Brigade Al-Qassam kembali tembakkan 102 roket pada hari Sabtu

GAZA (detikriau.org) – Kemampuan roket dan tempur Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, benar-benar mengejutkan penjajah zionis Yahudi. Pada hari kelima pertempuran, Sabtu (12/7/2014), roket-roket Brigade Al-Qassam kembali menghantam Tel Aviv, Bat Yam, Demona di wilayah reaktor nuklir gurun Negev, bandara internasional, jip militer dan tank “Israel”.

Situs resmi Brigade Al-Qassam melaporkan pada hari Sabtu Brigade Al-Qassam telah menembakkan sepuluh roket jenis Ja’bari 80 (J 80) yang dilengkapi dengan teknologi canggih ke Tel Aviv. Brigade Al-Qassam menegaskan teknologi terbaru pada kedua roket tersebut sama sekali belum mampu diungkap dan tidak mampu ditangkal oleh sistem pertahanan anti roket “Iron Dome” zionis sehingga kedua roket tersebut sukses menghantam targetnya di Tel Aviv.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh situs resminya, Brigade Al-Qassam menjelaskan roket J 80 ditembakkan ke wilayat Tel Aviv pada hari Sabtu pukul 21.00 malam. Sistem pertahanan anti roket “Iron Dome” tak mampu berbuat apa-apa untuk mendeteksi, apalagi menembak jatuh, roket-roket tersebut. Ini adalah prestasi dan kemampuan roket Brigade Al-Qassam yang tidak dimampui oleh kekuatan militer negara-negara Arab sejak penjajahan Yahudi pada 1948.

Brigade Al-Qassam pada hari Sabtu juga sukses menghantam sebuab jip militer dan sebuah tank pasukan penjajah zionis Yahudi di utara wilayah Gaza dengan roket anti tank jenis Coronet.

Total pada hari Sabtu Brigade Al-Qassam kembali menembakkan 102 roket ke wilayah penjajah zionis Yahudi. Diantaranya adalah 10 roket jenis J 80 ke Tel Aviv dan Bat Yam, dan 7 roket jenis M 75 ke kota Al-Quds, Demona [reaktor nuklir di gurun Negev] dan bandara internasional Ben Gurion. Dua roket jenis Coronet juga ditembakkan terhadap sebuah jip militer dan tank pasukan zionis.

Adapun dari hari pertama sampai hari kelima pertempuran “Peperangan daun-daun yang dimakan ulat”, Selasa (7/7/2014) sampai Sabtu (12/7/2014), Brigade Al-Qassam secara keseluruhan telah menembakkan 571 roket.

Rinciannya adalah empat buah roket jenis R 160, 12 roket jenis J 80, 44 roket jenis yang terkenal M 75, 13 roket jenis terbaru Sajil 55, dan sebuah roket jenis Fajr 5. Sisanya adalah roket-roket dari jenis Grad, Al-Qassam, dan 107. Ditambah roket jenis Coronet yang menghantam jip militer dan tank militer.

Ini adalah pertama kalinya Brigade Al-Qassam memberikan pernyataan rinci terkait roket-roket yang telah mereka tembakkan ke wilayah penjajah zionis Yahudi selama lima hari pertempuran yang telah berjalan.

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/13/brigade-al-qassam-kembali-tembakkan-102-roket-pada-hari-sabtu.html#sthash.RnFuIWO7.dpuf




Mengenal Hamas dan Kaitannya dengan Pembebasan Palestina

Hamas memiliki sayap militer yang membantu perjuangan membebaskan Palestina dari pendudukan Israel. Namanya Izz ad-Din al-Qassam

hamas-supporters-under-palestinian-flag-copydetikriau.org – PERDANA Menteri Israel Benyamin Netanyahu menuding organisasi Palestina Hamas berada di balik penculikan tiga remaja negara Yahudi tersebut. Tuduhan tak beralasan ini lantas disusul dengan operasi militer dan serangan udara ke kota Gaza oleh Zionis Israel sejak 8 Juli 2014 lalu. Puluhan luka-luka dan tidak sedikit warga Palestina yang tewas.

Netanyahu terkesan kukuh ingin membasmi anggota Hamas di Palestina. Keinginan tersebut diduga memuncak setelah organisasi Harakat Muqawamah al Islamiyyah ini mendukung Palestina bersatu bersama Fatah, seteru politik mereka. Hal ini pula yang terus menerus menjadi mimpi buruk bagi Zionis Israel.

Ketakutan Israel terhadap Hamas cukup beralasan jika dilihat dari jejak sejarah pembentukan sejak 1987 atau selama intifadah pertama. Organisasi yang berarti ‘Gerakan Perlawanan Islam’ ini merupakan cabang Ikhwanul Muslimin Mesir. Beberapa negara seperti Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Yordania, Mesir dan Jepang mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris. Sementara Iran, Rusia, Turki, Cina dan banyak negara di seluruh dunia Arab tidak mengambil sikap atas Hamas.

Hamas telah memerintah Jalur Gaza setelah memenangkan mayoritas kursi di Parlemen Palestina pada pemilihan 2006, dan mengalahkan organisasi politik Fatah dalam serangkaian bentrokan.

Hamas didirikan oleh Sheikh Ahmed Yassin yang bertujuan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel. Selain itu, berdasarkan Piagam Hamas 1988, organisasi ini juga ingin mendirikan negara Islam di Tepi Barat, Jalur Gaza dan wilayah yang sekarang menjadi negara Israel.

Sikap Hamas sedikit melunak kepada Israel pada 2009. Mereka sepakat bekerjasama dengan resolusi konflik Arab-Israel dengan menyatakan kawasan perbatasan Palestina sesuai perjanjian tahun 1967. Selain itu, Hamas juga bakal bekerja sama jika pengungsi Palestina memegang hak untuk kembali ke Israel dan Yerussalem Timur menjadi ibu kota negara baru.

93627b99-aa11-c3c7-9280-a6778fa40cc3hamas_30Rekonsiliasi damai tersebut tidak berjalan lama, setidaknya hingga 2014. Apalagi saat Mousa Abu Marzook Mohammed, wakil ketua biro politik Hamas mengatakan tidak akan mengakui Israel dan itu adalah garis merah yang tidak bisa dilewati.

Hamas memiliki sayap militer yang membantu perjuangan membebaskan Palestina dari pendudukan Israel. Namanya Izz ad-Din al-Qassam. Sayap militer ini telah meluncurkan serangan roket dari 1993 hingga 2006.

