3 Parpol Nyatakan Dukung Pasangan H Edy Syafwannur dan H Agussalim

data 002Tembilahan (www.detikriau.org) – Tiga Partai Politik (Hanura, PPP dan PKB) secara terbuka nyatakan telah memberikan dukungan kepada pasangan H Edy Syafwannur dan H Agussalim untuk maju berlaga dalam Pilkada Inhil September 2013 mendatang. Pendaftaran pasangan dengan sebutan “Coblos Edy Syafwannur dan Agussalim (Cerdas)” ke KPUD Inhil dipastikan akan dilakukan pada sabtu, 25 Mei 2013 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Tim Kampanye dan Pemenangan Rakyat Cerdas, Dani M Nursalam didampingi anggota dalam konfrensi Pers bertempat di Posko Pemenangan jalan Gunung Daek, Tembilahan, rabu (22/5) malam.

Dikatakan Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini, sebelum melakukan pendaftaran ke KPUD, kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan do’a selamat di kediaman H Edy Syafwannur atas keberhasilan beliau mendapatkan dukungan Parpol sekaligus mempublikasikan pasangan ini telah siap  untuk maju.

“Diawali dengan bermunajat kepada Allah SWT tentunya kita berharap niat baik mengantarkan pasangan “Cerdas” untuk menjadi pemimpin Inhil kedepan akan dipermudah dan dijauhkan dari aral rintangan serta mendapatkan dukungan dan restu dari seluruh lapisan masyarakat,” Ungkap Dani M Nursalam.

Ditambahkan Dani, melalui 4 mindset yang tertuang dalam Visi dan Misi yakni, peningkatan infrastruktur, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, peningkatan pemberdayaan sumber daya alam agar lebih berdayaguna untuk masyarakat serta peningkatan ekonomi melalui pengelolaan pertanian dalam arti luas ia berkeyakinan pasangan cerdas akan mampu merebut kepercayaan masyarakat dan memenangkan pertarungan.

“Sebagai parpol, kita tidak hanya bertekad untuk mengantarkan pasangan cerdas menjadi pemimpin di negri ini. Namun kita juga akan menjadi pengawal agar apa yang sudah dijanjikan kepada parpol dan masyarakat tetap akan dipatuhi,” Tegas Dani sambil menyatakan Tim pemenangan Cerdas akan bertanding jujur dan tidak akan melakukan Black Campaign terhadap lawan-lawan politiknya.(dro)




Hari ke Tiga Pendaftaran Balon Bupati Masih Sepi

data 027TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hari ke ketiga Rabu (22/5) pendaftaran bakal calon (Balon) Bupti dan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) priode 2013-2018 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat masih terlihat sepi.

“Sejak dibukanya pendaftaran bupati dan wakil bupati pada hari Senin (20/5) kemarin belum satupun pasangan balon yang mendaftar,” ujar Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil H Herdian Asmi SH, Rabu (22/5).

Meski demikian, Herdian mengaku sudah ada sejumlah tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati yang telah mengambil formulir serta berkonsultasi tentang ketentuan dan persyaratan dalam pencalonan. Dengan diambilnya formulir tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa pendaftaran hanya menunggu waktu yang tepat oleh pasangan calon.

“Kami juga tidak tahu persis apa alasan balon hingga hari ke tiga ini belum ada yang mendaftar. Mungkin saja masih mempersiapkan segala persyaratan administrasinya. Lagi pula batas pendaftaranya juga masih tersisa sekitar empat hari lagi,” katanya.(dro/*1)




Golkar Inhil dinilai Tak Miliki Kader Layak Jual

golkarTembilahan (www.detikriau.org) – Tidak terpilihnya satupun kader partai Golkar dengan kepemilikan 11 kursi DPRD sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlaga pada Pilkada Inhil September mendatang tentunya menimbulkan tanda Tanya. Keputusan pemberian dukungan kepada calon non kader ini justru memberikan gambaran bahwa Partai yang belambang pohon beringin Inhil ini tidak memiliki kader layak jual.

