Warga Sungai Salak Kecewa Dengan Pimpinan PLN Sub Ranting

ARBIndonesia.com, (TEMBILAHAN) – Pemasangan jaringan baru yang dilaksanakan oleh PLN Ranting Tembilahan di Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling meninggalkan banyak permasalahan. Salah satunya adalah warga yang belum menandatangi kontrak dan dipanggil oleh PLN Ranting Tembilahan, kenyataan rumah mereka telah telah terpasang meteran listrik.
Padahal sesuai dengan mekanisme dan prosedur pemasangan meteran baru dengan jelas dikatakan bahwa meteran dan api baru bisa masuk kalau memang pelanggan baru sudah dipanggil.

Selanjutnya ada kontrak perjanjian antara kedua belah pihak, lalu diikuti dengan persetujuan PLN Rantng Tembilahan, pembayaran DP ke bank, maka barulah bisa dipasangkan.
“Kenyataan ada pihak yang tidak mengikuti prosedur tersebut ternyata meteran dirumah mereka terpasang juga. Sedangkan kami yang sudah sekian lama mengikuti aturan yang telah ditetapkan malah tidak terpasang, makanya kami warga sungai Salak terus terang merasa kecewa dengan persoalan ini,” kata Rahmad kepada Www.detikriau.wordpress.com, Rabu, (27/7) melalui HP.

Ketika Www.detikriau.wordpress.com meminta salah satu pelanggan PLN yang tidak mengikuti prosedur tersebut, dengan tegas yang bersangkutan mengatakan nama Shaleh warga jalan Sederhana Kelurahan Sungai Salak. Hal itu diketahuinya, karena yang bersangkutan berbicara sendiri terkait persoalan tersebut. Tapi karena memang yang bersangkutan membayar lebih, makanya meteran dipasang.

Ketika disinggung lebih jauh siapa yang memasang meteran baru tersebut apakah dari Biro yang ditunjuk oleh PLN Ranting Tembilahan ataukah memang ada pihak lain yang memasangnya, menurut warga tersebut,” Dalam kasus ini yang memasangkan meteran baru adalah PLN Sub Ranting Sungai Salak yang bernama Sayuti,” katanya.

Sementara itu tudingan yang tidak sedap datang dari Udin warga lainnnya terhadap kepala PLN Sub Ranting Sungai Salak. Menurut yang bersangkutan banyak bermain dalam hal pemasangan jaringan meteran baru. Bahkan diketahuinya, ada pemasangan yang salah alamat. meskinya meteran yang dipasang adalah untuk si A, tapi realitanya di lapangan dipasangkan untuk si B, kebetulan nama yang bersangkutan sama.

Masih menurut warga tersebut informasi tersebut ia ketahui dari orang dalam sendiri. Makanya ketika warga yang merasa dirugikan dirugikan itu mengetahui persoalan yang terjadi, ia terus menuntut PLN Sub Ranting Sungai Salak untuk memasangkan meteran di rumahnya. “Tapi hingga sekarang, janji tersebut tidak juga ditepati oleh Sayuti, makanya warga tersebut sangat kecewa,” katanya.

Selain itu ada aturan yang mengikat, bahwa yang nama karyawan PLN dilarang untuk membawa pelanggan baru, karena persoalan tersebut sudah diserahkan ke Biro. Tapi kenyataannya, yang bersangkutan dalam hal ini Sayuti, terus melanggar aturan yang dibuat.

Dari rumor yang beredar di masyarakat Sungai Salak, berbagai kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Kepala PLN Sub Ranting Sungai Salak Sayuti sudah diketahui oleh aparat penegak hukum disana. Persoalan tersebut bukannya diselesaikan lewat jalur hukum, tapi yang bersangkutan diduga dijadikan mesin ATM oleh aparat penegak hukum di Keluarahan Sungai Salak. (Nejad)




Komplik Manusia dan Buaya di Perairan GAS Pemkab Inhil terkesan Tidak Peduli

ARBIndonesia.com, (TEMBILAHAN) – Pemkab Inhil terkesan tidak peduli dengan komplik yang terjadi antara manusia dengan buaya muara di kawasan perairan sungai Gaung Anak Serka (GAS). Sejauh ini masing masing pihak telah jatuh korban, dari warga satu orang telah dimangsa buaya, dan satu ekor buaya ukuran sedang dengan panjang 1.5 meter tewas dibunuh warga setempat.

Menurut Jais salah seorang tokoh warga di Dusun Teluk Pergam Desa Teluk Tuasan kepada Www.detikriau.wordpress.com, melalui HP, Selasa,(26/7) menuturkan, warga saat ini masih ketakutan ketika akan pergi ke sungai. Maklum saja masih banyak perkiraan buaya yang berkeliaran di sepanjang sungai GAS tersebut. Hal itu diketahui, karena sewaktu-waktu masyarakat masih sering melihat buaya yang timbul dan berenang di sungai.

“Terus terang paska adanya warga yang dimangsa buaya, masyarakat memang ada rasa trauma ketika akan turun ke sungai. Karena kita masih sering menyaksikan buaya yang berenang dan timbul di sepanjang aliran sungai GAS,” kata Jais.

