Wah! Tim Pemenangan Inhil Hebat Kecamatan Keritang Tambal Jalan Berlubang

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Keluhan warga mengenai jalan yang berlubang Tim Pemenang kecamatan Keritang gerak cepat untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

Dimana jalan diberberpa titik yang menjadi keluhan masyarakat tersebut di Desa Kotabaru Seberida, langsung di timbun bersama tim Pemenangan Inhil HEBAT kecamatan Keritang.

Ketua Tim Pemenang Inhil Hebat kecamatan Keritang H Usman mengatakan bahwa, tentang persoalan jalan penghubung antar beberapa desa didaerah itu yang rusak parah terjawab sudah. Pasalnya jalan tersebut sudah dilakukan penimbunan oleh Tim Pemenangan vPaslon Cabup-Cawabup H Herman dan Yuliantini secara pribadi.

“Alhamdulillah, kita bergotong royong, untuk bantuan tentunya itu pribadi dari tim pemenangan H Herman dan Yuliantini kecamatan Keritang,” ujar H Usman kepada awak media, Ahad (03/11/2024).

Salah seorang masyarakat yang melintas di jalan tersebut mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pasangan H Herman dan Yuliantini terutama tim pemenangan kecamatan Keritang atas bantuan perbaikan jalan tersebut.

“Kami mewakili seluruh masyarakat di sini mengucapkan ribuan terima kasih kepada Paslon nomor urut 4 dan Tim kecamatan Keritang atas bantuan ini, ” kata tokoh pemuda yang sering disapa Bujang.

Menurutnya, belum ada paslon yang secara nyata berbuat seperti ini. “Kebanyakan, hanya sebatas janji. Atas respon dan kesungguhannya, kami siap memenangkan pasangan Inhil Hebat H Herman dan Yuliantini di wilayahnya,” sebutnya.




Menolak Lupa, Semua Keluhan Masyarakat Tercatat Dalam Buku Pribadi H Herman

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Calon Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Haji Herman, selalu tampak membawa buku pribadi disetiap kunjungan serta kegiatan kampanye dialogis di semua desa se Inhil.

Buku tersebut digunakannya untuk mencatat semua keluhan Masyarakat, baik mengenai kondisi infrastruktur, perkebunan, pendidikan hingga mengenai kondisi perekonomian Masyarakat.

Semua keluhan dan permintaan Masyarakat dirangkum dalam satu buku pribadinya, agar ketika terpilih menjadi Bupati Inhil pada 27 November 2024 nanti bisa melihat kembali apa saja permintaan Masyarakat.

“Semua aspirasi, baik itu keluhan mengenai Infrastruktur, kondisi perkebunan dan lainnya saya catat agar nantinya saya bisa merealisasikan permintaan Masyarakat,” kata Haji Herman disela kampanye dialogis di Pulau Burung, Sabtu (2/11/2024).

Dikatakan Haji Herman, dengan mencatat semua keluhan dan permainan Masyarakat, nantinya bisa dibuka kembali yang mana menjadi prioritas utama. Karena tidak semua aspirasi Masyarakat bisa diingat olehnya.

“Dari semua titik kunjungan dan kampanye, semua keluhan saya catat. Kalau tidak dicatat tidak akan ingat dikemudian hari,” sambungnya menjelaskan.

Dari kegiatan kampanye dialogis Calon Bupati Inhil nomor urut 4 itu, Masyarakat banyak mengeluhkan kondisi infrastruktur, baik badan jalan, jembatan, gedung sekolah serta kondisi perkebunan kelapa. Berikut beberapa rangkuman keluhan Masyarakat.

Seperti yang disampaikan Masyarakat Dusun II Karyawan mengeluhkan badan jalan yang sudah puluh tahun belum ada dilakukan perbaikan dari pemerintah. Padahal akses jalan tersebut penghubung Tempuling menuju Kecamatan Mandah.

Begitu juga Masyarakat Tokolan mengeluhkan kondisi jembatan jerambah yang saat ini sudah lapuk termakan usia. Padahal jembatan tersebut merupakan akses utama Masyarakat menuju ke pasar dan ibu kota desa.

