Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax. AJI Indo dan AJI Pekanbaru Gelar Workshop dan UKJ 

PEKANBARU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Pekanbaru menggelar Workshop bertemakan ‘Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax’. Kegiatan ini digelar hari ini, Jumat (6/4) di Hotel Grand Suka, Pekanbaru. Workshop ini merupakan kerjasama AJI Indonesia dengan Kedutaan Besar Australia.

Gelaran workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab AJI kepada anggota untuk peningkatan profesionalisme. Khusus tahun ini diangkat tema mengenai antisipasi Hoax yang belakangan begitu gencar melanda Indonesia dengan berbagai isu, terutama berkaitan dengan SARA, dan Politik.

“Ini bentuk tanggung jawab organisasi profesi AJI dalam meningkatkan kualitas anggota. AJI Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Australia dalam kegiatan ini,” terang Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus.

Dalam workshop kali ini hadir langsung pembicara dari Kedutaan Besar Australia dan Dewan Pers.

“Akan disampaikan materi mengenai etik Pers langsung oleh anggota Dewan Pers, Nezar Patria, serta materi mengenai Prinsip penting dalam peliputan, dan publikasi berita. Materi ini akan disampaikan oleh Budisantoso Budiman dari Badan Penguji UKJ AJI,” urai Firman.

Dengan adanya Workshop ini diharapkan jurnalis lebih paham akan mekanisme peliputan dan menyaring isu-isu hoax. Dengan demikian, masyarakat sebagai penikmat konten berita semakin dicerdaskan dan terhindar dari isu provokatif.

“Tentunya kita jusnalis lebih meningkatkan kemampuan akan penyaringan sumber informasi berita sehingga terhindar dari informasi hoax,” tegasnya.

Selain Workshop, AJI Indonesia juga menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). Kegiatan ini juga digelar di Hotel Grand Suka, Sabtu (7/4) dan Minggu (8/4).

Gelaran UKJ merupakan bentuk tanggung jawab AJI dalam menjaga profesionalisme dan menjalankan amanah Dewan Pers yang mengharuskan setiap jurnalis kompeten dengan tingkat berbeda, mulai dari Muda, Madya dan Utama.

“Selain melaksanakan aturan Dewan Pers mengenai Kompetensi Jurnalis, UKJ juga bentuk tanggung jawab AJI meningkatkan profesionalisme anggota,” tegasnya.

UKJ kali ini diikuti oleh 20 orang anggota AJI dari Pekanbaru, Batam, Padang, dan Palembang.(rls)

 




Sempena Peringatan hari Air Se-Dunia, YBP PLN dan PKPU HI Riau Lakukan Penanaman 1000 Batang Pohon

Pekanbaru, detikriau.org – Sempena Peringatan Hari Air Sedunia, YBM PLN Unit Riau dan Kepulauan Riau bersama Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative Riau melaksanakan kegiatan penanaman 1000 batang pohon. Kegiatan yang juga menyertakan warga setempat ini dilaksanakan  di Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, kamis (22/03/2018).

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Polda Riau, perwakilan PLT Walikota Pekanbaru, Camat Tenayan Raya, Lurah-lurah di Kecamatan Tenayan Raya dan pejabat setempat serta sejumlah komunitas-komunitas pecinta lingkungan, diantaranya Lindungi Hutan Riau, Lintara Jaya Riau, dan Youth For Climate Change (YFCC) Riau, dan BEM Fasih Uin Suska Riau.

Sebelum penyerahan 1000 batang pohon secara simbolis, kegiatan yang diawali dengan acara pembukaan di Mushola Al Mursalin ini juga berisikan pelaksanaan Edukasi dan Kampanye terkait Hari Air Sedunia dan Workshop

Camat Tenayan Raya, Abdurrahman menyampaikan apresiasinya kepada YBM PLN dan PKPU HI Riau yang telah melaksanakan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat ini.

“Ini merupakan inisiatif yang baik dari YBM PLN dan PKPU HI Riau. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Tenayan Raya”. Ujar Abdurrahman.

Sementara itu, Ketua RW 06, Amir menyampaikan bahwa saat ini di Kelurahan Bencah Lesung, khususnya di RW 06 RT 01 telah memiliki 3 kelompok usaha. Diantaranya, kelompok budidaya ikan, kelompok tanaman pangan dan kelompok olahan makanan yang di kelola ibu-ibu yang nantinya akan dilaksanakan oleh YBM PLN dan PKPU.

Lebih lanjut, Amir mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Bencah Lesung, khususnya di RW 06 agar selalu aktif untuk mengikuti segala kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat. Dan tentunya kegiatan ini banyak manfaat yang akan dirasakan.

