FPI WARNING TEMPAT-TEMPAT BERBAU MAKSIAT

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN)-Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabuaten Indragiri Hilir, Sabtu (30/7/11) malam melakukan aksi mengingatkan pemilik kafe dan tempat hiburan, agar menutup tempat hiburan ini selama Ramadan. Semua pihak dihimbau jaga kesucian Ramadan.

Tampak aksi ini dikomandoi oleh Ketua DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli didampingi Ketua Laskar FPI, Ustad Amiruddin, Sekretaris FPI Inhil, Armen dan Wakil Ketua Dewan Syuro, Said Yusrizal Shahab serta para pengurus dan para anggota FPI Inhil lainnya.

Dalam aksi ini rombongan FPI Inhil ini menyisir kafe dan tempat hiburan di Parit 8 Tembilahan dan Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan. Saat itu para pengelola dan wanita penghibur yang ditemui
disana diberikan surat himbauan dan teguran agar menutup tempat usahanya selama Ramadan.

Pada malam itu, DPW FPI Inhil juga melakukan pemasangan spanduk ucapan Selamat Menyambut Ramadan dan himbauan agar menghormati bulan suci Ramadan dan mengembalikan motto kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah dalam arti sebenarnya.

“Aksi ini kita lakukan untuk mengingatkan para pengelola kafe dan tempat hiburan malam, agar menutup tempat usahanya ini. Langkah ini untuk menghormati umat Islam dan ketenangan pelaksanaan ibadah kaum muslim di bulan Ramadan,” ungkap Ketua FPI Inhil, Asmadi Dubli kepada www.detikriau.wordpress.com, Sabtu (30/7/11) malam.

Lanjutnya, sebelumnya pihaknya telah mengirimkan surat himbauan kepada para pengelola hotel, wisma, kafe, tempat hiburan malam dan restoran
serta rumah makan, agar menghormati dan menjaga kesucian Ramadan. Dalam surat himbauan tersebut, FPI Inhil mengingatkan bagi pengelola hotel, wisma, cafe dan panti pijat dan sejenisnya agar tidak membuka peluang terjadinya perbuatan maksiat, terutam yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kepada pedagang siap saji agar mematuhi himbauan ini dan jika tetap berdagang tidak diperbolehkan menggunakan penutup dan pembatas, agar masyarakat dapat melihat konsumen/ pembeli secara langsung, tidak
berjualan makanan dan minuman kecuali untuk persiapan menjelang berbuka puasa,” tegas Asmadi.

Juga kepada pemilik rumah kost agar selektif, waspada dan memperketat aturan keluar malam, terutama bagi anak-anak kost perempuan. Kepada
kaum remaja agar tidak melakukan asmara tarawih dan asmara subuh, karena akan merusak citra bulan Ramadan dan remaja muslim.

“Kepada Pemerintah Kabupaten Inhil dan penegak hukum kiranya bersikap tegas dan kontinu dalam pemberantasan khamar, perjudian dan penyakit
masyarakat, terutama terkait dengan menjaga kesucian dan kehormatan bulan Ramadan,” imbuh Asmadi. (nto)




FOPMII Taja Pawai Tarhib Ramadan 1432 H

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN)-Forum Pelajar dan Mahsiswa Islami Indragiri
Hilir (FOPMII), Sabtu (30/7/11) menggelar Pawai Tarhib Ramadan 1432 H. Diharapkan, bulan suci ini menjadi media melakukan perbaikan diri kaum
muslim.

Kegiatan Pawai Tarhib Ramadan 1432 H yang ditaja FOPMII Inhil bekerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNISI Tembilahan tersebut di lepas Asisten I Sekdakab Inhil, Said Ismail. Hadir pula beberapa pejabat Pemkab Inhil.

“Kita harapkan kegiatan Pawai Ramadan 1432 H ini lebih menggaungkan bulan suci Ramadan,” ungkap Asisten I Sekdakab Inhil saat memberikan sambutannya.

