Omset Penjualan Asesoris Merah Putih Sepi

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Meskipun peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 66 tinggal beberapa hari, ternyata jumlah pembeli asesoris merah putih di Kota Tembilahan masih terbilang sepi
Pernyataan itu disampaikan oleh Indra (43) penjulan musiman pernak-pernik merah putih yang mangkal di pinggiran Jalan Panglima Sudirman Tembilahan kepada Www.detikriau.wordpress.com, Kamis (4/8). Ia mengaku dalam berjualan asesoris dirinya tidak sendirian namun bersama dengan 2 orang temannya yang berasal dari Pekanbaru
“Aduh sepi mas yang beli asesoris merah putih pada tahun ini, bayangkan saja sejak mulai berjualan sampai dengan saat ini, barang dagangannya yang laku baru satu, padahal kita selama di Tembilahan harus membayar biaya penginapan dan biaya makan” keluhnya
Bahkan Indra juga mengaku, dalam berjualan pernak-pernik merah putih menyambut Kemerdekaan RI di Kota Seribu Jembatan dilakukan bukan hanya kali ini saja, namun boleh dikatakan hampir setiap tahun berada di Kota Tembilahan
“Hampir sudah dipastikan dalam setiap tahun datangnya HUT Kemerdekaan RI, saya berjualan disini. Namun pada tahun ini berbeda sebab biasanya saya bersama rombongan penjual lainnya hampir 7 sampai 10 orang, tapi pada tahun ini hanya 3 orang temannya” keluh Indra lagi
Saat disinggung bagaimana kalau tahun ini hasil jualannya merosot lagi, ia hanya bisa pasrah dan berharap barang dagangannya bisa laku semua mengingat perayaan Agustusan tahun ini bersamaan dengan datangnya bulan ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. (Wawan)




Inhil Terpantau 13 Titik Api

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sejak awal pekan ini Kota Tembilahan selalu diselimuti kabut asap, tebalnya kabut asap bisa terlihat terutama dikawasan pelabuhan Pelindo, yang tentunya bisa membahayakan bagi pengguna tranpotasi laut, serta bisa berdampak mempengaruhi kesehatan masyarakat Tembilahan akibat menghirup udara kabut asap
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) H.T.Edy Efrizal saat dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com Kamis (4/8) melalui poselnya terkait dengan adanya kabut asap di Kota Tembilahan tersebut menjelasakan bahwa dari pemantauan Satelit NOAA 18, untuk dikabupaten Indragiri Hilir terpantau Hootsport sebanyak 13 titik api.
“Dari hasil pantauan setelit sampai dengan Pukul 15.00 WIB Rabu (3/8) ternyata di Kabupaten Inhil terpantau adanya 13 titik api yang tersebar di beberapa daerah yang ada di Inhil” ujar H.T.Edy Efrizal
Adapun untuk 13 titik api yang dimaksud oleh Kepala BLH yakni di Desa Simbar Kecamatan Kateman ada 1 titik api, kemudian desa Jerambang Kecamatang Gaung ada 1 titik, desa Tuasan Kecamatan Gas terdapat 1 titik, lalu Kecamatan Tempuling di desa Bayas Jaya, desa Pekan Tua, desa Harapan Jaya terdapat 4 titik api
Selanjutnya untuk di Kecamatan Keritang tepatnya didesa Teluk Kelasa, desa Kuala Lemang Kota baru Reteh ada 5 titik api, dan sisanya 1 titik lagi terdapat di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh
Terkait dengan ditemukan adanya beberapa titik apai, BLH mengaku akan terus konsisten untuk melakukan pemantauan secara intensif adanya kabut asap di Kota Tembilahan, guna untuk mengambil langkah-langkah yang kongkrit turun kelapangan
“Yang jelas petugas kita sudah turun kelapangan untuk melakukan kroscek, apakah adanya titik api disebabkan adany unsure kesengajaan atau tidak, jika memang ditemukan adanya unsur kesengajaan apalagi dilakukan oleh perusahaan tentu kita akan berikan sanksi” tegas H.T. Edy Efrizal
Pada kesempatan tersebut Kepala BLH H.T.Edy Efrizal juga menghimbau kepada masyarakat Kota Tembilahan terutama bagi ibu-ibu yang mempunyai anak Balita hendaknya mengurangi aktifitas keluar rumah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akan bahaya adanya kabut asap
“Untuk menghindari akan bahaya yang ditimbulkan akibat kabut asap, kita harapkan pada setiap orang tua yang mempunyai anak balita hendaknya mengurangi aktifitasnya keluar rumah” pintanya. (Wawan)




