Bersama Kepala Daerah se Riau, Gubernur Terpilih Deklarasi Dukung Pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin

Pekanbaru, detikriau.org – Gubernur Riau terpilih, Syamsuar deklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowidodo – Makruf Amin. Sosok yang masih menjabat sebagai Bupati Siak ini tegaskan tidak ada intervensi atas pilihan politiknya.

“tidak ada intervensi, ini murni soal hati nurani,” uangkapnya kepada awak media usai deklarasi bersama Pro Jokowi (Projo) di Hotel Arya Duta Pekanbaru, rabu (10/10)

Menurut Gubernur terpilih yang maju Pilkada Riau dengan diusung Partai PKS, PAN dan Nasdem ini, dukungan kepada Jokowi diberikan karena dinilai Jokowi memiliki keberpihakan terhadap rakyat dan terbukti menunjukkan keberhasilan dalam jabatan periode pertamanya sebagai Presiden RI.

Terkait perbedaan politiknya dengan partai pengusung pada Pilkada Riau yang lalu, dia berdalih itu dinamika politik. “dukungan saya kepada Jokowi sepenuhnya pilihan saya pribadi” tegasnya

Menurut Syamsuar, dua kepala daerah berhalangan hadir. Tapi keduanya diakui disebut sudah menyatakan persetujuan kepada dirinya untuk memberikan dukungan bagi Jokowi

Pertama Bupati Inhu Yopi Arianto tidak hadir karena menjalani operasi. Sedangkan Bupati Pelalawan M Haris tidak hadir karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan.

 




Kepala Daerah Ramai-Ramai Dukung Jokowi. Gerindra Riau: Masyarakat Sudah Cerdas

“Hak Suara Milik Masyarakat, Bukan Kepala Daerah”

Wakil Ketua DPD Gerindra Riau, Taufik Arrahman (Foto: RIAUONLINE.CO.ID)

Pekanbaru – Partai Gerindra Riau meyakini bahwa dukungan para kepala daerah terhadap pasangan Jokowi-Maruf Amin tidak akan begitu mempengaruhi masyarakat Riau. Saat ini masyarakat sudah cerdas.

“Masyarakat kan bisa merasakan sendiri bagaimana keadaan saat ini, dimana kondisi saat ini jauh sekali dari harapan masyarakat,” Ungkap Wakil Ketua DPD Gerindra Riau, Taufik Arrahman, Selasa, 9 Oktober 2018.

“Kita yakin itu tidak akan berpengaruh, toh yang berhak memberikan suara itu kan masyarakat, bukan kepala daerah,” tambahnya.

Namun, Taufik yang juga merupakan anggota DPRD Riau ini mengkhawatirkan dukungan para kepala daerah akan memanfaatkan fasilitasnya sebagai pejabat.

“Yang kita hindari itu jika nanti APBD mereka akan pakai itu (fasilitas), jadi kita minta kebijaksanaan mereka saja,” tuturnya.

Mengenai Bupati Rohul Sukiman yang disinyalir membelot, Taufik mengaku hingga saat ini belum bisa memastikan kabar tersebut.

Namun, apabila isu itu benar maka pihaknya akan melaporkan pada DPP, dan terkait sanksi itu merupakan wewenang DPP.

Untuk diketahui, Sukiman merupakan ketua DPC Gerindra Rohul.

“Sejauh ini, terkait foto yang beredar itu hanya sebatas koordinasi antara Gubernur dan Wagub dengan para Bupati walikota, itu informasi yang kami terima,” Akhiri Taufik.

Editor: Am

 

Artikel ini sudah terbit di riauonlline.co.id dengan judul “Kepala Daerah Dukung Jokowi, Gerindra Yakin Masyarakat Riau Cerdas” http://www.riauonline.co.id/riau/kota-pekanbaru/read/2018/10/09/kepala-daerah-ramai-ramai-dukung-jokowi-gerindra-yakin-masyarakat-riau-cerdas




Dukung Jokowi, Projo : Besok Seluruh Kepala Daerah di Riau Deklarasi

Foto Ilustrasi: NusantaraNews.com

Pekanbaru – Pro-Jokowi (Projo) mengklaim akan ada deklarasi seluruh kepala daerah di Riau untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin esok. Namun Projo masih merahasiakan nama-nama bupati yang mendukung Jokowi.