Selanjutnya Masyarakat Pulau Burung menyampaikan keluhan kepada Haji Herman mengenai kondisi perkebunan kelapa mereka. Ada beberapa lokasi kondisi kebun kelapa milik orang tuanya rusak parah terdampak abrasi.

Masih di Pulau Burung, tempat Desa Manunggal Jaya, petani nenas mengeluhkan adanya monopoli harga dari pihak perusahaan. Dimana nanas grat A dihargai Rp1.500, sedangkan yang grat C Rp500 perak.

Bukan hanya masalah harga jual. Petani nanas juga mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Padahal mereka berharap pupuk bersubsidi mampu membantu petani nanas setempat.

Semua keluhan Masyarakat itu dicatat oleh Haji Herman disatu buku pegangannya yang berwarna coklat terselip satu buah pena tinta. Buku itu selalu diteteng Haji Herman jika mengunjungi Masyarakat disetiap desa.

Informasi tambahan, sejak ditunjuk sebagai Pj Bupati Inhil, Haji Herman memang selalu terlihat turun ke desa-desa di setiap kecamatan. Dia langsung mendengar keluhan Masyarakat sambil berdialog dan berdiskusi.

Tujuan Haji Herman turun langsung ke desa-desa sambil menampung semua aspirasi Masyarakat, dia juga melihat langsung kondisi infrastruktur serta kondisi perkebun Masyarakat. Karena Haji Herman tidak mau hanya mendengarkan laporan dari bawahannya. *




Terimakasih H Herman Telah Merealisasikan Jaringan Listrik di Pulau Burung

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Warga Desa Manunggal Jaya Kecamatan Pulau Burung mengucapkan terimakasih kepada Haji Herman terlah berkontribusi merealisasikan jaringan listrik.

“Ribuan terimakasih kami ucapkan kepada Haji Herman yang telah berupaya merealisasikan pembangunan jaringan listrik di Pulau Burung,” kata Suroto, Sabtu (2/11/2024).

Diungkapkan Suroto, sudah puluhan tahun hidup di Pulau Burung, belum ada realisasi pembangunan jaringan listrik. Namun hadirnya Haji Herman mampu merealisasikan jaringan listrik.

“Sudah puluhan tahun saya hidup di sini, baru kali ini mendapatkan berita gembira dari Haji Herman,” ungkapnya.

Sementara itu, Haji Herman mengungkapkan bahwa saat ini tiang dan kabel listrik sudah tiba di Kecamatan Belengkong dan Pulau Burung. Pekerja masih melakukan proses pembangunan jaringan listrik.

“Material sudah masuk, tinggal prosesnya saja lagi,” terang Calon Bupati Inhil nomor urut 4 itu.

Lebih lanjut mantan Pj Bupati Inhil itu mengatakan, jika pemasangan tiang dan kabel listrik sudah selesai, dipastikan jaringan listrik akan teraliri dari kabel induk menuju Kecamatan Belengkong dan Pulau Burung.

Dari dua kecamatan tersebut, sepanjang 11 kilo meter menerangi 7 desa di Kecamatan Teluk Belengkong dan 11 Desa di Kecamatan Pulau Burung akan segera teraliri listrik 24 jam.

“Dua kecamatan ini akan menikmati listrik 24 jam,” ungkap mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau itu.

Mengenai pembangunan jaringan listrik, bukan pencitraan/sekedar menkliam untuk kepentingan politik. Namun Haji Herman sejak menjadi Kadis ESDM waktu itu meneken anggaran pembangunan jaringan listrik tersebut.

“Waktu itu saya yang meneken anggarannya. Jadi saya pantau sampai dengan terealisasinya pembangunan jaringan listrik ini,” jelasnya.

Bahkan Haji Herman telah menemui Manajer PLN wilayah Riau beberapa waktu lalu. Diungkapkan Manajer PLN bahwa pembangunan jaringan listrikditargetkan akhir bulan Desember 2024 ini akan rampung.

“Berkat pertemuan kita dengan Manajer PLN wilayah Riau dan Kepri sepakat kita merealisasikan pembangunan jaringan listrik ini. Ditargetkan akhir Desember sudah selesai,”

“Terimakasih menajer PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau telah melakukan percepatan pembangunan jaringan listrik ini.” Tutupnya.




