KANTOR FPI JOGJA DI BOM

JAKARTA (www.detikriau.wordpress.com) – Telah tersebar pesan singkat yang mengabarkan kantor FPI di Yogyakarta dibom orang tidak dikenal yang mengakibatkan slah satu laskar kritis. Menurut sumber, Markas FPI yang berada di Yogya dibom orang tak dikenal. Atas peristiwa ini, salah satu aktivis FPI dikabarkan mengalami luka serius dalam kondisi kritis. Belum diketahui motif pengeboman tersebut. Informasi ini disampaikan oleh pihak FPI Pusat, di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta, Kamis, (15/12).
Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab mengatakan, FPI sejak Rabu kemarin ikut serta mengamankan rakyat korban kasus penyembelihan warga Mesuji Lampung. “Sejak kemarin, Rabu 14 Desember 2011, Front Pembela Islam (FPI) Pusat, mengamankan rakyat korban kebiadaban kasus penyembelihan warga Mesuji Lampung oleh Pamswakarsa bentukan pengusaha yang dibina oknum di Mesuji – Lampung,” kata Habib melalui pesan singkatnya yang disebar dan diterima arrahmah.com, Kamis, (15/12).
“Pagi dini hari, Markas FPI Yogya dibom orang tak dikenal. Satu laskar kritis, mohon doakan,” lanjut Habib.
Sebelumnya, Rabu, (14/12/11), sejumlah laskar Front Pembela Islam bersama beberapa aktivis, LSM dan puluhan warga Mesuji, Lampung, yang didampingi Mayor Jenderal (Purn) Saurip Kadi, mengadu ke Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat atas pembantaian keji yang menimpa warga Mesuji dan menelan korban 30 orang warga.
Kami mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut kepada jubir FPI, Munarman SH, melalui pesan BBM. Beliau membenarkan kejadian tersebut. Dan beliau juga mengabarkan bahwa salah satu laskarnya cedera. Motif dibalik pengeboman ini juga masih tidak jelas, kata beliau. Insya Allah kami akan memberikan berita lebih lanjut secara aktual. (bilal/arrahmah.com)




PEMKAB INHIL SOSIALISASIKAN SPIP

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Guna mewujudkan penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) salah satu upayanya adalah dengan menerapkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Dengan sistem ini juga dapat diperoleh keyakinan yang memadai mengenai sejauhmana pencapaian efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan pemerintahan Negara.
Untuk mendukung semua ini, pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Kemaren, selasa (13/12/2011) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertempat di Aula Kantor Bupati Inhil. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan seluruh Dinas/Instansi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dengan menghadirkan narasumber dari BPKP Provinsi Riau.
Dalam Kata sambutannya, Bupati Inhil, Indra M Adnan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Sekdakab Inhil, Said Ismail mengatakan bahwa dengan keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset serta kepatuhan dalam menerapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku diharapkan akan tercapainya pengelolaan keuangan Negara yang efisien, efektif, tranparan dan akuntabel dapat tercapai.

”Secara umum, sosialisasi ini mengarah pada proses penyelesaian temuan dan pembinaan atas berbagai pelanggaran dan penyimpangan yang telah dilakukan oleh satuan kerja sebagai kelembagaan maupun personil sebagai individu PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.”Sebutnya

ditambahkannya, dengan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang baik diharapkan akan memberikan jaminan terhadap kualitas dan kinerja pemerintah secara keseluruhan sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat memenuhi prinsip-prinsip good governance dan terhindar dari tuntutan hukum administrasi, perdata dan pidana.(fsl)




