WAKILI PPP, KADER HARUS LULUS SELEKSI

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Indragiri Hilir, Ir. H. Syahruddin, MM akui sampai hari ini Partai berlambang ka’bah ini belum rekomendasikan satupun kadernya untuk ikut dalam Pilkada mendatang.  Menurutnya, kader PPP yang terpilih adalah kader yang telah lulus dari seleksi.

“Belum, sampai hari ini kita belum rekomendasikan satupun kader kita. Kader yang maju melalui perahu PPP harus telah lulus seleksi yang kita tetapkan melalui beberapa mekanisme penilaian. Nanti ada Tim yang akan melakukan penilaian itu. Belum sekarang, nanti ada waktunya.” Jawab Syahruddin ketika dikomfirmasi detikriau.org baru-baru ini di Tembilahan.

Masih menurut penuturan Syahruddin, siapapun kader PPP berhak untuk maju. Artinya tidak mesti harus ketua. Yang jelas ia adalah kader yang telah lulus dari seleksi.” Ya mungkin saja Sekretaris.” Jawabnya sambil tersenyum. (fsl)




AGUSSALIM BERIKAN SINYALEMEN LAMPU HIJAU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Indragiri Hilir, Agussalim nyatakan bahwa majunya seorang kader dalam apapun bentuk kompetisi harus didasari dari sebuah kajian yang riil.

Menurut penjelasannya, Pencapaian tujuan dari suatu kompetisi harus bergerak dalam satu sistem. Artinya bukan kehendak orang perorangan. Lemah satu bagian dalam sistem dapat diartikan akan melemahkan sistem secara keseluruhan.

”Hal ini tentunya juga bisa dikaitkan dengan pemilihan kader yang diunggulkan dalam sebuah kompetisi semisal pilkada. Siapapun diri si kader, kalau didasarkan hasil kajian dan pertimbangan partai ia memiliki keunggulan, maka sudah menjadi keharusan untuk dimajukan. Jadi tidak mesti harus seorang ketua,” Ungkap Agussalim dengan kalimat merendah ketika ditemui detikriau.org di ruang Komisi II gedung DPRD Inhil, Kamis (29/3).

Masih menurut penuturannya, kalau kepada dirinya dipertanyakan bersedia atau tidak maju sebagai salah satu balon Bupati Inhil mendatang, dikatakannya, ia akan bersedia asalkan memang itu sudah didasari atas hasil pertimbangan partai.”Sebagai kader tentu kita harus tunduk dengan apapun keputusan. Namun sekali lagi keinginan itu tidak boleh didasari dari keinginan pribadi yang justru dikhawatirkan jika dipaksakan akan merugikan partai.  Apapun keputusan tetap harus memberikan keuntungan bagi partai secara keseluruhan. Termasuk dalam menentukan maju sebagai balon Bupati ataupun Wakil Bupati.” Ujarnya mengakhiri.(fsl)




ABDUL WAHID SIAP EMBAN AMANAH PARTAI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau, Abdul Wahid sebutkan kalau memang kehendak partai, sebagai kader ia akan siap untuk maju sebagai balon Bupati Inhil 2013 – 2018.

Pernyataan ini disampaikannya ketika ditemui detikriau.org di gedung DPC PKB Inhil di Tembilahan, Kamis (29/3).” Kalaulah seandainya memang partai menilai saya layak, tentunya sebagai kader saya akan siap menerima amanah itu. Jika ditanyakan masalah kesiapan, tentunya partai sudah memiliki penilaian-penilaian sendiri,” Jawab Abdul Wahid berdiplomatis.

Dijelaskan Abdul Wahid, sesuai persyaratan yang dimintakan undang-undang, sebuah parpol berhak untuk mengusung calon apabila memiliki sedikitnya 15 persen kursi di DPRD. Dari 45 kursi di DPRD Inhil, PKB sudah memiliki 6 kursi.”artinya kita masih butuh satu kursi lagi untuk memenuhi apa yang disyaratkan dalam Undang-Undang. Namun itu tentunya tidak jadi sebuah kemutlakan. Mungkin yang menseleksi itu bukan hanya PKB tetapi juga partai lainnya. Sekali lagi kalau memang Partai memberikan penilaian layak kepada saya, saya akan maju,” Jawabnya dengan nada tegas.

