Pileg 2019, Demokrat Inhil Targetkan Rebut 10 Kursi DPRD Inhil
Laporan: Rul Editor: Faisal
Pekanbaru, detikriau.org – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Indragiri Hilir targetkan merebut 10 kursi di DPRD Inhil pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Inhil periode 2018 – 2023, Syamsuddin Uti usai dilantik oleh Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Asri Auzar disalah satu aula Hotel di Pekanbaru, sabtu (15/12/2018)
Acara pelantikan secara serentak seluruh kepengurusan DPC Demokrat se Riau itu juga dihadiri langsung oleh Ketua DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono beserta Istri didampingi sejumlah petinggi partai berlambang Mercy ini.
“Sekarang kita punya lima kursi di DPRD Kabupaten Indragiri Hilir , 2019 saya punya target 10 kursi,” ujar Syamsuddin
Pengusaha sukses yang kini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil itu nyatakan bahwa pelantikan ini merupakan kepercayaan sekaligus amanah bagi seluruh jajaran kepengurusan DPC Demokrat Inhil. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh jajaran pengurus dibawahnya agar berusaha keras untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat.
“Insyaalah saya akan turun sendiri untuk memberikan semangat kepada caleg-caleg Demokrat Inhil untuk merebut 10 kursi DPRD Inhil sekaligus mengembalikan kejayaan Partai,” Ditegaskannya
untuk sekedar diketahui, DPC Demokrat Inhil periode 2018-2023 dikomandoi oleh Ketua H. Syamsuddin Uti, Sekjen Taufiqurahman, dan Bendahara Zulkipli.
SBY Sebut Kantongi Bukti Baru “Arsitek” Perusak Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru
Detikriau.org – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah mendapatkan bukti baru terkait aksi perusakan atribut partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.
“Saya mendapatkan bukti baru, bukti yang lain, ya alhamdulillah semakin terang, semakin jelas pihak mana, siapa-siapa yang mengarsiteki dan mengarahkan dilakukannya tindakan yang sangat tidak terpuji ini,” Kata SBY saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu (15/12)
“Saya akan melanjutkan. Bagi saya, kebenaran dan keadilan harus terang di bumi Riau yang sama-sama kita cintai ini,” tekankannya
Presiden ke 6 RI itu juga menegaskan bahwa dirinya bukan Calon Presiden. Kompetisi ini menurutnya adalah kompetisi antara pak Prabowo dan Pak Jokowi.
“Its Not My War. Its not may Competition” Tapi mengapa justru saya dan demokrat yang diserang dan dihancurkan seperti ini. Sekali lagi itu bukan perang saya. Kenapa saya dibeginikan?” Tekankan SBY dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.
Sebelumnya, seorang pria terduga pelaku pengrusakan ucapan selamat datang SBY dan berbagai Atribut Partai Demokrat berhasil ditangkap dan telah diamankan pihak kepolsian.
Terduga pelaku berinisial HS(22) diamankan di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (15/12) sekitar pukul 01.45 WIB.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiang bambu dan kayu, potongan sobekan baliho, serta pisau cutter.
“Ada satu yang diamankan diduga pelaku, sementara dilakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dikutip dari detikcom
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan hal senada.
Dedi menyatakan Polri langsung bergerak melakukan pengusutan setelah Sekjen DPD PD Provinsi Riau Edi A Muhammad Yatim melapor ke Polresta Pekanbaru dengan nomor laporan LP 1110/ XII/ 2018/ SPKT unit I Polresta PKU. /Mul
Fakta-fakta Perusakan Baliho di Pekanbaru yang Bikin SBY Sedih
Bendera hingga spanduk Partai Demokrat di Pekanbaru dirusak. (dok Demokrat)
Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kecewa dan sedih melihat baliho selamat datang untuk dirinya, spanduk, hingga bendera Partai Demokrat di Pekanbaru dirusak orang tidak dikenal. Pelaku kini sudah diamankan polisi.
SBY menerima laporan telah terjadi perusakan terhadap baliho, spanduk, hingga bendera PD di Pekanbaru pada Sabtu (15/12/2018) sekitar subuh tadi.
