Kasus Narkoba Kades Koto Tandun Jadi Perhatian Publik, Ketua PJI Rohul Sudirman Tegaskan akan Kawal Proses Hukum

ARB INdonesia, ROKAN HULU – Dua puluh jam harusnya waktu yang cukup untuk Polres Rokan Hulu membuat keputusan besar. Tapi, dua puluh jam justru dipakai untuk membiarkan publik menebak-nebak apa sebenarnya yang terjadi pada Kepala Desa Koto Tandun, MTR (40), yang dikabarkan ditangkap dalam dugaan kasus narkoba pada, Selasa (27/1/2026) lalu.

Jawabannya datang tiba-tiba tepat pada Rabu malam (28/1/2026) sekira pukul 19.45 WIB Polres Rokan Hulu menggelar konferensi pers dadakan. Tiga perwira polisi duduk berjejer rapi, Paur Humas AKP Johanes Tindaon, Kasat Narkoba IPTU Dendy Gusrianto, dan Kapolsek Ujung Batu Kompol Yusup Purba dengan penuh wibawa, nada resmi keluar bagaikan pengumuman darurat militer.

Publik menahan napas, netizen hening di ruang medsos, wartawan mengunci fokus kamera dan… bammm, fakta pun dibuka.

“Barang bukti satu butir pil ekstasi bergambar granat warna pink berat bersih 0,33 gram, satu lembar uang kertas pecahan Rp2.000, hasil tes urine negatif dan sebuah tas hitam berisi identitas tersangka”, Kata Paur Humas.

Mendengar pengumuman tersebut wartawan yang hadir meliput konferensi pers sempat tegang, lalu mendadak bingung yang sebelumnya menduga akan ada kejutan.

Pil itu, kata polisi, dibawa dari Pekanbaru dan telah dikuasai MTR selama tiga minggu tanpa ada indikasi konsumsi, tanpa ada keterlibatan jaringan lain. Namun, konferensi pers malam itu bagaikan membuka kartel narkoba kelas internasional.

Tim Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Rokan Hulu tak berhenti di ruang konferensi. Langsung turun ke lapangan melakukan investigasi, dimana lokasi yang disebut-sebut sebagai titik awal yaitu Cafe Aren, Dusun Suka Karya, Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu.

Dari penelusuran tim, terkuak cerita versi lapangan dari sejumlah sumber yang ada dilokasi malam itu. Salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan berawal sekitar pukul 16.00 WIB, MTR datang sendiri menggunakan Pajero putih dengan nomor polisi BA 1527 BM. Ia memesan tuak dan bergabung dengan tamu lain, lalu menelpon dua cewek pemandu karaoke.

Tak berselang lama dua cewek datang naik ojek. Minum pun berlanjut, namun sempat terjadi cekcok mulut antara MTR dan dua cewek pemandu karaoke yang tidak diketahui penyebabnya. Pada pukul 21.30 WIB, Unit Reskrim Polsek Ujung Batu datang ke cafe aren. Atas adanya laporan masyarakat menyebutkan tempat itu diduga sering menjadi transaksi narkoba.

Penggeledahan dilakukan kepada semua tamu termasuk kades Koto Tandun (MTR), dari sang kades, ditemukan satu butir pil ekstasi warna pink.
MTR kemudian dibawa ke Polsek Ujung Batu beserta mobil Pajero putihnya ikut diamankan. Saat tim PJI mendatangi Polsek, tampak mobil kades terparkir di halaman Mapolsek Ujung Batu dan MTR meringkuk ditahanan guna proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya MTR ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP dan atau UU RI Nomor 1 Tahun 2026 Tantang Penyesuaian Pidana dan Atau Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meski hasil tes urine menunjukkan negatif, proses hukum tetap berlanjut karena adanya barang bukti penguasaan narkotika.

Kapolsek Ujung Batu, Kompol Yusup Purba saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (29/1/2026) membenarkan mobil kades turut diamankan dan memastikan berkas perkara akan dilimpahkan ke kejaksaan, ia juga menepis isu liar terkait adanya tudingan pesanan dari pihak luar.

“Tudingan itu tidak benar dan tidak ada yang didramatisir. Ini murni penegakan hukum, bukan pesanan politik,” tegas Yusup.

