Waspada, Diprediksi Hari ini Hujan Lebat disertai Petir Akan Terjadi disebagian Besar Wilayah Inhil

Laporan: Amrul

Tembilahan, detikriau.org – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  keluarkan peringatan dini potensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin di sebagaian besar wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan, diperkirakan hujan akan turun pada siang hari.

Beriut prakiraan cuaca lengkap untuk Kota-Kota besar di Provinsi Riau lainnya;

Kota Prakiraan Cuaca Suhu
( °C )
Kelembaban
( % )
Siang Malam Dini Hari
Bangkinang Hujan Lokal Udara Kabur Kabut 22 – 28 90 – 100
Bengkalis Cerah Berawan Hujan Lokal Berawan 24 – 32 85 – 95
Dumai Udara Kabur Berawan Udara Kabur 24 – 27 90 – 100
Pangkalan Kerinci Hujan Lokal Berawan Kabut 23 – 27 90 – 100
Pasir Pengarairan Cerah Berawan Udara Kabur Kabut 23 – 30 75 – 100
Pekanbaru Hujan Lokal Berawan Kabut 23 – 29 80 – 100
Rengat Hujan Lokal Berawan Kabut 23 – 28 85 – 100
Selat panjang Hujan Lokal Berawan Berawan 23 – 27 90 – 95
Siak Sri Indrapura Hujan Lokal Berawan Udara Kabur 23 – 28 85 – 100
Teluk Kuantan Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal 22 – 29 80 – 100
Tembilahan Hujan Lokal Berawan Kabut 23 – 28 75 – 100

 

 




Plt Gubernur Riau Dilantik Secara Definitif 10 Desember Mendatang di Istana Presiden

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo

Jakarta – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim akan dilantik secara definitif di istana Kepresidenan pada tanggal 10 Desember 2018. Pelantikan Plt Gubri ini juga bersamaan dengan pelantikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Sudah (diputuskan, red). Tanggal 10 (Desember 2018),” kata Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018) dikutip dari detikcom.

“Pelantikan di sini (Istana Kepresidenan Jakarta),” imbuhnya.

Namun Tjahjo belum bisa memastikan jam pelantikan dua kepala daerah tersebut. Dia cuma menegaskan pelantikan tersebut memang harus segera dilakukan.

“Karena kami tidak ingin lama-lama. Termasuk juga kabupaten/wali kota. Lalu tinggal Jatim, Maluku, dan Maluku Utara, yang begitu masa jabatan habis kalau bisa besoknya. Tapi kan menunggu waktu presiden. Kalau wali kota/bupati selesai tidak ada Plt langsung serah-terima,” katanya.

Tjahjo mengatakan pelantikan itu merupakan pelantikan gubernur definitif. Posisi kedua gubernur wilayah tersebut saat ini diisi Plt.
.
Untuk sekedar mengabarkan, Gubernur Riau terpilih Syamsuar baru akan dilantik pada Maret 2019. Hal ini sesuai Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman pada Februari 2019 mendatang.




KPK Tahan 2 Tersangka Proyek Jalan Bengkalis

Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (Ahmad Bil Wahid/detikcom)

Jakarta – KPK menahan dua tersangka korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau. Keduanya ditahan di tempat berbeda.

“KPK melalukan penahanan 20 hari pertama terhadap dua tersangka di kasus Bengkalis,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dilasnir melalui detikcom, Rabu (5/12/2018).

Kedua tersangka itu yakni eks Kadis Pekerjaan Umum Bengkalis M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Nasir ditahan di rutan cabang KPK di Guntur sedangkan Hobby ditahan di Rutan Salemba.

Hobby meninggalkan gedung KPK pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Berselang beberapa menit kemudian, Nasir juga dibawa ke tahanan.

“Saya nggak kenal bupati saya nggak kenal DPRD, makanya saya bingung kok saya yang jadi tersangka,” kata Hobby saat meninggalkan gedung KPK.

Hobby sudah jadi tersangka sejak 2013 silam. Sedangkan Nasir berstatus tersangka sejak Agustus 2017.

Dalam kasus ini keduanya disangka memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015.

Dalam kasus ini, indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar.




Cuaca Tembilahan Hari Ini Berawan. Hujan Berpotensi Terjadi Pada Siang dan Malam Hari

Detikriau.org – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca kota Tembilahan hari ini berkabut dengan suhu udara 23°C – 30°C dan kelembapan udara 70% – 95%.

Hujan berpotensi turun pada siang dan malam hari.

Sedangkan hujan lebat disertai petir hari ini berpotensi terjadi di kota Bengkalis pada malam dan dinihari serta kota Dumai dan Pangkalan Kerinci pada siang hari.

Berikut prakiraan cuaca secara lengkap untuk kota-kota di Provinsi Riau;

Kota Prakiraan Cuaca Suhu
( °C )
Kelembaban
( % )
Pagi Siang Malam Dini Hari
Bangkinang Kabut Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal 22 – 30 70 – 100
Bengkalis Berawan Hujan Lokal Hujan Petir Hujan Petir 24 – 30 70 – 95
Dumai Hujan Lokal Hujan Petir Cerah Berawan Udara Kabur 23 – 30 70 – 95
Pangkalan Kerinci Hujan Lokal Hujan Lebat Hujan Lokal Kabut 23 – 30 70 – 95
Pasir Pengarairan Kabut Cerah Berawan Hujan Lokal Kabut 22 – 31 65 – 100
Pekanbaru Hujan Lokal Berawan Hujan Lokal Kabut 23 – 31 65 – 95
Rengat Kabut Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal 23 – 30 70 – 100
Selat panjang Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur 23 – 30 70 – 95
Siak Sri Indrapura Hujan Lokal Hujan Sedang Hujan Lokal Kabut 23 – 30 70 – 100
Teluk Kuantan Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur Kabut 23 – 30 70 – 100
Tembilahan Kabut Hujan Lokal Hujan Lokal Udara Kabur 23 – 30 70 – 95

