Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Pilkada, HMI Sebut Komisionernya Tidur Saja Dirumah

ARB INdonesia, BENGKALIS – Ketua Umum HMI Cabang Bengkalis periode 2022-2024, Ahmad Suhaendra, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkalis yang dinilainya tidak optimal dalam menjalankan tugas pengawasan selama proses Pilkada Bengkalis.

Kritik ini muncul setelah Bawaslu Bengkalis merilis pernyataan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran dalam Pilkada Bengkalis.

Menurut Suhaendra, pernyataan tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan. “Banyak pelanggaran yang terlihat nyata, tapi seolah-olah luput dari perhatian Bawaslu. Bahkan, saya pernah berdebat dengan Camat Rupat, Hariadi, terkait netralitasnya. Dia tak terima saya minta turunkan APK itu. Malah dia menantang saya melepaskan itu. Artinya, dia sengaja memasang itu, padahal Bawaslu sudah menyurati,” tegasnya.

Suhaendra juga menyoroti dugaan adanya intimidasi terhadap masyarakat bawah yang seharusnya menjadi perhatian serius Bawaslu.

“Indikasi seperti ini harusnya ditelusuri lebih jauh. Tapi, nyatanya tidak ada langkah konkret yang dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Suhaendra mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran oleh perangkat desa, seperti Sekretaris Desa Darul Aman dan Ketua BPD Kuala Alam. Ia menambahkan, kasus-kasus ini sudah viral di media sosial dan seharusnya mendorong Bawaslu untuk segera mengambil tindakan investigasi.

“Miliaran uang negara dihabiskan untuk operasional dan gaji Bawaslu, dari atas sampai bawah. Tapi, kalau kerja mereka hanya sebatas menerima laporan saja tanpa tindakan nyata, lebih baik komisionernya tidur saja di rumah,” sindir Suhaendra.

Suhaendra berharap Bawaslu Bengkalis segera berbenah dan menjalankan tugasnya dengan profesional demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Kabupaten Bengkalis.

“Pilkada ini menyangkut masa depan daerah kita. Jangan sampai pengawasannya lemah dan mengorbankan keadilan bagi masyarakat,” tutupnya…*




HM Wardan Sampaikan Program Pendidikan Emas saat Kampanye di Kampar

ARB INdonesia, KAMPAR – Calon Wakil Gubernur Riau dari NAWAITU, HM Wardan paparkan Program Pendidikan Emas untuk mencetak generasi terdidik yang hadal dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar kampanye dialogis di Jalan Suka Karya dengan Masyarakat Tarai Bangun dan Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

“Jika kami diberi amanah memimpin Riau bersama Calon Gubernur HM Nasir kami akan memberikan prioritas bagi dunia pendidikan ini,” kata HM Wardan, Senin (18/11/2024).

Melalui Program Pendidikan Emas nantinya, HM Wardan bersama HM Nasir akan menyalurkan seragam sekolah gratis. Bahkan biaya pendidikan juga akan digratiskan.

“Akan kami gratiskan agar semua generasi mendapatkan hak pendidikan,” ungkap mantan Bupati Inhil dua periode itu.

Bukan hanya seragam sekolah dan biasa pendidikan gratis, NAWAITU juga akan menyalurkan beasiswa dalam dan luar negeri bagi siswa berprestasi.

“Tentunya beasiswa dalam dan luar negeri akan kita persiapkan untuk generasi emas,” terangnya.

Selain dari pada beasiswa, NAWAITU juga akan memprioritaskan pembangunan SMA Plus disetiap kabupaten se Provinsi Riau. Bahkan akan meningkatkan infrastruktur yang layak.

Terakhir NAWAITU berkomitmen akan merealisasikan atau menerapkan Program Sembako Murah agar terpenuhinya bahan pokok bagi seluruh Masyarakat Provinsi Riau. *




Ingin Membangun Riau, M Nasir Singgung Kampung Wahid yang Belum Teraliri Listrik 24 Jam

ARB INdonesia, PAKANBARU – Pasangan Calon Gubernur Riau Nomor urut 02 M Nasir-HM Wardan saling serang dengan Abdul Wahid-SF Haryanto dalam debat kedua Pilgubri, Minggu (17/11/2024) malam.

Nasir menyinggung soal kampung desa kelahiran Abdul Wahid Desa Simbar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang belum teraliri listrik 24 jam.