Pejuang Hamas ini juga turut menjadi pelaku bom bunuh diri di kawasan pendudukan Israel yang cukup meresahkan warga Yahudi tersebut. Selain itu, Izzad Din al Qassam juga melakukan serangkaian serangan dengan senjata ringan, roket dan mortir ke daerah-daerah militer Israel.
Tokoh-Tokoh Hamas

* Mahmoud al-Zahar

Mahmoud al-Zahar adalah salah satu pendiri Hamas. Pria kelahiran 1945 ini juga tercatat sebagai anggota Dewan kepemimpinan Hamas di Jalur Gaza.

* Sheikh Ahmed Yassin

Sheikh Ahmed Ismail Yassin dilahirkan di desa Al Jaurah, pinggiran Al-Mijdal, selatan Jalur Gaza (sekarang dekat Ashkelon di Israel). Tanggal lahirnya tak diketahui secara pasti. Menurut paspor, ia lahir pada 1 Januari 1929, namun ia telah menyatakan sebenarnya telah lahir pada 1938.

Sedangkan sumber Palestina mendaftarkan tahun lahirnya ialah 1937. Saat masih kanak-kanak, ia dan keluarganya terpaksa menjadi pengungsi akibat perang perlawanan terhadap Zionis Israel pada 1948.

Yassin mendirikan Hamas dengan rekannya Abdel Aziz al-Rantissi dan Khaled Meshal pada tahun 1987. Sheikh Ahmed adalah seorang tuna netra dan juga seorang paraplegic akibat kecelakaan olah raga pada masa mudanya. Sejak kecelakaan tersebut, dirinya terpaksa menggunakan kursi roda sepanjang sisa hidupnya.

Ia merupakan pejuang Intifadhah, mujahid dakwah yang berjuang menegakkan Islam dan qiyadah/pemimpin Palestina. Sheikh Ahmed Yassin dibunuh pada Senin, 22 Maret 2004. Saat itu helikopter Israel menghujam tiga roket ke kendaraannya seusai salat Subuh dan dalam keadaan berpuasa.

* Yahya Ayyash

Yahya Ayyash lahir di Rafah, Nablus, Palestina, pada 6 Maret 1966. Dia meninggal 5 Januari 1996 pada umur 29 tahun.

Yahya adalah seorang anggota Hamas yang menyelesaikan pendidikan dasarnya di Rafat dengan memuaskan yang membuatnya memenuhi syarat belajar keahlian teknik di Universitas Bir Zeit. Ayyash menerima gelar sarjana dari teknik elektro pada 1988.

Ia aktif dalam barisan Brigade Ezzul Deen Al Qassam di awal 1992. Dirinya merupakan spesialis pembuat bahan peledak dari bahan mentah yang tersedia di daerah Palestina. Ia dipercayakan dengan pengenalan teknik bom bunuh diri dalam konflik Israel-Palestina.

Ayyash menjadi salah satu ketua pembuat bom di Hamas. Dalam kapasitas itu, ia menerima gelar “Sang Insinyur.” Pengeboman yang dirancangnya menyebabkan kematian lebih dari 70 orang Israel.

Ia dibunuh oleh Shin Bet Israel menyusul perburuan besar-besaran para petinggi Hamas. Agen Israel bisa berkompromi dengan salah satu anggota Hamas anak buah Ayyash, yang memberinya telepon berbahan peledak. Saat mereka menegaskan Ayyash sedang menggunakannya, Shin Bet meledakkannya. Dia membunuhnya dengan cepat.

* Abdullah Yusuf Azzam

Dr. Abdullah Yusuf Azzam lahir 1941 dan meninggal 1989. Pria yang juga dikenal dengan nama Syekh Azzam ini adalah seorang figur utama dalam perkembangan pergerakan Islam.

“Ratusan tulisan dan pidatonya mampu menghidupkan ruh baru dalam diri ummat. Seolah-olah beliau dipilih Allah SWT untuk menegakkan kembali kewajiban yang telah dilupakan sebagian besar ummat Islam, yaitu jihad.” Demikian komentar DR. Dahba Zahely, cendekiawan Muslim Malaysia tentang DR Abdullah Azzam. Komentar senada juga datang dari cendekiawan dan ulama dari berbagai negara.

Syekh Azzam lahir di desa As-ba’ah Al-Hartiyeh, provinsi Jenin di sebelah barat Sungai Yordan. Setelah menamatkan pendidikan dasar dan lanjutan di desanya, dia melanjutkan ke Khadorri College di dekat kota Tulkarem dan mengambil jurusan pertanian. Setelah wisuda Syekh Azzam bekerja sebagai seorang guru di desa Adder, Yordania. Kemudian ia di Sharia College pada Universitas Damaskus di mana ia memperoleh gelar B.A. pada tahun 1966. Setelah tahun 1967 pada Perang Enam Hari dan Israel menduduki Tepi Barat, Syekh Azzam pindah ke Yordania dan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin Palestina.

Syeik Azzam pergi ke Mesir untuk melanjutkan studi Islam di Universitas Al-Azhar Kairo dan mendapat gelar master di bidang syariah. Ia kembali mengajar pada Universitas Jordan di Amman dan pada tahun 1971, Syekh Azzam kembali ke Universitas Al-Azhar dan memperoleh Ph.D dalam bidang Ushul Fiqh pada tahun 1973.

Pada tahun 1980 ia pindah ke Peshawar. Di sana ia mendirikan Baitul Anshar, sebuah lembaga yang menghimpun bantuan untuk para mujahid Afghan. Ia juga menerbitkan sebuah media Ummah Islam. Lewat majalah inilah ia menggedor kesadaran ummat tentang jihad. Katanya, jihad di Afghan adalah tuntutan Islam dan menjadi tanggung jawab ummat Islam di seluruh dunia.

Seruannya itu tidak sia-sia. Jihad di Afghan berubah menjadi jihad universal yang diikuti oleh seluruh ummat Islam di pelosok dunia. Pemuda-pemuda Islam dari seluruh dunia yang terpanggil oleh fatwa-fatwa Abdullah Azzam, bergabung dengan para mujahidin Afghan.

hamas_rallyJihad di Afghanistan telah menjadikan Abdullah Azzam sebagai tokoh pergerakan jihad zaman ini. Ia menjadi idola para mujahid muda. Peranannya mengubah pemikiran ummat Islam akan pentingnya jihad di Afghanistan telah membuahkan hasil yang sangat mengagumkan. Uni Sovyet sebagai negara Adidaya harus pulang dengan rasa malu, karena tidak berhasil menduduki Afghanistan.