“Benar, besok akan ada deklarasi seluruh bupati dan wali kota di Riau untuk memberikan dukungan politiknya pada pilpres kepada pasangan Jokowi-Amin,” kata Ketua Projo Riau, Sonny Silaban, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (9/10/2018).

Sonny menjelaskan sejauh ini seluruh bupati dan wali kota sudah menyatakan kesiapannya menghadiri deklarasi tersebut.

“Lewat orang-orang dekat bupati dan wali kota, mereka akan menghadiri deklarasi tersebut. Jadi kita pastikan besok deklarasinya, kita lihat saja besok siapa saja kepala daerah yang datang,” kata Sonny.

Menurut Sonny, deklarasi ini akan digelar di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Seluruh relawan Projo akan menghadiri deklarasi tersebut.

“Seluruh relawan Projo di Riau akan hadir untuk menyaksikan deklarasi tersebut,” katanya.

Malah Sonny menyebut Gubernur Riau/Wakil Gubernur Riau terpilih akan menghadiri acara tersebut. Gubernur Riau terpilih adalah Syamsuar, yang masih menjabat Bupati Siak, dan Wagub terpilih adalah Edy Natar Nasution.

“Gubernur dan Wagub terpilih akan menghadiri acara deklarasi tersebut. Kita harapkan, kepemimpinan Syamsuar untuk Riau ke depan bisa selaras dengan pembangunan yang digagas Pak Jokowi. Agar Riau bisa menjadi barometer pembangunan ke depan,” kata Sonny.

 

Artikel ini sudah terbit di laman detikcom dengan judul “Projo: Besok Deklarasi Seluruh Bupati di Riau Dukung Jokowi” https://news.detik.com/berita/d-4248847/projo-besok-deklarasi-seluruh-bupati-di-riau-dukung-jokowi?_ga=2.63261871.1880899479.1539063769-1907472456.1539063767




Maju Pileg 2019, Mulai Hari Ini, Andi Rachman Tidak Lagi Sebagai Gubernur Riau

Andi Rachman: Net

Pekanbaru, detikriau.org – Setelah nama Andi Rachman masuk dalam  Daftar Calon Tetap (DCT) peserta pileg 2019, kamis (20/9), maka terhitung sejak hari ini, Jumat (21/9), Andi secara otomatis tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Riau.

“Kalau sudah DCT, artinya dia otomatis sudah mengundurkan diri,” ujar Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu, dilansir melalui riauonline.co.id, Kamis, 20 September 2018.

Kordias menegaskan, hak sebagai Gubernur Riau ini gugur meskipun surat pengunduran dirinya belum diterima DPRD

Mengenai pelaksanaan paripurna pemberhentian Andi Rachman menurut Kordias tergantung pada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Riau.

“Rapat bulan ini kan dirumuskan sama Banmus, dan bulan ini tidak ada jadwal itu, entah nanti akan diselipkan atau bagaimana itu dibahas dulu oleh Banmus,” jelasnya.

sedangkan mengenai Pengganti Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD lainnya, Muhammad Adil dan Hardianto juga tergantung rapat Banmus.

Sebelumnya, setelah tidak terpilih sebagai Gubernur Riau hasil Pilkada 2018 yang lalu, Andi Rachman kembali mendaftarkan diri sebagai salah satu Calon Anggota Legislatif untuk DPR RI.

Editor: Am




Kebijakan IMF-Word Bank dinilai Tambah Catatan Panjang Kerusakan Lingkungan Hidup dan Perampasan HAM di Riau

Pekanbaru, detikriau.org — Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan Oktober mendatang menuai banyak pro dan kontra diberbagai kota di Indonesia, Riau salah satunya.

Menyikapi pertemuan beberapa waktu mendatang, Front Pembela Rakyat, Pondok Belantara, Green Radio dan beberapa komunitas lainnya mengadakan diskusi untuk mengupas bagaimana kebijakan IMF-WB ini berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan hidup serta perampasan hak asasi manusia di Indonesia.

