Kondusif, Pilkada Inhil Patut Jadi Contoh Baik

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pelaksanaan pilkada Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 sejak awal hingga penetapan pasangan pemenang oleh KPUD Inhil berjalan dengan aman dan kondusif. Pesta demokrasi yang berlangsung di negri seribu jembatan ini patut untuk dijadikan contoh bagi daerah lainnya.

Dari pantauan rapat pleno terbuka penghitungan suara hasil Pilkada di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (12/9), masing-masing tim pemenangan ke empat kandidat sedikitpun tidak tampak adanya gejolak. Tiga tim pemenangan pasangan yang dinyatakan kalah, dengan berjiwa besar menyatakan menerima hasil keputusan perolehan suara.

“Alhamdulillah, Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Inhil berjalan dengan sukses, tertib dan aman.  Dari 20 kecamatan tidak ada satupun adanya keberatan hasil penghitungan suara,” Ujar Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi saat itu

Suasana pemilihan kepada daerah yang berlangsung dalam suasan kondusif serta kedewasaan yang dipertunjukkan masyarakat Inhil ini dikatakannya patut untuk menjadi sebuah contoh yang bisa dibanggakan. Semoga ini akan menjadi awal bagi pasangan pemenang untuk memberikan pengabdian dan karya terbaik bagi negri ini.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik, MSi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman juga mensyukuri sikap kedewasaan yang dipertontonkan masyarakat Inhil. namun meskipun demikian, pihak Kepolisian tetap terus bersiaga untuk mengawal proses pilkada ini hingga pelantikan pasangan pemenang pada 22 November 2013 mendatang.

“Seluruh personil kita masih disiagakan agar suasana kondusif ini terus terjaga. Situasi ini tentunya dikarenakan masyarakat telah memahami akan arti pilkada yang sebenarnya sehingga masyarakat tidak gampang untuk terprovokasi dan melakukan tindakan anarkis,” Pungkasnya. (dro)




Warohmah Unggul di 8 Kecamatan, Sumbawa 9 Kecamatan dan Cerdas 3 Kecamatan

Penandatanganan hasil pleno oleh masing-masing tim yang juga disaksikan oleh KEtua KPU Riau dan Unsur Muspida Inhil.Tembilahan (www.detikriau.org) – Hasil pleno terbuka penghitungan suara Pilkada Bupati Inhil, kamis (12/9), pasangan Warohmah mampu mengungguli 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati lainnya di 8 Kecamatan. Sementara, Sumbawa 9 Kecamatan, Cerdas 3 Kecamatan dan Dinamis tidak berhasil meraih keunggulan di satupun wilayah Kecamatan.

8 Kecamatan perolehan pasangan tertinggi Warohmah yakni, Kecamatan Tembilahan, Warohmah 11.991. Cerdas 8.103. Sumbawa 9.646 dan Dinamis 1.996 suara. Kecamatan Concong, Warohmah 2.260, Cerdas 1.397, Sumbawa 1.938 dan Dinamis 180. Kecamatan Kateman, Warohmah 5.036, Cerdas 4.158, Sumbawa 3.424 dan Dinamis 3.997. Kecamatan Enok, Warohmah 5.471, Cerdas 4.424, Sumbawa 5.154 dan Dinamis 1.042. Kecamatan Keritang, Warohmah 17.338, Cerdas 6.949, Sumbawa 4.006 dan Dinamis 1.413. Kecamatan Reteh, Warohmah 12.381, Cerdas 4.564, Sumbawa 1.679 dan Dinamis 1.156. Kecamatan Sungai Batang, Warohmah 3.645, Cerdas 1.354, Sumbawa 300 dan Dinamis 255. Kecamatan Kemuning, Warohmah 6.984, Cerdas 5.251, Sumbawa 1.240 dan Dinamis 550.

