KPK Geledah Kantor DPRD Bengkalis Terkait Kasus Proyek Jalan

Jubir KPK Febri Diansyah  (Foto: Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pekanbaru, detikriau.org – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 15.00 WIB.

“Hari ini tim KPK lakukan penggeledahan di dua lokasi yaitu, Kantor DPRD Bengkalis dan Kantor Dinas PU Bengkalis,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018).

Febri mengatakan dari hasil penggeledahan, tim penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti terkait pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis. Hingga kini, kata dia, tim masih melakukan penggeledahan

“Sejauh ini barang bukti yang diamankan dokumen-dokumen terkait pembangunan jalan,” imbuh dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun 2013-2015.

Mereka adalah Kadis PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

“Sejalan dengan peningkatan penanganan perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu MNS (Muhammad Nasir) dan HOS (Hobby Siregar),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017 yang lalu./ red

Sumber:liputan6.com




Bahas Metode Bisnis Budidaya Ikan, PKPU HI Riau Lakukan Pertemuan dengan Kelompok Pondakan Berkah Bersama

Pekanbaru, detikriau.org – PKPU Human Initiative cabang Riau bersama kelompok Pondakan Berkah Bersama adakan pertemuan dalam rangka membahas metode bisnis budidaya ikan patin dan lele.

Metode bisnis yang dibahas dalam pertemuan di Masjid Al Mursalin, RW 06, Kel. Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Minggu (4/3) ini adalah Model Bisnis Kanvas dan Biaya Harga Produksi atau disingkat MBK & BHP.

Menurut fasilitator Program PKPU, Dodi, pada metode MBK BHP ini ada sembilan poin yang di bahas yakni; Customer Segments,  Value Proposition,  Channels,  Customer Relationship,  Revenue Streams,  Key Resources,   Key Activities,  Key Partners,  dan Cost Structure.

Selain membahas MBK BHP, kehadiran anggota pada kelompok ini hanya dikhususkan untuk Divisi Budidaya Ikan saja, yang berjumlah 12 dari 17 anggota.

“”Diharapkan dengan adanya metode seperti ini akan dapat membantu kelompok binaan PKPU dalam merencanakan penganggaran usaha,” sampaikan Dodi

Sementara itu, ketua kelompok Pokdakan Berkah Bersama sekaligus anggota Devisi Budidaya Ikan, Aswir menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada PKPU yang telah memfasilitasi cara mengelola bisnis yang baik.

“dengan adanya pertemuan ini kini kami mengerti bagaimana menghitung kebutuhan biaya  yang diperlukan dalam mengelola suatu bisnis, terutama tentang usaha ikan,” ucap Aswir./*/Am




One Billion Rising: Perempuan Riau Bangkit Lawan Kekerasan

Angkat Tangan ke Langit
Sujud Ku Berdoa
Ku Tak Akan Takut Lagi Tuk Terus melangkah
Ku dapat melihat dunia
Tanpa perkosaan, kekerasan, Perempuan bukanlah barang
…

Ini Tubuhku
Bukan Milikmu
Nyatakan Tidak untuk kekerasan
Kami Ibu
Kami Guru
Kami Perempuan makhluk yang indah

Kata-kata di atas adalah penggalan syair lagu kampanye One Billion Rising (OBR) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berbaju ungu, jingga dan hitam, seratusan perempuan dan laki-laki yang peduli dengan kampanye melawan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dengan menari bersama pada Minggu pagi (18/2/2018), di arena Car Free Day (CFD), Jl. Gajah Mada, Pekanbaru.

Kampanye dengan tarian dan nyayian merupakan perwujudan dari bangkitnya perempuan untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Kampanye semacam ini telah berjalan sejak 2013 di lebih dari 200 negara.

One Billion Rising atau kebangkitan satu miliar orang merupakan sebuah gerakan yang dilakukan setiap bulan Februri bersama dengan jutaan perempuan di seluruh dunia. Mereka turun ke jalan dan menari sebagai ungkapan solidaritas terhadap korban kekerasan dan diskriminasi sekaligus mengajak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak di dunia, tidak terkecuali di Riau.

“Perempuan Riau bersama miliaran perempuan di dunia bersolidaritas terhadap perempuan korban kekerasan dan diskriminasi. Tema kampanye One Billion Rising internasional tahun ini adalah ‘Rising in Solidarity Against Exploitation of Women (Bangkit Dalam Solidaritas Untuk Melawan Eksploitasi Terhadap Perempuan)’. Perempuan Riau harus bangkit melawan eksploitasi tersebut,” kata Magrina Rahayu, ketua panitia One Billion Rising Riau.

Selain menari bersama, pagi itu juga ditampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan perempuan dari berbagai sektor pekerjaan masih tertindas dan mengalami eksploitasi oleh penguasa, pengusaha dan laki-laki yang punya relasi kuasa yang lebih besar. Kondisi tersebut cerminan dari kondisi riil di masyarakat saat ini.

