Pemkab Inhil Belajar Otonomi Rumah Sakit Pemerintah di RSUD Arifin Achmad

ARB INdonesia, PEKANBARU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad menerima kungjungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), bersama dengan para Direktur RSUD pemerintah setempat, Kamis (21/12/2023). Kunjungan tersebut untuk mengetahui penerapan otonomi RSUD sebagai unit organisasi bersifat khusus.

Direktur RSUD Arifin Achmad drg Wan Fajriatul Mamnunah mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan tim dari Pemerintah Kabupaten Inhil beserta dengan para direktur RSUD nya. Dalam kesempatan tersebut ia juga mengajak, sebagai pengelola rumah sakit pemerintah untuk senantiasa memahami regulasi yang ada.

“Karena saat ini terdapat beberapa aturan baru, sehingga kita harus memahaminya. Dan jika tidak memahami, maka kami membuka ruang berdiskusi,” ujarnya.

Dijelaskan drg Wan Fajriatul, di RSUD Arifin Achmad juga banyak tantangan yang dihadapi. Akan tetapi pihaknya terus berupaya untuk mencari informasi untuk bagaimana proses pengelolaan rumah sakit yang bersifat khusus.

“Untuk RSUD Arifin Achmad sudah ada Peraturan Gubernunya yang ditetapkan pada 2020 lalu. Dimana sebelumnya RSUD adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun karena adanya aturan baru bahwa rumah sakit adalah organisasi bersifat khusus sehingga segala pengelolaannya di kuasai rumah sakit,” sebutnya.

Dijelaskannya, untuk pengelolaan rumah sakit sangat berbeda dengan Puskesmas. Dimana pelayanan dirumah sakit haruslah paripurna. Mulai dari melayani rawat inap hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Ruang lingkup rumah sakit sangatlah luas. Selain pelayanan juga ada yang lainnya juga, sehingga perlu pemahaman dari stageholder lainnya seperti Biro Hukum, Biro Ekonomi, Bappeda dan juga BPKAD nya,” sebutnya. (MC Riau)




Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar Dibuka Mulai 23 Desember Hingga 2 Januari

ARB INdonesia, PEKANBARU – Untuk mendukung mendukung kelancaran arus lalu lintas saat libur Natal dan tahun baru. Jalan Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar akan dibuka mulai 23 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

Untuk memastikan kesiapan jalan tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution bersama Forkopimda Riau meninjau Jalan Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar, Kamis (21/12/2023).

Usai peninjauan, Gubri Edy Natar mengatakan bahwa jalan tol tersebut masih belum selesai 100 persen. Namun, untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat libur Natal dan tahun baru, jalan tol Bangkinang – XIII Koto Kampar akan dibuka sementara.

“Kami bersama Forkopimda Riau meninjau langsung jalan tol Bangkinang-XIII Koto Kampar. Jalan tol ini akan dibuka mulai 23 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024 untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas,” katanya.

Dari peninjauan tersebut, dari total panjang jalan 25 Km, masih ada sekitar 4 km lagi yang masih dalam tahap pengerjaan. Karena itu, nantinya ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas hendaknya dapat berhati-hati.

“Meskipun sudah bisa dilalui, namun masih ada yang dalam tahap pengerjaan. Ada sekitar 4 km, jadi masyarakat harus berhati-hati,” imbaunya.

Sementara itu, Project Direktor PT Hutama Karya ruas rol Bangkinang- Pangkalan Bambang Hendarto mengatakan, bahwa hingga saat ini progres pembangunan jalan tol tersebut sudah mencapai 94 persen. Pihaknya menargetkan, pada Januari 2024 mendatang pekerjaan jalan tol sudah selesai.

“Kalau untuk saat ini progres konstruksinya sudah 94 persen. Namun untuk mendukung arus lalu lintas akan kami buka secara operasional mulai 23 Desember hingga 2 Januari. Pembukaan jalan tol ini khusus untuk siang hari saja,” sebutnya. (Mc Riau)




Bawaslu Sampaikan Masih Ada ASN di Riau yang Tidak Netral

ARB INdonesi, PEKANBARU – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau kembali mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap netral pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal mengingat hingga saat ini masih ada ASN yang dinilai tidak netral. Ia mengatakan, adanya dugaan ASN yang tidak netral terungkap dalam patroli pengawasan Pemilu.

