Pesan Tersirat dari Busana Ferdi – Parto di Debat Pertama Pilwako Dumai 2024

ARB INdonesia, DUMAI – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai Ferdiansyah SE – H. Soeparto tampil beda pada Debat Pertama Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai 2024, Jumat (01/11/2024) malam di Ballroom Hotel The Zuri Dumai. Mereka berdua tampil dengan gaya anak muda.

Pada malam debat itu, paslon dengan singkatan Ferdiansyah – Soeprato Amanah (Fatonah) ini kompak mengenakan kemeja warga hijau muda dengan kaos putih di dalam, berpeci hitam, celana hitam dan sepatu kets warga hitam.

Penampilan Ferdi dan pak De Parto ini berbeda dengan penampilan keseharian mereka berdua. Ferdiansyah sering mengenakan celana jeans atau cassual dengan kemeja putih atau kaos, sementara pak De Parto mengenakan sarung dengan kemeja batik.

“Kancing kemeja yang dikenakan dibiarkan terbuka dengan lengan baju digulung mengisyaratkan bahwa Pak Ferdiansyah dan Pak De Parto siap menyingsingkan lengan menuntaskan persoalan Kota Dumai,” kata Hariadi Soeparlan, orang dekat Pak De Parto sekaligus jurkam Fatonah.

Gaya busana ini juga mengikuti gaya kebanyakan anak muda. Kaos oblong di dalam dan kemeja di luar dengan kancing dibiarkan terbuka.

Pilihan warga hijau muda pada kemeja yang dikenakan Ferdi dan Pak De Parto juga bukan tanpa alasan. Warga itu digambarkan sebagai bentuk keberpihakan kepada anak muda.

“Pesan yang ingin disampaikan bahwa Fatonah benar-benar memperhatikan anak muda yang menjadi tumpuan kemajuan Kota Dumai di masa yang akan datang dengan cara meningkatkan kualitas SDM dan memberikan kesempatan untuk belajar hingga ke perguruan tinggi,” kata mantan sekretaris Partai Demokrat Dumai ini.

Program peningkatan kualitas SDM itu diantaranya seragam dan LKS gratis untuk tingkat SD dan SMP pada tahun tahun ajaran baru. Kemudian beasiswa kuliah bagi anak-anak Dumai yang berprestasi dan kurang mampu. Kemudian membantu biaya kuliah bagi anak-anak Dumai yang kuliah di perguruan tinggi di Kota Dumai.

Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, Fatonah juga akan meningkatkan kompetensi dengan menggelar sertifikasi dan pelatihan keterampilan yang di butuhkan pasar kerja di Dumai. (*)




Cawako Dumai, Ferdiansyah : Saya Berhutang Budi dengan Orang Miskin

ARB INdonesia, DUMAI – Calon Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah mengaku kesuksesan yang Ia raih dalam berusaha tak terlepas dari kerja keras, doa orang tua dan bantuan orang lain. Salah satunya dari orang miskin yang pernah memberinya makan.

“Saat saya pulang mengolah lahan untuk perkebunan, mobil saya mogok di jalan. Posisinya jauh dari kebun dan jalan besar. Jaringan telpon tak ada. Untungnya ada yang lewat dan membantu,” kata Ferdiansyah dengan mata berkaca-kaca saat Kampanye di Tanjung Penyembal, Rabu (30/10/2024) sore.

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2000. Ketika ia disuruh pulang ke Dumai oleh orang tuanya setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta.

Saat disuruh pulang, bukannya diberi fasilitas enak untuk berusaha. Namun hanya disediakan lahan yang digarap untuk perkebunan dan bibit kelapa sawit.

“Sebagai orang yang sudah lama di kota besar, tugas yang diberikan papa ini awalnya terasa berat. Apalagi saat itu jalan di Kecamatan Sungai Sembilan sangat buruk. Lebih parah dari kubangan kerbau,” katanya.

Ferdi mengaku lima tahun mengalami masa kesulitan itu. Hampir tiap hari tidur di kebun. Kecuali malam Sabtu dan malam Minggu.

“Saat pulang ke rumah itulah, tiba-tiba mobil saya mogok di jalan akibat terpuruk. Hari menjelang malam dan saya sendirian waktu itu,” cerita Ferdi.

Untungnya, selepas Maghrib ada orang yang juga pulang dari kebun naik sepeda motor membonceng istri dan 2 anaknya. Mereka berhenti dan menawarkan pertolongan. Kebetulan gubuk mereka tak jauh dari lokasi mobil Ferdi mogok.

“Lepas Isya mereka mengantarkan makanan untuk makan malam dan menemani saya di mobil sampai pagi. Hingga keesokan harinya, atas jasa warga datang mekanik untuk memperbaiki mobil saya,” terang Ferdi.

