HAN 2012, FCAR Gelar Acara Menggambar di Puswil

Pekanbaru (www.detikriau.org) -Dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) 2012,
Forum Cinta Anak Riau (FCAR) menggelar acara menggambar untuk
anak-anak di Perpustaan Wilayah (Perpus) Soeman HS, Sabtu (14/7)
kemarin. Puluhan anak-anak tingkat Sekolah Dasar, ikut serta dalam
kegiatan tersebut. Sebagai instruktur menggambar, dipercayakan kepada
Sikari (Sindikat Kartunis Riau).
Helda Khasmy, ketua panitia di sela-sela acara mengatakan, kegiatan
menggambar tersebut dilakukan untuk mengajak anak-anak bergembira
dengan menyalurkan hobi atau kesenangan dengan hal yang bermanfaat.
”Selain di Puswil ini, kita juga telah melakukan kegiatan yang sama di
arena car Free Day setiap Minggu pagi sejak tiga Minggu lalu,”
katanya.
Pada kesempatan kegiatan yang juga diikuti anggota DPRD Kota Pekanbaru
dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Ade Hartati, tersebut, lanjut
Helda, FCAR juga menggalang dana dengan menggumpulkan sumbangan koin,
buku dan mainan bekas dari masyarakat. Bila ketiga hal tersebut tidak
ada, masyarakat bisa menyumbang dengan membeli Pin atau stiker. ”Semua
sumbangan tersebut akan kita donasikan kepada anak-anak yang kurang
beruntung. Pada Peringatan HAN tahun ini kami mengambil tema
”Selamatkan Anak Bangsa, penuhi, Hak Anak,” terang Helda.
Sampai Saat ini, dana yang terhimpun belum mencapai angka 1 juta
rupiah. Mudah-mudahan, sebelum hari-H, dana akan bertambah. Untuk itu,
kepada masyarakat yang ingin menyumbang bisa menghubungi kantor
Yayasan Siklus,/ISEC di Jl. Pontianak No.15 A Tangkerang dan kantor
RUPARi Jl. Srikandi No.27 Panam. ”Kalau tidak ingin repot, silahkan
telepen ke nomor kontak saya 0813 28364 574,” jelas Helda.
Puncak dari kegiatan ini adalah buka puasa bersama anak-anak yang
didalamnya diisi acara penyerahan donasi koin, buku dan mainan. ”Kita
juga akan melakukan workshop menggambar kartun sebelum berbuka puasa
bersama. Selain itu, akan ada penampilan musik jalanan oleh anak-anak
jalanan dan tausiah menjelang berbuka,” tandas Helda.  *




Media Sosial dan Kontrol Masyarakat

PEKANBARU (www.detikriau.org)- Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UR) menaja Seminar Nasional: “Media Sosial dan Kontrol Masyarakat”. Seminar itu diserangkaian dengan launching buku Komunikasi Budaya dan Jurnalisme Warga. Diadakan di Bertuah Hall Hotel Pangeran, Sabtu (14/7).

Dalam diskusi yang dimoderatori drh Chaidir MM itu menghadirkan tiga narasumber; Prof Dr Deddy Mulyana (guru besar Universitas Padjajaran Bandung, Ilham Muhammad Yasir, SH LLM, Ketua (Aliansi Jurnalis Independen) Pekanbaru, dan Billy Nasution SIP, MA (dosen Ilmu Komunikasi Unri).

Prof Deddy memfokuskan pada topik dampak positif dan negatif dari media sosial. Menurut Deddy, media sosial hanyalah perpanjangan dari panca indra. “Ia digunakan untuk membantu, dan memudahkan manusia dalam bersosial,” ujar profesor yang kerap menjadi dosen tamu di sejumlah universitas di Australia.

Media sosial, kata Deddy tetap tak bisa menggantikan pola komunikasi konvensional (tatap muka). “Mimik muka, sifat orang, dan prilaku lawan bicara tak bisa diidentikkan ketika orang berkomunikasi melalui media sosial.

