Melalui Voting, Sarlose Mesra Terpilih Sebagai Ketua ZLS-STS Polda Riau

Pekanbaru, detikriau.org – Sarlose Mesra terpilih sebagai Ketua Daerah ZLS-STS Polda Riau pada Pelaksana Musyawarah Daerah Pembentukan Kepengurusan Organisasi Polri Angkatan I Tahun 2005 dan Polwan Angkatan XXXI Polda Riau.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Alpha Pekanbaru ini dihadiri oleh Ketua dan Perwakilan Leting ZLS-STS dari 13 wilayah di Provinsi Riau. Minggu (27/11/2016)

Sarlose Mesra meraih suara terbanyak melalui voting pengumpulan suara yang dipimpin Dewan Majelis penetapan terdiri dari Dendi, Lisma, Dodi dan Donni dibandingkan dua kandidat ketua lainnya Edwar Murten dan Teddy Kusuma.

Memimpin ZLS-STS Polda Riau, Sarlose mengusung Visi Misi diantaranya merangkul leting ZLS-STS Polda Riau menjadi lebih baik, meningkatkan program kegiatan leting yang sudah berjalan kemudian membentuk program binrohtal terkait leting yg bermasalah serta mengupayakan agar leting ZLS-STS Polda Riau selalu kompak.

Susunan kepengurusan ZLS-STS polda Riau adalah

Ketua Daerah ZLS-STS Polda Riau: SARLOSE MESRA.
Wakil Ketua I: TEDDY KUSUMA.
Wakil Ketua II: EDWAR MURTEN.

Struktur Organisasi ZLS-STS Polda Riau, yg dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua Daerah ZLS-STS Polda Riau terpilih, sbb:
> Sekretaris I: DONNI
> Sekretaris II: RIRIN
> Sekretaris III: RISKA

> Bendahara I: ADE
> Bendahara II: YANDRI

> Seksi Sosial I: Para Ketua ZLS-STS Kewilayahan.
> Seksi Sosial II: ELSA
> Seksi Sosial III: SELLY
> Seksi Sosial IV: HITLER
> Seksi Sosial V: APRIADI
> Seksi Sosial IV: JUNITA

> Seksi Binroh I: Para Ketua ZLS-STS Kewilayahan.
> Seksi Binroh II: ULLI CRENILIA
> Seksi Binroh III: EDWAR GUSTAF
> Seksi Binroh IV: DEVI
> Seksi Binroh V: SOFYAN HADI
> Seksi Binroh VI: FATURAHMAN

Dewan Pembina & Penasehat:
> DENDY.M
> DODY AFRIANTO
> LISMA

Pengukuhan Ketua ZLS-STS Kewilayahan yg terdiri dari (Polda,Polresta dan Polres jajaran Polda Riau, berjumlah 13 wilayah) oleh Ketua dan Wakil Ketua Daerah ZLS-STS Polda Riau.

Perwakilan Leting ZLS-STS dari 13 wilayah di Provinsi Riau yang ikut hadir yakni Perwakilan Polda,SPN dan Brimob, Perwakilan Polresta P.Baru, Perwakilan Polres Kampar, Perwakilan Polres Pelalawan, Perwakilan Polres Kuansing, Perwakilan Polres Siak, Perwakilan Polres Meranti, Perwakilan Polres Rohil, Perwakilan Polres Rohul, Perwakilan Polres Inhil, Perwakilan Polres Inhu, Perwakilan Polres Dumai dan Perwakilan Polres Bengkalis.

Kegiatan ini merupakan kerjasama dari seluruh Personil Polri Angkatan I Th 2005 dan Polwan Angkatan XXXI Polda Riau yang ditujukan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan solidaritas sesama leting di Polda Riau./rls/dro

 




Pemilik Media Online Prancis Isi Workshop Konten Media Lokal

sabine-torresPEKANBARU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan AJI Pekanbaru, Canal France International (CFI) dan Development and Peace gelar workshop “Membuat Konten bagi Media Online Lokal,” Hotel Grand Tjokro, Pekanbaru, Kamis, 17 November 2016.