13 AGUSTUS, PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR AKAN BERAKHIR.

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Pertengahan bulan Agustus, tepatnya tgl 13/8/2011, pemadaman bergilir listrik PLN dijamin akan segera berakhir. Kepastian ini didapat dari hasil hearing Komisi III DPRD Inhil dengan manajer ranting PLN Tembilahan, Desrilnaldi, Kadis Pertambangan dan Energi, Ncik Kamal serta Leader Tiga Bintang Inhil , Iwan diruang rapat Komisi III gedung DPRD Inhil, Kamis (4/8/2011).
Menurut penjelasan Desril, pemadaman terjadi akibat adanya kerusakan 1 unit mesin pada unit 6 dan kerusakan mesin sewa dari perusahaan tiga bintang pada unit 1.
“Hari ini kita sedang melaksanakan test engine pada mesin unit 6. Kalau tidak ada masalah lain, Insyaallah hari ini juga mesin itu sudah kembali bisa beroperasional secara normal” Terang Desril di Depan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Gunawan, didampingi anggota Komisi III lainnya yang kali ini hadir secara lengkap.
Sedangkan untuk kerusakan mesin sewa pada unit 1 saat dikomfirmasi langsung kepada Dirut PT. Tiga Bintang , Anthony melalui sambungan telepon selular, menyatakan sparepart yang dibutuhkan akan tiba di Batam pada tanggal 8 atau 9 Agustus mendatang.
“Setelah sparepart tiba, kita membutuhkan waktu untuk pemasangan sekira 3 atau 4 hari lagi. Jadi ya paling tidak tgl 13 agustus mendatang kerusakan mesin sudah dapat teratasi” Jawab Leader PT Tiga Bintang, Iwan memberikan penjelasan.(fsl)




MAHMUDDIN PIMPIN PB HIPPMIH 2011-2013

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) -Mahmuddin, ketua terpilih Pengurus Besar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir (PB HIPPMIH) Pekanbaru periode 2011-2013 menyatakan bahwa kepengurusannya yang legal dan tidak
mengakui PB HIPMAHI pimpinan Muhammad Reza.

Menurut Mahmuddin, ia terpilih dalam Musyawarah Umum X PB HIPPMIH Pekanbaru yang digelar pada tanggal 24 Juli lalu di aula BPKB Riau Jalan Hang Tuah Pekanbaru. Musyawarah ini dibuka Asisten I Sekdakab Inhil, Said Ismail.

Musyawarah ini dihadiri peserta dari utusan pemuda, pelajar dan mahasiswa dari 18 kecamatan di Inhil. Tiap kecamatan memiliki 5 hak suara penuh, sehingga total suara dalam musyawarah ini 85 suara penuh.
Juga dihadiri 2 orang peninjau. Dua kecamatan yakni Teluk Belengkong dan Kuala Indragiri (Kuindra) tidak memiliki hak suara, sedangkan kecamatan Mandah mengadakan aksi walk out saat musyawarah.

Dalam musyawarah yang berlangsung selama 3 hari tersebut diwarnai dinamika pemilihan Ketua Umum PB HIPPMIH Pekanbaru. Saat itu hanya dua kandidat calon bertarung, yakni Mahmuddin dari Kemuning dan Muhammad Reza dari Gaung.

Setelah berlangsungnya pemilihan dengan memperebutkan 85 suara penuh utusan 17 kecamatan se Inhil, kandidat calon Mahmuddin berhasil mendapatkan 44 suara sedangkan Muhammad Reza memperoleh 41 suara.

“Sebelum berlangsungnya pemilihan kita telah membuat kesepakatan siap kalah dan siap menang, namun ternyata belakangan setelah Musyawarah Umum X ini kubu Muhammad Reza membuat pengurus tandingan dengan nama PB HIPMAHI. Namun kita merupakan pengurus yang legal karena dipilih dalam Musyawarah Umum X pada 24 Juli lalu,” ungkap Mahmuddin kepada
detikriau.wordpress.com, Rabu (3/8/11) malam dalam acara buka bersama di kediaman mantan Ketua Umum PB HIPPMIH Pekanbaru 1999-2001, Herwanissitas. Pada kesempatan ini juga hadir Ketua Umum PB HIPPMIH
Pekanbaru periode 1996-1999, Dani M Nursalam.