Ilham Muhammad Yasir, mendapat bagian mengupas topik “Citizen Journalisme” (jurnalis warga). Menurutnya, citizen journalism lahir ketika konsumsi publik akan komunikasi tak bisa dipenuhi oleh media mainstream (koran, televisi dan radio). “Di sini warga aktiv, tak hanya menjadi pengkonsumsi, tapi ikut memproduksi berita,’’ ujar pria kelahiran Selatpanjang ini.

Ditambahkan Ilham, citizen journalism, Perkembangannya cukup pesat berkat kemajuan teknologi informasi. Salah satunya revolusi informasi ketika orang mengenal internet. “Orang menyebutnya dengan n ew media (media baru) seperti blog, facebook, twitter, blackberry, dll,” imbuh Ilham.

Sementara Billy Nasution menyajikan media massa, komunikasi massa dan masyarakat. Dosen yang tengah menyelesaikan pendidikan S3 di Malaysia ini, menyoroti pola komunikasi masyarakat yang terus berkembang. ‘’Pengelolaan kelola media sosial yang ada,  jangan sampai media sosial yang mengelola kita,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan seminar nasional kemarin, sebelumnya juga didahului dengan launching buku Komunikasi Budaya dan Jurnalisme Warga yang merupakan  agenda Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom). Acara dibuka oleh Pembantu Rektor II Unri, Dr Yanuar Hamzah, didampingi Pembantu Dekan II FISIP Unri Herry Suryadi. Sedangkan ketua panitia Bellu Nasution SIP MA.(rls)




15 KOMUNITAS AGENDAKAN KAMPAYE PEMULIHAN FUNGSI EKOSISTEM RIAU.

PEKANBARU (www.detikriau.org) – Sebanyak 15 komunitas di Pekanbaru berkeinginan untuk mengkampanyekan Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau dalam kegiatan di dalam komunitas mereka. Ini terlihat dari diskusi saat Lokakarya Lintas Komunitas untuk Mendorong Partisipasi Kampanye Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau.

“Kami dari Sindikasi Karikatur Riau (Sikari), tetap akan membantu menyuarakan, mengkampanyekan pemulihan fungsi ekosistem Riau. Caranya dengan mengkampanyekan dalam bentuk karikatur. Demikian juga dengan teman-teman komunitas dan hobbies lainnya,” kata Ketua Sikari, Furqan LW, Minggu (15/7/2013), di sela-sela Lokakarya Lintas Komunitas untuk Mendorong Partisipasi Kampanye Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau, Home Café, Jalan Soetomo, Pekanbaru.

Sementara itu, Ketua Komunitas WarGa Kota Pekanbaru, Iwan Virgin, mengatakan sebagai sebuah komunitas, mereka bisa bertindak untuk lebih lagi, tidak hanya seperti selama ini beraktivitas. Iwan menjelaska, selama ini sudah menjalankan kampanye lingkungan

“Contohnya, penanaman pohon di acara HIV/AIDS setiap 1 Desember. Jadi kita tidak bergerak hanya di kesehatan saja, juga kampanye lingkungan hidup,” kata Iwan Virgin.

Komunitas ini memiliki 80 anggota aktif dari 200 jumlah keseluruhan yang terdaftar. “Kita senang ikut acara ini dan saya akan coba tawarkan ke kawan-kawan, apa bisa kita lakukan untuk kampanye lingkungan hidup dalam waktu dekat ini,” kata Iwan.

Ketua Asosiasi Klub dan Komunitas Pekanbaru (Asccop), Alfius Zachawerus, mengatakan, lokakarya yang digagas Jikalahari, AJI dan Fopersma sangat bermanfaat, tidak muluk-muluk, dan bisa diaplikasikan.  Mereka berencana menggelat touring keliling kabupaten/kota di Riau sambil mencari objek wisata yang hutannya masih asri, belum dirusak.

“Selama ini kita harus ke Sumatera Barat untuk berwisata, kenapa tidak kita berwisata di daerah di Riau, masih ada objek wisata hutan yang asri,” jelasnya.

Asscop memiliki 12 klub motor dengan 1.800 anggota. “Kita setiap kegiatan tanam pohon dengan Satlantas, di Sungai Siak, rutin dalam sebulan, awal dan pertengahan,” kata Alfius.

