DPD II Golkar Inhil Dukung Pasangan Wardan – Rosman

Tembilahan (www.detikriau.org) –DPD II Partai Golkar Inhil nyatakan telah menerima komfirmasi keputusan DPP terkait penetapan dukungan pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus Walid di Tembilahan, Rabu (22/5). “Komfirmasinya sudah kita terima tadi malam (selasa, 21/5. Red). Karena ini sudah menjadi keputusan, tentunya sebagai kader kita harus mematuhi,”Ungkap Raus yang saat itu didapingi sekretaris DPD II Golkar Inhil, H Yulizen Yunal.

Ditambahkan Raus, dalam surat dukungan DPP bernomor R 511/Golkar/V/2013 tertanggal 21 Mei 2013  tersebut, penetapan dukungan disebutkan secara berpasangan (Wardan sebagai Bupati dan Rosman Malomo sebagai Wakil Bupati. red).

Dalam kesempatan itu, Raus juga menyampaikan untuk Pilgubri, DPP juga sudah memutuskan dukungan kepada  ketua DPD I Golkar Riau, Anas Maamun untuk maju sebagai calon Gubernur dan Arsyad Juliandi Rachman sebagai Wakil Gubernur

Dengan didapatkannya dukungan Partai Golkar, pasangan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Wakil Bupati Inhil Incumbent ini telah mendulang dukungan 19 kursi parlemen yakni, Golkar 11 kursi, PDIP 4 Kursi, PAN 2 Kursi dan PKS 2 kursi. (dro)




Indra Muchlis Adnan Resmi Ambil Formulir Pendaftaran

gambar bagian depanTembilahan (www.detikriau.org) – Secara resmi, Dr H Indra Muchlis Adnan, Selasa (21/5) mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Riau 2013 di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Riau. Sesuai dengan rencana semula. Mantan Ketua DPD Golkar Riau ini mempercayakan pengambilan formulir kepada 50  orang mahasiswa.

Rombongan tersebut bertolak ke Kantor KPUD sekitar pukul 10.00 WIB siang. Mereka mengantongi surat mandat yang sudah diberikan Bupati Inhil itu. “Tadi kami tidak membawa persyaratan. Kami hanya membawa surat mandat pengambilan formulir”kata Nurman, salah seorang mahasiswa yang menjadi pengambil formulir ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selular, selasa (21/5).

Ditambahkan Nurman, formulir yang sudah diambil itu selanjutnya akan diserahkan kepada Indra Muchlis Adnan. Nurman menegaskan mereka memberikan dukungan penuh kepada sosok Bupati Inhil tersebut karena dipandang mampu dalam memimpin Riau.

“Kalau persyaratan, nanti tentu saja akan diserahkan apabila melakukan pendaftaran”jelas Nurman lagi.

Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan menyatakan pengembalian formulir pendaftaran tersebut direncanakan pada 25 Mei mendatang. Menurutnya, pengambilan formulir pendaftaran itu bukan mencari sensasi. Namun itu sebuah bentuk keseriusan dirinya untuk ikut bertarung dalam Pilgubri 2013.

” Insya Allah,  pada 25 Mei mendatang saya akan mendaftar beserta seluruh persyaratan”kata Indra Muchlis Adnan.(dro)




Maju Pilgub, BIMA Utus 50 Mahasiswa

indra1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Selasa (21/5), H Indra Muchlis Adnan berencana mengutus 50 mahasiswa untuk mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Amanat yang diberikan pada kalangan Mahasiswa ini dikatakannya sebagai bentuk representasi atas kepercayaannya kepada kalangan muda sejalan dengan momen Kebangkitan Nasional.

Kepastian pendaftaran itu diungkapkan oleh mantan Ketua DPD Golkar Riau ini, kemarin. Indra mengaku siap maju dan bertarung dalam Pilgub 2013. Hal itu sekaligus menepis keraguan banyak kalangan tentang tidak berkiprahnya Bang Indra Muchlis Adnan (BIMA), julukannya dalam pesta demokrasi tingkat Provinsi Riau ini.

” Insya Allah besok kita akan ambil formulir pendaftaran”tegas Indra Muchlis Adnan yang lebih akrab dipanggil pak janggut ini.

Dikatakan pak Janggut, untuk memimpin Riau ke depan, program strategis pemberdayaan desa, pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan adalah titik perhatiannya.