Pemateri pemilik media online Perancis, TV Sud, Sabine Torres. Pelatihan dikhususkan bagi media online ini  digelar selama 2 (dua) hari, 17 dan 18 November 2016, diikuti 15 pengelola media online dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Siak, dan Kota Palembang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Festival Media AJI 2016, puncak acaranya digelar pada 19 dan 20 November 2016. Saat pembukaan workshop, pengurus AJI Indonesia bidang penyiaran, Bayu Wardhana mengungkapkan, workshop media online ini digelar sebagai bentuk kepedulian AJI terhadap perkembangan media online lokal.

Pasalnya, saat ini media online di Indonesia masih kurang gencar mengangkat isu lokal. “Banyak media online lokal tapi kontennya masih kurang atau tidak mengembangkan diri dengan konten lokal,” tutur Bayu.

Padahal, menurut Bayu, banyak isu lokal yang menarik diangkat.Namun sebagian besar media lokal justru lebih banyak menyajikan berita-beritanasional.Ia mencontohkan, media lokal cenderungl ebih tertarik mengangkat isu politik nasional sedangkan porsi politik daerah  kurang dilirik.

Selain itu, lanjutnya,banyak pengelola media lokal kurang memahami bagaimana karakteristik penyajian konten untuk media online. “Banyak media online dengan gaya penyajian media cetak dibawa ke online padahal beda. Kita hadirkan Sabine karena punya pengalaman mengembangkan media lokal Prancis.Itu sudah dibuktikan dengan TVSud-nya,” ujar jurnalis lndependen.id ini.

Dalam pemaparannya,Sabine Torres menjelaskan, wartawan harus bisa memahami psikologis pembaca. Ia menambahkan,jurnalis sebaiknya memposisikan diri sebagai pembaca ketika menulis berita. Bahkan jurnalis harus lebih mengetahui detail karakteristik pembaca.

“Wartawan harus mengenali sasaran pembacanya.Jadi kontennya tepat ke pembaca,” tegasnya.

Selanjutnya, Sabine menjelaskan untuk meningkatkan kualitas media lokal, yang perlu dibenahi pertama dari segi konten, kedua editing dan broadcasting secara profesional.
Kemudian yang tak kalah penting adalah memanfaatkan kecanggihan teknologi dan media digital dalam membagikan berita.Hal ini sangat penting agar informasi sampai kesasaran pembacanya.

“Jika kredibel maka akan diperhatikan pengiklan, dengan begitu dapat mengelola finansial secara mandiri,” kata CEO myvideoplace.tv.

Jurnalis bertuahpos.comRiki Ariyanto, yang mengikuti workshop tersebut mengatakan, pelatihan tersebutlebih membuka wawasannya terkait pengelolaan media online lokal. “Akan lebih mempertimbangkan segmentasi.Selama ini cenderung menulis yang jurnalis sukai, bukan yang pembaca sukai,” katanya.(Rilis)




30 Jurnalis se-Indonesia Ikuti Workshop Bisnis dan HAM Tajaan AJI

PEKANBARU, detikriau.org – Rangkaian Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 19-20 November 2016 mendatang, AJI Indonesia bersama International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Oxfam, dan Uni Eropa, menaja workshop bertemakan Bisnis dan HAM.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dengan mendatangkan beberapa pemateri. Di hari pertama, Rabu, 16 November 2016, diisi anggota Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) dan dosen Universitas Airlangga, Imam Prihandono Ph.D.

Peserta workshop berjumlah 30 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Medan, Jakarta, Pontianak, Kediri, Jember, Bojonegoro, Malang dan Pekanbaru.

Senior Program Officer INFID, Mugiyanto, mengatakan, bisnis dalam kaitannya HAM adalah persoalan besar terkait praktik bisnis acapkali terjadi pelanggaran HAM.

Namun, tak jarang terabaikan dan seharusnya mendapat perhatian dari masyarakat terutama pemerintah.

“Mengapa workshop ini menjadi penting karena media melalui para jurnalisnya yang bertugas menyuarakan tidak mampu bersuara (the voice of voiceless) penting untuk terus-menerus menyampaikan isu ini supaya menjadi perhatian pemerintah,” ujar Mugiyanto di Hotel Alpha Pekanbaru.

