Haji Herman: Bupati Itu 80 % di Lapangan 20 % Berada di Kantor

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Haji Herman waktu menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) dikenal tegas, terukur dan lincah dalam bekerja.

Kepemimpinannya diakui oleh banyak Masyarakat, karena terbukti telah berhasil merealisasikan pembangunan yang telah direncanakan pemimpin sebelumnya.

Sebelumnya Haji Herman turun langsung ke desa-desa hanya untuk mendengarkan keluhan Masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur saat menjadi Pj Bupati Inhil.

“Beberapa waktu lalu saya turun langsung, saya mendengarkan keluhan Masyarakat sambil berdialog dan berdiskusi,” kata Haji Herman, Jumat (1/11/2024).

Waktu itu Haji Herman melihat langsung kondisi infrastruktur di desa-desa banyak yang sudah tidak layak. Bahkan beberapa pembangunan mangkrak tidak dilanjutkan.

“Banyak saya temukan kondisi jalan, jembatan dan gedung sekolah yang sudah tidak layak digunakan,” papar Calon Bupat Inhil nomor urut 4 itu.

“Sedih saya melihat kampung saya seperti kapal pecah. Itu yang menjadi motivasi saya ingin menjadi Bupati,” sebut putra kelahir Tembilahan itu.

Haji Herman diketahui sudah 8 kali menjadi Kepala Dinas (Kadis) di Kabupaten Meranti, 3 kali menjadi Kadis di Provinsi Riau. Terakhir menjadi Pj Bupati Inhil.

Ayah dua anak itu mengatakan, wilayah Inhil ini sangat luas, maka dari itu bupati harus turun langsung mendengar keluhan Masyarakat agar bisa tau kondisi infrastruktur di perdesaan.

“Bupati itu 80 % di lapangan, 20 % berada di kantor. Jangan hanya mendengarkan laporan dari bawahan,” sebutnya dihadapan Masyarakat.

Lebih lanjut Haji Herman mengatakan, bupati itu harus memperhatikan Masyarakat sebagai kewajiban yang harus dipenuhi seorang pemimpin.

“Wajib memperhatikan nasib mereka. Dengarkan keluh kesahnya, apalagi mengenai kondisi beberapa perkebunan yang saat ini sangat menyediakan,”

Melalui pertemuan dengan Masyarakat tentu saja bisa langsung mendengar terkait pembangunan apa saja yang sudah dilakukan, apa saja yang belum dilakukan dan apa saja yang harus dilakukan kedepan.

“Kebutuhan apa saja yang belum dipenuhi dan yang mana saja yang sudah dipenuhi, dan yang akan dilakukan pemerintah kedepan.” Tutupnya.

Untuk diketahui, Haji Herman berpasangan dengan Yuliantini sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil dengan visi misi yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur, baik bidang kesehatan, pendidikan, pertanian dan perikanan.




Dengan Suara Bergetar, Ferdi – Parto Nyatakan Tak Akan Berkhianat di Tanah Jantan Dumai

ARB INdonesia, DUMAI – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah – H. Soeparto bikin kejutan di Debat Pertama Pilwako Dumai 2024, Jumat (01/11/2024). Pada clossing statement yang berapi-api, bikin yang mendengar merinding karena tak akan berkhianat di tanah jantan, Kota Dumai.

“Bila memang kami di beri amanah untuk memimpin, Insya Allah kami tidak akan khianat untuk kota kelahiran saya ini,” kata Ferdiansyah penuh semangat dengan mata berkaca-kaca.

Ferdi mengemukakan, Ia lahir dan dibesarkan di Kota Dumai. Pasangannya dalam Pilkada Kota Dumai 2024 adalah H. Soeparto. Usianya kini sudah 75 tahun dan sudah tiga perempat atau 50 tahun usianya diabdikan untuk perkembangan Kota Dumai.

“Mohon maaf, jika Allah ta’ala berkehendak, tuhan yang
Maha Kuasa berkeinginan, meninggalpun jasad kami di kubur di Kota Dumai,” kata Ferdi.

Selama 50 tahun itu secara pribadi pak De sudah banyak berbuat untuk Kota Dumai. “Banyak orang sudah tau bahwa beliau sudah mengabdi dan berbakti di Kota Dumai,” papar Ferdi.