Debat panas ini berawal dari pertanyaaan panelis kepada calon Gubri nomor urut 02 soal pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru sama-sama berkontribusi pada keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan serta berpotensi meningkatkan kwalitas hidup masyarakat Riau.

Dalam hal itu, M Nasir menyampaikan bahwa kawasan hijau di Provinsi Riau saat ini masih menjadi kawasan hutan, namun ketika dirinya diamanahkan menjadi gubernur maka kawasan tersebut akan dijadikan perkebunan masyarakat untuk diserahkan kepada masyarakat.

“Tujuannya untuk menghilangkan kemiskinan masyarakat riau kedepannya,” tutur M Nasir.

Selain itu kata M Nasir, pentingnya membangun tata ruang Riau yang baik dan terkoneksi dengan 12 kabupaten/kota untuk pertumbuhan ekonomi.

“Lautnya kita kelola, pasarnya kita sediakan agar hasil tangkapan (ikan-red) memiliki harga yang baik, maka dari kita akan membuat regulasi tentang pasar agar hasil laut didaerah pesisir memiliki harga penjualan sesuai dengan standarnya.,” papar nasir soal ekonomi biru.

Atas hal itu, Paslon 01 Abdul Wahid memberikan tanggapan dengan menyampaikan bahwa pemanfaatan ekonomi hijau dan biru sebenarnya sederhana, bagaimana memanfaatkan laut sebagai sumber penghasilan baru bagi ekonomi masyarakat.

Pertama kata Wahid, memanfaatkan ombak dan arus laut untuk dijadikan sumber energi listrik. Kedua bagaimana memberdayakan ekonomi hijau yang memiliki potensi luar biasa.

“Kita punya sawit, dimana lidi sawit ini bisa dijadikan bahan kertas dan daun sawit bisa dijadikan makan ternak. Maka dari itu akan kita tingkatkan produk-produk seperti ini untuk membantu rakyat,” ungkap Wahid memberikan tanggapan.

Mendengar tanggapan tersebut, M Nasir langsung memberikan reaksi dengan mengatakan bahwa Kabupaten Inhil adalah tempat kelahiran Wahid. Di Inhil itu orang pakai sampan mencari ikan, jual ikannya cuma Rp 4 ribu sekilo.

“Coba kita lihat ke bawah sampai ke sana. Bagaimana kita buat tempat pelelangan ikan, ikan punya arti dan harga yang pasti. Itu yang paling penting,” tutur M Nasir.

“Kedua, itu tempat dek Wahid lahir kita stabilkan listrik di sana. Hari ini di sana tempat desa adek Wahid lahir aja belum 24 jam. Gimana kita coba? Harus kita adakan listrik supaya kalau tangkapan ikan ini dapat di taruh ke kulkas biar aman dan harganya stabil. Mungkin itu saran kami,” tutup M Nasir.

Tak sampai disitu, saling serang antara Nasir dan Abdul Wahid kembali terjadi saat panelis melemparkan pertanyaan mengenai
menjadikan bonus demografi sebagai modal maju Indonesia emas tahun 2025.

Pertanyaan itu kembali dijawab Nasir dengan memaparkan bahwa di Riau rata-rata 50 ribu lebih masyarakat dibawah garis kemiskinan.

Untuk mengatasi hal itu, M Nasir berjanji akan memberikan bantuan Bank Riau berupa kredit tanpa anggunan dan tanpa bunga buat masyarakat. Bahkan ia juga menjanjikan akan menurunkan dana APBN ke Riau minimal Rp 10 triliun sampai Rp 15 triliun per tahun untuk membangun infrastruktur di Riau.

Dipenghujung waktu, Nasir kembali menyindir Abdul Wahid yang berjanji membangun Riau, namun desa kelahirannya saja listrik belum 24 jam.

“Ini adek kami Wahid. Untuk desanya saja dia belum siap menghidupkan lampunya 24 jam. Bagaimana dia mau membangun negeri ini. Kami tau betul bagaimana hari ini Inhil,” kata Nasir.

Pernyataan M Nasir itu juga mendapat respon Abdul Wahid dengan mempertahankan siapa Bupati Inhil yang menjabat saat itu. (Sebagai informasi, Nasir menggandeng Muhammad Wardan sebagai calon Wakil Gubernur Riau HM Wardan merupakan Bupati Inhil dua periode).

“Pak Nasir, Pak Nasir. Siapa ya bupatinya waktu itu, siapa ya?. Saya rasa begini, yang ditanya apa jawabnya apa?, yang ditanya soal lapangan kerja di jawab soal ekonomi,” tanggap Abdul Wahid sembari memaparkan soal lapangan kerja.