SBY bersama elite PD kemudian menyusuri jalan mengecek kondisi ini. SBY melihat ada banyak bendera dan baliho yang rusak di jalan, juga dibuang ke dalam parit.
Dengan mata berkaca-kaca, SBY menegaskan bukan kompetitor Joko Widodo dan dirinya merasa diinjak-injak atas perusakan tersebut.
Berikut ini fakta-fakta perusakan baliho SBY:
Baliho SBY Dibuang ke Parit
Baliho selamat datang SBY serta bendera hingga spanduk Partai Demokrat (PD) di Pekanbaru, Riau, dirusak orang tak dikenal. Bendera dan baliho ini dirusak dan dibuang ke parit.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir di Pekanbaru dalam rangka kunjungan kerja sejak Jumat (14/12). Pagi tadi, SBY bersama elite PD menyusuri jalan untuk mengecek kondisi ini.
SBY melihat ada banyak bendera dan baliho yang rusak di jalan, juga dibuang ke dalam parit. Pihak PD menduga perusakan ini dilakukan pada Sabtu (15/12/2018) dini hari.
SBY Kecewa, Sedih, dan Terinjak-injak
SBY tampak kecewa melihat bendera dan baliho PD dirusak. SBY menegaskan dirinya bukan kompetitor Joko Widodo dalam Pilpres 2019.
“Saya ini bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan Bapak Presiden Jokowi. Saya sebagai pemimpin Partai Demokrat berikhtiar, berjuang, dengan cara-cara yang baik, yang amanah, sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi dan UU, tapi kenyataan ini yang kami dapatkan.”
Dia meminta pengurus DPD PD Riau dan Pekanbaru segera menurunkan seluruh atribut PD yang terpasang. “Lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada kita menyaksikan bendera kita, baliho-baliho yang tidak bersalah, dirobek, diturunkan, diinjak-injak, dibuang ke selokan. Sama dengan menginjak-injak saya, merobek saya, dan membuang saya ke selokan. Lebih baik kita mengalah, turunkan semua, hari ini,” ucapnya.
Timses Jokowi Sangkal SBY
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyayangkan pernyataan Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membawa-bawa nama capres petahana itu dalam masalah perusakan baliho dan bendera partainya. TKN Jokowi-Ma’ruf menilai hal itu tidak bijaksana.
“Saya menyayangkan jika Pak SBY menyebutkan kata-kata itu,” ujar jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Sabtu (15/12).
Menurut Ace, pernyataan presiden ke-6 RI itu seolah-olah menuding Jokowi. Padahal itu sekadar asumsi belaka.
Tim Prabowo Tuding Kubu Jokowi
BPN Prabowo-Sandiaga menduga perusakan itu dilakukan oleh kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Patut diduga seperti pernyataan Pak SBY, ini mengindikasikan dilakukan oleh kubu sebelah,” ujar juru bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (15/12).
Bukan tanpa alasan Andre menduga perusakan itu dilakukan pendukung capres nomor urut 01. Dia menyinggung peristiwa penghadangan terhadap Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, yang juga terjadi di Pekanbaru, Riau, saat hendak menghadiri deklarasi tagar 2019 ganti presiden.
“Inilah penyakit kubu sebelah. Kita masih ingat kasus Neno Warisman itu, di Riau juga, Pekanbaru, Mbak Neno nggak boleh turun dari pesawat oleh orang-orang yang katanya terindikasi pendukung Pak Jokowi,” katanya.
Pelaku Ditangkap Polisi
Polisi menyelidiki kasus perusakan baliho selamat datang SBY, spanduk, hingga bendera Partai Demokrat (PD) di Pekanbaru, Riau. Seorang pria terduga pelaku sudah diamankan.
“Ada satu yang diamankan diduga pelaku, sementara dilakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (15/12).
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan hal senada. Dedi menyatakan Polri langsung bergerak melakukan pengusutan setelah Sekjen DPD PD Provinsi Riau Edi A Muhammad Yatim melapor ke Polresta Pekanbaru dengan nomor laporan LP 1110/ XII/ 2018/ SPKT unit I Polresta PKU.
