Walikota Pekanbaru Sholat Jum’at di masjid Al Muhajirin Labuh Baru

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Foto bersama Pengurus Mesjid paripurna Al-Muhajirin Setelah melakukan Sholat Jum'at Berjamaah bersama masyarakat Labuhbaru timur.Pekanbaru (detikriau.org) – Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Melakukan Sholat Jum’at Bersama Masyarakat Labuhbaru Timur di Mesjid Paripurna Al-Muhajirin Jl.Jendral Sudirman. Pada saat Peninjauan tersebut

turut hadir Kadis Kebersihan dan pertamanan, serta camat Payung sekaki dan masyarakat labuhbaru timur. (foto Humas Pemko)




Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pipa Transmisi PU Riau di Tembilahan

pipa pdamPEKANBARU – Dugaan korupsi proyek Pemasangan Pipa Transmisi PE 100 DN 500 MM di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, senilai Rp3.415.618.000, memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi Riau tengah mendalami dugaan tindak pidana korupsi proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Riau tahun 2013 itu.
”Saat ini kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu, kemudian pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) guna melanjutkan kasus ini. Belum ada pemanggilan saksi terkait kasus ini,” ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan, kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Seperti diberitakan, proyek pipa transmisi ini telah dilaporkan oleh LSM Indonesian Monitoring Development (IMD) ke Kejati Riau pada akhir September 2014. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp1 miliar lebih.
Dalam laporan tersebut, Muhammad ST MT selaku Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Riau tahun 2013 diduga tidak melaksanakan kewajibannya selaku Kuasa Pengguna Anggaran. ”Terkait laporan dari masyarakat itu, ada beberapa nama yang disebutkan, dan mereka akan kita panggil jika diperlukan kesaksiannya,” terang Mukhzan.
Data di Kejaksaan, beberapa orang yang dilaporkan IMD ke Kejati Riau antara lain Muhammad ST MT, Sabar Stavanus P. Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja, PPK Edi Mufti BE, dan Ir SF Hariyanto MT selaku mantan Kadis PU Riau, dan sejumlah nama lain.
Dalam kontrak pada RAB tertera pekerjaan galian tanah untuk menanam pipa HD PE DLN 500 MM PN 10 dengan volume sepanjang 1.362,00, ini berarti galian tanah sedalam 1,36 meter dan ditahan dengan skor pipa kayu bakar sebagai cerucuk. Galian seharusnya sepanjang dua kilometer.
Pada lokasi pekerjaan pemasangan pipa, tidak ditemukan galian sama sekali, bahkan pipa dipasang di atas tanah. Selain itu, pada item pekerjaan timbunan bekas galian, juga dipastikan tidak ada pekerjaan timbunan kembali, karena galian tidak pernah ada.
Pekerjaan tersebut dimulai 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai. Seharusnya, kontraktor pelaksana PT Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan, pemutusan kontrak, dan pencairan jaminan pelaksanaan.
Namun anehnya, pihak Dinas PU Riau tidak melakukan denda, tidak memutus kontrak, dan tidak mencairkan jaminan pelaksanaan. Dan lebih tragisnya lagi, Dinas PU Riau merekayasa serah terima pertama pekerjaan/provisional hand over (PHO) sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO Nomor: 0/BA.ST-I/FSK.PIPA.TBH.XII/2013 tanggal 13 Desember 2013.
Akibat dari tidak dilakukannya pekerjaan galian tanah, tidak dilakukannya penimbunan kembali galian tanah/pekerjaan tidak dilaksanakan namun pekerjaan tetap dibayar, negara diduga telah dirugikan Rp700 juta.
Denda keterlambatan 5 % dari nilai proyek sama dengan Rp170.780.900, dan jaminan pelaksanaan 5 persen dari nilai proyek juga Rp170.780.900. Sehingga diperkirakan total potensi kerugian negara Rp1.041.561.800.
Dalam kasus ini, juga diduga adanya peran SF Hariyanto selaku Pengguna Anggaran, telah lalai menjalankan tupoksinya. Bahkan dari banyak informasi, SF Hariyanto diduga melakukan intervensi dan memaksakan perusahaan pemenang yang berlamat di Jalan M Nawi Harahap No. 151 Medan, Sumatera Utara.
Setelah ditelusuri alamat perusahaan tersebut seperti tertera di kop surat, diduga alamat perusahaan tersebut hanyalah fiktif belaka.(goriau)