9 Kecamatan perolehan suara tertinggi pasangan Sumbawa yakni, Kecamatan Pelangiran, Warohmah 4.152, Cerdas 4.308, Sumbawa 7.259 dan Dinamis 2.619. Kecamatan  Pulau Burung, Warohmah 2.906, Cerdas 2.637, Sumbawa 2.920 dan Dinamis 912. Kecamatan Tanah Merah, Warohmah 2.889, Cerdas 3.262, Sumbawa 3.444 dan Dinamis 1.711. Kecamatan Tembilahan Hulu, Warohmah 5.777, Cerdas 3.724, Sumbawa 7.361 dan Dinamis 980. Kecamatan Tempuling, Warohmah 4.398, Cerdas 3.792, Sumbawa 4.681 dan Dinamis 1.219. Kecamatan Batang Tuaka, Warohmah 3.146, Cerdas 2.351, Sumbawa 5.939 dan Dinamis 632. Kecamatan Gaung, Warohmah 4.885, Cerdas 4.733, Sumbawa 5.764 dan Dinamis 698. Kecamatan Mandah, Warohmah 4.378, Cerdas 5.567, Sumbawa 6.102 dan Dinamis 652.  Kecamatan Kuindra, Warohmah 1.981, Cerdas 2.422, Sumbawa 2.687 dan Dinamis 472.

Sementara pasangan Cerdas hanya Unggul di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Teluk Belengkong, Warohmah 1.042, Cerdas 2.205, Sumbawa 2.083 dan Dinamis 731. Kecamatan Kempas, Warohmah 4.368, Cerdas 5.478, Sumbawa 5.156 dan Dinamis 1.047.  Kecamatan GAS, Warohmah 3.069, Cerdas 3.622, Sumbawa 2.791 dan Dinamis 464.

Meski pasangan Sumbawa mampu unggul di 9 Kecamatan dibandingkan pasangan Warohmah yang hanya di 8 Kecamatan, namun hasil perhitungan perolehan suara secara keseluruhan, pasangan Warohmah mampu melebihi pasangan Sumbawa. (dro)




Pilkada Inhil Satu Putaran, Warohmah Unggul Dengan Perolehan Suara Sebesar 36,68%

Hasil Rapat Pleno Terbuka Tingkat KPUD Inhil

Suasana rapat pleno terbuka Pilkada Inhil tingkat kpud di Gedung Engku Kelana Tembilahan
Suasana rapat pleno terbuka Pilkada Inhil tingkat kpud di Gedung Engku Kelana Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Rapat pleno terbuka penghitungan hasil perolehan suara Pilkada Inhil tingkat KPUD, Kamis (12/9) bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan  menempatkan pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo unggul dengan meraih perolehan suara terbesar dibandingkan  3 pasangan lainnya. Dengan perolehan suara sebesar 108.097 atau 36,68%, pasangan berjargon Warohmah akan memimpin Kab Inhil sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati periode 2013-2018.

Perolehan suara terbanyak kedua diraih oleh pasangan berjargon Sumbawa (H Syamsuddin Uti dan H Muslimin) dengan perolehan sebesar 83.574 suara atau 28,36% kemudian disusul oleh pasangan berjargon Cerdas (H Edy Syafwannur dan H Agussalim) dengan perolehan sebesar 80.301 suara atau 27,24%. Sedang pasangan berjargon Dinamis memperoleh suara sebanyak 22.726 suara atau sebesar 7,71%

Pelantikan pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2013 mendatang. (dro)




10 September, KPUD Plenokan Hasil Penghitungan Suara Pemilukada

herdianTembilahan (www.detikriau.org) – 350 Petugas gabungan dari kepolisian, Kodim dan Satpol PP akan lakukan pengamanan penghitungan suara hasil pencoblosan Pilkada Bupati Inhil ditingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diagendakan akan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2013 mendatang bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi melalui Ketua Pokja Pencalonan, Herdian Hasmi. “ tadi pagi bertempat di kantor KPU Inhil sudah dilakukan rapat terkait pengamanan penghitungan suara ditingkat KPU Inhil, total jumlah petugas pengaman sebanyak 350 personil yang tergabung dari satuan Kepolisian, Kodim dan Satpol PP,” Jelas Herdian Hasmi ketika ditemui diruang kerjanya, Jum’at (6/6)

Ditambahkan Herdian, sesuai jadwal, hari ini, Jum’at (6/9) merupakan hari penghitungan suara terakhir ditingkat PPS. Seusai dihitung, surat suara langsung dimasukkan ke dalam kotak suara termasuk rekapitulasi hasil penghitungan. Kemudian kotak digembok dan disegel.

