Kampanye Boikot Akibatkan Perusahaan Pro Israel Panik

produk kosmetik pro israel diboikot dan dibuang
produk kosmetik pro israel diboikot dan dibuang

Jeddah – Kampanye global untuk memboikot produk-produk dari perusahaan pendukung Israel menjadi momentum yang tepat setelah agresi brutal negara Zionis itu terhadap Jalur Gaza Palestina.

Kampanye boikot produk pro Israel kian marak di seluruh dunia tak terkecuali di Arab Saudi, demikian Arab News melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat.

Kampanye boikot tersebut dipercaya sebagai salah satu cara yang efektif untuk melawani Zionis Israel dan para pendukungnya, setelah Dewan Keamanan PBB serta kekuatan dunia gagal menghentikan pembantaian warga Gaza oleh Israel, meski pun diprotes di seluruh dunia.

Peraturan usaha Saudi tidak mengizinkan setiap perusahaan untuk mengimpor produk-produk Israel, menjalin urusan bisnis atau perjanjian dengan perusahaan serta organisasi di negara Zionis itu.

Peraturan tersebut juga menyerukan boikot produk yang menjadi bagian dari barang produksi Israel.

Bahkan konsumen di Inggris dan negara-negara Eropa lainnya banyak menghindari produk yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan pro-Israel.

Badr Almotawa, seorang pengamat bisnis internasional, menyerukan memboikot produk serta pendukung Israel di AS dan Inggris.

“Kami memboikot produk mereka untuk mengirim pesan bahwa mereka akan kehilangan bisnis dengan kami jika mereka mendukung Israel untuk membunuh rakyat Palestina,” katanya.

Badr mengatakan banyak orang di Inggris telah memutuskan untuk memboikot produk-produk dari perusahaan pro Israel.

“Ini sangat penting. Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah menyarankan masyarakat di negara-negara anggotanya untuk memboikot produk-produk Israel,” jelasnya.

Almotawa mengatakan, Israel telah menolak rencana perdamaian yang diajukan Liga Arab pada tahun 2002 lalu, menambahkan bahwa pada awalnya diusulkan Raja Abdullah Arab Saudi, ketika ia masih putra mahkota.

Dia menyoroti dampak dari keputusan yang diambil oleh Raja Abdullah untuk memboikot perusahaan-perusahaan Belanda, ketika itu seorang politisi sayap kanan di Belanda menyalahgunakan Islam dan bendera Saudi.

“Boikot itu masih berpengaruh. Arab Saudi telah menolak untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Belanda dalam masalah ini,” ujar Badr.

Hugh Lanning, Koordinator Kampanye Solidaritas Palestina yang berbasis di London, baru-baru ini juga mengatakan kepada International Business Times, bahwa ia melihat tanda-tanda kampanye boikot itu menjadi isu utama.

“Kami merasakan adanya orang-orang yang cemas. Orang marah dengan apa yang telah mereka lihat kemudian ingin secara pribadi dapat melakukan protes. Tindakan Boikot telah menjadi cara kebanyakan orang di jalanan dan mereka telah melakukan itu,” kata Hugh.

Starbucks, merupakan usaha waralaba kopi yang berbasis di Seattle, merasa banyak mendapat tekanan dengan adanya aksi boikot, sehingga terdorong untuk menanggapinya dengan memberi penjelasan.

Howard Schultz, sebagai pendiri perusahaan dan pemimpin perusahaan itu, membantah laporan bahwa ia menyumbangkan uang kepada tentara Zionis Israel.

Beberapa perusahaan yang melakukan bisnis dengan Israel juga telah meluncurkan kampanye kontra, diantaranya dengan menurunkan harga produk mereka untuk merayu konsumen di Inggris.

“Saya telah melihat beberapa merek populer produk Amerika yang menawarkan diskon besar. Ini menunjukkan mereka merasa terjepit,” kata Muhsinah, seorang warga di India.

“Saya telah memutuskan untuk memboikot produk susu bayi dan membeli merek lain untuk bayi saya,” katanya kepada Arab News.