Haji Herman: Bupati Itu 80 % di Lapangan 20 % Berada di Kantor

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Haji Herman waktu menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) dikenal tegas, terukur dan lincah dalam bekerja.

Kepemimpinannya diakui oleh banyak Masyarakat, karena terbukti telah berhasil merealisasikan pembangunan yang telah direncanakan pemimpin sebelumnya.

Sebelumnya Haji Herman turun langsung ke desa-desa hanya untuk mendengarkan keluhan Masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur saat menjadi Pj Bupati Inhil.

“Beberapa waktu lalu saya turun langsung, saya mendengarkan keluhan Masyarakat sambil berdialog dan berdiskusi,” kata Haji Herman, Jumat (1/11/2024).

Waktu itu Haji Herman melihat langsung kondisi infrastruktur di desa-desa banyak yang sudah tidak layak. Bahkan beberapa pembangunan mangkrak tidak dilanjutkan.

“Banyak saya temukan kondisi jalan, jembatan dan gedung sekolah yang sudah tidak layak digunakan,” papar Calon Bupat Inhil nomor urut 4 itu.

“Sedih saya melihat kampung saya seperti kapal pecah. Itu yang menjadi motivasi saya ingin menjadi Bupati,” sebut putra kelahir Tembilahan itu.

Haji Herman diketahui sudah 8 kali menjadi Kepala Dinas (Kadis) di Kabupaten Meranti, 3 kali menjadi Kadis di Provinsi Riau. Terakhir menjadi Pj Bupati Inhil.

Ayah dua anak itu mengatakan, wilayah Inhil ini sangat luas, maka dari itu bupati harus turun langsung mendengar keluhan Masyarakat agar bisa tau kondisi infrastruktur di perdesaan.

“Bupati itu 80 % di lapangan, 20 % berada di kantor. Jangan hanya mendengarkan laporan dari bawahan,” sebutnya dihadapan Masyarakat.

Lebih lanjut Haji Herman mengatakan, bupati itu harus memperhatikan Masyarakat sebagai kewajiban yang harus dipenuhi seorang pemimpin.

“Wajib memperhatikan nasib mereka. Dengarkan keluh kesahnya, apalagi mengenai kondisi beberapa perkebunan yang saat ini sangat menyediakan,”

Melalui pertemuan dengan Masyarakat tentu saja bisa langsung mendengar terkait pembangunan apa saja yang sudah dilakukan, apa saja yang belum dilakukan dan apa saja yang harus dilakukan kedepan.

“Kebutuhan apa saja yang belum dipenuhi dan yang mana saja yang sudah dipenuhi, dan yang akan dilakukan pemerintah kedepan.” Tutupnya.

Untuk diketahui, Haji Herman berpasangan dengan Yuliantini sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil dengan visi misi yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur, baik bidang kesehatan, pendidikan, pertanian dan perikanan.




Dengan Suara Bergetar, Ferdi – Parto Nyatakan Tak Akan Berkhianat di Tanah Jantan Dumai

ARB INdonesia, DUMAI – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah – H. Soeparto bikin kejutan di Debat Pertama Pilwako Dumai 2024, Jumat (01/11/2024). Pada clossing statement yang berapi-api, bikin yang mendengar merinding karena tak akan berkhianat di tanah jantan, Kota Dumai.

“Bila memang kami di beri amanah untuk memimpin, Insya Allah kami tidak akan khianat untuk kota kelahiran saya ini,” kata Ferdiansyah penuh semangat dengan mata berkaca-kaca.

Ferdi mengemukakan, Ia lahir dan dibesarkan di Kota Dumai. Pasangannya dalam Pilkada Kota Dumai 2024 adalah H. Soeparto. Usianya kini sudah 75 tahun dan sudah tiga perempat atau 50 tahun usianya diabdikan untuk perkembangan Kota Dumai.

“Mohon maaf, jika Allah ta’ala berkehendak, tuhan yang
Maha Kuasa berkeinginan, meninggalpun jasad kami di kubur di Kota Dumai,” kata Ferdi.

Selama 50 tahun itu secara pribadi pak De sudah banyak berbuat untuk Kota Dumai. “Banyak orang sudah tau bahwa beliau sudah mengabdi dan berbakti di Kota Dumai,” papar Ferdi.

