18 Anggota AJI dari Empat Provinsi Rampungkan Uji Kompetensi Jurnalis

Pekanbaru, detikriau.org – Sebanyak 18 jurnalis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dari empat provinsi di Pulau Sumatera rampung melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) selama dua hari penuh.

Kegiatan UKJ ini diawali dengan Workshop Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoaks, pada Jumat (6/4/2018) di Hotel Grand Suka, Pekanbaru.

“Esensi uji kompetensi untuk menguji pemahaman dan keterampilan seluruh jurnalis khususnya anggota AJI. Mengukur sikap dan kemampuan peserta sebagai jurnalis profesional,” ungkap Anggota Dewan Penguji AJI Indonesia, Budi Santoso Budiman di akhir UKJ, Minggu (8/4/2018) malam.

Ke delapan belas peserta yang menjalani UKJ terdiri dari jenjang Muda, Madya dan Utama. Penguji UKJ kali ini terdiri dari dua orang penguji dari AJI Pekanbaru, Hasan Basril dan Winahyu Dwi Utami, serta dua orang penguji dari AJI Indonesia, Budi Santoso Budiman, dan Sofiardi Bachyul. Selain penguji, UKJ kali ini juga diikuti oleh penguji magang, Ramon dari AJI Jambi.

Dengan digelarnya UKJ AJI di Pekanbaru ini, maka anggota AJI yang dinyatakan berkompeten sesuai tingkatannya semakin bertambah. Total AJI memiliki sekitar  dua ribuan anggota aktif yang tersebar di Indonesia.

“Masih ada hampir seribu anggota AJI yang belum uji kompetensi dan ada yang harus naik jenjang. Terakhir verifikasi (keanggotaan,red) tidak sampai 2 ribu anggota,” lanjutnya.

Ke depan, selain agenda internal, AJI juga akan mengupayakan usulan ke Dewan Pers terkait dengan Uji Kompetensi. Usulan dimasukkan terkait dengan keseriusan agenda uji kompetensi profesi jurnalis agar tidak hanya menjadi kegiatan seromonial belaka, dan mengusulkan adanya opsi pencabutan kompetensi jika melanggar.

“Beberapa hal akan kita usulkan ke Dewan Pers mengenai prosedur, modul, termasuk sampai ke pencabutan (kompetensi). Pada saatnya AJI ambil sikap tegas berkiatan pelaksanaan Uji Kompetensi, bahwasanya jangan sampai seremonial syarat formal semata,” urainya.

AJI sebagai organisasi profesi tetap memegang kode etik profesi, dan menjaga marwah jurnalis. Sejauh ini publik masih menilai AJI sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi kode etik, sehingga masih dipercaya masyarakat.

“Kita berharap AJI bisa lebih baik. Bukan mau menyimbongkan diri, bukan fitnah, tetapi sampai hari ini AJI masih menjadi organisasi profesi jurnalis yang tepercaya,” tegasnya.

Sementara itu, pada kegiatan UKJ kemarin terpilih sebagai peserta terbaik Tingkat Utama, Donal Meisel selaku jurnalis TV One wilayah liputan Sumatera Barat, Tingkat Madya, Riyan Novitra, jurnalis Tempo untuk wilayah liputan Riau, dan peserta tingkat Muda, Margaretha Nainggolan selaku jurnalis Batamnews.com.

Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus dalam penjelasannya menerangkan, jika UKJ kali ini merupakan yang kedua kalinya digelar di Pekanbaru. Terakhir, kegiatan serupa digelar lima tahun silam.

“Alhamdulillah UKJ kedua kali digelar di Pekanbaru berjalan sukses, setelah terakhir pada 2013 lalu,” sebutnya.

Ia berharap rekan-rekan AJI yang selesai melaksanakan UKJ dapat menjalankan tugas dan amanah selaku jurnalis, mengedepankan kepentingan masyarakat, dan tidak menciderai profesi dengan perbuatan yang melanggar kode etik dan kode perilaku AJI.

“Mudah-mudaha  kawan-kawan peserta yang telah dinyatakan kompeten  mengaplikasikan apa yang didapat selama UKJ dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis. Yang terpenting, tetap menjaga independensi dan prinsip-prinsip AJI,” ujarnya.