Diskusi yang dilaksanakan di halaman studi Green Radio Pekanbaru ini menghadirkan Rendy Khasmy dari AGRA dan Eko Handyko Purnomo dari Komunitas Pondok Belantara.  rabu (19/9)

Rendy memaparkan bahwa IMF datang dengan rancangan ekonomi berupa liberalisasi besar-besaran diseluruh sektor ekonomi Indonesia. Pencabutan subsidi, privatisasi dan deregulasi adalah indikator liberalisasi tersebut.

“Pertemuan ini nantinya akan menghasilkan berbagai kesepakatan dan kebijakan, salah satunya mengenai bantuan hutang dan pengembangan program pembangunan bagi negara anggota.” Sampaikan Rendy

Apalagi, ditambahkan Rendy, ditengah kondisi ekonomi rakyat semakin sulit, Pemerintah Indonesia harus menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk penyelenggaraan pertemuan IMF-WB, yakni sekitar 850 miliar Rupiah serta biaya konstruksi untuk persiapan sekitar 5 triliun Rupiah.

Ia juga menambahkan bahwa sejak didirikan pada akhir Perang Dunia Kedua melalui Bretton Woods Conference, di Amerika Serikat (1944), WB-IMF bekerja sebagai institusi kapital keuangan internasional untuk memperkuat dominasi kapitalis monopoli (imperialisme) di bawah Amerika Serikat.

WB-IMF menjalankan Program Penyesuaian Struktural (Structural Adjustment Programmes/SAPs) yang mendorong kebijakan pencabutan subsidi sosial dan pemotongan anggaran negara di sektor publik serta pelayanan sosial yang pengelolaannya diserahkan kepada sektor swasta.

Di indonesia, Land Administration Project (LAP) dari utang Bank Dunia mengakibatkan meluasnya monopoli dan perampasan tanah kaum tani, suku bangsa minoritas, masyarakat adat, dan rakyat miskin di perkotaan untuk kepentingan korporasi asing dan tuan tanah besar. Hal ini sejalan dengan kepentingan memuluskan liberalisasi pertanian dan pangan di Indonesia.

Sebagai tahap lanjutan pada tahun 2018 ini, IBRD (WB Group) menyetujui utang baru (2018) sebesar USD 200 juta (2,9 triliun rupiah) untuk percepatan reforma agraria Jokowi melalui program Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), yaitu reforma agraria palsu yang semakin mempercepat pasar tanah dan monopoli tanah untuk kepentingan korporasi. WB berhasil mengimplementasikan politik upah murah dan fleksibilitas pasar tenaga kerja di Indonesia melalui sistem kerja kontrak dan outsourcing yang menyengsarakan klas buruh.

Intervensi WB dalam Paket Ekonomi Jokowi melahirkan PP No. 78/2015 tentang Pengupahan untuk menekan kenaikan upah buruh di bawah sepuluh persen tiap tahun. Akibatnya, upah seorang buruh (UMK) hanya bisa membiayai sekitar 50 persen kebutuhan keluarganya (satu anak). Angka defisit ini semakin besar saat kenaikan harga berkali-kali lipat dalam setahun.

Berbeda dengan Rendy, Eko mengangkat kaitan pertemuan ini dengan isu lokal di Riau dengan memperlihatkan bagaimana Provinsi Riau sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang terkena imbas dari dampak kebijakan hutang luar negeri tersebut.

Eko yang merupakan koordinator Pondok Belantara menyatakan bahwa Riau dihisap dan dikeruk sumber daya alamnya dan upah murah bagi tenaga kerjanya. Belum lagi perampasan ruang hidup rakyat dan terpinggirkannya masyarakat adat akibat ekspansi berbagai industri.

Pondok Belantara adalah komunitas yang bergerak dengan taman baca keilingnya, dengan tujuan utama mengembalikan cinta baca bagi masyarakat Riau. Melalui membaca, diharapkan perlawanan akan semakin membesar dan mengakar kuat.

