Melalui FKWI, Pelindo I Tembilahan Salurkan Paket Sembako

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Melalui Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI), PT Pelindo I cabang Tembilahan menyalurkan bantuan 15 paket sembako.


Sembako tersebut nantinya akan diserahkan kepada masyarakat yang tidak mampu serta terdampak pandemi covid-19.


Bantuan sembako tersebut, diserahkan oleh Manager Keuangan PT. Pelindo I cabang Tembilahan, Janfryadi Tumanggor dan langsung di terima ketua FKWI, Debi Candra, Kamis (17/12/2020) di Sekretariat FKWI Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.


Dikatakan Janfryadi, ini bentuk kepedulian dan perhatian dari PT Pelindo I Tembilahan kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.


“Semoga dengan bantuan sembako ini bisa sedikit membantu masyarakat,” harapnya.


Sementara itu, ketua FKWI Debi Candra mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PT Pelindo kepada FKWI untuk menyalurkan kembali bantuan sembako ini.


“Terima kasih kepada PT Pelindo 1 Tembilahan yang masih mempercayai kami untuk menyalurkan bantuan sembako ini ke masyarakat yang terdampak covid-19. Insyaallah akan kami salurkan tepat sasaran,” tutup pemuda visioner yang acap disapa Bung Boy.


(Arbain)




Warga Ingin Vaksin Gratis: Pakai Duit yang Dikorupsi, Balikin

Vaksin Sinovac yang baru tiba di Indonesia disimpan di Bio Farma Bandung (Muchlis – Biro Setpres)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Pemerintah telah mendatangkan vaksin corona ke dalam negeri. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan  vaksin untuk melawan pandemi covid-19 bakal diberikan untuk 107 juta orang penduduk.


Angka tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan 67 persen dari 160 juta orang penduduk yang berada di rentang usia 18-59 tahun. Hanya saja, dari 107 juta penduduk itu, tak semua dapat gratis, alias harus beli sendiri.


Skemanya lewat dua program: subsidi pemerintah 32 juta orang, 75 juta dijual untuk mandiri. Tak bisa semua gratis, pemerintah menyebut anggaran jadi kendala.


Pemerintah belum menetapkan harga vaksin covid-19 untuk setiap dosisnya. Namun PT Bio Farma (Persero) pernah menyampaikan harga vaksin corona di kisaran Rp72.500– Rp145 ribu. Belum lama ini harga yang diusulkan naik lagi menjadi Rp200 ribu per dosis. Jika asumsi satu orang mendapatkan 2 dosis, maka vaksin yang kudu dibayar sekitar Rp400 ribu.


Masyarakat merespons, cenderung keberatan dengan vaksin berbayar atau sikap pemerintah yang enggan memberi gratis. Salah satunya adalah Surya, pria berusia 30 tahun yang tinggal di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Menurutnya, pemerintah berkewajiban untuk menyediakan vaksin gratis bagi seluruh masyarakat.


“Kalau vaksin ya harusnya pemerintah yang nanggung. Jangan ibarat kata, masyarakat lagi yang harus bayar,” kata Surya, Selasa (15/12).


Surya mengatakan, sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, masyarakat mengalami kesulitan secara ekonomi, termasuk dirinya.
“Uang ratusan ribu, kalau lagi corona gini itu gede banget lah,” kata dia.


Jangankan untuk membayar vaksin, ia bahkan mengaku tak memiliki untuk membayar kontrakan.


“Boro-boro bayar vaksin, uang bayar kontrakan aja enggak ada. Kalau alasannya (pemerintah) enggak ada dana, pakai aja duit yang dikorupsi. Suruh balikin untuk vaksin buat rakyat aja,” ujar dia.


Warga Pancoran lainnya, Tarso juga sependapat dengan Surya. Menurut pria 60 tahun ini, jika memang pemerintah ingin menyelamatkan rakyat, vaksin harus disediakan secara gratis, sebab jika berbayar, tak semua masyarakat bisa mendapatkannya.


