KPK Tahan 2 Tersangka Proyek Jalan Bengkalis

Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (Ahmad Bil Wahid/detikcom)

Jakarta – KPK menahan dua tersangka korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau. Keduanya ditahan di tempat berbeda.

“KPK melalukan penahanan 20 hari pertama terhadap dua tersangka di kasus Bengkalis,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dilasnir melalui detikcom, Rabu (5/12/2018).

Kedua tersangka itu yakni eks Kadis Pekerjaan Umum Bengkalis M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Nasir ditahan di rutan cabang KPK di Guntur sedangkan Hobby ditahan di Rutan Salemba.

Hobby meninggalkan gedung KPK pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Berselang beberapa menit kemudian, Nasir juga dibawa ke tahanan.

“Saya nggak kenal bupati saya nggak kenal DPRD, makanya saya bingung kok saya yang jadi tersangka,” kata Hobby saat meninggalkan gedung KPK.

Hobby sudah jadi tersangka sejak 2013 silam. Sedangkan Nasir berstatus tersangka sejak Agustus 2017.

Dalam kasus ini keduanya disangka memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015.

Dalam kasus ini, indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar.




Cuaca Tembilahan Hari Ini Berawan. Hujan Berpotensi Terjadi Pada Siang dan Malam Hari

Detikriau.org – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca kota Tembilahan hari ini berkabut dengan suhu udara 23°C – 30°C dan kelembapan udara 70% – 95%.

Hujan berpotensi turun pada siang dan malam hari.

Sedangkan hujan lebat disertai petir hari ini berpotensi terjadi di kota Bengkalis pada malam dan dinihari serta kota Dumai dan Pangkalan Kerinci pada siang hari.

Berikut prakiraan cuaca secara lengkap untuk kota-kota di Provinsi Riau;

Kota Prakiraan Cuaca Suhu
( °C )
Kelembaban
( % )
Pagi Siang Malam Dini Hari
Bangkinang Kabut Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal 22 – 30 70 – 100
Bengkalis Berawan Hujan Lokal Hujan Petir Hujan Petir 24 – 30 70 – 95
Dumai Hujan Lokal Hujan Petir Cerah Berawan Udara Kabur 23 – 30 70 – 95
Pangkalan Kerinci Hujan Lokal Hujan Lebat Hujan Lokal Kabut 23 – 30 70 – 95
Pasir Pengarairan Kabut Cerah Berawan Hujan Lokal Kabut 22 – 31 65 – 100
Pekanbaru Hujan Lokal Berawan Hujan Lokal Kabut 23 – 31 65 – 95
Rengat Kabut Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal 23 – 30 70 – 100
Selat panjang Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur 23 – 30 70 – 95
Siak Sri Indrapura Hujan Lokal Hujan Sedang Hujan Lokal Kabut 23 – 30 70 – 100
Teluk Kuantan Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur Kabut 23 – 30 70 – 100
Tembilahan Kabut Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur 23 – 30 70 – 95

 

Prakiraan Tinggi Gelombang:

 

 

 

 




Polda Riau Selidiki Temuan Delapan Jenazah Mengapung di Perairan Selat Malaka

“Tiga mayat berhasil di indentifikasi. Dua warga Provinsi Sumatra Barat dan Satu Warga Provinsi Jawa Timur”

Foto Ilustrasi: Net

Detikriau.org – Kepolisian Polda Riau masih menyelidiki delapan jenazah yang ditemukan mengapung di perairan selat malaka, tepatnya dipesisir kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

“Dari pemeriksaan, kami perkirakan usia mayat sudah lebih dari seminggu berada di air,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto di Pekanbaru, Senin (3/12) dilansir dari Antara.

Dalam sepekan terakhir, total delapan mayat ditemukan petugas gabungan dan nelayan Kecamatan Bantan, tepatnya di perairan Selat Malaka, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Wilayah itu berbatasan langsung dengan negeri jiran, Malaysia.

Sebelumnya, tiga mayat pertama ditemukan petugas dan nelayan pada akhir November. Selanjutnya, satu persatu mayat ditemukan terapung hingga Minggu (2/12) kemarin. Seluruh mayat yang ditemukan tersebut diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru.

Supriyanto mengatakan mayoritas mayat yang ditemukan tersebut dalam kondisi tidak utuh, dengan beberapa di antaranya cukup mengenaskan. Dari pemeriksaan sementara, ia memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.

Sebanyak 20 petugas Disaster Victim Identification (DVI), lanjutnya, kesulitan mengidentifikasi jenazah lewat sidik jari karena kondisinya yang sudah membusuk. Opsi lain yang digunakan adalah melakukan identifikasi melalui susunan gigi dan DNA.