Karenanya, kata Ferdi, pak De Parto bukan semata-mata dianggap sebagai wakil. Melainkan sebagai orang tua, panutan sekaligus sebagai penasehat saya.

Yang karenanya pula dalam foto pada surat suara dan alat peraga yang tersebar di seantero Kota Dumai, foto pak de Parto tidak ditempatkan sejajar apalagi di belakang. Melainkan di depan Ferdiansyah.

Ferdi menyatakan secara ekonomi mereka berdua sudah sangat mapan. Sebagai putra daerah, ia bersama pak De Parto tahu betul apa yang akan mereka berdua
perbuat untuk kota Dumai, tanah jantan dimana Ferdi di lahirkan dan sekitar 50 tahun pak De Parto berbuat untuk masyarakat.

“Kami tahu betul apa yang di inginkan Masyarakat Kota Dumai. Bukan hanya pembangunan yang merata, masyarakat kota Dumai ingin sejahtera,” katanya.

Ferdiansyah mengakui bahwa Kota Dumai telah memberikan kesejahteraan bagi mereka berdua. Dan mereka ingin masyarakat Kota Dumai lainnya juga hidup sejahtera.

Karenanya jika terpilih mereka bertekad untuk tidak ada lagi emak-emak yang menangis karena anaknya ingin sekolah, tidak ada lagi ada orang miskin dan anak yatim yang menangis karena menahan lapar dan tidak ada lagi orang cacat yang sedih dan menangis karena kurang perhatian,” kata Ferdi. (*)




Pesan Tersirat dari Busana Ferdi – Parto di Debat Pertama Pilwako Dumai 2024

ARB INdonesia, DUMAI – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai Ferdiansyah SE – H. Soeparto tampil beda pada Debat Pertama Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai 2024, Jumat (01/11/2024) malam di Ballroom Hotel The Zuri Dumai. Mereka berdua tampil dengan gaya anak muda.

Pada malam debat itu, paslon dengan singkatan Ferdiansyah – Soeprato Amanah (Fatonah) ini kompak mengenakan kemeja warga hijau muda dengan kaos putih di dalam, berpeci hitam, celana hitam dan sepatu kets warga hitam.

Penampilan Ferdi dan pak De Parto ini berbeda dengan penampilan keseharian mereka berdua. Ferdiansyah sering mengenakan celana jeans atau cassual dengan kemeja putih atau kaos, sementara pak De Parto mengenakan sarung dengan kemeja batik.

“Kancing kemeja yang dikenakan dibiarkan terbuka dengan lengan baju digulung mengisyaratkan bahwa Pak Ferdiansyah dan Pak De Parto siap menyingsingkan lengan menuntaskan persoalan Kota Dumai,” kata Hariadi Soeparlan, orang dekat Pak De Parto sekaligus jurkam Fatonah.

Gaya busana ini juga mengikuti gaya kebanyakan anak muda. Kaos oblong di dalam dan kemeja di luar dengan kancing dibiarkan terbuka.

Pilihan warga hijau muda pada kemeja yang dikenakan Ferdi dan Pak De Parto juga bukan tanpa alasan. Warga itu digambarkan sebagai bentuk keberpihakan kepada anak muda.

“Pesan yang ingin disampaikan bahwa Fatonah benar-benar memperhatikan anak muda yang menjadi tumpuan kemajuan Kota Dumai di masa yang akan datang dengan cara meningkatkan kualitas SDM dan memberikan kesempatan untuk belajar hingga ke perguruan tinggi,” kata mantan sekretaris Partai Demokrat Dumai ini.

Program peningkatan kualitas SDM itu diantaranya seragam dan LKS gratis untuk tingkat SD dan SMP pada tahun tahun ajaran baru. Kemudian beasiswa kuliah bagi anak-anak Dumai yang berprestasi dan kurang mampu. Kemudian membantu biaya kuliah bagi anak-anak Dumai yang kuliah di perguruan tinggi di Kota Dumai.

Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, Fatonah juga akan meningkatkan kompetensi dengan menggelar sertifikasi dan pelatihan keterampilan yang di butuhkan pasar kerja di Dumai. (*)




Cawako Dumai, Ferdiansyah : Saya Berhutang Budi dengan Orang Miskin

ARB INdonesia, DUMAI – Calon Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah mengaku kesuksesan yang Ia raih dalam berusaha tak terlepas dari kerja keras, doa orang tua dan bantuan orang lain. Salah satunya dari orang miskin yang pernah memberinya makan.

“Saat saya pulang mengolah lahan untuk perkebunan, mobil saya mogok di jalan. Posisinya jauh dari kebun dan jalan besar. Jaringan telpon tak ada. Untungnya ada yang lewat dan membantu,” kata Ferdiansyah dengan mata berkaca-kaca saat Kampanye di Tanjung Penyembal, Rabu (30/10/2024) sore.

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2000. Ketika ia disuruh pulang ke Dumai oleh orang tuanya setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta.

Saat disuruh pulang, bukannya diberi fasilitas enak untuk berusaha. Namun hanya disediakan lahan yang digarap untuk perkebunan dan bibit kelapa sawit.

“Sebagai orang yang sudah lama di kota besar, tugas yang diberikan papa ini awalnya terasa berat. Apalagi saat itu jalan di Kecamatan Sungai Sembilan sangat buruk. Lebih parah dari kubangan kerbau,” katanya.

Ferdi mengaku lima tahun mengalami masa kesulitan itu. Hampir tiap hari tidur di kebun. Kecuali malam Sabtu dan malam Minggu.

“Saat pulang ke rumah itulah, tiba-tiba mobil saya mogok di jalan akibat terpuruk. Hari menjelang malam dan saya sendirian waktu itu,” cerita Ferdi.

Untungnya, selepas Maghrib ada orang yang juga pulang dari kebun naik sepeda motor membonceng istri dan 2 anaknya. Mereka berhenti dan menawarkan pertolongan. Kebetulan gubuk mereka tak jauh dari lokasi mobil Ferdi mogok.

“Lepas Isya mereka mengantarkan makanan untuk makan malam dan menemani saya di mobil sampai pagi. Hingga keesokan harinya, atas jasa warga datang mekanik untuk memperbaiki mobil saya,” terang Ferdi.

Atas pertolongan warga itu, Ferdi berniat membalas jasa. Apalagi saat melihat rumah mereka hanya gubuk dengan dinding gedek dari pelepah kelapa sawit dan atap terpal.

“Saya terkejut. Mereka menolak balas jasa yang saya berikan. Kata mereka, mereka ikhlas membantu. Jujur saya sangat terkesan dengan keikhlasan mereka. Meskipun mereka hidup susah. Saya berhutang Budi dengan orang miskin seperti mereka,” kata Ferdi.

Pengalaman itu menjadikan tekad Ferdi untuk membantu mereka yang hidupnya susah. Dan itu berlangsung hingga saat ini.

Ini pula alasan mengapa Ia dan H. Soeparto menjadikan program insentif bagi yatim piatu, fakir miskin, disabilitas dan lansia sebagai salah satu program utama.

“Mereka punya hak sejahtera yang sama dengan kita. Dengan insentif atau bantuan ekonomi yang lebih merata, akan banyak yang punya harapan untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” kata Ferdi. (*)




Wow! Pembangunan Jalan Lingkungan Desa dan Usaha Tani Jadi Prioritas H Herman – Yuliantini

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Disela-sela kampanye dialogis Calon Bupati Indragiri Hili (Inhil), Haji Herman menyempatkan diri melihat kondisi infrastruktur jalan dibeberapa desa di seluruh kecamatan.

Bersamaan Masyarakat, kali ini Haji Herman menyaksikan jalan jerambah di Dusun Tokolan, Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah pada Kamis, (31/10/2024).

Masyarakat mengharapkan Haji Herman-Yuliantini memprioritaskan pembangunan jerambah Dusun Tokolan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2024-2029.

“Kami sangat berharap kepada Haji Herman dan Yuliantini memprioritaskan pembangunan jalan jerambah di Dusun kami,” ungkap salah seorang tokoh Masyarakat.

