Dr Misharti SAg MSi Laksanakan Berdoa Bersama Jelang Menuju KPU

ARB INdonesia, PEKANBARU – Jelang mengantarkan berkas dukungan sebagai salah satu syarat untuk maju sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Riau, Dr Misharti SAg MSi yang sering disapa Si Jilbab Ungu terlebih dahulu melaksanakan berdoa bersama di Yayasan Masmur, Senin (26/12/2022)

Berdoa bersama itu, ucap Misharti, adalah bentuk syukur karena masih diberikan nikmat kesehatan dan juga rezeki dari Allah. Selain itu, guna meminta kemudahan, kelancaran, dan ridho dari Allah jelang mendaftarkan diri kembali ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk maju pada pemilihan pada tahun 2024 mendatangkan

“Alhamdulillah banyak dukungan dari sanak saudara dan teman-teman serta masyarakat untuk kita kembali maju pada pemilihan pada 2024 mendatang. Oleh karena itu kita hari ini akan ke KPU untuk mengantarkan persyaratan dukungan dari masyarakat sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi,” ucap Misharti yang kini menjabat sebagai Anggota DPD/MPR RI asal Riau

Lebih lanjut, Misharti menjelaskan, untuk mendaftarkan diri menjadi calon Anggota DPD RI, KPU telah menetapkan minimal 2.000 fotocopy KTP masyarakat untuk syarat dukungan. Untuk memenuhi itu, kata Misharti, dirinya menyertakan 3.600an fotocopy KTP untuk diserahkan sebagai syarat ke KPU.

“Alhamdulillah saya telah banyak mendapat KTP dari relawan, sanak-saudara, dan juga masyarakat yang menginginkan saya kembali berjuang di DPD RI. Akan tetapi, untuk yang kita serahkan ke KPU ada 3.600a,” papar Misharti

“Semoga dengan berdoa bersama ini kita diberikan keselamatan dan kelancaran dalam verifikasi faktual dan administrasi oleh kpu. Setelah verifikasi selesai, maka kpu akan mengumumkan calon yang memenuhi syarat akan melanjutkan pada tahapan selanjutnya,” sambungnya lagi

Masih dikatakan Misharti, dirinya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua relawan, tokoh masyarakat, para datuk-datuk dari Taratak Buluh serta seluruh yang hadir untuk memberikan dukungan ini dan semoga Allah Ridhoi dan mudahkan niat kita ini.

“Harapan kami pemilu 2024 masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Kami juga menghimbau seluruh masyarakat Riau khususnya keluarga besar Yayasan Masmur Riau untuk kembali mendukung kami kembali dengan ikon Si Jilbab Ungu yang Selalu Dekat di Hati,” pungkas Misharti. ***




Monev FKP Riau ke Rohul, Auni M Nur: Penguatan Organisasi dan Sinergisitas Kunci Suksesnya

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau ke FPK dan Kesbang Pol Rokan Hulu (Rohul) dan FPK Kabupaten Rohul, Rabu (21/12/2022).

Kegiatan tersebut, digelar Ruang Kantor Kesbang Pol Rohul, dipimpin Ketua FPK Riau Drs Auni M Nur di dampingi Wakil Ketua FPK Riau EM Surahmat, Koordinator Budaya FPK Riau Jolly Tinambunan, Wakil Sekretaris FPK Riau H Widodo, Kabid Idiologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbang Pol Riau Sri Petri Harianti dan Anggota FPK Riau Agus Supriyanto

Kedatangan, rombongan langsung disambut Plt Kaban Kesatuan Bangsa Politik (Kesbang Pol) Kabupaten Rohul Irvandri S Sos, MIP Staf Kesbang Pol Fahrizal, Ketua FPK Rohul Jamaluddin Nasution, Sekretaris FPK Rohul Endar Rambe, Anggota Zainal serta Staf Kesbang Pol Rohul lainnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Kaban Kesbang Pol Rohul Irvandri S Sos MIP menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pengurus FPK Riau dan Kesbang Pol Riau

Ketika itu, Irvandri mengurai dinamika serta perkembangan organisasi yang ada pada FPK Rohul serta situasi di Kabupaten Rohul yang masih tergolong dalam kondusif dan aman

“Kegiatan organisasi masih berjalan sebagaimana biasa. Harapannya kedepan agar FPK Rohul lebih bisa lebih baik untuk mengakomodir beragam program terhadap Sembilan Etnis yang ada di FPK Kabupaten Rohul,” terang Kaban.