“Ini langkah terakhir. Di samping itu, kita temukan data sekunder seperti properti dan medis, seperti luka bekas operasi, tato dan lainnya juga diidentifikasi,” jelasnya.

Sementara, lanjutnya, dari delapan yang ditemukan sudah ada tiga mayat yang berhasil teridentifikasi identitasnya.

Mereka adalah Ujang Chaniago (48) berasal dari Lubuk Nyiur, Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kedua, Mimi Dewi (32) warga Jalan Lansano, Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Ketiga, Maya Karina (37) warga Mentikan, RT 020/RW 02, Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Untuk para korban yang sudah berhasil teridentifikasi, sudah dibawa oleh keluarganya,” pungkasnya.




Protes Koleganya Ditahan Kasus Korupsi, Puluhan Dokter Demo di Kejari Pekanbaru

Demo dokter di kantor Kejari Pekanbaru. ©2018 Merdeka.com/Abdullah Sani

Pekanbaru, detikriau.org – Puluhan dokter lakukan aksi unjuk rasa di kantor kejaksaan Pekanbaru, selasa (27/11).

Unjuk rasa para dokter yang tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Bedah Indonesia (IKABI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) bentuk aksi solidaritas atas penahanan tiga orang dokter atas dugaan kasus korupsi oleh pihak kejaksaan .

“Ini bentuk solidaritas kami,” Ujar salah seorang dokter koordinator aksi, dr Andre dilansir dari merdeka.com

Saat itu, perwakilan dokter menuntut pihak kejaksaan melakukan penundaan penahanan terhadap rekan seprofesi mereka namun tidak dikabulkan.

“penahanan kita lakukan, salah satu alasannya agar para tersangka tidak melarikan diri,” Terang Kajari Pekanbaru Suripto yang mengaku pihaknya belajar dari pengalaman sebelumnya atas 14 tsk kasus korupsi lainnya.

“Pengalaman kita selama ini, ada 14 buronan kasus korupsi di Pekanbaru sulit dicari. Makanya saat ada tersangka korupsi, langsung kita tahan,” tegas Suripto.

Ketiga dokter yang ditahan jaksa itu adalah, drg Masrial, dr Kuswan Ambar Pamungkas, dr Welly Yulifar. Mereka diduga korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Ahmad yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Riau.

“Ketiga dokter ini sebagai ASN di rumah sakit umum Arifin Achmad Pemprov Riau di Pekanbaru kita tahan untuk 20 hari ke depan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo.

Untuk kedua tersangka lainnya, merupakan dari pihak pengusaha alat kesehatan. Mereka adalah, Muhklis Yuni Efriati. Kasus ini ditangani Polresta Pekanbaru, selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan.

 

“Setelah pelimpahan tahap II ke kami, langsung ditahan. Dugaan korupsi ini merugikan negara sekitar Rp 420 juta berdasarkan hitungan BPKP Riau,” ucap Odit.

Poyek alat kesehatan ini dikorupsi pada tahun 2012 hingga 2013 lalu. Masing-masing dokter melakukan penggelembungan anggaran (mark up) pembelian alat untuk operasi.

Dana pembelian alat kesehatan spesialistik pelayanan bedah sentral ini diambil dari dana pendapatan jasa layanan di RSUD Arifin Achmad.
Mereka menaikkan harga alat-alat kesehatan yang akan dipakai habis saat operasi. Para dokter bekerjasama dengan penyedia menaikkan harga peralatan tersebut.

“Tahun 2012 dan 2013, ketiga dokter itu mengambil keuntungan dalam pengadaan alkes spesialistik RSUD itu. Padahal pengadaan itu berupa diskon dengan menggunakan dokumen pengadaan CV PMR,” tegasnya.

Sumber: merdeka.com Editor: Faisal




Waspadai, Sejumlah Kota di Riau Hari Ini dan Esok Berpotensi Terjadi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Ilustrasi: Net

Laporan: Amrul

detikriau.org – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampaikan peringatan dini untuk mewaspadai terjadinya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai dengan petir dan angin kencang yang diperkirakan terjadi pada siang atau sore dan malam atau dini hari disejumlah kota di Provinsi Riau.

Melalui laman resminya, BMKG meramalkan, minggu 25 November 2018, hujan petir akan terjadi pada malam hari di Pangkalan Kerinci, Siak Sri Indrapura, dan Tembilahan.

Pada Senin 26 November, hujan pertir diperkirakan terjadi di Taluk Kuantan pada siang hari dan Bangkinang pada malam hari.