Atas pertolongan warga itu, Ferdi berniat membalas jasa. Apalagi saat melihat rumah mereka hanya gubuk dengan dinding gedek dari pelepah kelapa sawit dan atap terpal.

“Saya terkejut. Mereka menolak balas jasa yang saya berikan. Kata mereka, mereka ikhlas membantu. Jujur saya sangat terkesan dengan keikhlasan mereka. Meskipun mereka hidup susah. Saya berhutang Budi dengan orang miskin seperti mereka,” kata Ferdi.

Pengalaman itu menjadikan tekad Ferdi untuk membantu mereka yang hidupnya susah. Dan itu berlangsung hingga saat ini.

Ini pula alasan mengapa Ia dan H. Soeparto menjadikan program insentif bagi yatim piatu, fakir miskin, disabilitas dan lansia sebagai salah satu program utama.

“Mereka punya hak sejahtera yang sama dengan kita. Dengan insentif atau bantuan ekonomi yang lebih merata, akan banyak yang punya harapan untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” kata Ferdi. (*)




Wow! Pembangunan Jalan Lingkungan Desa dan Usaha Tani Jadi Prioritas H Herman – Yuliantini

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Disela-sela kampanye dialogis Calon Bupati Indragiri Hili (Inhil), Haji Herman menyempatkan diri melihat kondisi infrastruktur jalan dibeberapa desa di seluruh kecamatan.

Bersamaan Masyarakat, kali ini Haji Herman menyaksikan jalan jerambah di Dusun Tokolan, Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah pada Kamis, (31/10/2024).

Masyarakat mengharapkan Haji Herman-Yuliantini memprioritaskan pembangunan jerambah Dusun Tokolan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2024-2029.

“Kami sangat berharap kepada Haji Herman dan Yuliantini memprioritaskan pembangunan jalan jerambah di Dusun kami,” ungkap salah seorang tokoh Masyarakat.

Diungkapkan olehnya, jerambah tersebut merupakan akses utama penghubung yang dilalui oleh Masyarakat menuju pasar. Kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak lagi.

“Jembatan jerambah papan ini sudah termakan usia. Kami khawatir jembatan ini rubuh jika dilalui,” terangnya.

Ditempat yang sama, Haji Herman mengungkapkan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur perdesaan sesuai dengan Program Aksi Desa HEBAT serta visi misinya yang pro rakyat.

“Mengenai pembangunan jalan lingkungan dan jembatan perdesaan menjadi program prioritas kami jika terpilih menjadi Bupati Inhil,” terang mantan Pj Bupati Inhil itu.

Calon Bupati nomor urut 4 itu mengungkapkan bahwa selama menjadi Pj Bupati Inhil telah berkeliling mengunjungi desa-desa, kondisi infrastruktur menjadi keluhan utama mereka.

“Saya keliling masuk desa keluar desa hanya untuk mendengarkan keluhan Masyarakat. Infrastruktur jalan, jembatan serta kondisi perkebunan yang menjadi keluhan mereka,” paparnya.

Melalui Program Aksi Desa HEBAT nantinya bukan hanya memprioritaskan jalan lingkungan perdesaan, Haji Herman bersama Yuliantini nantinya juga memprioritaskan jalan usaha tani.

“Kita akan bangun jalan tani agar Masyarakat mudah membawa hasil pertanian dan perikanan dalam rangka mempermudah retribusi hasil lokal,”

Menurut Haji Herman, infrastruktur perdesaan yang menjadi hal utama yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup/perekonomian Masyarakat Inhil.

Untuk diketahui, Haji Herman juga telah melihat langsung kondisi jalan penghubung antar kecamatan, dimana kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan dikeluhkan oleh Masyarakat.

“Termasuk jalan penghubung dari kecamatan ke ibu kota kabupaten, tentu ini menjadi prioritas juga. Karena badan jalan sebagai akses pital perekonomian Masyarakat.” tutupnya.*




Sediakan Ruang Kreatif Bagi Anak Muda Dumai, Ferdi – Parto Bakal Bangun RTH di Semua Kecamatan

ARB INdonesia, DUMAI – Dalam rangka memberikan ruang kreatif yang lebih merata, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah SE dan H. Soeparto bakal membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di semua kecamatan.

“Anak-anak muda kita, generasi Z, butuh wahana untuk berkreasi. Baik itu olahraga, seni budaya dan ekonomi kreatif. Kami jawab dengan kebutuhan itu dengan membangun RTH di semua kecamatan,” kata Ferdiansyah saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) dengan warga di Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu (30/10/2024) sore.

Rencana pembangunan RTH yang disampaikan Ferdiansyah ini disambut gemuruh tepuk tangan 300 orang lebih warga yang memadati kediaman pengurus DPD Partai Golkar Dumai, Ponimin.

