Warga Kelurahan Laksmana Tumpah Kunjungi Kediaman Omak Ferdiansyah

ARB INdonesia, DUMAI – Lebih dari seribu warga menghadiri Pertemuan Tatap Muka dengan Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Kota Dumai nomor urut 2, Ferdianyah SE – H. Soeparto (Fatonah) di kediaman omak (ibu) Ferdiansyah di Jalan Cendrawasih, RT 03 Kelurahan Laksmana Kecamatan Dumai Kota, Sabtu (09/11/2024) petang.

Rumah omak Ferdiansyah yang dijadikan Rumah Kemenangan Fatonah, merupakan rumah dimana Ferdiansyah dan tiga orang saudaranya lahir dan dibesarkan, menjalani masa-masa pertumbuhan dan masa remaja.

“Sehingga akhirnya saat SMA melakukan pendidikan di Jogjakarta dan Kuliah di Universitas Trisakti Jakarta,” kata Ferdi.

Ia pun mengenang masa-masa kecil mengaji di Mushalla Almisak (sekarang Masjid Almisak), mandi di Sungai Dumai dan bermain di Hutan Bakau. Ia juga merasakan pergi sekolah jalan kaki saat belajar di SD Buluh Kasap.

Ramainya warga yang hadir pada kampanye tersebut, terlihat dari jumlah kursi yang disediakan sebanyak 1.500 unit yang hampir terisi penuh. Absen hadir mencapai 1.106 orang.

“Kami menyediakan tempat duduk untuk 1.500 orang. Alhamdulillah hampir terisi penuh. Kegiatan ini khusus untuk warga Kelurahan Laksmana,” terang penanggungjawab kegiatan, Andri Prawira.

Selain dihadiri langsung Calon Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdianyah, kampanye dialogis itu juga dihadiri langsung ibunda Ferdiansyah Hj. Ani, puluhan tokoh masyarakat Kelurahan Laksmana.

Bertindak selaku juru kampanye, Wali Kota Dumai 2004 – 2019 dan 2015 – 2020 H. Zulkifli AS, Ustadz Lukman Syarif, Ketua Relawan Fatonah Hendri Sandra dan sejumlah pengurus harian DPD II Partai Golkar Kota Dumai. (*)




Ratusan Emak-emak Menitikkan Air Mata Saat Ferdiansyah Cerita Soal Restu Emak

ARB INdonesia, DUMAI – Lebih dari seribu warga menghadiri Pertemuan Tatap Muka dengan Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Kota Dumai nomor urut 2, Ferdianyah SE – H. Soeparto (Fatonah) di kediaman omak (ibu) Ferdiansyah di Jalan Cendrawasih, RT 03 Kelurahan Laksmana Kecamatan Dumai Kota, Sabtu (09/11/2024) petang.

Rumah omak Ferdiansyah yang dijadikan Rumah Kemenangan Fatonah, merupakan rumah dimana Ferdiansyah dan tiga orang saudaranya lahir dan dibesarkan, menjalani masa-masa pertumbuhan dan masa remaja.

“Sehingga akhirnya saat SMA melakukan pendidikan di Jogjakarta dan Kuliah di Universitas Trisakti Jakarta,” kata Ferdi.

Ia pun mengenang masa-masa kecil mengaji di Mushalla Almisak (sekarang Masjid Almisak), mandi di Sungai Dumai dan bermain di Hutan Bakau. Ia juga merasakan pergi sekolah jalan kaki saat belajar di SD Buluh Kasap.

Ramainya warga yang hadir pada kampanye tersebut, terlihat dari jumlah kursi yang disediakan sebanyak 1.500 unit yang hampir terisi penuh. Absen hadir mencapai 1.106 orang.

“Kami menyediakan tempat duduk untuk 1.500 orang. Alhamdulillah hampir terisi penuh. Kegiatan ini khusus untuk warga Kelurahan Laksmana,” terang penanggungjawab kegiatan, Andri Prawira.

Selain dihadiri langsung Calon Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdianyah, kampanye dialogis itu juga dihadiri langsung ibunda Ferdiansyah Hj. Ani, puluhan tokoh masyarakat Kelurahan Laksmana.

