Larshen Yunus; Banker Lapas Tanjung Gusta diminta Jadi Pembelajaran Bagi Rutan di Riau

Keterangan Foto: Rombongan Pengurus GRANAT Riau Melakukan Hearing dan Audiensi bersama KANWIL KEMENKUMHAM Riau

Pekanbaru, detikriau.org – Ketua GRANAT Riau Larshen Yunus menilai ditemukannya  10  Kg  Ganja Siap Edar dan Puluhan Alat isap shabu di dalam Lapas Tanjung Gusta Medan merupakan peristiwa yang sangat memalukan sekaligus mencoreng penegakan hukum di Negri ini. Untuk itu ia meminta kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi sistem pengaman di Lapas Kelas II A Pekanbaru termasuk Rutan lainnya di seluruh Riau.

Dikatakannya, selama ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah sedang gencar-gencarnya berperang dengan kejahatan Narkotika, bahkan baru-baru ini APBN/APBD yang diperuntukan bagi program-program  dalam mengatasi permasalahan Narkotika juga ditambah, bukan hanya bagi BNN/BNNP, didalam struktur kepolisian yaitu Sat Narkoba maupun Direktorat Narkoba juga mendapatkan tambahan anggaran dari Negara, namun justru persoalan Narkotika menjadi liar dan tidak terkontrol.

“Bayangkan saja, Lapas yang semestinya tempat untuk bertobat yang sudah difasilitasi sistem pengamanan yang lengkap, tetapi justru tidak bisa menjadi jaminan akan keberadaan barang-barang haram tersebut.” Singgung Larasen melalui rilis berita kepada detikriau.org, selasa (4/4/2017).

Untuk itu, atas nama Keluarga Besar GRANAT Riau ia menyatakan sangat mengharapkan peristiwa ini dapat menjadi pelajaran khususnya bagi sistem pengamanan Lapas Klas II A Pekanbaru dan Rutan yang terdapat di seluruh Provinsi Riau. Karena tidak tertutup kemungkinan hal serupa juga dapat terjadi di wilayah hukum Provinsi Riau.

Sebaiknya ditambahkan Larshen, mulai saat ini tingkat pemilihan aparat keamanan seperti Sipir harus mulai diperketat, harus ada mekanisme pemilihan bagi seseorang untuk dijadikan Sipir. Karena memang Sipir adalah gerbang utama yang menghadapi para Narapidana di sebuah Lapas/Rutan.

Negeri ini juga menurutnya butuh orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi, perkataan sesuai dengan perbuatan. Bahkan bila perlu harus dikaji ulang sanksi yang akan diterima oleh para Kalapas apabila menjadi bagian dari perbuatan tercela seperti itu, bila perlu sanksi hukuman dan pemecatan segera diterapkan.

Pernyataan-pernyataan seperti ini katanya memiliki alasan yang kuat. Karena selama ini, sepanjang tahun 2015 sampai bulan april tahun 2017 ini para Aktivis GRANAT Riau rutin memantau bahkan melakukan observasi ditiap unit Lapas maupun Rutan yang terdapat di seluruh Wilayah Riau.

“Ada potensi yang dapat memberikan kesempatan bagi para pelaku untuk menjalankan aksinya di dalam Lapas/Rutan tersebut, satu diantaranya mereka memanfaatkan waktu luang seperti jam-jam pulang para pegawai, waktu shalat maupun waktu kunjungan bagi para Narpidana.” Ungkapnya

Sekali lagi ia menegaskan bahwa kasus Bunker yang dilakukan oleh Yusrizal maupun Paino sudah sepatutnya dijadikan pelajaran yang berharga bagi penegakan hukum di negeri ini, khususnya bagi kinerja Kementerian Hukum dan HAM yang menjadi lembaga dalam menjalankan proses Pemasyarakatan tersebut, akhirinya./ Am




LMND Riau Sosialisasikan PATBM di Auditorium Wan Ghalib

Pekanbaru, detikriau.org – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi  (LMND Riau) melakukan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang ditujukan untuk mencegah dan mengurangi siklus kekerasan yang terjadi pada anak-anak. 