Tak sampai disitu, M Nasir juga kembali menyindir Wahid yang masih kurang pengalaman dan ‘jam terbang’.

Nasir juga menegaskan, dirinya sengaja tidak menjawab pertanyaan secara gamblang. Namun ia lebih memilih memaparkan kondisi nyata yang dialami masyarakat hari ini.

“Dek Wahid, kita melihat bukan yang ditanya harus kita dijawab, tapi kenyataan yang harus kita sampaikan di publik. Itu yang harus kita sampaikan supaya masyarakat Riau melihat bahwa inilah yang terjadi,” tutup M Nasir. (Arbain)




Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Berkelanjutan Dipaparkan H Herman dengan Lugas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pada saat sesi tanya jawab, Haji Herman dengan lugas memaparkan pentingnya pembangunan infrastruktur berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

“Percepatan peningkatan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan di seluruh Indragiri Hilir dalam rangka meningkatkan perekonomian petani,” kata Haji Herman Calon Bupati nomor urut 4.

Pemaparan itu menjawab pertanyaan dari panelis tentang ketersediaan infrastruktur berkelanjutan untuk memastikan aksesibilitas pelayanan dan peluang ekonomi bagi Masyarakat Inhil, Sabtu malam (16/11/2024).

Haji Herman yang didampingi Yuliantini saat debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil di Gedung Engkau Kelana Tembilahan itu secara konkrit menyampaikan program Inhil Hebat dalam rencana percepatan pembangunan infrastruktur.

Hal yang paling diprioritaskan Haji Herman-Yuliantini, akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur terkait dengan pembangunan ruas jalan produksi dalam rangka memudahkan para petani mambawa hasil panen komoditas unggulan.

“Kami akan memberikan porsi yang lebih besar, terutama berkaitan dengan ruas jalan produksi, karena sampai hari ini hasil produksi pertanian dan perkebunan Masyarakat petani sedikit mengalami kendala,” ungkap mantan Pj Bupati Inhil itu.

“Jadi kalau untuk pertanian hampir seluruh petani Inhil kesulitan membawa kabah di musim panen. Tentu saja ini menjadi kendala bagi petani kita,” terangnya.

“Begitu juga petani kelapa. Rata-rata terjadi pendangkalan parit sehingga petani kesulitan membawa buah kelapanya. Tentu saja perlu dilakukan normalisasi parit,”

Begitu juga sawit, perlunya pembangunan jalan produksi, tahun ini Inhil mendapatkan dana bagi hasil sawit akumulasi tahun 2023 sebesar 70 miliar. 50 miliar dibangun infrastruktur untuk memudahkan akses produksi sawit.

“Sudah dibangun badan jalan dari pengalihan dari Pengalihan sampai Pekantua. Sisa anggarannya untuk pemberian dalam bentuk kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat rentan,” sambungnya menjelaskan.

Haji Herman juga berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur yang mangkrak. Menurutnua, proyek mangkrak tersebut harus diselesaikan pembangunannya dalam rangka meningkatkan perekonomian Masyarakat Inhil.

“Seperti jembatan penyebrangan di Gaung, badan jalan Tempuling menuju Mandah, dan banyak lagi proyek mangkrak yang harus dilanjutkan. Tentu saja ini sangat penting.,” Tutupnya. *




H Herman -Yuliantini Tampil Natural Dalam Debat Kandidat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nomor urut 04, H Herman-Yuliantini berhasil mencuri perhatian publik dengan penampilan mereka yang natural dan meyakinkan dalam debat kandidat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tadi malam, (Sabtu/16/2024).

Dalam debat yang berlangsung di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Paslon 04 dengan jargon INHIL HEBAT tampil dengan gaya dan bahasa natural dan santai namun tetap profesional.

Dengan mengenakan baju muslim dan peci berwarna putih serta celana hitam, H Herman semakin tampak bersahaja. Begitu juga dengan wakilnya Yuliantini yang tampil anggun dengan gaun berwarna kuning. Keduanya tampak alami dan tenang saat memaparkan program, menjawab pertanyaan dari panelis dan menanggapi argumen dari paslon lain hingga closing statemen.

Penampilan natural dan komunikasi yang efektif dari paslon 04 mendapat pujian dari berbagai kalangan yang menyebut bahwa gaya komunikasi H Herman dan Yuliantini yang lugas dan tidak berlebihan membuat mereka lebih mudah diterima oleh masyarakat.