Namun hukum tak hidup di ruang hampa, publik berhak bertanya mengapa satu butir pil memicu geger se-kabupaten Rohul, mengapa konferensi persnya terasa lebih besar dari barang bukti dan mengapa kasus kecil justru disorot seperti headline nasional.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Rokan Hulu, Sudirman dengan tegas mengatakan akan mengawal kasus ini sampai ke persidangan.

“Kami melihat ada ketimpangan antara besar panggung yang dibangun dengan kecilnya fakta yang dihadirkan ke publik. Jika satu butir pil bisa digelar seperti pengungkapan kasus besar, maka publik berhak curiga ada yang tidak beres.

Kasus ini tidak boleh berhenti di konferensi pers. Kami akan mengawalnya sampai ke meja pengadilan, agar hukum tidak berhenti sebagai tontonan, tapi benar-benar menjadi keadilan,” tegasnya. (Rls/Tim PJI)




12 Personel Polda Riau Dipecat

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Sebanyak 12 personel Polda Riau diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti melakukan pelanggaran kategori berat. Pemecatan tersebut dilakukan melalui upacara resmi PTDH yang digelar pada Kamis (29/1/2025).

Upacara PTDH berlangsung di halaman Mapolda Riau dan dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan SIK MH MHum. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat utama (PJU) Polda Riau serta seluruh personel jajaran.

Dalam upacara itu, nama-nama personel yang di-PTDH diumumkan, yakni Aipda Ikatius Joko Prasetyo, Briptu Febri Antoni, Briptu David Pratama, Baratu Hutapea, Aiptu Bambang Supriyanto, Bharaka Odi Yose Brata, Bripka Anthony Saputra, Bripka Bayu Abdillah, Briptu Naufal Fikri Ishak, Bripka Alexander, Bripda Fadlan Muhammad Iqbal, dan Aida Boby Saputra.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa keputusan PTDH tersebut merupakan langkah tegas dan bentuk komitmen institusi dalam menjaga marwah serta integritas Polri.

Herimen sapaan akrabnya mengakui pemecatan anggota adalah keputusan yang berat, namun harus diambil demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Ini adalah keputusan yang sangat berat, namun harus diambil. Malu kita kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada Polri, dan kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat pelanggaran berat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan tindak pidana serius lainnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran anggota Polri melalui berbagai saluran yang telah disediakan, termasuk QR Code pengaduan Propam dan Call Center Polri 110.

“Kami juga membuka ruang apresiasi bagi anggota yang berprestasi. Jangan hanya melihat pelanggaran, tapi kebaikan juga perlu disampaikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan bahwa PTDH terhadap 12 personel tersebut merupakan bentuk punishment institusi terhadap anggota yang telah mencoreng citra Polri.

Pandra mengungkapkan, pelanggaran yang dilakukan beragam, mulai dari disersi, penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia, penyalahgunaan jabatan dalam kasus narkotika, penyalahgunaan narkotika, serta tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“Polda Riau berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran sebagai upaya menjaga disiplin, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” kata Pandra. (Mc Riau)




Kurangi Debu di Musim Kemarau, PT Agrinas Palma Nusantara KSO PT Tiga Raja Mas Lakukan Penyiraman Jalan untuk Warga

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HULU — Memasuki musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah, debu jalanan menjadi keluhan utama masyarakat, terutama di daerah yang dilalui kendaraan berat.

Menanggapi kondisi ini, PT Agrinas Palma Nusantara KSO PT Tiga Raja Mas menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan penyiraman jalan di Dusun Kayu Kawan, Desa Sungai Akar, Kabupaten Indragiri Hulu.

Kegiatan ini dilakukan menggunakan armada mobil tangki air milik perusahaan, menyasar ruas-ruas jalan yang kerap berdebu dan menjadi jalur utama aktivitas warga. Langkah ini disambut antusias oleh masyarakat karena dinilai efektif mengurangi polusi debu yang selama ini mengganggu kenyamanan dan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

Direktur PT Tiga Raja Mas, Zaidi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Musim kemarau identik dengan debu yang bisa berdampak pada kesehatan. Penyiraman jalan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami agar aktivitas warga tetap nyaman dan lingkungan tetap bersih,” ujar Zaidi, Rabu (28/1/2026).

