Pasukan Darat Zionis Israel Bersiap-siap untuk Menyerang Gaza

israeli-troopsdetikriau.org (internasional) – Pasukan darat Israel dalam kondisi siaga menunggu perintah untuk melancarkan serangan darat ke Jalur Gaza, seorang juru bicara militer Israel mengatakan pada hari Kamis (10/7).

“Ada mobilisasi besar pasukan darat di sekitar Gaza, termasuk pasukan infantri dan tank tempur serta korps teknik tempur,” Avichay Adraee, juru bicara militer Israel untuk media Arab, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon pada hari Kamis.

“Pasukan dalam kondisi siaga penuh dan siap untuk melakukan serangan darat dalam beberapa jam dari waktu peluncuran,” kata Adraee.

Zionis Israel telah melancarkan operasi besar-besaran yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak Senin malam, menewaskan sedikitnya 75 orang dan melukai lebih dari 530 dengan ratusan serangan udara.

Menjelang operasi, pemerintah Israel menyetujui pengerahan 40.000 pasukan darat di perbatasan Jalur Gaza untuk melakukan serangan darat.

Menurut sumber-sumber keamanan Palestina, pesawat tempur Israel telah melakukan lebih dari 770 serangan terhadap sasaran-sasaran di Gaza selama periode tersebut.

Serangan militer Israel dinyatakan bertujuan untuk mengurangi serangan roket Palestina ke Israel, yang sebenarnya itu hanyalah dalih mereka, tanpa serangan roket Hamas, mereka tetap akan menyerang Hamas.

Faksi perlawanan yang berbasis di Gaza, khususnya Hamas, sementara itu, terus menembakkan roket ke Israel dalam menanggapi serangan udara Israel yang tak henti-hentinya.

Setengah dari korban jiwa di Gaza adalah perempuan dan anak-anak, dan emang ini yang diinginkan Zionis Israel, mereka ingin menghabisi generasi Palestina dengan cara membunuhi anak-anaknya.

Sekitar setengah dari warga Palestina yang tewas sejauh ini dalam operasi Israel baru-baru ini di Jalur Gaza adalah perempuan dan anak-anak, menurut perkiraan terbaru oleh Departemen Kesehatan Palestina, Kamis (10/7).

Dua puluh tiga anak-anak dan 12 perempuan termasuk di antara 75 warga Palestina yang tewas di Gaza sejak awal operasi Israel besar-besaran di Jalur Gaza pada Senin, demikian menurut pernyataan Departemen Kesehatan Palestina.

Sebelumnya pada hari Kamis, tiga orang Palestina tewas dan empat lainnya luka parah ketika pesawat Israel menargetkan sebuah kendaraan di bagian timur Kota Gaza, menurut sumber-sumber medis, yang menjadikan jumlah korban tewas akibat operasi Israel sejauh ini berjumalah 75, menurut sebuah pernyataan yang sebelumnya dikeluarkan oleh juru bicara Departemen kesehatan Palestina, Ashraf al-Qodra.

Perbatasan Beit Hanoun yang Menghubungkan Jalur Gaza dan Tepi Barat Hancur

Pasukan Israel pada Kamis, menghancurkan perbatasan dengan Jalur Gaza, menurut seorang pejabat Palestina, perbatasan itu hancur sama sekali.

“Penyeberangan Beit Hanoun (juga dikenal dengan Erez) dan semua fasilitasnya benar-benar hancur dengan delapan rudal yang ditembakkan oleh pasukan Israel,” Iyad al-Bozom, juru bicara Kementerian Dalam Negeri di Jalur Gaza, menulis pada halaman Facebook-nya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pasukan Israel menargetkan dan menghancurkan markas keamanan di wilayah tersebut.

Penyebrangan Erez, yang dikendalikan oleh Israel, sering digunakan sebagai penghubung antara Jalur Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki.(*)

http://muqawamah.com/pasukan-darat-zionis-israel-bersiap-siap-untuk-menyerang-gaza.html




Abbas: Perang Darat Israel di Gaza Beberapa Jam Lagi

Palestinian President Mahmoud Abbas gestures as he speaks during a conference in the West Bank city of RamallahRAMALLAH (Internasional) – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan operasi atau perang darat militer Israel di Jalur Gaza akan dimulai dalam tempo beberapa jam lagi.

