Yuk Umroh Bareng!

*GERAKAN UMROH BERSAMA (GUB)*
*PEKANBARU  tanggal 05 November 2018*
*PEKANBARU LANGSUNG MADINAH*
*ANDYN  DYO ARMINA)*

Assalaamua’laikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

_Bismillaahirrohmaanirrohiim_
_Labbaika Allaahumma labbaik_
_Labbaika laa syariika laka labbaik_
_Innal hamda wanni’mata laka walmulk laa syariika lak_

*#Yuk Umroh Bareng!*
Wujudkan impian anda menuju BAITULLAH bersama kami:

*_HJ. ALVI ALWIE (ALVI ANDYN) Tour Leader_*

*By LION  Airlines*
*Pekanbaru-Madinah*
——————————–

*Paket Umroh 11 Hari*
*05 NOVEMBER  s/d 15 NOVEMBER  2018*

*Awali dengan :*
_Bayar uang muka *(DP) Rp. 3,5 juta*_ (Diskon 1,5 juta khusus bagi yang DP bersama keluarga)
*Booking seat Rp. 7,5 jt*

*Estimasi Pelunasan (stlh bookingseat):*
*Rp. 19.820.000,-*
(1 Kamar 4 orang)
*Rp. 20.520.000,*
(1 Kamar 3 orang)
*Rp. 21.220.000,-*
(1 Kamar 2 orang)

Seluruh pembayaran TRANSFER/SETOR langsung ke salah satu rekening atas nama PT. Arminareka Perdana berikut:
* BCA: 7510172820
* BNI:  0147752748
* BRI:  0528-01-000088-303
* MANDIRI: 156.0001408550
* SYARIAH MANDIRI:  0690038383
* MUAMALAT:  3110014597

*Biaya di atas sudah termasuk :
1. Tiket pesawat Pbaru – Madinah (PP)
2. Koper dan Kelengkapan
3. Akomodasi Jeddah, Madinah, Mekkah
4. Ziarah & transportasi lokal
5. Makan 3x sehari menu Indonesia
6. Muthowwif / Guide
7. Air Zam zam @ 5 liter
8. Visa Umroh

*Biaya diatas belum termasuk :*
1. Tiket PP dari kota asal ke Pekanbaru
2. Kartu Kuning, Suntik Maningitis
3. Paspor dengan 3 suku kata
4. Biaya muhrim Rp 150 rb – 350 rb bagi jamaah wanita usia dibawah 45 thn yg berangkat umroh tanpa didampingi muhrimnya.
5. Kursi roda & Service (bila membutuhkan)

Segera melengkapi dan menyerahkan dokumen perjalanan yg diperlukan :

✔1. Paspor dg nama 3 suku kata yg masih berlaku.
✔2. Fotocopy KTP/KK/akte nikah
✔3. Buku nikah asli utk jamaah wanita bagi usia dibawah 45 thn yg berangkat bersama suami
✔4. Foto dg background putih tampak wajah 80% , 3 x 4 dan 4 x 6 =  @ 6 lbr
✔5. Buku Suntik meningitis atau Kartu Kuning
– Dokumen dan Pelunasan diserahkan max 10 September 2018

*Segera amankan seat Anda…*
*SEAT TERBATAS *…

_Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh_

*SALAM BAITULLAH*
Info pendaftaran : *HJ. ALVI ALWIE*
HP/WA: *081372478448*/adv




Ekspedisi Literasi, Eksperasi 2017

detikriau.org – Dua orang siswa Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru lakukan ekspedisi ke Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Riau.  Di usia belia, mereka berbagi keceriaan dan mendorong anak-anak untuk gemar membaca.

Kegemaran membaca yang dimiliki Azzura (12) dan Arung (9) disalurkan lewat sebuah perjalanan literasi ke Desa Kotolamo, Kampar Kiri Hulu di Provinsi Riau.  Keduanya menempuh perjalanan darat dari Pekanbaru selama hampir tiga jam.  Dilanjutkan dengan perjalanan dengan sampan hampir dua jam menuju lokasi.

“Cukup melelahkan, tapi senang,” celetuk Azzura.

Dia dan saudaranya Arung melakukan perjalanan ini di sela liburan akhir semester yang bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru pada 26-31 Desember 2017.  Di Kotolamo, keduanya terlibat melakukan kegiatan membaca bersama anak-anak setempat.