Usai dihitung di tingkat PPS, surat suara langsung dikirim ke tingkat PPK. Oleh PPK, kotak suara kembali dibuka dan kemudian kembali dilakukan penghitungan. Selesainya, surat suara termasuk rekapitulasi hasil penghitungan kembali dimasukkan ke dalam kotak, digembok dan kembali disegel.

“Pengamanan pergerakan logistik pilkada dibawah pengawalan petugas kepolisian dan Linmas. Pengamanan saat pergerakan hingga penginapan surat suara menjadi prioritas utama.” Pastikan Herdian

Sesuai Jadwal, penghitungan suara ditingkat PPK akan berlangsung hingga tanggal 9 september. Namun untuk pergerakan kembali ke  tingkat Kabupaten tidak perlu menunggu berakhirnya tenggat waktu. Bisa saja dilakukan segera jika seluruh penghitungan sudah diselesaikan.

Kembali dijelaskan Herdian, nantinya perolehan suara masing-masing calon Bupati dan wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 baru bisa dipastikan setelah penghitungan suara ditingkat KPU selesai.(dro)




Kepastian Hasil Perolehan Suara Pilkada Inhil Setelah Pleno KPU

Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi
Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – KPU Inhil menolak untuk memberikan pernyataan terkait klaim masing-masing calon pasangan Bupati Inhil atas penghitungan perolehan suara pada pemilukada 4 September kemaren. Hingga esok, Jumat (6/9) sesuai jadwal, penghitungan masih berada pada tingkatan Panitia Pemungutan Suara (PPS)

Usai dihitung di tingkat PPS, kemudian dilanjutkan ke tingkat Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) yang dimulai dari tanggal 7 hingga 9 September mendatang. Selanjutnya di Plenokan oleh KPU tanggal 11 hingga 12 September.

KPU selaku penyelenggara Pemilu baru bisa memastikan hasil perolehan suara setelah dilakukan pleno ditingkat kabupaten. Terhadap klaim masing-masing kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati, KPU sendiri juga enggan berkomentar sebelum ada penghitungan resmi.

“Intinya setelah pleno pada tanggal 11 dan 12 September mendatang. Disana baru jelas diketahui berapa total persolehan suara dari masing-masing kandidat,. Termasuk dengan partisipasi masyarakat,” Ujar Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi. Kamis (5/9)

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar sambil menunggu perhitungan resmi dari petugas. Perhitungan yang saat ini sedang berjalan dikatakan Joni semua mengikuti prosedur. Demikian pula dengan sistem pengamanan oleh pihak kepolisian dan aparatur penegak hukum lainya.

“Kita juga harus memahami geografis Inhil yang cukup sulit. Sehingga informasi agak terhambat. Kondisi itu bisa diperburuk jika disuatu tempat sulit mendapatkan jaringan komunikasi. Maka kita harus menunggu lebih lama,” Pungkas Joni. (dro)




5 Pilar, 5 Kisi dan 8 Program Warohmah, Perbaikan atau Sekedar Janji Manis

pilkada 033Tembilahan (www.detikriau.org) – Pesta demokrasi sudah hampir usai. Calon pemimpin Inhil 5 tahun kedepanpun sudah hampir bisa dipastikan. Kalah dan menang juga merupakan sebuah keharusan. Namun kedua-duanya sama-sama sebuah ujian.

Hari ini, dari hasil perhitungan sementara berbagai sumber, seluruh tim pemenangan pasangan calon berjargon Warohmah pastinya akan tersenyum lebar. Kerja keras dan perjuangan berbuah hasil manis. Lelah terbasuh dengan rasa gembira. Namun kemenangan bukanlah akhir dari perjuangan tapi awal baru untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikan.

