IPW Dukung Ketegasan Dirreskrimsus Polda Riau Berantas Praktik “Mafia” Galian C di Kampar

Peneliti merangkap Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW) Riau Larshen Yunus S.Sos.Sc M.Si

Pekanbaru, detikriau.org – Peneliti merangkap Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW) Riau Larshen Yunus S.Sos.Sc M.Si dukung Ketegasan Dirreskrimsus Polda Riau dalam memberantas “mafia” kasus galian C di Kabupaten Kampar.

Dikatakan Larshen dalam diskusi bulanan di salah satu resto di jalan Dahlia Pekanbaru, senin (13/8/2018), Saat ini Polda Riau telah menyita sejumlah barang bukti.

“kita apresiasi keberhasilan Polda Riau menggagalkan Praktek Mafia Kasus Galian C di Kampar. Meski sampai saat ini belum ada penetapan status hukum bagi para pelaku, IPW Riau akan selalu mendukung upaya dan kerja keras Dirreskrimsus Polda beserta jajarannya,” Ujar Larshen

Diterangkan Larshen, penyitaan sejumlah barang bukti berupa tiga unit eksavator dan dua truk di TKP Dusun Tello, Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang – Kabupaten Kampar, Riau dilakukan Dirreskrimsus pada Jum’at (20/7) yang lalu

dari informasi yang diterima tentang alasan Ditreskrimsus Polda Riau yang sampai saat ini belum menetapkan para pelaku itu sebagai tersangka, lanjut Larshen disebabkan masih menunggu tahapan gelar perkara.

“Yang saya ketahui, pihak Ditreskrimsus Polda Riau telah berkomunikasi dengan pihak Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang  dan hasilnya menyetujui dilakukannya gelar perkara atas kasus tersebut”  tutur Yunus.

Lanjutnya lagi, langkah selanjutnya tentu penyidik akan segera menentukan siapa-siapa yang akan bertanggung jawab atas dugaan kejahatan pertambangan tersebut. Sedangkan Barang Bukti (BB) telah disita berdasarkan persetujuan penyitaan BB yang dikeluarkan dari Pengadilan Negeri Bangkinang.

“Informasi yang kami peroleh dari pihak PN Bangkinang, melalui Humas Ferdian Permadi, bahwa Surat Permohonan gelar perkara tertanggal 25 Juli 2018 dan dikirim pada hari Kamis, 26 Juli 2018”  imbuhnya

Dikatakan Larshen, alat berat hasil sitaan Ditreskrimsus itu diketahuinya milik Bos Kontraktor berinisial DS.

“Kami sangat mengenal Kombes Gidion. Beliau itu adalah Prajurit Polri yang sangat Tegas dan Mengedepankan Profesionalitas. Pak Gidion itu Promoter, Humanis dan Bersahabat. Percayalah, kasus galian C itu akan segera diproses menurut aturan dan ketentuan hukum yang berlaku”  yakinkan Yunus./*

Editor: red




Mari Sukseskan Hakteknas ke 23 di Pekanbaru. 10 Agustus 2018




Awas, Sopir Avanza Pengangkut Teroris Masih Berkeliaran

Mobil Avanza yang digunakan terduga teroris saat menyerang Mapolda Riau. Foto: liputan6

Pekanbaru – Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto mengungkapkan, pihaknya tengah mengejar sopir mobil Toyota Avanza putih yang mengangkut empat terduga teroris. Sopir itu berhasil kabur setelah menabrak anggota Polri bernama Ipda Auzar.

“Pelaku tewas empat orang. Kemudian pelaku yang diduga sopir masih dalam pengejaran,” kata Sunarto, Rabu (16/5).

Sunarto menjelaskan, pelaku menerobos gerbang Mapolda Riau dan menurunkan empat penumpangnya. Selanjutnya, empat penumpang turun dari mobil dan menyerang anggota Polda Riau menggunakan samurai.