Menurut Larshen Yunus pada acara sosialisasi di Auditorium Wan Ghalib, Kompleks Perpustakaan Soeman Hasibuan, Pekanbaru Riau, sabtu (1/4/2017), anak-anak adalah instrumen yang harus dilindungi, mereka merupakan harta yang paling berharga bagi peradaban negeri ini, oleh karenanya upaya perlindungan bagi mereka menjadi prioritas utama bagi nomenklatur program kerja organisasi ini.

“pelaksanaan sosialisasi PATBM ini merupakan upaya konkrit yang strategis dalam mencegah kekerasan pada anak, dikarenakan seluruh lapisan masyarakat juga dihimbau untuk ikut terlibat langsung,” Sampaikan Ketua LMND Riau ini

Menurutnya, sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak justru terjadi dalam lingkungan keluarga itu sendiri dan pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu sangat diperlukan peran aktif dari keluarga, diantaranya adalah dengan membangun komunikasi verbal yang penuh makna kasih sayang, mengawasi kegiatan anak, dan memberikan keterampilan pada anak yang bertujuan untuk mendeteksi atau menghadapi kemungkinan terjadinya kekerasan pada dirinya.

Kepada tenaga pendidik atau guru di lembaga formal seperti Sekolah juga diminta agar lebih giat dan aktif dalam membangun komunikasi yang  positif.

Aspek lainnya adalah membangun mekanisme penegakan hukum bagi para pelaku guna menimbulkan efek jera. Antisipasi dalam melaksanakan upaya perlindungan anak dari kekerasan harus dilakukan sedini mungkin, dengan cara serentak oleh anak, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

“Untuk itulah program sosialisasi ini sangat penting nilainya dalam rangka memperkokoh kesiapan para anak-anak di wilayah Provinsi Riau agar kelak menjadi manusia dan generasi yang memiliki masa depan cerah dan bisa diharapkan bagi pembangunan negeri ini.” Ditambahkannya

Sementara pada kesempatan yang sama, Tengku Muhammad Rasyid, selaku ketua panitia acara Sosialisasi PATBM tajaan LMND Riau ini dalam sambutannya mengatakan bahwa kualitas anak-anak Indonesia merupakan faktor yang menentukan eksistensi dan kemampuan bangsanya guna bersaing dan berkompetisi secara sehat dengan negara lain. Sudah semestinya Anak-anak di Wilayah Provinsi Riau dijadikan sebagai  faktor utama dalam menentukan kelangsungan daerah ini kedepan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, apa yang kita dengar, lihat dan baca di pemberitaan beberapa media masih tingginya jumlah kasus kekerasan terhadap anak-anak khususnya di Riau, sehingga menjadi tantangan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dan program yang mendukung pemenuhan hak serta perlindungan anak-anak  agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Atas dasar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru selaku Ibukota Provinsi mengambil langkah dengan melaksanakan kampanye Bersama dengan pengharapan agar kelak cita-cita dalam melindungi Anak yang merupakan bagian dari gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“LMND Riau mengharapkan agar program dan kegiatan ini  juga tidak ketinggalan, demi mengantisipasi menjalarnya kekerasan terhadap anak, Pemerintah melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat,”. Ujarnya

PATBM menurut Tengku Muhammad Rasyid adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak secara maksimal.

PATBM merupakan inisiatif  organisasi ini melalui peran yang proaktif dari masyarakat sebagai ujung tombak dalam pengimplementasian pencegahan kekerasan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan prilaku guna memberikan perlindungan kepada anak.