Karenanya, kata Ferdi, pak De Parto bukan semata-mata dianggap sebagai wakil. Melainkan sebagai orang tua, panutan sekaligus sebagai penasehat saya.

Yang karenanya pula dalam foto pada surat suara dan alat peraga yang tersebar di seantero Kota Dumai, foto pak de Parto tidak ditempatkan sejajar apalagi di belakang. Melainkan di depan Ferdiansyah.

Ferdi menyatakan secara ekonomi mereka berdua sudah sangat mapan. Sebagai putra daerah, ia bersama pak De Parto tahu betul apa yang akan mereka berdua
perbuat untuk kota Dumai, tanah jantan dimana Ferdi di lahirkan dan sekitar 50 tahun pak De Parto berbuat untuk masyarakat.

“Kami tahu betul apa yang di inginkan Masyarakat Kota Dumai. Bukan hanya pembangunan yang merata, masyarakat kota Dumai ingin sejahtera,” katanya.

Ferdiansyah mengakui bahwa Kota Dumai telah memberikan kesejahteraan bagi mereka berdua. Dan mereka ingin masyarakat Kota Dumai lainnya juga hidup sejahtera.

Karenanya jika terpilih mereka bertekad untuk tidak ada lagi emak-emak yang menangis karena anaknya ingin sekolah, tidak ada lagi ada orang miskin dan anak yatim yang menangis karena menahan lapar dan tidak ada lagi orang cacat yang sedih dan menangis karena kurang perhatian,” kata Ferdi. (*)




Pesan Tersirat dari Busana Ferdi – Parto di Debat Pertama Pilwako Dumai 2024

ARB INdonesia, DUMAI – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai Ferdiansyah SE – H. Soeparto tampil beda pada Debat Pertama Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai 2024, Jumat (01/11/2024) malam di Ballroom Hotel The Zuri Dumai. Mereka berdua tampil dengan gaya anak muda.

Pada malam debat itu, paslon dengan singkatan Ferdiansyah – Soeprato Amanah (Fatonah) ini kompak mengenakan kemeja warga hijau muda dengan kaos putih di dalam, berpeci hitam, celana hitam dan sepatu kets warga hitam.

Penampilan Ferdi dan pak De Parto ini berbeda dengan penampilan keseharian mereka berdua. Ferdiansyah sering mengenakan celana jeans atau cassual dengan kemeja putih atau kaos, sementara pak De Parto mengenakan sarung dengan kemeja batik.

“Kancing kemeja yang dikenakan dibiarkan terbuka dengan lengan baju digulung mengisyaratkan bahwa Pak Ferdiansyah dan Pak De Parto siap menyingsingkan lengan menuntaskan persoalan Kota Dumai,” kata Hariadi Soeparlan, orang dekat Pak De Parto sekaligus jurkam Fatonah.

Gaya busana ini juga mengikuti gaya kebanyakan anak muda. Kaos oblong di dalam dan kemeja di luar dengan kancing dibiarkan terbuka.

Pilihan warga hijau muda pada kemeja yang dikenakan Ferdi dan Pak De Parto juga bukan tanpa alasan. Warga itu digambarkan sebagai bentuk keberpihakan kepada anak muda.

“Pesan yang ingin disampaikan bahwa Fatonah benar-benar memperhatikan anak muda yang menjadi tumpuan kemajuan Kota Dumai di masa yang akan datang dengan cara meningkatkan kualitas SDM dan memberikan kesempatan untuk belajar hingga ke perguruan tinggi,” kata mantan sekretaris Partai Demokrat Dumai ini.

Program peningkatan kualitas SDM itu diantaranya seragam dan LKS gratis untuk tingkat SD dan SMP pada tahun tahun ajaran baru. Kemudian beasiswa kuliah bagi anak-anak Dumai yang berprestasi dan kurang mampu. Kemudian membantu biaya kuliah bagi anak-anak Dumai yang kuliah di perguruan tinggi di Kota Dumai.

Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, Fatonah juga akan meningkatkan kompetensi dengan menggelar sertifikasi dan pelatihan keterampilan yang di butuhkan pasar kerja di Dumai. (*)