Padahal dari 13 nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil 2013-2018 hasil penjaringan internal DPD II Golkar Inhil yang diusulkan ke DPP melalui DPD I Riau beberapa waktu lalu, tercatat 6 nama kader Golkar juga ikut disertakan.

Menyikapi hal ini, Sekretaris DPD II Golkar Inhil, Yulizen Yunal menyatakan bahwa DPD II hanya bersifat menyampaikan usulan sedangkan keputusan menjadi ranahnya DPP.

“Partai merupakan penyalur partisipasi dan aspirasi masyarakat. Dalam Partai ada jenjang aturan yang harus diikuti dan patuhi. Dalam proses seleksi, DPD II hanya berhak memberikan masukan dan pertimbangan tetapi keputusan mutlak ranahnya DPP.” Jawab Yulizen Yunal ketika sempat dipertanyakan detikriau.org, rabu (22/5)

Ditegaskan Yulizen, Apapun yang menjadi keputusan DPP harus di dukung. Mau tidak mau. Suka atau tidak suka tetap harus dijalankan kalau memang teguh memegang dokrin partai.(dro)




DPD II Golkar Inhil Dukung Pasangan Wardan – Rosman

Tembilahan (www.detikriau.org) –DPD II Partai Golkar Inhil nyatakan telah menerima komfirmasi keputusan DPP terkait penetapan dukungan pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus Walid di Tembilahan, Rabu (22/5). “Komfirmasinya sudah kita terima tadi malam (selasa, 21/5. Red). Karena ini sudah menjadi keputusan, tentunya sebagai kader kita harus mematuhi,”Ungkap Raus yang saat itu didapingi sekretaris DPD II Golkar Inhil, H Yulizen Yunal.

Ditambahkan Raus, dalam surat dukungan DPP bernomor R 511/Golkar/V/2013 tertanggal 21 Mei 2013  tersebut, penetapan dukungan disebutkan secara berpasangan (Wardan sebagai Bupati dan Rosman Malomo sebagai Wakil Bupati. red).

Dalam kesempatan itu, Raus juga menyampaikan untuk Pilgubri, DPP juga sudah memutuskan dukungan kepada  ketua DPD I Golkar Riau, Anas Maamun untuk maju sebagai calon Gubernur dan Arsyad Juliandi Rachman sebagai Wakil Gubernur

Dengan didapatkannya dukungan Partai Golkar, pasangan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Wakil Bupati Inhil Incumbent ini telah mendulang dukungan 19 kursi parlemen yakni, Golkar 11 kursi, PDIP 4 Kursi, PAN 2 Kursi dan PKS 2 kursi. (dro)




DPD II Golkar Inhil Belum Terima Salinan Putusan DPP Terkait Kabar Dukungan Terhadap Wardan

Baru 2 pasangan cabup/cawabup yang memenuhi syarat dukungan

pilkadaTembilahan (www.detikriau.org) – DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kab Inhil menyebutkan, hingga saat ini belum menerima salinan resmi dari DPP Golkar atas dukungan yang dikabarkan sudah diberikan kepada pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo dalam kaitan Pilkada Inhil, september 2013 mendatang.

Dikatakan oleh salah seorang jajaran pengurus DPD II Golkar Inhil yang enggan menyebutkan namanya ini, jika nantinya hal itu benar, tentunya DPD II akan menerima dan menjalankan keputusan tersebut.” Namun yang jelas kita agak kecewa. Kalau memang benar dukungan itu, dengan 11 kepemilikan kursi DPRD Inhil, masak iya untuk posisi wakilpun kita tidak ada. Tapi kita tunggulan kepastiannya. ” Ungkapnya ketika dikomfirmasi melalui sambungan selular, selasa (21/5).

Sejauh ini, baru dua pasangan Bakal Calon Bupati Inhil 2013-2018 yang dipastikan telah memenuhi syarat dukungan untuk berlaga pada Pemilukada Inhil, September 2013 mendatang. Kedua pasangan ini adalah, H Edy Syafwannur dan H Agussalim serta pasangan H M Wardan dan  H Rosman Malomo.