Mahmuddin menjelaskan bahwa saat ini mereka merupakan pengurus PB HIPPMIH Pekanbaru yang legal, karena terpilih dalam Musyawarah Umum X yang dihadiri 85 pemilik suara pemilik dari 17 kecamatan di Inhil.
Sedangkan PB HIPMAHI pimpinan Muhammad Reza terbentuk tidak melalui mekanisme musyawarah yang berlaku di HIPPMIH dan hanya penunjukan sepihak saja.

Permasalahan ini, lanjutnya telah disampaikan kepada Bupati Inhil, Wakil Bupati Inhil dan Sekdakab Inhil serta para mantan Ketua Umum PB HIPPMIH Pekanbaru. Prinsipnya, mereka tetap menginginkan organisasi
ini tetap solid dan mengacu kepada ketentuan organisasi yang telah berdiri sejak 14 Desember 1988 tersebut.

“Kita harapkan seluruh elemen pemuda, pelajar dan mahasiswa Indragiri Hilir tetap mengedepankan soliditas dan membesarkan organisasi ini. Mari bersama-sama berkiprah di HIPPMIH dengan tetap mengedepankan
kebersamaan dan kekompakan,” imbau mantan Ketua Umum PB HIPPMIH Pekanbaru 1996-1999, Dani M Nursalam.

Dani menambahkan, Ketua Umum PB HIPPMIH Pekanbaru terpilih, Mahmuddin bersama jajaran pengurus lainnya harus tetap merangkul dan berkoordinasi dengan kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa Inhil,
termasuk dengan pengurus Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH).(nto)




Toko Lantera Fire Work Diduga Agen Petasan di Tembilahan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Toko Lantera Fire Work yang berlokasi di jalan Telaga Biru Kelurahan Tembilahan Kota disinyalir sebagai agen terbesar pemasok kembang api dan petasan di Inhil. Diduga kuat, dari toko inilah para pedagang eceran mengambil barang dan menjual kembali kepada masyarakat.

Dari informasi yang didapat oleh www.detikriau.wordpress.com berbagai jenis petasan ada dijual disana. Bahkan kembang api yang juga sebagai petasan dari luar negeri yang harga hingga juta rupiahpun diketahui ada di toko tersebut. Sayangnya, aktivitas penjualan petasan dan kembang api dari luar negeri tersebut, kesannya seperti tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum di daerah ini.

Padahal diketahui, Kepolisian Resort Inhil melalui himbauan yang disampaikan dan dibacakan disetiap mesjid pada Shalat Jumat, dua hari sebelum Ramadhan dengan tegas melarang penjualan petasan dan kembang api yang membahayakan dan menggangu ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Bahkan dalam pengumuman tersebut, dihimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya penjualan marcon dan kembang api petasan untuk dapat melaporkan kepada aparat penegak hukum, untuk diambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Inhil juga sudah mengeluarkan surat edaran dengan nomor 55.34/POL-PP/VII/2011 tanggal 27 Juli yang ditujukan salah satunya kepada penjual marcon seputar pelarangan melakukan aktivitas penjulan barang tersebut selama bulan suci Ramadhan. Hal itu tujuannya agar umat Islam dapat khusu’ dalam melaksanakan ibadah.

“Aktivitas yang dilakukan oleh toko Lantera sudah jelas pengangkangan terhadap dua surat edaran. Baik yang dikeluarkan oleh aparat Kepolisian maupun yang dikeluarkan oleh Pemkab Inhil,” kata Anto salah seorang warga Tembilahan ketika dimintai tanggapannya seputar permasalahan tersebut.

Untuk itu warga tersebut meminta ketegasan aparat, baik kepolisian dan Satpol PP untuk menindak tegas atas pelanggaran yang sudah dilakukan oleh toko tersebut. Sebab kalau tidak ada sanksi tegas, tentunya akan menjatuhkan wibawa pemerintah atas ketidakpatuhan yang bersangkutan.