“Selain menari, menyanyi, aksi teatrikal, orasi oleh pimpinan Seruni Helda Khasmy, kaum perempuan yang hadir pagi ini juga menyampaikan tuntutan-tuntutan dari berbagai lembaga pendukung yang ditulis dalam berbagai poster. Pengunjung, peserta OBR dan siapa siapa pun juga boleh mengungkapkan dan menyampaikan harapannya dengan menulis di selembar kain pink,” lanjut Magrina.

Acara yang didukung oleh belasan lembaga di Riau tersebut juga dihadiri oleh wakil rakyat dari kelompok perempuan, Ade Hartati. Anggota DPRD Riau tersebut sempat menyampaikan harapannya agar perempuan-perempuan di Riau lebih banyak lagi terjun ke dunia politik. Hal tersebut sebagai bentuk keprihatinnya terhadap tidak adanya lagi quota keterwakilan perempuan di parlemen.

“Perempuan perlu lebih banyak lagi terjun di ranah publik, khususnya di bidang politik. Keterwakilan perempuan masih harus terus diperjuangkan untuk kemudian bisa memperjuangkan kepentingan perempuan di Riau,” kata Ade Hartati.

Lembaga yang ikut ambil bagian dalam kampanye One Billion Rising 2018 antara lain, Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari), PPSW, Fitra Riau, Kohati, LBH Pekanbaru, FMN, Fatayat NU, Seruni, YTNTN, IPPI, HWDI, LSL, Tapak, AJI Pekanbaru dan Green Radio. (rls)




Puluhan Lembaga Kampanyekan One Billion Rising di CFD

Pekanbaru, detikriau.org – Puluhan lembaga di Riau melakukan kampanyekan One Billion Rising 2018 di arena Car Free Day, Jl Gajahmada Pekanbaru, Minggu (18/2/2018). Bersama dengan ratusan perempuan-perempuan dan sejumlah kalangan yang memiliki kepedulian terhadap isu kekerasan terhadap perempuan, mereka akan menari bersama sebagai bentuk dukungan pada korban kekerasan seksual di Riau.

Lembaga yang ikut terlibat dalam kampanye tersebut antara lain, Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari), PPSW, Fitra Riau, Kohati, LBH, FMN, Fatayat NU, Seruni, YTNTN, IPPI, Tapak, HWDI, AJI Pekanbaru, Green Radio dan sejumlah lembaga non pemerintah lainnya di Pekanbaru. Momentum kampanye One Billion Rising diperingati setiap tanggal 14 Februari, namun kampanye melalui tarian dapat dilaksanakan hingga momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.  

“Kampanye One Billion Rising atau kebangkitan satu miliar orang merupakan sebuah gerakan kampanye yang dilakukan melalui nyayian dan tarian yang telah berjalan sejak 2013 di lebih dari 200 negara. Tarian dan nyayian yang diorganisasikan merupakan perwujudan  dari bangkitnya perempuan untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi,” kata Ketua Panitia One Billion Rising 2018, Magrina Rahayu, Sabtu (17/2/2018). 

“Melalui tarian, perempuan membebaskan dirinya dan bergerak bersama untuk menghentikan berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi yang dialami. One Billion Rising di Pekanbaru sudah dilakukan setiap tahun,” tambah Magrina.

Tema kampanye One Billion Rising tahun 2018 secara international adalah ‘Rising in Solidarity Against Exploitation of Women (Bangkit Dalam Solidaritas Untuk Melawan Eksploitasi Terhadap Perempuan)’ dan dihubungkan dengan tema khusus berdasarkan kondisi dalam negeri. Tema tahun 2018 yang akan diusung oleh Seruni adalah isu spesifik tentang kondisi perempuan yang tinggal di sekitar perkebunan dan yang bekerja di perkebunan berbasis lahan skala luas, yaitu ‘Berikan Hak Perempuan atas Tanah, Perbaiki Upah dan Kondisi Kerja Pekerja Perempuan di Perkebunan’. 

“Tema khusus tersebut berdasarkan kondisi masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. Melalui kampanye One Bilion Rising, kita juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan merupakan masalah seluruh lapisan masyarakat.

“Kita juga ingin menularkan sikap solidaritas terhadap korban kekerasaan dan pelecehan seksual sehingga tidak merasa disisihkan dalam kehidupan sosial. Perempuan harus melawan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan,” lanjut aktivis Rupari ini.

Selain menari bersama yang menjadi simbol kebebasan, menari dianggap bisa memberi rasa bahagia dan menyenangkan, kampanye One Billion Rising juga diisi dengan pementasan teatrikal, puisi dan musik oleh lembaga-lembaga pendukung. (rls)




Yuk Umroh Bareng!