“Kami mohon dukungan Bapak dan Ibu sekalian. Jika kita bersama membangun, Insya Allah Riau akan berjaya dan gemilang,”tukas Bupati Inhil itu.(dro/*1)




Lukman Edy Silaturahmi Bersama Pemuda dan Mahasiswa se Inhil

DSC_1577TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Anggota Komisi VI DPR-RI sekaligus Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau H Lukan Edy menggelar silaturahmi bersama pemuda dan mahasiswa se Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Selasa (23/4) sore di Pondok Indragiri jalan Lingkar 1 Tembilahan.

Silaturahmi semacam itu menurut Lukman sangat baik untuk dilakukan oleh setiap umuat, apalagi dirinya selaku masyarakat asal Inhil yang banyak berkiprah di Ibukota Indonesia Jakarta. Paling tidak melalui silaturahmi bisa itu, kata Lukman ada aspirasi yang ia tampung dan bisa menjadi masukan.

Saat itu Lukman juga menyinggung, bahwa dirinya adalah salah satu anak muda asal Negeri Seribu Jembatan yang siap bertarung pada Pilgubri September mendatang. Maka itu melalui pertamuan demikian dia berharap anak-anak muda Inhil dapat membantu mensosialisasikan dirinya.

“Kebetulan untuk Inhil pada hari ini sudah kita bentuk relawan saya yang menggunakan simbol warna orange. Dimana warna ini adalah netral dan tidak menggunakan warna-warna partai,” ungkapnya.

Lukman ingin Pilgubri mendatang dapat melintasi sekat-sekat kepartaian. Dicontohkanya, jika berpijak kepada ilmu pewarnaan, lahirnya orange dikarenakan ada perpaduan unsur warna kuning, hijau, merah dan warna-wana lain yang merupakan simbol masyarakat Riau.

Terakhir Lukman mengaku miris jika melihat kondisi infrastruktur jalan yang ada di Riau khususnya Inhil. Tidak hanya dia juga menyebut hampir seluruh kabupaten/kota di Riau minim terhadap prestasi. Bahkan ada rilis yang disampaikan kementrian dalam negeri dan media nasional, adal 10 Bupati terbaik namun sayangnya tidak berasal dari Riau.

“Padahan ABPD dimasing-masing kabupaten cukup besar, tapi kenapa sampai kita tidak berprestasi seperti para Bupati yang ada di Pulau Jawa yang APBD-nya jauh lebih kecil dibandingkan dengan daerah kita,”imbuhnya.

Selain bertemu dengan pemuda dan mahasiswa se Inhil Lukman juga mengunjungi beberapa desa terpencil di Inhil dan RSUD Puri Husada Tembilahan yang merupakan tempat pelayanan publik. (dro/*1).




Indra Tetap Maju Meski Harus Melawan Adik Sendiri

Bakal calon Gubri Indra Muchlis Adnan sudah bulat tekad. Ia menegaskan tetap maju meskipun harus melawan adik kandung sendiri, M Lukman Edy. ***

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Bakal calon Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan menyatakan tetap maju bertarunmg di Pilgubri mendatang, meskipun harus melawan adiknya sendiri, Lukman Edy.

Penegasan ini disampaikan juru bicara tim Bang Indra Muchlis Adnan (BIMA, Syam Daeng Rani, dikatakannya H Indra Muchlis Adnan tetap akan maju sebagai bakal calon Gubernur Riau September 2013 mendatang, sekalipun harus bertarung dengan adik kandungnya sendiri Lukman Edy.

“Penegasan ini untuk meluruskan terkait adanya pemberitaan di media lokal disampaikan pengurus DPW PKB Provinsi Riau yang menyebutkan bahwa telah ada keputusan koalisi DPP PDIP-PKB yang mengajukan Suryadi Khusaini dan Lukman Edy, untuk maju dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau September mendatang.” Ungkap Syam Daeng Rani seperti rilis yang diterima riauterkinicom, Jum’at (15/2/13).

Padahal, sesuai kesepakatan yang dibuat antara Indra dengan Lukman Edy yang disaksikan pengurus PKB Riau, bahwa salah satu pihak, baik Indra dan Lukman Edy harus saling memberikan dukungan politik, apabila salah satu dari mereka akan mendapatkan dukungan politik dari DPP PDI Perjuangan untuk maju sebagai Cagubri periode 2013-2018, dengan memperhatikan kesepakatan antar DPW PKB dan PDI Perjuangan.