Indikasinya, militer Israel (IDF) telah minta warga Palestina yang tinggal di dekat peratasan dengan Israel untuk meninggalkan rumah mereka dan lari ke Gaza. (Baca: Presiden Israel: Perang Darat di Gaza Segera Terjadi)

Informasi dari Abbas itu bersumber dari warga Palestina di Yerusalem timur yang mengunjungi kantornya di Ramallah. Warga itu mengatakan bahwa aparat Israel berusaha untuk mengusir warga Palestina dari tanah dan rumah mereka.

”Tapi kita mengatakan kepada mereka bahwa kami tidak akan pergi,” kata Abbas. ”Kami tidak memiliki senjata, tapi kami akan tetap teguh dan melawan dengan kata-kata,” katanya lagi, seperti dikutip Jerussalem Post, semalam (10/7/2014).

“Jika Israel memiliki rudal dan senjata, ini tidak berarti bahwa kita akan menyerah. Kami akan berjuang dengan cara beradab yang mengganggu orang lain,” tegas Abbas.

Menurutnya, pemerintah Israel telah menyetujui operasi darat di Jalur Gaza, yang dia sebut akan berlangsung beberapa jam lagi.

Terkait gencatan senjata yang ingin dimediasikan oleh Amerika Serikat, Abbas mengatakan bahwa kedua belah pihak (Israel dan Hamas) harus setuju untuk gencatan senjata tanpa syarat. (Baca juga: AS Siap Fasilitasi Gencatan Senjata di Gaza)

”Yang paling penting sekarang adalah untuk menghindari pertumpahan darah,” ucapnya. ”Mesir telah menghubungi kedua belah pihak, namun sayangnya upaya ini gagal.”

Abbas melanjutkan, dia juga sudah berbicara dengan pemerintah Amerika Serikat. Abbas minta Amerika agar menekan Israel untuk berhenti menginvasi Jalur Gaza, sehingga dia bisa membujuk Hamas untuk menghentikan serangan-serangan ke wilayah Israel. Namun, upaya itu juga belum membuahkan hasil.

Rakyat Gaza Berjatuhan, PBB hingga Negara-negara Arab Bungkam

Invasi Israel di Jalur Gaza selama tiga hari terakhir ini telah menelan korban jiwa hingga 72 warga Palestina. PBB, Amerika Serikat, Eropa hingga negara-negara Arab disindir Palestina yang bungkam dan pasif saat rakyat di Gaza dibombardir Israel.

Sindiran itu disampaikan pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal. ”Saya bertanya kepada pemerintah Amerika, Eropa, PBB dan tetangga-tetangga Arab kami: Apakah rakyat Palestina seharusnya istirahat dan menyerah menghadapai kematian yang lambat laun?,” kata Meshaal.

”Apa yang tersisa dari tanah kami dan situs suci kami? Apa kehidupan yang tersisa (dari kami)?,” kata Meshaal lagi.

Sindiran itu muncul, setelah PBB tidak bersikap melihat agresi Israel yang berlangsung dari Selasa hingga hari ini (10/7/2014). Meshaal, mengatakan Israel telah memanipulasi informasi dengan mengkambinghitamkan Hamas dalam konflik yang pecah di Gaza sejak 2012.

”Seolah-olah kita (Hamas) mulai membuat masalah di Gaza,” katanya. ”Seolah-olah roket ditembakkan dari Gaza sehingga musuh Zionis terpaksa menanggapinya. Ini tidak benar,” bantah Meshaal.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengutuk tindakan Israel dan mendesak Dewan Keamanan PBB turun tangan.”Kami mengungkapkan kemarahan rakyat kita dan menuntut Dewan Keamanan bertindak segera,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melaporkan hal itu kepada Dewan Keamanan PBB pada hari ini. Dia menggambarkan permusuhan Hamas dan Israel yang semakin meruncing sebgai situasi yang menganggu.