Terbaru, didapati salah satu oknum camat di Kabupaten Siak yang diduga melakukan pelanggaran dengan mengumpulkan sejumlah perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di salah satu kedai kopi dengan mengarahkan kepada salah satu calon legislatif.

“Ada oknum camat di Siak yang telah mengumpulkan BPD di kedai kopi. Dalam pertemuan itu ada dugaan camat mengarahkan pilih salah satu caleg. Pelanggaran terjadi pada 15-16 Desember lalu. Bahkan sejumlah barang bukti telah diterima Bawaslu termasuk rekaman,” kata Alnofrizal, Kamis (21/12).

Sejumlah orang turut dimintai keterangan dan membenarkan soal dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat Arie. “Bawaslu Siak sudah menindaklanjuti itu dan menanyakan. Hasilnya benar terkait adanya temuan dan dugaan pelanggaran tersebut, dan akan ditindaklanjuti ke KASN,” tegasnya.

Selain di Siak, kata Alnof, pihaknya juga sudah merangkum beberapa pelanggaran juga yang dilakukan sejumlah ASN pejabat lain di Riau.

“Ada di kuansing camat, kepala dinas di Inhil dan camat di Siak. Kita nanti mau tindaklanjuti. Seluruhnya kini sudah mulai ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Komisi ASN,” katanya.

Alnof juga mengapresiasi pihak-pihak yang memberi laporan terkait adanya dugaan ketidaknetralan ASN tersebut. (MC Riau)




Ini Lokasi yang Dipetakan BPBD Riau Daerah Rawan Longsor

ARB INdonesia, PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau telah memetakan daerah rawan longsor di kabupaten kota saat musim penghujan.

Berdasarkan data yang diterima, dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau, di mana delapan daerah dinyatakan daerah rawan longsor saat musim hujan.

“Kita sudah memetakan daerah yang rentan longsor saat musim hujan. Itu tersebar di beberapa daerah,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, M Edy Afrizal, Rabu (20/12/2023).

Lebih lanjut Edy Afrizal merincikan daerah rawan longsor itu diantaranya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, Pekanbaru, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil).

“Daerah rawan longsor di Inhil itu berada di Desa Kuala Enok dan Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah. Desa Wonosari, Kecamatan Pelangiran. Desa Sungai Bela dan Sungai Buluh, Kecamatan Kuala Indragiri. Desa Simpang Tiga, Kecamatan Enok. Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling,” terangnya.

Kemudian, daerah rawan longsor di Kabupaten Kampar meliputi Desa Merangin, Kecamatan Kuok. Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Lalu, Kota Pekanbaru daerah longsor berada di Bencah Lesung, Jalan Indra Puri Ujung, Kecamatan Tenayan Raya. Daerah rawan longsor di Bengkalis berada di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis. Daerah rawan longsor di Kabupaten Siak berada di Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas.

Selanjutnya, daerah rawan longsor di Kabupaten Kepulauan Meranti tersebar di Desa Dwi Tunggal, Tanjung Medang, Teluk Samak, Desa Tanjung Samak, Desa Tanjung Bakau, Desa Tanjung Gemuk, Desa Sungai Gayung Kiri, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang.

Lalu, daerah rawan longsor di Kabupaten Kuansing tersebar di Desa Kasang Lintas Sumbar-Riau, Kecamatan Kuantan Mudik, dan Desa Lubuk Ambacang, Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Hulu Kuantan.

Daerah rawan longsor di Kabupaten Rohul berada di Desa Koto Ruang dan Rokan Timur, Kecamatan Rokan IV Koto, dan Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, serta Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian.

Daerah rawan longsor di Kabupaten Rohil, Kepenghuluan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih. Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud. Kepenghuluan Jumrah dan Teluk Pulau Hulu (sepanjang aliran Sungai Rokan), Kecamatan Rimba Melintang, dan Jalan lintas Tanjung Medan – Pujud, Kecamatan Tanjung Medan.

