Lembaga Itu Adalah KUA

www.detikriau.org — Saya kaget setengah mati saat seorang saudara saya menyebutkan angka yang dia keluarkan untuk mengurus berkas-berkas nikah di KUA. Bukan jumlah yang kecil lho, hampir Rp 800 ribu untuk berkas-berkas dan Rp 1 juta untuk fee mudin. Mau ibadah aja kenapa mahal banget ya? Dan saya masih ingat sebuah episode talk show yang mendatangkan orang dari Kementrian Agama, saya lupa namanya, tapi nominal yang dia sebutkan memang hanya puluhan ribu rupiah saja.
Pengalaman saudara saya akhirnya saya alami sendiri. Tidak hanya di level KUA, tapi mulai dari RW hingga Kelurahan.

Setelah mengurus surat pengantar dari ketua RT, saya harus meminta tanda tangan ketua RW. Saat saya temui di Balai RW, beliau marah-marah dan meminta saya menunjukkan sebuah blangko yang tidak ada pada saya. Katanya sih harusnya sudah diberikan pihak RT (yang akhirnya dibantah oleh ketua dan sekretaris RT).

Saya pun diberi selembar blangko kosong sambil diwanti-wanti “Kamu fotokopi 10-15 lembar.” Sebelum pulang, saya disuruh memasukkan uang kedalam sebuah kotak, “seikhlasnya”. Dongkol deh, udah disuruh wira-wiri, masih dimintai duit pula (yang menurut keterangan sekretaris RT hanya dipakai untuk beli tahu tek dan jajan orang-orang jagongan di Balai RW). Akhirnya, plung, seribu rupiah saya masukin.

Selesai? Ternyata tidak. Besok paginya saat saya ke kantor kelurahan, berkas saya ditolak mentah-mentah. Duileee… ternyata Pak RW nggak nyetempel berkas sayaa. Mau langsung minta stempel pun nggak bisa, karena Balai RW hanya buka malam hari di atas jam 20.00. Sepet, akhirnya malam itu saya balik Balai RW lagi. Setelah distempel, ngucapin makasih, saya langsung ngeloyor pulang. Bodo amat deh sama kotak duit.

Di kelurahan lumayan cepet. Tapi sama aja, UUD (ujung-ujungnya duit). Lima puluh ribu rupiah saya melayang.

KUA? worst from the worst. Saat saya tanya biaya yang harus dikeluarkan, petugas itu bilang, “Untuk berkas-berkas 500 ribu rupiah, tapi belum termasuk fee mudin. Kalau di dalam kecamatan fee (mudin) biasanya 200 ribuan, tapi yang mbak kan di luar kecamatan, ya 300 ke atas lah. Tapi itu nanti kalau sudah selesai, sekarang yang 500 ribu saja.” Lalu saya diberi dua eksemplar majalah pernikahan (untuk pelipur lara mungkin, karena uang melayang).

Tepat malamnya, kawan saya share foto di grup angkatan SMU saya. Isinya: “Biaya pencatatan nikah dan rujuk. berdasar PP No 51 th 2000 dst (gambarnya terpotong): Nikah Rp 30 ribu, rujuk Rp 30 ribu”. Langsung saya komen, “30 ribu dari Hongkong, gue keluar 500 ribu di KUA doang. Nggak heran banyak yang milih nikah siri dan kumpul kebo.”

Saya masih ingat beberapa bulan lalu sedang hangat-hangatnya isu pelarangan nikah siri, baik yang menikah maupun yang menikahkan akan dikenai sanksi katanya. Saya jadi bersyukur, mama saya (single parent) masih mampu membiayai pernikahan saya (saya masih kuliah), tapi bagaimana dengan mereka yang nggak mampu?

Kesimpulan sinis saya cuma satu: yang bertanaggung jawab atas kumpul kebo-nikah siri adalah petugas KUA dan pamong masyarakat itu sendiri, orang-rang yang menggunakan payung ‘negara hukum’ untuk mengeruk keuntungan. Orang-orang bersongkok hitam, memiliki otoritas untuk melegalkan hubungan dua orang manusia di mata Allah dan hukum, mendapat kedudukan sosial yang tinggi di mata masyarakat, tapi memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Jika lembaga agama saja sudah dipenuhi ‘tikus’, maka apa yang bisa diharapkan dari negara ini?