Ki-moon tidak tegas mengecam Israel dan hanya minta Israel menahan diri. Sebaliknya, dia justru mengecam militan di Gaza yang menghujani Israel dengan puluhan roket, meskipun hal itu dibantah Hamas.(*)

Sumber: sindonews.com

 

 




Korban serangan Israel ke Gaza meningkat

140710094258_gaza_raid_512x288_bbc_nocreditdetikriau.org (internasional)- Sekitar 20 orang meninggal dalam serangan paling mematikan yang dilakukan Israel terhadap Gaza, menurut para pejabat Palestina.

Kementerian Kesehatan mengatakan sebagian besar korban meninggal adalah yang berada di satu rumah dan satu kafe di Khan Younis.

Korban meninggal sejauh ini mencapai 76 orang dan sekitar 500 lainnya luka-luka.

Kelompok militan di Gaza melanjutkan serangan roket ke Israel, hari Kamis (10/07).

Suara sirene terdengar di seputar kota-kota di selatan Israel itu.

Klik Sekretaris Jendral Ban Ki-moon memperingatkan situasi itu seperti di ujung tanduk.

Militer Israel mengatakan melakukan serangan dengan 108 sasaran sejak tengah malam dan bahwa 12 roket telah ditembakkan ke arah Israel, tujuh di antaranya berhasil diredam dengan sistem keamanan.

Israel mengatakan sasaran mereka adalah para militan dan fasilitas-fasilitas termasuk peluncur roket, gudang senjata, dan terowongan.

Israel belum berkomentar terkait serangan itu namun mengatakan pihak militan melepaskan lebih dari 365 roket dari Gaza sejak Selasa (08/07).

Sementara Israel menyerang 780 sasaran pada waktu yang sama.(*)

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140710_gaza_korban.shtml




Israel ‘intensifkan serangan ke Gaza’

140709113039_gaza_reuters_512x288_reuters_nocreditdetikriau.org (internasional) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan “mengintensifkan serangan terhadap kelompok Hamas” di Jalur Gaza dengan para pejabat pertahanannya.

Ia mengatakan para milisi Palestina akan “membayar mahal” untuk serangan-serangan roket mereka ke Israel.
Berita terkait

Ketegangan meningkat, Israel panggil tentara cadangan
Janji PM Israel atas pembunuhan remaja Palestina

Topik terkait

Palestina,
Israel,
Timur tengah

Klik Militer Israel mengatakan Hamas menembakkan 82 roket ke kota-kota Israel pada hari Rabu, setelah puluhan serangan udara sepanjang malam di Gaza.

Sekitar 50 orang warga Palestina tewas dalam gelombang serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Israel mengatakan mereka menyasar para pejuang dan fasilitas milik militan, termasuk peluncur roket, gudang senjata, terowongan dan pusat-pusat komando.

140709144754_gaza_512x288_reutersNamun, pejabat medis Gaza mengatakan separuh korban jiwa adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Hamas mengatakan bahwa semua rakyat Israel kini menjadi target dan menuduh Israel melanggar gencatan senjata untuk mengakhiri serangan pada 2012.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada hari Kamis (10/06) untuk mendiskusikan krisis ini, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.(*)
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140710_israel_intensif_serangan.shtml




Israel Lanjutkan Serangan Udara ke Gaza

“Saling serang antara militer Israel dan militan Palestina berlanjut. Sedikitnya 11 warga Palestina tewas dalam serangan udara terbaru ke Gaza, lebih dari 150 luka-luka”

0,,17768392_303,00detikriau.org -Israel melanjutkan serangan udara ke berbagai sasaran di Jalur Gaza. Militer Israel menerangkan, angkatan udara dan angkatan laut sudah menyerang 435 sasaran di Palestina sejak dimulainya operasi militer. Kelompok militan Palestina menembakkan sekitar 225 roket, 40 roket berhasil dihancurkan sistem penangkal udara Israel sebelum mencapai sasarannya.

Salah satu serangan roket Israel dilakukan tengah malam menghancurkan sebuah rumah di Beit Hanun. Komandan Jihad Islam, Hafez Hammad, tewas dalam serangan itu, termasuk lima anggota keluarganya.

Sebelumnya, kelompok militan Palestina menembakkan puluhan roket ke Tel Aviv dan Yerusalem. Sirene peringatan bahaya berbunyi beberapa kali dan orang-orang mencari perlindungan di ruangan khusus.