Usai digelar di Pekanbaru, AJI dalam waktu dekat juga akan menggelar UKJ ke sejumlah daerah, seperti Palembang, Medan, dan Pontianak, serta daerah lainnya di Indonesia dalam tahun ini.(rls)

 




Maksimalkan Profesionalitas dan Kemampuan Menyaring Hoaks

“AJI Gelar Workshop Profesionalisme Jurnalis”

PEKANBARU,-Tahun ini menjadi tahun terakhir bagi organisasi profesi dan perusahaan pers untuk melaksanakan Uji Kompetensi bagi wartawan atau jurnalisnya secara proporsional. Dewan Pers mulai tahun depan akan menerapkan aturan uji kompetensi mulai dari dasar atau jurnalis kelas Muda, terlepas masa pengabdian atau jurnalis itu menjalani profesinya lebih dari sepuluh tahun (batasan minimal untuk uji Utama,red).

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memanfaatkan betul momen ini dengan maksimal melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) bagi seluruh anggotanya pada tahun ini.

“Ini UKJ ke 39 sejak kita menandatangani kesepakatan ikut uji kompentensi. Masih ada 40 persen rekan-rekan AJI yang belum ikut kompetensi. Kalau gak bisa ambil tahun ini tahun depan sangat berat, karena harus memulai dari level Muda,” ungkap Ketua Bidang Usaha dan Dana AJI Indonesia, Suwarjono pada kegiatan Workshop ‘Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax’, Jumat (6/4/2018) di Pekanbaru. 

Kali ini AJI menggelar UKJ di Kota Pekanbaru dengan jumlah peserta 20 orang dari Kota Pekanbaru, Palembang, Padang, dan AJI Kota Batam. 

Sebelum menggelar UKJ Sabtu (7/4) ini, AJI terlebih dulu menggelar Workshop bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia. Ini merupakan kerjasama AJI untuk kegiatan Workshop perdana AJI tahun ini dengan Kedubes Australia. 

“Pekanbaru menjadi kota pertama yang sekaligus jalan (kerjasama workshop,red) dengan kedutaan Australia tahun ini,” lanjutnya. 

Sementara, Counsellor Media and Strategic Communications Australian Embassy Jakarta, Ian Gerard, dalam sambutannya menyambut antusias Workshop yang digelar untuk peningkatan kualitas dan profesionalisme Jurnalis ini. 

“Saya selaku mantan wartawan memahami betul fungsi wartawan, itulah makanya kami menghargai hubungan dengan media begitu tinggi. Penting bagi media melakukan pekerjaan ini (tugas jurnalis,red) dengan efektif,” sebutnya. 

Profesionalisme jusnalis cukup diuji pada tahun ini karena masuknya musim Pilkada. Pesta demokrasi, terutama akhir-akhir ini sering disibukkan dengan informasi palsu atau hoaks yang berseliweran di media sosial. 

Profesionalitas jurnalis sangat diuji di sini, terlebih memilih narasumber awal untuk dijadikan berita yang dikonsumsi publik.

“Menjelang Juni masa pemilihan sangat banyak perkembangan Hoaks berkaca dari pilkada-pilkada sebelumnya. Ini bagus bagi kami, rekan-rekan AJI mendapat pengetahuan baru baik dari Dewan Pers dan Kedutaan Australia,” ungkap Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus dalam sambutannya. 

Keterbukaan informasi dan kemudahaan akses internet saat ini semakin menyebabkan arus informasi banyak berseliweran di dunia maya, terutama di sosial media. 

Arus informasi inilah yang wajib disaring oleh jurnalis agar mendapatkan berita yang benar, tidak terjebak akan fake news, atau hoaks, atau berita palsu. Ini ditegaskan langsung oleh anggota Dewan Pers, Nezar Patria.

“Hoaks, itu berita bohong yang sengaja dibuat agar orang terkecoh. Jadi isinya itu jelas gak ada, bohong, seolah-olah benar. Fake news bagaimana? Sama gak jauh berbeda, membuat orang terkecoh. Contoh media cetak, Obor Rakyat tahun 2014 dibuat untuk kepentingan,” paparnya. 

Saat ini tercatat ada 600 an media cetak terdaftar di Dewan Pers. Selain itu, media online juga semakin menjamur. Setidaknya dewan pers mendata 40 an top media online yang memiliki jumlah pembaca dua ribuan perhari.