Selain membaca, mereka juga bermain sambil belajar.  Permainan edukasi seperti permainan mengenal anggota tubuh sambil bernyanyi mereka lakukan dengan riang.

Dalam ekspedisi yang mereka namakan Eksperasi 2017 ini, keduanya juga terlibat membagikan buku-buku bacaan bagi anak-anak.  Menurut Azzura, buku bacaan anak penting guna membuka pemahaman anak-anak seperti dirinya akan kehidupan dunia yang lebih luas.

“Penting lagi jika buku menjadikan kita paham dan bersyukurpada Sang Pencipta,” ungkapnya.

Selain berbagi buku, Eksperasi 2017 juga membagikan alat-alat tulis untuk anak-anak di Kotolamo.  Jauhnya akses desa ke pusat kota membuat alat tulis sangat langka di wilayah ini.

Kotolamo merupakan salah satu desa yang berada di Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang bukit Baling.  Kondisi ini tentunya membuat anak-anak belajar cepat tentang keadaan hutan.  Eksperasi jugam mengagendakan pembicaraan tengan konservasi bersama anak-anak.

“Metodenya sederhana saja.  Anak-anak dapat diajak bermain sambil memperkenalkan kekayaan alam yang dikandung kawasan konservasi.  Pemahaman dasar konswervasi penting agar anak-anak tumbuh dengan menghargai alamnya,” papar Ibunda dari kedua anak ini, Elfa Yeni.

Menurut Elfa, anak-anaknya berkeinginan agar anak-anak seusia mereka mau membaca.  Dengan membaca, maka imajinasi mereka akan tumbuh tanpa batas.

“Ini membantu mereka menyongsong masa depannya sendiri,” tandas Elfa.

Anak Kotolamo, Ernesti (10) mengaku senang dengan kunjungan ini.  Dia berharap agar buku-buku yang disumbangkan dapat menjadi bahan bacaan bagi anak di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kini ada pustaka yang berisi buku bacaan.  Kami bisa membaca setiap saat,” kata Ernesti.

Azzura dan Arung terlibat dalam sebuah ekspedisi literasi bersama kedua orang tuanya. Kedua kakak beradik ini memang gemar melakukan kegiatan serupa.  Dua tahun lalu, mereka terlibat menyambangi Suku Anak Dalam di Jambi.

Keluarga ini turut menyuarakan pentingnya pendidikan dan literasi bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan.

Terkendala Banjir Bandang

Hujan yang tak henti mengguyur kawasan hulu pada akhir 2017 itu membuat Sungai Bio, sungai yang melewati Desa Kotolamo mengalami banjir bandang. Sungai itu meluap memuntahkan jutaan kubik air bewarna cokelat.

Selain banjir, banyak material kayu hanyut.  Orang-orang berusaha mengambil kayu agar masih bisa dimanfaatkan.

“Untung tidak ada korban jiwa.  Kami tertahan seharian di Kotolamo, terlambat pulang ke Pekanbaru,” ungkap Azzura.

Sedianya, Eksperasi berakhir pada 30 Desember 2017.  Tapi banjir yang melanda Kotolamo dan wilayah sekitarnya membuat tim ini menunda kepulangannya.

“Bahaya kalau dipaksakan.  Kayu-kayu besar bisa menghantam perahu dari belakang,” katanya.

Kotolamo sendiri merupakan sebah desa, beratus kilometer jaraknya dari Pekanbaru.  Desa ini terletak pada lembah sempit.  Sungai Batang Bio mengalir ditengah desa.  Sungai itu akan bergabung dengan Sungai Batang Subayang agak di hilir, yang lantas membesar menadi Sungai Kampar hingga di muara dekat pesisir timur Sumatra.

Desa Kotolamo berada tepat di jantung Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling, sebuah kawasan konservasi alam.  Beragam satwa hidup di hutan konservasi ini, termasuk Harimau Sumatra.  Karenanya, Eksperasi juga mengagendakan obrolan tentang pentingnya hutan bersama anak-anak.

Hutan, kata Elnesti bermanfaat sebagai penjaga keseimbangan alam.  Dia membayangkan Kotolamo akan terus bertahan sebagai desa yang asri di masa depan.

“Kalau hutan ditebang terus, kemana harimau akan tinggal? Nanti malah kita yang diterkam,” kata Elnesti.