Pihak Palestina menyatakan, 11 warganya tewas dalam serangan roket hari Rabu (09/07). Jumlah korban tewas sejak eskalasi konflik antara Israel-Palestina meningkat menjadi 32 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.

Militer Israel menerangkan, tembakan roket dari Palestina mencapai kota pantai Chadera di utara Tel Aviv, yang terletak sekitar 117 kilometer dari Gaza. Ini adalah serangan roket dengan daya jangkau terjauh yang pernah dilakukan dari Palestina.

Beberapa roket dari Palestina berhasil dihancurkan di udara oleh sistem pertahanan Iron Dome (Kubah Besi). Sampai saat ini, tidak ada korban tewas di Israel.

Obama serukan kedua pihak tahan diri

Presiden AS Barack Obama menyerukan kepada kedua pihak yang bertikai agar menahan diri. Kedua pihak harus menggunakan akal sehat dan memutus lingkaran pembalasan dendam. “Kedua pihak harus mau mengambil resiko demi perdamaian”, kata Obama dalam sebuah tulisan yang diterbitkan di koran Jerman “Die Zeit”.

Selanjutnya Obama menulis, Amerika tetap mendukung solusi dua negara untuk mengupayakan perdamaian permanen di Timur Tengah. Ia sekali lagi menegaskan dukungan Amerika terhadap situasi keamanan di Israel.

Obama menjadikan solusi konflik Timur Tengah sebagai salah satu prioritas utama pada masa kepresidenannya yang pertama. Namun semua upaya melancarkan kembali perundingan perdamaian sampai saat ini gagal.

Mantan duta besar Israel di Jerman Avi Primor mengatakan kepada harian “Jerman Frankfurter Rundschau”, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan dinas rahasia Israel sebenarnya tidak setuju melakukan serangan darat ke Gaza, karena hal itu “tidak akan menyelesaikan persoalan.”

Tapi kalangan garis keras di Israel seperti Menteri Luar Negeri Avigdor Liebermann dan Menteri Ekonomi Naftali Bennett melakukan “tekanan keras” dalam koalisi pemerintahan. “Mereka adalah kubu fanatik yang tidak mau solusi politik. Kelompok moderat sudah tersingkir keluar”, kata Primor.(*)

http://www.dw.de/israel-lanjutkan-serangan-udara-ke-gaza/a-17770065




Muslim protes larangan Ramadhan di Cina dan menyerukan boikot

muslim-uighur-3XINJIANG – Pemerintah Cina yang melarang ummat Islam Uighur untuk menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan di distrik barat laut yang berpenduduk mayoritas Muslim, Xinjiang, telah memicu protes dari Saudi dan para ekspatriat yang menuntut pemboikotan produk-produk Cina.

Pihak berwenang Cina telah memberlakukan pembatasan kepada Muslim Uighur selama bulan Ramadan, melarang pegawai pemerintah dan anak-anak sekolah untuk puasa, dimana hal ini telah ditolak oleh Muslim Uigur yang dianggap sebagai upaya sistematis tahunan untuk menghapus identitas Islam di kawasan itu.

Pihak berwenang Cina telah membenarkan pelarangan puasa tersebut dengan dalih bahwa hal itu dimaksudkan untuk melindungi kesehatan siswa, dan pembatasan untuk menjalankan ajaran agama oleh pejabat pemerintah dimaksudkan untuk memastikan negara tidak mendukung agama tertentu.

“Ini adalah tingkat tertinggi dari ketidakadilan. Orang-orang harus diperbolehkan untuk mempraktikkan agama mereka,” Muhammad Badahdah, asisten sekretaris jenderal World Assembly of Muslim Youth, mengatakan kepada Arab News.

“Ini menunjukkan sikap anti-Islam mereka karena mereka menganggap orang-orang yang menerapkan Islam sebagai teroris. Jika hal ini dibiarkan terus, mereka akan melarang Muslim untuk menunaikan ibadah Haji dan Umrah.“

Setiap tahun, pemerintah Cina telah berulang kali memberlakukan pembatasan terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang setiap Ramadan.
Badahdah mengatakan bahwa pemerintah China telah memberlakukan kebijakan anti-Islam selama beberapa tahun terakhir, PBB dan Dewan Keamanan telah gagal melindungi umat Islam.