*GERAKAN UMROH BERSAMA (GUB)*
*PEKANBARU  tanggal 05 November 2018*
*PEKANBARU LANGSUNG MADINAH*
*ANDYN  DYO ARMINA)*

Assalaamua’laikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

_Bismillaahirrohmaanirrohiim_
_Labbaika Allaahumma labbaik_
_Labbaika laa syariika laka labbaik_
_Innal hamda wanni’mata laka walmulk laa syariika lak_

*#Yuk Umroh Bareng!*
Wujudkan impian anda menuju BAITULLAH bersama kami:

*_HJ. ALVI ALWIE (ALVI ANDYN) Tour Leader_*

*By LION  Airlines*
*Pekanbaru-Madinah*
——————————–

*Paket Umroh 11 Hari*
*05 NOVEMBER  s/d 15 NOVEMBER  2018*

*Awali dengan :*
_Bayar uang muka *(DP) Rp. 3,5 juta*_ (Diskon 1,5 juta khusus bagi yang DP bersama keluarga)
*Booking seat Rp. 7,5 jt*

*Estimasi Pelunasan (stlh bookingseat):*
*Rp. 19.820.000,-*
(1 Kamar 4 orang)
*Rp. 20.520.000,*
(1 Kamar 3 orang)
*Rp. 21.220.000,-*
(1 Kamar 2 orang)

Seluruh pembayaran TRANSFER/SETOR langsung ke salah satu rekening atas nama PT. Arminareka Perdana berikut:
* BCA: 7510172820
* BNI:  0147752748
* BRI:  0528-01-000088-303
* MANDIRI: 156.0001408550
* SYARIAH MANDIRI:  0690038383
* MUAMALAT:  3110014597

*Biaya di atas sudah termasuk :
1. Tiket pesawat Pbaru – Madinah (PP)
2. Koper dan Kelengkapan
3. Akomodasi Jeddah, Madinah, Mekkah
4. Ziarah & transportasi lokal
5. Makan 3x sehari menu Indonesia
6. Muthowwif / Guide
7. Air Zam zam @ 5 liter
8. Visa Umroh

*Biaya diatas belum termasuk :*
1. Tiket PP dari kota asal ke Pekanbaru
2. Kartu Kuning, Suntik Maningitis
3. Paspor dengan 3 suku kata
4. Biaya muhrim Rp 150 rb – 350 rb bagi jamaah wanita usia dibawah 45 thn yg berangkat umroh tanpa didampingi muhrimnya.
5. Kursi roda & Service (bila membutuhkan)

Segera melengkapi dan menyerahkan dokumen perjalanan yg diperlukan :

✔1. Paspor dg nama 3 suku kata yg masih berlaku.
✔2. Fotocopy KTP/KK/akte nikah
✔3. Buku nikah asli utk jamaah wanita bagi usia dibawah 45 thn yg berangkat bersama suami
✔4. Foto dg background putih tampak wajah 80% , 3 x 4 dan 4 x 6 =  @ 6 lbr
✔5. Buku Suntik meningitis atau Kartu Kuning
– Dokumen dan Pelunasan diserahkan max 10 September 2018

*Segera amankan seat Anda…*
*SEAT TERBATAS *…

_Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh_

*SALAM BAITULLAH*
Info pendaftaran : *HJ. ALVI ALWIE*
HP/WA: *081372478448*/adv




Ekspedisi Literasi, Eksperasi 2017

detikriau.org – Dua orang siswa Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru lakukan ekspedisi ke Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Riau.  Di usia belia, mereka berbagi keceriaan dan mendorong anak-anak untuk gemar membaca.

Kegemaran membaca yang dimiliki Azzura (12) dan Arung (9) disalurkan lewat sebuah perjalanan literasi ke Desa Kotolamo, Kampar Kiri Hulu di Provinsi Riau.  Keduanya menempuh perjalanan darat dari Pekanbaru selama hampir tiga jam.  Dilanjutkan dengan perjalanan dengan sampan hampir dua jam menuju lokasi.

“Cukup melelahkan, tapi senang,” celetuk Azzura.

Dia dan saudaranya Arung melakukan perjalanan ini di sela liburan akhir semester yang bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru pada 26-31 Desember 2017.  Di Kotolamo, keduanya terlibat melakukan kegiatan membaca bersama anak-anak setempat.

Selain membaca, mereka juga bermain sambil belajar.  Permainan edukasi seperti permainan mengenal anggota tubuh sambil bernyanyi mereka lakukan dengan riang.

Dalam ekspedisi yang mereka namakan Eksperasi 2017 ini, keduanya juga terlibat membagikan buku-buku bacaan bagi anak-anak.  Menurut Azzura, buku bacaan anak penting guna membuka pemahaman anak-anak seperti dirinya akan kehidupan dunia yang lebih luas.