Rika Astaria Vegarini
Biologi FSAINTEK UNAIR sumber (Republika online)




GALERI FOTO DONOR DARAH POLRES INHIL

Tembilahan (www.detikriau.org) — Galeri foto kegiatan bulan bhakti pelayanan prima Polres Indragiri Hilir yang sekaligus merupakan rangkaian dalam rangka menyambut hari ulang tahun bhayangkara ke-66 yang jatuh pada tanggal 1 juli 2012 mendatang. Kegiatan dilaksanakan di ruang Aula Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan S.ik, M.Si saat dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis didampingi Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan, S.iK




DIPENGHUJUNG USIA

Amalam Penghapus Dosa. (oleh: Muhammad Faisal)

www.detikriau.org – Malam sudah hampir menunjukkan pukul 00.50 Wib. Suasana begitu hening. Nyanyian binatang malam pengisi sunyi saat ini tiada terdengar. Aku hanyut dalam kesendirian. Pikiran menerawang, namun tidak tau kemana. Hatiku lirih, gundah dan aku tak mampu untuk berkata apa-apa. Ya Raab, Ya Allah,…. Usiaku kini semakin di penghujung.

Dalam sungkur dan sujudku, helai demi helai lembaran jalanan hidup kembali terkuak. Kusisir satu persatu. Kenapa hanya sedikit lembaran putih? Semua kelam. Aku terkejut. Aku malu dan aku terisak dalam sesalku. Usiaku semakin dipenghujung. Yaa Tuhanku, aku takut… Cukupkah waktuku?.

Doa dan Dzikir Penghapus Dosa

Berikut ini adalah beberapa tuntunan Rasulullaah saw. tentang amal-amal yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan ‘ Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiirseratus kali akan memperoleh ganjaran sebagaimana membebaskan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatatkan atasnya, dan seratus dosa akan dihapuskan dari catatan amalnya, dan ucapan tadi akan menjadi perisai baginya dari Syaithan pada hari itu hingga malam hari, dan tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan amal kebaikannya kecuali orang yang melakukan amal yang lebih baik darinya.” [Shahih Bukhari]

“Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” [Shahih Muslim]

“Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya-, dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa kecil), sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan.” [Muttafaq ‘alaih]

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu)”. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” [Riwayat Abu Dawud]




Misteri Peti Mati yang Berpindah

www.detikriau.org — Sebuah fenomena berbau supranatural yang tak terpecahkan pernah terjadi di Pulau Barbados. Tentang peti mati yang senantiasa bergerak di sebuah kuburan keluarga. Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah aktivitas arwah penasaran atau anomali alam?

Kisah misteri yang tercatat dalam sejarah ini terjadi kira-kira dua abad lampau, namun peninggalannya masih terlihat utuh hingga tahun ini. Peristiwanya sempat menggegerkan penduduk Barbados di Kepulauan Karibia, Samudera Atlantik. Memancing campur tangan gubernur setempat dan penulis novel detektif, petualangan dan misteri terkenal Sir Arthur Conan Doyle.

Kejadian berawal dari sebuah distrik Christ Church dekat Kota Oistins di ujung selatan Pulau Barbados. Keluarga Walronds, sebuah keluarga petani/pekebun tebu yang makmur, membangun sebuah area makam keluarga. Seorang anggota keluarga tersebut James Elliot membangun makam itu dari susunan pahatan batu sedemikian rupa dengan pintu penutup yang terbuat dari marmer pualam terpilih. Makam demikian kokoh dan bagus, sehingga lebih mirip miniatur benteng.

Makam batu itu pernah ditandai dengan tulisan “Yang Mulia James Elliot, Esq, meninggal pada 14 Mei 1724, putra Yang Mulia Richard Elliot, Esq dan suami dari Elizabeth, putri Yang Mulia Thomas Walronds, Esq”. Namun tidak diketahui persis apakah Elliot memang benar dikubur di sana, sebab tidak ada bekas jasad atau peti matinya.

Makam batu di bawah tanah itu ditemukan kosong pada 31 Juli 1807, saat jenazah Mrs Thomasina Goddard (salah satu keluarga Walronds) dimakamkan di sana.

Kejadian Aneh

Namun entah mengapa, setahun kemudian (1808), makam batu tersebut diambil alih oleh keluarga Chase, seorang petani yang memiliki banyak budak. Makam tersebut diklaim sebagai miliki mereka. Salah satu pemiliknya adalah Kolonel Thomas Chase, seorang tuan kebun yang dikenal kejam pada budak-budaknya.

Makam itu digunakan keluarga Chase pertama kali untuk memakamkam Mary Anna Maria Chase, putri usia 2 tahun yang meninggal dunia dan dimakamkam pada 22 Februari 1808. Jenazah ditempatkan pada peti mati berbasis timah.