Dia mengatakan sebagai kampanye boikot Israel telah menerbitkan daftar produk alternatif bagi orang untuk dibeli.

“Kita harus memboikot barang-barang pro Israel berapa pun harganya. Ini adalah cara yang bisa kita lakukan,” tegas Muhsinah.

Di negara India selatan, Kerala, sejumlah organisasi telah mengambil keputusan bersama untuk memboikot produk-produk Israel dan pendukungnya.

Di Mumbai, surat kabar India “The Hindu” melaporkan pada akhir Juli, lebih dari seribu hotel di kota itu bergabung memboikot Coca-Cola, Pepsi dan produk lainnya.

Harian Turki Zaman juga melaporkan, Istanbul dan sejumlah kota-kota kecil telah mendesak warga untuk tidak membeli produk yang dibuat di Israel atau yang memiliki hubungan dengan Israel, seperti Coca-Cola, dalam kampanye yang dimulai pada media sosial.

Tak ketinggalan pula Malaysia, telah melancarkan kampanye melawan McDonald, menuduhnya mendukung upaya perang Israel yang mengakibatkan ribuan warga sipil menjadi korban, termasuk anak-anak dan perempuan.




Menlu Arab Saudi: Israel Adalah Pencuri Wilayah Palestina

“Islam itu seperti satu tubuh, jika salah satu bagian terganggu, maka seluruh tubuhnya sakit. Kita harus bersatu dalam menghadapi Israel”

Menlu Kerajaan Arab Saudi, Saud Al-Faisal
Menlu Kerajaan Arab Saudi, Saud Al-Faisal

Jeddah (detikriau.org) – Mentri Luar Negri Arab Saudi, Saud Al-Faisal menyatakan bahwa Israel adalah pencuri wilayah Palestina. Israel ingin menghancurkan Palestina dan membunuh seluruh penduduknya sehingga dapat merampas lebih banyak tanah rakya Palestina. Sebagai penjajah, Israel tidak memiliki hak untuk membela diri. Tidak ada hukum, tidak ada hukum internasional yang bisa membenarkan Israel.

Kecaman ini disampaikannya saat berbicara pada konferensi pers usai memimpin pertemuan luar biasa para Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Rabu (13/8/2014) sebagaimana dilaporkan Arab News yang dikutip detikriau.org dari mirajnews.com. Pangeran Saud Al-Faisal mengecam Israel karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Apa yang dilakukan Hamas menurutnya  tidak bisa disamakan dengan apa yang dilakukan Israel. Substansinya berbeda. Tidak adil menyamakan tindakan pembelaan Hamas dengan Agresi yang dilakukan Israel.

“Bagaimana bisa Anda mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri sementara dia sebagai penjajah dan Anda tidak memberikan hak yang sama kepada Hamas?” katanya dengan nada bertanya.

Dikatakannya juga, ketika Hamas menembakkan roket, itu dianggap sebagai teroris, sementara Israel berpikir bahwa mereka memiliki hak untuk membunuh ratusan dan ribuan orang Palestina hanya untuk mencari satu tentara, Dimana keadilan?” katanya lagi.

Dia mengaskan bahwa Israel harus menyetujui kesepakatan damai dengan Palestina jika ingin bertahan sebagai Bangsa. “Israel harus menyadari bahwa perdamaian adalah satu-satunya solusi untuk bertahan hidup,” tegasnya.

Selama ini Israel selalu melakukan teror dengan berbagai cara untuk mencapai tujuannya, dengan melanggar hukum, aturan, maklumat keagamaan atau pertimbangan kemanusiaan.

Dalam pidato pembukaan di markas OKI, Jeddah Madinah Road, di hadapan para menteri luar negeri, Pangeran Saud Al-Faisal juga mengkritik sikap ummat Muslim.

“Belumkah kita terdorong untuk menghentikan Israel dari melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina, karena melihat adanya kelemahan bangsa, kerusakan dan perbedaan serta penyebaran penghasutan?” tanyanya.