“Penting lagi jika buku menjadikan kita paham dan bersyukurpada Sang Pencipta,” ungkapnya.

Selain berbagi buku, Eksperasi 2017 juga membagikan alat-alat tulis untuk anak-anak di Kotolamo.  Jauhnya akses desa ke pusat kota membuat alat tulis sangat langka di wilayah ini.

Kotolamo merupakan salah satu desa yang berada di Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang bukit Baling.  Kondisi ini tentunya membuat anak-anak belajar cepat tentang keadaan hutan.  Eksperasi jugam mengagendakan pembicaraan tengan konservasi bersama anak-anak.

“Metodenya sederhana saja.  Anak-anak dapat diajak bermain sambil memperkenalkan kekayaan alam yang dikandung kawasan konservasi.  Pemahaman dasar konswervasi penting agar anak-anak tumbuh dengan menghargai alamnya,” papar Ibunda dari kedua anak ini, Elfa Yeni.

Menurut Elfa, anak-anaknya berkeinginan agar anak-anak seusia mereka mau membaca.  Dengan membaca, maka imajinasi mereka akan tumbuh tanpa batas.

“Ini membantu mereka menyongsong masa depannya sendiri,” tandas Elfa.

Anak Kotolamo, Ernesti (10) mengaku senang dengan kunjungan ini.  Dia berharap agar buku-buku yang disumbangkan dapat menjadi bahan bacaan bagi anak di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kini ada pustaka yang berisi buku bacaan.  Kami bisa membaca setiap saat,” kata Ernesti.

Azzura dan Arung terlibat dalam sebuah ekspedisi literasi bersama kedua orang tuanya. Kedua kakak beradik ini memang gemar melakukan kegiatan serupa.  Dua tahun lalu, mereka terlibat menyambangi Suku Anak Dalam di Jambi.

Keluarga ini turut menyuarakan pentingnya pendidikan dan literasi bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan.

Terkendala Banjir Bandang

Hujan yang tak henti mengguyur kawasan hulu pada akhir 2017 itu membuat Sungai Bio, sungai yang melewati Desa Kotolamo mengalami banjir bandang. Sungai itu meluap memuntahkan jutaan kubik air bewarna cokelat.

Selain banjir, banyak material kayu hanyut.  Orang-orang berusaha mengambil kayu agar masih bisa dimanfaatkan.

“Untung tidak ada korban jiwa.  Kami tertahan seharian di Kotolamo, terlambat pulang ke Pekanbaru,” ungkap Azzura.

Sedianya, Eksperasi berakhir pada 30 Desember 2017.  Tapi banjir yang melanda Kotolamo dan wilayah sekitarnya membuat tim ini menunda kepulangannya.

“Bahaya kalau dipaksakan.  Kayu-kayu besar bisa menghantam perahu dari belakang,” katanya.

Kotolamo sendiri merupakan sebah desa, beratus kilometer jaraknya dari Pekanbaru.  Desa ini terletak pada lembah sempit.  Sungai Batang Bio mengalir ditengah desa.  Sungai itu akan bergabung dengan Sungai Batang Subayang agak di hilir, yang lantas membesar menadi Sungai Kampar hingga di muara dekat pesisir timur Sumatra.

Desa Kotolamo berada tepat di jantung Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling, sebuah kawasan konservasi alam.  Beragam satwa hidup di hutan konservasi ini, termasuk Harimau Sumatra.  Karenanya, Eksperasi juga mengagendakan obrolan tentang pentingnya hutan bersama anak-anak.

Hutan, kata Elnesti bermanfaat sebagai penjaga keseimbangan alam.  Dia membayangkan Kotolamo akan terus bertahan sebagai desa yang asri di masa depan.

“Kalau hutan ditebang terus, kemana harimau akan tinggal? Nanti malah kita yang diterkam,” kata Elnesti.

Kumpulkan Sumbangan

Ekspedisi ini, lanjut Azzura digagas beberapa bulan yang lalu.  Dia dan timnya berupaya mendapatkan sumbangan buku-buku dari berbagai pihak.

“Kami dapat buku bekas dari teman-teman.  Ada dari Aceh dan Jakarta,” umgkapnya.

Azzura dan Arung turut pula menyumbangkan buku-buku koleksi pribadi mereka.  Diantaranya ada novel dan majalah untuk anak.

Selain buku, timnya juga menyediakan peralatan sekolah dan melukis.

“Selain uang tabungan, ada juga yang mengirim sumbangan uang.  Kami kumpulkan uang sejumlah 1,5 juta rupiah,” ungkapnya.

Uang sumbangan, lanjut Azzura digunakan untuk keperluan membeli alat-alat menggambar.  Berikut dengan peralatan lain yang digunakan dalam ekspedisi ini./rls