Negara Amerika Latin Tarik Duta Besarnya dari Israel

situasi-gaza-saat-diserang-israel-_140727165101-413TEL AVIV -– Karena ulah yang tak terpuji, kini Israel menghadapi tekanan diplomatik dari berbagai negara. Saat ini, beberapa negara Amerika Latin telah menarik duta besarnya dari Tel Aviv sebagai protes atas serangan Israel ke Gaza.

Peru adalah salah satu negara yang telah menarik duta besarnya dari Israel. Para pejabat Israel dikabarkan tidak senang dengan gerakan ini.  “Israel menyatakan kekecewaan atas keputusan ini, dibuat oelh sebuah negara yang ramah yang dengannya kita berbagi setengah abad membina hubungan yang baik,” bunyi salah satu dokumen resmi yang dirilis Israel, baru-baru ini.

Pesan tersebut juga mengingatkan tentang pengalaman kedua negara menghadapi terorisme. “Israel selalu bersimpati dengan Peru. Selama bertahun-tahun mereka berjuang melawan terorisme. Terlepas dari kedekatan antara kedua negara, hari ini kita terkejut bahwa Peru tidak mendukung Israel dalam upaya melindungi warganya.”

“Jika ekstremis menyerang Peru dengan 3.000 roket dan rudal dalam satu bulan, tanpa keraguan pemerintah Peru akan bereaksi dengan cara yang sama dengan yang dilakukan Israel sekarang, untuk melindungi kehidupan semua warga Peru. Itu adalah komitmen dari semua negara bebas dan demokratis,” kata memo tersebut.

Negara-negara Amerika Latin lain juga menarik duta besarnya dari Israel beberapa hari terakhir. Chili dan El Salvador juga melakukan hal yang sama. Keputusan ini tampaknya didorong oleh keputusan yang sama dari Brasil yang telah terlebih dahulu menarik duta besarnya.

The Jerussalem Press mengutip pernyataan Menteri Luar Negri Israel, Yigal Palmor. Ia mengatakan bahwa keputusan Chili, El Salvador, dan Peru merupakan dukungan terhadap kelompok Hamas, yang telah diakui sebagai negara teroris oleh banyak negara di seluruh dunia.

Palmor juga menyarankan agar ketiga negara ini mempromosikan gerakan internasional utnuk membantu Israel berupaya mempertahankan warga sipil tak berdosa dan menghantikan demiliterisasi Gaza.




Al Qassam Tewaskan 110 Tentara Zionis Israel

Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

GAZA — Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas, menyatakan telah menewaskan setidaknya 110 perwira dan prajurit tentara penjajah Zionis Israel serta melukai ratusan lainnya sejak dimulai perang darat.

Dalam pernyataan resminya dikeluarkan Senin (28/7) sebagaimana diterima Mi’raj Islamic News Agency, Al Qassam menegaskan telah memberikan kerugian besar terhadap Zionis Israel.

Selain perwira dari pasukan yang mereka sebut sebagai satuan elite, sejumlah tank dan pesawat tempur tanpa awak (drone) milik militer Zionis Israel juga berhasil dihancurkan.

Jumlah tentara Zionis tewas yang disebutkan merupakan hasil hitungan langsung Al-Qassam di lapangan saat terjadi baku tembak langsung dengan tentara penjajah Zionis Israel. Jumlah tersebut belum termasuk yang tewas di dalam tank yang berhasil dihancurkan oleh para pejuang Palestina.

Pada hari ke-22 agresi Zioni Israel ke Gaza, Al Qassam berhasil menewaskan setidaknya dalam satu hari itu sejumlah 19 tentara penjajah Zioniz Israel.

Dua aksi heroik ditunjukkan oleh Al-Qassam pada Senin (28/7) pukul 18.45 waktu Gaza berhasil menyusup ke pertahanan musuh dan menyerang sejumlah besar pasukan penjajah Zionis Israel dari batalion Nahal Oz.

Pasukan khusus Al-Qassam berusaha menangkap hidup-hidup salah seorang prajurit penjajah Zionis Israel, namun karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan sehingga upaya itu belum berhasil.

Dalam operasi itu, Al-Qassam berhasil menewaskan 10 tentara Zionis Israel dan merampas sebuah senjata api dari jenis senapan serbu Tavor bernomor 438522900×95 yang biasa digunakan oleh pasukan elite Zionis Israel. Setelah melakukan aksi tersebut, sembilan pejuang Al-Qassam berhasil kembali dengan selamat.(republika)




Korban Tewas di Gaza Tembus Angka 1.200 Orang

“Upaya gencatan senjata tengah digodok di Kairo, Mesir”

260812_korban-tewas-di-gaza-akibat-serangan-israel_663_382detikriau.org (internasional) – Korban tewas di Gaza akibat kebiadaban Israel telah menembus angka 1.200 orang. Ratusan di antara mereka adalah anak-anak. Penyerangan akan terus terjadi seiring penolakan kedua kubu untuk melakukan gencatan senjata.