“Mereka berhasil menyampaikan pesan dengan cara yang alami dan sederhana namun kuat, sehingga pesannya dapat dimengerti,” kata M Ali yang menyaksikan debat melalui siaran live streaming.

Visi Misi Paslon 04 Inhil Hebat

Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor 4 (H Herman – Yuliantini)
menyampaikan bahwa Inhil Hebat akan melanjutkan visi Indragiri Hilir hebat dan gemilang dengan pertanian terpadu menuju masyarakat sejahtera.

“Intinya kami apabila diamanahkan oleh masyarakat menjadi pemimpin, kami akan memperjuangkan nasib para petani menuju masyarakat sejahtera,” ujar H Herman.

Mantan Pj Bupati Inhil juga menyampaikan visi tersebut dengan 9 misi strategis, yang menjadi pilar utama pembangunan, diantaranya:

Pertama:
Meningkatkan ekonomi Indragiri Hilir secara merata, inklusif, dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi daerah melalui pengelolaan lahan dan peningkatan produksi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan

Kedua:
Meningkatkan ketersediaan
lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif yang inovatif dan berkelanjutan

Tiga:
Mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan adil untuk meningkatkan aksesibilitas publik berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Empat:
Meningkatkan kualitas masyarakat Indragiri Hilir yang beriman, berakhlak, dan berbudaya menuju sumberdaya manusia yang berdaya saing.

Lima:
Mewujudkan pembangunan dan pemberdayaan pedesaan yang berorientasi pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Enam:
Mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas dengan meningkatkan sumber daya ya
manusia, serta pemerataan akses pendidikan secara berkelanjutan.

Tujuh:
Mewujudkan sektor kesehatan yang maju dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan, mengoptimalkan tenaga kesehatan yang handal dan profesional, serta meningkatkan kesadaran tentang hidup bersih dan sehat.

Delapan:
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif berbasis pada pelayanan publik yang berkelanjutan.

Sembilan:
Menyelaraskan kehidupan masyarakat Indragiri Hilir dengan lingkungan yang lestari melalui keseimbangan ekosistem untuk mewujudkan kelestarian alam yang berkelanjutan.

Selain itu juga ada hal yang terpenting adalah pemekaran wilayah Inhil Selatan dan Utara. Saat ini dokumen pengusulan daerah otonomi baru (DOB) pemekaran Inhil Selatan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Sekarang menunggu dicabutnya moratorium pemekaran daerah oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Maka apabila H Herman dan Yuliantini terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir, Pemerintah Daerah bersama seluruh masyarakat khusunya masyarakat Inhil Selatan menjadi garda terdepan untuk sama-sama memperjuangkan pemekaran wilayah.

“Kita akui dengan dana APBD tidak akan cukup dengan wilayah yang begitu luas untuk membangun Inhil, jadi komitmen kami apabila sudah di cabut moratorium pemekaran, kami akan kawal dan masukkan ke dalam visi dan misi sehingga ada acuan kami,” tutup H Herman. (Arb)




Debat Kandidat Pilkda Inhil, Ketua KPU : Wadah untuk Pemaparan Lebih Jauh Visi dan Misi Paslon

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil, Sabtu (16/11/2024) malam di Gedung Engku Kelana Tembilahan.

Dalam Debat Kandidat yang bertema “Peningkatan Sumber Daya Menuju Transformasi Ekonomi berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat”, Ketua KPU Kabupaten Inhil Samsul Masjan menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak atas terselenggaranya debat publik malam ini.

Selain itu kata Samsul Masjan, acara ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada para kandidat untuk memaparkan lebih jauh visi, misi, dan program kerja mereka kepada masyarakat.

“Kami berharap melalui debat ini dapat memenuhi harapan masyarakat dan masyarakat dapat lebih mengenal program masing-masing kandidat lebih jauh hingga menentukan pilihan yang terbaik untuk masa depan Indragiri Hilir,” tuturnya.

Terakhir Ketua KPU Inhil berharap kepada seluruh masyarakat inhil agar menyalurkan hak pilihnya nanti pada tanggal 27 November.

“Kita sangt berharap Partisipasinya aktif masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada saat hari pencoblosan,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan debat kandidat yang di selenggarakan oleh KPU tersebut terpantau berjalan sempurna tanpa ada hambatan dari awal hingga akhir acara. Arb.