Mengutip ayat Alquran, Pangeran Saud mengatakan, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu masyarakat kecuali masyarakat itu mau merubahnya sendiri.

“Pertemuan ini tidak harus dilihat sebagai kelanjutan dari pertemuan sebelumnya. Ini bukan pertemuan belasungkawa. Sekarang adalah waktu untuk bertindak sebagai satu umat, “katanya.

Dia mengatakan dunia Islam itu seperti satu tubuh, jika salah satu bagian terganggu, maka seluruh tubuhnya sakit. Kita harus bersatu dalam menghadapi Israel. Musuh telah mengambil keuntungan dari perpecahan kita. Ketika umat Islam menumpahkan darah sesama Muslim, ini membuat kita lemah. Ketika salah satu negara mencoba untuk memperluas dengan mengorbankan yang lain, hal ini menciptakan perpecahan dan pertikaian.

Pangeran Saud mengatakan, Arab Saudi akan terus melakukan bagian tugasnya. Dia mengungkapkan,  bahwa Kerajaan telah berupaya dalam mendukung perjuangan Palestina di semua forum internasional.

Dalam kesempatan itu juga ia menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah resmi membantu sebesar $ 500 juta melalui Saudi Fund for Development sebagai bagian bantuan Arab Saudi untuk rekonstruksi Gaza. Hal itu diluar bantuan sebesar $ 300 juta yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan Palestina dan Bulan Sabit Merah Palestina.

Kata dia, OKI akan berdiri sebagai salah satu pembela terhadap hak-hak rakyat Palestina dan akan membuat dunia menyadari bahwa Israel tidak bisa melanjutkan. Israel harus menyadari bahwa perdamaian adalah satu-satunya pilihan untuk kelangsungan hidupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OKI Iyad Madani Ameen, menekankan bahwa pertemuan luar biasa para Menlu OKI adalah  untuk mengambil sikap dukungan organisasi yang kuat untuk rakyat Palestina dan mengerahkan segala upaya untuk menghentikan pertumpahan darah serta untuk membela hak-hak sah rakyat Palestina.

Dia juga mengatakan bahwa OKI telah melancarkan kasasi kepada masyarakat internasional dan lembaga-lembaganya untuk segera menghentikan agresi Israel dan untuk memasok bantuan kemanusiaan yang mendesak.

“Ini adalah pertemuan tingkat menteri kedua terkait persoalan Palestina dalam sebulan. Yang terakhir adalah pada tanggal 10 Juli lalu,” tandasnya.(dro)




Sopian Hadi (27) Alami Gangguan Jiwa Pasca Penjemputan Paksa Aparat

Gaung (detikriau.org) – Warga Desa Pungkat, Sopian Hadi (27) mengalami tekanan mental berat, Padahal sebelumnya anak ketiga dari 6 bersaudara ini dalam kondisi sehat-sehat saja. Tekanan mental ini mneurut bapaknya, Zulkarnain (57) terjadi sepulangnya menjalani pemeriksaan di Mapolres Inhil.

“Anak saya ini mengalami sakit seperti ini sejak dipulangkan polisi beberapa hari lalu, sampai saat ini ia juga sulit diajak bicara dan tidak mau makan ” cerita Zulkarnain dihadapan awak media sambil menitikkan air mata.

Dia menambahkan, saat ini Yan-panggilan anaknya tersebut sering berbicara sendiri dan akan lari dari rumah kalau melihat orang ramai serta sulit diajak berkomunikasi.

“Saat saya bawa ke Mantri (petugas medis di desa), katanya anak saya terkena gangguan mental,” sebutnya.

Padahal, selama ini korban merupakan tulang punggung keluarganya, dialah yang bekerja untuk membiayai kehidupan orangtuanya yang sudah uzur. Orangtuanya mengaku susah berusaha setelah kondisi anaknya seperti ini.

“Dia (Sopian) inilah yang menjadi tulang punggung kami selama ini. Kalau dia sakit tentu kami pun susah, karena memang tidak kuat lagibekerja,” sebut ibunya sambil terisak-isak menceritakan nasib anaknya yang selama ini sangat patuh dan hormat dengan orangtua dan tetangganya ini.