“Istilahnya ini ekonomi udah morat-marit kayak gini, ekonomi rakyat istilahnya buat hidup aja udah susah, kok malah suruh bayar,” ucap dia.


Jika memang harus berbayar, ia mengaku tidak akan mau mengeluarkan uang untuk vaksin. Alasannya, kata dia, masih ada kebutuhan pokok lainnya yang bisa dipenuhinya dengan uang ratusan ribu.


“Jangan sampai memberatkan rakyat. Bagi orang yang mampu, pejabat, itu enggak masalah. Kalau bagi rakyat kecil berat, makan harian aja susah banget,” ucap dia.


Ia juga mengatakan jika pemerintah beralasan tak memiliki anggaran untuk subsidi, anggaran untuk bansos bisa diganti untuk vaksin.


Sebab, selama ini, kata dia, bansos yang diberikan pemerintah bermasalah dan tidak tepat sasaran.


“Bisa itu dialihkan anggarannya, wong pemerintah yang berkuasa,” ujar dia.


Sementara itu, warga lainnya, May, mengatakan siap untuk membayar vaksin jika keadaan ekonominya normal. Namun, kata dia, saat ini, kondisi ekonominya tengah sulit.


“Kalau lagi ada duit, saya juga mendingan pilih bayar untuk sekeluarga, biar aman. Tapi kalau keadaan begini, buat makan aja susah. Harusnya kewajiban pemerintah,” mata May.


Ia mengatakan, jika mengikuti harga vaksin yang diusulkan senilai Rp400 dengan asumsi dua dosis. Ia membutuhkan uang setidaknya Rp2,4 juta untuk membayar bagi enam anggota keluarganya.
“Duit dari mana. Enggak mau saya, mendingan buat bayar kontrakan. Kalau gratis enggak papa,” ucap dia.


Tidak hanya ketiga warga itu yang meminta agar vaksin diberikan secara gratis, Herman, warga Mampang Prapatan, pun berpendapat demikian. Menurut Herman, pandemi ini adalah keadaan darurat yang seharusnya disikapi pemerintah dengan mengutamakan kesehatan masyarakat.


“Ya kalau bayar mah kita keberatan. Sedangkan kan warga itu enggak mungkin, apalagi lagi corona gini. Kayak saya jualan, dulu sebelum corona alhamdulillah ada begitu, sekarang kan udah sepi banget,” kata Herman.


Sama seperti warga lainnya, Herman juga menyatakan tidak akan mau mengeluarkan uang jika memang ia tak kebagian subsidi vaksin dari pemerintah.


“Ya misalnya harganya Rp400 ribu. Saya keluarga ada lima orang. Jutaan berarti saya harus keluarkan (uang),” ucap dia.
Sementara itu, berbeda dengan keempat warga sebelumnya, Tarman (30) mengaku tak akan mau divaksin meski diberikan secara gratis oleh pemerintah.


“Saya takut divaksin, jadi saya enggak mau walaupun gratis. Apalagi harus berbayar. Saya tidak mau pokoknya,” ucap Herman.
Ia sendiri mengaku percaya dengan adanya corona, namun menurutnya, banyak warga lainnya yang lebih penting mendapatkan vaksin dibanding dirinya.


“Ya mungkin orang-orang lanjut usia, tenaga kesehatan,” ucap dia.


sumber cnnindonesia.com




Implementasi CSR, PLTU Tembilahan Santuni Anak Yatim Piatu

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – PT PJB Services PLTU Tembilahan menyantuni sejumlah anak yatim piatu, Senin (14/12/2020). Kegiatan kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai wujud implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PLTU Tembilahan.


Tercatat, 24 orang anak yatim piatu memperoleh bantuan CSR dari PLTU Tembilahan. Mereka merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan PLTU Tembilahan atau yang dikenal dengan istilah ring 1.