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan usaha, tetapi juga menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tapi kami berharap dampaknya bisa langsung dirasakan oleh warga,” tambahnya.

Respons positif datang dari warga setempat. Salah satu tokoh masyarakat, Opung Leoni boru Manurung, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif perusahaan yang dinilai cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan.

“Kalau sudah musim panas, debunya tebal sekali, apalagi kalau ada kendaraan lewat. Dengan penyiraman ini, jalan jadi lebih nyaman dan tidak terlalu berdebu. Kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Warga lainnya juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin selama musim kemarau berlangsung, demi menjaga kualitas udara dan kenyamanan lingkungan.

Melalui aksi ini, PT Agrinas Palma Nusantara KSO PT Tiga Raja Mas kembali menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. *




26 Jembatan di Riau Akan Dibangun di Desa Terpencil

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Dengan mengusung tema “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi”. Wakapolda Riau Brigjen Hengky merilis program rencana pembangunan 26 jembatan di desa-desa terpencil di Provinsi Riau.

Rilis program pembangunan 26 jembatan ini digelar Selasa (27/1) di ruang media center Polda Riau. Wakapolda menjelaskan dari 26 jembatan yang akan dibangun, sebanyak 17 diantaranya merupakan jembatan baru dan sembilan di antaranya jembatan yang akan direnovasi.

“Program pembangunan jembatan ini bertujuan membuka akses vital masyarakat, terutama untuk pendidikan, ekonomi, dan keselamatan warga,” kata Brigjen Hengky.

Hengky menjelaskan program pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dan sesuai perintah Kapolri untuk diimplementasikan oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia.

“Fungsi jembatan di bukan hanya sebagai penghubung wilayah. Karena jika sampai terputus, maka akan menyebabkan hidup masyarakat juga terganggu, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas ibadah,” katanya.

Menurutnya, total 26 jembatan yang akan dibangun dan akan direnovasi tersebut didapat melalui hasil kerja tim khusus yang dibentuk melakukan kegiatan verifikasi dan asesmen.

Selain itu, lanjut Hengky, pelaksanaan rencana pembangunan jembatan tersebut dipastikan berbasis kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Total panjang jembatan yang akan dibangun baru dan direnovasi mencapai sekitar 700 meter,” ujar Hengky.

Hengky mencontohkan, kondisi yang dialami warga di Dusun Sumut, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dimana akses ke sekolah dasar harus melewati sungai yang kerap dilintasi buaya. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah wilayah lain, yang membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.

Hengky juga menyatakan, bahwa pelaksanaan rencana pembangunan jembatan tersebut dipastikan berbasis kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Kami membangun bersama masyarakat, mulai dari perencanaan hingga perawatan ke depan,” jelasnya.

Selain jembatan, sejalan dengan program tersebut pihaknya juga akan melakukan renovasi bangunan SD Negeri 020 di wilayah Indragiri Hilir yang kondisinya memprihatinkan dan hanya memiliki satu akses pendidikan bagi warga sekitar.

Untuk diketahui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini melibatkan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Seluruh proses ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan dan segera dapat diresmikan.

“Ini adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat hidup, belajar, dan beraktivitas dengan aman,” pungkas Hengki.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menambahkan, seluruh jembatan tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah jembatan terbanyak, yakni empat jembatan, terdiri dari dua jembatan baru dan dua renovasi.

“Di Kampar ada dua jembatan, Rokan Hulu dua, Rokan Hilir tiga, Indragiri Hilir dua, Siak dua, Pelalawan dua, Dumai satu, Kuantan Singingi dua, Kepulauan Meranti tiga, Polresta Pekanbaru satu, dan Bengkalis dua. Totalnya 26 jembatan,” jelas Kombes I Ketut.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menyebut salah satu jembatan paling mendesak berada di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan panjang mencapai 608 meter. Selama ini, anak-anak sekolah harus menggunakan perahu kecil yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat dan akses utama anak-anak sekolah. Karena volumenya besar, kami melibatkan personel Polri dan masyarakat setempat secara gotong royong,” ungkap Ino.