Lalu jenazah Dorcas Chase, putri tertua Thomas, juga ditempatkan dalam peti mati terbuat dari timah dikuburkan di makam tersebut pada 6 Juli 1812. Isu beredar, Dorcas menderita stres dan mogok makan hingga tewas (bunuh diri), sebagai tindakan protes pada perlakuan ayahnya yang kejam.

Sebulan setelah itu, Kolonel Thomas Chase pun meninggal dunia. Jenazahnya ditempatkan dalam peti mati kayu berlapis logam. Pada 9 Agustus 1812 keluarga Chase segera menyiapkan makam yang sama untuk sang ayah. Namun saat pintu kubur dibuka, mereka terkejut luar biasa. Kedua peti jenazah kedua anak perempuan itu sudah berubah posisi. Tadinya diletakkan secara horisontal, kini menjadi vertikal dengan bagian kepala menghadap ke bawah. Sementara di sekitar area pemakaman tidak terlihat bekas-bekas dibuka paksa atau jejak manusia.

Dengan terheran-heran, kedua peti jenazah kembali dirapikan. Peti jenazah Thomas Chase ditempatkan bersisian dengan peti jenazah kedua putrinya. Lalu pintu batu pualam ditutup kembali.

Empat tahun kemudian, pada 25 September 1816, makam kembali dibuka untuk pemakaman Samuel Brewster Ames, seorang anggota keluarga Chase termuda usia 11 bulan. Ternyata susunan ketiga peti jenazah di dalam makam batu itu sudah berubah lagi. Peti jenazah Thomas, yang paling tidak harus diangkat delapan lelaki dewasa, tampak tersandar di dinding dalam makam, kedua peti lagi menyilang tak menentu. Begitu pun peti-peti itu kembali disusun seperti sediakala.

Kejadian demi kejadian di makam keluarga ini mengejutkan semua orang. Pada 17 Juli 1819, jenazah Thomassina Clarke, akan dimakamkan di kubur batu itu. Sementara isu sudah beredar mengenai keanehan yang terjadi di sana. Kali ini banyak orang yang berkerumun ingin tahu. Ketika pintu makam dibuka, kejadian itu kembali terulang. Peti-peti jenazah di dalam makam sudah berpindah tempat dalam keadaan yang berantakan.

Peristiwa yang terjadi berkali-kali itu menghebohkan distrik Christ Church. Kabar tak sedap tersiar bahwa jenazah keluarga Chase tak diterima bumi, atau tentang kutukan yang menimpa, sampai soal arwah-arwah yang murka!

Segel Gubernur
Lord Combermere, Gubernur Barbados, memutuskan untuk menangani langsung persoalan tersebut. Karena wilayah Barbados termasuk daerah yang sangat taat beragama, isu soal supranatural adalah persoalan sensitif. Saat makam dibuka (tahun 1819) ia melakukan pemeriksaan dan sangat terkejut ketika melihat lima peti jenazah itu terlihat berantakan susunannya, kecuali peti jenazah Ny Thomasina Goddard yang mulai melapuk.

Gubernur kemudian memerintahkan sejumlah pekerja untuk menyusun ulang posisi peti-peti jenazah keluarga Chase. Ia mengawasi langsung pekerjaan itu, hingga akhirnya pintu makam ditutup kembali. Untuk meyakinkan seluruh penduduk, ia menempatkan segel di pintu makam.

Namun, sejumlah laporan kemudian diterimanya tentang suara-suara gaduh dan misterius dari dalam makam batu tersebut. Pada 18 April 1820, ia ditemani sejumlah pejabat daerah Walikota J Finch, Natahan Lukas, Robert Boucher Clarke, Rowland Cotton, Thomas Orderson menilik makam yang semakin sarat isu itu.

Ketika diperiksa segel pintu tidak rusak, sementara susunan peti di dalam kubur terlihat berantakan. Lapisan pasir yang menutup lantai makam tak menyisakan jejak atau bekas apa pun.

Setelah menuliskan dalam laporan resmi, ia kemudian memutuskan untuk mengosongkan makam tersebut. Hal ini untuk menghilangkan isu soal arwah penasaran dan isu lain yang buruk bagi wilayahnya. Sejak itu makam batu tersebut kosong dan tetap terbuka hingga hari ini… Apa yang sebenarnya terjadi? (berbagai sumber)

Upaya Menguak Misteri
Makam batu (tombstone) keluarga Chase menjadi salah satu fenomena yang menarik bagi dunia. Sejumlah turis yang tertarik aktivitas paranormal kemudian banyak yang mengunjungi lokasi makam tersebut. Berbagai upaya untuk menguak misterinya pun dilakukan.