Bertindak selaku juru kampanye, Wali Kota Dumai 2004 – 2019 dan 2015 – 2020 H. Zulkifli AS, Ustadz Lukman Syarif, Ketua Relawan Fatonah Hendri Sandra dan sejumlah pengurus harian DPD II Partai Golkar Kota Dumai. (*)




Usai Pertemukan Ferdiansyah dan UAS, Ustadz Lukman Syarif Jadi Jurkam Fatonah

ARB INdonesia, DUMAI – Usai mempertemukan Calon Wali Kota Dumai Ferdiansyah dengan Ustadz Abdul Somad, kini Ustadz Lukman Syarif menautkan dukungannya ke Paslon Ferdiansyah – H. Soeparto. Bahkan Ustadz Lukman Syarif turun langsung menjadi Juru Kampanye.

“Alhamdulillah kini Ustadz Lukman Syarif bersama kita, Fatonah. Bahkan hingga akhir masa kampanye, Insya Allah Ustadz Lukman Syarif akan turun langsung menjadi Jurkam,” kata H. Zulkifli AS, Jurkam Fatonah.

Mantan Wali Kota Dumai 2004 – 2009 dan 2015 – 2020 mengatakan kesediaan pria yang lahir dan besar di Jalan Baru itu pada kampanye dialogis di Rumah Kemenangan Fatonah atau rumah omak Ferdiansyah di jalan Cendrawasih RT 03 Kelurahan Laksmana Kecamatan Dumai Kota, Sabtu (09/11/2024).

Dihadapan seribuan warga kelurahan Laksmana yang menghadiri kampanye dialogis itu, Zul As dan Ustadz Lukman Syarif sama-sama tertarik karena visi misinya yang memprioritaskan peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat.

“Di sisi lain, baik Ferdianyah maupun pak de Parto itu secara ekonomi sudah sangat mapan dan selesai dengan dirinya sendiri. Keduanya juga terkenal dermawan dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” tutur Zul AS.

Ustadz Lukman Syarif yang pada sore ini perdana tampil sebagai juru kampanye mengawali kampanyenya dengan sebait pantun.

“Kalau tuan makan kuini, jangan lupa makan mangga. Kalau tuan dan tuan tak ingin terus begini, jangan lupa pilih nomor dua,” kata ULS, sapaan Ustadz Lukman Syarif.

Alumni Ponpes Gontor dan International Islamic University Malaysia ini mengajak warga Dumai untuk memilih Ferdianyah – H. Soeparto. Karena keduanya memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Kota Dumai.

“Ferdiansyah lahir dan besar di Dumai, sedangkan H. Soeparto sekitar 50 tahun tinggal di Dumai. Mereka tau betul perkembangan Kota Dumai dan apa yang akan diperbuat untuk Kota Dumai,” pungkas ULS. (*)




Bukan Sekedar Membantu, Begini Multiplier Effect Seragam Gratis Ferdi – Parto

ARB INdonesia, DUMAI – Program pemberian seragam gratis bagi murid SD dan SMP pada tahun ajaran baru yang digagas pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah SE dan H. Soeparto, ternyata bukan sekedar membantu dan meringankan beban orang tua.

“Selain membantu masyarakat agar wajib belajar 9 tahun berjalan lancar, secara ekonomi juga memiliki multiplier yang besar,” kata Calon Wali Kota Dumai nomor urut 2 Ferdiansyah SE, saat pertemuan tatap muda dengan warga Jalan Garuda kelurahan Kampung Baru, kecamatan Bukit Kapur, Kamis (07/11/2024)

Ferdi menyebut setidaknya ada dua dampak. Pertama, uang yang harus dikeluarkan untuk baju seragam itu, bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa jadi merupakan modal yang seharusnya diputar dan dikembangkan untuk usaha.

“Seragam gratis itu pada kisaran harga 1,2 juta hingga 1,5 juta. Bagi petani, ini bisa untuk membeli pupuk atau bibit. Setelah panen, hasilnya tentu akan berlipat. Begitu juga dengan pelaku UMKM, dengan uang segitu bisa untuk modal pembelian bahan baku,” katanya.