Ribuan Santri PDTA Pawai Taaruf Tahun Baru Hijriyah

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT didampingi Kakamenag Edwar S Umar dan para Forkopinda, melepas pawai taaruf menyambut tahun baru 1436 Hijriyah yang diikuti ribuan santri PDTA se-Kota Pekanbaru, Rabu (22/10) di halaman belakang kantor Walikota. (foto humas)
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT didampingi Kakamenag Edwar S Umar dan para Forkopinda, melepas pawai taaruf menyambut tahun baru 1436 Hijriyah yang diikuti ribuan santri PDTA se-Kota Pekanbaru, Rabu (22/10) di halaman belakang kantor Walikota. (foto humas)

PEKANBARU (detikriau.org) — Kawasan jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru macet total, ribuan santri PDTA se-Kota Pekanbaru tumpah ruah ke jalan dalam rangka pawai taaruf menyambut tahun baru Hijryah 1436 yang digelar oleh Pemko Pekanbaru, Rabu (22/10) di halaman belakang kantor Walikota.

Pawai yang dilepas langsung oleh Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT tersebut dihadiri oleh para Muspida dan Kepala Kemenag Pekanbaru, serta seluruh pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru serta seluruh kepala sekolah di Kota Pekanbaru.

Kepada Wartawan, Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT menjelaskan bahwa pawai taaruf tersebut dimaksudkan menumbuhkan rasa cinta anak-anak usia dini kepada ajaran agama  serta  memperkenalkan adanya kalender Islam yang tidak sama dengan dengan kalender masehi, karena rentetan kegiatan keagaamaan dilaksanakan sesuai dengan penjadwalan dalam kalender hiriyah.

“Penyambutan tahun baru hijriyah ini sebagai wujud dari upaya kita mengajak masyarakat untuk selalu menjalankan syariat agama, dalam membentuk masyarakat metropolitan yang madani, aman, nyaman dan penuh kekeluargaan,’’ ujar Walikota.

Ditambahkan walikota, kegiatan menyambut tahun baru hijriyah ini juga disemarakan dengan zikir bersama dan penetapan masjid paripurna Pemko Pekanbaru yang digelar di di Masjid Arrahman dari siang hingga malam hari.(dro/rls humasd Pemko)




Pemko Paparkan Upaya Pekanbaru Jadi Kota Metropolitan

IMG_2659detikriau.org – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar acara kegiatan Diseminasi Kerjasama kawasan Metropolitan di Hotel Arya Duta. Acara ini dihadiri oleh unsur Muspida, Bapeda, Sekko, Asisten II & III , Staf Ahli, SKPD dan Camat Se Kota Pekanbaru serta pekan sekawan (siak pekanbaru pelalawan)

Wako Pekanbaru,  Firdaus ST MTmemaparkan upaya pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani dan pemabangunan infrastruktur seperti jalan, listri dan air bersih. (dro/adv pemko pekanbaru)

 




Kalangan Professor Kagumi Konsep Wako Tangani Kota Pekanbaru

Walikota bersama para mahasiswa pascra sarjana peserta seminar Nasional memperagakan salam PAS Pekanbaru, saat jamuan nasional, Sabtu (18/10) tenda membran Aula Terbuka, Kediaman Walikota.(foto humas)
Walikota bersama para mahasiswa pascra sarjana peserta seminar Nasional memperagakan salam PAS Pekanbaru, saat jamuan nasional, Sabtu (18/10) tenda membran Aula Terbuka, Kediaman Walikota.(foto humas)

PEKANBARU (detikriau.org) — Puluhan professor nasional  dari berbagai perguruan tinggi dan di Indonesia menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan dan pembangunan kota pekanbaru termasuk konsep serta langkah-langkah yang dibuat oleh Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dalam mewujudkan kota yang cerdas, lingkungan yang asri dan nyaman.

Hal itu diungkapkan para professor yang tergabung dalam Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) melalui Ketua ASPI Prof Bakti Setiawan, dalam sambutanya pada jamuan malam Nasional yang digelar Sabtu (18/10) di Aula Terbuka Membran kediaman Walikota Pekanbaru.

