Bawaslu Sampaikan Masih Ada ASN di Riau yang Tidak Netral

ARB INdonesi, PEKANBARU – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau kembali mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap netral pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal mengingat hingga saat ini masih ada ASN yang dinilai tidak netral. Ia mengatakan, adanya dugaan ASN yang tidak netral terungkap dalam patroli pengawasan Pemilu.

Terbaru, didapati salah satu oknum camat di Kabupaten Siak yang diduga melakukan pelanggaran dengan mengumpulkan sejumlah perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di salah satu kedai kopi dengan mengarahkan kepada salah satu calon legislatif.

“Ada oknum camat di Siak yang telah mengumpulkan BPD di kedai kopi. Dalam pertemuan itu ada dugaan camat mengarahkan pilih salah satu caleg. Pelanggaran terjadi pada 15-16 Desember lalu. Bahkan sejumlah barang bukti telah diterima Bawaslu termasuk rekaman,” kata Alnofrizal, Kamis (21/12).

Sejumlah orang turut dimintai keterangan dan membenarkan soal dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat Arie. “Bawaslu Siak sudah menindaklanjuti itu dan menanyakan. Hasilnya benar terkait adanya temuan dan dugaan pelanggaran tersebut, dan akan ditindaklanjuti ke KASN,” tegasnya.

Selain di Siak, kata Alnof, pihaknya juga sudah merangkum beberapa pelanggaran juga yang dilakukan sejumlah ASN pejabat lain di Riau.

“Ada di kuansing camat, kepala dinas di Inhil dan camat di Siak. Kita nanti mau tindaklanjuti. Seluruhnya kini sudah mulai ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Komisi ASN,” katanya.

Alnof juga mengapresiasi pihak-pihak yang memberi laporan terkait adanya dugaan ketidaknetralan ASN tersebut. (MC Riau)




Ini Lokasi yang Dipetakan BPBD Riau Daerah Rawan Longsor

ARB INdonesia, PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau telah memetakan daerah rawan longsor di kabupaten kota saat musim penghujan.

Berdasarkan data yang diterima, dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau, di mana delapan daerah dinyatakan daerah rawan longsor saat musim hujan.

“Kita sudah memetakan daerah yang rentan longsor saat musim hujan. Itu tersebar di beberapa daerah,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, M Edy Afrizal, Rabu (20/12/2023).

Lebih lanjut Edy Afrizal merincikan daerah rawan longsor itu diantaranya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, Pekanbaru, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil).

“Daerah rawan longsor di Inhil itu berada di Desa Kuala Enok dan Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah. Desa Wonosari, Kecamatan Pelangiran. Desa Sungai Bela dan Sungai Buluh, Kecamatan Kuala Indragiri. Desa Simpang Tiga, Kecamatan Enok. Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling,” terangnya.

Kemudian, daerah rawan longsor di Kabupaten Kampar meliputi Desa Merangin, Kecamatan Kuok. Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Lalu, Kota Pekanbaru daerah longsor berada di Bencah Lesung, Jalan Indra Puri Ujung, Kecamatan Tenayan Raya. Daerah rawan longsor di Bengkalis berada di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis. Daerah rawan longsor di Kabupaten Siak berada di Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas.

Selanjutnya, daerah rawan longsor di Kabupaten Kepulauan Meranti tersebar di Desa Dwi Tunggal, Tanjung Medang, Teluk Samak, Desa Tanjung Samak, Desa Tanjung Bakau, Desa Tanjung Gemuk, Desa Sungai Gayung Kiri, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang.

Lalu, daerah rawan longsor di Kabupaten Kuansing tersebar di Desa Kasang Lintas Sumbar-Riau, Kecamatan Kuantan Mudik, dan Desa Lubuk Ambacang, Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Hulu Kuantan.

Daerah rawan longsor di Kabupaten Rohul berada di Desa Koto Ruang dan Rokan Timur, Kecamatan Rokan IV Koto, dan Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, serta Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian.

Daerah rawan longsor di Kabupaten Rohil, Kepenghuluan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih. Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud. Kepenghuluan Jumrah dan Teluk Pulau Hulu (sepanjang aliran Sungai Rokan), Kecamatan Rimba Melintang, dan Jalan lintas Tanjung Medan – Pujud, Kecamatan Tanjung Medan.