Yang kedua, lanjut Ferdi, baju seragam itu nantinya diharapkan dikerjakan oleh para penjahit di Kota Dumai. Sekira 50 sampai 80 penjahit akan terlibat dalam pembuatan seragam tersebut.

“Para penjahit akan mendapatkan order dan menghasilkan uang. Karena mereka berdomisili di Dumai, mereka akan belanjakan uangnya di Kota Dumai. Terjadi perputaran ekonomi,” terang Ferdi.

Setahun, program seragam gratis ini membutuhkan anggaran sekitar 25 Milyar. Uang yang dikeluarkan Pemko Dumai melalui APBD itu tidak lari keluar Dumai, tetapi berputar di Kota Dumai dan berperan meningkatkan income perkapita dan PDRB.

“Kami sudah hitung, program seragam dan LKS gratis tidak sampai 30 milyar setahun. Jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya perjalanan dinas yang mencapai ratusan milyar,” tutup Ferdi. (*)




Elektabilitas Ferdi – Parto 59 Persen, Kemenangan di Depan Mata

ARB INdonesia, DUMAI – Elektabilitas Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai, Ferdiansyah SE – H. Soeparto (FATONAH) mencapai 58,9 % dalam survei yang dilaksanakan akhir Oktober 2024.

“Alhamdulillah, hasil survey yang dilaksanakan akhir Oktober lalu, elektabilitas Pak Ferdi dan Pak De Parto hampir 59 persen atau sekitar 58,9 persen,” kata Jurkam Fatonah, H. Zulkifli AS.

Zul As, sapaan Wali Kota Dumai periode 2004 – 2009 dan 2015 – 2020, mengungkapkan hasil survey itu pada kampanye dialogis yang dihadiri 300 lebih warga Barisan Pendukung Edwar Randa (Baper) di Jalan Pangkalan Sena, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ikhsan Kecamatan Dumai Barat, Selasa (05/11/2024) malam.

“Sebenarnya hasil survey ini sifatnya rahasia, tapi saya mohon ijin ke koalisi untuk menyampaikannya ke masyarakat bahwa Ferdiansyah – Soeparto berpeluang besar untuk menang,” terang Zul As.

Diterangkan Zul As, hasil survey akhir Oktober lalu jauh melesat jika dibandingkan dengan survey sebelumnya yang dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2024. Saat dimana Ferdiansyah dan Soeparto baru menyatakan berpasangan maju di Pilkada Kota Dumai.

“Ini menandakan mereka berdua diterima masyarakat. Ketetapan hati untuk memilih Paslon nomor 2 ini semoga tidak berubah sampai jadwal pemilihan tanggal 27 November mendatang,” harap Zul As.

Kegiatan kampanye santun dan riang gembira yang dilaksanakan selama ini berpengaruh besar pada peningkatan elektabilitas Ferdiansyah – Soeparto.

Program peningkatan kualitas SDM dan Kesejahteraan masyarakat, ketenagakerjaan dan pemerataan pembangunan infrastruktur yang diusung, sangat diterima masyarakat.

Program itu antara lain insentif bagi fakir miskin, anak yatim dan piatu, anak terlantar, lansia dan disabilitas. Kemudian seragam dan LKS gratis, beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan berprestasi, bantuan biaya kuliah hingga gratis bagi tamatan SMA yang kuliah di perguruan tinggi di Dumai dan penyerapan tenaga kerja melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi.

Daya tarik lain yang mempengaruhi adalah kemapanan ekonomi, kedermawanan dan kepedulian sosial yang sangat tinggi. “Sedangkan dengan uang pribadinya saja sudah berbuat banyak untuk masyarakat, apalagi nanti ketika mengelola APBD,” papar Zul As.

Ketokohan H. Soeparto sebagai sesepuh warga Jawa dan warga Kota Dumai memberikan pengaruh yang cukup besar. Lebih dari 50 tahun pak De Parto berdomisili di Kota Dumai. Dan selama itu juga sudah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Dumai.