Dalam acara yang  dihadiri oleh ratusan anggota ASPI serta peserta Seminal Nasional tentang Sekolah Perencanaan, dan para pengurus serta anggota Pramuka Nasional tersebut, Prof Bakti Setiawan menyampaikan bahwa konsep pembangunan yang diterapkan Pemko pekanbaru adalah konsep Pembangunan yang paling terkini dan dibuthkan saat ini unutk menciptakan kota yang smart dan kota yang hijau.

“Apabila program pembangunan ini terlansakan nantinya, kami yakin Pekanbaru akan mnjadi kota percontohan di Indonesia dalam mewujudkan kota yang cerdas dan hijau, nyaman, Indah dan tertata rapi. Pekanbaru berkembang sangat pesat, dan penataan kotanya masih belum terlambat. Kami para pengurus dan anggota ASPI se-Indonesia yang hadir  di Kota ini dalam rangka seminar Nasional, melihat bahwa Kota Pekanbaru tumbuh pesat dan bersih tertata dengan rapi,’’ ulas professor lagi.

Di acara yang berlangsung sangat akrab tersebut  juga terlihat hadir Purna Dewan kerja Nasional Paulus Cakrawar, Ketua ASPA dari Malaysia Prof Sed Adit, Wakil Kawada Pramuka Riau Hardi Basuki, serta puluhan professor, dan ratusan mahasiswa Pasca Sarjan peserta seminar nasional.

Dikesempatan yang sama,  Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dalam sambutannya menyampaikan ungapan terimakasih kepada keluarga besar ASPI dan Pramuka Nasional yang telah memilih Pekanbaru menjadi tempat kegiatan Nasioanl, sehingga keberadaan Kota Pekanbaru sebagai tujuan wisata Metting, Insentif, Converention dan Excibition (MICE) akan dengan cepat tersosialisasikan.

“Pekanbaru tidak memiliki sumber daya alam yang banyak, Pekanbaru hanya memiliki wilayah yang luas dan strategis, serta  SDM yang cukup, namun Pekanbaru akan sellalu memberikan kenyamanan bagi para tamu untuk menggelar kegiatan yang berivent nasional maupun international di Kota  ini’’ ujar Walikota.

Walikota yang juga didampingi Sekda HM Syukri Harto, serta seluruh pejabat di lingkungan Pemo tersebut, menyebutkan bahwa mewujudkan Kota yang smart dan hijau dalah tujuan prioritas dari Pemko Pekanbaru.

“Masukan saran, serta transfer wawasan dan dukungan sangat diperlukan dari para guru besar dan pendidik di negeri ini dalam mewujudkan tujuan pemko pekanbaru menjadikan Kota pekanbaru menjadi kota yang megah, cerdas, dan masyarakatnya yang madani, aman, nyaman, pusat investasi sehingga  tingkat kesejahteraan masyarakat pun akan semakin membaik,’’ harap Walikota. (dro/rls Humas Pemko)




Jika Terbukti, Annas Maamun Langsung di Tahan

annas-maamunPEKANBARU — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Gubernur Riau Annas Maamun beserta delapan orang lainnya selama 24 jam. Mereka pun akan langsung ditahan jika terbukti.

“Biasanya kalau tangkap tangan dan terbukti kasusnya, yang bersangkutan akan langsung ditahan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Kamis (25/9) malam.

Untuk saat ini, ujar Johan, KPK belum dapat menyimpulkan apakah gubernur beserta delapan orang lainnya itu benar terlibat suap atau tidak.

“Setelah 24 jam, nanti baru ada kesimpulan atau hasil. Kita tunggu saja sampai besok,” katanya.

Johan mengatakan, Annas diamankan oleh tim penyidik pada pukul 17.30 WIB di sebuah rumah di Cibubur, Jakarta.

Dalam operasi tangkap tangan itu, turut diamankan dua unit mobil mewah. Salah satunya merupakan mobil dinas gubernur. KPK juga mengamankan uang tunai dolar Singapura dan rupiah dengan jumlah yang sejauh ini masih dihitung.

“Kemungkinan jumlahnya miliaran rupiah. Tapi masih dihitung,” kata dia.

Annas dikabarkan telah berada di Jakarta sejak beberapa hari lalu untuk kepentingan dinas.

Selama itu, berbagai kegiatan di daerah telah diambil alih oleh Wakil Gubernur Arsyadjuliandi Rachman. (dro/antara)