Pelepasan peserta pawai yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa tersebut dilakukan di Jalan Gajah Mada Tembilahan. Dengan mengusung spanduk berisikan ucapan selamat menyambut Ramadan dan memuliakannya.

Kegiatan pawai seperti ini setiap tahun digelar FOPMMI Inhil, diharapkan mengingatkan kaum muslim di Inhil, agar mengisi Ramadan dengan amaliah yang dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.(nto)




Soal Alat Rontgen Dewan Dan Dinkes Perang Argumen

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN) – Anggota Komisi D, Surya lesmana dengan tegas membantah pernyataan Kepala Seksi (Kasi) Kefarmasian, Makanan, Minuman dan Perbekalan Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Azri yang mengatakan alat rontgen yang saat ini berada di gudang Dinkes peruntukan bukanlah mesti untuk RS Guntung, melainkan RSUD yang masih dibawah naungan Pemda.
“Saat hearing dengan kepala Dinas Kesehatan yang baru saja pensiun, Hj Rumisis dengan tegas yang bersangkutan mengatakan bahwa alat tersebut diperuntukan untuk RS Guntung,” kata Surya Lesmana ketika dihubungi Www.detikriau.wordpress.com, melalui, HP, Kamis malam, (28/7).

Dalam kesempatan itu Surya menilai ada yang tidak beres dengan pengadaan alat rontgen tersebut. Apalagi menurutnya, keberadaan alat tersebut meski dikatakan di dalam gudang Dinkes, tapi kenyataan tidak ada satupun pihak luar yang menyaksikan alat tersebut, apakah memang ada atau sudah tidak berada ditempat lagi. “Saya menilai ada yang tidak beres terkait persoalan ini,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Seksi (Kasi) Kefarmasian, Makanan, Minuman dan Perbekalan Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Azri mengatakan peruntukan alat rontgen tidaklah mutlak untuk Rumah Sakit Guntung. Dijelaskannya sesuai dengan rencana awal, pengadaan alat tersebut diperuntukan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang membutuhkan, dan bukan mutlak untuk RS Guntung.

“Bisa saja nantinya alat tersebut dipasang di RSUD Puri Husada Tembilahan, RSUD Pulau Kijang, ataupun RSUD Guntung, tergantung dari kebutuhan dan kesiapan tenaga pengguna dan fasilitas pendukung untuk alat tersebut,” katanya.
Masih menurutnya berdasarkan kebutuhan, berkemungkinan alat tersebut akan dipasangkan ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Alasannya, karena memang peralatan sejenis yang ada di RSUD tersebut sedang rusak. “Apalagi memang ada permohonan dari RSUD Puri Husada dengan Nomor 445/RSUD-YANMED/1020, terkait permohonan permintaan alat,” terang Azri. (Suf)




Pasar Wadai Dipusatkan Di Jalan M. Boya

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN) – Salah satu yang unik setiap datang bulan Ramadhan di kota Tembilahan adalah keberadaan Pasar Wadai (Pasar Kue-red). Dipasar tersebut berbagai jenis kue akan dijual, termasuk jenis kue yang biasanya sangat sulit untuk didapatkan diluar bulan Ramadhan.

“Yang unik dari pasar wadai adalah panganan yang dijual bermacam-macam. Hingga biasanya pasar tersebut ramai dikunjungi oleh warga Tembilahan yang menyiapkan menu makanan kue untuk berbuka puasa,” kata Lina salah seorang warga Tembilahan  saat berbincang-bincang belum lama ini.

Masih menurutnya, selain menjual kue Pasar Wadai menjual lauk pauk lainnya. Sehingga ketika seseorang datang kesana, mereka bisa langsung untuk membeli lauk dan juga kue, bagi mereka yang tidak memasak di rumah. Sehingga kondisi itu tentunya sangat membantu, terutama kaum wanita yang bekerja.