Kumpulkan Sumbangan

Ekspedisi ini, lanjut Azzura digagas beberapa bulan yang lalu.  Dia dan timnya berupaya mendapatkan sumbangan buku-buku dari berbagai pihak.

“Kami dapat buku bekas dari teman-teman.  Ada dari Aceh dan Jakarta,” umgkapnya.

Azzura dan Arung turut pula menyumbangkan buku-buku koleksi pribadi mereka.  Diantaranya ada novel dan majalah untuk anak.

Selain buku, timnya juga menyediakan peralatan sekolah dan melukis.

“Selain uang tabungan, ada juga yang mengirim sumbangan uang.  Kami kumpulkan uang sejumlah 1,5 juta rupiah,” ungkapnya.

Uang sumbangan, lanjut Azzura digunakan untuk keperluan membeli alat-alat menggambar.  Berikut dengan peralatan lain yang digunakan dalam ekspedisi ini./rls

 




Barisan Islam Riau Laporkan Kasus Ustad Abdul Somad ke Polda

PEKANBARU, detikriau.org — Masyarakat yang menamakan diri Barisan Umat Islam Riau (BUIR) mendatangi membuat laporan terkait dugaan kasus pengadangan yang dialami Ustaz Abdul Somad di Denpasar, Provinsi Bali ke kepolisian.

“Laporan ini, melalui Polda Riau agar diteruskan kembali ke Polda Bali untuk ditindaklanjuti,” kata Perwakilan BUIR, Ustaz Ade Hasibuan yang juga Ketua Front Pembela Islam Riau di Pekanbaru, Senin (11/12).

Dia melaporkan penghadangan tersebut karena ada beberapa orang saat kejadian berlangsung diduga membawa senjata tajam. Selain itu, dia juga menduga ada sejumlah orang diduga menjadi dalang hingga terjadi kericuhan saat Ustaz Abdul Somad di Bali.

“Ada lima orang yang diduga menjadi provokator kericuhan semalam. Di antaranya Gus Riyadi, dialah otak pelakunya yang membawa senjata tajam sejenis pisau,” tambah Ade.

Kuasa Hukum BUIR, Bambang Rumnan menambahkan bahwa laporan ini sebagai bentuk keresahan warga Riau. Dimana seorang ustaz kondang telah didatangi orang dengan membawa senjata tajam.

“Kita meminta atas laporan ini, Mapolda Riau akan menyampaikan kembali ke Bapak Kapolri dan bisa ditindaklanjuti lagi ke Polda Bali,” terang Bambang.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo menyampaikan laporan diterima. Jika memang peristiwanya di Bali tentu pihaknya akan berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang ada di Riau.

“Laporan dan pengaduan masyarakat kepada kepolisian wajib diterima dan selanjutnya mengambil langkah penyelidikan dan didalami. Kita pelajari dulu substansinya, kalau ditangani kepolisian di Bali ya kita akan berkoordinasi bahwa ada aspirasi dan pengaduan itu kita sampaikan,” ungkapnya.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/11/p0slv4330-barisan-islam-riau-laporkan-kasus-ustaz-abdul-somad-ke-polda




Adakan Edukasi Gosok Gigi Bersama, PKPU-HI Riau dan Hima Kep UR Tuai Ucapan Terimakasih

Pekanbaru, detikriau.org – Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU-HI Riau bersama Himpunan Mahasiswa Keperawatan Universitas Riau Adakan Program Edukasi Gosok Gigi Bersama di SDIT Future Islamic School , senin (17/4/2018) kemaren

Dalam kegiatan yang dilaksanakan sempena peringatan Hari Kesehatan Sedunia ini, seluruh siswa/i SDIT FIS. Siswa/i membawa perlengkapan gosok gigi sendiri dari rumah dan diberikan praktek bersama cara menggosok gigi yang benar.

Dalam pemaparannya, Tim Edukasi yang dipimpin oleh Novia memberikan penjelasan tentang pentingnya menggosok gigi serta akibatnya jika tidak menggosok gigi. Selain itu juga, menggunakan media edukasi Flyer dan Phantom Gigi, tim edukasi juga memberikan contoh cara menggosok gigi yang benar agar sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di gigi dapat dibersihkan.