Kondisi seperti ini bukan hanya dialami Sopian, tapi ada juga warga lainnya trauma kalau melihat orang ramai dan ada yang sakit karena terkejut saat desanya ‘diserbu’ Brimob Polda Riau dan personil Polres Inhil. (Ahmad Tarmizi)




PALESTINAKU, AKU INGIN MENYUSUL

Oleh : An-Nisa Fathimatuzzahra binti Ahmad Zubaidi Ardhani*

puisis-dari-anak-indonesia-199x300Aku, merintih, menjerit, dan meronta
Melihat, mendengar dan merasakan nyata
Penderitaan teman-temanku sebaya
Bocah-bocah di Jalur Gaza
Aku ingin menyusul kalian ke Gaza
Kalaupun tidak fisik, adalah jiwa
Menemani teman-temanku yang terluka
Ditinggal syahid bapak-ibunya
Aku ingin menghibur, mengobati, dan menyuapi  mereka
Teman-temanku di Jalur Gaza
Penderitaan kalian pasti berakhir segera
Karena kebrutalan pasti ada batasnya
Zionis Israel durjana
Amerika Serikat penjajah serakah lagi haus darah
pasti musnah atas Adzab Allah
Tenanglah kawan-kawanku
Doa dan dana seluruh anak-anak di dunia
Dan yang pasti dari Indonesia
Menyertai kalian semua anak-anak Palestina
Adzab Allah….
Turunkan dan hancurleburkan Israel terlaknat
Goncangkan tentaranya
Mereka maju perang
menyongsong Jahannam
Kuatkan saudara-saudaraku
melawan musuh-musuh-Mu, ya Allah
Sabarkan,
Palestinaku pasti menang
Hidup mulia atau mati syahid
Akupun menyusul kalian
Kalaupun tidak fisik, adalah jiwa
Mendampingi kalian
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Atas nama anak-anak Indonesia

Jakarta, 14 Syawwal 1435/10 Agustus 2014

*Puisi ini dibacakan pada Aksi Solidaritas Gaza, Palestina, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Ahad (14 Syawwal 1435/10 Agustus 2014), di hadapan ribuan kaum muslimin dan muslimat Jakarta dan sekitarnya, yang dikoordinir oleh Jama’ah Muslimin (HIzbullah) berpusat di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.  




KISAH 29 PEJUANG GAZA MELIHAT KEKUASAAN ALLAH DALAM PERUT BUMI

Laporan Khusus Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza

pasukan-al-qassam-2-300x196Gaza – Sejumlah pasukan elit Brigade Izzudin Al-Qassam telah kembali dari misi jihad mereka melawan penjajah Zionis Israel, musuh nyata umat Islam. Mereka mengisahkan kejadian-kejadian yang tidak masuk akal yang mereka sebut sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah.

Perjuangan yang terjadi pada bulan Ramadhan penuh keberkahan itu disajikan langsung dari tanah yang penuh berkah dan medan jihad bernama Gaza.

Suatu ketika di sebuah medan pertempuran dahsyat di Al-Ghawafir, timur distrik Al-Qararah, selatan Jalur Gaza, melalui terowongan bawah tanah, sejumlah 29 mujahid dari pasukan elit Al-Qassam turun ke medan pertempuran terbuka yang sesungguhnya untuk mengejutkan musuh dengan kedatangan yang tak terduga.

Dengan tenang, salah seorang dari mereka berusaha mengingat-ingat dan menceritakan apa yang terjadi padanya dan saudara-saudaranya serta pasrah pada pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala selama berhari-hari di bawah tanah terowongan.

Seorang mujahid berinisial “A.S.” berkata: “Ketika itu misi kami adalah meringkus sekelompok tentara Zionis yang berusaha melakukan penyerangan ke dalam perbatasan Gaza serta memukul mundur konvoi tentara Zionis dengan berbagai cara.”