Rencana membangun RTH di semua kecamatan ini, kata Ferdi juga atas keinginan masyarakat, terutama anak muda dan pelaku UMKM. Karena saat ini hanya ada satu RTH, yakni Taman Bukit Gelanggang yang lokasinya cukup jauh. Terutama di kecamatan Bukit Kapur, Medang Kampai, Sungai Sembilan.

Dilanjutkan Ferdi, RTH yang akan dibangun nantinya akan dilengkapi lapangan olah raga, panggung seni, lapak UMKM, arena bermain anak-anak dan fasilitas WiFi.

Keberadaan RTH ini, lanjut Ferdi akan sangat strategis. Berkaitan erat dengan peningkatan kualitas SDM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembinaan olahraga dan seni budaya.

“Bukan sekedar tempat berinteraksi antar warga, di sana ada lapak untuk pelaku UMKM. Wahana bagi UMKM ini bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan wahana bagi tumbuh kembangnya industri kreatif,” katanya .

Ferdi yakin, jika Paslon nomor urut 2 ini terpilih, pembangunan semua RTH itu akan selesai dalam waktu 5 tahun.

“RTH ini bukan sekedar menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Jauh kedepan kita memang membutuhkan RTH sebagai paru-paru kota akibat tumbuh berkembangnya industri di Kota Dumai,” lanjut Ferdi. (*)




Ungkap Keberpihakan di Pilkada, H Zainal Sebut Cabub Inhil H Herman Sosok Berwibawa dan Karismatik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Salah seorang tokoh Masyarakat Desa Sepakat Jaya Kecamatan Mandah, Haji Zainal mengungkapkan isi hatinya kepada Haji Herman Calon Bupati Indragiri Hili (Inhil).

Haji Zainal menguatkan hati untuk mengungkapkan isi hati keberpihakannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 ini untuk memilih Calon Bupati Inhil Haji Herman yang berpasangan dengan Yuliantini.

“Saya jatuh hati kepada sosok Haji Herman yang sangat berwibawa dan karismatik,” kata Haji Zainal saat kata sambutan di kampanye dialogis Calon Bupati nomor urut 4 itu, Kamis (31/10/2024) pagi.

Haji Zainal menceritakan pertama kali bertemu dengan Haji Herman di sebuah majelis serta acara haul Syaikh Abdul Kadir di Kecamatan Kempas tepatnya di Kilo 8 yang dihadiri alim ulama se Inhil.

“Saya pernah ketemu dengan Haji Herman diacara haul di Kilo 8. Beliau duduk bersama orang-orang alim berserta penceramah Habib dari Tanggerang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Zainal mengungkapkan, saat acara haul Syaikh Abdul Kadir saat itu, kondisi cuaca hujan lebat. Namun Haji Herman tetap hadir di tengah-tengah alim ulama serta ribuan warga.

“Beliau hadir di tengah-tengah warga walaupun saat itu hujan sangat lebat. Namun beliau menyempatkan diri untuk hadir,”

“Tentu saja dengan kehadiran beliau waktu itu, saya menilai beliau sangat peduli dengan ulama-ulama kita,” sambungnya menjelaskan.

Sosok Haji Herman inilah yang sangat didambakan oleh Masyarakat Inhil, cocok menjadi pemimpin karena dekat dengan alim ulama. Bahkan Haji Herman mau mendengar nasihat alim ulama.

“Beliau ini mendengar nasihat alim ulama, contohnya membongkar warung remang-remang di Kota Tembilahan,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Kampanye Inhil Hebat Kecamatan Mandah, Tarmizi menceritakan latar belakang Haji Herman dan Yuliantini sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil.

“Beliau (Haji Herman_red) adalah mantan Pj Bupati Inhil yang saya kenal sangat tegas dan berkerja cepat,” ungkapnya.

Latar belakang Haji Herman merupakan ASN, pernah pertugas selama 13 tahun di Kabupaten Meranti sebanyak 8 kali pernah menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis).

“8 kali menjadi Kadis di Meranti. Karena rekam jejak dan berprestasi, Haji Herman ditarik ke Provinsi Riau menjadi Kadis ESDM,” ungkapnya.

Maka dari itu, Tarmizi menghimbau kepada warga untuk memilih Paslon nomor urut 4, karena Haji Herman dinilai mampu memimpin Inhil, paham dengan dunia birokrasi.

“Mencari calon pemimpin itu harus memiliki rekam jejak dan pengambilan yang baik. Haji Herman lah yang paham dengan kepemerintahan daerah, mulai dari pelaksanaan infrastruktur, pertanian, perkebunan dll,” terangnya.

Selanjutnya Yuliantini yang merupakan Calon Wakil Bupati Inhil. Yuliantini merupakan seorang politisi dari Partai Golkar yang telah terpilih terpilih 5 periode menjadi Anggota DPRD Inhil.