Menurut data Badan Koordinasi Kemanusiaan PBB, dikutip Al-Arabiya, Selasa 29 Juli 2014, 200 di antara korban tewas adalah anak-anak sejak penyerangan ke Gaza dimulai 8 Juli lalu. Dalam penyerangan di hari Idul Fitri, setidaknya 100 orang tewas, termasuk 10 anak-anak dan enam wanita.

Menurut data Israel yang dikutip CNN, 300 dari korban tewas adalah militan di Gaza, sisanya warga sipil yang tidak berdosa. Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, ada 9.000 militan Hamas di kota itu. Sementara itu Israel telah menyiagakan 176.000 militer aktif mereka untuk menghadapi pejuang Hamas. Dari kubu Israel, 53 tentara dan tiga warga sipil tewas.

Menurut tim medis, serangan Zionis ke Gaza semakin gencar setelah tewasnya 10 tentara Israel pada pertempuran di perbatasan Senin lalu. Tangki berisi tiga juta kubik bahan bakar untuk pembangkit listrik diesel Gaza hancur diroket Israel. Akibat hal ini, Gaza diprediksi akan kekurangan listrik selama setahun.

Rumah mantan perdana menteri Palestina dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh juga menjadi sasaran serangan Israel. Rumah Haniyeh hancur, namun tidak ada korban tewas. Selain itu, lembaga penyiaran Al-Aqsa TV dan Al-Aqsa Radio juga dihantam serangan. Layanan televisi masih beroperasi, namun radio mati.

Selasa kemarin, delegasi dari Palestina telah berangkat ke Kairo, Mesir, untuk membicarakan rencana gencatan senjata. Delegasi kali ini juga terdiri dari perwakilan Hamas, Islamic Jihad dan Fatah. Upaya gencatan senjata sebelumnya batal setelah kedua kubu kembali baku tembak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mereka siap untuk pertempuran jangka panjang. Menurut dia, mereka akan melakukan apapun sampai rakyat Israel merasa aman dari Hamas.

“Target ini bisa dicapai secara diplomatis atau militer, atau kombinasi keduanya. Tapi kami akan tetap melanjutkan serangan sampai target itu tercapai,” kata Netanyahu.

Pihak Hamas juga mengaku tidak gentar atas ancaman Israel. “Jika musuh tidak cukup dengan serangan kami, maka tentara-tentara kami punya banyak kejutan bagi para pemimpin dan pasukan khusus mereka,” kata Hamas dalam sebuah posting online.(*)

Sumber: viva.co.id




Jalan rusak parah, dua mobil pick up bermutan ayam terpuruk

IMG00055-20140726-1741Batang Tuaka (detikriau.org) – Jalan penghubung antar Kecamatan ke Kabupaten di Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Inhil kini kondisinya semakin parah, tak jarang kendaraan yang digunakan masyarakat setempat maupun pendatang terpuruk kedalam lubang, kali ini dua unit mobil yang membawa ayam potong terpuruk di Desa Gemilang Kecamatan Batang Tuaka. Sabtu (26/7/2014)

“Jalannya rusak parah ditambah lagi lubang-lubang yang besar seperti itu bagaimana kita tak terpuruk gini pak”. Ujar Ical salah satu supir mobil tersebut kepada detikriau.org Jumat (26/7/2014).

Menurut keterangan masyarakat setempat, kondisi jalan yang rusak dan berlubang seperti itu sudah bertahun-tahun dialami masyarakat namun hingga kini belum pernah mendapat sentuhan dari tangan pemerintah setempat dan kalaupun ada perbaikan jalannya seakan asal-asalan saja tanpa memperhitungkan kualitas dari ketahanan kondisi jalan yang dibangun tersebut

“Tidak hanya disini jalannya seperti itu, hampir setiap jalan yang ada di Kecamatan juga banyak lubangnya”. Sebut Adi

Berdasarkan pantauan dilokasi, kondisi jalan yang rusak dan berlubang tersebut dimulai dari desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka hingga di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS). (Ahmad Tarmizi)




Warga Gaza Rayakan Keberhasilan Penyanderaan Tentara Israel

sayap bersenjata Hamas mengklaim penangkapan prajurit Israel, Shaul Aaron pada hari Minggu 20 Juli 2014 Sementara itu, militer Israel mengkonfirmasi telah mendapatkan klaim ini dan sedang menyelidiki laporan tersebut. (Palestina Pers News Agency)
sayap bersenjata Hamas mengklaim penangkapan prajurit Israel, Shaul Aaron pada hari Minggu 20 Juli 2014 Sementara itu, militer Israel mengkonfirmasi telah mendapatkan klaim ini dan sedang menyelidiki laporan tersebut. (Palestina Pers News Agency)

Gaza, (detikriau.org) – warga Gaza merayakan keberhasilan al Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas yang menangkap seorang tentara Israel bernama Shaul Aaron identifikasi nomor 6092065, Minggu (20/7) di bagian timur Kota Gaza.

Orang-orang dari Gaza yang sedang berduka dengan banyak korban akibat serangan pendudukan Israel, langsung lega dengan pengumuman, Miraj Islam News Agency (MINA) ‘s koresponden melaporkan dari Gaza, Senin.