Abdullah Azzam telah berhasil meletakkan pondasi jihad di hati kaum muslimin. Penghargaannya terhadap jihad sangat besar. “Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun jihad di Afghan, satu setengah tahun jihad di Palestina dan tahun-tahun yang selebihnya tidak bernilai apa-apa,” katanya pada seuatu ketika.

Ia juga mengajak keluarganya memahami dan memiliki semangat yang sama dengan dirinya. Isterinya menjadi pengasuh anak-anak yatim dan pekerja sosial di Afghanistan.

Komitmen Abdullah Azzam terhadap Islam sangat tinggi. Jihad sudah menjadi filosifi hidupnya. Sampai akhir hayatnya, ia tetap menolak tawaran mengajar di beberapa universitas. Ia berjanji terus berjihad sampat titik darah penghabisan. Mati sebagai mujahid itulah cita-citanya. Wajar kalau kemudian pada masa hidupnya dialah tokoh rujukan ummat dalam hal jihad. Fatwa-fatwanya tentang jihad selalu dinanti-nantikan kaum muslimin.

Beberapa kali Abdullah Azzam menerima cobaan pembunuhan. Sampai akhirnya ia dibunuh pada hari Jumat, 24 November 1989. Tiga buah bom yang sengaja dipasang di gang yang biasa di lewati Abdullah Azzam, meledak ketika ia memarkir kendaraan untuk salat Jumat di peshawar, Pakistan. Sheik Abdullah bersama dua orang anak lelakinya, Muhammad dan Ibrahim, meninggal seketika. Kendaraan Abdullah Azzam hancur berantakan. Anaknya, Ibrahim, terlempar 100 meter begitu juga dengan lainnya. Tubuh mereka juga hancur. Dalam peristiwa itu juga terbunuh anak lelaki al-marhum Sheikh Tamim Adnani (seorang perwira di Afghan).

* Abdel Aziz al-Rantissi

Dr. Abdel Aziz al-Rantissi lahir 23 Oktober 1947 dan meninggal 17 April 2004 pada umur 56 tahun. Dia adalah seorang yang ikut mendirikan militer Islam Palestina dan organisasi politik Hamas. Ia merupakan pemimpin politik Hamas dan pernah menjadi Jubir di Jalur Gaza menyusul pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap pemimpin spiritual Syekh Ahmad Yassin.

Seperti kebanyakan anggota Hamas, Rantissi menentang kompromi dengan Israel meneriakkan pembebasan seluruh daerah Palestina (termasuk keseluruhan Israel) melalui jihad melawan Zionis.

Rantissi dilahirkan di Yubna, desa yang termasuk Yavne modern yang tak ditempati pada 1948, dekat Jaffa. Menyusul Perang Arab-Israel 1948, keluarganya mengungsi ke Jalur Gaza. Ia mempelajari ilmu kesehatan anak di Mesir selama 9 tahun dan merupakan dokter berijazah, walaupun tak pernah berpraktek. Pada 1976 ia kembali ke Gaza setelah menjadi anggota Ikhwanul Muslimin.

Pada Desember 1992, Rantissi dipaksa keluar ke Lebanon bagian selatan, sebagai bagian pengusiran 416 Hamas dan mata-mata Jihad Islam Palestina. Dia muncul sebagai Jubir umum dari pengusiran.

Selama masa kembalinya pada 1993, ia ditangkap, namun kemudian dibebaskan. Ia juga ditahan beberapa kali lebih dari periode panjang oleh Otoritas Palestina, karena kritiknya pada Pemerintah Palestina dan Arafat. Penangkapan tersebut rata-rata terjadi di pertengahan 1999.

hamas3images1Sedemikian taktik tak menyurutkan seruannya. Saat Rantissi kembali kepada posisi umum sebagai “tangan kanan” Yassin, ia menyisakan satu dari pelawan utama untuk tiap gencatan senjata dan penghentian serangan terhadap Israel. Selama pembicaraan di antara kepemimpinan Hamas di Gaza dan luar negeri dan pada kontak tetapnya dengan Otoritas Palestina, Rantissi, bersama dengan Ibrahim Macadma, mengawasi sifat kepemimpinan Hamas.

Setelah kembalinya Syekh Yassin ke Jalur Gaza pada Oktober 1997, setelah pertukaran tahanan menyusul gagalnya percobaan pembunuhan Israel terhadap aktivis Hamas di Yordania, ia bekerja sama dengan seorang syekh yang sudah tua untuk memperbaiki perintah hirarkis dan memperkuat keseragaman kader termasuk reorganisasi Hamas. Menyusul pengeluaran Salah Shehadeh dan Ibrahim Macadma, ia menjadi kepala politik dan juga menyambut pemimpin spiritual Hamas, menyisakan pembicara pokoknya.

Dalam banyak peran itu, Rantissi memimpin, menginstruksikan dan menetapkan kebijakan – termasuk aktivitas serangan, menurut interogasi mata-mata Hamas. Beberapa pernyataan umumnya diberitakan untuk menjalankan instruksi buat mujahid untuk menyerang.

Dalam masa ketegangan, Rantissi tak habis-habisnya menghadirkan suara lantang.

Masa jabatan empat minggu Rantisi sebagai pemimpin Hamas dihabiskan dalam persembunyian.

Pada 6 Juni 2003, Rantissi memutuskan diskusi dengan Perdana Menteri Palestina Mahmud Abbas, yang telah menyerukan penghentian “perlawanan bersenjata”.

Pada 10 Juni 2003, Rantissi selamat dari serangan helikopter Israel terhadap mobil yang mana ia sedang berjalan-jalan. Ia terluka dalam serangan itu, yang membunuh beberapa orang di dekatnya.

Pada 26 Januari 2004, Rantissi menawarkan “10 tahun gencatan senjata sebagai penukar penarikan diri dan pendirian negara”. Ada beberapa rumor berkata di dalam Hamas tentang hal itu namun saat itu Rantissi mengumumkan bahwa “pergerakan telah mengambil keputusan dari itu”.

Pada 23 Maret 2004, Rantissi diangkat sebagai pemimpin Hamas di Jalur Gaza, menyusul pembunuhan Yasin oleh angkatan Israel.

Pada 27 Maret 2004, Rantissi memanggil 5.000 pendukung di Gaza. Ia mendeklarasikan presiden AS George W. Bush sebagai “musuh Muslim”. “Amerika mendeklarasikan perang melawan Allah. Sharon mendeklarasikan perang melawan Allah dan Allah mendeklarasikan perang melawan Amerika, Bush dan Sharon. Perang dari Allah berlanjut melawan mereka dan saya dapat melihat kemenangan muncul dari tanah Palestina dengan tangan Hamas.”

