Suasana Hangat Dan Kekeluargaan Dirasakan Dalam Pengantar Alih Tugas Kajari Bersama Pemkab Rohul

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) gelar acara pengantar alih tugas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohul Fajar Haryowimboko, S.H., M.H., yang kini mendapatkan promosi dan mutasi jabatan sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Acara yang penuh kehangatan dan kekeluargaan ini dilaksanakan pada Selasa, (22/07/2025) bertempat di Lapangan Tenis Rumah Dinas Bupati Rohul.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua DPRD Rohul Hj, Sumiartini, Kapolres AKBP Emil Eka Putra, S.IK, M.Si, Ketua PN Pasir Pengaraian Bapak Hendra Yudhautama, S.H, M.H, Kalapas Kelas II B Pasir Pengaraian Efendi Parlindungan Purba, Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian Ibu Gita Febrita, S.H.I., M.H, Ketua TP PKK dr. Yeni Dwi Putri, Asiten, Kepala OPD dan unsur pimpinan instansi vertikal di Kabupaten Rokan Hulu.

Fajar Haryowimboko yang mulai menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Rohul sejak 7 September 2022 hingga 24 Juli 2025 menyudahi masa tugasnya yang berlangsung selama 2 tahun 10 bulan dengan dikenal sebagai sosok yang tegas, profesional, dan berdedikasi tinggi dalam penegakan hukum di Rohul.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi Fajar Haryowimboko selama memimpin Kejari Rohul. 

“Kami mewakili masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Rohul mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga sukses selalu menyertai,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan hari ini selain melepas Kajari dalam lingkup pekerjaan, tetapi juga melepas sahabat yang merupakan bagian dari perjalanan yang penting karena selama menjabat bukan hanya sebagai mitra kerja, tetapi juga sosok yang hangat terbuka dan bisa diajak berdiskusi.

“Semoga silaturahmi tetap terjaga, doa terbaik untuk kedepannya dan kapan-kapan kita bisa makan soto betawi di jakarta seperti saat saya masih menjadi Kadis PUPR  Rohul dulu” imbuh Anton menutup candaan dan sambutannya. 

Sementara itu, Fajar Haryowimboko dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan kesan mendalam selama bertugas di Rohul. Ia mengungkapkan bahwa kebersamaan dan sinergi dengan seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Dengan waktu yang cukup lama ini, saya merasa nyaman berada di Rohul, apalagi saat ini dengan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati yang saling melengkapi untuk kemajuan di Rohul, saya yakin Rohul akan maju di tangan Anton-Poti”. tutup Fajar

Acara ditutup dengan pemberian cenderahati dan ucapan selamat dari seluruh tamu undangan, diiringi doa dan harapan agar dapat terus mengemban amanah di tempat tugas yang baru dengan penuh tanggung jawab. 

( Kri )




Pemkab Rohul gelar Shalat Istisqo’, Usaha dan Upaya Kurangi Kabut Asap dan Kemarau Panjang

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Beberapa Minggu terakhir kabut asap telah menyelimuti kota Pasir Pengaraian dan sebagian kecamatan lain di Rokan Hulu akibat dampak dari Karhutla yang terus terjadi disebabkan kemarau panjang yang melanda.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menggelar shalat Istisqo’ sebagai upaya pemerintah dan seluruh masyarakat untuk meminta pertolongan agar di turunkan berkah hujan dari Allah SWT yang dilaksanakan di pelataran mesjid agung Islamic Center Rokan Hulu, Selasa (32/07/2025).

Hadir dalam pelaksanaan Shalat Istisqo’, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Asisten I Setda Rohul H. Fhatanalia Putra, S.Sos, Kepala OPD, seluruh Pegawai dilingkungan Pemda Rohul, tokoh masyarakat serta Ratusan Masyarakat Rokan Hulu, bertindak selaku imam ustadz indra Gunawan, S.Ag dan khotbah oleh Ustadz Ustadz DR (HC) H. Yulihesman, S.Ag, M.Pd.

Mewakili pemerintah Kab. Rohul Asisten I Setda Rohul H. Fhatanalia Putra, S.Sos mengatakan Kegiatan shalat istisqa’ ini dilakukan sebagai salah satu bentuk keprihatinan dari pimpinan  karena kemarau panjang dan kabut asap mulai melanda kabupaten Rokan Hulu 

“Harapannya Dengan shalat istisqa’ ini insyaallah diturun kan hujan oleh Allah SWT agar titik api bisa berkurang dan kemarau segera berakhir” ujarnya.

Selain itu, Fhatanalia juga mengatakan  Bupati dan wakil bupati telah menghimbau kepada camat agar melakukan shalat istisqa’ bersama warganya di kecamatan masing masing.