Dalam kesepakatan politik kakak beradik tersebut yang tanda tangani di Pekanbaru pada 27 Januari 2013 lalu, juga menyebutkan bahwa apabila dukungan sebagaimana dimaksud itu diberikan kepada salah satu pihak, maka pihak lainnya bersedia dan akan mendukung penuh terhadap keputusan parpol hasil koalisi tersebut, serta tidak akan mencari dukungan dari parpol lain untuk maju dan atau mencalonkan diri sebagai bakal Cagubri 2013-2018.

Dengan adanya kesepakatan kedua partai mangajukan nama Indra dan Lukman Edy seperti yang diklaim oleh DPW PKB Riau. Tentu saja telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Karena hingga saat ini DPP PDIP, belum mengeluarkan keputusan tentang siapa yang akan di usung di Pilgubri mendatang.

“Seharusnya DPW PKB Riau harus menunggu terlebih dahulu keputusan DPP PDIP, baru setelah itu mengumumkan siapa yang diusung koalisi PDIP-PKB”, terang Syam Daeng yang juga sebagai pengacara Indra Muchlis melawan DPP Partai Golkar berkaitan pelengseran dirinya sebagai ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau pasca Musdalub Oktober tahun lalu.

Ditambahkan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini, Indra Muchlis dan Lukman Edy, keduanya kan telah mengikuti serangkaian proses seleksi untuk menjadi Cagubri di DPP PDIP, termasuk fit and proper tes yang telah dilaksanakan oleh DPP PDIP beberapa waktu lalu. Masak DPW PKB Provinsi Riau yang mengumumkan hasilnya tanpa ada keputusan terlebih dahulu dari DPP PDIP, apa dasar kewenangan DPW PKB Riau melakukan hal ini.

“Karena itu, Indra Muchlis tetap akan maju sebagai bakal calon Gubernur Riau priode 2013-2018 mendatang, dengan dan atau tanpa dukungan DPW PKB Riau, sekalipun harus bertarung dengan adik kandungnya sendiri Lukman Edy,” imbuhnya.

Balon Gubri yang mengusung jargon BIMA ini, tetap berjuang mendapatkan perahu parpol, namun upaya terakhir adalah dengan mengumpulkan partai-partai non parlemen, atau kalau tidak, maju dengan jalur independen pun masih sangat memungkinkan.

“Penegasan ini dipandang perlu, agar seluruh tim dan simpatisan BIMA yang tersebar di semua kabupaten/kota di Riau, tidak menjadi ragu-ragu dan bimbang tentang kepastian Indra maju sebagai bakal calon Gubri September mendatang,” pungkasnya.(rls/rtc)




Indra Bantah Ungkap Kekecewaan atas Koalisi Usulan DPD PDIP dan DPW PKB Riau

Kandidat Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan
Kandidat Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kandidat Bakal Calon (balon) Gubernur Riau, H Indra Muchlis Adnan mengaku heran dengan beredarnya pemberitaan akan kekecewaan dirinya atas keputusan koalisi Lukman Edi (LE) dan Suryadi Khusaini oleh DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan DPW PKB Riau. Indra mengaku dirinya merasa tidak pernah memberikan komfirmasi terkait pernyataan itu.

“Pengusulan koalisi itu diluar wewenang saya untuk berkomentar. Saya dan beberapa bakal calon lainnya mengikuti fit and profer test DPP PDIP di Jakarta, keputusannya tentunya DPP PDIP yang berhak menentukan. Lagipula hasilnya, hingga hari ini belum ada keputusan,” Tegas Indra M Adnan kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, senin (11/2) malam.

Ditambahkan indra, dalam satu kalimat dituliskan “Indra Muchlis sendiri merasa belum yakin akan keputusan DPP PDIP dan DPW PKB Riau tersebut”. Konotasi kalimat ini menurutnya mengandung pengertian bahwa sudah ada keputusan tetap dari DPP PDIP.

“Harusnya dalam pemberitaan ada pembedaan yang jelas antara koalisi LE dan Suryadi Khusaini dengan fit and profer test yang dilaksanakan DPP PDIP. Urusan ditingkat Provinsi itu sah-sah saja dan tentunya tidak ada kaitan dengan diri saya. Kaitan dengan saya adalah hasil dari fit and profer test yang saya ikuti di DPP PDIP yang hingga saat ini masih menunggu keputusan.” Pungkas Indra.(dro/*0)