Sementara itu, pemateri Fahrurrazi Rajid Malley mengatakan, para peserta usai diberikan materi dan bimbingan saat lokakarya, dilanjutkan dengan membuat apa yang bisa lakukan dalam kampanye lingkungan mereka.

“Para peserta usai diberikan materi dan bimbingan, dilanjutkan dengan membuat apa yang bisa dilakukan dalam kampanye lingkungan hidup disesuaikan dengan komunitas dan hobi mereka,” kata Fachrurrazi saat memberikan materi Merajut Lintas Komunitas untuk Mendorong Partisipasi Kampanye Pemulihan Fungsi Ekosistem Riau.

Sementara itu, Wakil  Koordinator Jikalahari, Fadil Nandila mengatakan, Jikalahari akan melakukan bimbingan selama dua tahun terhadap komunitas dalam menjalankan aksi kampanye lingkungan hidup.

“Kita akan selalu membimbing teman-teman komunitas untuk selalu mengkampanyekan pemulihan fungsi ekosistem Riau,” jelas Fadil.

Tujuan tersebut jadi target utama lokakarya ini. “Biasanya yang berjuang menyelamatkan lingkungan hanya para aktivis yang bergerak di bidang lingkungan saja. Sekarang ini kita coba rangkul komunitas lainnya juga,” sambung Fadil.  (rls)




FCAR Kumpulkan Buku, Mainan dan Koin

Pekanbaru (detikriau.org) — Dalam rangka memeriahkan hari Anak Nasional (HAN) 2012, Forum Cinta Anak Riau (FCAR) menggalang buku, mainan bekas dan koin dari masyarakat untuk didonasikan ke anak-anak yang kurang beruntung. Demikian dikatakan Ketua FACR, Helda, Ahad (8/7) kemarin di lokasi Car Free Day Jl Diponegoro Pekanbaru.

Menurut Helda penggalangan buku (baru/bekas), mainan (baru/bekas) dan koin dari masyarakat, dilakukan di arena Car Free Day setiap Minggu pagi dan ke sejumlah tempat lainnya. ”Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendonasikan buku, mainan dan koin hingga saat menjelang perayaan HAN 2012 pada tanggal 23 Juli mendatang,” katanya.

Masyarakat, lanjut Helda, bisa menghubungi salah satu lembaga yang terlibat di FCAR seperti AJI Pekanbaru, Yayasan Siklus, ISEC dan Rumpun Perempuan dan Anak Riau. ”Kalau tidak ingin repot, silahkan telepen ke no contak saya 0813 28364 574,” terang Helda.

Di arena Car Free day, FCAR juga memberi kesempatan kepada anak-anak yang ingin menggambar bersama Sindikat Kartunis Riau (Sikari). Kertas gambar dan pinsil menggambar disediakan, gratis. Kegiatan ini, untuk memberi ruang kepada anak-anak menyalurkan bakat da kegemarannya menggambar.

Tema yang diangkat FCAR pad HAN 2012 ini adalah Selamatkan Anak Bangsa, Penuhi Hak Anak. Memilihan tema ini, kata Helda, karena  masih tingginya angka kekerasan terhadap anak perempuan, terus bertambahnya jumlah anak yang terinveksi HIV, anak jalanan, pekerja anak, anak yang terlantar, anak suku pedalaman yang kurang mendapat fasilitas pendidikan, anak yang menjadi korban trafficking hingga tingginya angka kematian bayi menunjukkan fakta yang tidak bisa kita biarkan terjadi terus menerus.

Untuk itu, lanjut Helda, pihaknya mengharapkan dukungan semua pihak untuk menyelamatkan Anak Bangsa dan memenhi hak anak. Even yang diselenggarakan FCAR hanya upaya kecil untuk mengkampanyekan hal tersebut.(rls)




Chaidir dan Jahrizal Bedah Transparansi Anggaran

Pekanbaru—–Drh Chaidir MM, mantan ketua DPRD Riau dan Dr Jahrizal SE MT, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Riau akan menjadi pembicara dalam diskusi “Transparansi Anggaran di Daerah” yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru, di Breaks Cafe Mal Ciputra Pekanbaru, Sabtu (7/7) hari ini.