Di tempat yang sama, Ketua FPK Rohul Jamaluddin Nasution menyampaikan ada Sembilan Etnis yang tergabung dalam FPK Rohul

“Seperti Melayu, Jawa, Batak, Mandailing, Minang, Nias, Sunda, Kuantan Sengingi dan Karo,” tuturnya

“Kedepannya, sudah ada dilakukan komunikasi akan menyusul Aceh dan Ocu Kampar,” ungkap Jamaluddin

Kemudian, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbang Pol Riau Sri Petri Harianti, berterimakasih kepada Kaban Kesbangpol Rohul yang aktif melakukan pembinaan terhadap FPK

“Sebab amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan, harus menjadi perioritas utama bagi pemerintah daerah,” tambahnya.

Selanjutnya, Ketua FPK Riau Auni M Nur menjelaskan FPK organisasi yang bergerak dalam pembinaan Etnis.

“Kuncinya Pengurus FPK sendiri, tapi yang paling penting lagi Pengurus Dewan Pembina yang diketuai Wakil Bupati dan Sekretarisnya Kaban Kesbangpol,” ungkapnya.

“Tak kalah pentingnya, pelindung maupun OPD terkait, untuk itu perlunya mengaungkan dukungan kuat, agar kerjasama FPK dengan Kesbang Pol berjalan dengan baik,” papar Auni yang juga Eks Wakil Bupati Rohul ini

Dia menambahkan, pengurus FPK harus terus bersinergi baik itu dengan organisasi pemerintah, DPRD Rohul maupun dengan pihak swasta

“Sehingga, program kerja serta kegiatan yang telah direncanakan bisa dilakukan secara bersama dengan baik dan matang,” pungkasnya mengakhiri

Terpantau ramah-tamah antara FPK Riau, FPK Rohul, Staf Kesbang Pol Riau dan Rohul berakhir sekitar pukul 22.00 Wib dalam keadaan aman dan kondusif. (PR)




Aliansi GS Mahasiswa Riau Soroti Pengadaan Persedian Obat-obatan BHP Tahun 2020 di Dinkes Riau yang Diduga Bermasalah

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pengadaan persediaan obat–obatan Bahan Habis Pakai (BHP) tahun 2020 lalu di Dinas Kesehatan Provinsi Riau diduga bermasalah.

Berdasarkan data LHP BPK Perwakilan Provinsi Riau bahwa dalam pemeriksaan fisik per 31 Desember 2020 terhadap 97 jenis BHP medis sebanyak 120.742 item pada Gudang IFK menunjukkan bahwa terdapat persediaan yang belum ditemukan fisiknya yaitu sebanyak 5.022 item.

Dari jumlah 5.022 item yang belum ditemukan fisik nya tersebut, BPK Perwakilan Provinsi Riau menilai jumlah tersebut jika di Rupiahkan  senilai Rp 381 Juta.

Dugaan permasalahan tersebut disoroti oleh salah satu pengurus Aliansi Gerakan Solodaritas Mahasiswa Riau dan mereka telah memasukkan surat aksi kepada polresta pekanbaru beberapa waktu lalu. Dan aksi direncanakan akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2022.

Akan tetapi dari keterang tertulis yang disampaikan salah satu pengurus Aliansi Gerakan Solodaritas Mahasiswa Riau, Feri rancana tersebut gagal akibat Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengutus orang untuk menjumpai perwakilan dari aliansi tersebut dengan dalil untuk memfasilitasi bertemu.

“Namun hal tersebut hanya untuk meredam aksi suapaya tidak jadi dilakukan,” tutur Feri, Jum’at (16/12/2022).

“Kami kemaren sempat diskusi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau, ada hal yang menjadi kecurigaan besar mendengar Klarifikasi dari Pihak Dinas Kesehatan, hal yang disampaikan oleh mereka sangat tidak masuk akal. Pendistribusian stock barang habis pakai dan obat-obatan lupa dicatat dan tertimbun,” ungkapnya.

