Ketua TP. PKK Rokan Hulu dr. Yeni Dwi Putri Hadiri kegiatan BKMT di Ujung Batu, 165 Paket Bantuan disalurkan

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Rokan Hulu, dr. Yeni Dwi Putri, menghadiri rangkaian kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) tingkat Kecamatan Ujung Batu sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan pada Senin (26/01/2026).

​Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Ujung Batu ini turut dihadiri oleh Camat Ujung Batu, Sigit Pranjoro, S.STP, Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Batu, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hulu, serta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.

​Dalam sambutannya, dr. Yeni Dwi Putri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TP. PKK Kecamatan Ujung Batu atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin setiap tahunnya. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah silaturahmi sekaligus aksi nyata bagi masyarakat.

​”Kami sangat mengapresiasi TP. PKK Kecamatan Ujung Batu yang konsisten menjalankan program ini. Kegiatan ini merupakan bukti sinergi yang baik antara program keagamaan dan kepedulian sosial,” ujar dr. Yeni.

​Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan. Pada tahun ini, jumlah paket bantuan yang disalurkan mengalami capaian yang signifikan.

​”Alhamdulillah, pada tahun ini terdapat 165 paket bantuan yang dapat kita salurkan kepada masyarakat. Kami sangat bersyukur atas jumlah ini dan berharap kedepannya dukungan serta jumlah bantuan ini dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas lagi,” tambah dr. Yeni.

​Camat Ujung Batu, Sigit Pranjoro, S.STP menyambut baik kehadiran Ketua TP. PKK Kabupaten dan rombongan. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan akan terus mendukung program-program PKK yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga Ujung Batu.

​Kegiatan berjalan dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama para penerima manfaat ( Kri ).




Rohul–Rohil Bangun Jembatan Penghubung, Ekonomi Perbatasan Diperkuat

​ARB INdonesia, BATAM – Senyum sumringah terpancar dari wajah Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, dan Bupati Rokan Hilir, Bistamam, saat keduanya meletakkan pena usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) di sela-sela hiruk pikuk Rakernas APKASI di Kota Batam, Senin (19/1/2026). Di balik selembar kertas itu, tersimpan harapan besar ribuan warga yang selama ini terpisah oleh batas alam.

​Bukan sekadar urusan birokrasi, penandatanganan pembangunan jembatan penghubung di titik Cindur dan Rantau Benuang Sakti (RBS) ini adalah janji kemudahan bagi para petani sawit, pedagang, hingga anak sekolah yang selama ini harus bertaruh waktu dan biaya untuk melintasi perbatasan dua kabupaten.

​Selama ini, akses antara Rohul dan Rohil di wilayah tersebut seringkali menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan hadirnya komitmen pembangunan jembatan ini, “dinding pemisah” itu perlahan akan runtuh.

​Bupati Anton menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.

​”Ini bukan hanya soal struktur beton dan baja. Ini adalah urat nadi baru. Kita ingin masyarakat tidak lagi kesulitan mengangkut hasil usaha mereka. Jika akses lancar, biaya angkut turun, maka kesejahteraan petani kita di Rohul dan Rohil otomatis akan naik,” ujar Anton dengan nada optimis.
​
​Langkah strategis ini turut dikawal oleh para ahli di bidangnya. Terlihat Kadis PUPR Rohul, Zulkifli, ST, dan Kadis PUPR Rohil, Khairul Fahmi, intens berdiskusi mengenai teknis pengerjaan agar proyek ini berjalan tepat waktu.

​Kehadiran saksi-saksi seperti Kadis Pertanian Rohul, Fisman Hendri, serta Kabid IKP Diskominfo Rohul, Dr. Rudi Fadrial, dan Kabag Protokol Masing-masing Daerah menunjukkan bahwa pembangunan ini merupakan kerja kolaboratif lintas sektor. Pertanian memerlukan akses, dan informasi pembangunan harus sampai ke telinga masyarakat sebagai kabar baik yang dinanti.
​
​Bagi warga Rantau Benuang Sakti (RBS) dan Cindur, jembatan ini nantinya akan menjadi saksi bisu transformasi daerah mereka dari wilayah perbatasan yang sunyi menjadi koridor ekonomi yang hidup. Jalur akses yang luas bukan hanya memperpendek jarak di peta, tapi juga mempererat silaturahmi antarwarga “Dua Rokan”.

​Senin siang di Batam itu mungkin hanya sebuah agenda formal bagi sebagian orang, namun bagi warga di pelosok Rohul dan Rohil, itu adalah hari di mana impian tentang perjalanan yang lebih mudah mulai menampakkan wujudnya.