Hadir pada kegiatan rilis tersebut Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Dir Polairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hemanto, serta Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. (MC Riau)




Rebecca Aurelie Neeson, Siswi SDN 032 Tembilahan Terima Anugerah Penghargaan Award International di IRFW 2026

ARBindonesia.com, PEKANBARU — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SDN 032 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Rebecca Aurelie Neeson, siswi kelas 2, berhasil meraih penghargaan bergengsi MISS INTERNATIONAL CATWALK STAR OF THE YEAR dalam ajang International Riau Fashion Week (IRFW) Season 3, Tahun 2026 yang digelar di Hotel Hollywood, Pekanbaru.

Dalam ajang fashion show internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Singapura. Rebecca tampil memukau dengan membawakan karya dua designer yg berbeda. Busana pertama Rebecca mengenakan gaun mengusung tema Tinkerbell yg unik hasil karya Mardianto (Beunang Atela) asal Pekanbaru.

Gaun tersebut memadukan ke indahan karakter dongeng dengan sentuhan batik Tradisional, menciptakan harmoni dan kreativitas modern. Busana ke dua casual wastra tenun songket Kabupaten Indragiri hilir binaan dari Indragiri hilir, hasil karya designer dari Yenni Rasyada.

Kepala SDN 032 Tembilahan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Rebecca. “Kami sangat mendukung dan bangga bahwa ada siswi kami yang mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat internasional. Semoga prestasi Rebecca menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan bakat di berbagai bidang,” ujarnya.

Dahlia, wali kelas Rebecca, turut mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya sangat senang dan terharu melihat anak didik saya memiliki bakat dan prestasi luar biasa. Rebecca adalah contoh bahwa dengan dukungan dan semangat, anak-anak bisa bersinar di panggung mana pun. Semoga ini menjadi awal dari banyak pencapaian lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, orang tua Rebecca, Benny Aprianto dan Sonya Wulandari, juga menyampaikan rasa syukur dan haru atas pencapaian putri mereka.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Rebecca. Sejak kecil ia sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia fashion dan seni. Kami selalu berusaha mendukung setiap langkahnya, dan melihatnya tampil percaya diri serta diapresiasi di ajang sebesar ini adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi kami sebagai orang tua,” ungkap mereka.

Rebecca tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Tembilahan untuk terus berkarya dan percaya diri menampilkan potensi terbaik mereka.




Dengan Niat dan Tekad, Dua Warga Serang Tempuh Perjalanan Kaki Menuju Tanah Suci

ARBindonesia.com, Dumai — Perjalanan spiritual penuh tekad dan keikhlasan tengah dijalani oleh dua sahabat asal Serang, Banten, yakni Humaedi (42) dan Husain (40). Dengan niat suci menunaikan ibadah umrah, keduanya memilih cara yang tak biasa: berjalan kaki dari Serang menuju Tanah Suci Mekah, Arab Saudi.

Setelah menempuh perjalanan selama 46 hari, Humaedi dan Husain akhirnya tiba di Kota Dumai, Riau, pada Senin (27/1) sore. Mereka memulai perjalanan dari Serang pada 13 Desember 2025. “Kami berjalan kaki dari Serang hingga Dumai, dan alhamdulillah sampai dengan selamat,” ujar Humaedi saat ditemui di sebuah warung kopi di kawasan Rawa Pendek, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Selasa (27/1).

Menurut Humaedi, perjalanan ini bukan sekadar petualangan, melainkan bentuk nyata dari niat yang telah lama mereka tanamkan. “Kami berangkat karena niat. Tujuan kami adalah Tanah Suci Mekah untuk umrah,” ungkapnya, didampingi Husain yang tampak tenang namun penuh semangat.

Keduanya dijadwalkan melanjutkan perjalanan pada Rabu (28/1) dengan menumpang kapal ferry dari Dumai menuju Malaysia. Setibanya di negeri jiran, mereka akan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Singapura, dan dari sana terus menapaki langkah menuju Arab Saudi.

“Kami mohon doa restu dari keluarga dan saudara-saudara kami. Ini bukan sekadar ucapan, tapi niat yang kami wujudkan dengan tindakan nyata,” tutur Humaedi menutup perbincangan, sembari mengucap “Bismillah” sebagai penanda awal dari babak baru perjalanan spiritual mereka.

Langkah kaki mereka mungkin lambat, namun semangat dan keyakinan yang mereka bawa melaju cepat, menembus batas-batas geografis demi satu tujuan: beribadah di Tanah Suci. (Ded)