Bantuan CSR secara simbolis diserahkan langsung oleh Manager PLTU Tembilahan, Wahyono. Hadir pula dalam kegiatan saat itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Dr. Halomoan.


Menurut Manager PLTU Tembilahan, Wahyono, bantuan CSR yang ditujukan bagi anak yatim piatu adalah bentuk perhatian dan kepedulian PLTU Tembilahan terhadap sesama.


“Alhamdulillah, hari ini PLTU Tembilahan bisa hadir di tengah adik-adik yatim piatu, memberikan sedikit bantuan bagi mereka,” tukas Wahyono usai kegiatan.


Wahyono juga mengungkapkan, bantuan CSR bagi anak yatim piatu ini adalah cerminan rasa syukur atas dukungan masyarakat terhadap PLTU Tembilahan selama ini.


“Tanpa dukungan itu, mungkin kami saat ini tidak dapat berdiri berdampingan dengan masyarakat dalam upaya menerangi negeri,” tutur Wahyono.


Lebih lanjut, Wahyono berharap agar dukungan masyarakat terhadap PLTU Tembilahan dapat terus berlanjut. Di samping itu, Dia juga berharap, bantum yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu tersebut.


“Semoga dengan dukungan masyarakat, kami dapat bekerja lebih baik lagi. Dan untuk bantuan yang telah diberikan, semoga dapat bermanfaat. Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat,” pungkas Wahyono.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Dr. Halomoan mengapresiasi sikap peduli terhadap sesama yang ditunjukkan oleh PLTU Tembilahan dengan cara memberikan santunan bagi anak-anak yatim piatu.


“Tentunya ini akan sangat membantu mereka (anak yatim piatu, red) untuk memenuhi keperluan, seperti mungkin keperluan sekolah. Kesadaran oleh perusahaan seperti PLTU Tembilahan ini lah yang sebenarnya kita perlukan,” jelas dr Halomoan.


Senada dengan Manager PLTU Tembilahan, dr Halomoan mengharapkan, bantuan CSR yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak yatim piatu penerima bantuan.


“Semoga juga barokah. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, ekonomi masih dalam masa pemulihan, Saya yakin bantuan itu akan sangat-sangat bermanfaat bagi mereka,” tandas dr Halomoan.


Untuk diketahui, pada gelaran tersebut, pihak panitia penyelenggara tetap mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. (*)




Kejaksaan Negeri Sarai Berbagi Masker di Tempat Pemilihan

ARBindonesia.com, SABU RAIJUA – Sama seperti beberapa daerah lain di Indonesia, hari ini Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga sedang melaksanakan pemilihan kepala daerah.


Namun berbeda dengan Pemilu sebelumnya, kali ini masyarakat dan seluruh petugas pelaksana pemilihan di wajibkan mengikuti protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dikarenakan Pandemi Covid 19 yang tak kunjung berakhir di negeri ini.


Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut, Kejaksaan Negeri Sarai beserta jajaran bagi-bagi masker kepada masyarakat yang mendatangi Tempat Pemilihan Sementara (TPS).


“Ini kita lakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2020. Jadi masker yang diberikan juga ada logo Hakordia,” terang Kejari Sarai Agus Kurniawan melalui Plh Kasi Pidsus Muhammad Juanda Sitorus, SH MH,  Rabu (9/12/2020).


Turut hadir pada kesempatan itu, Kajari dan jajaran, Kapolres, Dandim dan Unsur Muspida  Kabupaten Sarai. (*)




Milad ke 53 Tahun, Sambu Group Terus Berbenah Diri, Berbagi dan Berprestasi

Foto: Pabrik pertama PT Pulau Sambu di Kuala Enok (1967)


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bertepatan pada hari ini, Sabtu (5/12/2020) Sambu Group telah berusia 53 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang penuh liku dan perjuangan. Perusaahan yang bergerak dibidang industri kelapa terpadu ini telah berhasil membuktikan bahwa  perusahaan tersebut telah menjadi pelopor dalam menghasilkan produk-produk berbahan dasar kelapa.