“Sekarang orang gak cari lagi berita pendek. Berita dalam, memenuhi rasa keingintahuan orang dengan informasi bermutu,” tegasnya. 

Di sinilah diperlukan daya kritik jurnalis dalam menilai sebuah informasi awal yang diambil dari media sosial terutama. Dengan bertindak kritis, melakukan kroscek, maka informasi hoaks dapat diaaring dan tidak terjenak sehingga menjadi sebuah berita. 

Sementara itu, usai menggelar workshop, AJI akan melanjutkan kegiatan dengan menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) pada Sabtu (7/4) ini. Sebanyak 20 orang peserta dari Pekanbaru, Batam, Palembang, dan Padang akan menjalani UKJ untuk tingkatan Muda, Madya, dan Utama.(rls)




Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax. AJI Indo dan AJI Pekanbaru Gelar Workshop dan UKJ 

PEKANBARU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Pekanbaru menggelar Workshop bertemakan ‘Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax’. Kegiatan ini digelar hari ini, Jumat (6/4) di Hotel Grand Suka, Pekanbaru. Workshop ini merupakan kerjasama AJI Indonesia dengan Kedutaan Besar Australia.

Gelaran workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab AJI kepada anggota untuk peningkatan profesionalisme. Khusus tahun ini diangkat tema mengenai antisipasi Hoax yang belakangan begitu gencar melanda Indonesia dengan berbagai isu, terutama berkaitan dengan SARA, dan Politik.

“Ini bentuk tanggung jawab organisasi profesi AJI dalam meningkatkan kualitas anggota. AJI Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Australia dalam kegiatan ini,” terang Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus.

Dalam workshop kali ini hadir langsung pembicara dari Kedutaan Besar Australia dan Dewan Pers.

“Akan disampaikan materi mengenai etik Pers langsung oleh anggota Dewan Pers, Nezar Patria, serta materi mengenai Prinsip penting dalam peliputan, dan publikasi berita. Materi ini akan disampaikan oleh Budisantoso Budiman dari Badan Penguji UKJ AJI,” urai Firman.

Dengan adanya Workshop ini diharapkan jurnalis lebih paham akan mekanisme peliputan dan menyaring isu-isu hoax. Dengan demikian, masyarakat sebagai penikmat konten berita semakin dicerdaskan dan terhindar dari isu provokatif.

“Tentunya kita jusnalis lebih meningkatkan kemampuan akan penyaringan sumber informasi berita sehingga terhindar dari informasi hoax,” tegasnya.

Selain Workshop, AJI Indonesia juga menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). Kegiatan ini juga digelar di Hotel Grand Suka, Sabtu (7/4) dan Minggu (8/4).

Gelaran UKJ merupakan bentuk tanggung jawab AJI dalam menjaga profesionalisme dan menjalankan amanah Dewan Pers yang mengharuskan setiap jurnalis kompeten dengan tingkat berbeda, mulai dari Muda, Madya dan Utama.

“Selain melaksanakan aturan Dewan Pers mengenai Kompetensi Jurnalis, UKJ juga bentuk tanggung jawab AJI meningkatkan profesionalisme anggota,” tegasnya.

UKJ kali ini diikuti oleh 20 orang anggota AJI dari Pekanbaru, Batam, Padang, dan Palembang.(rls)

 




Sempena Peringatan hari Air Se-Dunia, YBP PLN dan PKPU HI Riau Lakukan Penanaman 1000 Batang Pohon

Pekanbaru, detikriau.org – Sempena Peringatan Hari Air Sedunia, YBM PLN Unit Riau dan Kepulauan Riau bersama Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Human Initiative Riau melaksanakan kegiatan penanaman 1000 batang pohon. Kegiatan yang juga menyertakan warga setempat ini dilaksanakan  di Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, kamis (22/03/2018).

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Polda Riau, perwakilan PLT Walikota Pekanbaru, Camat Tenayan Raya, Lurah-lurah di Kecamatan Tenayan Raya dan pejabat setempat serta sejumlah komunitas-komunitas pecinta lingkungan, diantaranya Lindungi Hutan Riau, Lintara Jaya Riau, dan Youth For Climate Change (YFCC) Riau, dan BEM Fasih Uin Suska Riau.