Usai prosesi penandatanganan yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, memberikan pernyataan mendalam mengenai urgensi proyek strategis ini. Baginya, jembatan ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini merindukan konektivitas tanpa hambatan.

​”Alhamdulillah, hari ini kita telah meletakkan batu pertama dalam bentuk kesepakatan administrasi. Pembangunan jembatan di Cindur dan Rantau Benuang Sakti ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jembatan kesejahteraan,” ujar Anton dengan penuh keyakinan.

​Beliau menambahkan bahwa kolaborasi dengan Bupati Bistamam merupakan langkah cerdas untuk menyatukan potensi kedua daerah. Anton menyadari bahwa ego sektoral tidak boleh menghambat pembangunan fasilitas publik.

​”Kita tidak ingin lagi melihat warga kita terhambat hanya karena persoalan batas wilayah. Dengan jembatan ini, akses transportasi akan terbuka lebar, mobilitas barang dan jasa akan jauh lebih cepat. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa pembangunan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di pelosok desa,” tegas Bupati Anton.

​Lebih lanjut, Anton menginstruksikan kepada Kadis PUPR Rohul agar segera menindaklanjuti aspek teknis pasca MoU ini. Ia berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

​”Saya minta Dinas PUPR segera berkoordinasi intensif dengan tim dari Rohil. Masyarakat sudah menunggu lama, dan hari ini kita buktikan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan solusi nyata bagi kemajuan ekonomi di perbatasan,” pungkasnya.
​
​Sinergi antara dua pemimpin Rokan ini menjadi potret segar di awal tahun 2026, di mana pembangunan infrastruktur tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras demi kepentingan rakyat banyak. Kini, masyarakat Cindur dan Rantau Benuang Sakti tinggal menghitung hari hingga deru mesin pembangunan mulai terdengar, merangkai masa depan yang lebih terhubung. (Kri).




Hadiri Rakernas APKASI XVII di Batam, Bupati Rohul Anton Siap Akselerasi Hilirisasi Pertanian dan Infrastruktur

​ARB INdonesia, BATAM – Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, ST, MM, menghadiri langsung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-XVII tahun 2026. Acara yang mempertemukan para kepala daerah se-Indonesia ini digelar di Grand Lotus Ballroom Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026).

​Kehadiran Bupati Anton didampingi oleh sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Rokan Hulu, di antaranya Kepala Dinas PUPR Rohul Zulkifli, ST, dan Kepala Dinas Pertanian Fisman Hendri, serta jajaran rombongan lainnya.
​
​Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, yang hadir sebagai narasumber utama, memberikan motivasi kuat kepada para Bupati. Dalam arahannya, Mentan mencetuskan slogan baru bagi asosiasi ini: “APKASI Seribu Aksi, APKASI Seribu Tindakan.”

​Mentan menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak melulu soal besarnya anggaran, melainkan ketepatan kebijakan.
​”Kebijakan adalah yang menentukan pembangunan, bukan anggaran. Inilah dahsyatnya sebuah kebijakan,” tegas Andi Amran Sulaiman di hadapan para peserta.
​
​Dalam sesi materi, Kementerian Pertanian mengajak seluruh Bupati untuk fokus pada Hilirisasi Komoditas Strategis Perkebunan (ABT 2025-2027). Komoditas yang menjadi prioritas meliputi:
​Tebu dan Kakao, ​Kelapa dan Kopi, ​Mete, Lada, atau Pala

​Mentan juga meminta para Bupati untuk bergerak cepat mendata kebutuhan daerah. Beliau menginstruksikan agar setiap Pemerintah Kabupaten segera mengirimkan usulan jenis bibit yang dibutuhkan agar proses distribusi ke daerah dapat segera dilaksanakan.
​
​Selain sektor pertanian, Rakernas ini juga menghadirkan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia. Beliau memaparkan tiga strategi utama dalam penyelenggaraan infrastruktur yang selaras dengan misi Asta Cita:

  1. Memastikan Penyelenggaraan Infrastruktur PU Mempedomani Asta Cita dan Berbasiskan Potensi Keunggulan Wilayah, Pemenuhan Kebutuhan Layanan Dasar dan Mendukung Pemerataan Ekonomi Wilayah.
  2. Melanjutkan Dukungan Infrastruktur yang Berkeadilan Untuk Memenuhi Target Target Inpres dan Infrastruktur Berbasis Masyarakat.
  3. Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi Lintas Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Daerah.

​Menanggapi arahan pusat, Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM menyatakan kesiapan Kabupaten Rokan Hulu untuk menyelaraskan program daerah dengan visi nasional, terutama dalam penguatan sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur yang merata di Negeri Seribu Suluk.

