Alhamdulillah, dari pertemuan silaturrahmi para Advokat di Inhil, telah sepakat untuk melembagakan satu wadah yg bernama Inhil Lawyers Club (ILC). Salah satu tujuan dari terbentuknya wadah tersebut adalah keinginan kuat para Advokat di Inhil untuk bersatu dalam upaya membantu para pencari keadilan terutama yg kurang mampu baik secara Litigasi maupun Non Litigasi,” ungkap Zainuddin SH, advokat senior yang ditunjuk mengomandoi ILc ini untuk tiga tahun kedepan.

Ditambahkan, ILC akan ikut berperan dalam pembangunan daerah, terutama dalam mengadvokasi dan mengawal berbagai permasalahan yang menyangkut hak-hak para pencari keadilan.

“Selama ini banyak berbagai permasalahan di tengah masyarakat yang memerlukan dicarikan jalan keluar penyelesaiannya, seperti kasus konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan, serta permasalahan lainnya, ” ujarnya.

Untuk itu, diharapkan wadah berkumpulnya para Advokat ini mendapat dukungan dari seluruh unsur yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. ILC bersama eleman masyarakat lainnya siap ambil bagian dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang hukum. (***)




Koramil 04/Kuindra Laksanakan Binter Terpadu di Desa Concong Dalam

loading…



ARB Indonesia, Tembilahan – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Concong Komando Rayon Militer (Koramil) 04/Kuindra Kodim 0314/Indragiri Hilir, Babinsa Serda Asrion melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) Terpadu yang diselenggarakan di Desa Concong Dalam, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (18/11/19) pagi.

Kegiatan Binter tersebut memberikan materi mengenai “Penyuluhan Tentang Peningkatan Sumber Daya Masyarakat (SDM) di Bidang Perikanan” kepada komponen masyarakat Desa Concong Dalam.

Babinsa Serda Asrion dalam pelaksanaan Binter tersebut menuturkan, bahwa masyarakat adalah komponen penting dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia itu sendiri, khususnya dalam pembahasannya tersebut mengenai peningkatan SDM Bidang Perikanan.

“Upaya peningkatan SDM dalam mengelola sesuatu itu dapat dilihat dari kualitas individu tersebut.” ujar Babinsa

Babinsa Serda Asrion menambahkan, tidak hanya Sumber Daya Masyarakatnya saja yang perlu ditingkatkan, namun juga perlu ditingkat kan tentang pemahaman akan segala hal menyangkut Perikanan.

“Seperti memahami tentang jenis jenis ikan yang cocok dibudidayakan di daerah kita yang kondisi geografisnya memungkinkan untuk mengembangkan bidang Perikanan tersebut. Dan juga seperti bagaimana caranya membudidayakan ikan dengan tambak untuk ikan air tawar, pembudidayaan udang dengan tambak, bahkan cara pengelolaan budidaya kepiting,” paparnya.

Adapun tujuan Babinsa melaksanakan Binter tersebut adalah sebagai sarana untuk merubah Mindset masyarakat untuk beralih ke bidang perikanan, yang selama ini masyarakat banyak terfokus pada pertanian dan perkebunan.

Dan juga, ini sebagai langkah untuk mengurangi dan mengantisipasi Karhutla yang terjadi seperti beberapa waktu lalu dikarenakan seringnya masyarakat membuka hutan dan lahan dengan cara dibakar untuk membuat lahan cocok tanam yang baru.

“Sehingga masyarakat tidak lagi terfokus SDM untuk membuka lahan perkebunan/pertanian dengan adanya Binter Terpadu menyangkut Perikanan ini. Sehingga dapat berimbas dengan Karhutla yang terjadi, sehingga lahan, hutan, semak belukar, tidak ikut terbakar akibat pembukaan hutan dengan cara dibakar yang selama ini banyak terjadi.” jelas Serda Asrion.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kades Concong Dalam diwakili oleh Sekdes H Zahar,
Ketua BPD, Ketua LPM, Ketua RT/RW , Kadus, Staf Desa, tokoh masyarakat, pemuda dan warga Desa Concong Dalam.

H Zahar selaku Sekdes Concong Dalam mewakili Kepala Desa mengucapkan terimakasih kepada Babinsa dan memberi apresiasi terhadap masyarakat yang mengikuti Binter Terpadu tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Babinsa Koramil 04/Kuindra yang turut mengisi menjadi pemateri dalam kegiatan ini. Dan saya sangat mengapresiasi warga masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan Binter ini. Semoga kedepannya kita semua dapat menjadi individu yang berkualitas dalam hal Sumber Daya Manusia, khususnya berguna untuk Desa Concong Dalam kita ini.” ujarnya dalam sambutannya.

Salah satu masyarakat Desa Concong Dalam atau yang kerap di sapa saudara Inaw, mengucapkan terimakasih kepada Babinsa Concong Dalam karena telah menyampaikan materi tentang SDM dalam bidang Perikanan tersebut.

“Terimakasih kepada bapak Babinsa yang telah mau berbagi ilmu kepada kami, ini juga sebagai pertimbangan bagi kami dalam mengubah Mindset kami dalam bercocok tanam untuk mencoba pindah ke Bidang Perikanan. Mudah mudahan dengan ilmu yang bapak Babinsa sampaikan dapat bermanfaat bagi kami dan akan kami terapkan kedepannya.” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dimulai sedari pukul 08:30 WIB sampai menjelang siang jam 10:40 WIB. (arb)




Jelang Pembukaan Festival Budaya ‘Menongkah’ di Desa Tanjung Pasir, Masyarakat Sudah Membeludak

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Menjelang pembukaan Festival ‘Menongkah‘ tahun 2019 di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, masyarakat terlihat sudah memadati lokasi tempat festival Menongkah akan diselenggarakan,Sabtu (16/11).

Dari pantauan langsung dilokasi terlihat kursi tamu yang disediakan panitia tidak mampu menampung dari banyaknya masyarakat yang datang untuk menyaksikan pembukaan Festival tersebut.

Terlihat masyarakat juga memenuhi  teras-teras rumah yang ada disekitar lokasi pembukaan festival, bahkan sampai memenuhi teras Masjid.

“MENONGKAH adalah adalah suatu teknik Masyarakat suku Duanu di Desa Tanjung Pasir dalam mencari KERANG di padang lumpur dengan menggunakan papan seluncur”.

ARB