Masih menurutnya, diperkirakan banyaknya buaya di perairan GAS adalah hasil migrasi buaya yang ada di perairan Gaung. Sebab sebelumnya, kawasan GAS dan Gaung memang tidak terdapat buaya. Tapi belakangan ini periaran Gaung sudah sangat jarang ada buaya yang terlihat, sedangkan perairan GAS yang yang merajalela.

Ketika disinggung dengan upaya apa yang dilakukan masyarakat maupun Pemkab Inhil untuk menanggulangi permasalahan ini menurut Jais, sejauh ini beberapa waktu lalu masyarakat telah memanggil pawang buaya. Tapi kelihatannnya tidak berhasil dan bahkan pawang buaya tersebut yang menyerah.

“Sedangkan dari Pemkab sendiri belum ada upaya yang dilakukan untuk mengatasi komplik yang terjadi antara masyarakat dan buaya. Terus terang kita merasa kecewa dengan kondisi seperti ini,” katanya.

Sebelumnya Badan Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Indragiri Hulu, siap untuk berkoordinasi, terkait dengan peristiwa adanya korban meninggal dunia akibat dimakan buaya di Dusun Teluk Pergam Desa Teluk Tuasan Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir ,pada (27/6) yang lalu.

“Jika memang masyarakat disana memang sudah mulai resah akibat keberdaan buaya, kita siap untuk berkoodinasi dengan mesyarakat untuk mengambil langkah-langkah yang pasti untuk antisipasi agar tidak terjadi adanya korban lagi” kata Polmar Situmorang BKSDA Kabupaten Inhu saat dihubungi Www.detikriau.wordpress.com melalui ponselnya beberapa waktu lalu. (suf)




KESAKSIAN WASIT BERATKAN PETRUS

ARBIndonesia.com, (TEMBILAHAN) -Saksi wasit II, Supardi mengaku bahwa korban
Petrus Oktavianus juga melakukan pemukulan terhadap terdakwa Eri Satriawan.

Kesaksian ini disampaikan Supardi di hadapan Majelis Hakim PN Tembilahan yang dipimpin Deddy Hermawan, Rabu (27/7/11).

Diterangkannya, pada babak pertama pertandingan sudah mulai memanas,
apalagi saat tim Dishub Inhil mengungguli tim Polres Inhil.

“Pada babak kedua permainan juga bertambah memanas, kalau sebelumnya hanya antar penonton, namun sekarang ikut juga pemain,” saksi Supardi
menerangkan.

Pada kesempatan tersebut ia sempat memberikan teguran kepada pemain nomor 5 Dishub Inhil, namun kesaksian berbeda disampaikan saksi
Sarifuddin bahwa wasit Supardi memberikan teguran kepada pemain Polres nomor punggung 2.

“Keduanya diberikan kartu merah, karena mereka terlibat perkelahian. Karena keduanya lah maka penonton dan pemain lain ikut masuk lapangan,” sebut Supardi.

Ketua Panitia Paskem Cup, Sarifuddin menerangkan bahwa saat kericuhan
terjadi ia mendengarkan panggilan meminta bantuan, karena ada perkelahian.

Persidangan akan dilanjutkan pada Selasa (2/8/11) mendatang dengan menghadirkan saksi JPU, yakni Ansyari Idris, Ketua Pengcab PSSI Inhil dan dr Udin Syafriuddin yang mengeluarkan visum atas korban Petrus Oktavianus.Juga rencana menghadirkan saksi a de charge dari tim kuasa hukum terdakwa. (nto)




RAUS LEPAS PESERTA TRI LOMBA JUANG

ARBIndonesia.com,  (TEMBILAHAN) – Ketua DPRD Inhil, Raus Walid secara resmi melepas peserta Tri Lomba Juang sempena peringatan HUT RI ke-66 tahun 2011, Rabu (27/7/11).
Kegiatan pelepasan dan start peserta Tri Lomba Juang ini dipusatkan di Jalan Gajah Mada Tembilahan. Pada hari ini peserta terdiri dari kalangan pelajar sekolah dasar (SD) di kota Tembilahan dengan menempuh jarak 4 dan 5 kilometer. Kegiatan ini juga sekaligus menandai pembukaan kegiatan serupa di kecamatan se Inhil.

Tampak hadir Ketua DPRD Inhil, Raus Walid, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Alimuddin, RM dan unsur Forum Komunikasi, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kadis Kaban, Kakan , Kabag di lingkungan Kabupaten Inhil serta undangan lainnya.

“Kita harapankan kepada generasi muda untuk terus mengingat jasa dan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah saat itu,” ungkap Sekdakab Inhil, Alimuddin RM.

Ditambahkannya, melalui Lomba Tri Juang ini akan mengingatkan generasi muda atas sulitnya perjuangan para pahlawan saat ini saat bertempur dan merebut kemerdekaan dengan mengorbankan harta, tenaga bahkan dengan tetesan darah dan nyawa.

“Semangat para pahlawan ini harus terus mengisi jiwa dan semangat perjuangan generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan,” sebutnya.