Dengan adanya materi mengenai Prinsip-prinsip Panduan PBB tentang bisnis kaitannya dengan HAM yang memiliki 3 prinsip, kewajiban negara hukum untuk melindungi HAM dalam praktik bisnis, kewajiban sektor bisnis untuk menghormati HAM dan prinsip tentang masyarakat agar mendapatkan pemulihan.

“Instrumen ini penting untuk dijadikan panduan ketika melakukan peliputan-peliputan, apalagi dengan sebagai rangkaian Fesmed terkait dengan lingkungan hidup, ini menjadi sangat relevan,” kata Mugiyanto.

Ia mengharapkan dengan diangkatnya tema ini kepada para jurnalis akan membuka pemahaman jurnalis terkait hal-hal apa saja dalam bisnis yang melanggar HAM.  “Untuk kemudian bisa mengurangi tingkat pelanggaran HAM pada praktek bisnis,” harapnya.(*)




Unilak Beri Beasiswa 10 Juara Lomba Mading di Fesmed 2016

panitia fesmed-aji dengan wakil rektor I unilak
panitia fesmed-aji dengan wakil rektor I unilak

PEKANBARU, detikriau.org – Universitas Lancang Kuning (Unilak) memberi beasiswa pendidikan kepada 10 pemenang juara lomba majalah dinding (Mading) tiga dimensi tingkat SMA/sederajat, digelar pada Festival Media (Fesmed) 2016, Minggu, 20 November 2016 mendatang.

Kesepuluh siswa tersebut akan dibiayai hingga tamat di Universitas Lancang Kuning (Unilak).

“Kami akan memberi beasiswa pendidikan di Unilak kepada pemenang lomba mading. Selain itu, juga akan ada Piala Rektor Unilak,” kata Wakil Rektor I, DR Junaidi, MHum, Senin, 14 November 2016, saat acara ramah tamah antara Civitas Academica Unilak dengan Pimpinan Media Cetak dan Online.

Dari sejumlah lomba digelar pada Fesmed 2016 di Perpustakaan Wilayah Soeman HS tersebut, Unilak menangani satu lomba yaitu lomba mading untuk tingkat SMA/sederajat di Riau.

“Semoga sekolah-sekolah di Riau banyak berminat ikut menjadi peserta lomba. Peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti lomba ini,” kata Ketua Panitia Festival Media 2016, Eko Faizin.

Keikutsertaan Unilak pada agenda tahunan Hari Ulang Tahun (HUT) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini tidak hanya itu, Unilak juga meramaikan pameran yang ada di lokasi Fesmed.

Bersama puluhan stand dari AJI-AJI Kota se-Indonesia, perguruan tinggi swasta tersebut akan menunjukkan berbagai kreativitas mahasiswa dan keunggulan yang dimiliki kampusnya.

Sebelumnya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska, Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Riau, Fakultas Komunikasi UIR, dan Fakultas Komunikasi Universitas Abdurrab.

Melihat antusias kalangan perguruan tinggi di Pekanbaru, Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi, optimistis Fesmed 2016 berjalan sesuai harapan.

“Suksesnya acara ini adalah kesuksesan kita bersama. Karena acara ini adalah acara kita bersama, kalangan media dan stakeholdernya,” kata Fakhrurrodzi.

Festival Media 2016 di Pekanbaru ini istimewa karena pertama di luar Jawa dan dibuat tematik. Tema yang diusung; Media Cerdas, Lestarikan Bumi. Pada Fesmed sebelumnya yang digelar di Kota Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta, tema yang diangkat sama dengan tema HUT AJI di tahun tersebut.

“Fesmed di Pekanbaru merupakan gelaran ke-5. Fesmed ini dibuat sebagai ajang pertemuan awak media dengan audiensnya. Konsepnya dikemas sangat menghibur namun padat ilmu dan pengetahuan,” kata Ketua Panitia Fesmed 2016, Eko Faizin.

Ia menjelaskan, Fesmed juga akan menghadirkan Prabu Revolusi, perwakilan aplikasi berita, seperti UC Browser, Kurio, VOA, Dandhy D Laksono serta pembicara kompeten di bidangnya.