“Ferdiansyah sendiri merupakan putra kelahiran Kota Dumai berdarah Melayu Bengkalis dan Batak Karo. Kombinasi Ferdi – Parto adalah lintas generasi, Dumai dan luar kota Dumai. Serasi sekali,” tutup Zul As. (*)




Dituding Tak Berbuat Selama Dua Periode Jadi Wali Kota, Begini Tanggapan Zul As

ARB INdonesia, DUMAI – Wali Kota Dumai periode 2004 – 2009 dan 2015-2020 H. Zulkifli Adnan Singkah merasa aneh dengan orang yang menyatakan dia tidak berbuat selama dua kali memimpin Kota Dumai. Sementara orang tersebut ada didalam pemerintahan yang Ia pimpin.

“Aneh saja kalau saya dikatakan tidak berbuat apa-apa karena dalam posisi berseberangan dalam mendukung calon pemimpin daerah,” kata Zul As, Senin (04/11/2024) malam usai kampanye dialogis di Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Bukit Kapur.

Pilihan ia mendukung sekaligus menjadi juru kampanye bagi pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Ferdiansyah SE dan H. Soeparto, dengan pertimbangan yang matang. Paling utama karena keduanya menempatkan peningkatan kualitas SDM dan Kesejahteraan Masyarakat sebagai program utama.

“Ini pilihan berat, berani, beresiko dan tidak populer. Berbeda dengan pembangunan infrastruktur yang langsung kelihatan hasilnya, program peningkatan kualitas SDM baru akan kelihatan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Bisa lima, sepuluh, lima belas tahun bahkan lebih,” katanya.

Ia mencontohkan program pembangunan pipa air bersih yang sebagai program utama saat ia menjabat Wali Kota Dumai 2004 – 2009. Program itu tidak tampak secara kasat mata karena terbenam di dalam tanah.

Program itu dengan sangat berani ia lakukan karena selama belasan tahun, sejak tahun 90-an atau sejak gubernur Riau dipimpin oleh Soeripto, pembangunan sarana air. bersih tidak pernah terwujud.

“Berbagai calon investor datang dari luar negeri. Dari Malaysia hingga Jerman. Namun tak ada jadi karena secara ekonomis tidak menguntungkan,” katanya.

Karenanya terobosan harus dilakukan dengan menggunakan kekuatan sendiri, APBD Kota Dumai, untuk merealisasikannya.

Pada periode kedua tahun 2015 – 2020 Pemko Dumai melakukan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dengan menggandeng PT Adhi Karya (Persero) – PT Adaro Tirta Mandiri. Hasilnya, sampai 2020 sudah seribu lebih rumah tangga yang teraliri air.

“Air bersih yang mengalir saat ini, bukan ujug-ujug karena pembangunan hari ini. Tapi melalui proses panjang dan sempat terhenti sejak 20 tahun yang lalu,” kata Zul As.

Tidak itu saja, selama dua kali menjabat Wali Kota Dumai, Ia juga fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan. Terbukti dengan pembangunan puskesmas Sungai Sembilan, Bukit Kapur, Bukit Timah, Bumiayu, Purnama serta Puskesmas Santun Usiala di Dumai Kota. Kemudian Ruang rawat inap Gedung Diagnostik Center (GDC) RSUD.

“Tanpa pembangunan sarana kesehatan itu tidak akan mungkin bisa dilakukan pelayanan kesehatan yang maksimal pada saat ini,” katanya.

Tentang infrastruktur, Ia juga menyelesaikan jalan Kelakap Tujuh melalui dana bersumber dari APBD Provinsi Riau, pembangunan Jalan Budi Kemuliaan yang kualitasnya hampir sama dengan jalan tol, pembangunan jembatan Sukadamai yang terbengkalai selama 12 tahun.

“Itu sebagian kecil infrastruktur selain pembangunan gedung perkantoran, jalan lingkungan, pembangunan pengolah limbah di Mekar Sari dan lain-lain,” katanya lagi.

Karenanya, meski dituding dan direndahkan karena dianggap tidak berbuat apa-apa, Zul As justru makin semangat berjuang memenangkan Paslon 02, Ferdiansyah – Soeparto.

“Apalagi pak De Parto. Beliau itu banyak yang meminang untuk berpasangan memimpin Dumai. Tapi begitu dengan Ferdiansyah, beliau langsung setuju. Karena apa ? Karena keduanya punya visi yang sama. Yakni kualitas SDM dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Zul As. (*)