Terus Lakukan Sosialisasi, Atribut Ramli Bertebaran di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Berbagai atribut DR H Ramli Walid SE. Msi seperti baleho, kelender dan lainnya mulai bertebaran di kota Tembilahan. Akan sangat mudah ditemukan diberbagai ruas jalan baleho berukuran besar terpasang, yang intinya dalam rangka sosialisasi yang bersangkutan. Itu tampaknya tidak terlepas dengan Pemilukada Kabupaten Inhil pada 2013 mendatang.

Begitu juga dengan kelender, dan kartu nama yang diberikan oleh orang-orang yang berkemungkinan adalah tim sukses yang bersangkutan. Isi dari kartu nama dan kelender tersebut adalah profil yang bersangkutan, mulai dari riwayat hidup, riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan pengalaman memimpin organisasi. Sehingga kalau seseorang bertamu, akan mudah ditemukan kelender yang terpajang diruangan rumah-rumah warga.

Selain itu, belakangan ini juga sudah mulai berdiri posko relawan bagi kemenangan H Ramli Walid. Salah satunya adalah yang berlokasi di lorong Garam Kelurahan Tembilahan Kota, tepat didepan hotel Inhil Pratama. Bahkan dari berbagai informasi yang didapat, dalam setiap kesempatan turun ke daerah, berbagai pidato politik sudah mulai di dengungkan.

Sepak terjang Ramli untuk maju pada Pemilukada Inhil pada 2013 mendatang terkesan sangat serius. Hanya saja yang cukup disayangkan, yang bersangkutan masih terkesan malu-malu, terutama mengutarakan keinginannya tersebut kepada media.(Suf)




8 NAMA YANG MULAI TERENDUS MENUJU KURSI PANAS PENINGGALAN INDRA

Tembilahan (www.detikriau.org) — Meskipun masih terbilang cukup lama, pemilihan kepala daerah Kabupaten Inhil yang diperkirakan baru akan dilaksanakan pada bulan September 2013 mendatang, namun suhu politik di negeri seribu jembatan sudah mulai terlihat menghangat.

Setakat ini, nama-nama yang diperkirakan bakal mengikuti perebutan orang nomor satu di Inhil yang wajib ditinggalkan Indra Muchlis Adnan setelah berakhirnya periode kedua masa kepemimpinannya sudah mulai familiar ditelinga masyarakat.

Walau belum menyatakan secara resmi keinginan untuk maju, dari informasi berbagai sumber, nama berikut ini diperkirakan akan ikut meramaikan kompetisi paling bergengsi di tanah yang berjulukan bumi sri gemilang ini. Diantaranya;

1. H. Rosman Malomo. Politisi kawakan yang lahir dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil. dari penuturan beberapa sumber, tokoh yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Inhil ini dinilai layak dan siap untuk ikut bertarung.

2. H. Syamsudin Uti. Wiraswasta sukses dari bisnis pelayaran dan minyak ini pada awalnya terjun kedunia politik melalui Partai Bintang Reformasi (PBR). Dibawah kepimpinannya, PBR sukses mendudukan kader-kadernya di DPRD Inhil. Setelah PBR tidak lagi sebagai sebuah Partai Politik, ia memalingkan pandangan ke Partai naungan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan berhasil merebut jabatan Ketua Demokrat Inhil secara aklamasi beberapa waktu lalu dalam Muscab di Pekanbaru.

3. H. Ramli Walid. Yang kini masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau ini sudah bisa dipastikan akan terjun memperebutkan kursi terpanas di Inhil. Dalam pertemuan pada kegiatan haul Syech Abdul Qadir Jailani dan Syekh M.Ali Bin Syech Abdul Wahab serta Khaul Jama’ yang diadakan di Majelis Taklim Al-Hidayah Tembilahan Hulu, senin (12/3). Birokrat yang masih paman Bupati Inhil, Indra M Adnan ini mengatakan salah satu alasan keinginannya ikut bertarung adalah untuk memperbaiki sektor  pendidikan, ekonomi serta insfrastruktur di Inhil. Diperkiran, ia akan maju melalui Partai Golkar Inhil yang saat ini berada di bawah kepemimpinan saudara kandungnya yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid.