Eksploitasi dan ekspansi banyak industri dinilainya berawal dari ketidaktahuan masyarakat terkait aturan yang dilahirkan oleh pemerintah. Penyadartahuan menjadi penting sebagai garda terdepan dalam perlawanan. IMF-WB adalah wahana perampasan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

“Jika pemerintah Provinsi Riau mau terbuka, silahkan perlihatkan kepada rakyat Riau siapa yang berdiri diatas lahan dan hutan disini, siapa yang menyebabkan bencana ekologi dan bagaimana penegakan hukum berjalan, maka akan terlihat bagaimana asing menguasai negeri melayu kita dengan dukungan WB. Namun jika menilik sejarah adalah wajar sebab sejak rezim Soeharto hutang luar negeri masuk dalam kualifikasi penerimaan negara” papar Eko.

Sudah selayaknya Indonesia tidak lagi menjadikan Amerika Serikat sebagai kiblat dalam indikator ekonomi dan politik. “Lihatlah bagaimana perusahaan-perusahaan raksasa asing yang menguasai sebagian besar sektor strategis perekonomian nasional kita. Nasionalisasi yang dilakukan pemerintah hari ini juga tidak bisa membuktikan bahwa kita lepas dari cengkraman sistem kapitalis yang dibangun negara adidaya tersebut. Pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang harus di periksa kembali peruntukkannya, apakah benar bagi rakyat atau hanya pesanan pemilik modal” tutup Eko.

Diskusi ditutup dengan menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan penggunaan dana APBN untuk pembiayaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, menghentikan semua bentuk kesepakatan dan kerjasama hutang dengan Bank Dunia, menghentikan pembangunan proyek infrastruktur dan program reformasi agraria yang dibiayai oleh hutang dan investasi asing, Laksanakan pembangunan yang mengabdi pada kepentingan rakyat, cabut aturan dan kebijakan pemerintah yang memberangus kebebasan berkumpul, berpendapat, dan berorganisasi, menghentikan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan dan kesehatan, berikan pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat, mewujudkan Reforma Agraria sejati, bangun industri nasional yang kuat dan mandiri dan cabut PP 78 tahun 2015./rls

 




Sekjen FHK2I Pekanbaru: Harusnya Selesaikan Dulu Honorer Baru Terima CPNS Umum

“Rencanakan Gelar Aksi Demo Saat Pelaksanaan Tes CPNS Umum Mendatang”

Foto aksi demo honorer K2: Net

Pekanbaru, detikriau.org – Honorer K2 (kategori dua) nyatakan akan menggelar aksi demo besar-besaran sebagai bentuk penolakan terhadap rekrutmen CPNS 2018.

Aksi demo yang direncakan bertepatan dengan pelaksanaan tes CPNS umum nantinya ini akan dilakukan di Kantor Regional (Kanreg) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Pekanbaru.

Sekjen Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Pekanbaru Said Syamsul Bahri nyatakan sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang telah mengeluarkan formasi CPNS jalur umum. Pemerintah dinilainya hanya menganggap honorer K2 ini tidak ada gunanya.

“Harusnya jika pemerintah bijaksana, selesaikan dulu honorer baru buka CPNS umum. Kami menolak keputusan pemerintah ini,” ujar Said dilansir melalui JPNN, Sabtu (15/9).

Rencana aksi demo yang akan digelar katanya untuk menuntut hak diangkat PNS.

Bila aspirasi ini tidak ditanggapi juga, honorer K2 akan membuat gerakan lebih besar lagj.

“Pas waktu tes CPNS umum itu kami akan aksi demo di Kantor Regional BKN Pekanbaru. Kami tidak rela pemerintah hanya memprioritaskan pelamar umum,” tegasnya.

Dia menambahkan, yang keberatan dengan kebijakan pemerintah bukan hanya K2 Pekanbaru tapi se Provinsi Riau.

Sejatinya, Pemprov Riau dan seluruh kabupaten/kota bersedia mengangkat seluruh honorer K2 menjadi CPNS.

Namun sayangnya, ada ketentuan yang tidak membolehkan pemda mengangkat K2 usia 35 tahun ke atas menjadi CPNS.

Editor: Am