100 PENDEMO PT.RAPP ANCAM JAHIT MULUT

PEKANBARU (www.detikriau.wordpress.com) – Seratus masyarakat Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti akan melakukan aksi jahit mulut di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Rabu (14/12). Akan dilakukannya aksi jahit mulut ini, karena pejabat petinggi negara di Provinsi Riau dianggap lamban dan mandul.
Masyarakat Pulau Padang menuntut untuk sekian kalinya, agar izin PT RAPP dengan SK-327/Mentri Kehutanan secepatnya dicabut. Kali ini seratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Untuk Penyelamatan Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti (FKM-Penyelamatan Pulau Padang) akan melakukan aksi mejahit mulut dengan jarum dan benang nilon.
Koordinator Lapangan, Muhammad Ridwan menegaskan agar DPRD Provinsi Riau dapat tegas dan memberi solusi yang berbuah manis untuk masyarakat Pulau Padang. “kita sudah datang untuk sekian kalinya, dan kami berharap sekarang DPRD Provinsi Riau serius menanggapi,” paparnya kepada riautunai.com.
Selain itu, Muhammad Ridwan juga mengatakan dari tiga belas Kepala Desa yang sudah menandatangani surat MoU, ada tiga kepala desa yang menarik kembali penandatanganan surat MoU tersebut.
“ini penuh dengan muatan kepentingan politik, sekarang ada tiga Kades yakni, Bapak Samun, Bapak Toto dan Bapak Edi Gunawan yang menarik kembali MoU nya,” lontarnya.
Ketika ditanya alasan kenapa tiga Kepala Desa tersebut menarik Mou nya?, Muhammad Ridwan menyebutkan karena sebelumnya ada pemaksaan dengan penandatanganan Mou itu. “karena diberita acara ada tindak pemaksaan sebelumnya, yang berhubungan dengan kepentingan politik yang busuk,” tambahnya dengan sedikit geram.
Sementara, Muhammad Ridwan memastikan, jika aksi demo ini dipandang sebelah mata saja dan tidak ada itikat baik, masyarakat Pulau Padang mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi di Jakarta. ”nanti kita lakukan aksi ke Jakarta, tapi kita lihat dulu situasi disini,” tutupnya.(AP/rti)




Ketua PBNU Said Aqil tuding Ustadz Ba’asyir ngebom gereja. Mana buktinya?

