Turut Berduka Cita

Innalillahi wainnailaihirhojiun. Keluarga Besar www.detikriau.org mengucapkan belasungkawa yang amat mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah orang tua tercinta kami, Burhanuddin (lahir di Perigi Raja 19 Sept 1927) pada Hari: Selasa, 25 September 2012 pukul 08.30Wib di rumah duka jalan Sri Gemilang Lr. Taman Husada No. 14 Tembilahan. Almarhum meninggalkan 1 orang istri (Ibunda Hj. Kamsidah) dan 9 orang anak (Muhammad Yahya, Umi Kalsum, Rosyidah, Kamaluddin, Siti Syaroh, Abdul Malik, Siti Rahmawati, Siti Hafsyah dan Siti Fauzah)

Jenajah di kebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) jalan Tanjung Harapan, Tembilahan. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, ketabahan dan kesabaran.  Amin.

Hormat Kami

Pemimpin Umum

Muhammad Faisal, SE

Galeri Prosesi Pemakaman:




TURUT BERDUKA CITA

Innalillah Hiwainnailaihirodjiun………..

Keluarga Besar www.detikriau.org mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah,orang tua kita H.M. Arkas Salam,  Ketua Penasehat Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kabupaten Indragiri Hilir (Lahir di Mojokerto Jatim, 10 Juni 1945), pada Hari: Sabtu, 22 September 2012 di RSUD Puri Husada Tembilahan Jam 14.15 Wib.

Alamat duka di jalan Malagas  No. 139 Tembilahan. Jenajah akan dibawa dan dikebumikan di TPU Rengat Kab. Indragiri Hulu (Inhu), Minggu ( 23 sept 2012 )

Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, ketabahan dan kesabaran.  Amin.

Pemimpin Umum

Muhammad Faisal, SE




11 Warga Negara Belanda Pulang Kampung ke Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – laki-laki paruh baya dengan bahasa Indonesia terpatah-patah ini begitu bersemangat berkisah pengalaman masa-masa kecilnya.  sekali-kali ia terdiam, matanya menerawang jauh mengingat kenangan lama. Perlahan suara yang keluar dari mulut Warga Negara Belanda ini pun semakin sayup. Disudut matanya, mengalir setitik air dan menetes dikulit pipi yang sudah tampak semakin mengeriput.

Herman Tahafary, laki-laki berusia 80 tahunan ini mengaku sengaja mengunjungi kota Tembilahan. Dalam kunjungan yang disebutnya pulang kampung ini, ia didampingi oleh 5 orang saudara kandung (Edwar Tahafary, Julius Tahafary, Johana Tahafary, Rita Tahafary dan Leon Kols Tahafari) dan 1 orang keponakan (Lota Hester Huwae Tahafary) serta 4 orang dari keluarga Nunumete (Hanock Nunumete, Edward Nunumete, Johan Nunumete dan Ghisi Nunumete) . Kesebelas orang keturunan ambon, Maluku ini mengaku kini bertempat tinggal di Denhag, Belanda.

69 tahun silam, tepatnya di tahun 1943, Herman Tahafary mengaku orang tuanya (Tahafary. Red) yang tergabung dalam tentara rekruitmen Belanda bertugas di Tembilahan sebagai peniup terompet pasukan. Ia sempat mengecam pendidikan hingga kelas lima Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tembilahan.  Di tahun 1948, keluar keputusan yang mengharuskan seluruh tentara yang direkruitmen Belanda untuk pulang ke daerahnya masing-masing.

Hanya saja saat itu, masih menurut Herman Tahafary, karena sulitnya tranportasi, mereka tidak bisa pulang ke Ambon, Pasukan Belanda membawa keluarganya pulang ke negeri Belanda. Awalnya hanya dibenarkan untuk jangka waktu 5 bulan namun akhirnya kebijakan itu kembali berubah lagi dan mereka dibenarkan untuk menetap di Belanda.