“Harus ada tindakan tegas dari Pemkab Inhil atas pelanggaran terhadap surat edaran Pemkab dan aparat Kepolisian. Karena kalau tidak ada tindakan tegas, tentunya akan menjatuhkan wibawa pemerintah di tengah masyarakat,” katanya. (suf)




KUASA HUKUM HADIRKAN SAKSI A DE CHARGE

Terdakwa Ngaku ditekan Saat Pemeriksaan oleh Penyidik
www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) -Tim kuasa hukum dua terdakwa personil Dishub Inhil menghadirkan dua saksi a de charge dan alat bukti, Rabu (3/8) dalam sidang di PN Tembilahan. Terdakwa mengaku mengalami tekanan dan pemukulan saat menjalani pemeriksaan penyidik kepolisian.

Saat pemeriksaan, terdakwa Eri Satriawan mengaku saat akan menjalani pemeriksaan di polisi mengalami tekanan dan pemukulan oleh polisi. Bahkan, salah seorang polisi sempat mengajak berkelahi satu lawan satu.

“Saat diperiksa kami dibentak-bentak dan mereka katakan masukkan aja dalam sel nanti kita hajar,” sebut terdakwa Eri Satriawan memberikan kesaksiannya.

Untuk diketahui, tim kuasa hukum kedua terdakwa sempat membeberkan bahwa kedua kliennya mengalami penyiksaan didalam tahanan Mapolres Inhil. Kejadian ini diantaranya telah dilaporkan kepada Polda Riau, Polri, Kompolnas dan Komnas HAM.

Sebelum pemeriksaan kedua terdakwa, telah dimintai keterangan saksi meringankan yang dihadirkan tim kuasa hukum kedua terdakwa, yakni saksi Amiruddin dan Hajadinata Pratama.

Dalam persidangan ini tim kuasa hukum kedua terdakwa juga membeberkan alat bukti photo terdakwa Adi Putra mengalami luka pada bagian pipi kanan dan telinga kiri bagian belakang. Diduga, akibat pukulan yang dilakukan Petrus kepada terdakwa saat terjadi aksi saling pukul di lapangan futsal Pondok Indragiri.

Saksi Amiruddin menyatakan bahwa saat terdakwa Adi Putra pulang ke rumah sekitar pukul 18.00 WIB lebih setelah kejadian keributan di lapangan futsal ia melihat bekas memar merah di dekat bagian pipi sebelah kanan.

“Saya melihat ada bekas memar merah di bagian pipi sebelah kanan Adi. Juga ada luka di bagian belakang telinga kirinya. Saya lihat ia photo lukanya tersebut dengan kamera handphonenya,” sebut saksi Amiruddin.

Dia juga mengaku sempat melihat Adi Putra dibawa puluhan personil Polres Inhil sekitar pukul 20.00 WIB, baik yang datang menggunakan mobil maupun sepeda motor. Saat itu setahunya tanpa adanya surat penangkapan yang diserahkan kepada pemilik rumah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat mengajukan keberatan atas saksi a de charge dan barang bukti yang disampaikan tim kuasa hukum terdakwa.

“Sesuai KUHAP ini (saksi a de charge dan barang bukti, red) juga merupakan hak penasehat hukum untuk menghadirkan. Jadi silahkan saja sampaikan dalam persidangan selanjutnya,” tanggap Hakim Ketua, Deddy Hermawan atas keberatan JPU.

Sementara itu saksi Hajadinata Pratama menyatakan dalam keributan di lapangan futsal Pondok Indragiri tersebut, ia melihat saat terdakwa Eri Satriawan memukul Petrus, saat itu Petrus ikut balas memukul terdakwa.

“Saat Eri (terdakwa I, red) sedang membawa bola, Petrus ingin
merebutnya, sehingga mereka terjatuh. Kemudian terjadilah saling pukul itu,” jelas honorer Dishub Inhil ini. Ia mengaku sempat ditendang pada bagian kakinya.

Setelah keributan itu, antar kedua pemain saling memaafkan dan
bersalaman, bahkan aksi saling memaafkan berlangsung sampai di luar lapangan.

Sidang kembali akan dilanjutkan pada Selasa (9/8) minggu depan dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).(nto)