“Mari kita menanam pohon pagi hari ini, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. Untuk ke depannya, apa pun nama kegiatannya, marilah kita ikuti bersama-sama, karena semuanya tidak ada yang berat”. Imbau, Amir./Am/rls




KPK Geledah Kantor DPRD Bengkalis Terkait Kasus Proyek Jalan

Jubir KPK Febri Diansyah  (Foto: Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pekanbaru, detikriau.org – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 15.00 WIB.

“Hari ini tim KPK lakukan penggeledahan di dua lokasi yaitu, Kantor DPRD Bengkalis dan Kantor Dinas PU Bengkalis,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018).

Febri mengatakan dari hasil penggeledahan, tim penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti terkait pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis. Hingga kini, kata dia, tim masih melakukan penggeledahan

“Sejauh ini barang bukti yang diamankan dokumen-dokumen terkait pembangunan jalan,” imbuh dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun 2013-2015.

Mereka adalah Kadis PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

“Sejalan dengan peningkatan penanganan perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu MNS (Muhammad Nasir) dan HOS (Hobby Siregar),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017 yang lalu./ red

Sumber:liputan6.com




Bahas Metode Bisnis Budidaya Ikan, PKPU HI Riau Lakukan Pertemuan dengan Kelompok Pondakan Berkah Bersama

Pekanbaru, detikriau.org – PKPU Human Initiative cabang Riau bersama kelompok Pondakan Berkah Bersama adakan pertemuan dalam rangka membahas metode bisnis budidaya ikan patin dan lele.

Metode bisnis yang dibahas dalam pertemuan di Masjid Al Mursalin, RW 06, Kel. Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Minggu (4/3) ini adalah Model Bisnis Kanvas dan Biaya Harga Produksi atau disingkat MBK & BHP.

Menurut fasilitator Program PKPU, Dodi, pada metode MBK BHP ini ada sembilan poin yang di bahas yakni; Customer Segments,  Value Proposition,  Channels,  Customer Relationship,  Revenue Streams,  Key Resources,   Key Activities,  Key Partners,  dan Cost Structure.

Selain membahas MBK BHP, kehadiran anggota pada kelompok ini hanya dikhususkan untuk Divisi Budidaya Ikan saja, yang berjumlah 12 dari 17 anggota.

“”Diharapkan dengan adanya metode seperti ini akan dapat membantu kelompok binaan PKPU dalam merencanakan penganggaran usaha,” sampaikan Dodi

Sementara itu, ketua kelompok Pokdakan Berkah Bersama sekaligus anggota Devisi Budidaya Ikan, Aswir menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada PKPU yang telah memfasilitasi cara mengelola bisnis yang baik.

“dengan adanya pertemuan ini kini kami mengerti bagaimana menghitung kebutuhan biaya  yang diperlukan dalam mengelola suatu bisnis, terutama tentang usaha ikan,” ucap Aswir./*/Am




One Billion Rising: Perempuan Riau Bangkit Lawan Kekerasan

Angkat Tangan ke Langit
Sujud Ku Berdoa
Ku Tak Akan Takut Lagi Tuk Terus melangkah
Ku dapat melihat dunia
Tanpa perkosaan, kekerasan, Perempuan bukanlah barang

Ini Tubuhku
Bukan Milikmu
Nyatakan Tidak untuk kekerasan
Kami Ibu
Kami Guru
Kami Perempuan makhluk yang indah

Kata-kata di atas adalah penggalan syair lagu kampanye One Billion Rising (OBR) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berbaju ungu, jingga dan hitam, seratusan perempuan dan laki-laki yang peduli dengan kampanye melawan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dengan menari bersama pada Minggu pagi (18/2/2018), di arena Car Free Day (CFD), Jl. Gajah Mada, Pekanbaru.

Kampanye dengan tarian dan nyayian merupakan perwujudan dari bangkitnya perempuan untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Kampanye semacam ini telah berjalan sejak 2013 di lebih dari 200 negara.

One Billion Rising atau kebangkitan satu miliar orang merupakan sebuah gerakan yang dilakukan setiap bulan Februri bersama dengan jutaan perempuan di seluruh dunia. Mereka turun ke jalan dan menari sebagai ungkapan solidaritas terhadap korban kekerasan dan diskriminasi sekaligus mengajak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak di dunia, tidak terkecuali di Riau.

“Perempuan Riau bersama miliaran perempuan di dunia bersolidaritas terhadap perempuan korban kekerasan dan diskriminasi. Tema kampanye One Billion Rising internasional tahun ini adalah ‘Rising in Solidarity Against Exploitation of Women (Bangkit Dalam Solidaritas Untuk Melawan Eksploitasi Terhadap Perempuan)’. Perempuan Riau harus bangkit melawan eksploitasi tersebut,” kata Magrina Rahayu, ketua panitia One Billion Rising Riau.

Selain menari bersama, pagi itu juga ditampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan perempuan dari berbagai sektor pekerjaan masih tertindas dan mengalami eksploitasi oleh penguasa, pengusaha dan laki-laki yang punya relasi kuasa yang lebih besar. Kondisi tersebut cerminan dari kondisi riil di masyarakat saat ini.