Di Negara Kincir angin itu, keluarga Tahafary ditempatkan disebuah camp bekas tahanan orang-orang Yahudi.”Saat itu saya sudah cukup besar dan mengerti. Kehidupan sangat sulit. Kita sama sekali tidak dibekali dengan persediaan makanan,” Kisah Herman Tahafary kepada detikriau.org  saat bertemu disebuah warung minum jalan Gadjah Mada Tembilahan, rabu (19/9) kemaren.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, orang tuanya mau tidak mau harus mencari nafkah. Mereka bekerja apa saja. Dari seluruh upah yang diterima setiap harinya, mereka masih dikenakan potongan penghasilan sebesar 60 persen,” Kira-kira penghasilan orang tua saya 1 gulden per hari. Uang itulah yang dicukupkan untuk makan seluruh keluarga.” Kata Herman Tahafary yang mengaku saat itu ia baru memiliki dua orang saudara kandung.

Berpuluh tahun di Negara orang, kenangan masa-masa kecil Herman Tahafary sewaktu di Tembilahan sangat sulit untuk ia lupakan. Semakin hari, kerinduan itu semakin memuncak di dalam lubuk hatinya. Herman mengaku selama ini selalu mendapatkan informasi mengenai kota Tembilahan melalui internet.”saya sering browsing dibeberapa media online mencari tahu tentang kota Tembilahan. Saya sungguh tidak percaya, Tembilahan yang dulunya hanya sebuah kampung kecil, kini sudah demikian maju. Bahkan menurut informasi terakhir penduduknya lebih dari 600 ribu jiwa. itu sudah melebihi penduduk di Denhag,” Tutur Herman dengan sekali-kali lepas tertawa dari mulutnya dan kembali air matanya tergenang.

Mengaku Masa Kecil Takut Dengan Hantu Kuntilanak

Kisah Herman tahafary, sewaktu masih bersekolah di SR (sekarang bangunan Sa’adah Jalan Kartini Tembilahan. red), untuk menuju sekolah, dari Asrama Tentara (yang diakuinya disekitar jalan Sudirman) ia harus melewati pohon beringin yang sangat besar ( ia menunjuk kira-kira posisinya disekitar taman disamping Mapolres Inhil saat ini.red). Setiap kali melintas pohon beringin besar itu, ia mengaku selalu takut. Karena menurut kisah penduduk, dipohon beringin itu dihuni hantu kuntilanak,”Dulu seingat saya di Tembilahan ini hanya ada sedikit jalan dan nama jelannyanyapun tidak pernah ada. Sebahagian besar kampung Tembilahan masih  hutan. Orang-orang bilang, itu hantu kuntilanak senang sama anak laki-laki. Makanya setiap kali melintasi pohon beringin itu, saya selalu lari terbirit-birit,” Kisah Herman dan sontak tawa renyai lepas dari mulutnya.

Hermanpun terus berkisah dan sekali-kali diselingi beberapa komentar dari saudara-saudaranya. Menurut Herman, keluarga nunumete yang kini ikut bersamanya dulunya juga orangtuanya bertempat tinggal di Tembilahan.”Sampai hari ini, kartu penduduk belanda adik saya Julius yang memang dilahirkan di Tembilahan masih mencantumkan nama kota Tembilahan sebagai tempat kelahirannya.”Ucap Herman dengan nada suara tertangkap penuh rasa kebanggaan setiap kali menyebutkan nama kota Tembilahan. (dro/0*)




Sumbar Pecundangi DKI Jakarta Dengan Skor Kemenangan Telak 6 -2

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ambisi tim futsal asal ibukota DKI Jakarta, untuk membalas dedam atas kekalahanya melwan tim futsal Sumatra Barat (Sumbar) pada laga penyisihan PON XVIII Riau di Tembilahan tampaknya tidak tercapai. Kali ini di laga final, Sumbar yang hanya bermaterikan pemain lokal berhasil mempecundangi DKI Jakarta dengan skor telak 6-2.