Seperti yang diungkapkan Humas Sambu Grub, A Ginting mengatakan bahwa segala tantangan dan rintangan telah berhasil dilalui. Terlebih memasuki tahun 2020, bukan merupakan perjalanan yang mudah untuk Sambu Group.


Sebab menghadapi pandemi Covid-19 merupakan ujian kesehatan yang sangat berdampak kepada seluruh roda kehidupan. Sambu Group pun berbenah diri di semua lini guna melakukan pencegahan dan penanganan atas mewabahnya  virus Corona.


“Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat di perusahaan. Kami juga beradaptasi untuk tata kelola perusahaan. Ini semua guna menangkal dampak Covid-19. Selanjutnya kami sosialisasikan kebijakan penanganan Covid-19 ke seluruh pemangku kepentingan. Sehingga bisa dipahami, dan bersama bergerak menghadapi pandemi,” papar A Ginting.


“Pandemi ini memang seperti perang, tak heran ada yang kalah dan tidak bisa bertahan. Bersyukur Sambu Group di tengah pandemi tetap bisa terus beroperasi dan menorehkan prestasi,” tambahnya.


Lanjut A Ginting menceritakan, pencapaian perjalanan di atas 50 tahun memang tidak gampang, sebab tidak semua perusahaan berhasil menjalaninya. Dengan terus berbenah diri, Sambu Group bisa mencapai usia tersebut dengan catatan positif, dan masuk ke dalam Indonesia Living Legend Company 2020.


Penganugerahan yang dilakukan oleh Majalah SWA tersebut didasarkan atas survey yang dinilai atas : lahir di Indonesia dengan usia di atas 50 tahun, perusahaan terus mencetak laba, bisnisnya terus bertumbuh, punya cakupan pasar yang luas, terus berinovasi, dan merupakan market leader di sektornya.


“Pencapaian prestasi ini tentunya berkat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan Sambu Group,” ungkapnya.


Sambu Group selalu berlandaskan atas 3 tugas yang selalu diemban sebagai prinsip dalam berusaha, dimana tidak hanya mementingkan bisnis, namun juga memperhatikan kehidupan sosial masyarakat, kelestarian alam serta lingkungan hidup. Sehingga Sambu Group juga sangat berkepentingan atas kehidupan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan.


“Kami bertekad untuk ikut menjaga dan menyejahterakan kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai pesan dari Tay Juhana, pendiri Sambu Group untuk selalu sumbang ke masyarakat dan jangan menjadi beban masyarakat,” terang A Ginting.


Untuk itu, masih dalam rangkaian peringatan ulang tahun,  Sambu Group membagi ribuan masker sebagai bagian dari pencegahan dan pelaksanaan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 .


“Masker kami bagikan ke masyarakat di sekitar lokasi usaha Sambu Group. Kami juga lakukan edukasi terus menerus atas pencegahan dan penanganan Covid-19 ke masyarakat. Semoga dengan pembagian masker masyarakat bisa terlindungi dari bahaya Covid-19,” jelas A Ginting.


“Memasuki usianya ke 53 tahun, Sambu Group tidak akan berhenti untuk berinovasi, berbenah diri, berbagi dan berprestasi. Demi mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia,” tutupnya. (Hms SG)


Selamat Ulang Tahun Sambu Group !


Editor Arbain




Lembaga Adat Orang Laut Lounching dan Lelang Batik "Wangsa Jerael" di Pekanbaru

ARBindonesia.com, PEKANBARU Lembaga Adat Bangsa Orang Laut International (LABOLI) mengadakan acara Lounching dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut “Wangsa Jerael” yang dilaksanakan di Gedung Serindit Aula Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (30/112020) malam.