Disamping itu, gerakan tersebut dapat dikelola dengan menggunakan prinsip keaktifan sosial kemasyarakatan serta juga dapat mengembangkan fungsi struktur kelembagaan yang sudah ada atau jika diperlukan dengan membangun struktur kelembagaan baru.

“Seperti mitra kerja organisasi LMND Riau, yaitu Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental yang juga dikomandoi oleh saudara Larshen Yunus.” Akhirinya./rls/Am

 

 




Apindo Riau Ajak Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

PEKANBARU (detikriau.org) – Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Riau, Peri Akri mengajak kepada seluruh pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers di Aula Hotel Ameera, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Sabtu (1/4/2017).

Sebab menurutnya, daerah Provinsi Riau sulit jika hanya sebatas berpatokan pada serapan APBN saja. Contoh beberapa tahun lalu, anggaran Provinsi Riau sempat mengalami penurunan hingga 40 persen.

“Pertumbuhan perekonomian Riau saya fikir tetap bagus, itu artinya ada keterlibatan pihak lain seperti pengusaha. Sebab peran para member Apindo ini cukup penting dalam meningkatkan perekonomian,” katanya.

Khusus di wilayah Provinsi Riau, lanjut Peri Akri, penyebab pertumbuhan perekonomian tersebut disebabkan ketergantungan terhadap  Migas. Namun kedepan, ia memberi keyakinan lebih jika pihak lain turut membantu salah satunya seperti pengembangan pariwisata.

“Jadi, kepada pemerintah daerah harus mendorong sektor-sektor di luar Migas, sebab jika itu bisa dioptimalkan dengan baik maka efeknya akan lebih bagus lagi,” tutupnya./Mirwan

 




AJI Gelar Seminar Nasional dan Konferta

Seminar Nasional dan Konferta AJI Pekanbaru

PEKANBARU – Tiga pembicara berkualifikasi ahli di bidangnya dihadirkan oleh Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Pekanbaru pada Seminar Nasional dengan mengangkat thema, Tren Digital 2017, Hoax dan Kebebasan Pers, Sabtu, 18 Maret 2017, di Ruang Wan Ghalib, Perpustakaan Soeman HS, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Ketiga pembicara tersebut antara lain, Miftah N Sabri, anak Riau dengan menempuh pendidikan SD-SMP di Dumai, kini mendirikan dan CEO selasar.com. Sebelumnya, Miftah juga mendirikan bukalapak.com bersama Ahmad Zaki.

“Miftah merupakan anak Riau, dan menjadi pembicara mendedah Tren Digital 2017, Antara Peluang dan Tantangan,” kata Ketua Panitia Seminar Nasional dan Konferensi Kota (Konferta) AJI Pekanbaru, Arief Gunawan, juga reporter Bisnis Indonesia, Senin, 13 Maret 2017.

Pembicara berikutnya, Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia, sekaligus Pemred suara.com. Bagi perintis media online, seperti okezone.com, dan vivanews.com ini, akan mengangkat topik Bagaimana Membedakan Berita dengan Hoax, dan Tren Media Online saat Ini.

Pembicara terakhir, banyak warga Riau yang tak tahu, ternyata Irvandi Gustari, selain sebagai Direktur Utama Bank Riau Kepri (Dirut BRK), juga menjabat sebagai anggota Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi dan Teknologi Nasional Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukkam).

“Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari, akan membedah bagaimana upaya pencegahan dan meningkatkan Keamanan Transaksi Perbankan,” jelas Sekretaris Abdul Latif, wartawan cakaplah.com.

Abdul Latif menjelaskan, Seminar Nasional ini terbuka untuk umum, seperti mahasiswa ilmu komunikasi, dosen, para blogger, bahkan kawan-kawan media ingin menambah pengetahuannya mengenai tren media saat ini.

Sementara itu, Ketua AJI Pekanbaru, Fakhrurrodzi mengajak masyarakat berduyun-duyun hadir dan menimba ilmu Tren Digital 2017 dari para ahli berkompeten di bidangnya.