Kemudian Ketua DPRD Inhil, Raus Walid melepas peserta Tri Lomba Juang dengan mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya lomba tersebut.(nto)




KNPI INHIL TAJA PENGOBATAN GRATIS

Bersempena Milad ke -38

arbindonesia.com (TEMBILAHAN) -Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Indragiri Hilir menggelar Pengobatan Massal Gratis, Rabu (27/7/11) untuk memperingati HUT KNPI ke-38.
Pengobatan Massal Gratis ini diperuntukan bagi masyarakat Kecamatan Tembilahan dan sekitarnya. Dipusatkan di Rumah Skit Indragiri Jalan Trimas Tembilahan.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Eko Rahdippa, Camat Tembilahan, Sudinoto dan Ketua KNPI Inhil, Sulastri Abubakar serta undangan lainnya.
Menurut pihak panitia, dalam pengobatan ini akan dilayani sekitar 1000 orang warga dan akan dilayani oleh para tenaga medis yang ada di RS Indragiri tersebut.

“Memang sempena peringatan HUT KNPI ke-38 tahun ini, KNPI Inhil ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat Inhil,” ungkap Ketua KNPI Inhil, sulastri Abu Bakar dalam sambutannya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Eko Rahdippa menyatakan bahwa kegiatan yang ditaja KNPI ini sangat membantu bagi kalangan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami menyambut baik kegiatan positif dan bermanfaat yang ditaja oelh DPK KNPI ini, karena akan makin banyak masyarakat yang terlayani dalam bidang kesehatan,” sebut Eko.

Camat Tembilahan, Sudinoto menyebutkan memang seharusnya kegiatan yang ditaja oleh organisasi dan lembaga lainnya harus mengedepankan kegiatan sosial dibanding hura-hura.
Disebutkannya, kegiatan ini sangat membantu warganya yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama kalangan kurang mampu.(nto)




KEMANA RAIBNYA RONTGEN RS GUNTUNG?

Arbindonesia.com  (TEMBILAHAN) – Pengadaan alat rontgen untuk Rumah Sakit Guntung ibu kota Kecamatan Kateman pada tahun 2010 yang lalu, hingga sekarang keberadaannya belum jelas. Padahal dana yang dialokasikan untuk proyek tersebut bukanlah angka yang kecil karena, mencapai angka 1.8 milyar.

Padahal keberadaan alat tersebut tentunya sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat setempat. Terutama untuk mendeteksi penyakit bagian dalam yang tentunya tidak bisa hanya dilakukan melalui pemeriksaan biasa.

Surya Lesmana anggota DPRD Inhil dari Dapil kateman ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com, Selasa, (26/7) tidak menampik belum datangnya alat yang dimaksud ke Rumah Sakit Guntung. Bahkan beberapa waktu lalu, dirinya sempat meributkan persoalan itu karena menurutnys ini menyangkut pemberian pelayanan kepada masyarakat.

“Terus terang kita merasa kecewa kenapa alat yang dibeli dengan anggaran 1.8 milyar tersebut tidak datang juga hingga sekarang, tapi untuk lebih jelasnya silahkan tanya dengan kepala Rumah sakit Guntung,”kata politisi Partai Karya Peduli Bangsa tersebut, kepada Www.detikriau.wordpress.com melalui HP, Selasa (26/7/2011)

Ungkapan senada juga disampaikan oleh anggota DPRD lainnya dari Dapil yang sama, Edi Gunawan ketika dikomfirmasi melalui HP dihari yang sama. Menurutnya, ketika dirinya melakukan kroscek kelapangan alat tersebut memang masib belum diterima oleh Rumah Sakit Guntung. Persoalan ini tentunya membuat ia merasa heran, karena hampir tujuh bulan setelah berakhir tahun anggaran 2010, proyek yang dimaksud belum juga selesai.

“Kalau seminggu yang lalu, barang yang dimaksud memang belum sampai, entah kalau sekarang saya tidak tahu secara pasti. Tapi untuk lebih jelasnya, coba aja langsung tanyakan dengan Kepala Rumah Sakit Guntung,” kata Edi Gunawan.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit Guntung dr Afrizal ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com melalui SMS, Selasa, (26/7), mengatakan memang belum ada alat pengada rontgen yang dimaksud oleh wartawan. Karena dirinya baru menjabat sebagai kepala di Rumah Sakit yang di Guntung. “Untuk pastinya coba tanya dengan Dinkes, karena saya masih baru,” jelasnya.

Tapi ketika didesak lebih jauh oleh Www.detikriau.wordpress.com, yang bersangkutan mengakui memang ada alat pengadaan rontgen pada tahun 2010 yang lalu. Barang yang dimaksud sekarang berada di Dinas Kesehatan Inhil, tapi hingga sekarang belum ada intruksi dari atasan, apakah barang tersebut diperuntukan untuk Rumah Sakit Guntung atau Pulau Kijang.

“Barang tersebut memang ada di Dinas Kesehatan Inhil, tapi kita masih belum menerima intruksi dari atasan mau dikemanakan barang yang dimaksud,” katanya beralasan. (Nejad)