JAKARTA (www.detikriau.wordpress.com) – Setelah menuduh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan Ustadz Abdullah Sungkar sebagai pengebom gereja, KH Said Aqil Siradj dituntut untuk membuktikan tudingannya. Gereja apa saja yang dibom itu?
Luar biasa semangat Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dalam menyerang siapa saja yang dianggap berseberangan dengan pemikirannya.
Setelah membabi buta menyerang 12 ormas Islam secara salah, Said Aqil juga mengarahkan bidikannya kepada tokoh Islam yang sudah wafat dan terpenjara. Dua tokoh yang dicaci-maki Said Aqil itu Abdulah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir. Tuduhan pun jauh lebih dahsyat: pengebom gereja untuk mendirikan Negara Islam.
“Abu Bakar Ba’asyir dan Abdullah Sungkar juga mendirikan NII, lalu dikejar-kejar oleh tentara waktu zaman Orde Baru lari ke Malaysia bikin pesantren di Johor. Kalau Abdullah Sungkar pokoknya gereja harus dibom, tapi kalau Abu Bakar Ba’asyir agak mending dikit, gereja yang legal jangan, gereja yang tidak legal itu yang harus dibom,” ujar Said Aqil berapi-api dalam workshop “Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren” yang digelar Muslimat NU di Park Hotel Jakarta, Sabtu (3/12/2011). Tak sendirian, dalam acara tersebut Said Aqil tampil bersama Ketua Umum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai.
Untuk memuluskan aksi terorisme, jelas Said Aqil, Ustadz Abdullah Sungkar dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir membuka pesantren di Malaysia untuk mengkader generasi teror yang disiapkan untuk beraksi di Indonesia. “Bikin pesantren di Johor merekrut semua santri-santri yang dari Indonesia dan didoktrin menjadi pelaku-pelaku teror atau minimal atau kelompok-kelompok radikal,” jelas Said Aqil di hadapan puluhan kiyai dan nyai Nahdliyin. “Begitu reformasi, di sini terbuka, tentara sudah tidak berfungsi, mereka kembali ke Indonesia, kebebasan ini dimanfaatkan oleh mereka semaksimal mungkin, jadi kebebasan ini dimanfaatkan oleh gerakan-gerakan radikal,” imbuh kiyai pernah menjabat sebagai Penasihat organisasi Salibis PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) dan Anggota Kehormatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) itu.
Mendengar namanya dituding sebagai aktor di balik pemboman gereja, Ustadz Abu, sapaan akrab Abu Bakar Ba’asyir merasa aneh dengan tuduhan tersebut. Ulama sepuh yang sedang menjalani vonis zalim 9 tahun ini balik menantang Said Aqil untuk membuktikan tuduhannya. Ustadz Abu menuntut Ketua Umum PBNU itu agar bisa membuktikan data-data yang valid, kapan dan di mana dirinya melakukan pengeboman maupun menyuruh orang lain untuk mengebom gereja? Lalu gereja apa saja yang dibom oleh Ba’asyir atau orang yang diperintahkan Ba’asyir?
“Kalau saya yang memerintahkan buktinya apa? Saya tidak mengerti soal bom. Bahkan seperti bom gereja di Solo itu saya bantah, itu tidak betul ngebom gereja kecuali ada bukti gereja itu memang tempat berunding untuk menyerang umat Islam, meskipun niatnya mati syahid. Tapi meski saya tidak setuju, saya tetap doakan mudah-mudahan diterima dan diampuni dosanya,” jelas Ustadz Abu kepada voa-islam.com di sel Bareskrim Mabes Polri Selasa siang (6/12/2011).
Ustadz Abu menegaskan bahwa tudingan Said Aqil bahwa dirinya mendoktrin pelaku teror untuk ngebom gereja itu tidak benar. Selama ini, jelas Ustadz Abu, dirinya tidak mengajarkan jihad berdasarkan hawa nafsu dan pemikirannya sendiri, melainkan jihad yang sesuai dengan nas-nas Al-Qur’an dan hadits, sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya.
“Semua tuduhan itu tidak betul, saya sama sekali tidak berbicara masalah bom seperti itu. Tapi saya memang menerangkan masalah jihad, itu pun bukan pikiran saya tapi saya menerangkan perintah Allah dan Rasul,” tegas Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) itu.
Menurut Ba’asyir, tuduhan terhadap dirinya sebagai aktor pengeboman gereja di Indonesia sangat tidak beralasan. Hanya menunjukkan bahwa orang yang menuduh itu miskin informasi. Karena pernyatakaan sikap Ba’asyir baik secara pribadi maupun institusi JAT, tegas menyatakan secara terbuka kepada media bahwa ia justru tidak setuju dengan aksi pengeboman yang pernah terjadi di depan Gereja Bethel Solo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9/2011).
“Seperti bom gereja di Solo saya sudah mengeluarkan pernyataan itu tidak betul. Meskipun itu rumah ibadahnya orang kafir, tidak boleh diganggu kecuali ada bukti bahwa gereja itu jadi markas berunding untuk menyerang orang Islam, apalagi masjid. Jadi tuduhan itu sama sekali tidak pernah ada!” tandas pendiri Pesantren Al-Mukmin Ngruki itu. (voa/arrahmah.com)




The great story about Syaikh Usamah bin Ladin: Hari-hari bersama sang Imam (1)

www.detikriau.wordpress.com — Di antara kelompok ulama dan komandan mujahidin Al-Qaeda yang menyertai syaikh Usamah bin Ladin rahimahullahdalam waktu yang sangat lama dan sampai hari ini masih meneruskan jihad fi sabilillah melawan aliansi zionis-salibis internasional, syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri mungkin nama yang paling menonjol. Selain saat ini menjadi pemimpin tertinggi mujahidin Al-Qaeda, beliau sejak tahun 1996 turut membidani lahirnya front perlawanan Islam semesta terhadap aliansi zionis-salibis internasional. 