Kemudian, lanjut Asisten I, Sebagaimana yang diketahui kabut asap ini akibat adanya beberapa titik api di Rokan Hulu dan segenap pemerintah bersama TNI/Polri sudah berupaya untuk melakukan pemadaman dan pengurangan titik api yang sampai kini masih berlangsung 

“Himbauan secara masif juga dilakukan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan atau kebun karena di musim kemarau ini api cepat menyebar” tutupnya.

( Kri )




Wakapolda Riau Pimpin Apel Karhutla dan Tinjau Titik Api di Rokan Hulu, Bupati Anton: Cegah Karhutla Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama

ARB INdonesia, Rokan Hulu –  Guna mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau memimpin langsung Apel Siaga Karhutla yang digelar di halaman Mapolres Rokan Hulu, Rabu (17/7/2025).

Apel siaga ini turut dihadiri oleh Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, Kapolres Rokan Hulu, PJU Polres Rohul, unsur TNI, BPBD, Manggala Agni, Damkar, serta berbagai instansi dan organisasi terkait lainnya. 

Selepas melaksanakan Apel, Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi titik api yang terpantau aktif di Desa Menaming, Kecamatan Rambah.

Dalam aksi lapangan ini, seluruh stakeholder bahu-membahu melakukan pemadaman api menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang memenuhi standar, termasuk pompa air, selang pemadam, hingga drone pemantau titik panas.  

Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kesiapan dan respon cepat dalam mengatasi potensi Karhutla.

“Saya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan bersama oleh seluruh stakeholder, baik dari TNI-Polri, BPBD, hingga relawan dan masyarakat. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata dalam melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ungkap Bupati Anton di sela-sela peninjauan.

Beliau juga mengajak seluruh masyarakat Rokan Hulu untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan kita. Cegah Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pemkab Rokan Hulu bersama instansi terkait berkomitmen akan terus meningkatkan pengawasan, patroli, dan penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan atau lahan, sembari tetap mengedepankan upaya edukasi kepada masyarakat.

Apel dan giat lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan Karhutla di Rokan Hulu dijalankan dengan penuh keseriusan dan semangat kolaboratif demi menjaga bumi lancang kuning tetap hijau dan aman dari asap. 

( Kri )




Kapolri Terima Anugerah Adat dari LAM Riau, Bupati Rohul: Ini Bukti Sinergitas dalam Menjaga Kearifan Lokal

ARB INdonesia, Rokan Hulu – Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, ST, MM, menghadiri langsung kegiatan Penganugerahan Adat Ingatan Budi kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, yang digelar di Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau, Sabtu (12/7/2025).

Kedatangan Kapolri yang merupakan sosok nomor satu di jajaran kepolisian nasional ini disambut meriah oleh Gubernur Riau, Datuk Seri Setia Amanah H. Abdul Wahid, M.Si, di depan Gerbang LAM Riau. 

Penyambutan dilakukan secara adat dengan iringan kompang dan Brudah, mencerminkan kehormatan tinggi terhadap tamu besar tersebut.

Dalam acara yang sarat nilai budaya itu, turut hadir Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK, SH, M.Hum, Ketua Umum MKA LAM Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, serta para kepala daerah dan Kapolres se-Provinsi Riau.

Penganugerahan Gelar Adat “Ingatan Budi” kepada Kapolri menjadi simbol penghargaan atas kepemimpinan yang tidak hanya tegas dalam menegakkan hukum, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Gelar ini menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi Polri dan Lembaga Adat dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rohul Anton, ST, MM mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi tinggi terhadap pemberian gelar tersebut.

“Penganugerahan ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada Kapolri, tetapi juga simbol kuatnya hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat adat. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum bisa sejalan dengan pelestarian budaya,” ujar Bupati Anton.

Ia menambahkan, semangat pelestarian adat dan budaya lokal harus menjadi bagian dari kebijakan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kami di Kabupaten Rokan Hulu juga terus berupaya memperkuat sinergi dengan Lembaga Adat dan berbagai elemen masyarakat, demi menjaga ketertiban dan menjunjung nilai-nilai luhur warisan nenek moyang kita,” imbuhnya.

Acara ditutup dengan pembacaan naskah penganugerahan gelar oleh pihak LAM Riau dan penyerahan simbolik gelar adat kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus menjaga kehormatan yang telah diberikan serta mempererat hubungan dengan seluruh elemen adat dan masyarakat.