“Yuliantini sudah 20 tahun menjadi anggota DPRD. Tentu saja antara birokrasi dan politisi saling berkolaborasi mampu membangun Inhil yang lebih baik,” pesannya.

Terakhir Tarmizi mengatakan, untuk penyaluran hak pilih pada 27 November 2024 nanti, diharapkan suara Masyarakat Mandah untuk menghantarkan Haji Herman-Yuliantini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2024-2029.

“Jangan kelain hati lagi, tetap coblos Haji Herman yang berpasangan dengan Yuliantini.” Tutupnya. *




Ferdi – Parto Bakal Gratiskan Biaya Kuliah di Perguruan Tinggi Dumai

ARB INdonesia, DUMAI – Langkah besar untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Kota Dumai akan dilakukan Ferdiansyah SE dan H. Soeparto jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai periode 2025-2030. Mereka akan menggratiskan biaya kuliah bagi anak-anak Dumai yang kuliah di tujuh perguruan tinggi di Dumai.

“Sudah kami data dan hitung. Rata-rata setiap tahun ada sekitar lima ratus tamatan SMA sederajat yang kuliah di Dumai. Kalaupun nantinya dengan program ini jumlah yang kuliah di Dumai naik sampai seribu orang pertahun, anggaran yang dibutuhkan kurang dari 20 Milyar pertahun,” kata Calon Wali Kota Dumai Ferdiansyah.

Ferdi mengungkapkan hal itu saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) dengan seribuan warga di Jalan Hidayat dekat Perumahan ASN Pemko Dumai Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur, Selasa (29/10/2024) malam.

Hadir pada pertemuan tersebut Wali Kota Dumai periode 2004 – 2009 dan periode 2014 – 2019, H. Zulkifli AS, Ketua Relawan Fatonah Hendri Sandra, Mantan kepala Disdukcapil Dumai Suardi dan sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai suku.

Dengan adanya program ini, kata Ferdi, idak ada lagi siswa di Kota Dumai yang harus menghentikan pendidikan mereka hanya sampai SMA sederajat karena kendala biaya.

“Kalau pun nanti jumlah yang kuliah ternyata lebih banyak, atau anggaran yang tersedia tidak cukup, mungkin tidak kita berikan secara penuh atau ada kriteria tertentu. Yang jelas anak-anak Dumai harus kita berikan akses belajar di perguruan tinggi,” katanya.

Program ini, lanjut Ferdi, merupakan salah satu program untuk meningkatkan kualitas SDM Kota Dumai. Yakni memberikan jaminan pendidikan tanpa kendala biaya.

Mengapa hanya di perguruan tinggi di Dumai ? Bagaimana dengan yang kuliah di luar Kota Dumai atau di perguruan tinggi favorit ?

Anak-anak Dumai yang kuliah di Dumai tidak perlu keluar biaya makan dan tempat tinggal atau kos-kosan. Karena mereka tinggal bersama orang tua atau keluarga. Berbeda dengan mereka yang kuliah di luar Kota Dumai.

“Namun demikian, tetap disediakan anggarannya. Kami hitung sekitar 10 Milyar pertahun. Itu akan kami berikan kepada mereka yang berprestasi. Beasiswa penuh ditujukan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu tapi berprestasi,” kata Ferdi.

Biaya kuliah gratis di Perguruan Tinggi Dumai ini hanya dibatasi selama 8 semester. Ini dimaksudkan agar mahasiswa yang memperoleh bantuan biaya pendidikan selesai tepat waktu.

“Sedangkan untuk yang kuliah di luar Kota Dumai hanya diberikan kepada mereka yang prestasinya sesuai standar minimal yang ditetapkan. Dibawah itu akan kita berikan. Paham kan maksudnya,” kata Ferdi.

Program kuliah gratis di Dumai, lanjut Ferdi, mempunyai dampak ganda. Di satu sisi memberikan akses anak-anak Dumai untuk belajar di perguruan tinggi, di sisi lain mendorong perguruan tinggi di Dumai untuk meningkatkan kualitasnya.

“Perguruan tinggi di Dumai kita dorong menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan terakreditasi. Jika ini tercapai, akan banyak orang dari luar yang kuliah di Dumai. Secara ekonomi, Multiplayer effect – nya besar sekali. Kos-kosan, kuliner, loundry dan lain-lain akan jadi sumber pendapatan masyarakat,” katanya.

Saat ini ada 7 perguruan tinggi di Dumai. Yakni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lqncang Kuning, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Dumai, Universitas Dumai,
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tafaqquh Fiddin, Akademi Keperawatan (Akper) Sri Bunga Tanjung, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tuah Negeri.

“Dari tujuh perguruan tinggi di Dumai kami harapkan nantinya ada yang membuka jurusan atau prodi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri di Dumai,” harap Ferdi. (*)