“China adalah negara yang tertutup dan kami sudah mulai mengetahui tentang kebijakan opresif terhadap ummat Islam melalui media sosial,” katanya.

“Kami umat Islam harus bersatu dan kembali ke ajaran Al Qur’an dan Sunnah. Itulah satu-satunya solusi untuk masalah kami,” katanya kepada Arab News.

Menolak pembatasan yang dilakukan oleh otoritas Cina terhadap sesama Muslim, Badahdah mendesak persatuan Muslim untuk mengambil tindakan politik dan ekonomi terhadap Cina atas kebijakan meninda tersebut.

“Jadi ummat Islam di seluruh dunia harus bersatu melawan praktek-praktek yang tidak adil dan tidak manusiawi tersebut untuk mengakhirinya,” kata Badadah.

“Kita adalah sebuah kekuatan besar dengan jumlah penduduk 1,5 miliar dan harus mengalahkan intrik musuh untuk memecah belah kita. Kita harus menjadi Muslim sejati agar mendapat pertolongan dari Allah.“

“Pemerintah kami mengambil tindakan tegas terhadap Belanda ketika seorang politisi sayap kanan di negara itu melecehkan Islam dan bendera Saudi. Kita harus mengambil tindakan serupa terhadap Cina jika mereka tidak menghentikan sikap anti-Muslim mereka,” Fuad Tawfik, seorang insinyur Saudi, mengatakan kepada Arab News.

Sementara itu, 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi pemerintah Cina untuk membahas masalah tersebut.

“Kami sedang menunggu balasan dari China,” kata sumber informasi Arab News.

Blogger Hashmet Hussain juga menyerukan kepada Muslim untuk memboikot produk-produk Cina.

“Melarang hak-hak untuk menjalankan agama Islam adalah semacam terorisme,” katanya.

Blogger lain berkata: “Untuk kepentingan mereka sendiri Cina harus segera menarik keputusan mereka dan meminta maaf kepada umat Islam.”
Mengandung cadangan minyak, gas alam, dan batu bara terbesar di Cina, Xinjiang merupakan rumah bagi mayoritas populasi Muslim Uighur – kelompok etnis Turki dengan bahasa dan budaya lebih dekat ke Asia Tengah. Sebelum wilayah itu diserap ke dalam Republik Rakyat China pada tahun 1949, hampir semua orang di sini adalah Uighur, tetapi jumlahnya sejak itu menurun menjadi setengan bagian pada tahun 2000, sebagai akibat dari perpindahan besar-besaran dari puluhan juta Cina Han – mayoritas penduduk daratan Cina – yang didorong untuk menetap di wilayah ini oleh pemerintah Cina.

Demografis tersebut kemudian mengalami pergeseran, yang dipercepat pada 1990-an saat Beijing mulai mengembangkan Xinjiang, yang dikombinasikan dengan undang-undang Cina yang membatasi praktek Islam oleh Muslim Uighur, dan pada 1997 pemerintah Cina mengeksekusi 30 separatis Uighur, memicu gelombang kekerasan yang telah menewaskan ratusan orang, sebagian besar warga sipil.

Sementara itu, Cina telah membubarkan lebih dari 40 kelompok yang mereka sebut “geng teror kekerasan” dan menangkap lebih dari 400 orang di Xinjiang sejak pemerintah melakukan tindakan keras pada bulan Mei, kata media pemerintah, Senin (7/7).
Kelompok Uighur dan aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa kebijakan represif pemerintah di Xinjiang, termasuk kontrol terhadap Islam, telah memicu kerusuhan.

“Kebijakan politik Cina akan menyebabkan lebih banyak orang menghadapi dakwaan yang tidak adil,” Dilxat Raxit, juru bicara kelompok Kongres Uighur Dunia, mengatakan dalam sebuah email.
– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/08/muslim-uighur-tolak-larangan-ramadhan-cina-tangkap-400-orang.html#sthash.VCYn2t4v.dpuf