Untuk itu, Edy Afrizal mengimbau kepada masyarakat Riau untuk lebih hati-hati dan waspada jika melakukan perjalanan saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Untuk warga Riau kami imbau agar waspada jika melakukan aktivitas perjalanan karena kondisi cuaca curah hujan cukup tinggi, sehingga rentan terjadi longsor. Kemudian kami juga menyarankan jika masyarakat yang melakukan perjalanan hendaknya untuk memantau perkembangan dan informasi cuaca dan bencana di instansi pemerintah, seperti BMKG dan lainnya,” tandasnya. (MC Riau)




Di Riau Ada 5 Kabupaten yang Mengalami Banjir

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau merilis bahwa terdapat 5 Kabupaten di Riau mengalami banjir, Selasa (19/12/2023).

Lima kabupaten tersebut yakni Bengkalis, Rokan Hulu (Rohul), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil) dan Kampar.

Dilansir dari laman Media Center Riau, Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, dari lima kabupaten yang melaporkan terjadi banjir tersebut. Ada beberapa yang kondisi banjirnya sudah mulai surut. Namun, ada juga yang baru saja terjadi banjir.

“Ada lima kabupaten yang melaporkan terjadi banjir di daerahnya. Namun, untuk di Rohul saat ini sudah mulai surut,” katanya.

Sementera itu, untuk di Kabupaten Bengkalis banjir juga sudah mulai surut setelah beberapa hari melanda. Untuk di Bengkalis, karena merendam rumah warga, akibatnya ada 50 kepala keluarga yang harus mengungsi.

“Untuk di Bengkalis sudah kami kirimkan bantuan berupa logistik,” sebutnya.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Kuansing dan Kampar banjir baru saja terjadi. Karena itu, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mengetahui kondisi terkiri. Namun, jika diperlukan, maka pihaknya juga akan mengirim bantuan.

“Untuk di Kampar dan Kuansing banjir baru saja melanda, kami masih terus koordinasi dengan BPBD setempat,” ujarnya.

Mengingat kondisi cuaca saat ini, pihaknya juga sudah mengirimkan surat peringatan kepada pemerintah 12 kabupaten/kota di Riau. Hal tersebut mengacu prakiraan daerah rawan banjir yang disampaikan BMKG dan wilayah potensi longsor.

Karena itu, kata dia, pihaknya meminta BPBD kabupaten/kota se-Riau untuk melakukan upaya pencegahan dalam meminimalisir dampak ancaman bencana banjir dan longsor, yang kemungkinan timbul di masing-masing kabupaten/kota.

“Kami sudah minta kabupaten kota untuk meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, serta monitoring potensi ancaman bancana banjir dan longsor di wilayah masing-masing daerah,” ujarnya. (Mc Riau)




BPS Riau: 7,71 Persen Nilai Ekspor Riau Berkontribusi Terhadap Ekonomi Nasional

ARB INdonesia, PEKANBARU — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada November 2023, nilai ekspor Riau mencapai USD1,70 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,58% dari bulan sebelumnya.

Khususnya, ekspor nonmigas mencatat kenaikan sebesar 8,73%, atau mencapai USD1,54 miliar. Kontribusi ekspor Riau terhadap ekonomi nasional mencapai 7,71%.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Riau selama Januari-November 2023 mencapai USD17,39 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas turut mengalami penurunan signifikan sebesar 17,47%, mencapai USD15,89 miliar,” kata Kepala BPS Riau,Asep Riyadi.

Di sisi impor, Riau mencatat peningkatan yang signifikan pada November 2023. Nilai impor mencapai US$ 217,86 juta, menunjukkan kenaikan sebesar 40,69 persen dari bulan sebelumnya.

Impor nonmigas juga mengalami pertumbuhan sebesar 24,50 persen, mencapai US$ 176,22 juta. Meskipun kontribusi impor Riau terhadap ekonomi nasional hanya sebesar 1,11 persen, tren pertumbuhan yang positif perlu diperhatikan.

Secara kumulatif, nilai impor Riau selama Januari-November 2023 mencapai US$ 2,34 miliar, mengalami penurunan sebesar 10,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. “Sementara impor nonmigas mencatat penurunan sebesar 12,65%, mencapai US$ 2,10 miliar,” tuturnya.

Adapun untuk neraca perdagangan Riau, menunjukkan kinerja positif dengan surplus sebesar US$ 1,48 miliar pada bulan November 2023.