Suara takbir menggema di seluruh Jalur Gaza, seolah-olah saat Idul Fitri datang lebih awal di Gaza. Mereka berada di jalan-jalan kota Gaza untuk merayakan berita penyanderaan ini.

Orang-orang di rumah sakit al Shifa, Kota Gaza, di mana banyak pengungsi berkumpul juga berteriak takbir. Dalam perang yang mereka sebut “Ashful Ma’kul”, al Qassam menciptakan kejutan dengan menangkap tentara Israel. Mereka juga berhasil membuat kejutan dengan peluncuran roket terbaru tipe R160 yang mencapai target sejauh Haifa sekitar 150 km sebelah utara dari Jalur Gaza untuk pertama kalinya serta peluncuran pesawat tak berawak mereka.

Al Qassam telah mencapai prestasi yang baik dalam perang ini, media Israel bahkan mengklaim bahwa Al Qassam telah melakukan apa yang pernah dilakukan oleh tentara Arab. Al Qassam berhasil mengguncang hampir seluruh orang Israel dengan serangan roket tak terduga.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Sabtu malam itu dengan memindahkan operasi darat ke wilayah Israel adalah “perkembangan penting” dalam konflik.

Juru bicara Hamas, Fawzy Barhoum, mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat dikutip Anadolu Agency Turki bahwa taktik ini telah mengejutkan musuh Israel. “Israel telah membatalkan rencananya,” tegasnya. “Kami bingung perhitungannya,” kata Fawzy seperti dikutip MEMO.

Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, juga mengumumkan pada hari Sabtu malam pembunuhan 11 tentara Israel dalam dua operasi di dalam wilayah Israel. Seorang pejuang Al-Qassam tewas dalam salah satu operasi.

Israel belum menanggapi klaim Hamas. Namun, mereka mengumumkan kematian dua tentaranya, termasuk seorang perwira senior.

Sementara itu, ahli militer strategis Mesir Safwat El-General Zayat mengatakan keputusan pendudukan militer Israel untuk memulai operasi darat adalah bukti nyata kegagalan untuk menekan perlawanan Palestina melalui operasi udara dilancarkan terhadap wilayah kantung itu selama hampir dua minggu.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera Mubasher Misr, El-Zayat menunjukkan bahwa tentara pendudukan Israel sedang mencoba untuk menciptakan daerah aman di pinggiran Gaza karena takut sistem rudal anti-tank yang dimiliki oleh tentara perlawanan Palestina.(dro)

Translate from:
http://mirajnews.com/palestine/gaza-citizens-celebrate-arrested-israel-army/




Mufthi Libya Seru Umat Muslim Untuk Dukung GAZA

Mufti Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani. (Photo: MEMO)
Mufti Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani. (Photo: MEMO)

Tripoli, (detikriau.org) – Mufti Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani telah menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk memenuhi panggilan yang dikeluarkan oleh ulama mereka untuk mendukung Jalur Gaza, yang telah berada di bawah pengepungan zionis Israel selama 13 hari.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di situs resminya, Al-Ghariani mengatakan: “Ini merupakan kewajiban bagi semua umat Islam di bulan suci ini [Ramadhan] untuk mematuhi panggilan yang dikeluarkan oleh ulama mereka untuk mendukung Gaza dengan uang dan doa dan bentuk-bentuk dukungan lainnya . ”

International Union for Muslim Scholars telah menyerukan kepada semua umat Islam di seluruh dunia untuk bertindak dalam mendukung Jalur Gaza yang dilanda perang. Itu menyerukan Jumat menjadi hari solidaritas dengan rakyat Gaza, Timur Tengah Monitor (MEMO) yang dikutip oleh Mi’raj Islam News Agency (MINA).

Al-Ghariani menyerukan umat Islam untuk berdiri di samping rakyat Gaza selama “cobaan terus menerus dan pengepungan ketat” mereka dan mendukung untuk berada di bawah Zionis “mesin pembunuh yang merusak.”

Dia mengatakan bahwa warga Gaza menderita krisis ini sementara pemerintah Arab mendukung pendudukan dan memasok dengan gas dan bahan bakar, atau dengan dukungan jasmani seperti pengakuan atau normalisasi hubungan.

“Yang pasti, musuh Israel menggunakan bahan bakar Arab untuk menjalankan mesin militer yang menyerang rumah-rumah warga Gaza dan membunuh seluruh keluarga,” kata Mufti.

Mufti bertanya-tanya: “Di mana bangsawan dan loyalitas para pemimpin Muslim yang menyerah mendukung orang-orang dari agama mereka.”

Israel memulai perang besar-besaran di Gaza pada 7 Juli itu telah menewaskan sebanyak 316 warga Palestina dan melukai lebih dari 2.250. Dari jumlah tersebut, ada 72 anak, 28 wanita dan 18 lansia.

Menurut statistik awal perumahan dan pelayanan pekerjaan umum, Israel hancurkan sebanyak 694 rumah dan rusak sebanyak 14,500.

UNOCHA mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih dari 96.000 warga Palestina di Gaza yang membutuhkan tempat penampungan setelah mereka mengungsi karena Israel menghancurkan rumah-rumah mereka. (dro)