Mereka, tuturnya, akan berbagai ilmu dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Jadi jangan lewatkan Fesmed 2016 yang akan digelar 19-20 November 2016 di Perpustakaan Wilayah Soeman HS. Terbuka untuk umum dan gratis,” tambah Eko Faizin. (***)




Bekerjasama Dengan CFI, AJI Gelar Workshop Untuk 15 Pengelola Media Online di Riau

sabine-torres
sabine-torres

PEKANBARU, detikriau.org –  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru bekerjasama dengan AJI Indonesia dan Canal France International (CFI), selama dua hari menggelar workshop “bagaimana mengembangkan media online dan jurnalisme digital”.

Workshop ini digelar selama dua hari, 17-18 November 2016 dengan peserta para pengelola 15 media online lokal di Pekanbaru dengan pemateri dari TVSud Prancis, Sabine Torres.

“Ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Media (Fesmed) AJI 2016 di Pekanbaru. Kesempatan ini sangat menarik dan langka bagi media online di Riau,” kata Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi, Sabtu, 12 November 2016.

Sebelum di Pekanbaru, Sabine Torres juga memberikan materi serupa tentang pengembangan media online, dari sisi konten, bisnis dan manajemen media online yang baik.

Kota-kota pernah disinggahi perempuan Prancis ini antara lain, Lampung, Denpasar, Makassar, Jakarta, dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Sabine Torres merupakan CEO myvideoplace.tv, terobosan dilakukan TVSud sebagai media lokal di Selatan Prancis.

Sebagai seorang perempuan dengan jabatan CEO, TVSud mengelola empat stasiun TV lokal, dua media online, satu media cetak, sekaligus ads networks.

“Kehadiran Sabine di Pekanbaru akan memberikan ilmu baru bagaimana melakukan terobosan dalam pengelolaan, manajemen hingga nilai jual media online lokal. Terpenting dalam workshop ini adalah manajemen konten media online,” pungkas Fakhrurrodzi./rls




AJI Pekanbaru Gelar Workshop Perburuhan Berhadiah Trip ke Belanda

PEKANBARU, detikriau.org – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru menggelar kegiatan pengembangan (Capacity building) jurnalis dengan melaksanakan Workshop Jurnalistik.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Arif Gunawan mengatakan, workshop kali ini mengangkat tema “Meliput Isu Perburuhan dan Buruh Perkebunan”.

“Kegiatan ini terselenggara kerjasama AJI Indonesia dengan FNV dan akan dibuka langsung oleh Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi, Sabtu pagi,” kata Arif dalam keterangan pers Jumat (23/9/2016).

Jurnalis Bisnis Indonesia ini menjelaskan, workshop diselenggarakan selama dua hari Sabtu dan Minggu, 24-25 September 2016, dengan menghadirkan narasumber terkait isu perburuhan khususnya sektor perkebunan.

Di antaranya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau, Rasidin, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Muhibul Basyar, Serikat Buruh  Perkebunan, Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Peserta kegiatan berjumlah ini yaitu 20 jurnalis dari media cetak, elektronik seperti tv dan radio, dan media online. Jurnalis ini berasal dari Pekanbaru dan daerah kabupaten yang memiliki potensi isu perburuhan di Riau.

“Selain menghadirkan narasumber pemerintahan dan serikat buruh, kami juga menghadirkan trainer dalam membimbing peserta membuat outline peliputan isu perburuhan,” katanya.

Pada tahapan ini, setiap outline atau kerangka liputan yang diajukan, bakal memasuki tahap seleksi oleh panitia untum dipilih menjadi rencana outline terbaik. Pematerinya, Pemred GoRiau.com Hasan Basril dan Redaktur Utama Majalah Tempo, Jajang Jamaluddin akan membahas indeph reporting.

Sementara itu, Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi mengatakan, peserta pelatihan juga berkesempatan memenangkan hadiah trip ke Belanda untuk liputan isu perburuhan terbaik.

“Peserta pelatihan bisa mengambil kesempatan untuk ikut kompetisi menulis isu perburuhan dengan hadiah trip ke Belanda,” katanya.

Adapun isu perburuhan khususnya sektor perkebunan cukup menarik di Provinsi Riau karena sektor ini menyumbang pendapatan cukup besar bagi perekonomian daerah tersebut./rls