“Dua angota kami mengalami luka bacok, satu atas nama Brigadir Suhendrik anggota propam (profesi dan pengamanan, red) luka ibu jari tangan kena ayunan samurai. Kemudian Kompol Farid Abdullah, anggota bidang hukum, luka di belakang kepala,” kata dia.

Nahas, Ipda Auzar tewas dalam insiden itu. Pengemudi Avanza yang berupaya kabur menabrak Ipda Auzar.

“Sopir melarikan diri menggunakan kendaraan itu dan mengakibatkan satu orang anggota kami tertabrak dan meninggal dunia atas nama Ipda Auzar,” kata Sunarto.

Selain itu, ada juga dua wartawan yang mengalami luka-luka. Yakni Ryan Rahmat dan Ahmadi yang kini dirawat di RS Bhayangkara Riau.

sumber: jpnn




Kotak dan Kabel Ditemukan di Mobil Penyerang Mapolda Riau

Mobil Avanza yang digunakan terduga teroris saat menyerang Mapolda Riau. Foto: liputan6

PEKANBARU — Tim Jihandak Gegana Satuan Brimob Polda Riau memeriksa mobil Avanza yang digunakan para terduga pelaku teroris saat berupaya menyerang Markas Polda Riau, Rabu pagi tadi. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati serta mendapat pengawalan ketat dari personel Polda Riau bersenjata lengkap laras panjang.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto mengatakan, bahwa tim Jihandak masih menyelidiki isi dari mobil tersebut. Polisi juga sempat menemukan kabel berikut sebuah kotak. Namun, Sunarto mengatakan belum dapat dipastikan apakah benda itu sebagai bahan peledak.

“Dari pemeriksaan ada rangkaian kabel, ada kotak kosong. Masih didalami,” ujarnya.

Begitu juga terkait informasi adanya seorang terduga teroris yang mengenakan pelindung tubuh, dia mengatakan masih didalami petugas. Terduga teroris yang mengenakan pelindung tubuh tersebut merupakan satu dari empat terduga teroris yang tewas ditembak polisi. Bedanya, jasad terduga teroris itu masih berada di halaman Mapolda Riau, sementara tiga teroris yang tewas telah dibawa ke RS Bhayangara.

Areal sekitar jasad terduga teroris yang mengenakan pelindung tubuh yang diduga membawa bahan peledak itu telah dipasang garis polisi. Begitu juga dengan areal mobil jenis Avanza putih yang ringsek pada bagian depan itu dipasangi garis polisi.

Personel Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyerangan yang dilakukan empat terduga teroris. Keempatnya dilumpuhkan di tempat “Bahwa Polda Riau telah berhasil mematahkan upaya penyerangan terhadap anggota pukul 09.00 WIB pagi tadi. Kita dalam kondisi siaga memberikan tindakan tegas, empat pelaku tewas ditempat,” katanya.

Polda Riau menyebut seorang anggotanya meninggal dalam serangan teroris yang terjadi pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB tadi. “Anggota kita satu orang tertabrak dan akhirnya meninggal dunia atas nama Ipda Auzar,” kata Sunarto.

Selain seorang polisi meninggal dunia, dua personel polisi lainnya Brigadir John Hendrik dan Kompol Farid Abdullah mengalami luka akibat tebasan senjata tajam pada bagian jari tangan dan bagian kepala. John Hendrik merupakan anggota Propam Polda Riau sementara Kompol Farid merupakan personel Bidkum Polda Riau. Keduanya masih dalam proses penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Sumber : Antara/republika

 




Polda Riau Diserang Terduga Teroris, Ini Kesaksian Ketua IPW Riau

“Imbau Masyarakat untuk Tenang dan Waspada”

 

Ketua IPW Riau Larshen Yunus 

PEKANBARU, detikriau.org — Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau diserang oleh sekelompok Terduga Teroris (16/05/2018).  Kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 09.00 pagi dengan masuknya mobil mini bus berjenis Avanza warna putih ke dalam kawasan Mapolda Riau.