Menurut Presiden Bangsa Orang Laut Sedunia PRj. Haryono AS, MSBw., M.Pd menjelaskan dalam sambutannya bahwa Batik Orang Laut yang diberi nama “Wangsa Jerael” ini memiliki 30 Jenis Corak atau yang disebut Bantut Wangsa Jerael (WJ), dimana semuanya memiliki nama masing-masing diantaranya Maha Seri Bijawangsa, Seri Bijawangsa, Wangsa Dolak Gedang, Aria Bupala, Indrabupala, Panglimu Gedang, Laksemanu Ato, Cakrawalu, Meno Utaru, Setiu Senapati Sarwajala, Awang Nedolak dan Bathin Sengelen Dolak.


Selanjutnya menurut Haryono, bahwa hasil dari lelang ini akan diserahkan kepada Orang Laut di Kabupaten Indragiri Hilir yang terimbas Covid-19 sejak awal 2020 dan tidak lagi mendapat bantuan BLT sejak 2 bulan terakhir.


Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edi Natar Nasution, S IP. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Riau menyampaikan bahwa untuk membangun Komunitas Adat Terpencil (KAT) seperti halnya Suku Orang Laut yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir ini, perlu dilakukan dengan pola pembangunan yang komplek baik fisik maupun non fisik.


“Atas nama Pemprov Riau, Wakil Gubernur Riau sangat mengapresiasi kegiatan yang ditaja oleh Lembaga Adat Suku Orang Laut International dengan memperkenalkan Suku Orang Laut melalui Batik yang mampu menambah Khasanah Batik Khas Provinsi Riau,” Kata Wakil Gubernur Riau.


Dalam Acara tersebut, Bupati Indragiri Hilir HM. Wardan, MP juga menyampaikan sambutannya. Bahwa Kabupaten Indragiri Hilir yang terletak di bagian selatan Provinsi Riau dan pesisir timur pulau sumatera, dihuni oleh berbagai suku bangsa, salah satunya adalah suku orang laut.


“Suku orang laut merupakan salah satu suku asli yang telah menempati Indragiri Hilir sejak berabad-abad yang lalu. Suku dari Ras Proto Melayu ini pernah berjaya dimasa lalu dan dicatat dalam sejarah dunia,” terang Bupati HM Wardan.


Selanjutnya menurut HM. Wardan, bahwa Suku Orang Laut yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir saat ini berjumlah 58 Ribu jiwa yang bermukim dibeberapa Kecamatan.


“Di Kecamatan Concong (Kelurahan Concong Luar dan Panglima Raja), Kecamatan Kuala Indragiri (Desa Sungai Bela dan Desa Perigi Raja), Kecamatan Kateman (Desa Kuala Selat), Kecamatan Mandah (Desa Bekawan dan Desa Belaras, dan Kecamatan Tanah Merah (Desa Sungai Laut, Desa Tanah Merah, Desa Tanjung Pasir/Sungai Rumah, dan Kelurahan Kuala Enok),” Ungkap HM Wardan.


Bupati Indragiri Hilir juga mengatakan bahwa Batik yang di Kenalkan oleh Suku Orang Laut ini merupakan Media bagi Suku Orang Laut yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir dalam memperkenalkan Diri dan Budaya yang dimilikinya kepada masyarakat luas.


“Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir selalu mendukung segala upaya yang dilakukan oleh Dinas terrkait dan Bangsa Orang Laut guna memperkenalkan sekaligus meningkatkan eksistensi Suku Orang Laut dan Budaya yang dimilikinya kepada Dunia, seperti halnya melalui Lounching Batik yang hari ini diresmikan oleh Bapak Wakil Gubernur Riau,” ungkap Wardan.


Lebih lanjut, “Pemkab Inhil terus mengharapkan Dukungan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Riau, agar upaya untuk menghasilkan Batik Orang Laut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan mampu mengangkat marwah dan kesejahteraan Suku Orang Laut dan menjadikan Suku Orang Laut lebih dikenal keseluruh Nusantara dan bahkan ke Dunia International,” harap Bupati Inhil HM.Wardan dalam sambutannya. (sy)