Untuk itu, Edy Afrizal mengimbau kepada masyarakat Riau untuk lebih hati-hati dan waspada jika melakukan perjalanan saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Untuk warga Riau kami imbau agar waspada jika melakukan aktivitas perjalanan karena kondisi cuaca curah hujan cukup tinggi, sehingga rentan terjadi longsor. Kemudian kami juga menyarankan jika masyarakat yang melakukan perjalanan hendaknya untuk memantau perkembangan dan informasi cuaca dan bencana di instansi pemerintah, seperti BMKG dan lainnya,” tandasnya. (MC Riau)




Di Riau Ada 5 Kabupaten yang Mengalami Banjir

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau merilis bahwa terdapat 5 Kabupaten di Riau mengalami banjir, Selasa (19/12/2023).

Lima kabupaten tersebut yakni Bengkalis, Rokan Hulu (Rohul), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil) dan Kampar.

Dilansir dari laman Media Center Riau, Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, dari lima kabupaten yang melaporkan terjadi banjir tersebut. Ada beberapa yang kondisi banjirnya sudah mulai surut. Namun, ada juga yang baru saja terjadi banjir.

“Ada lima kabupaten yang melaporkan terjadi banjir di daerahnya. Namun, untuk di Rohul saat ini sudah mulai surut,” katanya.

Sementera itu, untuk di Kabupaten Bengkalis banjir juga sudah mulai surut setelah beberapa hari melanda. Untuk di Bengkalis, karena merendam rumah warga, akibatnya ada 50 kepala keluarga yang harus mengungsi.

“Untuk di Bengkalis sudah kami kirimkan bantuan berupa logistik,” sebutnya.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Kuansing dan Kampar banjir baru saja terjadi. Karena itu, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mengetahui kondisi terkiri. Namun, jika diperlukan, maka pihaknya juga akan mengirim bantuan.

“Untuk di Kampar dan Kuansing banjir baru saja melanda, kami masih terus koordinasi dengan BPBD setempat,” ujarnya.

Mengingat kondisi cuaca saat ini, pihaknya juga sudah mengirimkan surat peringatan kepada pemerintah 12 kabupaten/kota di Riau. Hal tersebut mengacu prakiraan daerah rawan banjir yang disampaikan BMKG dan wilayah potensi longsor.

Karena itu, kata dia, pihaknya meminta BPBD kabupaten/kota se-Riau untuk melakukan upaya pencegahan dalam meminimalisir dampak ancaman bencana banjir dan longsor, yang kemungkinan timbul di masing-masing kabupaten/kota.

“Kami sudah minta kabupaten kota untuk meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, serta monitoring potensi ancaman bancana banjir dan longsor di wilayah masing-masing daerah,” ujarnya. (Mc Riau)




BPS Riau: 7,71 Persen Nilai Ekspor Riau Berkontribusi Terhadap Ekonomi Nasional

ARB INdonesia, PEKANBARU — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada November 2023, nilai ekspor Riau mencapai USD1,70 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,58% dari bulan sebelumnya.

Khususnya, ekspor nonmigas mencatat kenaikan sebesar 8,73%, atau mencapai USD1,54 miliar. Kontribusi ekspor Riau terhadap ekonomi nasional mencapai 7,71%.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Riau selama Januari-November 2023 mencapai USD17,39 miliar, mengalami penurunan sebesar 15,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas turut mengalami penurunan signifikan sebesar 17,47%, mencapai USD15,89 miliar,” kata Kepala BPS Riau,Asep Riyadi.

Di sisi impor, Riau mencatat peningkatan yang signifikan pada November 2023. Nilai impor mencapai US$ 217,86 juta, menunjukkan kenaikan sebesar 40,69 persen dari bulan sebelumnya.

Impor nonmigas juga mengalami pertumbuhan sebesar 24,50 persen, mencapai US$ 176,22 juta. Meskipun kontribusi impor Riau terhadap ekonomi nasional hanya sebesar 1,11 persen, tren pertumbuhan yang positif perlu diperhatikan.

Secara kumulatif, nilai impor Riau selama Januari-November 2023 mencapai US$ 2,34 miliar, mengalami penurunan sebesar 10,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. “Sementara impor nonmigas mencatat penurunan sebesar 12,65%, mencapai US$ 2,10 miliar,” tuturnya.

Adapun untuk neraca perdagangan Riau, menunjukkan kinerja positif dengan surplus sebesar US$ 1,48 miliar pada bulan November 2023.

“Secara kumulatif selama Januari-November 2023, surplus neraca perdagangan mencapai US$ 15,42 miliar. Hal ini memberikan gambaran optimis terhadap kontribusi Riau dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya. (MC Riau)