Walikota Pekanbaru Buka Sosialisasi Adiwiyata

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Meresmikan Sosialisasi Program Adiwiyata dengan Tema' Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. Foto: Humas Pemko
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Meresmikan Sosialisasi Program Adiwiyata dengan Tema’ Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. Foto: Humas Pemko

Pekanbaru (detikriau.org) – Wali Kota Pekanbaru, H. Firdaus, ST., MT secara resmi membuka acara Sosialisasi Program Adiwiyata di Hotel Grand Tjokro Pekanbaru, Selasa (04/11) pagi.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Pemko pekanbaru, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregional wilayah Sumatera, Kepala Sekolah sekota Pekanbaru serta 150 orang utusan dari beberapa sekolah di kota Pekanbaru.

Dalam pidatonya, walikota meminta agar kepala sekolah ataupun Dinas yang terkait program Adiwiyata bukan menjadikan piala atau piagam yang menjadi prioritas utama namun lebih dari itu, melalui program ini hendaknya dimanfaatkan untuk merencanakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk membangun generasi muda terencana dan generasi emas bangsa indonesia khususnya kota Pekanbaru yang cerdas, religius dan mencintai lingkungannya demi terwujudnya kota Pekanbaru menjadi kota metropolitan dan madani.

” Saat ini ada lima calon sekolah yang di ajukan Adiwiyata tingkat Nasional oleh Pemko Pekanbaru diantaranya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 148 Pekanbaru,
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 20 Pekanbaru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Pekanbaru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Pekanbaru dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru.” Sampaikan Walikota.
Program Adiwiyata ini ditujukan untuk menciptakan sekolah yang berbudaya lingkungan hidup, generasi cerdas dan sehat serta terwujutnya masyarakat yang madani, tandas Walikota.(dro/humas pemko)




Walikota Pekanbaru Pinta Tenaga Kesehatan Tingkatkan Pelayanan

Foto: Humas Pemko Pekanbaru
Foto: Humas Pemko Pekanbaru

Pekanbaru (detikriau.org) – Walikota pekanbaru, Firdaus ST MT meminta kepada tenaga pelayan kesehatan untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan. Dengan upaya itu diharapkan kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat.

Permintaan ini disampaikan Walikota saat meresmikan Klinik Pekanbaru Sehat Madani jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, senin (3/11/2014) . Dikatakan Walikota, dalam rangka membangun kota pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani diperlukan sumber daya manusia yang handal dan produktif, termasuk peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih baik agar dapat tercapainya masyarakat yang sehat.

“Khusus kepada tenaga pelayan kesehatan bertindaklah lebih proaktif serta berikan pelayan yang lebih baik dan ramah. Dengan semua itu, masyarakat tentunya akan terpanggil untuk datang berobat,” Pesan Walikota

Disamping dihadiri walikota, kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh asisten 1 SETDAKO beserta unsur muspida lingkungan pemerintah kota, turut hadir juga para anggota DPRD Kota pekanbaru,
LSM penjara dan unsur masyarakat serta 200an tamu undangan.(dro/humas pemko)




Walikota Buka Rakor RT/RW/LPM Se Kota Pekanbaru

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Membuka Secara Resmi Rakor RT,RW,LPM se Kota Pekanbaru  dan Memberikan Ekspo Sepintas Program Pembangunan Kota Kedepan Menjadi Kota Metropolitan yang Madani. Foto: Humas pemko Pekanbaru
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Membuka Secara Resmi Rakor RT,RW,LPM se Kota Pekanbaru dan Memberikan Ekspo Sepintas Program Pembangunan Kota Kedepan Menjadi Kota Metropolitan yang Madani. Foto: Humas pemko Pekanbaru

Pekanbaru (detikriau.org) – Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT membuka kegiatan rakor RT/RW/LPM se Kota Pekanbaru. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru ini dihadiri oleh Seluruh Pejabat di lingkungan Kota Pekanbaru dan Camat Kota Pekanbaru. Senin (3/11/2014)

Dalam Pidato Singkatnya Walikota mengatakan bahwa RT/RW/LPM adalah ujung tombak pemerintahan kota yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat. Ia berharap dengan adanya rakor ini dapat lebih meningkatkan peranserta RT/RW/LPM terutama dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Walikota juga berkesempatan menyampaikan ekspose pembangunan kota Pekanbaru menuju kota Metropolitan yang Madani. Saat ini dikatakanya, kita berada pada era Transparansi,Demokrasi dan Globalisasi. Oleh karena itu tidak dapat di pungkiri apa yang dikerjakan akan menjadi sorotan dan perhatian banyak pihak terutama Masyarakat.

“Saya berharap RT dan RW dalam posisi ujung tombak pelayanan, dapat membantu dan mendukung Program-Program Pemerintah terutama dalam memberikan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.” Sampaikan Firdaus.

Diakhir kalimatnya, Walikota mengharapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh agar ilmu yang didapatkan dapat diterapkan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.(dro)




Walikota Pekanbaru Ajak masyarakat untuk Kembangkan Budaya Melayu

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT di Dampingi Muspida Kota Pekanbaru Meninjau Bazar Festival Bandar Senapelan. Foto; Humas Pemko
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT di Dampingi Muspida Kota Pekanbaru Meninjau Bazar Festival Bandar Senapelan. Foto; Humas Pemko

Pekanbaru (detikriau.org) – Walikota Pekanbaru, Firdaus mengajak kepada seluruh masyrakat untuk dapat terus mengembangkan Budaya Melayu di Negri sendiri dan mengangkat marwah kota Pekanbaru.