Babak awal, Sumbar unggul 3 gol tanpa balas, masing-masing tercipta melalui kaki Yudhi, dimenit ke sepuluh, sebelas dan satu menit
menjelang laga babak pertama usai. Berkat ketenangan anak-anak Sumbar, gol demi gol berhasil mereka sarangkan ke gawang DKI Jakarta. Padahal, tim futsal asal ibukota ini di huni oleh pemain yang memiliki nama besar, seperti Bernat Hutabarat, Matulessy dan C. Silitonga serta pemain lainya.

Terlihat diawal babak pertama, Jakarta hanya menurunkan pemain lapis keduanya, namun ketika laga baru berjalan 7 menit, karena merasa tertekan mereka memasukan pemain stater yang sarat dengan pengalaman. Tapi apalah daya, Jakarta memang harus mengakui ketangguhan tim urang awak.

Usai turun minum, kedua tim kembali memperlihatkan permainan cantik yang penuh talenta tinggi. Terlihat beberapa kali peluang tercipta, baik dari kubu Sumbar maupun anak-anak Jakarta. Kemudian empat menit laga babak kedua berjalan, tim futsal Sumbar kembali menambah gol, sehingga penjaga gawang Jakarta harus memungut sikulit bundar untuk ke
empat kalinya.

Merasa tertinggal, Jakarta, terus menambah daya gedor, dengan memasukan pemain pengganti dan akhirnya mereka mampu membuat gol balasan melalui kaki Ohorela dimenit ke 16 babak kedua, kedudukan berubah menjadi 4-1 untuk keunggulan tim tim Sumbar.

Tidak lama setelah gol pertama, Jakarta kembali membuat gol. Kali ini melalui kaki pemain gelandang Jakarta, Matulessy, sehingga kedudukan kembali berubah menjadi 4-2. merasa terkejar, tim Sumbar semakin merapatkan barisan belakang dan menciptakan serangan melalui umpan-umpan lambung dari lini belakang.

Tepatnya dimenit 19 laga itu, Randy, kapten Sumbar mampu memperdaya kipper Jakarta, dengan meciptakan gol ke lima untuk Sumbar. Lengah, akibat melakukan tekanan Jakarta kembali kecolongan kala itu laga masih tersisa 13 detik, Randy yang lepas dari kawalan kembali menciptakan gol ke enam untuk kemenangan Sumbar. Skor 6-2 bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

“Ini berkat keyakinan anak-anak, mereka mau bekerja sejak dua tahun lalu. Kami selama ini maintanance di tempat sendiri saja, tidak keluar negeri seperti tim lainnya. Kami bertekad untuk timnas,” ujar Syafrianto Rusli didampingi manajer, Yasman Yanusar.

Manajer Yasman Yanusar menyatakan bahwa atas kemenangan ini anak asuh akan diganjar bonus, termasuk dari warga Minang perantauan.

Pengalungan medali emas kepada tim Sumbar dilakukan Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo, pada kesempatan ini pengalungan medali perunggu kepada tim Kalsel juga dilakukan Wabup. Sedangkan medali perak dikalungkan Sekdakab Inhil, Alimuddin RM kepada tim DKI Jakarta.

Adapun top scor cabor futsal PON XVIII Riau, yakni Randi Satria (Sumbar) dengan sebelas gol dan Andri Kustiawan (Jabar) juga dengan sebelas gol.(dro/*1)




Gagal Sabet Perunggu, Jabar Tuding Wasit Tidak Adil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim futsal Jawa Barat (Jabar) menilai kepemimpinan wasit dalam laga tanding perebutan medali perunggu PON XVIII Riau, Sabtu (15/9) tidak adil.