Ketika disinggung oleh detikriau.org apa yang menjadi komitmen dirinya apabila terpilih sebagai Bupati Inhil mendatang. Abdul Wahid nyatakan tidak akan memberikan komitmen.” Saya tidak ingin katakan sebuah komitmen tetapi sebagai putra daerah, saya hanya berniat akan bekerja dengan benar untuk membawa Inhil kearah yang lebih bagus.” Pungkasnya. (fsl)




LUKMAN EDY WAKAFKAN ABDUL WAHID

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Lukman Edy, salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB). dengan tegas berikan restu untuk wakafkan Abdul Wahid maju menjadi pemimpin nomor satu di Inhil sepeninggalan Indra Muchlis Adnan. Diakuinya, tahun 2013 merupakan momentum yang paling tepat mempersembahkan kader-kader terbaik PKB untuk mengabdi pada masyarakat dan sekaligus tahun 2013 ini juga merupakan momentum yang paling baik untuk regenerasi pemimpin daerah.

“Setakat ini, PKB tidak dalam posisi siap atau tidak siap mengusung kader untuk menjadi Bupati. Namun yang jelas, PKB sudah lakukan proses rekruitmen calon pemimpin dan pendidikan politik bagi kader. Kata yang lebih tepat, dengan semua proses itu saya nilai kini PKB sudah siap untuk mewakafkan kader-kader terbaiknya untuk mengabdi kepada masyarakat,” Jawab Lukman Edy ketika dimintai tanggapan oleh detikriau.org terkait pemberitaan majunya Ketua DPW PKB Provinsi Riau, Abdul Wahid sebagai bakal calon Bupati Inhil periode 2013 – 2018, kamis (29/3) di Tembilahan.

Dijelaskan LE, sebutan akrab untuk mantan Mentri PDT yang kini juga menjabat sebagai salah satu anggota DPR RI ini, selama 15 tahun PKB hanya menjadi penonton dan memberi dukungan kepada calon-calon yang ada, kini sudah saatnya ia menilai PKB harus mengusung perahu sendiri dan membuka komunikasi dengan partai lain.

2013 ini ditegaskan LE, PKB sudah siap.  2013 merupakan tahun yang baik untuk memberikan pengabdian pada masyarakat dan tahun 2013 ini juga merupakan masa regenerasi pemimpin-pemimpin daerah.

Partai Politik (Parpol), menurut LE,  pada dasarnya hanya sebagai wadah pendidikan politik dan rekruitmen kepemimpinan. Tahun 2013 ini merupakan tahun pergantian. Indonesia sudah melewati masa transisi yang panjang. Kedepan tentunya suasanya sudah berubah bukan lagi suasana transisi. Masa transisi mengalir berdasarkan maunya situasi. Misalnya situasi mengharuskan pemerintah hanya menunggu. Namun sekarang pemerintah harus bertindak proaktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dulu tidak dinamis tetapi sekarang harus dinamis. Dulu lebih banyak melakukan konsolidasi internal aparatur namun sekarang harus sudah berbuat keluar.

“Intinya suasana  memang sudah berbeda, makanya pemimpin kedepan tidak cukup hanya memiliki kapasitas dan kapabilitas tetapi juga harus memilki karakter. Untuk Riau, kita tidak bisa berharap banyak pada pemimpin-pemimpin yang tidak memiliki karakter. Masa transisi, rakyat menerima apa adanya karena rakyat memang memahami situasinya memang mengharuskan seperti itu namun kedepan rakyat sudah tidak mau menunggu lama untuk adanya perubahan.” Ujar LE yang juga adik kandung Bupati Inhil, Indra M Adnan ini dengan tutur bahasa tenang dan teratur.

Untuk menjadi Bupati atau Gubernur,menurut penilaian LE, batasan parpol sudah sangat kecil, paarpol hanya sebuah perahu yang berkontribusi sekitar 12 persen dari keberhasilan untuk pemenangan seorang balon. Selebihnya ditentukan rakyat dengan menilai seorang pigur balon itu sendiri.