Sebagai tangan kanan syaikh Usamah, beliau memiliki banyak kenangan selama hidup bersama sang pendiri Al-Qaeda. Kenangan-kenangan itulah yang dituturkannya kepada umat Islam, sesuai permintaan para ikhwah mujahidin, sebagai bentuk ketulusan kepada jihad syaikh Usamah. Yayasan media As-Sahab merilis video syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri tersebut pada tanggal 16 November 2011 dengan judul ‘Ayyamun ma’al Imam’. Situs Arrahmah.com menerjemahkannya untuk para pembaca. Semoga bermanfaat.

بسم الله الرحمن الرحيم

HARI-HARI BERSAMA SANG IMAM (1)

Oleh:

Dr. Syaikh Aiman Azh-Zhowahiri

Dipublikasikan oleh Media As-Sahab

20 Dzulhijjah 1432 H

16 November 2011 M

Dengan nama Allah … segala puji bagi Allah … Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau.

Ikhwah sekalian, kaum muslimin di manapun antum berada: As Salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Wa ba’du:

Ikhwan-ikhwan telah meminta kepadaku — semoga Allah memberikan pahala yang baik kepada mereka — agar saya bercerita tentang beberapa kenanganku bersama sang Imam dan pembaharu, seorang Syaikh dan Mujahid, yang menghidupkan kembali kewajiban jihad pada jaman ini, sang singa Islam, Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Allah merahmati beliau —. Para Ikhwah juga meminta saya agar bercerita tentang sisi kemanusiaan dalam keseharian beliau, yang bisa jadi tidak diketahui oleh seluruh kaum muslimin. Sisi yang penting dan mulia ini, yang mana semua orang yang pernah hidup bersama manusia satu ini mendapat kemuliaan dengan berkesempatan bergaul dengan beliau. Seorang manusia yang memiliki akhlak yang luhur, perasaan yang mulia, dermawan dan lapang dada.

Sebenarnya saya — al hamdulillah — telah mendapat kemuliaan dari Allah dengan bergaul bersama laki-laki ini dalam waktu yang cukup lama, baik ketika bepergian maupun ketika menetap, dan juga dalam berbagai macam kondisi. Al Hamdulillah, saya telah melihat sendiri sisi-sisi kehidupan beliau yang sangat agung dan mulia. Saya ingin menceritakan sebagiannya kepada ikhwah sekalian, kaum muslimin, sebagaimana permintaan para ikhwan.

Saya sendiri meminta kepada para ikhwah agar saya bercerita secara lepas, yakni sesuai dengan apa yang muncul dalam perasaan, karena kenangan bersama Syaikh Usmah ini —masya Allah — sangat banyak dan bermacam-macam, di mana terdapat banyak sekali hikmah, pelajaran dan arahan-arahan yang beliau berikan. Beberapa di antaranya telah saya tulis dalam beberapa poin dalam kertas, dan insya Allah saya akan ceritakan kepada antum kenangan-kenangan baik yang saya ingat dalam kesempatan ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dan memberikan kesempatan-kesempatan lain untuk bercerita tentang kemuliaan laki-laki mulia ini.

Di antara yang paling penting dari sifat beliau yang dirasakan semua orang yang bergaul dengan beliau — semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya yang luas kepada beiau dan menyusulkan kita dengan beliau di surga Firdaus yang paling tinggi — adalah bahwa beliau ini sangat tulus kepada para ikhwah beliau. Beliau selalu mengingatkan para ikhwah ­agar berbuat kebaikan dan senantiasa meluruskan perbuatan-perbuatan mereka.