Pada 17 April 2004, Rantissi dibunuh oleh Angkatan Pertahanan Israel dengan tembakan peluru di mobilnya. Cara kematian seperti yang ia telah pilih; sebelumnya ia berkata, “Kematian ini apakah dengan pembunuhan atau kanker; itu sama saja. Tiada yang akan mengubah jika itu ialah Apache (helikopter) atau perhentian jantung. Namun saya memilih untuk terbunuh dengan Apache.”

Dua orang lainnya, satu orang pengawal, juga terbunuh dalam serangan itu. Radio pasukan Israel menetapkan bahwa inilah kesempatan pertama pada sasaran Rantissi, tanpa kerugian tambahan, sejak ia mengambil kepemimpinan Hamas, berkata ia telah menghabiskan sedikit minggu terakhir mengelilingi dirinya dengan anak-anak.
* Khaled Meshal

Khaled Mashal lahir pada 28 Mei 1956. Dia adalah seorang pemimpin politik Palestina. Mashal telah menjadi pemimpin utama pergerakan Hamas, sebuah organisasi paramiliter Islam di Palestina dan partai politik, sejak pembunuhan Abdel Aziz al-Rantissi pada 2004. Ia juga memimpin biro politik Hamas cabang Suriah.

Setelah mendirikan Hamas pada 1987, Mashal datang ke Kuwait untuk memimpin cabang organisasi tersebut di sana. Mashal pindah dari Kuwait ke Yordania pada 1991. Sejak pengusiran para pemimpin Hamas dari Yordania pada Agustus 1999, Mashal tinggal di Qatar sebelum pindah ke ibu kota Suriah, Damaskus pada 2001.

Mashal lahir di Silwad, sebuah desa utara dari Ramallah. Dia bersekolah di Sekolah Dasar Silwad sampai pecah Perang Enam Hari pada 1967. Ayahnya memindahkan mereka sekeluarga ke Kuwait karena alasan keuangan. Mashal bergabung dengan Ikhwanul Muslimin pada 1971. Dia kemudian meraih gelar sarjana sains dalam bidang fisika dari Universitas Kuwait.

Di universitas, Mashal memimpin kelompok Keadilan Islam (qa’imat al-haq al-islamiyya) di pemilihan Persatuan Mahasiswa Palestina pada 1977. Basis pergerakan Keadilan Islam adalah pergerakan Islam Palestina, sebagai bagian dari Ikhwanul Muslimin. Setelah dibatalkannya pemilihan, Mashal mendirikan Liga Islam Mahasiswa Palestina (al-rabita al-islamiyya li talabat filastin) pada 1980. Mashal mengajar di Kuwait dari 1978 sampai 1984. Dia menikah pada 1980 dan merupakan seorang ayah dari tiga putri dan empat putra.

Pada 1983, pergerakan Islam Palestina menggelar sebuah konferensi internal tertutup di sebuah negara Arab. Konferensi ini diikuti delegasi dari Tepi Barat, Jalur Gaza dan pengungsi Palestina dari berbagai negara tetangga. Konferensi ini dianggap sebagai pijakan berdirinya Hamas. Mashal adalah bagian dari proyek kepemimpinan untuk membangun pergerakan Islam Palestina. Setelah 1984, dia menyerahkan seluruh waktunya untuk proyek tersebut.

Mashal tinggal di Kuwait sampai pecah Perang Teluk pada 1991. Ketika Iraq menginvasi Kuwait, ia pindah ke Yordania dan mulai bekerja secara langsung dengan Hamas. Dia kemudian menjadi anggota Biro Politik Hamas sejak pendiriannya dan ketua sejak 1996.

Pada 25 September 1997, Mashal menjadi target pembunuhan yang dilakukan agensi intelijen Israel, Mossad, dibawah perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kabinet keamanannya. Pembunuhan ini dimaksudkan untuk pembalasan atas pengeboman Pasar Mahane Yehuda 1997. Saat pembunuhan tersebut terjadi, Mashal dianggap sebagai ketua Hamas cabang Yordania.

imagesDua agen Mossad membawa paspor Kanada palsu memasuki Yordania, tempat Mashal tinggal. Agen-agen tersebut menunggu di pintu masuk kantor Hamas di Amman. Ketika Mashal masuk ke kantornya, salah satu agen datang dari belakang dan melekatkan perangkat khusus ke telinga kiri Mashal yang ditransmisikan racun reaksi cepat. Segera setelah itu, dua agen Israel tersebut ditangkap.

Pada 1999, Hamas dilarang di Yordania. Raja Abdullah menuduh Hamas menggunakan negaranya untuk aktivitas-aktivitas ilegal, dan percobaan Hamas untuk mengganggu perjanjian damai antara Israel dan Yordania. Tahun itu juga, Yordania menahan para pemimpin elit Hamas, termasuk Mashal, Mousa Abu Marzook dan lima orang lain saat baru sampai di Yordania dari Iran. Mereka didakwa menjadi anggota organisasi terlarang di Yordania, dan kepemilikan ilegal senjata ringan dan granat tangan, penipuan dan penggalangan dana ilegal. Mashal diusir dari Yordania dan akhirnya memilih tinggal di Qatar. Pada 2001, dia pindah ke Damaskus, Suriah.

Pada Februari 2012, saat Perang Saudara Suriah meletus, Mashal meninggalkan negara tersebut dan kembali ke Qatar. Hamas menjauhkan diri dari rezim pemerintahan Suriah dan menutup kantor-kantornya di Damaskus. Segera setelah itu, Mashal mengumumkan dukungannya terhadap pasukan pemberontak, membuat televisi pemerintah Suriah mengeluarkan perintah “serangan hinaan” kepadanya. Pada masa itu dia bekerja di Doha dan Kairo.

Pada Desember 2012, setelah terjadinya Operasi Pilar Pertahanan dan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Mashal mengumumkan bahwa dia akan mengunjungi Gaza, setelah 37 tahun pengasingan.

Mashal adalah seorang kritikus vokal dari Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat, sering menolak untuk mengikuti perintah yang dikeluarkan oleh PA mengenai gencatan senjata dengan Israel. Mashal dianggap sebagai kekuatan kunci di balik kebijakan ini, bersama dengan Sheikh Ahmed Yassin. Namun, Mashal tidak menghadiri pemakaman Arafat, di Kairo pada 12 November 2004.