Maju untuk memperebutkan hati masyarakat Inhil, Warohmah mengusung misi yang dibagi dalam 5 pilar, 5 kisi dan 8 program pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir,

5 pilar tersebut yakni, pertama: meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan kepemerintahan lewat praktik tata kelola yang bersih dan baik (good governance) dengan “meningkatkan kepemerintahan daerah yang amanah” dan masyarakatnya partisipatif dalam pembangunan. Kedua: mengembalikan kejayaan masyarakat Inhil yang didalam sejarahnya dikenal sebagai daerah maju dan terdepan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA dan SDM. Ketiga: memperkokoh pelaksanaan demokrasi, semangat kegotongroyongan, memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta mendukung supremasi hukum. Keempat: Meningakatkan keterpaduan dan keharmonisan anatar para pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) didaerah, maupun dalam hubungan dengan lintas kota/kabupaten lain, Provinsi, Nasional dan Internasional dalam rangka menata pembangunan untuk kejayaan Kabupaten Inhil, dan Pilar Kelima: mendorong terwujudnya prestasi-prestasi pembangunan yang mengutamakan partisipasi dan manfaat kemaslahatan bagi masyarakat Inhil seluas-luasnya sehingga Kabupaten Inhil menjadi barometer baru pencapaian pembangunan Provinsi Riau.

Adapun 5 Kisi Pembangunan yang  dijanjikan pasangan Warohmah adalah, pertama: meningkatkan pembangunan sarana prasarana infrastruktur daerah (jalan desa, jembatan, pasar, perhubungan desa-kota, listrik, tata air, fasilitas umum, dsb) secara lebih merata dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil. Kedua: meningkatkan kualitas SDM yang tawakal, berahlak mulia, professional, unggul dan sehat sehingga berdaya saing lebih tinggi melalui inovasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Ketiga: memajukan perekonomian daerah yang bertumpu pada pengelolaan ekonomi pertanian (termasuk perkebunan, perikanan dan peternakan), perdagangan, industri dan pariwisata berlandaskan potensi setempat, memanfaatkan kemajuan iptek dan didukung investasi dunia usaha yang diselaraskan dengan penjagaan martabat masyarakat dan jatidiri daerah Kab Inhil. Keempat: mengembangkan ekonomi kreatif guna menghasilkan nilai tambah ekonomi keluarga dan masyarakat Inhil. dan Kelima: meningkatkan kualitas penataan pembangunan sarana prasarana infrastruktur ibukota kabupaten secara lebih rapi, modern dan indah guna mendukung pelayanan dasar maupun umum, sehingga kota Tembilahan menjadi kota yang lebih dicintai dan dibanggakan masyarakat Inhil.

Sedangkan 8 Program Utama yang dijanjikan pasangan yang terpublikasi sebagai tokoh agamis ini dalam masa pemerintahan 5 tahun kedepan yang dimottokan sebagai “spirit baru menabur kemaslahatan untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Indragiri Hilir” adalah, pertama: reformasi pelayanan birokrasi warohmah yang bersih, mudah, cepat, adil dan ramah dalam melayani warga sejalan dengan pembinaan aparatur dengan system meritokrasi yang objektif, professional, bersih dan sejahtera. kedua: program Desa Maju Inhil Jaya lewat percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara integrasi, berkualitas dan merata hingga seluruh penjuru desa. Termasuk perbaikan harga dan diversifikasi ekonomi perkebunan kelapa rakyat dimulai dengan penataan regulasi yang lebih menguntungkan petani dan masyarakat Inhil. Ketiga: pendidikan berkualitas dan terjangkau serta meningkatkan akses pendidikan masyarakat usia sekolah. Keempat: Inovasi pelayanan kesehatan lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Kelima: peningkatan peluang kesempatan kerja lewat program Inhil Bergerak yang dilakukan dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Keenam: program kewirausahaan sosial melalui Pemberdayaan Masyarakat Inhil kreatif berahlak mulia dengan program sosial keagamaan, organisasi pemuda, kelompok perempuan dan kelompok usaha ekonomi kreatif , membina kewirausahaan sosial berbasi program terintegrasi (terpadu) lintas SKPD. Ketujuh: penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat. Serta yang Kedelapan: pengelolaan daerah aliran sungai secara terintegrasi dengan fungsi ketahanan ekonomi masyarakat, manajemen mitigasi bencana serta penerapan iptek dan pembangunan pariwisata.

Rakyat Inhil kini hanya menunggu kiprah pasangan berlabelkan agamis ini mampu menepati atau tidak apa yang telah dijanjikan. Perbaikan atau  hanya sekedar janji manis !!!. (dro)