Sejumlah laporan dan saksi mata menyatakan bahwa makam itu sama sekali tidak pernah diganggu manusia. Walaupun ada anggapan kemungkinan kaum budak kulit hitam terlibat dalam upaya balas dendam terhadap keluarga Chase, namun tidak ada bukti aktivitas manusia dalam kejadian di dalam makam. Bahkan ketika gubernur menyegel pintu, segel sama sekali tidak rusak. Seandainya orang memaksa masuk, tentulah segel akan terbuka.

Penelitian lain juga menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan aktivitas banjir yang memungkinkan perpindahan peti-peti mati di dalam ruang tertutup itu. Sementara, jika pergeseran terjadi akibat gempa, tidak ada bukti aktivitas gempa di sekitar tempat itu. Karena hal yang berubah hanyalah yang berada di dalam makam batu semata.

Misteri ini juga mengundang seorang pengarang terkenal dengan kisah Detektif Sherlock Holmes dan The Lost World yakni Sir Arthur Conan Doyle. Setelah melakukan kunjungan ke situs makam tersebut, ia menduga kejadian perpindahan peti-peti jenazah berkaitan dengan kekuatan supranatural. Menurutnya, kekuatan gaib itu melakukan tindakan “protes” karena peti-peti jenazah tersebut dibuat dari basis logam dan timah. Logam akan menahan proses pembusukan yang alami. Hal ini berarti menentang proses alami pembusukan jenazah.

Teori ini diajukan oleh Conan Doyle atas pertimbangan bahwa peti jenazah Thomasi Goddard yang seluruhnya terbuat dari kayu sama sekali tak terusik. Hanya peti-peti jenazah keluarga Chase (yang berbasis logam) saja yang mengalami perubahan-perubahan posisi.

Ada banyak teori lain yang diajukan, namun semuanya tetap tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Selama 180 tahun lebih sejumlah wartawan, peneliti dan penulis tertarik pada misteri di makam batu itu. Puluhan buku membahas persoalan itu… dan makam batu itu menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan. Apakah yang sebenarnya terjadi di dalam ruang yang gelap, lembab dan pengap itu?

Barbados Selayang Pandang
Barbados, sebuah negara pulau yang indah. Terletak di timur rangkaian mutu manikam Kepulauan Karibia, surga liburan di Amerika. Di posisi eksotis Samudera Atlantik, ia diperkaya puncak dataran tertinggi bernama Mount Hillaby (336 meter di atas permukaan laut).

Suhu tropis dan musim hujan antara Juni–Oktober sangat mengesankan di wilayah yang terbagi dalam 11 distrik administratif “keagamaan” seperti: Christ Church, Saint Andrew, Saint George, Saint James, Saint John, Saint Joseph, Saint Lucky, Saint Michael, Saint Peter, Saint Philip, Saint Thomas. Kini menjadi daerah wisata di Karibia.

Pemerintahannya menganut sistem demokrasi parlementer (monarki konstitusional) dengan kuasa Ratu Elizabeth II. Merdeka pada 16 November 1966 dari Inggris. Walau pulau ini sebagian besar dihuni bangsa Afro-Bajan, turunan kaum bekas budak Afrika di masa perbudakan, mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Pulau ini hanya dihuni 279.000 penduduk tetap (sensus 2005) dengan luas areal keseluruhan 431 km persegi. Walau dulunya terkenal sebagai negara perkebunan tebu, namun sejak 2000, wisata adalah penghasilan utama negeri ini.

Wilayah pantai dan bukit tropis di Karibia menarik turis untuk selalu datang ke sana. Datang untuk menikmati pemandangan alam kepulauan penuh pesona, angin pantai, matahari terbit dan terbenam, keramahan penduduk, dan nuansa eksotisme Karibia. (VivaNews)




Seandainya Saya Koruptor

www.detikriau.org — Oleh Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub ***

Salah satu cara untuk menghapuskan dosa adalah tobat. Apabila dosa itu berkaitan dengan hak Allah SWT, seperti minum khamar, meninggalkan shalat, dan lainnya, ada tiga syarat agar tobat diterima Allah SWT, yakni menyesali diri, segera berhenti dari perbuatan maksiat, dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Apabila dosa itu berkaitan dengan hak sesama manusia, syaratnya ditambah dengan minta dihalalkan dari orang yang diambil haknya.