Pada tanggal 29 Januari 2006, setelah kemenangan mengejutkan Hamas dalam pemilihan umum Palestina 2006, Mashal menyatakan bahwa Hamas tidak punya rencana untuk melucuti senjata. Dia menyatakan bahwa Hamas siap untuk “menyatukan senjata faksi Palestina, dengan konsensus Palestina, dan membentuk tentara seperti negara merdeka … tentara yang melindungi rakyat kita melawan agresi”.

Kemudian, pada 13 Februari 2006, Mashal menyatakan bahwa Hamas akan mengakhiri perjuangan bersenjata melawan Israel jika Zion mundur ke perbatasan sebelum tahun 1967 dan mengakui hak Palestina untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Dalam sebuah wawancara Reuters pada tanggal 31 Juli 2006, Mashal memperingatkan orang Palestina di mana-mana terhadap upaya untuk memisahkan masalah Lebanon dan Palestina.

Dia menegaskan kembali sikap ini dalam sebuah wawancara 5 Maret 2008 dengan Al Jazeera English, mengutip penandatanganan Hamas dari Deklarasi Kairo 2005 dan Dokumen Rekonsiliasi Nasional, dan membantah sikap penolakan. Dalam sebuah wawancara dengan Sky News pada tanggal 30 Maret 2008, Mashal mengatakan, bahwa Hamas tidak akan mengakui Israel dan mendukung pengeboman bunuh diri, mengatakan itu adalah “perlawanan Palestina” menentang “kejahatan Israel”.

Mantan Presiden AS Jimmy Carter bertemu dengan Mashal pada tanggal 21 April 2008 dan mencapai kesepakatan bahwa Hamas akan menerima pembentukan negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan ketentuan bahwa keadaan seperti itu telah diratifikasi oleh rakyat Palestina melalui referendum. Hamas kemudian menawarkan gencatan senjata sepuluh tahun jika Israel kembali ke perbatasan tahun 1967 dan mengakui hak kembali semua pengungsi. Israel tidak menanggapi tawaran itu.

Kemudian, pada 27 Mei 2008, Mashal bertemu dengan Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei, di Teheran dan menyatakan, “Bangsa Palestina akan melanjutkan perlawanan meski ditekan dan tidak akan berhenti dalam memperjuangkan jihad.” Hamas menyatakan bahwa mereka tidak merasa terikat oleh “Peta Jalan Menuju Perdamaian” dipromosikan oleh Kuartet Diplomatik, karena Israel tidak menghormati komitmennya dengan ‘peta jalan’. Hamas juga menolak pembentukan “entitas Palestina tanpa kedaulatan sejati, yang utamanya bertugas untuk menjaga keamanan Israel.”

Mashal terlibat dalam negosiasi kesepakatan pertukaran tahanan tentara Israel Gilad Shalit untuk lebih dari 1.000 tahanan Palestina di Israel. Shalit ditangkap dalam wilayah Israel di dekat perbatasan selatan Jalur Gaza oleh koalisi kelompok-kelompok paramiliter Palestina, termasuk Hamas, yang telah menyeberangi perbatasan melalui sebuah terowongan bawah tanah di dekat penyeberangan perbatasan Kerem Shalom. Pada tanggal 10 Juli 2006, Mashal berbicara secara otoritatif mengenai tahanan Israel, menyatakan Shalit adalah tawanan perang dan menuntut pertukaran tahanan.

Pada 18 Juni 2008, Israel mengumumkan gencatan senjata bilateral dengan Hamas yang secara resmi dimulai tanggal 19 Juni 2008. Kesepakatan itu dicapai setelah perundingan antara kedua kubu dilakukan dengan mediator Mesir di Kairo. Sebagai bagian dari gencatan senjata, Israel telah setuju untuk melanjutkan pelayaran komersial yang terbatas di perbatasannya dengan Gaza, pembatasan apapun kerusakan pada perjanjian damai tentatif, dan Hamas mengisyaratkan bahwa hal itu akan membahas pembebasan Shalit.

Namun, pada tanggal 29 Juli 2008, Presiden OtoritaS Palestina Mahmoud Abbas menyuarakan penentangan yang kuat untuk pembebasan 40 anggota Hamas dari parlemen Palestina dalam pertukaran bagi Shalit. Pada tanggal 2 Oktober 2009, setelah pertukaran 20 tahanan Palestina untuk video pembuktian hidup, Khaled Mashal bersumpah untuk menangkap lebih banyak tentara Israel.

Pada tanggal 18 Oktober 2011, Shalit dibebaskan dan diserahkan kepada Israel dalam pertukaran untuk 1.027 tahanan Palestina.

Mashal tiba di Jalur Gaza untuk pertama kalinya pada tanggal 7 Desember 2012, memulai kunjungan empat hari, untuk merayakan ulang tahun ke-25 berdirinya Hamas. Setelah tiba di perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza, Mashal bersujud di tanah dalam doa, dan “meneteskan air mata” karena sambutan warga. Mashal menyebut kunjungannya sebagai “kelahiran ketiganya,” dan “Kami, para politisi berhutang kepada rakyat Gaza.”

Bepergian melalui Kota Gaza pada hari pertama tur, Mashal mengunjungi rumah pendiri Hamas yang dibunuh Israel, Ahmed Yassin, serta rumah Ahmed Jabbari, wakil kepala sayap militer Hamas, yang dibunuh pada awal dari serangan Israel pada bulan sebelumnya.

Datang bersama-sama dengan para pemimpin faksi Palestina dan keluarga Palestina yang tewas oleh atau dipenjara di Israel, ia lebih lanjut mengatakan, “Komitmen nasional Palestina berada di bawah tanggung jawab setiap orang. Ketidaksepakatan akan melemahkan kita.”

Berpidato di hadapan puluhan ribu peserta dari perayaan ulang tahun ke-25 tahun Hamas di Lapangan Katiba di Kota Gaza, Mashal menyatakan bahwa perlawanan bersenjata adalah jalan yang benar untuk Palestina untuk mendapatkan hak-hak mereka dan “membebaskan” Palestina.

Dia menegaskan penolakan gerakannya untuk melepaskan setiap bagian dari Palestina, menyatakan “Palestina dari sungai ke laut, dari utara ke selatan, adalah tanah kami dan kami tidak akan pernah menyerah satu inci pun.”

Namun, ia juga memberikan dukungan pada inisiatif sukses Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk pengakuan internasional terhadap Negara Palestina di PBB, menambahkan keyakinannya bahwa diplomasi membantu perjuangan Palestina, tetapi diperlukan dalam hubungannya dengan “perlawanan.”