 

Prakiraan Tinggi Gelombang:

 

 

 

 




Polda Riau Selidiki Temuan Delapan Jenazah Mengapung di Perairan Selat Malaka

“Tiga mayat berhasil di indentifikasi. Dua warga Provinsi Sumatra Barat dan Satu Warga Provinsi Jawa Timur”

Foto Ilustrasi: Net

Detikriau.org – Kepolisian Polda Riau masih menyelidiki delapan jenazah yang ditemukan mengapung di perairan selat malaka, tepatnya dipesisir kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

“Dari pemeriksaan, kami perkirakan usia mayat sudah lebih dari seminggu berada di air,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto di Pekanbaru, Senin (3/12) dilansir dari Antara.

Dalam sepekan terakhir, total delapan mayat ditemukan petugas gabungan dan nelayan Kecamatan Bantan, tepatnya di perairan Selat Malaka, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Wilayah itu berbatasan langsung dengan negeri jiran, Malaysia.

Sebelumnya, tiga mayat pertama ditemukan petugas dan nelayan pada akhir November. Selanjutnya, satu persatu mayat ditemukan terapung hingga Minggu (2/12) kemarin. Seluruh mayat yang ditemukan tersebut diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru.

Supriyanto mengatakan mayoritas mayat yang ditemukan tersebut dalam kondisi tidak utuh, dengan beberapa di antaranya cukup mengenaskan. Dari pemeriksaan sementara, ia memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.

Sebanyak 20 petugas Disaster Victim Identification (DVI), lanjutnya, kesulitan mengidentifikasi jenazah lewat sidik jari karena kondisinya yang sudah membusuk. Opsi lain yang digunakan adalah melakukan identifikasi melalui susunan gigi dan DNA.

“Ini langkah terakhir. Di samping itu, kita temukan data sekunder seperti properti dan medis, seperti luka bekas operasi, tato dan lainnya juga diidentifikasi,” jelasnya.

Sementara, lanjutnya, dari delapan yang ditemukan sudah ada tiga mayat yang berhasil teridentifikasi identitasnya.

Mereka adalah Ujang Chaniago (48) berasal dari Lubuk Nyiur, Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kedua, Mimi Dewi (32) warga Jalan Lansano, Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Ketiga, Maya Karina (37) warga Mentikan, RT 020/RW 02, Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Untuk para korban yang sudah berhasil teridentifikasi, sudah dibawa oleh keluarganya,” pungkasnya.




Protes Koleganya Ditahan Kasus Korupsi, Puluhan Dokter Demo di Kejari Pekanbaru

Demo dokter di kantor Kejari Pekanbaru. ©2018 Merdeka.com/Abdullah Sani

Pekanbaru, detikriau.org – Puluhan dokter lakukan aksi unjuk rasa di kantor kejaksaan Pekanbaru, selasa (27/11).

Unjuk rasa para dokter yang tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Bedah Indonesia (IKABI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) bentuk aksi solidaritas atas penahanan tiga orang dokter atas dugaan kasus korupsi oleh pihak kejaksaan .

“Ini bentuk solidaritas kami,” Ujar salah seorang dokter koordinator aksi, dr Andre dilansir dari merdeka.com

Saat itu, perwakilan dokter menuntut pihak kejaksaan melakukan penundaan penahanan terhadap rekan seprofesi mereka namun tidak dikabulkan.

“penahanan kita lakukan, salah satu alasannya agar para tersangka tidak melarikan diri,” Terang Kajari Pekanbaru Suripto yang mengaku pihaknya belajar dari pengalaman sebelumnya atas 14 tsk kasus korupsi lainnya.

“Pengalaman kita selama ini, ada 14 buronan kasus korupsi di Pekanbaru sulit dicari. Makanya saat ada tersangka korupsi, langsung kita tahan,” tegas Suripto.

Ketiga dokter yang ditahan jaksa itu adalah, drg Masrial, dr Kuswan Ambar Pamungkas, dr Welly Yulifar. Mereka diduga korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Ahmad yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Riau.

“Ketiga dokter ini sebagai ASN di rumah sakit umum Arifin Achmad Pemprov Riau di Pekanbaru kita tahan untuk 20 hari ke depan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo.

Untuk kedua tersangka lainnya, merupakan dari pihak pengusaha alat kesehatan. Mereka adalah, Muhklis Yuni Efriati. Kasus ini ditangani Polresta Pekanbaru, selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan.

 

“Setelah pelimpahan tahap II ke kami, langsung ditahan. Dugaan korupsi ini merugikan negara sekitar Rp 420 juta berdasarkan hitungan BPKP Riau,” ucap Odit.

Poyek alat kesehatan ini dikorupsi pada tahun 2012 hingga 2013 lalu. Masing-masing dokter melakukan penggelembungan anggaran (mark up) pembelian alat untuk operasi.

Dana pembelian alat kesehatan spesialistik pelayanan bedah sentral ini diambil dari dana pendapatan jasa layanan di RSUD Arifin Achmad.
Mereka menaikkan harga alat-alat kesehatan yang akan dipakai habis saat operasi. Para dokter bekerjasama dengan penyedia menaikkan harga peralatan tersebut.

“Tahun 2012 dan 2013, ketiga dokter itu mengambil keuntungan dalam pengadaan alkes spesialistik RSUD itu. Padahal pengadaan itu berupa diskon dengan menggunakan dokumen pengadaan CV PMR,” tegasnya.

Sumber: merdeka.com Editor: Faisal