Di Perusahaan Bra Ini, Pekerja Laki-Laki Diminta Memakai Payudara Palsu

detikriau.org – Perusahaan bra ini meminta staff laki-lakinya untuk memakai payudara palsu agar bisa memahami perempuan.

Perusahaan bra bernama PrimaDonna itu para staffnya diberi semacam payudara buatan yang seperti barbel sehingga penggunanya akan merasakan sendiri bagaimana rasanya memiliki payudara yang besar dan berat.

CEO yang punya ide unik itu sendiri bernama Ignace Van Doorselaere.

Ignace berkata bahwa hanya ada satu cara untuk membuat para lelaki memahami perempuan yaitu mencoba sendiri bagaimana rasanya memiliki payudara.

Payudara buatan yang harus dipakai oleh para staff itu ukurannya adalah E dan beratnya sekitar satu hingga satu setengah kilogram per dada.

Seharian penuh, para staff laki-laki ini harus terus memakai payudara buatan tersebut.

Mereka memang diminta untuk merasakan sendiri bagaimana dada yang berat bisa membuat punggung dan leher menjadi sakit.

“Hanya dengan cara inilah mereka bisa memahami betapa pentingnya memakai bra yang pas dan mendukung dada dengan baik,” katanya. (intisari/boredpanda.com)

baca sumber




Mau Bonus Rp 5 Miliar dan Tunjangan Rp 20 Juta Seumur Hidup? Lakukan Hal Ini

foto: merdeka.com
foto: merdeka.com

Detikriau.org – Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi para atlit yang mampu meraih medali pada ajang olimpiade.

“Medali emas mendapatkan tunjangan per bulan Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, perunggu Rp 10 juta. Seumur hidup. Tentu ini adalah sejarah, jaminan, sekaligus memungkinkan bagi semua atlet,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi seperti dikutip dari Antara.

Tidak hanya itu, seperti halnya pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sukses meraih medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di Riocentro Pavillon 4, Rio de Janeiro di laga final, pemerintah Indonesia juga menjanjikan bonus Rp 5 miliar.

Sekedar  informasi, bonus Rp 5 miliar yang diberikan pemerintah Indonesia kepada atletnya yang meraih medali emas itu adalah terbesar kedua di Olimpiade setelah Singapura yang memberikan bonus 1 juta dolar Singapura, atau setara Rp 9,7 miliar./dro




Ralat Berita

Dalam pemberitaan terkait pencabulan tertulis judul ”

Pria “Bejad” Warga Mandah Ini Tega Cabuli Anak di Bawah Umur”

Seharusnya yang benar  adalah

Pria “Bejad” Warga Kateman Ini Tega Cabuli Anak di Bawah Umur”

Mohon maaf atas terjadinya kesalahan penulisan.

 

Pimpred

Muhammad Faisal




Selamat Idul Fitri

Terkadang lidah ini salah berucap
Terkacang hati dan juga pandangan ini tidak selalu sejuk
Dari lubuk hati yang paling dalam
Saya ucapkan mohon maaf lahir batin
Selamat Idul Fitri 1437 H

 

Pimpinan Redaksi detikriau.org

Muhammad Faisal, SE




Kisah Mualaf Asal Skotlandia: Dengar Azan, Cari Kelemahan Quran Hingga Akhirnya Ucapkan Syahadat

Seorang pria tengah baya di Skotlandia bercerita mengapa ia masuk agama Islam tanpa pernah bertemu dengan seorang Muslim.

Alan Rooney tinggal di daerah pegunungan Skotlandia, Inverness dan perjalanannya sampai masuk Islam dimulai saat ia berlibur ke Turki sekitar lima tahun lalu.

Rooney mendengar suara azan dari masjid setempat saat berlibur di pantai Turki dan mulai saat itu ia memulai perjalanan spiritualnya.

Rooney merupakan salah satu dari sekitar 50 pria Inggris dari berbagai latar belakang yang masuk Islam dan menjadi responden penelitian Pusat Studi Islam, Universitas Cambridge.

“Begitu kembali ke Inverness, saya ke toko buku dan membeli Quran dan mulai membacanya. Saat membacanya, saya meminta kepada Tuhan untuk menuntun saya dalam perjalanan ini,” kata Rooney kepada BBC Indonesia.

“Saya juga mulai salat,” kata Rooney dan menambahkan ia banyak melakukan penelitian melalui online tentang Islam.

“Saya terus membaca Quran, saya baca tiga kali, mencari kelemahannya. Namun tidak ada. Saya merasa nyaman dengan semuanya,” tambah Rooney sebelum akhirnya ia membaca syahadat tanda masuk Islam tiga tahun lalu.

Proses belajar tentang Islam ini memakan waktu 18 bulan dan bercerita bahwa ia “melakukan salat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadan.”

Rooney mengatakan selama Ramadan dengan waktu puasa di Inverness-yang terpanjang di Inggris dan hampir 20 jam- ia lebih banyak beribadah termasuk dengan melakukan salat tarawih.

“Paling tidak tiga kali sehari saya salat di Masjid Inverness, termasuk salat Jumat.”

“Saat Idul Fitri adalah saat di mana saya bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara dan bahasa, bersilaturahmi satu sama lain.”

Penyusun laporan tentang pengalaman 50 pria yang pindah agama, Shahla Suleiman mengatakan kepada BBC Indonesia penelitian ini diharapkan akan membuka diskusi lebih lanjut tentang “bagaimana pengalaman mereka yang masuk Islam dalam Inggris kontemporer”.

Hasil penelitian ini akan diinformasikan kepada “non-Muslim, pengambil keputusan dan media tentang berbagai isu terkait mereka yang pindah agama menjadi Muslim di Inggris, kata Shahla.

Saat ini terdapat ratusan Muslim di Inverness walaupun jumlahnya terus berubah karena banyak yang bekerja musiman. Waktu puasa di daerah pegunungan Skotlandia ini paling lama di Inggris.

“Di Highlands (pegunungan), hari tak pernah benar-benar gelap. Namun kami tetap beraktifitas,” kata Waheed Khan, seorang dokter dan juga pengurus Masjid Inverness, masjid yang terletak di sisi paling utara Inggris.

“Tantangannya adalah membuat jadwal waktu Ramadan,” tambah Khan.

Waktu puasa paling panjang di Inverness akan jatuh pada akhir bulan Juni dengan imsak pada pukul 02.48 dan buka pada pukul 22.23. (BBC Indonesia)

sumber: tribunnews.com




Inna Lillahi wa Inna Ilayhi Raji’un

Pimpinan dan segenap karyawan detikriau.org mengucapkan Bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah Adik, Abang, Teman, Sahabat dan Saudara Kami Tercinta

Hendriyawan  46 Tahun, ASN dilingkungan Sekretariat DPRD Inhil, tgl 15 mei 2016, jam.00.30 wib di RS Indragiri Tembilahan.

Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak kepada almarhum dan keluarga diberikan kesabaran. Amien

Dto

 

Muhammad Faisal, SE, Ak

Pimpinan Umum/ Pimpinan Redaksi