Sebelum penyerahan 1000 batang pohon secara simbolis, kegiatan yang diawali dengan acara pembukaan di Mushola Al Mursalin ini juga berisikan pelaksanaan Edukasi dan Kampanye terkait Hari Air Sedunia dan Workshop

Camat Tenayan Raya, Abdurrahman menyampaikan apresiasinya kepada YBM PLN dan PKPU HI Riau yang telah melaksanakan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat ini.

“Ini merupakan inisiatif yang baik dari YBM PLN dan PKPU HI Riau. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Tenayan Raya”. Ujar Abdurrahman.

Sementara itu, Ketua RW 06, Amir menyampaikan bahwa saat ini di Kelurahan Bencah Lesung, khususnya di RW 06 RT 01 telah memiliki 3 kelompok usaha. Diantaranya, kelompok budidaya ikan, kelompok tanaman pangan dan kelompok olahan makanan yang di kelola ibu-ibu yang nantinya akan dilaksanakan oleh YBM PLN dan PKPU.

Lebih lanjut, Amir mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kelurahan Bencah Lesung, khususnya di RW 06 agar selalu aktif untuk mengikuti segala kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat. Dan tentunya kegiatan ini banyak manfaat yang akan dirasakan.

“Mari kita menanam pohon pagi hari ini, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. Untuk ke depannya, apa pun nama kegiatannya, marilah kita ikuti bersama-sama, karena semuanya tidak ada yang berat”. Imbau, Amir./Am/rls




KPK Geledah Kantor DPRD Bengkalis Terkait Kasus Proyek Jalan

Jubir KPK Febri Diansyah  (Foto: Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pekanbaru, detikriau.org – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 15.00 WIB.

“Hari ini tim KPK lakukan penggeledahan di dua lokasi yaitu, Kantor DPRD Bengkalis dan Kantor Dinas PU Bengkalis,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018).

Febri mengatakan dari hasil penggeledahan, tim penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti terkait pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis. Hingga kini, kata dia, tim masih melakukan penggeledahan

“Sejauh ini barang bukti yang diamankan dokumen-dokumen terkait pembangunan jalan,” imbuh dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun 2013-2015.

Mereka adalah Kadis PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015 selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

“Sejalan dengan peningkatan penanganan perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu MNS (Muhammad Nasir) dan HOS (Hobby Siregar),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017 yang lalu./ red

Sumber:liputan6.com




Bahas Metode Bisnis Budidaya Ikan, PKPU HI Riau Lakukan Pertemuan dengan Kelompok Pondakan Berkah Bersama

Pekanbaru, detikriau.org – PKPU Human Initiative cabang Riau bersama kelompok Pondakan Berkah Bersama adakan pertemuan dalam rangka membahas metode bisnis budidaya ikan patin dan lele.

Metode bisnis yang dibahas dalam pertemuan di Masjid Al Mursalin, RW 06, Kel. Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Minggu (4/3) ini adalah Model Bisnis Kanvas dan Biaya Harga Produksi atau disingkat MBK & BHP.

Menurut fasilitator Program PKPU, Dodi, pada metode MBK BHP ini ada sembilan poin yang di bahas yakni; Customer Segments,  Value Proposition,  Channels,  Customer Relationship,  Revenue Streams,  Key Resources,   Key Activities,  Key Partners,  dan Cost Structure.

Selain membahas MBK BHP, kehadiran anggota pada kelompok ini hanya dikhususkan untuk Divisi Budidaya Ikan saja, yang berjumlah 12 dari 17 anggota.

“”Diharapkan dengan adanya metode seperti ini akan dapat membantu kelompok binaan PKPU dalam merencanakan penganggaran usaha,” sampaikan Dodi

Sementara itu, ketua kelompok Pokdakan Berkah Bersama sekaligus anggota Devisi Budidaya Ikan, Aswir menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada PKPU yang telah memfasilitasi cara mengelola bisnis yang baik.

“dengan adanya pertemuan ini kini kami mengerti bagaimana menghitung kebutuhan biaya  yang diperlukan dalam mengelola suatu bisnis, terutama tentang usaha ikan,” ucap Aswir./*/Am