“Di antara kelompok kami terdapat beberapa anggota satuan khusus terowongan yang misinya mempersiapkan terowongan dan jalan keluar agar bisa digunakan oleh para anggota elit. Pada saat itu, para mujahidin berada dalam kondisi siap siaga di posisi mereka sebelum dimulainya pertempuran darat.”

Dia menambahkan, “Di awal-awal pertempuran darat terjadi baku tembak antara kami dengan tentara Zionis di mana saat itu para mujahdin berhasil melakukan beberapa aksi yang sangat berani, diawali dengan aksi  meledakkan tank dan buldozer dari jarak nol, kemudian berbagai operasi lainnya terus berlangsung dengan berbagai jenis operasi yang terbagi ke beberapa mujahidin.”

Masing-masing bergerak sesuai spesialisasinya, dan sesuai rencana yang telah dibuat oleh saudara-saudara kami di ruang komando operasional untuk kami.

Sang mujahid kemudian memulai menceritakan salah satu operasi terbesarnya. Saat itu, dua orang mujahid yang saat ini telah syahid -Basim Al-Agha dan Fadi Abu Auda- keluar membawa beberapa ranjau bernama “Syuadz” (ranjau lokal buatan Al-Qassam), kedua mujahid tersebut meledakkan bom ranjau tersebut dalam operasi bom syahid ke sebuah buldoser dan tank Zionis dari jarak nol yang menyebabkan beberapa tentara Zionis tewas dan terluka.

Sang mujahid menyebutkan bahwa saat itu semua berjalan mudah dan sesuai yang direncanakan. Saat itu, para mujahidin sangat bersemangat dan selalu yakin bahwa Allah bersama mereka dalam pertempuran tersebut, mereka menghabiskan waktu menunggu mereka dengan berzikir, istighfar, doa dan shalat.

Dia melanjutkan : “Ketika musuh memasuki wilayah Al-Qararah, mereka mulai menghancurkan beberapa lubang terowongan dengan meledakannya dan mengancurkannya melalui serangan pesawat tempur F-16 milik Zionis yang menyebabkan terutupnya jalan keluar yang tertimbun sedalam 25 meter di bawah tanah.

Kejadian tersebut terjadi pada 19 juli 2014 2014 lalu, hari kedua sejak dimulainya serangan darat dan terputuslah komunikasi antara kami dan ruang komando.

Komandan lapangan “W.A” mengatakan: “Sejak terputusnya komunikasi pada hari itu kami menganggap para mujahidin tersebut telah hilang. Kami sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi dengan mereka karena panas dan banyaknya kecamuk pertempuran melawan musuh. Saat itu perhitungan kami para mujahidin tersebut tidak memiliki persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk bertahan selama itu dan mustahil -secara perhitungan logika sebagai manusia biasa- mereka bisa bertahan hidup.

Namun, sang komandan melanjutkan, setelah terjadinya kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari (7 agustus 2014), tim evakuasi melakukan penggalian di wilayah terowongan tempat para mujahidin terjebak. saat itu kami terkejut dan tercengang melihat keajaiban dan keagungan Allah. “Sejumlah 23 mujahid keluar dari terowongan dalam kondisi sehat dan bugar”.

Pencarian terus berlanjut mencari tiga mujahid lainnya yang hilang di mana sebelumnya mujahid hilang ke empat – As Syahid Iyad Al Fara – ditemukan meninggal saat berusaha menggali lubang tempat saudara-saudaranya terjebak namun tertimpa longsoran tanah saat hampir berhasil mengeluarkan mereka.

Bertahannya pasukan mujahidin dengan jumlah besar selama 22 hari dalam kondisi mematikan tersebut merupakan sebuah keajaiban dan mengherankan unit yang berada di ruang komando. Beberapa kesaksian  mulai terdengar dari lisan para mujahidin yang selamat tersebut.

