Sedang Bawa Kelapa, 3 Warga Desa Igal Tersambar Petir

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tiga orang warga Desa Igal, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tersambar petir saat tengah membawa buah kelapa di atas pompong (Perahu Kayu).

Peristiwa yang menewaskan 1 orang tersebut terjadi diperairan Kuala Temuan Sedemong Sake Pantai, Kecamatan Mandah pada Senin (8/5/2023) sekitar pukul 15.00 Wib.

Herry salah satu perangkat Desa Igal saat dikonfirmasi arbindonesia.com menyampaikan bahwa 3 orang yang merupakan warga Desa Igal, Kecamatan Mandah itu tengah berada dalam pompong yang sama, saat itu mereka tengah membawa buah kelapa.

“Dalam perjalan di laut, lalu hujan petir turun. Saat itu lah mereka tersambar petir. Waktu kejadian 1 orang terjatuh kelaut dan ditemukan telah meninggalkan dunia,” ungkap Herry, Senin (8/5/2023).

Lanjutnya, korban (AM 19) yang jatuh kelaut sempat dilakukan pencarian dan akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 17.55 Wib.

Sementara 2 orang lainnya Mail dan M Riski selamat dan sempat di bawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

“Alhamdulillah keduanya saat ini sudah dalam keadaan sehat,” tutup Harry. (Arbain)




Pasca Kejadian Kecelakaan SB Evelyn Calisca 01 di Inhil, 6 Orang Diamankan

ARB INdonesia, PEKANBARU- Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengungkap jika ada 6 orang yang diamankan pasca kejadian kecelakaan kapal SB Evelyn Calisca 01 di perairan Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Speed Boat nahas itu mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Tembilahan menuju Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (27/4/2023).

Irjen Iqbal menuturkan, saat ini jajarannya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 11 orang penumpang tersebut.

Ia memastikan, akan menindak tegas jika ditemukan ada indikasi perbuatan melawan hukum.

“Saya sudah perintahkan Dirpolairud dan juga Kapolres untuk melakukan penyelidikan,” kata Irjen Iqbal, Jumat (28/4/2023).

Ia membeberkan, 6 orang yang diamankan, sementara ini dinilai sebagai orang yang bertanggungjawab atas kecelakaan yang terjadi.

6 orang itu terdiri dari 1 kapten kapal, 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan 1 orang penanggungjawab pelayaran.

Mereka masing-masing berinisial A, selaku orang yang bertanggungjawab terhadap pelayaran kapal.

Lalu SH sebagai kapten kapal, serta 4 orang ABK berinisial BP, H, A, dan SP.

“Ada 6 yang diamankan di Polres Inhil. Mereka akan dibawa ke Polda untuk didalami secara spesifik pengangkutan kapal tersebut, apakah ada aturan yang dilanggar,” ungkap mantan Kapolda NTB tersebut.

Irjen Iqbal memastikan akan menindak tegas apabila terbukti ada kelalaian atau bahkan pelanggaran aturan saat perjalanan Kapal SB Evevlyn Calisca 01 dari Inhil ke Kepri dilakukan.

“Prinsipnya, apabila ada bukti perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan aturan di dalam kecelakaan ini saya minta untuk diproses hukum tegas. Saya juga meminta perkara ini ditangani langsung di Polda,” tegasnya.

Irjen Iqbal bersama Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan, pada hari ini bertolak dari Pekanbaru menuju Inhil dengan helikopter.

Jenderal polisi bintang dua itu mengunjungi RSUD Raja Musa untuk membesuk korban kecelakaan kapal.

Selain itu, Kapolda Riau juga menuju Wisma Amelia sebagai Posko Musibah kecelakaan kapal.

Dalam kesempatan ini Kapolda Riau dan rombongan secara simbolis memberikan bantuan kepada korban.

Irjen Iqbal turut meninjau Pelabuhan Syahbandar sebagai pelabuhan posko pencarian korban yang diduga masih belum ditemukan.

Jebolan Akpol 1991 itu pun menyempatkan diri melihat kondisi kapal SB Evelyn Calischa 01 yang mengalami kecelakaan.

“Saya dan Pak Danrem 031/WB beserta jajaran ikut berbelasungkawa kepada korban terlebih yang meninggal dunia. Kami beserta jajaran mendoakan semoga korban husnul khotimah dan kepada yang masih dirawat kami doakan bisa cepat sehat,” tutur Kapolda.

Kedatangannya dipaparkan Irjen Iqbal, juga untuk meyakinkan kinerja personelnya dan stakeholder yang lainnya agar maksimal untuk melakukan upaya-upaya dalam penanganan pasca kejadian.