Terduga pelaku bernama Heryd Swanto (22) diamankan di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (15/12) sekitar pukul 01.45 WIB.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiang bambu dan kayu, potongan sobekan baliho, serta pisau cutter. Motif Heryd merusak atribut PD masih didalami polisi.
Hinca: Perusak Bendera Demokrat di Riau Dibayar Rp100 Ribu
SBY memeriksa kondisi baliho dan bendera Partai Demokrat yang dirusak di Pekanbaru, Riau. (Dok. Partai Demokrat)
Jakarta — Partai Demokrat akan terus mengawal pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di Polresta Pekanbaru terhadap satu orang terduga perusakan baliho dan bendera partainya di Pekanbaru, Riau.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengungkapkan pihaknya langsung bergerak cepat setelah adanya insiden perusakan yang terjadi pada dini hari di tengah-tengah acara kegiatan internal partai berlangsung.
Hinca menuturkan tepat pukul 01.00 WIB, Sabtu (15/12) dini hari, bendera dan baliho partai masih aman. Namun satu jam setelahnya sudah porak-poranda. Hinca pun memastikan satu orang yang diamankan itu pun sudah mengakui perbuatannya sebelum akhirnya diperiksa dengan intensif oleh polisi.
“Satu orang sudah diamankan. Dia mengaku dibayar Rp100 ribu saja untuk merusak. Tapi kami yakin ada aktor intelektualnya,” kata Hinca dilasnir detikriau.org dari CNNIndonesia.com, Sabtu (15/12).
Sejauh ini, terduga perusakan sudah memberikan tujuh nama dari 35 orang terduga perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat. Hinca mengaku sudah menemui pihak Polresta Pekanbaru dan memastikan kasus ini akan diselesaikan dalam 1×24 jam.
“Jadi polisi janji bisa selesai hari ini. Karena kan terduga perusakan sudah membuka nama-nama,” kata Hinca.
Lebih lanjut, Hinca memastikan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat di Provinsi Riau akan membersihkan baliho-baliho dan bendera yang dirusak setelah acara Partai Demokrat selesai pukul 14.00 WIB siang ini. Hinca kembali memastikan acara partai Demokrat di Pekanbaru hanya acara internal, bukan kampanye.
“Tapi tetap kita akan bersihkan setelah acara selesai siang ini. Semua bersih sampai yang terbuang di parit juga. Kita mengalah saja,” kata Hinca.
Sebut Ada Genosida Demokrasi
Hinca kemudian mengklaim perusakan ini menjadi peristiwa yang terburuk dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Tak hanya itu, Hinca menyebut telah terjadi pembantaian terhadap simbol-simbol partai yang didirikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
“Kita akan bongkar habis genosida demokrasi, khususnya terhadap Partai Demokrat. Kami tidak akan tinggal diam. Akan kita lawan secara hukum,” tegas Hinca.
Atas dasar itu, Hinca meminta Presiden Joko Widodo juga ikut bertanggungjawab menyelamatkan demokrasi di tanah air dengan meminta Kapolri Tito Karnavian untuk turun tangan dan menuntaskan kasus ini secepat-cepatnya.
“Kalau tidak cepat, demokrasi kita sedang mundur 100 tahun ke belakang,” ungkap Hinca.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Sunarto membenarkan pernyataan Hinca. Pihak Polresta Pekanbaru saat ini sedang memeriksa secara intensif satu orang terduga perusakan bendera dan baliho selamat datang Partai Demokrat itu.
“Satu orang sedang diperiksa intensif,” kata Sunarto kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/12).
Kendati demikian Sunarto belum mau mengungkapkan isi dan perkembangan pemeriksaan. Termasuk soal pengakuan terduga pelaku yang dibayar Rp100 ribu untuk melakukan perusakan.
“Nanti akan kita beri tahu lengkap setelah pemeriksaan selesai,” kata Sunarto.
Sebelumnya SBY mengadu kepada Allah setelah turun langsung ke jalan guna melihat kondisi bendera penyambutannya di Pekanbaru, Riau, yang dirusak.