Ketika disinggung oleh detikriau.org, dari kader PKB sendiri, siapa pigur yang dinilai LE yang tepat sebagai calon pemimpin. “ untuk Bupati PKB memiliki Abdul Wahid wakilnya ya bisa saja Dani, Taufiqurahman dan Herwanissitas.” Ketika kembali disinggung detikriau.org untuk Gubernur, siapa kader yang disiapkan PKB, sambil tersenyum LE sebutkan, “Gubernur, ya ada lukman Edy” Ujarnya dengan suara mantap.(fsl)




DPC PKB PASTIKAN ABDUL WAHID MAJU SEBAGAI BALON BUPATI INHIL PERIODE 2013 -2018

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kursi Nomor 1 kepemimpinan di Kabupaten Indragiri Hilir (Kab, Inhil) yang harus ditinggalkan Indra M Adnan semakin menebar pesona. Meski terbilang masih cukup lama, nama-nama Bakal Calon (Balon) pewaris tahta semakin mengemuka.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kab. Inhil, yang sebelumnya “wait and see” dan mengaku tengah berbenah, kini tampaknya sudah menampakkan kesiapan untuk menampilkan Kader Muda unggulan dalam kancah kompetisi.

Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam mengakui bahwa mereka tengah mempersiapkan Ketua DPW PKB Provinsi Riau, putra kelahiran Desa Simbar Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Wahid untuk maju sebagai Balon Bupati Inhil peride 2013 – 2018.

“Insyaallah, PKB telah persiapkan kader muda untuk turut berkompetisi sebagai Balon Bupati Inhil mendatang. Nama Abdul Wahid, bukan nama asing bagi masyarakat Inhil. Beliau memiliki kepiawaian yang mumpuni terutama dalam mengelola sistem juga mapan dalam berorganisasi dan kini menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Riau.” Ungkap Dani M Nursalam kepada detikriau.org ketika ditemui di Tembilahan, Senin (26/3/2012)

Menurut Dani, Abdul Wahid yang dilahirkan disebuah desa kecil dengan masyarakat yang hidup sederhana jelas memiliki jiwa orang desa yang sederhana juga, santun dan rendah diri. “Kepribadian ini tentunya akan lebih memudahkan dirinya untuk memasyarakat dan menyelami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan semua kelebihan itu, kita nilai beliau layak untuk menjadi pemimpin Kab Inhil kedepan.” Papar Dani M Nursalam yang kini juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPRD Inhil ini.

Ketika disinggung apakah kriteria pendamping sebagai Balon Wabub pilihan PKB, Dani menjawab tentunya juga dari kader-kader muda khususnya kader partai lainnya.(fsl)




PEMILUKADA INHIL, WARDAN MULAI TERDENGAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kadis Pendidikan Provinsi Riau, H.M.Wardan mulai terdengar bakal maju sebagai salah satu Balon Bupati Inhil mendatang. Dikabarkan, ia akan bergandengan dengan
Heri Indra Praja yang notabene adalah keponakan DR (HC) Rusli Zainal SE Gubernur Riau saat ini.

Menurut Ketua LSM  Perjuangan Anak Negeri (Peran) Firmansyah A.Ma, nama Wardan bukan asing ditelinga masyarakat Inhil, mantan Kadis Pendidikan dan Kadisbudpar Kabupaten Inhil ini dinilainya pantas untuk memimpin Inhil sepeninggalan Indra.

“Beliau memiliki pribadi tenang, supel dan murah senyum. Dengan pengalaman luas di birokrasi, Saya nilai ia pantas untuk menjadi pemimpin di negeri seribu jembatan ini.”Ungkapnya.

Lebih jauh  menurut Firman,  Disamping kelebihan pribadi itu, Wardan tidak mempunyai catatan buruk selama menjabat di Inhil. “Ini nilai plus untuk beliau. Saya yakin masyarakat Inhil sudah mulai cerdas dalam memberikan penilaian.” Tutup Firman. (Suf/dro)