Kapolda Riau juga menyempatkan untuk berdialog langsung kepada para korban yang masih dirawat.

“Ini menjadi pelajaran buat kita bahwa keselamatan yang utama. Tim akan melakukan proses penyidikan apabila ada unsur perbuatan yang melanggar hukum atau unsur kelalaian dengan sengaja kami akan proses,” ujarnya.

“Ada beberapa awak kapal yang sudah kita amankan. Saat ini kami akan melakukan pemeriksaan yang lebih dalam untuk melakukan proses yang lebih lanjut,” tambah Irjen Iqbal.

Sumber: TribunPekanbaru.com
https://pekanbaru.tribunnews.com/2023/04/28/6-orang-diamankan-pasca-kejadian-kecelakaan-speedboad-evelyn-calisca-01-di-inhil-berikut-rinciannya




Kecelakaan Speed Boat SB Evelyn Calisca, RS Raja Musa Nyatakan 9 Orang Meninggal Dunia

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Speed Boat SB Evelyn Calisca 01 dengan tujuan Tembilahan -Tanjung Pinang mengalami kecelakaan tunggal di Perairan Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Kamis, (27/4/2023) sekitar Pukul 13.40 Wib.

Akibat dari peristiwa tersebut, berdasarkan informasi terkini yang di sampaikan Direktur RSUD Raja Musa, dr. Rahmat Susanto bahwa saat ini korban kecelakaan Speed Boat SB Evelyn Calisca 01 yang telah diterima RSUD Raja Musa adalah sebanyak 15 orang.

“9 orang telah meninggal dunia dan 6 orang masih dirawat. Total yang kita terima pasien dari kecelakaan Speed Boat ada 15 orang saat ini,” ungkapnya kepada arbindonesia.com, Kamis (27/4/2023). Update data pukul 18.59 Wib.

Lanjutnya, dari 9 orang yang meninggal tersebut diantaranya 1 bayi perempuan, 2 Anak Perempuan, 5 Dewasa Perempuan, dan 1 orang Dewasa Laki-laki.

“Untuk yang meninggal dunia saat ini kita tempatkan di ruang jenazah sambil menunggu kedatangan pihak keluarganya,” kata Direktur RSUD Raja Musa, dr.Rahmat Susanto.

Selain itu, dr. Rahmat Susanto juga menyampaikan bahwa RSUD Raja Musa berusaha semaksimal mungkin untuk memberi pelayanan kepada para korban kecelakaan Speed Boat tersebut dengan mensiagakan 1 unit ambulance laut dan darat, serta tenaga medis yang ada di RSUD Raja Musa. (Arbain)




Speed Boat Terbalik Akibat Tertabrak Kayu, Puluhan Penumpang Dikabarkan Terkurung Didalamnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Speed Boat tujuan Tembilahan -Tanjung Pinang yang dikabarkan agen dari SB. Evelyn Calisca mengalami kecelakaan tunggal di Perairan Sungai Tawar Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Kamis, (27/4/2023) sekitar pukul 13.40 Wib.

Dikabarkan dari beberapa informasi yang didapat awak media, bahwa Speed Boat yang membawa puluhan penumpang tersebut mengalami kecelakaan tunggal akibat tertabrak kayu saat melakukan perjalan dari Tembilahan menuju Tanjung Pinang.

Akibat dari peristiwa tersebut, puluhan penumpang dikabarkan terkurung didalam speed boat akibat posisinya yang tertelungkup atau terbalik akibat kecelakaan tersebut.

Sementara itu, pemilik SB. Evelyn Calisca, Ugi saat di hubungi arbindonesia.com mengaku belum mengetahui secara pasti apakah speed boat yang mengalami kecelakaan tersebut adalah milik SB. Evelyn Calisa.

“Saya baru dapat kabar juga, tapi saya belum bisa pastikan,” kata Ugi sembari menutup panggilan telepon awak media, Kamis (27/4/2023).

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa akibat insiden tersebut. Hingga saat ini, awak media masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Inhil terkait kecelakaan tersebut. (Arbain)




Parah! Oknum PNS di Kantor Camat Pelangiran Hajar Anak Warga yang Masih Dibawah Umur

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali lagi terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau.

Kali ini peristiwa yang menciderai fisik serta mental seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN) itu terjadi di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil pada Sabtu (25/2/2023) lalu.

Mirisnya lagi, pelaku merupakan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kecamatan Pelangiran. Sedangkan korbannya merupakan anak dari MH (45) warga Kelurahan Pelangiran, Kecamatan Pelangiran.