Sementara itu menyambut bulan suci Ramadhan 1432 H, Dinas Peradagangan Kabupaten Indragiri Hilir, akan menyediakan tempat penjualan bagi pedagang musiman di Pasar Wadai sebanyak 150 stand. Khusus pada tahun ini untuk tempat pasar wadai yang biasanya ada disepanjang Jalan Gajah Mada akan dipindahkan ke Simpang 4 Jalan M.Boya depan Kantor Dinas Kesehatan.

Pernyataan iru disampaikan oleh H.Ismed Ahyani Kepala Bidang Pasar kepada Www.detikriau.wordpress.com diruang kerjanya pada Rabu (27/7). Berpindahnya tempat jualan pasar wadai dikarena adanya kegiatan Agustusan dalam rangka menyambut HUT RI yang ke 66 yang akan dipusatkan di Lapangan Upacara jalan Gajah Mada Tembilahan.

“ Agar tidak terganggu kegiatan perayaan bulan Agustus, maka kita mengajukan kegiatan Pasar Wadai di pusatkan di simpang empat Jalan M.Boya depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Tembilahan ” ujar H.Ismed

Namun demikian H.Ismed Ahyani mengaku sampai sejauh ini, Surat usulan yang sudah dilayangkan ke Kantor Bupati, terkait dengan rencana penyelengaraan pasar wadai selama bulan Ramadhan, masih belum turun jadi kita masih belum bisa mengambil langkah-langkah yang kongkrit sebab masih menunggu jawaban intruksi dari atas.

Untuk jumlah stand tempat penjualan, pihaknya akan menyediakan tempat sebanyak 150 stand, nantinya setiap penjual yang berjualan dipasar wadai akan dikenakan pembayaran restribusi sebesar Rp180ribu,-, selama 1 bulan.

Adapun restribusi tersebut sudah termasuk biaya sewa tenda, dan juga termasuk restribusi sampah. Untuk itu dalam waktu dekat Disperindag juga akan melakukan rapat dengan Dinas PU guna bekerjasama dalam masalah pembuangan sampah.

“Jangan sampai dengan keberadaan pasar wadai menjadi Kota Tembilahan, tidak asri lagi gara-gara sampah yang ditimbulkan oleh penjual yang ada di pasar wadai. Makanya kita akan bekerjasama dengan Dinas PU” jelasnya.

Walaupun Surat Intruksi dari atas masih belum turun, ternyata jumlah pedagang yang sudah mendaftar ingin berjualan di Pasar Wadai sudah ada sekitar 90 orang, jumlah tersebut diperkirakan akan semakin meningkat mendekati bulan Ramadhan nanti, kata Ismed Ahyani. (Suf)




TNI LAKUKAN LANGKAH PREVENTIF PENYEBARAN TERORISME DI RIAU

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN) – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Riau telah melakukan antisipasi sejak dini bagi penyebaran paham terorisme di tengah masyarakat Riau.

Hal ini dikemukakan Komandan Korem 031/ Wirabima, Kolonel Inf Zaedun saat berkunjung ke Inhil, Kamis (28/7/11). Disebutkannya, jajarannya telah melakukan upaya preventif bagi pencegahan menyebarnya paham dan gerakan terorisme di Riau.

“Kita jajaran TNI telah melakukan deteksi dini dengan melibatkan dan bekerjasama dengan tokoh masayarakat bagi menangkal penyebaran paham dan gerakan terorisme di Riau,” sebut Danrem.

Tambahnya, jajaran Korem 031/ Wirabima juga telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan tokoh masyarakat melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagi menangkal gerakan ini.

“Kita juga melibatkan kalangan pondok pesantren (Ponpes) dalam hal ini, dimana disana ditanamkan hubbul wathan minal iman artinya cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Semangat cinta tanah air dipandang ampuh bagi menangkal ideologi terorisme menyusup di kalangan masyarakat kita,” tegasnya.