Diungkapkan olehnya, jerambah tersebut merupakan akses utama penghubung yang dilalui oleh Masyarakat menuju pasar. Kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak lagi.

“Jembatan jerambah papan ini sudah termakan usia. Kami khawatir jembatan ini rubuh jika dilalui,” terangnya.

Ditempat yang sama, Haji Herman mengungkapkan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur perdesaan sesuai dengan Program Aksi Desa HEBAT serta visi misinya yang pro rakyat.

“Mengenai pembangunan jalan lingkungan dan jembatan perdesaan menjadi program prioritas kami jika terpilih menjadi Bupati Inhil,” terang mantan Pj Bupati Inhil itu.

Calon Bupati nomor urut 4 itu mengungkapkan bahwa selama menjadi Pj Bupati Inhil telah berkeliling mengunjungi desa-desa, kondisi infrastruktur menjadi keluhan utama mereka.

“Saya keliling masuk desa keluar desa hanya untuk mendengarkan keluhan Masyarakat. Infrastruktur jalan, jembatan serta kondisi perkebunan yang menjadi keluhan mereka,” paparnya.

Melalui Program Aksi Desa HEBAT nantinya bukan hanya memprioritaskan jalan lingkungan perdesaan, Haji Herman bersama Yuliantini nantinya juga memprioritaskan jalan usaha tani.

“Kita akan bangun jalan tani agar Masyarakat mudah membawa hasil pertanian dan perikanan dalam rangka mempermudah retribusi hasil lokal,”

Menurut Haji Herman, infrastruktur perdesaan yang menjadi hal utama yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup/perekonomian Masyarakat Inhil.

Untuk diketahui, Haji Herman juga telah melihat langsung kondisi jalan penghubung antar kecamatan, dimana kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan dikeluhkan oleh Masyarakat.

“Termasuk jalan penghubung dari kecamatan ke ibu kota kabupaten, tentu ini menjadi prioritas juga. Karena badan jalan sebagai akses pital perekonomian Masyarakat.” tutupnya.*




Sediakan Ruang Kreatif Bagi Anak Muda Dumai, Ferdi – Parto Bakal Bangun RTH di Semua Kecamatan

ARB INdonesia, DUMAI – Dalam rangka memberikan ruang kreatif yang lebih merata, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah SE dan H. Soeparto bakal membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di semua kecamatan.

“Anak-anak muda kita, generasi Z, butuh wahana untuk berkreasi. Baik itu olahraga, seni budaya dan ekonomi kreatif. Kami jawab dengan kebutuhan itu dengan membangun RTH di semua kecamatan,” kata Ferdiansyah saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) dengan warga di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu (30/10/2024) sore.

Rencana pembangunan RTH yang disampaikan Ferdiansyah ini disambut gemuruh tepuk tangan 300 orang lebih warga yang memadati kediaman pengurus DPD Partai Golkar Dumai, Ponimin.

Rencana membangun RTH di semua kecamatan ini, kata Ferdi juga atas keinginan masyarakat, terutama anak muda dan pelaku UMKM. Karena saat ini hanya ada satu RTH, yakni Taman Bukit Gelanggang yang lokasinya cukup jauh. Terutama di kecamatan Bukit Kapur, Medang Kampai, Sungai Sembilan.

Dilanjutkan Ferdi, RTH yang akan dibangun nantinya akan dilengkapi lapangan olah raga, panggung seni, lapak UMKM, arena bermain anak-anak dan fasilitas WiFi.

Keberadaan RTH ini, lanjut Ferdi akan sangat strategis. Berkaitan erat dengan peningkatan kualitas SDM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembinaan olahraga dan seni budaya.

“Bukan sekedar tempat berinteraksi antar warga, di sana ada lapak untuk pelaku UMKM. Wahana bagi UMKM ini bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan wahana bagi tumbuh kembangnya industri kreatif,” katanya .

Ferdi yakin, jika Paslon nomor urut 2 ini terpilih, pembangunan semua RTH itu akan selesai dalam waktu 5 tahun.

“RTH ini bukan sekedar menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Jauh kedepan kita memang membutuhkan RTH sebagai paru-paru kota akibat tumbuh berkembangnya industri di Kota Dumai,” lanjut Ferdi. (*)