“Hal tersebut yang dijadikan alasan. Tidak mungkin barang yang di distribusikan tidak dicatat pengeluarannya, apakah ada sesuatu dibalik hal tersebut. ” tambahnya.

“kami meminta agar Kejati Provinsi Riau mengusut Tuntas dugaan ini, jika dugaan ini betul terjadi maka Dinas Kesehatan sudan melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 141 ayat (1),” tutup Feri.

Hingga berita ini disiarkan awak media tengah berupaya mencari informasi kepada pihak terkait (Dinkes Riau) mengenai persoalan tersebut. (Arbain)




Bukan Pekanbaru Nomor 1, Dua Daerah ini Paling Luas di Riau Bahkan 17 Kali Lipat Dari Singapora

ARB INdonesia, PEKANBARU – Riau merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pantai timur pulau Sumatra.

Provinsi Riau dikenal sebagai produsen kelapa sawit. Di Indonesia, Provinsi Riau menduduki posisi pertama sebagai produsen terbesar kelapa sawit.

Riau memiliki lahan perkebunan yang cukup mendukung pertumbuhan kelapa sawit, sehingga tak heran jika produksi kelapa sawitnya sangat tinggi.

Selain itu, Provinsi Riau juga memiliki wilayah yang luas yaitu 87.023,66 Km persegi. Luas wilayah tersebut terbagi menjadi 10 kabupaten dan 2 kota.

Terdapat dua kabupaten di Provinsi Riau yang wilayahnya sangat luas. Bahkan jika dibandingkan dengan negara Singapura, luas dua daerah ini 17 kali lipatnya.

Singapura merupakan negara terkecil di wilayah Asia Tenggara. Negara ini memiliki luas hanya 722,5 Km persegi.

Sementara, dua daerah yang ada di Riau ini memiliki luas lebih dari 12 ribu Km persegi. Lantas, apa nama daerah di Riau yang memiliki luas 17 kali lipat dari Singapura?

Dikutip dari JatimNetwork.com dari BPS Riau, dua daerah terluas di Provinsi Riau adalah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kabupaten Pelalawan.

Kabupaten Indragiri Hilir yang beribu kota Tembilahan memiliki luas wilayah 12,614,78 Km persegi. Sementara Kabupaten Pelalawan memiliki luas wilayah 12.758,45 Km persegi.

Selain itu, dua kabupaten tersebut memiliki jumlah pulau banyak.

Kabupaten Indragiri Hilir memiliki pulau sebanyak 31, sedangkan Pelalawan memiliki pulau sebanyak 47.

Sumber: JatimNetwork.com




Sumatera On Stage Menandai Kebangkitan Marching band/ Drumband di Sumatera

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sumatera On Stage yang diselenggarakan oleh dang merdu production merupakan kejuaraan terbesar regional sumatera.

Kejuaraan yang telah diselenggarakan pada tanggal 03-04 Desember 2022 dan bertempat di Anjung Seni Idrus Tintin Provinsi Riau, menandai kebangkitan kembali marching band/ Drumband di sumatera, dimana yang kita ketahui selama 2 tahun kegiatan pengembangan diri yang digemari banyak kaula muda ini vakum dikarenakan covid-19 membelenggu Dunia.

Dang merdu production bersama Federasi Youth Band Provinsi Riau dibawah Naungan Komite olahraga masyarakat Indonesia provinsi Riau telah berhasil menjaring peserta yang berasal dari berbagai provinsi seperti, Sumatera utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Riau dan Jambi.

Kegiatan ini dibuka oleh wakil Gubernur Provinsi Riau yang diwakilkan oleh Asisten 3 bidang administrasi umum sekretariat daerah provinsi H. Joni Irawan, SH. MH dan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau bapak H. Boby Rachmat, SSTP, M.Si, AIFO-P serta penanggung jawab Dang Merdu Production Muhammad Aulia.

Rico selaku Stage Menager mengungkapkan bahwa terdapat 18 unit marching band yang berasal dari berbagai daerah.

“Baik dalam dan luar provinsi Riau seperti jambi, Kepulauan Riau, sumatera utara dan sumatera barat,” tuturnya.