​Kegiatan Rakernas APKASI XVII ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Januari 2026, dengan agenda utama memperkuat posisi Kabupaten dalam mendukung ketahanan pangan dan kedaulatan ekonomi nasional.(Kri).




Ketum GPII Rohul, Rifky Arifi SH., beserta pengurus salurkan Bansos di Panti Asuhan

ARBindonesia.com, ROHUL – Melalui peringatan Hari Isra’ Mi’raj, GPII PD Rokan Hulu berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang terbaik, profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.

Dalam rangka memperingati Hari Isra’ Mi’raj 1447H/2026M Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia kabupaten Rokan Hulu melaksanakan kegiatan bantuan sosial berupa kunjungan ke Panti Asuhan Al Khairiyah pada Jum’at 16 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua umum GPII Rokan Hulu, Rifky Arifi SH beserta jajaran Pengurus PD GPII Rokan Hulu periode 2025-2027.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, serta memberikan dukungan moral kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selain bersilaturahmi, Gerakan Pemuda Islam Indonesia Pimpinan Daerah Kab. Rokan Hulu juga menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan Iqro’ kepada Panti Asuhan Al khairiyah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak serta mendukung kegiatan panti tersebut.

Senyum bahagia terpancar dari anak anak panti asuhan Al-Khairiyah ketika dikunjungi oleh pengurus GPII Kabupaten Rokan Hulu.

Pihak pengelola Panti Asuhan Al-Khairiyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Gerakan Pemuda Islam Indonesia Pimpinan Daerah Kabupaten Rokan Hulu. (Syuk)




Undangan Rapat Pembentukan Pengelolaan KOP-TITIRA Oleh Desa Lubuk Napal Berakhir Bubar

ARB INdonesia, Rokan Hulu — Rencana Pemerintahan Desa Lubuk Napal adakan rapat pembentukan pengelola kebun koperasi tani timiangan raya (KOP-TITIRA) pada kamis senin, 5/1/2026. Berakhir dibatalkan.

Undangan yang telah disebarkan dengan agenda pembentukan pengelola kebun koperasi tani timiangan raya bertempat di balai Desa Lubuk Napal sempat dibuka dan dihadiri oleh kepala Desa, ketua BPD, perangkat Desa, Tokoh Masyarakat serta anggota koperasi. Selanjutnya forum tersebut ditutup dan dibubarkan oleh Pemerintahan Desa. Alasan pembubaran forum tersebut merujuk pada undang-undang koperasi nomor 20 tahun 1999. Tidak adanya wewenang desa untuk mengadakan rapat pembentukan pengelolaan koperasi yang sudah terbentuk.

Kades Lubuk Napal H, Sofian didampingi ketua BPD Junaidi menyampaikan kepada awak media bahwa mereka mengakui kesalahan dalam mengeluarkan undangan rapat tersebut. Namun, karna undangan telah tersebar, forum tetap dibuka, selanjutnya forum dibubarkan.

Anggota koperasi yang sempat hadir dalam agenda tersebut sempat kecewa, karna menurut mereka pemerintahan desa terlalu memaksakan diri untuk terlibat lebih jauh dalam persoalan koperasi. Mereka menilai konflik yang terjadi di tubuh koperasi sendiri akibat adanya tarik menarik kekuasaan dan kepentingan, sehingga dampaknya mengorbankan anggota koperasi itu sendiri.

“Kita jadi korban, bahkan pernah terjadi selama 17 bulan anggota koperasi tidak menerima hak nya dari pengelolaan kebun kelapa sawit yang luasnya 1000 hektare tersebut”. Ungkap anggota koperasi.

Sementara Saat ini, masyarakat secara kolektif tidak lagi mempercayai kepengurusan lama, dan memilih menitipkan pengelolaan kebun kelapa sawit di bawah naungan KOP-TITIRA kepada pengurus baru (sementara), yakni Ustadz Sama’un Cs, yang selama ini dikenal sebagai perwakilan anggota dan tokoh yang dipercaya masyarakat.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia lahir dari keputusasaan bersama anggota Kop-Titira, dari akumulasi kekecewaan panjang terhadap kepemimpinan Edi Ahmad (mantan ketua).

“Selama Edi Ahmad memimpin, masyarakat tidak menerima hasil. Bukan satu bulan, tapi 17 bulan penuh. Padahal lahannya sekitar 1.000 hektare,” ungkap perwakilan masyarakat.

Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah waktu yang cukup lama untuk membuat dapur anggota mati, anak sekolah terancam putus, dan kepercayaan terhadap koperasi runtuh total.