Hal itu diungkapkan project officer kegiatan, Nolpitos Hendri, Jumat (6/7). Menurut Pitos, kedua narasumber tersebut sudah dapat dipastikan kehadirannya. “Rekan-rekan bisa mendapatkan ilmu sebagai bekal liputan dari Pak Chaidir, terutama kisi-kisi terkait penyusunan anggaran. Sedangkan, dari materi Dr Jahrizal akan membantu rekan-rekan dalam melihat bagaima pemanfaatan anggaran, baik itu dari APBD dan APBN selama ini,” ujar Pitos.

Sementara itu, Ketua Divisi Organisasi AJI Pekanbaru, Fachrurrodzi menambahkan, pada kegiatan sebelumnya, AJI melibatkan rekan-rekan jurnalis dari berbagai media dan anggota organisasi seperti PJI, IJTI, PWI dan SOWAT, tapi untuk kegiatan ini, AJI khusus memperuntukkan untuk anggota AJI Pekanbaru.

“Diskusi ini untuk memperkaya wawasan dan mempertajam analisa rekan-rekan dalam meliput anggaran. Dan yang terpenting, menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial, dalam mengawal praktek culas dan kebocoran anggaran,” ungkap alumni FISIPOL Unri ini.

Untuk itu, Fachrurrodzi berharap betul peran aktiv dari rekan-rekan selama diskusi. Baik mengali pengalaman dan ilmu dari para narasumber, juga berbagai pengalaman dari rekan-rekan ketika meliput di lapangan.(rls)




AJI Akan Bedah Transparansi Anggaran di Daerah

Pekanbaru (www.detikriau.org) — Setelah sepekan sebelumnya menggelar diskusi peningkatan kapasitas jurnalis (capacity building), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru akhir pekan ini akan kembali mengadakan kegiatan yang sama. Jika sebelumnya, AJI mengupas topik Resolusi Konflik Melalui Jurnalisme Damai bekerjasama dengan Scale Up, akhir pekan ini, AJI akan membedah topik Transparansi Anggaran di Daerah. Kegiatan kali ini merupakan kerjasama AJI Pekanbaru dengan AJI Padang dan AJI Indonesia.

Demikian diungkapkan Ketua AJI Pekanbaru, Ilham Muhammad Yasir didampingi Project Officer kegiatan, Nolpitos Hendri, Kamis (5/7). Menurut Ilham, diskusi pekan ini merupakan rangkaian kegiatan dari workshop Transparansi Anggaran yang diadakan AJI Indonesia awal Juni lalu. Saat itu, perwakilan anggota AJI Pekanbaru, AJI Padang dan AJI Jambi terlibat serius dalam workshop tersebut di Padang.

“Topik di Pekanbaru lebih spesifik, yaitu terkait transparansi anggaran APBN dan APBD di Riau. Setidaknya, topik ini akan memperkaya wawasan rekan-rekan jurnalis saat membuat liputan terkait anggaran,”  ujar Ilham.

Disebutkan Ilham, sebanyak 15 jurnalis akan dilibatkan. Selain mendengarkan pemaparan dari para narasumber, juga akan dihimpun pengalaman para rekan-rekan saat meliput di lapangan untuk didiskusikan di forum diskusi tersebut. “Intinya, ada pencerahan dari para narasumber, lalu dikombinasikan dengan realita yang rekan-rekan temukan di lapangan,” imbuh Ilham.

Sementara project officer kegiatan, Nolpitos Hendri menambahkan, para narasumber rencananya akan dihadirkan dari anggota dewan maupun mantan anggot dewan. Karena mereka kata Pitos punya pengalaman dalam melakukan penyusunan anggaran. Sedangkan narasumber yang lain adalah dari akademisi. “Mereka ini akan melihat dengan jernih dan objektif praktik-praktik kecurangan, baik saat penyusunan maupun pada waktu anggaran digunakan,” ungkap Pitos.(rls)