Diharapkan, juga persan serta kalangan masyarakat, agar melaporkan kepada aparat terkait, jika menemukan atau melihat orang dan gerakan yang mencurigakan di tengah masyarakat. Sehingga dapat dilakukan antisipasi dini atas upaya pihak atau gerakan yang diduga akan menimbulkan gangguan terror di masyarakat.

“TNI juga berusaha memotong menyebarnya ajaran dan paham terorisme di tengah masyarakat, sebelum mereka (teroris, red) memasukkan doktrinnya ke tengah masyarakat, kita berusaha memotongnya dengan paham cinta tanah air dan cinta kedamaian,” tandasnya. ***(nto)




DANDREM O31/WB KEMBALI KUNJUNGI MAKODIM 0314 INHIL.

Sekaligus menjenguk prajurit yang mengalamai luka bacokan oleh pedagang buah

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN)-Danrem 031/ Wirabima, Kolonel Inf Zaedun mengadakan kunjungan ke jajaran Kodim 031/ Wirabima, Kamis (28/7/11) untuk menggelar silaturrahmi dengan prajurit TNI. Beliau juga menjenguk anggota TNI yang dibacok penjual buah.

Rombongan Danrem berangkat dari Pekanbaru dengan menggunakan helikopter sekitar pukul 09.00 WIB dan mendarat di lapangan helipad Kantor Bupati Inhil sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan rombongan Danrem disambut Dandim 0314/ Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo didampingi Kasdim, Mayor Inf Edi Yanto dan Sekdakab Inhil, Alimuddin RM, Asisten II Syafrinal Heidy, Kabag Umum Sekdakab Inhil, Junaidi, Kabag Humas Sekdakab Inhil, Ridwan Ahim.

Setelah itu langsung menuju Makodim 0314/ Inhil mengadakan silaturrahmi dengan para perwira dan prajurit Kodim 0314/ Inhil. Saat itu Danrem memberikan wejangan kepada seluruh prajurit dan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana.

Danrem juga menyempatkan diri melakukan peninjauan Lapangan Tembak Makodim 0314/ Inhil yang saat ini dalam perbaikan.

Sekitar pukul 12.35 WIB, Danrem beserta rombongan menjenguk anggota Kodim 0314/ Inhil, Serka Darat Toni yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS swasta kota Tembilahan, anggota TNI ini menjadi korban pembacokan penjual buah beberapa waktu lalu.

“Setiap kita harus sabar menghadapi musibah ini, percaya dan yakin dibalik kejadian ini ada hikmahnya. Setiap ujian kita harus ikhlas menerimanya,” ungkap Danrem 031/ Wirabima, Kolonel Inf Zaedun kepada Serka Darat Toni didampingi Dandim 0314/ Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo. Pesannya, setiap anggota TNI harus siap menghadapi segala resiko saat bertugas, bahkan nyawa pun menjadi taruhannya.

Lanjutnya, pihaknya akan mengawal proses hukum atas kejadian ini. Ia mengharapkan segera diproses secara jalur hukum. Pihaknya sebagai TNI telah memprioritaskan secara jalur hukum, tidak menempuh jalur sendiri atau main hakim sendiri, karena negara ini adalah negara hukum.

“Menyelesaikan sesuatu lewat jalur hukum tentunya harus dijalani oleh semua pihak, serahkan saja kepada proses hukum. Karena negara ini adalah negara hukum,” pesannya.

Saat itu Danrem sempat menawarkan agar anggota tersebut dibawa dengan menggunakan helikopter bersamanya untuk dirawat di rumah sakit Pekanbaru. Namun karena isteri Serka Darat Toni menyatakan kalau hari ini dibawa terkesan mendadak, sementara anaknya harus ditinggal tentunya harus dititipkan dulu dengan keluarganya. Untuk itu Danrem berpesan agar segera dapat di bawa ke Pekanbaru.***(nto)