Memang Syaikh Usamah adalah orang yang berakhlak mulia, santun, bukan orang dungu, bukan orang yang bersuara keras dan juga bukan orang yang jahil. Akan tetapi beliau sangat bersedih apabila beliau merasakan ada ikhwah beliau dalam jihad ini yang didholimi, atau belum mendapatkan haknya secara layak. Dan memang, di antara ikhwah yang pernah hidup bersama beliau — semoga Allah merahmati mereka semua — adalah Asy Syahid Abu UbaidahAl-Bansyiri. Beliau ibarat sebuah gunung dalam jihad di jaman ini, yang belum memperoleh haknya secara layak untuk dikenalkan. Juga Fadlilatusy Syaikh Abu Hafsh Al-Mishri, sang komandan dan mujahid, atau yang dikenal dengan Abu Hafsh Al-Kumandani — semoga Allah merahmati beliau dan juga para syuhada’ yang lain —. Syaikh Usamah selalu menceritakan kebaikan mereka dan mendoakan mereka agar dirahmati Allah. Saya ingat suatu saat beliau mengatakan kepadaku: “Segala puji bagi Allah  yang telah mendatangkanku ke bumi jihad sehingga saya dapat berkenalan dengan Abu Ubaidah”. Saya ingat, di masa serangan yang dilancarkan Amerika Salibis terhadap Afghanistan ini, beliau pernah membaca di beberapa media reportase yang mencibir dua singa dan dua pahlawan besar yang mulia tersebut. Maka beliau pun mengirim surat kepada saya dan mengatakan: “Bantahlah mereka yang mencibir dua saudara kita ini!” Saya sendiri telah menyebutkan sebagian dari keutamaan yang dimiliki kedua ikhwah tersebut dalam pembicaraanku dan dalam buku Fursan Tahta Rayatin Nabicetakan II.

Selain itu Syaikh Usamah — semoga Allah merahmati beliau — juga banyak bercerita tentang Syaikh Abdullah Azzam, seorang Syaikh, imamul jihad di jaman ini, semoga Allah merahmati beliau, tentang kebaikannya dan selalu memuji beliau. Syaikh Usamah bin Ladin pernah mengatakan bahwa orang ini (Syaikh Abdullah Azzam) telah menghidupkan kembali jihad di jaman ini. Dan Syaikh Usamah sering kali memuji beliau

Selain itu Syaikh Usamah juga sering mengatakan yang baik-baik dan terbawa perasaan beliau ketika bercerita tentang 19 ikhwah yang telah melakukan serangan terhadap berhala Hubal jaman ini, Amerika, di Pentagon — markas militer — dan New York — simbol kedikdayaan ekonominya —. Sementara pesawat yang keempat tengah menuju Gedung Putih atau ke Gedung Kongres. Beliau menceritakan tentang mereka dengan penuh ketulusan. Saya, dan juga antum, ingat bahwa pesan yang pertama kali syaikh Usamah sampaikan setelah dimulainya serangan Salibis di Tora Bora. Dalam pesannya itu beliau menyampaikan kata-kata dukungan kepada 19 ikhwah tersebut. Antum semua juga ingat bagaimana penampilan Syaikh Usamah dalam menyampaikan pesan pertamanya itu, kelihatan beliau sangat lelah, capek, lesu dan seterusnya. Kondisi semacam ini kami semua mengalaminya lantaran cuaca yang sangat-sangat dingin ditambah lagi makanan yang sedikit dan kurang tidur, persediaan air sangat kurang dan air membeku. Sampai-sampai air yang berada 500 m (di bawah puncak gunung Tora Bora) pun juga telah membeku. Dalam kondisi yang sangat berat seperti ini, sementara musuh bersama orang-orang munafik mengepung kami, kaum Salib membombardar dari atas, namun Syaikh Usamah tetap bersikukuh untuk merekam pesan-pesan beliau sebagai bentuk kesetiaan beliau terhadap 19 ikhwah tersebut. Seolah beliau khawatir syahid menjemput beliau di tempat tersebut sementara beliau belum sempat menyampaikan dukungan beliau terhadap para ikhwah perwira tersebut.

Syaikh Sulaiman Abu Ghaits, Syaikh Usamah bin Ladin, Syaikh Aiman Adh Dhawahiri, dan Syaikh Abu Hafs Al Misri, di Tora Bora pada tanggal 20 Rajab 1422 H / 7 Oktober 2001 M