( Kri )




Melalui Satgas PKH, Kelompok Tani Bersatu Menyerahkan 415 Ha Lahan Kebun Sawit di Kawasan TNTN

ARB INdonesia, PELALAWAN – Kelompok Tani Petani Bersatu yang selama ini menguasai lahan kebun kelapa sawit di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), menyerahkan lahan mereka kepada negara melalui Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Penyerahan kembali lahan seluas 415 hektare (ha) tersebut dilakukan oleh Ketua Kelompok Tani Petani Bersatu Rudyanto Sihombing kepada Satgas PKH yang dipimpin oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Mayjen TNI DodyTriwinarto, Kamis (17/7/2025).

Selanjutnya lahan tersebut akan dilakukan reforestasi atau penanaman kembali menjadi hutan. Sebab saat ini sebagian besar kawasan TNTN telah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Saat penyerahan kembali lahan tersebut, Rudyanto mengatakan pihaknya patuh kepada aturan negara. Mereka juga berkomitmen terhadap rehabilitasi kawasan TNTN dengan melakukan penanaman pohon-pohon kehutanan.

Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan itu menjelaskan bahwa rata-rata anggota kelompok tani tersebut telah mengelola lahan sejak tahun 2007, namun kelompok tani baru terbentuk setelah terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja.

“Penguasaan awal kita itu adalah bersilaturahmi ke Bathin (tokoh adat) dan kita sampaikan tujuan kita untuk bertani. Di sana, kita yang pendatang, dalam arti yang sudah bermukim di sana, menjadi anak kemenakan. Jadi kita diberi hak untuk membuka pertanian dalam bentuk kebun sawit,” katanya lagi.

Ia menyebut lahan tersebut diperoleh melalui mekanisme adat berupa hibah dari tokoh adat setempat. Dari 415 hektare lahan yang diserahkan ke negara, dirinya sendiri memiliki sekitar 50 ha dari total lahan yang diserahkan.

“Kalau kita di situ sekitar ada 50 ha. Itu bagian dari yang 415 (ha) yang tadi,” jelasnya lagi.

Sementara itu, setelah menerima penyerahan lahan, Satgas PKH langsung melakukan pemusnahan pohon sawit yang ada di Desa Kesuma, Pangkalan Kuras. Penumbangan dilakukan secara simbolis, dan memberi kesempatan masyarakat untuk memanen hasil kebun sawitnya.

Dansatgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menyampaikan bahwa penyerahan lahan oleh Kelompok Tani Petani Bersatu merupakan penyerahan skala besar ketiga yang diterima pihaknya dalam upaya penyelamatan hutan di TNTN.

Sebelumnya, dua penyerahan lahan juga telah dilakukan, masing-masing seluas 401 hektare dan 311 hektare. Lahan-lahan tersebut kini resmi kembali menjadi bagian dari pengelolaan negara.

Ia mengaku bersyukur karena semakin banyak warga yang secara sukarela menyerahkan kembali lahan di TNTN kepada negara.

Mayjem Dody menjelaskan, selama dua pekan terakhir, Satgas PKH berhasil mengembalikan penguasaan negara atas lahan seluas 1.185 hektare.

Lahan tersebut sebelumnya merupakan kebun sawit yang dikelola warga dan kelompok tani, tersebar di tiga titik besar serta beberapa titik kecil di dalam kawasan taman nasional. (MCR)




Pungutan di Jalan Provinsi Dihentikan, Camat dan Kapolsek Tambusai Turun Tangan

ARB INdonesia, Rokan Hulu– Menyusul viralnya video yang menunjukkan adanya pungutan terhadap mobil-mobil perusahaan di jalan provinsi wilayah Dalu-Dalu, Batang Kumu, Camat Tambusai bersama Kapolsek Tambusai langsung bergerak cepat, Pada Senin (14/7/2025), mereka turun langsung ke lokasi dan memanggil sejumlah warga yang terlibat untuk dilakukan musyawarah bersama.

Dalam pertemuan yang digelar, disepakati bahwa pungutan tersebut resmi dihentikan mulai hari itu juga. Warga yang sebelumnya melakukan pengutipan menyatakan bahwa tindakan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Riau.

“Kami tiap hari hirup debu karena jalan rusak dan truk-truk perusahaan lalu-lalang. Perusahaan juga tak mau bantu perbaiki atau sekadar menyiram jalan,” ujar salah satu warga.

Warga mengaku bahwa uang hasil pungutan digunakan untuk menyewa mobil penyiram jalan demi mengurangi debu yang sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan mereka, terutama di musim kemarau.

Camat Tambusai menyatakan akan memfasilitasi dialog antara warga dan perusahaan. “Kami akan undang perusahaan-perusahaan terkait untuk duduk bersama dan membicarakan tanggung jawab sosial mereka terhadap kondisi jalan ini,” tegasnya.

Langkah cepat ini diharapkan menjadi solusi awal dalam meredam ketegangan serta mempercepat penanganan masalah infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

( Kri )