“Selain itu dengan menggosok gigi juga dapat menghindari dari gigi berlobang, sakit gigi dan bau mulut,” Ujarnya

Kegiatan yang menyertakan siswa/i dari kelas I hingga kelas V ini tampak diikuti  dengan antusias. Para siswa tingkat sekolah dasar ini dengan bersemangat mendengarkan dan mempraktekkan edukasi gosok gigi bersama.

Nazwa salah satu siswi yang mengikuti mengaku sangat senang dapat mengikuti program gosok gigi bersama hari ini.

“Jadi kita tau bagaimana menggosok gigi yang benar. Setelah gosok gigipun, nafas menjadi segar dan gigipun jadi putih dan sehat. Terima kasih PKPU.” Ucapnya sembari tersenyum./rls/Am




Larshen Yunus; Banker Lapas Tanjung Gusta diminta Jadi Pembelajaran Bagi Rutan di Riau

Keterangan Foto: Rombongan Pengurus GRANAT Riau Melakukan Hearing dan Audiensi bersama KANWIL KEMENKUMHAM Riau

Pekanbaru, detikriau.org – Ketua GRANAT Riau Larshen Yunus menilai ditemukannya  10  Kg  Ganja Siap Edar dan Puluhan Alat isap shabu di dalam Lapas Tanjung Gusta Medan merupakan peristiwa yang sangat memalukan sekaligus mencoreng penegakan hukum di Negri ini. Untuk itu ia meminta kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi sistem pengaman di Lapas Kelas II A Pekanbaru termasuk Rutan lainnya di seluruh Riau.

Dikatakannya, selama ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah sedang gencar-gencarnya berperang dengan kejahatan Narkotika, bahkan baru-baru ini APBN/APBD yang diperuntukan bagi program-program  dalam mengatasi permasalahan Narkotika juga ditambah, bukan hanya bagi BNN/BNNP, didalam struktur kepolisian yaitu Sat Narkoba maupun Direktorat Narkoba juga mendapatkan tambahan anggaran dari Negara, namun justru persoalan Narkotika menjadi liar dan tidak terkontrol.

“Bayangkan saja, Lapas yang semestinya tempat untuk bertobat yang sudah difasilitasi sistem pengamanan yang lengkap, tetapi justru tidak bisa menjadi jaminan akan keberadaan barang-barang haram tersebut.” Singgung Larasen melalui rilis berita kepada detikriau.org, selasa (4/4/2017).

Untuk itu, atas nama Keluarga Besar GRANAT Riau ia menyatakan sangat mengharapkan peristiwa ini dapat menjadi pelajaran khususnya bagi sistem pengamanan Lapas Klas II A Pekanbaru dan Rutan yang terdapat di seluruh Provinsi Riau. Karena tidak tertutup kemungkinan hal serupa juga dapat terjadi di wilayah hukum Provinsi Riau.

Sebaiknya ditambahkan Larshen, mulai saat ini tingkat pemilihan aparat keamanan seperti Sipir harus mulai diperketat, harus ada mekanisme pemilihan bagi seseorang untuk dijadikan Sipir. Karena memang Sipir adalah gerbang utama yang menghadapi para Narapidana di sebuah Lapas/Rutan.

Negeri ini juga menurutnya butuh orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi, perkataan sesuai dengan perbuatan. Bahkan bila perlu harus dikaji ulang sanksi yang akan diterima oleh para Kalapas apabila menjadi bagian dari perbuatan tercela seperti itu, bila perlu sanksi hukuman dan pemecatan segera diterapkan.

Pernyataan-pernyataan seperti ini katanya memiliki alasan yang kuat. Karena selama ini, sepanjang tahun 2015 sampai bulan april tahun 2017 ini para Aktivis GRANAT Riau rutin memantau bahkan melakukan observasi ditiap unit Lapas maupun Rutan yang terdapat di seluruh Wilayah Riau.

“Ada potensi yang dapat memberikan kesempatan bagi para pelaku untuk menjalankan aksinya di dalam Lapas/Rutan tersebut, satu diantaranya mereka memanfaatkan waktu luang seperti jam-jam pulang para pegawai, waktu shalat maupun waktu kunjungan bagi para Narpidana.” Ungkapnya

Sekali lagi ia menegaskan bahwa kasus Bunker yang dilakukan oleh Yusrizal maupun Paino sudah sepatutnya dijadikan pelajaran yang berharga bagi penegakan hukum di negeri ini, khususnya bagi kinerja Kementerian Hukum dan HAM yang menjadi lembaga dalam menjalankan proses Pemasyarakatan tersebut, akhirinya./ Am




LMND Riau Sosialisasikan PATBM di Auditorium Wan Ghalib

Pekanbaru, detikriau.org – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi  (LMND Riau) melakukan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang ditujukan untuk mencegah dan mengurangi siklus kekerasan yang terjadi pada anak-anak. 