“Secara kumulatif selama Januari-November 2023, surplus neraca perdagangan mencapai US$ 15,42 miliar. Hal ini memberikan gambaran optimis terhadap kontribusi Riau dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya. (MC Riau)




Polisi Amankan 13 Warga Rohingya yang Masuk Pekanbaru

ARB INdonesia, PEKANBARU – Polisi mengamankan sebanyak 13 orang warga Rohingya yang telah masuk kewilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Mereka diketahui terlantar di jalan protokol yakni di pinggir Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru.

Dari jumlah 13 orang, mereka terdiri atas enam orang pria dewasa, lima orang wanita. Bahkan salah satu wanita membawa seorang balita.

Dilansir dari Media Center Riau, Kabid Humas Polda Riau Kombes Heri Muwarno mengatakan anggota Polresta Pekanbaru langsung mengamankan 13 warga Rohingya tersebut untuk dibawa ke tempat yang semestinya.

“Telah diamankan pengungsi Rohingya yang sedang mencari suaka di depan Kantor Konsulat Malaysia Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Bukit Raya oleh Polresta Pekanbaru,” ujar Heri, Kamis (14/12).

Heri menyebutkan, tim Polresta Pekanbaru langsung membawa para pengungsi Rohingya dengan mobil polisi dan diantar ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Pekanbaru.

“Setibanya di Rumah Detensi Imigrasi jalan OKM Jamil dan diterima oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rudenim Kota Pekanbaru,” jelas Heri.

Berikut nama para pengungsi Rohingnya yang tiba di Pekanbaru:

  1. Lalila (23 tahun)
  2. Sabu Kumaha (18)
  3. Asikara (18)
  4. Yasintara (18)
  5. Sohidah (16)
  6. Zulaha (18)
  7. Ayukan (balita 1,6 tahun)
  8. Samsul Alam (30)
  9. Sedek (18)
  10. Zosim (20)
  11. M. Foryalam (20)
  12. Nurzama (24)
  13. Iman Husein (19)

Shamsoel Alom (30) salah satu warga Rohinya mengaku tidak punya tujuan hidup. Dia berangkat dari Bangladesh hingga akhirnya terdampar di Pekanbaru pada Rabu (13/12) malam.

“Saya Muslim Rohingya dari Bangladesh, sampai sini malam tadi. Tidak tahu mau ngapain,” kata Alom, dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, Kamis (14/12).

Selain itu, Alom dan teman-temannya juga tidak tau siapa orang yang membawa mereka hingga bisa sampai ke Kota Pekanbaru. Mereka hanya mengikuti perintah dari seseorang yang menyuruh untuk ke Pekanbaru.

“Kami sampai tadi malam, tidur di jalanan. Tak tahu siapa yang bawa kesini,” ujarnya.

Tidak ada satupun dari mereka yang memiliki identitas. Barang bawaannya hanya berupa tas berisi pakaian. Mereka lebih banyak menjawab tidak tahu saat ditanya soal biaya dan alat transportasi yang digunakan ke Pekanbaru.

“Kami tidak ada identitas, ini bawa baju saja,” jelasnya. *




Pekan ini Harga Pinang Kering di Riau Naik Tipis

ARB INdonesia, PEKANBARU – Harga komoditas perkebunan yakni pinang kering di provinsi Riau pada pekan ini mengalami kenaikan tipis, saat ini harga pinang kering berada pada level Rp5.780 per kilogramnya.

Dilansir dari Media Center Riau, Kepala dinas perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan, harga harga pinang kering (100%) tersebut berlaku di Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Harga pinang kering naik sehingga harga pekan ini sebesar Rp5.780 atau naik Rp90/kg,” katanya.

Sementara itu, harga untuk produk komoditi perkebunan lainnya di Provinsi Riau, seperti kelapa butiran di Kabupaten Kuansing, Kampar dan Kepulauan Meranti untuk periode minggu ini sebesar Rp2.738/ kg atau naik dari harga minggu lalu.

“Untuk harga Bokar (Bahan Olahan Karet Rakyat) baik tingkat petani maupun di beberapa Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang ada di Kabupaten/Kota ditingkat petani/KUB Kabupaten Kampar sebesar Rp11.000-/kg,” paparnya.

Untuk harga kopra mutu kering (100%) di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp5.250/kg atau naik dari harga minggu lalu.

“Tepung sagu basah sebesar Rp2.350/kg di Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti yakni naik dari harga di minggu lalu,” jelasnya. (Arb)