Pernyataan ini disampaikan pelatih Tim Futsal Jabar, Oce dalam konfrensi Pers diruang Media Center usai laga tanding mereka menghadapi Kalimantan Selatan dengan skor 2-4. “Saya tak perlu komentar banyak, yang jelas semua juga melihat dan menilai kepemimpinan wasit. Sungguh sangat mengecewakan” Ujar Oce

Ketika kembali dipertanyakan wartawan terkait kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil ini, Oce menolak melanjutkan. Yang jelas menurutnya cukup dengan kata “Tidak adil.

Laga hidup mati perebutan medali perunggu Tim Futsal Jabar Vs Kalimantan Selatan hari ini sempat memukau ribuan mata penonton. Jual beli serangan silih berganti. Kedua tim saling ngotot untuk melesakkan kulit bundar ke jala gawang lawan.

Dimenit-menit awa babak pertama, pemain Jabar , Gustian memanfaatkan dengan baik overan bola dari lini tengah dan gol perdanapun tercipta.

Kebobolan satu Gol, Kalsel seakan naik temberang,l seluruh personil Tim Kalsel ngotot mengerahkan semua kemampuan, dimenit ke 19, pemain Kalsel, Fahrolrozy berhasil menyamakan kedudukan. Tidak berpaut jauh, memanfaatkan overan bola dari pojok kiri, pemain Kalsel bernomor punggung 5, Dwi Ari Setiadi  kembali menambahkan gol. Skor sementara 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pemain Jabar nomor punggung 14, Abdul Azizi berhasil menyamakan skor 2-2 dengan memanfaatkan kemelut dimuka gawang Kalsel. Dalam babak kedua ini, Kalsel 3 kali secara berturut-turut mendapatkan kesempatan melakukan tendangan pinalty. Sayangnya, tiga eksekusi langsung ini sama sekali tidak mendulang gol.

Kegagalan ini membuat anak-anak kalsel tidak patah semangat, mereka semankin gencar membangun serangan. Kemudian pemain kalsel, Fahruruzy berhasil mengecoh kiper Jabar dan Golllll….

Ketinggalan 1 gol, Jabar berusaha membalas. Menerapkan strategi kekuatan penuh, Kiper Jabar maju membantu serangan. Sayangnya, strategi ini justru menguntungkan Kalsel, lewat bola lepas di tengah lapangan, pemain kalsel, Afif Tammy berhasil menambah kemenangan dan skor berubah 4-2 dan tetap bertahan hingga peluit panjang tanda usai pertandingan berbunyi.(fsl)




Antisipasi Membludaknya Penonton di Laga Final, Polres Inhil Siagakan Tambahan Personil Pengamanan

Cabang Olahraga Futsal PON XVIII Riau  —

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepolisian Resort Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir menerjunkan sebanyak 142 personil guna lakukan pengamanan PON XVIII Riau Cabang Olahraga Futsal di Tembilahan. Memasuki babak final, Sabtu (15/9), siang ini, Kepolisian kembali akan menambah jumlah personil pengamanan.

“Kita turunkan sebanyak 142 orang personil yang ditugaskan untuk pengamanan pondokan kontingen, Venue Futsal dan termasuk pengaturan lalu lintas di jalan. Mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, kita juga sudah menyiagakan tambahan personil,” Jawab Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK.

Dalam laga final siang ini akan dilangsungkan dua pertandingan. Laga perebutan medali perunggu, Tim Futsal Kalimantan Selatan akan berhadapan dengan Tim Jawa barat. Kemudian di pertandingan bergengsi, perebutan medali emas, Tim unggulan Sumatra Barat akan menghadapi Tim DKI Jakarta.

Sebagaiman diketahui, sehari sebelumnya, Jum’at (14/9), DKI berhasil lolos ke babak final setelah menyingkirkan Kalsel dengan kemenangan tipis, 1-0. Sedangkan Sumatra Barat, yang tercatat sebagai Tim tanpa kekalahan melaju ke Babak Final setelah berhasil menggulung Tim Jawa Barat dalam drama adu finalty dengan skor 9-6. (dro)