Menurut Larshen Yunus pada acara sosialisasi di Auditorium Wan Ghalib, Kompleks Perpustakaan Soeman Hasibuan, Pekanbaru Riau, sabtu (1/4/2017), anak-anak adalah instrumen yang harus dilindungi, mereka merupakan harta yang paling berharga bagi peradaban negeri ini, oleh karenanya upaya perlindungan bagi mereka menjadi prioritas utama bagi nomenklatur program kerja organisasi ini.

“pelaksanaan sosialisasi PATBM ini merupakan upaya konkrit yang strategis dalam mencegah kekerasan pada anak, dikarenakan seluruh lapisan masyarakat juga dihimbau untuk ikut terlibat langsung,” Sampaikan Ketua LMND Riau ini

Menurutnya, sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak justru terjadi dalam lingkungan keluarga itu sendiri dan pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu sangat diperlukan peran aktif dari keluarga, diantaranya adalah dengan membangun komunikasi verbal yang penuh makna kasih sayang, mengawasi kegiatan anak, dan memberikan keterampilan pada anak yang bertujuan untuk mendeteksi atau menghadapi kemungkinan terjadinya kekerasan pada dirinya.

Kepada tenaga pendidik atau guru di lembaga formal seperti Sekolah juga diminta agar lebih giat dan aktif dalam membangun komunikasi yang  positif.

Aspek lainnya adalah membangun mekanisme penegakan hukum bagi para pelaku guna menimbulkan efek jera. Antisipasi dalam melaksanakan upaya perlindungan anak dari kekerasan harus dilakukan sedini mungkin, dengan cara serentak oleh anak, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

“Untuk itulah program sosialisasi ini sangat penting nilainya dalam rangka memperkokoh kesiapan para anak-anak di wilayah Provinsi Riau agar kelak menjadi manusia dan generasi yang memiliki masa depan cerah dan bisa diharapkan bagi pembangunan negeri ini.” Ditambahkannya

Sementara pada kesempatan yang sama, Tengku Muhammad Rasyid, selaku ketua panitia acara Sosialisasi PATBM tajaan LMND Riau ini dalam sambutannya mengatakan bahwa kualitas anak-anak Indonesia merupakan faktor yang menentukan eksistensi dan kemampuan bangsanya guna bersaing dan berkompetisi secara sehat dengan negara lain. Sudah semestinya Anak-anak di Wilayah Provinsi Riau dijadikan sebagai  faktor utama dalam menentukan kelangsungan daerah ini kedepan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, apa yang kita dengar, lihat dan baca di pemberitaan beberapa media masih tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap anak-anak khususnya di Riau, sehingga menjadi tantangan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dan program yang mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak-anak  agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Atas dasar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru selaku Ibukota Provinsi mengambil langkah dengan melaksanakan kampanye Bersama dengan pengharapan agar kelak cita-cita dalam melindungi Anak yang merupakan bagian dari gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“LMND Riau mengharapkan agar program dan kegiatan ini  juga tidak ketinggalan, demi mengantisipasi menjalarnya kekerasan terhadap anak, Pemerintah melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat,”. Ujarnya

PATBM menurut Tengku Muhammad Rasyid adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak secara maksimal.

PATBM merupakan inisiatif  organisasi ini melalui peran yang proaktif dari masyarakat sebagai ujung tombak dalam pengimplementasian pencegahan kekerasan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan prilaku guna memberikan perlindungan kepada anak.

Disamping itu, gerakan tersebut dapat dikelola dengan menggunakan prinsip keaktifan sosial kemasyarakatan serta juga dapat mengembangkan fungsi struktur kelembagaan yang sudah ada atau jika diperlukan dengan membangun struktur kelembagaan baru.

“Seperti mitra kerja organisasi LMND Riau, yaitu Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental yang juga dikomandoi oleh saudara Larshen Yunus.” Akhirinya./rls/Am