Rasul bersabda, “Siapa yang pernah menzalimi saudaranya, baik perasaannya maupun yang lain, ia harus minta dihalalkan daripadanya sekarang juga sebelum datang kematian. Apabila tidak, di akhirat nanti pahala kebajikan orang yang menzalimi itu akan ditebuskan untuk orang yang dizalimi, dan apabila masih kurang, dosa orang yang dizalimi akan dibebankan kepada orang yang menzaliminya.”

Korupsi adalah perbuatan yang berkaitan dengan hak manusia. Maka itu, tobat dari korupsi tidak akan diterima Allah SWT sebelum kita minta dihalalkan oleh pihak tempat kita melakukan korupsi. Apakah itu uang negara, lembaga, atau perorangan.

Apabila kita korupsi kepada negara, tobat kita tidak akan diterima Allah SWT sampai kita dihalalkan oleh pemilik negara, yaitu rakyat. Kepala negara adalah orang yang diamanati oleh rakyat, dan dia tidak berhak untuk menghalalkan tindakan korupsi.

Oleh karena itu, apabila melakukan korupsi, saya akan mengembalikan hasil korupsi itu kepada pihak tempat saya melakukan korupsi sebelum saya mati. Apabila korupsi uang negara, uang hasil korupsi itu akan saya kembalikan kepada negara. Meskipun saya mampu menyelamatkan diri dari hukuman di dunia, tetapi selama rakyat tidak mau menghalalkan uang yang saya korupsi, selama itu pula saya tidak dapat masuk ke surga.

Selanjutnya, saya akan menyerahkan diri saya kepada penegak hukum agar dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Bagi saya, tidak ada artinya bila saya dihukum lima atau 10 tahun. Dalam hukuman di dunia, saya masih bisa menikmati makanan enak. Tapi, bila tidak mengembalikan harta hasil korupsi itu, saya akan dijebloskan ke neraka. Juga ditambah siksaan yang panas hingga 100 kali lipat daripada panas di bumi. Minuman di neraka juga sangat mengerikan.

Jadi sesungguhnya, korupsi justru akan merugikan kita sendiri, tidak saja di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Dengan mengembalikan uang hasil korupsi kepada negara, kemudian saya di penjara maka saya justru akan selamat di dunia dan akhirat.

Saya juga tidak mau menukar surga yang indah dan penuh kenikmatan itu dengan neraka. Sekecil-kecilnya kapling di surga, masih 11 kali luasnya daripada dunia ini. (HR Imam Muslim). Sekecil-kecil (serendah apa pun) orang yang masuk surga adalah orang yang diberi pembantu oleh Allah SWT sebanyak 8.000 orang. (HR Imam Ahmad).

Maka itu, seandainya saya koruptor, saya memilih dipenjara di dunia dan mengembalikan ke tempat asal yang mengambil harta itu, daripada diceburkan di bara api neraka.(rol)




TUBUH BUGAR DAN SEHAT MELALUI SENAM OSTEOPOROSIS

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Hidup sehat dan bugar sampai usia tua sudah menjadi dambaan setiap orang. Tidak terkecuali bagi sebahagian ibu-ibu di Kota Tembilahan. Agar tubuh tetap sehat dan bugar, setiap minggu pagi, mereka meluangkan waktu untuk melakukan senam osteoporosis. Senam ini sangat bermanfaat untuk memperkuat dan mencegah terjadinya pengeroposan tulang.

Senam yang dilakukan ibu-ibu ini tampak dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Gerakan senam mengikuti kaset VCD yang ditayangkan pada sebuah layar TV serta peralatan yang juga sangat sederhana, botol plastik bekas minuman yang diisi batu kerikil serta  sebuah handuk kecil. Dengan duduk disebuah kursi, satu persatu gerakan yang ditayangkan diikuti mereka dengan penuh semangat.

‘Sebelum mengikuti senam ini, kaki saya selalu merasa sakit dan susah berjalan. Alhamdulillah setelah beberapa kali mengikuti secara rutin, kaki terasa segar dan berjalanpun sudah terasa enak,” Ujar Rogayah, ibu berusia 65 tahun ini sambil juga mengatakan kini tensi darahnya juga sudah mulai normal, nafsu makan membaik dan tidak susah lagi untuk tidur malam ketika diminta tanggapan usai melakukan kegiatan senam osteoporosis di rumah keluarganya jalan Veteran Tembilahan. Ahad (20/5). (Zo)