Tentu, insya Allah dalam kesempatan lain saya akan  kembali untuk bercerita tentang Tora Bora dengan berbagai sikap kepahlawanan dan teladan-teladan indah yang dipersembahkan oleh para pemuda Islam di Tora Bora, dan insya Allah kami akan bercerita lebih rinci masalah ini. Di Tora Bora kami semua sudah pasrahkan semua urusan kami kepada Allah SWT. Musuh — orang-orang munafik — mengepung kami, sementara NATO membombardir kami dari atas. Kami membayangkan bahwa bumi ini akan menjadi arang setiap saat. Sementara para ikhwah telah menyiapkan diri mereka untuk berperang sampai mati. Namun tentu saja, akan kami ceritakan nanti, ternyata ketakutan kaum Salib sangatlah besar. Mereka ketakutan meskipun mereka memiliki kekuatan yang selalu mereka bangga-banggakan, bahwa mereka adalah bangsa paling perkasa dalam sepanjang sejarah manusia. Para penggemar film Hollywood itu takut semua untuk masuk wilayah Tora Bora yang ditempati 300 singa Islam. Inilah salah satu sebab Allah mentakdirkan Syaikh Usamah bin Ladin keluar untuk melanjutkan lagi pertempuran dan pertarungan dengan bangsa Salib itu. Hal itu supaya seluruh kaum muslimin paham bahwa Allah SWT itu Mahakuasa, dan bahwa Allah SWT sendiri telah menjelaskan perihal siapa sejatinya para Salibis tersebut. Allah SWT berfirman:

(إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللهِ مَا لَا يَرْجُونَ).

Jika kalian merasa sakit maka sesungguhnya mereka pun merasakan sakit sebagaimana kalian merasa sakit. Namun kalian memiliki harapan dari Allah sementara mereka tidak. (QS. An-Nisa’ (4): 104)

 

Intinya, dalam kondisi yang sulit ini Syaikh Usamah terus bersikukuh untuk merekam pesan-pesannya meskipun dalam kondisi sebagaimana yang antum lihat sendiri, sebagai bentuk kesetiaan beliau kepada 19 ikhwah tersebut.

Setelah itu, setelah Syaikh Usamah — semoga Allah merahmati beliau — keluar dari Tora Bora, pesan pertama kali yang beliau sampaikan adalah beliau menjelaskan satu persatu nama 19 ikhwah tersebut.

Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Allah merahmati beliau — sangat setia dan tulus terhadap Syaikh Abu Abdur Rahman Al-Kindi. Syaikh Usamah pernah mengirim surat kepada saya dan mengatakan: “Ceritakan apa-apa saja yang dilakukan orang ini supaya semua orang mengenalnya dan mengenal jasa-jasanya!” Maka saya ceritakan itu di salah satu pesan saya. Di sana saya ceritakan tentang hijrah beliau, kedermawanan beliau, kebaikan beliau, dan bahwa beliau terbunuh dalam kondisi menghadapi musuh, tidak lari ke belakang dalam perang melawan kaum Salib.