Pengakuan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Riau, Larshen Yunus, ia menyaksikan sendiri kejadian di lokasi. 1 unit mobil menabrak pagar Mapolda Riau.

“Jujur saja, saya terkejut mendengar suara keras dari arah sana (ujarnya sembari menunjuk ke arah Pagar Mapolda bagian sebelah utara di Jalan Gajah Mada). Memang kejadian tersebut berlangsung secara membabibuta. Cepat sekali !” ungkap Yunus, sapaan Ketua IPW Riau tersebut.

Sambungnya lagi, insiden itu tiba-tiba mengundang perhatian para personil Polda Riau yang berada disetiap sudut lokasi tersebut. “Selain itu masyarakat yang ada di kawasan lampu merah juga segera mendekati lokasi” tambah Yunus.

“Saya lihat langsung, seketika mereka (Terduga Teroris) itu menabrakkan mobilnya ke Pintu Gerbang Mapolda Riau, langsung turun dua orang dari mobil Avanza tersebut dan membabibuta mengejar aparat menggunakan senjata tajam, pokoknya ngerilah” ujarnya lagi.

Namun, Alumnus Pascasarjana Sosiologi, Fisip Universitas Riau tersebut mengaku, setelah beberapa menit kemudian, aparat kepolisian yang bertugas di lokasi itu berhasil  melumpuhkan para pelaku.

Ada empat orang pelaku, dua orang  diantaranya ditembak mati ditempat, satu orang ditangkap hidup-hidup dan orang supir melarikan diri.

Kendati demikian, mobil Avanza yang digunakan oleh sekelompok teroris itu masih dibiarkan begitu saja, karena dicurigai berisi Bom. “Tadi kata pak Polisi, bahwa pihaknya sedang menunggu Tim Gegana, supaya bisa mengecek isi dalam mobil tersebut” pungkas Ketua IPW Riau.

Atas kejadian tersebut, Yunus menghimbau kepada seluruh Masyarakat Riau, khususnya yang berdomisili di Kota Pekanbaru, agar tetap waspada dalam setiap melangkah. “Ini ancaman bagi kita semua, Markas Polisi saja diserang, apalagi tempat-tempat yang lain” imbuhnya.

“Saya mengajak kepada seluruh Masyarakat Kota Pekanbaru, terlebih bagi Rumah Ibadah, wabbilkhusus buat Gereja-Gereja yang ada di Kota ini, agar segera mengamankan diri. Tetap awasi lingkungan sekitar anda” ajak Yunus mengakhiri pernyataan persnya./ red




Penyerangan Mapolda Riau, Brimob Lakukan Penyisiran

Pekanbaru, detikriau.org – Personil Brimob bersenjata lengkap lakukan penyisiran di area Mapolda Riau pasca serangan terduga teroris pagi tadi. Dalam kejadian itu, dikabarkan petugas kepolisian melumpuhkan dua orang pelaku penyerang.

Sementara itu, mobil Avanza  yang digunakan pelaku untuk menerobos masuk Mapolda Riau sekira pukul 09.00 Wib pagi tadi, masih tampak terparkir di depan pintu masuk jalan Gadjah Mada, Pekanbaru dengan kondisi bagian depan yang rusak parah.

Kapolda Riau Irjen Nandang, dikutip melalui kompas.com mengatakan, satu orang polisi meninggal dunia setelah ditabrak  mobil Avanza yang digunakan para terduga teroris itu.

“Satu orang anggota saya ditabrak dan pada saat di RS dalam kondisi luka berat dan baru saja meninggal dunia,” tutur Nandang. ”

Yang meninggal ditabrak karena mobil memaksa masuk ke kantor. Dia menabrak anggota saat akan diperiksa,” tambahnya.

Sementara itu, ada tiga orang luka-luka akibat sabetan samurai yang digunakan oleh para penyerang tersebut. “Dua anggota kena tebas di leher, alhamdulillah selamat. Satu kena tangan, satu luka ringan dari reporter TV One,” kata Nandang./ red