“Selain menari, menyanyi, aksi teatrikal, orasi oleh pimpinan Seruni Helda Khasmy, kaum perempuan yang hadir pagi ini juga menyampaikan tuntutan-tuntutan dari berbagai lembaga pendukung yang ditulis dalam berbagai poster. Pengunjung, peserta OBR dan siapa siapa pun juga boleh mengungkapkan dan menyampaikan harapannya dengan menulis di selembar kain pink,” lanjut Magrina.

Acara yang didukung oleh belasan lembaga di Riau tersebut juga dihadiri oleh wakil rakyat dari kelompok perempuan, Ade Hartati. Anggota DPRD Riau tersebut sempat menyampaikan harapannya agar perempuan-perempuan di Riau lebih banyak lagi terjun ke dunia politik. Hal tersebut sebagai bentuk keprihatinnya terhadap tidak adanya lagi quota keterwakilan perempuan di parlemen.

“Perempuan perlu lebih banyak lagi terjun di ranah publik, khususnya di bidang politik. Keterwakilan perempuan masih harus terus diperjuangkan untuk kemudian bisa memperjuangkan kepentingan perempuan di Riau,” kata Ade Hartati.

Lembaga yang ikut ambil bagian dalam kampanye One Billion Rising 2018 antara lain, Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari), PPSW, Fitra Riau, Kohati, LBH Pekanbaru, FMN, Fatayat NU, Seruni, YTNTN, IPPI, HWDI, LSL, Tapak, AJI Pekanbaru dan Green Radio. (rls)




Puluhan Lembaga Kampanyekan One Billion Rising di CFD

Pekanbaru, detikriau.org – Puluhan lembaga di Riau melakukan kampanyekan One Billion Rising 2018 di arena Car Free Day, Jl Gajahmada Pekanbaru, Minggu (18/2/2018). Bersama dengan ratusan perempuan-perempuan dan sejumlah kalangan yang memiliki kepedulian terhadap isu kekerasan terhadap perempuan, mereka akan menari bersama sebagai bentuk dukungan pada korban kekerasan seksual di Riau.

Lembaga yang ikut terlibat dalam kampanye tersebut antara lain, Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari), PPSW, Fitra Riau, Kohati, LBH, FMN, Fatayat NU, Seruni, YTNTN, IPPI, Tapak, HWDI, AJI Pekanbaru, Green Radio dan sejumlah lembaga non pemerintah lainnya di Pekanbaru. Momentum kampanye One Billion Rising diperingati setiap tanggal 14 Februari, namun kampanye melalui tarian dapat dilaksanakan hingga momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.  

“Kampanye One Billion Rising atau kebangkitan satu miliar orang merupakan sebuah gerakan kampanye yang dilakukan melalui nyayian dan tarian yang telah berjalan sejak 2013 di lebih dari 200 negara. Tarian dan nyayian yang diorganisasikan merupakan perwujudan  dari bangkitnya perempuan untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi,” kata Ketua Panitia One Billion Rising 2018, Magrina Rahayu, Sabtu (17/2/2018). 

“Melalui tarian, perempuan membebaskan dirinya dan bergerak bersama untuk menghentikan berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi yang dialami. One Billion Rising di Pekanbaru sudah dilakukan setiap tahun,” tambah Magrina.

Tema kampanye One Billion Rising tahun 2018 secara international adalah ‘Rising in Solidarity Against Exploitation of Women (Bangkit Dalam Solidaritas Untuk Melawan Eksploitasi Terhadap Perempuan)’ dan dihubungkan dengan tema khusus berdasarkan kondisi dalam negeri. Tema tahun 2018 yang akan diusung oleh Seruni adalah isu spesifik tentang kondisi perempuan yang tinggal di sekitar perkebunan dan yang bekerja di perkebunan berbasis lahan skala luas, yaitu ‘Berikan Hak Perempuan atas Tanah, Perbaiki Upah dan Kondisi Kerja Pekerja Perempuan di Perkebunan’. 

“Tema khusus tersebut berdasarkan kondisi masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. Melalui kampanye One Bilion Rising, kita juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan merupakan masalah seluruh lapisan masyarakat.

“Kita juga ingin menularkan sikap solidaritas terhadap korban kekerasaan dan pelecehan seksual sehingga tidak merasa disisihkan dalam kehidupan sosial. Perempuan harus melawan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan,” lanjut aktivis Rupari ini.

Selain menari bersama yang menjadi simbol kebebasan, menari dianggap bisa memberi rasa bahagia dan menyenangkan, kampanye One Billion Rising juga diisi dengan pementasan teatrikal, puisi dan musik oleh lembaga-lembaga pendukung. (rls)