Ajakan ini disampaikan Firdaus dalam pidatonya saat meresmikan Festival Bandar Senapelan yg ke 1 di Tepian Sungai Siak Sabtu,(1/11/2014)

Dalam kesempatan ini, Firdaus sekaligus memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap masyarakat terlebih kepada UKM yang mengikuti Bazar. Firdaus meminta kepada Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata ,Dinas Perindag, Hermanius untuk mengupayakan agar hasil produksi UKM dapat dijadikan Sebagai Oleh-Oleh Khas Dari Kota Pekanbaru

“Jika ini bisa dilakukan pastinya akan sangat membantu UKM untuk terus eksis serta meningkatkan perekonomian mereka,” Ujar Firdaus

Turut hadir dalam kegiatan itu Muspida kota pekanbaru,Dinas Pariwisata prov, Disperindag,Dinas Budaya dan Pariwisata kota pekanbaru,serta Camat-Camat se kota Pekanbaru.(dro)




Walikota Pekanbaru Sholat Jum’at di masjid Al Muhajirin Labuh Baru

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Foto bersama Pengurus Mesjid paripurna Al-Muhajirin Setelah melakukan Sholat Jum'at Berjamaah bersama masyarakat Labuhbaru timur.Pekanbaru (detikriau.org) – Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT Melakukan Sholat Jum’at Bersama Masyarakat Labuhbaru Timur di Mesjid Paripurna Al-Muhajirin Jl.Jendral Sudirman. Pada saat Peninjauan tersebut

turut hadir Kadis Kebersihan dan pertamanan, serta camat Payung sekaki dan masyarakat labuhbaru timur. (foto Humas Pemko)




Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pipa Transmisi PU Riau di Tembilahan

pipa pdamPEKANBARU – Dugaan korupsi proyek Pemasangan Pipa Transmisi PE 100 DN 500 MM di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, senilai Rp3.415.618.000, memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi Riau tengah mendalami dugaan tindak pidana korupsi proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Riau tahun 2013 itu.
”Saat ini kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu, kemudian pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) guna melanjutkan kasus ini. Belum ada pemanggilan saksi terkait kasus ini,” ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan, kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Seperti diberitakan, proyek pipa transmisi ini telah dilaporkan oleh LSM Indonesian Monitoring Development (IMD) ke Kejati Riau pada akhir September 2014. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp1 miliar lebih.
Dalam laporan tersebut, Muhammad ST MT selaku Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Riau tahun 2013 diduga tidak melaksanakan kewajibannya selaku Kuasa Pengguna Anggaran. ”Terkait laporan dari masyarakat itu, ada beberapa nama yang disebutkan, dan mereka akan kita panggil jika diperlukan kesaksiannya,” terang Mukhzan.
Data di Kejaksaan, beberapa orang yang dilaporkan IMD ke Kejati Riau antara lain Muhammad ST MT, Sabar Stavanus P. Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja, PPK Edi Mufti BE, dan Ir SF Hariyanto MT selaku mantan Kadis PU Riau, dan sejumlah nama lain.
Dalam kontrak pada RAB tertera pekerjaan galian tanah untuk menanam pipa HD PE DLN 500 MM PN 10 dengan volume sepanjang 1.362,00, ini berarti galian tanah sedalam 1,36 meter dan ditahan dengan skor pipa kayu bakar sebagai cerucuk. Galian seharusnya sepanjang dua kilometer.
Pada lokasi pekerjaan pemasangan pipa, tidak ditemukan galian sama sekali, bahkan pipa dipasang di atas tanah. Selain itu, pada item pekerjaan timbunan bekas galian, juga dipastikan tidak ada pekerjaan timbunan kembali, karena galian tidak pernah ada.
Pekerjaan tersebut dimulai 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai. Seharusnya, kontraktor pelaksana PT Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan, pemutusan kontrak, dan pencairan jaminan pelaksanaan.
Namun anehnya, pihak Dinas PU Riau tidak melakukan denda, tidak memutus kontrak, dan tidak mencairkan jaminan pelaksanaan. Dan lebih tragisnya lagi, Dinas PU Riau merekayasa serah terima pertama pekerjaan/provisional hand over (PHO) sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/PHO Nomor: 0/BA.ST-I/FSK.PIPA.TBH.XII/2013 tanggal 13 Desember 2013.
Akibat dari tidak dilakukannya pekerjaan galian tanah, tidak dilakukannya penimbunan kembali galian tanah/pekerjaan tidak dilaksanakan namun pekerjaan tetap dibayar, negara diduga telah dirugikan Rp700 juta.
Denda keterlambatan 5 % dari nilai proyek sama dengan Rp170.780.900, dan jaminan pelaksanaan 5 persen dari nilai proyek juga Rp170.780.900. Sehingga diperkirakan total potensi kerugian negara Rp1.041.561.800.
Dalam kasus ini, juga diduga adanya peran SF Hariyanto selaku Pengguna Anggaran, telah lalai menjalankan tupoksinya. Bahkan dari banyak informasi, SF Hariyanto diduga melakukan intervensi dan memaksakan perusahaan pemenang yang berlamat di Jalan M Nawi Harahap No. 151 Medan, Sumatera Utara.
Setelah ditelusuri alamat perusahaan tersebut seperti tertera di kop surat, diduga alamat perusahaan tersebut hanyalah fiktif belaka.(goriau)