Salah seorang mujahid yang kembali berinisial “R.S.” berkata: “Ketika kami sedang berada di perut bumi, Allah memudahkan kami dengan kemunculan sebuah genangan air yang bentuknya seperti mata air. kami membasahi kain baju kami di genangan tersebut dan memeras airnya untuk kami minum. Kami juga berbagi kurma yang kami miliki selama hampir 1 bulan tersebut. setiap orang memakan setengah kurma setiap harinya dan meminum setengah cangkir kecil”

Perlu diketahui bahwa air di wilayah tersebut hanya bisa didapatkan di kedalaman 90 meter dari permukaan tanah, artinya 65 meter di bawah tempat para mujahidin berada.

Sang komandan lapangan menutup ceritanya dengan mengatakan: ” kejadian ini membuktikan bangsa kami rakyat Palestina dan umat Islam bahwa sekali pun seluruh dunia meninggalkan kami, para mujahid dan rakyat kami sendirian maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu bersama kami dan tidak akan pernah meninggalkan kami dan senantiasa membantu kami”

Kami akan kembali memuat kisah-kisah nyata lainnya yang dialami oleh para mujahidin Al-Qassam yang langsung disampaikan oleh lisan-lisan mereka, insya Allah. Para pejuang dan mujahid yang menolong Allah, Agama Allah dan tanah suci Palestina. Allah telah menolong mereka  dan menghinakan musuh-musuh mereka. Dan dengan jihad mereka, Allah lapangkan dada -dada kaum muslimin. Tidak ada kemenangan kecuali milik Allah.(*)




Wikileaks Rilis Kolaborasi Rahasia Sekjend PBB dengan Israel dan Amerika

Ban Ki Moon
Ban Ki Moon

detikriau.org – Wikileaks merilis bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon berkolaborasi secara rahasia dengan rezim “Israel” dan Amerika Serikat untuk melemahkan efek laporan Dewan Penyelidikan yang menuduh “Israel” melanggaran hak asasi manusia di Gaza pada Desember 2008-Januari 2009.

Dokumen pada hari Jumat (8/8/2014) yang mengungkapkan bahwa Ban menulis surat pada Dewan Keamanan PBB untuk meminta anggotanya tidak memperdulikan rekomendasi Dewan Penyelidikan PBB terkait pengeboman militer zionis “Israel” di Gaza.

Laporan itu menunjukkan bahwa militer zionis (IDF) memiliki peran langsung dalam tujuh dari sembilan serangan terhadap gedung PBB di Jalur Gaza, serta menuduh “Israel” telah menghancurkan gedung-gedung PBB yang semestinya kebal dan tak boleh diganggu.
Menurut Wikileaks, Susan Rice, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, berbicara setidaknya empat kali dengan Ban Ki Moon “untuk mendiskusikan kekuatiran terhadap laporan Dewan Penyelidikan mengenai insiden di lokasi PBB pada bulan Desember 2008 dan Januari 2009”.

Rekomendasi dari laporan ini mencakup kebutuhan untuk penyelidikan lebih mendalam dan tidak memihak pada “insiden” baru-baru ini, dan terkait dengan pengeboman fasilitas PBB.
Menurut Wikileaks, Rice pertama-tama meminta Ban untuk tidak menyertakan rekomendasi dalam ringkasan laporan akhir ini, yang seharusnya dikirim ke Dewan Keamanan PBB pada 5 Mei.
Ban menjawab bahwa “ia dibatasi dalam apa yang bisa dilakukan karena Dewan Penyelidikan bersifat independen; itu adalah laporan dan rekomendasi mereka dan ia tidak dapat menahannya”.

Dalam percakapan kedua, “Rice mendesak Sekretaris Jenderal itu untuk menjelaskan dalam surat pengantarnya saat ia mengirimkan ringkasan itu kepada Dewan Keamanan bahwa rekomendasi tersebut melampaui cakupan dari kerangka acuan dan tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.”

Ban kemudian menjawab bahwa “stafnya bekerja dengan delegasi ‘Israel’ untuk teks surat pengantar itu”.

Ia menegaskan dalam percakapan telepon terakhirnya bahwa “secarik surat pengantar yang memuaskan” telah dirampungkan. (*)

wk1wk2wk3