Rico pun menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk dapat menjadi wadah dalam berkarya dan mengedepankan nilai seni dan budaya serta membangkitkan kembali mearching band yang ada di pulau sumatera setelah Covid-19 yang melanda Dunia.

“Acara ini dapat terselenggara tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak terutama Pertamina Hulu Rokan yang menjadi sponsor utama,” ungkap Rico.

Lanjutnta, Stage Menager juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah provinsi, Dinas pariwisata Bapak Roni Rakhmat, S.STP., M.Si, Dinas pemuda dan olahraga provinsi riau, Pihak pengelola gedung dan lingkungan Anjung Seni Idrus Tintin yang telah memberikan Ruang untuk terselenggaranya acara ini.

“Terimakasih yang sangat besar kepada para sponshorship yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan berupa fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan,” imbuh Rico.

Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut tidak hanya memperebutkan piala tetap sumatera on stage namun juga memperebutkan Piala bergilir Kemenpora RI yang akan diberikan kepada peraih juara umum. Dan pada tahun ini, piala juara umum tersebut jatuh kepada Drum Band Golden Symphomi pelalawan yang berasal dari sekolah SDN 003 Sorek Satu Provinsi Riau.

Rico selaku Stage Menager berharap Sumatera On Stage masih dapat terselenggara tahun depan dan akan terselenggara secara berkelanjutan demi menciptakan ruang positif untuk anak-anak muda di indonesia terutama Sumatera.

“Harapan ini semoga dapat bersesuaian dengan keinginan dan dukungan berbagai pihak,” tutupnya. (rls)

Editor : Arbain




Safari Al-Royyan Nakhodai Forwadik Pekanbaru Hingga 2025

ARB INdonesia, PEKANBARU – Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Kota Pekanbaru menggelar rapat pembentukan pengurus baru yang dilaksanakan di Sekretariat Forwadik, Jalan Patimura, Pekanbaru, Jumat (2/12/2022). Dari hasil pemilihan yang dilaksanakan secara demokrasi, Safari Al Royan mendapat suara terbanyak sehingga mendapat mandat memimpin Forwadik Pekanbaru periode 2023-2025.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh kawan-kawan Forwadik. Saya beharap dukungan dari kawan-kawan semua, agar roda organisasi kita dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” kata Royan.

Royan juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pemikiran yang telah disumbangkan pengurus Forwadik sebelumnya sehingga mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Dia berjanji akan melanjutkan program-program yang selama ini telah terlaksana dengan baik.

“Kita akan lanjutkan program yang sudah dijalankan selama ini. Dalam waktu dekat, kita akan agendakan rapat untuk membuat program jangka pendek maupun jangka Panjang,” ujar Royan.

Selain itu, Royan juga menegaskan bahwa Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) hanya ada satu. Forwadik Pekanbaru telah berdiri sejak tahun 2013 silam. Oleh karena itu, bagi pihak-pihak yang mencatut nama Forwadik diharapkan untuk legowo mengevaluasi nama perkumpulan yang telah didirikan.

“Menurut saya, etika itu harus diletakkan di atas segalanya. Memang konstitusi kita menjamin kebebasan mendirikan organisasi, tapi ada nilai-nilai dasar kita selaku manusia atau jurnalis yang harus dijunjung tinggi,” katanya.

Royan mengaku banyak program yang telah dijalankan Forwadik sejak dibentuknya pada tahun 2013 silam. Baik itu program yang bersifat edukatif, maupun program yang bersifat sosial kemanusiaan.

“Kita memang konsen terhadap dunia Pendidikan. Banyak kegiatan yang telah kita laksanakan untuk membantu menyukseskan program pemerintah khususnya di bidang Pendidikan,” katanya.

Oleh sebab itu, Royan berharap agar kawan-kawan yang menjiplak nama Forwadik diminta kebesaran hatinya untuk merubah nama perkumpulan tersebut.

“Alangkah bijaknya kita saling menghargai sesama satu profesi. Kan tak elok juga nanti muncul gesekan hanya karena sebuah nama, kita ini jurnalis yang selayaknya memberi contoh yang baik, bukan malah sebaliknya,” katanya.***