4. H.Edy Syafwannur, Birokrat yang walaupun masih belum pernah terjun di dunia politik ini, juga sudah santer diperbincangkan akan ikut bertarung. Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, kini masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Setakat ini, ia diperkirakan telah memiliki basis dukungan dihampir seluruh desa di Kabupaten Indragiri Hilir. Ipar Mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy dan juga Ipar Bupati Inhil, Indra M Adnan ini terus membangun dukungan masyarakat.

5. Husni Hasan, Mantan Kepala Dispenda Kabupaten Inhil yang kini menjabat sebagai kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau ini juga sudah terdengar bersiap-siap akan turun memperebutkan jabatan sebagai Bupati Inhil. walaupun belum terlihat adanya gerakan terbuka, birokrat yang mencintai seni olahraga karate ini semakin santer menjadi perbincangan masyarakat.

6. Idris Laena, Putra kelahiran Inhil yang kini duduk sebagai anggota komisi VI DPR-RI dari Partai Golkar ini juga sudah terdengar akan ikut bertanding. Kabar-kabarnya, Pengusaha sekaligus Politisi pendiri Laenaco Group berkumis tebal ini sudah menyusun kekuatan. Pria kelahiran 12 Januari 1965, suami dari Hj Lili Idris Laena saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Lembaga Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (HILPATAKI).

7. H. Agus Salim, Penerima tongkat estafet kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Inhil kelahiran 17 Agustus 1970 ini juga disebut-sebut telah membangun kekuatan untuk maju sebagai salah satu Bakal Calon Bupati Inhil mendatang. Politikus yang murni meniti karir politik dari polesan partai berlambang ka’bah yang juga dikenal pendiam ini mulai terendus melakukan pendekatan di lapis grassroot.

8. Yudi Yulando, nama baru yang masih terdengar asing di telinga masyarakat Inhil ini, belakangan, walau hanya berupa hembusan angin perlahan melalui kibaran wajah di kendaraan angkutan roda tiga, dengan motto “Nang Hanyar”, terkabarkan juga mulai melakukan penjajakan untuk mengikuti perebutan kursi peninggalan Indra M Adnan.”. Kalau benar Pria kelahiran 17 April 1978 ini akan maju, ia akan menjadi kontestan termuda.

Dari beberapa Partai Besar di Inhil, hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang belum terdengar mempersiapkan kader mereka.

Dari penuturan seorang Politisi DPC PKB Inhil yang masih enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa PKB setakat ini masih “Wait and See” (Melihat dan menunggu. Red). Diakuinya, walau masih terbilang cukup lama, tapi suhu kearah itu sudah mulai membuat air beriak dan iapun juga mengakui, Partai yang lahir dari Ulama besar almarhum Gusdur ini sudah mulai berbenah dan melirik. (fsl)




Pemilukada Inhil 2013 Mendatang, Ramli Walid Masih Sungkan Akui Akan Ikut Bertarung

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemilukada Kabupaten Indragiri sudah semakin mendekat. Setakat ini, warga mulai menilai siapa figur yang dinilai layak nantinya untuk memimpin Inhil lima tahun kedepan. Tentunya harapan warga, pemimpin kedepan nantinya adalah mereka yang mampu membawa perobahan kearah yang lebih baik dan bisa mengangkat taraf kehidupan masyarakat Inhil yang sebagian besar masih hidup di garis kemiskinan.

Sejauh ini, tokoh-tokoh yang namanya semakin sering terdengar bakal ikut memperebutkan kursi nomor satu dinegri seribu jembatan ini yakni  H. Edi Syafwannur yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala BPMPD Kabupaten Indragiri Hilir. Kemudian Ada nama H Rosman Malomo, Wakil Bupati Inhil saat ini. Selanjutnya nama lain yang tidak asing adalah mantan Kadispenda dan Bappeda Inhil yang sekarang berkarir di Provinsi Riau, Husni Hasan serta Kepala Bappeda Provinsi Riau, H Ramli Walid yang juga merupakan saudara kandung Ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid.