Pada akhir kunjungannya Mashal menekankan bahwa rekonsiliasi Palestina adalah penting, yang menyatakan bahwa “Gaza dan Tepi Barat adalah dua bagian dari tanah air Palestina.”

* Ismail Haniya

Ismail Haniya lahir di Gaza pada 1962. Dia adalah seorang politikus Palestina dan Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina pada 19 Februari 2006. Haniya dikenal sebagai pemimpin Hamas yang lebih moderat dan dekat dengan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmad Yassin, yang dibunuh Israel.

Lahir di perkampungan pengungsi al-Shari pada tahun 1962, tahun 1987 ia lulus dari Universitas Islam Gaza dengan gelar dalam bidang sastra Arab. Haniya lalu dipenjara tanpa tuduhan oleh pemerintah Israel selama tiga tahun dari tahun 1989 hingga 1992. Setahun kemudian ia menjadi kepala fakultas di Universitas Islam Gaza. Kemudian pada pemilu 2006, ia dipilih Hamas sebagai calon legislatif urutan pertama Hamas.

Haniyeh diberhentikan oleh Abbas pada 14 Juni 2007 dan ditunjuk Salam Fayyad sebagai gantinya. Hal ini telah dianggap ilegal oleh Dewan Legislatif, yang terus untuk mengenali Haniyeh. Fayyad Mengatur di Tepi Barat yang dikendalikan Fatah , sedangkan Haniyeh terus memerintah Jalur Gaza yang dikendalikan Hamas.[*]

– See more at: http://atjehpost.com/m/read/7421/Mengenal-Hamas-dan-Kaitannya-dengan-Pembebasan-Palestina#sthash.heZUNFki.dpuf




Hamas Ancam Israel Lewat Nasyid Perang Versi Bahasa Ibrani

Ini sejak lama jadi lagu wajib peperangan bagi para pejuang Palestina.

258992_anggota-front-demokrasi-untuk-pembebasan-palestina-di-gaza_663_382detikriau.org – Serangan Israel ke Gaza tidak membuat Hamas gentar. Sayap militan partai Palestina ini bahkan mengeluarkan ancamannya, bukan melalui pernyataan, tapi melalui nasyid yang membakar semangat perang.

Diberitakan Al-Arabiya, Sabtu 12 Mei 2014, nasyid itu dibuat dalam bahasa ibrani agar Israel mengerti. Sebetulnya, nasyid itu sudah terkenal lebih dulu dalam versi Arab yang berjudul “Goncangkan Keamanan Israel.”

Nasyid versi Arab ini telah sejak lama menjadi lagu wajib peperangan bagi para pejuang Palestina di Gaza, terutama Brigade Ezz al Deen Al Qassa. Liriknya sudah pasti mengobarkan semangat juang para mujahid.

“Singkirkan seluruh zionis, bakar tentara dan pangkalan mereka. Musnahkan seluruh sarang-sarang kecoa, usir zionis,” bunyi lirik pada nasyid.

Korban tewas di Gaza telah mencapai 121 orang, puluhan di antara mereka wanita dan anak-anak. Israel sepertinya belum akan menyurutkan serangan, malah akan memperparahnya dengan menurunkan pasukan darat.

Hamas membalas dengan roket yang kalah canggih dari Israel. Jumat lalu, Hamas meluncurkan roket ke Israel tengah, membuat ribuan warganya kocar-kacir menyelamatkan diri. Hingga saat ini, belum ada roket Hamas yang menewaskan satu pun orang Israel. Hal ini berkat tameng rudal dan bunker anti bom mereka.

“Mereka takut mati dan bersembunyi di balik dinding dan berlindung. Mereka dihujani roket. Membuat dunia mereka jadi mengerikan,” ujar nasyid Hamas lagi.

Saat ini Hamas mengincar Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Brigade al-Qassam memperingatkan maskapai asing untuk tidak menuju bandara itu jika tidak ingin diroket.

“Kami berpesan kepada seluruh maskapai asing yang terbang menuju entitas zionis, agar mereka menghentikan penerbangan ke tempat itu karena bahaya meliputi bandara di tengah perang,” kata Brigade al-Qassam dalam pernyataannya.(*)

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/521057-hamas-ancam-israel-lewat-nasyid-perang-versi-bahasa-ibrani




Bukti Intervensi Asing (Konspirasi Global) di Pilpres 2014

“Bung Karno: Ingatlah pesanku, jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu”……………………

imagesBukti – bukti keterlibatan asing, lebih dari satu negara atau kekuatan asing biasa disebut dengan istilah Konspirasi Global, singkat KG.

Selama puluhan tahun KG terbukti telah menyerang Indonesia melalui berbagai modus dan instrument KG, yang secara kasat mata tidak menampilkan fisiknya, tetapi sangat terasa dalam kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia. Perubahan besar perilaku rakyat Indonesia, pergeseran nilai dan persepsi, transformasi budaya dan seterusnya, yang terjadi pada bangsa Indonesia, terutama disebabkan oleh rekayasa opini publik ciptaan konspirasi global yang bertujuan mengubah bangsa Indoensia menjadi suatu bangsa yang mudah mendukung atau menerima kepentingan KG di Indonesia.

Instrumen atau alat KG dalam melancarkan ‘serangannya’ kepada suatu bangsa/negara, termasuk Indonesia dapat terdiri dari berbagai macam, seperti media massa, LSM (lembaga swadaya masyarakat), akademisi, ulama, tokoh dan cendikiawan yang telah direkrut secara sadar atau tidak sadar, politisi dan pejabat tinggi sipil dan militer, lembaga atau instansi tertentu (direkrut secara tidak sadar melalui berbagai kerjasama atau bantuan program), dan lain – lain. Semua alat atau instrument ini dikenal dengan sebut agen KG.

Upaya pencapaian tujuan KG dengan mengendalikan perilaku suatu bangsa umumnya dicapai melalui penerapan strategi AWS atau Assymetric Warfar Strategy. KG tidak mengirim pasukan militernya untuk invasi suatu negara, melainkan cukup dengan memaksimalkan fungsi agen-agen AWS KG yang tersebar di negara sasaran.

Indonesia sudah lama diserang AWS KG dengan tujuan utama mereka adalah melakukan akselerasi perubahaan sosial agar rakyat Indonesia lebih mudah dikuasai dan dikendalikan oleh pihak asing.

Terkait pemilu dan pilpres 2014 di Indonesia, KG telah lama melakukan serangan dengan pembentukan opini dan persepsi rakyat Indonesia agar lebih menerima kelompok minoritas sebagai pemimpin bangsa terutama presiden. Untuk lebih efektif, KG juga secara bersamaan menghancurkan nilai-nilai luhur bangsa, nilai-nilai agama dan ideologi Pancasila. Rakyat Indonesia digiring dan diarahkan agar lebih liberal, individualis, egois, permisif, materialistis, hedonis dan pragmatis oportunitis.