“Usai kita sukses menggelar Festival Media (Fesmed) 2016 lalu, tahun ini kita mencoba menghadirkan pembicara-pembicara berkualitas dan kompeten di bidangnya. Sayang, jika acara sebagus ini dilepaskan begitu saja,” ujarnya.

Selain menggelar Seminar Nasional, usai makan siang, dilanjutkan dengan Konferensi Kota (Konferta) dengan agenda pemilihan Ketua dan Sekretaris AJI Pekannbaru periode 2017-2020.

Fakhrurrodzi memastikan ia tidak maju lagi, cukup satu periode menjabat sebagai Ketua AJI Pekanbaru. Beberapa nama mulai menguat dan menggantikannya. Mereka ini berasal dari berbagai media, baik cetak, online, maupun radio, nasional serta lokal.

“Saya cukup satu periode. Saya juga mengundang kawan-kawan jurnalis untuk mendaftar sebagai ketua dan sekretaris AJI Pekanbaru untuk tiga tahun mendatang. Kita terbuka untuk itu,” pungkasnya. (RILIS)




Mau Jadi POLISI ? Cari Tau Informasinya disini …

Detikriau.org – Kepolisian Daerah Riau kembali membuka pendaftaran SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) 2017 yang dibuka secara online sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/88/I/2017 tanggal 12 Januari 2017 lalu.

SIPSS bertujuan menghasilkan Inspektur Polisi yang memiliki sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan sebagai penyelia terdepan (first line supervisor) yang bermoral, profesional dan modern dalam rangka melaksanakan tugas umum Kepolisian selaku pemelihara kamtibmas, penegak hukum pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Pada penerimaan Perwira Sumber Sarjana kali ini akan ada 17 Prodi ataupun jurusan sarjana yang dapat mengikuti pendafataran anggota polri jalur SIPSS tahun 2017. Dan sarjana yg diambil sesuai dengan kebutuhan organisasi Kepolisian.

Untuk lengkapnya, klik informasinya DISINI

 

 




Diduga Ilegal, Imigrasi Pekanbaru Usut 109 Pekerja Asal Cina

Pekanbaru – Kantor Imigrasi Pekanbaru menyita sebanyak 109 paspor warga Cina yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya, Pekanbaru. “Kami sedang proses BAP satu persatu,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Riau, Sutrisno, Minggu, 22 Januari 2017.

Karena kantor Imigrasi dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau penuh, mereka terpaksa tetap berada di barak PLTU Tenayan Raya. “Bukan dibebaskan, tapi dititipkan,” ujar Sutrisno.

Dokumen itu merupakan hasil razia petugas Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Riau di PLTU Tenayan Raya. Awalnya, petugas mengamankan 98 pekerja asing, 35 pekerja di antaranya tidak memiliki dokumen bekerja atau bisnis. Mereka cuma mengantongi visa kunjungan yang kemudian dimanfaatkan untuk bekerja. “Ini jelas melanggar hujum,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rasyidin Siregar.

Belakangan jumlah pekerja asing asal Cina yang ditemukan terus bertambah. Saat ini sudah 109 pekerja asal Cina tanpa dokumen kerja diusut Kantor Imigrasi Pekanbaru. Sebanyak 21 pekerja di antaranya hanya mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Sedangkan 88 orang bermodalkan visa kunjungan.

Sutrisno menambahkan, tempat penampungan kantor Imigrasi yang ada kini dipenuhi ratusan imigran pencari suaka asal Timur Tengah. “Tidak mungkin dijejalkan. Karena itu yang dari Tiongkok ditempatkan di barak PLTU Tenayan Raya dengan jaminan sponsor,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengaku paspor para pekerja asing itu telah ditahan dan secara bertahap bakal dilakukan pemeriksaan. “Jadi tidak benar dibebaskan. Seluruh paspor masih ditahan. Tidak ada yang dilepas.”

Baca sumber: tempo.co