Berikut Prakiraan Cuaca rilis BMKG secara lengkap;

Minggu (25/11/2018)

Kota Prakiraan Cuaca Suhu
( °C )
Kelembaban
( % )
Siang Malam Dini Hari
Bangkinang Cerah Berawan Hujan Lokal Hujan Lokal 24 – 31 70 – 100
Bengkalis Cerah Berawan Cerah Berawan Berawan 26 – 30 70 – 95
Dumai Berawan Cerah Berawan Udara Kabur 24 – 32 65 – 100
Pangkalan Kerinci Cerah Berawan Hujan Petir Berawan 23 – 31 70 – 100
Pasir Pengarairan Cerah Berawan Udara Kabur Cerah Berawan 22 – 31 65 – 100
Pekanbaru Cerah Berawan Cerah Berawan Berawan 23 – 31 65 – 100
Rengat Cerah Berawan Hujan Lokal Udara Kabur 23 – 31 65 – 100
Selat panjang Cerah Berawan Hujan Sedang Udara Kabur 24 – 31 70 – 100
Siak Sri Indrapura Cerah Berawan Hujan Petir Cerah Berawan 24 – 31 65 – 95
Teluk Kuantan Cerah Berawan Cerah Berawan Berawan 23 – 31 60 – 100
Tembilahan Cerah Berawan Hujan Petir Udara Kabur 24 – 31 65 – 100

 

 

Senin (26/11/2018)

Kota Prakiraan Cuaca Suhu
( °C )
Kelembaban
( % )
Pagi Siang Malam Dini Hari
Bangkinang Udara Kabur Hujan Lokal Hujan Petir Udara Kabur 23 – 29 75 – 100
Bengkalis Berawan Cerah Berawan Cerah Berawan Hujan Lokal 25 – 29 75 – 95
Dumai Udara Kabur Hujan Lokal Cerah Berawan Cerah Berawan 24 – 29 75 – 100
Pangkalan Kerinci Udara Kabur Berawan Cerah Berawan Hujan Lokal 23 – 30 80 – 100
Pasir Pengarairan Udara Kabur Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur 22 – 28 85 – 100
Pekanbaru Udara Kabur Cerah Berawan Berawan Berawan 23 – 29 75 – 100
Rengat Kabut Cerah Berawan Cerah Berawan Berawan 23 – 28 80 – 100
Selat panjang Hujan Lokal Hujan Lokal Berawan Hujan Lokal 23 – 29 80 – 100
Siak Sri Indrapura Kabut Hujan Lokal Cerah Berawan Cerah Berawan 23 – 29 80 – 100
Teluk Kuantan Udara Kabur Hujan Petir Udara Kabur Kabut 23 – 30 80 – 100
Tembilahan Udara Kabur Hujan Lokal Cerah Berawan Berawan 23 – 30 80 – 100

 




Dibalai Serindit, Wardan Kembali Terima Amanah Upayakan Kesejahteraan Masyarakat Inhil Periode Kedua Kalinya

Laporan: Ari Permana

Pekanbaru, detikriau.org – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil terpilih, HM Wardan dan H Syamsudin Uti secara resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018-2023.

Prosesi penyerahan jabatan sebagai pemimpin Inhil hingga lima tahun kedepan ini dikukuhkan oleh Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim sekira pukul 09.05 Wib bertempat di Balai Serindit Aula Gubernuran jalan  Diponegoro, Pekanbaru, kamis (22/11)

Hadir dalam prosesi ini, Bupati dan Wakil Bupati se Provinsi Riau, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota se Riau, serta 700 an tamu undangan.

Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan Mentri Dalam Negri RI oleh Kepala Bagian Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Riau, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati dan wakil Bupati Indragiri Hilir terpilih, pengambilan Sumpah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir massa Jabatan 2018- 2023 oleh Plt. Gubernur Riau, serta penandatangan berita acara Pengucapan Sumpah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim berharap setelah resmi dilantik, pemimpin Inhil ini untuk segera bekerja dengan baik dan menjalankan roda pemerintahan. “tentunya dengan tetap berkoordinasi dengan pihak Pemprov Riau,” Amanatkan Wan Thamrin Hasyim

Sekedar mengingatkan, HM Wardan dan Syamsuddin Uti terpilih pada Pilkada serentak tahun 2018. Paslon nomor urut 3 ini berhasil memperoleh suara sebanyak 133.719 suara sekaligus mengungguli dua pasangan kandidat lainnya, yakni paslon nomor urut 2, Ramli Walid-Ali Azhar dengan perolehan suara 64.675, dan pasangan calon nomor urut 1 Rosman Malomo-Musmalyadi dengan perolehan sebanyak 60.861 suara.

HM Wardan dan H Syamsuddin Uti maju dengan diusung Partai Gokar, Demokrat, PAN dan PKS dengan total 17 kursi di DPRD Inhil (Golkar 8, Demokrat 5, PAN 2, dan PKS 2).