Syaikh Usamah juga sangat tulus dan setia dengan Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi — semoga Allah merahmatinya —. Syaikh Usamah pernah mengatakan kepadaku: “Orang ini telah mengorbankan dirinya untuk kita.” Karena Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi … mungkin akan saya ceritakan lagi insya Allah ketika membahas kronologi yang lebih rinci tentang Tora Bora, jika Allah mengijinkan … Komandan militer pasukan Islam yang berjihad di Tora Bora adalah Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi. Syaikh Usamah menyerahkan usaha mengeluarkan sebagian besar ikhwah dari Tora Bora kepada Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi, sebagaimana yang akan saya ceritakan secara lebih rinci nanti insya Allah, bagaimana kecerdasan Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi di bidang strategi dan lapangan, lantaran karunia Allah semata. Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi diserahi tanggung jawab untuk mengeluarkan mereka dari Tora Bora ke Pakistan. Tugas yang sangat-sangat berat dan penting ini pun berhasil beliau laksanakan dengan sukses, dalam situasi yang sangat berat, cuaca yang sangat dingin dan dalam keadaan dikepung. Beliau meloloskan diri bersama mereka dari kepungan orang-orang munafik. Beliau meloloskan diri bersama mereka di bawah hujan bom yang dihamburkan oleh bangsa Salib yang mana pada saat itu telah menguasai seluruh wilayah Afghanistan dan tinggal Tora Bora saja yang belum mereka kuasai, yang saat itu tengah mereka gempur. Beliau berhasil lolos bersama mereka ke wilayah perbatasan Pakistan. Sementara di Pakistan kaum Salib tidak berhasil menangkap para ikhwah tersebut kecuali dengan bantuan pengkhianatan yang dilakukan beberapa kabilah Pakistan — dan kisah ini sudah umum diketahui —. Intinya ketika Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi ditempatkan di penjara Kuhat, beliau membawa uang yang banyak untuk mengurusi para ikhwah yang bersama beliau tersebut. Maka para petinggi militer Pakistan yang biasa menerima suap dan berkhianat pun menawar beliau agar menyerahkan uang tersebut dan sebagai gantinya mereka akan melepaskannya dan mereka akan menghapus namanya sehingga seolah beliau tidak tertangkap. Sementara Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi — supaya semua orang kenal pahlawan satu ini dan supaya para ikhwah beliau di Libia mengikuti jejak beliau, yang insya Allah pembelaan mereka adalah pembelaan terhadap Islam dan kaum muslimin, dan semoga ada di antara mereka ribuan Ibnusy Syaikh Al-Libi yang akan menggantikan Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi, insya Allah —. Ketika para petinggi militer Pakistan itu mengutarakan tawaran mereka tersebut, beliau menjawab: “Tidak! Saya tidak akan meninggalkan ikhwan-ikhwan saya. Tapi kalau kalian mau saya akan berikan kepada kalian uang ini kepada kalian, bahkan lebih, jika kalian mau mengeluarkan kami semua.” Maka para petinggi militer Pakistan itu pun menolak sehingga Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi tetap dalam tahanan bersama para ikhwah yang bersama beliau sampai akhirnya pemerintahan jahat Qaddafi membunuhnya. Insya Allah para ikhwah mujahidin Libia yang punya harga diri, dan bahkan semua orang Libia yang berjiwa perwira, yang mengalir dalam aliran darahnya kecintaan terhadap Islam dan Nabi SAW, akan membalaskan untuk sang singa dari Libia ini terhadap kejahatan Qaddafi, juga terhadap kejahatan Barat bangsa Salib, NATO, yang telah menyiksa dan menyerahkan Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi kepada Qaddafi untuk dibunuhnya.

Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi alias Ali Muhammad Abdul Aziz Al-Fakhiri (46 th)

Dahulu Syaikh Usamah mengatakan: “Orang ini telah mengorbankan nyawanya untuk kita.” Inilah tafsiran dari apa yang dikatakan oleh Syaikh Usamah bin Ladin.

Selain itu Syaikh Usamah bin Ladin mengirim surat kepada saya selalu menceritakan apa yang pernah dilakukan oleh Syaikh Musthafa Abul Yazid. Syaikh Usamah mengatakan kepada saya: “Orang ini telah berkorban dengan nyawanya dan keluarganya untuk kita.” Maksudnya Syaikh Musthafa Abul Yazid adalah orang yang mengatur urusan para ikhwah mujahidin. Beliau berhubungan dengan para mujahidin, berhubungan dengan Muhajirin, berhubungan dengan Anshar, beliau adalah bapak bagi mereka semua. Harga yang harus beliau bayar untuk kegiatan yang penuh berkah ini, beliau akhirnya terendus oleh para mata-mata NATO kemudian NATO berhasil membunuh beliau bersama keluarga, bahkan juga membunuh anak-anak yatim yang sedang beliau pelihara dan beliau ajari menghafal Al-Qur’an. Semoga Allah merahmati beliau.

Syaikh Musthafa Abul Yazid, sedang diwawancarai oleh wartawan stasiun TV Al-Jazeera

Inilah sisi-sisi ketulusan dan kesetiaan Syaikh Usamah bin Ladin kepada para ikhwannya.  (arrahmah)




Kisah Nyata: Kisah seorang istri yang shalihah

www.detikriau.wordpress.com — Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

***

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

***

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

***

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

***

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.

Subhanallah…

sumber: kafemuslimah