SBY menyinggung isu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan menekankan bahwa ia tak mencalonkan diri menjadi rival Jokowi, yang hari ini juga sedang melakukan kunjungan kerja di Pekanbaru.
“Mengadu pada Allah SWT apa yang terjadi. Saya ini bukan capres. Saya tidak berkompetisi dengan Bapak Presiden Jokowi,” tuturnya.
SBY ke Pekanbaru, Ribuan Bendera Demokrat Dirusak OTK
Foto: merdeka.com
Pekanbaru – Ribuan bendera Partai Demokrat dirusak dan dibuang orang tak dikenal (OTK) di depan DPRD Riau, Sabtu (15/12/2018) dini hari.
“Ribuan bendera Demokrat dirobek dan diturunkan termasuk dibuang ke parit sepanjang dini hari tadi,” kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari dilansir detikriau.org dari laman Tirto, Sabtu (15/12/2018).
Imelda mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun sudah turun langsung ke lapangan. SBY sudah memerintahkan Sekjen PD Hinca Pandjaitan dan ketua daerah untuk menurunkan atribut. Aksi perobekan pun sudah dilaporkan ke polisi.
“Ada 35 orang pelaku menurut pengakuan 1 orang yang tertangkap dan saat ini sedang dalam pemeriksaan Polresta Pekanbaru,” sebut Imelda.
Dalam sambutannya, SBY menyayangkan aksi perusakan bendera PD dan balihonya oleh sekelompok orang di Pekanbaru. Kedatangan SBY ke Pekanbaru bertepatan dengan kedatangan Presiden Joko Widodo.
“Untuk kepentingan rakyat Indonesia yang kita cinta, saya minta turunkan bendera PD, baliho saya di Pekanbaru, daripada dirobek dan dibuang ke parit,” kata SBY.
SBY berharap PD bisa menang dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat.
Sekjen PD Hinca Panjaitan pun menyinggung masalah perusakan bendera Partai Demokrat di Riau. Ia mengatakan banyak Demokrat berkibar di Riau, tetapi dirusak.
“Kemaren waktu kita datang ke Pekanbaru, bendera PD dan baliho kita banyak. Tapi tadi pagi waktu saya ke lapangan bersama Bapak SBY, banyak perusakan atribut kita yang dirobek, dibuang ke parit,” kata Hinca.
Hinca meminta kader PD Riau untuk tidak anarkis, tidak menggunakan cara-cara yang tidak beradab dan mendahulukan proses hukum. Menurutnya, ini pencemaran nilai-nilai demokrasi yang tidak pernah terjadi selama 10 tahun SBY menjadi Presiden RI.
Editor: faisal
Inhil Terima Penghargaan Pembinaan KUR Terbaik Setelah Dumai dan Bengkalis
Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada Sekda Inhil Said Syarifuddin (kanan)
Detikriau.org – Kabupaten Inhil kembali dianugerahi penghargaan, kali ini diberikan oleh Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau.
Inhil dinobatkan sebagai Kabupaten dengan Pembinaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terbaik ke – 3 se Provinsi Riau setelah Kota Dumai di peringkat pertama dan Kab Bengkalis di peringkat ke dua, Kamis (13/12/2018) di Pekanbaru
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin usai menerima secara simbolis pengharagaan mewakili Pemerintah Kabupaten Inhil dari Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Dia berharap prestasi itu dapat terus ditingkatkan kedepannya.
“Untuk perekonomian, Inhil bertumpu pada kelapa. Sementara, harga kelapa rendah. Program kita di mulai dari desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dengan melakukan pengolahan industri kecil pendistribusian KUR,” kata Sekda
Setelah industri kecil berdiri dengan ditunjang penyaluran KUR, dilanjutkan Sekda, produk yang berhasil diciptakan akan dipasarkan secara nasional dan menjadi komoditas ekspor.
“Dengan begitu, roda perekonomian akan terus berputar. Ini semua berkat pendistribusian KUR sebagai stimulus berdirinya industri kecil,” Akhiri Sekda pada acara yang dihadiri Sekda Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau itu.