Dari berbagai sumber, didapatkan data bahwa pasangan H Edy Syafwannur – H Agussalim secara resmi telah mengantongi dukungan setidaknya 14 kursi, yakni PPP dengan 6 Kursi, PKB 6 kursi, Hanura 1 kursi dan PBB 1 Kursi.

Sementara pasangan H M Wardan – H Rosman Malomo dinyatakan telah mendapatkan dukungan sedikitnya 8 kursi, yakni PDI-P 4 Kursi, PAN 2 kursi dan PKS 2 Kursi.

Dari total 45 kursi DPRD Inhil, yang masih belum ada kepastian dukungan yakni, Partai Golkar dengan 11 kursi, Partai Bintang Reformasi (PBR) 4 kursi, Demokrat 4 kursi, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 2 Kursi, Partai Gerindra 1 kursi dan terakhir Partai patriot dengan 1 kursi.

Dari beberapa nama Bakal calon Bupati/Wakil Bupati yang terus melakukan sosialisasi yakni, H Syamsuddin Uti, H Ramli Walid, H Zainal Abidin dan Kemas Yusfery.

H Syamsuddin Uti diprediksi menjadi salah satu balon bupati yang memiliki peluang besar untuk ikut maju berlaga bersama dua pasangan lainnya. Disamping kini menjabat sebagai ketua Demokrat Inhil, Syamsuddin Uti juga mantan Ketua PBR yang dikabarkan sampai hari ini masih solid mendukung langkahnya. Untuk pasangannya, belakangan dikabarkan Syamsuddin Uti akan maju berpasangan dengan anggota DPRD Inhil dari Fraksi PBR, H Bakri.

Sementara H Zainal Abdidin, putra Inhil yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi dan dikabarkan dinilai berhasil menakhodai partai Demokrat di Provinsi tetangga itu juga memiliki peluang merebut perahu demokrat Inhil. Berdasarkan sumber detikriau.org, untuk calon Gubernur Riau, DPP Demokrat menjatuhkan dukungan kepada Achmad. Jika hal ini benar, diprediksi akan menjadi penghalang H Syamsuddin Uti mempergunakan perahu Demokrat dikarenakan selama ini dinilai Syamsuddin adalah orangnya Mambang Mit dan Zainal Abidin dikabarkan memiliki kedekatan dengan Achmad dan petinggi DPP Demokrat.

Kemas Yusfery. Direktur PDAM Tirta Indragiri yang sebelumnya dikabarkan menjaring dukungan dari Partai Non Parlemen masih belum terdengar kepastiannya.

Sementara, H Ramli Walid, Kepala Bappeda Provinsi Riau yang awalnya diprediksi memiliki peluang besar merebut perahu Golkar juga hingga kini masih belum terdengar kepastiannya.

Untuk pasangan bakal calon yang sebelumnya akan maju dari jalur perseorangan, HM Aziz dan Agus Maulana rontok ditengah jalan setelah tidak mampu memenuhi syarat minimal dukungan sampai batasan waktu yang telah ditentukan. (dro)




KPUD Buka Pendaftaran Bagi Calon Bupati /Wakil Bupati Inhil

data 027TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mulai hari ini, senin 20 hingga 26 Mei 2013, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuka pendaftaran bagi calon bupati dan wakil bupati Inhil.

Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil Herdian Asmi SH mengatakan waktu pendaftaran setiap harinya terhitung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. “Kepada masing-masing parpol yang akan mengusung pasangan calon kita minta untuk melengkapi semua persayaratan,” ungkap Herdian, Senin (20/5).

Salah satu syarat dan ketentuan untuk pasangan calon mendaftar, kata Herdian lagi, minimal memiliki 15 persen atau 7 kursi di DPRD Inhil dengan jumlah suara sekitar kurang lebih 42 ribu jumlah penduduk. Jika syarat itu tidak bisa dipenuhi oleh pasangan, maka secara otomatis belum memenuhi sayarat untuk mendaftar.

Dihari pertama dibukanya pendaftaran, lanjut Herdian belum ada satu pasanganpun yang mendaftar. Meski demikian, KPU tetap menunggu hingg hari terakhir batas pendaftaran.(dro/*1)