Serangan utama KG pertama kali ditujukan pada penghancuran nilai-nilai dan simbol-simbol Islam di Indonesia. Serangan ini dilakukan KG secara sistematis, berkesinambungan, melibatkan lembaga hukum seperti Polri dan KPK, serta jaringan media.

Operasi penyergapan terorisme yang diikuti dengan penembakan mati terhadap terduga teroris, yang kemudian dipublikasikan oleh media tertentu dengan sudut pandang (angel) tertentu, dimaksudkan untuk membentuk opini dan persepsi bahwa Indonesia adalah negara teroris atau setidaknya untuk menimbulkan kesan terorisme (Islam) tumbuh subuh di Indonesia.

Padahal semua operasi pemberantasan terorisme Indonesia itu adalah rekayasa belaka karena berdasarkan fakta dan postulat bahwa tidak mungkin atau mustahil terorisme dilahirkan dari kelompok masyarakat yang mayoritas dan tidak tertekan sama sekali. Sudah merupakan postulat (hukum) bahwa terorisme hanya lahir dari kelompok minoritas yang tertekan atau diperlakukan secara tidak adil di seuatu negara.

Setelah labeling atau stigma terorisme dilekatkan di entitas Islam Indonesia, KG kemudian melancarkan serangannya terhadap tokoh – tokoh Islam dengan modus penjeratan delik pidana korupsi. Tokoh – tokoh Islam yang dijerat dengan pidana korupsi, kasusnya dikembangkan dan dibesar-besarkan hingga keluar dari substansi hukum yang sebenarnya. Media massa agen AWS KG digunakan secara maksimal untuk mempublikasikan politainment seputar aib dan perilaku buruk tokoh islam yang sedang dijerat delik korupsi itu. Agen AWS KG yang paling dominan dalam menjalankan peran menghancurkan nilai-nilai dan simbol-simbol Islam melalui kasus-kasus hukum para tokoh Islam adalah KPK, yang notabene saat ini dikendalikan oleh kelompok sosialis liberal Indonesia. Merekalah agen ASW KG.

Secara simultan, media massa agen AWS KG dan tokoh – tokoh tertentu yang juga agen AWS KG, secara masif selalu mengeluarkan hujatan – hujatan, pelecehan-pelecehan dan penistaan-pemistaan terhadap simbol-simbol Islam, seperti konsep poligami, perceraian, kebiasaan berjenggot, dan seterusnya. Mereka bertujuan membentuk opini dan persepsi publik yang mempermalu umat Islam dan menghancurkan keyakinan umat Islam terhadap agama yang dianutnya.

Puncaknya serangan KG ditujukan untuk memenangkan pemilu dan pilpres 2014, di mana KG berkolaborasi dengan mayoritas konglomerat cina Indonesia dan para pribumi yang menjadi antek-antek KG untuk mendudukan seorang tokoh ciptaan KG sebagai presiden Indonesia.

Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman mengatakan Pemilu Presiden 2014 sarat intervensi asing. Berbagai upaya dilakukan oleh orang asing di Indonesia dan di luar negeri untuk memenangkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Termasuk di antaranya adalah melakukan pembunuhan karakter Prabowo Subianto.

“Selama dua bulan terakhir, saya monitor dan terus kumpulkan bukti intervensi asing di Pemilu Presiden 2014. Ini membuktikan bahwa yang terjadi bukanlah spontanitas, tetapi terkoordinasi dengan baik oleh sebuah kekuatan besar. Mereka benar-benar tidak ingin Prabowo jadi Presiden RI menggantikan SBY” ungkap Jajat, Selasa (8/7/2014).

NCID memaparkan sedikitnya delapan bukti intervensi asing (KG) di Pemilu Presiden 2014, yakni :

1) Pernyataan keberpihakan dari Majalah TIME dan Majalah The Economist. Kedua majalah ini secara terbuka mengatakan bahwa Prabowo tidak boleh sampai jadi Presiden RI.

2) Kemunculan penulis asal Amerika Allan Nairn dengan tulisan yang memojokkan Prabowo. Di kalangan diplomat Indonesia, Allan dikenal memiliki rekam jejak menulis berita palsu tentang TNI. Mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal mengatakan “dia (Allan Nairn) sejak dulu selalu mencari peluang untuk memecah belah Indonesia.”

3) Adanya intimidasi kepada WNI yang hendak memilih di depan KJRI Perth, Australia oleh WNA yang mengkampanyekan kemerdekaan Papua. Mereka meminta WNI untuk memilih Joko Widodo dan mengatakan hanya orang bodoh yang memilih Prabowo. Tercatat beberapa WNI yang tinggal di Perth melaporkan kejadian ini melalui media sosial.

4) Pernyataan keberpihakan kepada Joko Widodo oleh artis-artis asal Amerika dan Inggris seperti Jason Mraz, Sting dan Akarna, serta bintang porno Vicky Vette. Pengumuman yang dilakukan H-1 menjelang pemilihan dengan penyeragaman agar jelas menunjukkan adanya koordinasi, bukan aksi spontanitas.

5) Kemunculan iklan yang mempromosikan Joko Widodo dan mendiskreditkan Prabowo Subianto di Google, YouTube dan jaringan iklan AdSense. Padahal di situsnya sendiri secara eksplisit Google melarang segala jenis iklan politik untuk ditayangkan di Indonesia.

6) Penutupan secara serentak beberapa akun yang secara terbuka tidak mendukung Joko Widodo, tidak lama setelah pertemuan Joko Widodo dengan direktur politik Twitter Peter Greenberger di Jakarta.

7) Pemberitaan palsu oleh Bloomberg mengenai transaksi saham MNC Group yang mendiskreditkan pasangan Prabowo-Hatta. Pada 20 Juni 2014, Bloomberg mengatakan bahwa Prabowo-Hatta memborong saham MNC Group. Padahal transaksi tersebut tidak pernah terjadi.

8) Pernyataan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake pada 23 Juni 2014. Ia mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Pemerintah RI harus mengusut dugaan kasus HAM Prabowo. Pernyataan terbuka ini memicu reaksi keras dari DPR karena merupakan bukti konkret campur tangan Amerika dalam Pemilu Presiden Indonesia.

Menurut Jajat, intervensi asing yang begitu kentara untuk mengurangi elektabilitas Prabowo justru mengkokohkan keyakinan rakyat Indonesia bahwa Prabowo adalah presiden yang harus dipilih pada 9 Juli 2014.