Ke Mana Hasil Sawit Mengalir?
Pertanyaan paling mencekam kini bergema di Desa Lubuk Napal dan sekitarnya:

ke mana aliran hasil kebun selama 17 bulan itu?

Dalam logika koperasi, mustahil lahan sawit seluas 1.000 hektare tidak menghasilkan.

Namun, para anggota mengaku tidak pernah menerima laporan keuangan yang transparan, tidak ada Rapat Anggota Tahunan (RAT), dan tidak pernah diajak menentukan kebijakan.

Kondisi inilah yang membuat masyarakat menilai koperasi telah dibajak menjadi entitas tertutup, bahkan disebut-sebut menyerupai “kerajaan kecil” yang dikelola segelintir orang.

Pengalihan kepercayaan kepada Ustadz Sama’un bukanlah pengangkatan struktural permanen, melainkan mandat moral dari masyarakat agar kebun tetap berjalan dan tidak jatuh ke tangan pihak yang sama.

Langkah ini diambil sembari menunggu
RALB yang sah dan Audit independen serta Keputusan hukum dari instansi berwenang.

Apa yang terjadi di KOP-TITIRA kini bukan sekadar konflik administrasi koperasi. Ini adalah krisis keadilan ekonomi. Di satu sisi, mantan ketua tetap bersikukuh pada legalitas formal.

Heru Astar, SH. MH dan Assayuti Lubis, SH. Selaku Kuasa Hukum pengelola sementara KOP-TITIRA menyampaikan akan mengkawal permasalahan tersebut hingga tuntas. Mereka juga memastikan akan melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan demi kebaikan dan kepentingan koperasi tersebut. (Kri)




Ketua MPC syahmadi malau menyerahkan SK PAC Tambusai Utara kepada Bung lambok Simanjuntak

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Dalam upaya memperkuat struktur organisasi Pemuda Pancasila (PP) di tingkat kabupaten, Ketua MPC PP Kabupaten Rokan Hulu, Syahmadi Malau, didampingi Bung Carles ST, ketua OK Anton adi putera dan ketua BPKTA iman ade Saputra secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembentukan PAC Tambusai Utara untuk masa jabatan 2026-2029.senin 29 Desember 2025.

Ketua MPC Syahmadi Malau mengingatkan seluruh pengurus agar benar-benar menjalankan tugas organisasi dengan dedikasi tinggi demi kemajuan cabang. “Mari kita wujudkan visi Pemuda Pancasila di daerah kita,“

Kepada pengurus PAC Tambusai Utara, saya minta agar benar‑benar menjalankan organisasi sesuai AD/ART dan nilai‑nilai Pancasila. Jadilah garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan membantu masyarakat, serta menjadi mitra aktif dalam pembangunan dan keamanan di wilayah Tambusai Utara. ujar Syahmadi Malau

Surat keputusan (SK) diserahkan langsung kepada Ketua PAC Tambusai Utara periode 2026-2029, BUNG Lambok Simanjuntak. Pengurus inti lainnya meliputi Erik sebagai sekretaris dan Sukarno sebagai bendahara.

Dalam momentum ini, saya Syahmadi Malau selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Rokan Hulu, secara resmi mengangkat Bung Darsono sebagai Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Rokan Hulu.Pengangkatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat struktur kepemimpinan MPC PP Rohul, guna mendukung konsolidasi organisasi dan percepatan pembinaan PAC di seluruh kecamatan.
Dengan ditunjuknya Bung Darsono sebagai Wakil Ketua, diharapkan dapat membantu tugas‑tugas MPC dalam menggerakkan roda organisasi, menjaga soliditas, serta meningkatkan peran PP sebagai ormas yang humanis, nasionalis, dan pro‑pemerintah.ujarnya.

Kehadiran Ketua OK Anton Adi Putera dan Ketua BPKTA Iman Ade Saputra menunjukkan dukungan penuh dari unsur pimpinan dan lembaga pendukung dalam memperkuat kepengurusan PAC pemuda Pancasila (PP) Tambusai Utara

Struktur ini akan menjadi poros utama dalam menggerakkan kegiatan PAC PP Tambusai Utara selama tiga tahun ke depan, mulai dari pembinaan kader, kegiatan sosial, hingga kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan ini digelar di sekretariat MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Rokan Hulu, dihadiri pengurus dan simpatisan dan Penyerahan SK ini diharapkan menjadi momentum baru bagi PAC Tambusai Utara dalam berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah husus nya di kecamatan Tambusai Utara.tutup syahmadi malau.