Ramli Walid yang kebetulan juga hadir dalam acara haul Syekh Abdul Qadir Jailani dan Syekh M.Ali Bin Syekh Abdul Wahab serta Khaul Jama’ yang diadakan di Majelis Taklim Al-Hidayah Tembilahan Hulu, senin (12/3) saat diwawancara usai acara tersebut  terkesan masih menghindar, Ramli berdalih, maju atau tidak dirinya sebagai calon Bupati Inhil menurutnya a tergantung kepada keinginan masyarakat.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait dengan persoalan tersebut. Orang tentunya boleh-boleh saja untuk berasumsi seperti itu, termasuk mengatakan saya akan maju pada Pemilukada nanti,” ujarnya.

Ketika disinggung dengan rumor yang belakangan ini berkembang di Inhil bahwa dirinya akan maju dan nantinya akan berpasangan dengan H Syamsudin Uti, Ketua DPC Demokrat Inhil dan bahkan sudah ada deal politik, dirinya juga masih terkesan enggan untuk mengungkapkan secara langsung.”Sejauh ini pertemuan saya dengan H.Syamsuddin Uti hanya sebatas pertemuan silaturahmi. Bukankah kita boleh bersilaturahmi dengan siapapun,” Ujarnya dengan bahasa diplomatis.

Namun ketika terus didesak, akhirnya, iapun membenarkan. Menurutnya, latar belakang dirinya ingin maju pada Pemilukada nantinya didasari pengalaman dan basic keilmuan yang telah ia peroleh selama ini  baik dibangku pendidikan maupun pengalaman dibirokrasi.

“Saya ingin memajukan Inhil kearah yang lebih baik, terutama perbaikan di sektor pendidikan, ekonomi serta insfrastruktur,” Ungkapnya.(Suf/dro)




AROMA PEMILUKADA TERENDUS, KEMISKINAN MULAI JADI OBJEK REBUTAN

 TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Indragiri Hilir diperkirakan akan dilaksanakan akhir 2013 mendatang. Setakat ini, tebaran pesona dan trik cari muka mulai bertebaran. Menjelang itu, Isu kemiskinan jadi objek rebutan. Berbagai program propaganda peduli kemiskinan jadi impian manis buat si miskin. Mereka akan dielus, mereka disanjung, didekati, dipuja, dan dibantu. Semua bakal calon dengan gagah menarik topeng malaikat dari balik jubah berdarah.

“Enak bang, setiap menjelang pemilihan kepala daerah tidak susah mencari rejeki, tidak perlu bekerjapun ada saja yang mendatangi kita kerumah. Lembaran rupiah, pakaian dan sembako jadi barang mudah untuk didapat. Bahkan bukan satu dua orang yang mendatangi kita. Maunya pemilihan kepala daerah setiap tahun ya bang, biar orang susah seperti kami bisa terus diperdulikan,” Papar Herman dengan tawa renyai dihiasi barisan gigi rapuh menyembul dari bibir kusamnya saat berbincang-bincang dengan detikriau.org disebuah warung kopi di kota Tembilahan, Jum’at (9/3)

Tidak jauh berbeda, Yono, penarik becak yang duduk berdampingan dengan Hermanpun angkat bicara. Menurutnya, apa yang dialami Herman adalah sebuah kenyataan. Bahkan iapun akui mengalami kemudahan seperti Herman setiap pemilukada menjelang. “Kita sebenarnya memahami bantuan dan uluran tangan mulia itu tidak lebih dari sebuah bujukan. Tapi kami mau bilang apa bang. Mau idealis, artinya kami harus membuang kesempatan untuk memberi sesuatu yang lebih buat anak dan istri. Terus terang secara pribadi saya tidak bisa lagi membedakan mana calon yang benar-benar peduli masyarakat miskin dan mana yang hanya bersandiwara. Biarlah.”Ujar Yono dengan raut wajah berkerut.

Saat Pemilukada itupun kemudian berlalu, simiskin kembali terbangun dari mimpi. Si miskin kembali ditatap dengan pandangan aneh dan hina. Bakal calon telah menyembunyikan topeng malaikat dibalik jubah darah. Ini realita!.(fsl)