“Hal ini disebabkan oleh pernyataan legendaris Bung Karno tentang intervensi asing. Bung Karno mengatakan: Ingatlah pesanku, jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu” tutup Jajat menirukan Sukarno.

Pencitraan luar biasa yang dipublikasikan media – media asing untuk Joko Widodo, termasuk pernyataan – pernyataan bernada pujian yang sebenarnya tidak berdasar atau absurd dari tokoh-tokoh atau selebriti dunia, juga merupakan bukti kuat intervensi KG / asing dalam pilpres 2014.
Tidak dapat disangkal bahwa intervensi asing itu juga diwujudkan dalam bentuk bantuan uang kampanye dan money politcs untuk kepentingan capres Joko Widodo. Puncaknya, intervensi asing dalam pilpres ditampilkan secara vulgar melalui kehadiran agen – agen mereka di Indonesia.

Mulai dari kedatangan para selebritis dunia (hiburan, olahraga dst), menteri luar negeri dari beberapa negara, duta besar, pimpinan – pimpinan lembaga internasional, konsultan politik, hingga direktur politik dan strategi global dari perusahaan raksasa social media Twitter.

Mereka semua bekerja untuk mendukung Jokowi terpilih sebagai presiden Indonesia dalam rangka mewujudakan kepentingan konspirasi global (KG) di Indonesia, yang tak lain dan tak bukan adalah neo imperialisme asing terhadap NKRI.

sumber: http://yudisamara.org/2014/07/12/bukti-intervensi-asing-konspirasi-global-di-pilpres-2014/




Mahasiswa Muslim Uighur dipaksa makan siang dan diancam akan diusir jika ketahuan berpuasa

mahasiswa-muslim-uighurURUMQI (Internasional) – Mahasiswa Muslim Uighur di perguruan tinggi Kashgar menghadapi ancaman diusir jika mereka terlihat berpuasa Ramadhan karena pejabat di Xinjiang telah mengeluarkan pelarangan bagi Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

“Administrasi kampus kami secara tegas melarang puasa Ramadhan dan praktik ibadah lainnya oleh mahasiswa Uighur,” kata seorang mahasiswa Uighur kepada Radio Free Asia (RFA), dengan syarat anonim, karena takut mendapatkan hukuman karena berbicara dengan media asing.

“Mereka yang menolak untuk makan siang akan diingatkan bahwa mereka akan diusir dari perguruan tinggi atau mereka akan kehilangan ijazah mereka,” katanya.

Setiap tahun, pemerintah Cina telah berulang kali memberlakukan pembatasan terhadap Muslim Uighur di wilayah barat laut Xinjiang setiap Ramadan.

Pihak kampus memerintahkan kepada semua restoran dekat kampus untuk tidak membuka restoran mereka untuk menghalangi mahasiswa Muslim berbuka puasa saat matahari terbenam.

Pihak administrasi perguruan tinggi juga telah mendistribusikan hidangan makan siang dan botol air gratis. “Mereka yang menolak makan siang akan dimasukkan ke dalam daftar hitam dan nama mereka akan disampaikan ke pimpinan Partai Komunis China di berbagai fakultas,” kata mahasiswa tersebut.

Meskipun ada ancaman pengusiran, beberapa mahasiswa Muslim mengambil resiko dengan tetap menjalankan ibadah puasa.

“Meskipun ada aturan ketat dan aktivitas mereka dipantau secara ketat, beberapa mahasiswa Uighur secara diam-diam tetap berpuasa” kata salah satu mahasiswa Uighur.

“Mereka meninggalkan kelas lebih awal dan membawa pulang makanan dari perguruan tinggi untuk berbuka puasa di asrama mereka.”

Beberapa ada yang tertangkap saat staf administrasi perguruan tinggi memeriksa tas-tas mahasiswa di pintu keluar, katanya.

“Jika otoritas perguruan tinggi menemukan masih ada makanan di tas mereka, para mahasiswa itu dipaksa untuk mengkonsumsi makanan itu di tempat,” katanya.

Mahasiswa yang bangun untuk makan sahur dan membaca doa di asrama mereka juga akan dihukum.

“Jika ada mahasiswa yang menyalakan lampu untuk makan sahur, para penjaga perguruan tinggi akan segera memblacklist mereka,” kata mahasiswa.

“Perguruan tinggi telah menyiapkan kamera pengintai di asrama dan di koridor perguruan tinggi untuk memantau kegiatan mahasiswa,” katanya.

“Mereka mengendalikan semua kegiatan kami dan kehidupan pribadi kami,” katanya.

“Perguruan tinggi kami bukan lembaga akademis tetapi sebuah kamp politik. Jika seorang mahasiswa berharap untuk tinggal di kamp ini, ia harus mematuhi aturan dan hanya tinggal diam,” tegasnya.(*)

 

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/11/mahasiswa-muslim-uighur-dipaksa-makan-siang-dan-diancam-akan-diusir-jika-puasa-di-bulan-ramadhan.html#sthash.vaWAcVMv.dpuf




Gaza: hari Kelima, 90 Syahid Gugur. 700 lebih Luka-luka

serangan-israel-ke-palestina-2012_8detikriau.org (internasional) – Israel terus melanjutkan aksinya. Hingga hari kelima, jumlah korban meninggal syahid mencapai 90 orang serta lebih dari 700 lainnya luka-luka termasuk puluhan rumah dan bangunan rusak parah.

Israel mulai melancarkan operasi militer kali ini dengan nama “tebing cadas” dengan menggempur Gaza dari udara secara masiv.

Sementara di pihak lain, perlawanan yang dipimpin brigade Izzudin Al-Qossam terus memberikan perlawanan dengan melessakan roket-roket terbaru milik mereka.

Diantaranya, roket R160 yang dapat menjangkau Haifa, Al-Quds dengan roket M75. Bahkan sejumlah kota di Israel kemarin digempur roket-roket perlawanan.

Untuk pertama kalinya, Al-Qossam dapat menggempur kota Damona dimana terdapat pangkalan nuklir milik Israel serta bandara militer Ramon, hingga Qisariah dan wilayah Laut Mati.

Al-Qossam dapat melancarkan perangnya secara spektakuler untuk pertama kalinya dapat menyerbu pangkalan angkatan Laut Zionis di Zakim dan Khad serta terlibat pertempuran sengit dengan mereka. disamping meledakan terowongan yang berada di bawah pangkalan Karem Abu Salem.(dro/infopalestina)