Akibat kekerasan yang dilakukan oleh pelaku yang berinisial ZI (43) kepada korbannya, membuat MYS (16) mengalami cidra pada bagian tulang rusuk, dan sempat di rujuk dan mendapat perawatan beberapa hari di rumah sakit 3M Plus Tembilahan.

Camat Pelangiran, Hardinata saat di Konfirmasi ARB INdonesia membenarkan bahwa pelaku yang berinisial Z tersebut merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kecamatan Pelangiran.

“Benar, pelaku sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) di Kantor Camat Pelangiran. Antara pelaku dan korban merupakan warga Kelurahan Pelanggaran dan saling bertetangga,” ungkap Camat Pelangiran, Rabu (29/3/2023).

“Pemerintah Kecamatan telah memberikan laporan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil terkait hal tersebut,” tambahnya.

Sementara itu dari beberapa sumber terpercaya yang di himpun awak media ARB INdonesia, bahwa kejadian itu bermula saat korban dan anak pelaku beserta teman lainnya secara bersamaan hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Didalam perjalan itu, ada seekor kumbang yang melekat di baju anak pelaku. Mengetahui hal itu, lantas korban mencoba untuk melepaskan hewan tersebut, hingga jilbab yang digunakan anak pelaku terlepas saat korban berupaya mengambil kumbang yang melekat.

Atas kejadian itu, anak pelaku yang masih dalam usia kanak-kanak (TK) tersebut lantas menangis dan pulang kerumah.

“Yang meletak kumbang ke anak pelaku masih simpang siur. Dari pihak korban mengatakan bahwa MYS menolong, sementara dari pihak pelaku mengatakan bahwa korban yang mengganggu anaknya,” ungkap beberapa sumber yang senada saat awak media mencari informasi secara terpisah.

Lebih lanjut, usai melaksanakan sholat magrib, korban telah dihadang oleh pelaku di depan masjid. Saat itulah terjadinya tindakkan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pegawai tersebut kepada korbannya.

Kala itu, Korban belum menyampaikan kepada kedua orang tua atas peristiwa yang menimpanya. Namun keesokan harinya, saat MYS berada disekolah ia terlihat lemas dan pada akhirnya korban di izinkan pihak sekolah untuk pulang lebih awal karena mengeluh sakit.

Sesampainya di rumah, korban baru bercerita kepada keluarga atas kekerasan yang menimpa dirinya. Mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung membawa MYS ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan hingga pada akhirnya korban harus dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Tembilahan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Karena berlatar belakang keluarga yang tidak mampu, biaya pengobatan korban selama
mendapat perawatan di rumah sakit merupakan hasil iuran warga setempat yang merasa simpati atas peristiwa yang menimpa MHY.

“Sebenarnya sudah ada upaya jalur kekeluargaan yang ditempuh, namun dari pihak pelaku kala itu sepertinya tidak memiliki etikat baik untuk bertanggung jawab dalam pembiayaan pengobatan terhadap korban hingga ia sembuh,” ungkap sumber ARB INdonesia.

Dalam rentan waktu beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, akhirnya pihak keluarga mendapatkan hasil ronsen MYS.

Berbekal hasil pemeriksaan itu, pihak keluarga segera membuat laporan pertama ke pihak kepolisian Polsek Pelangiran pada Rabu (8/3/2023), dan kembali membuat laporan kedua pada Minggu (12/3/2023) lalu.

Akibat dari perbuatan oknum pegawai tersebut, akhirnya pelaku di amankan oleh pihak kepolisian dan telah mendekam di tahanan Polres Inhil sejak beberapa hari yang lalu.

Untuk diketahui, kondisi korban MYS (16) secara fisik saat ini dikabarkan telah membaik dan telah aktif bersekolah.

Hingga berita ini disiarkan, awak media menunggu keterangan resmi yang di keluarkan oleh pihak kepolisian Polres Inhil terkait kasus kekerasan yang menyeret oknum pegawai tersebut.
Penulis : Arbain




Angin Ribut Porak Porandakan Rumah Warga di Desa Batu Ampar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Angin ribut yang disertai hujan deras memporak porandakan puluhan rumah warga di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

IMG_20230215_113106

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/2/2023) sekitar pukul 22.00 Wib.

Dari informasi yang di dapat ARB INdonesia, akibat terpaan angin kencang yang disertai hujan tersebut, mengakibatkan pada bagian atap rumah warga mengalami kerusakan.

IMG_20230215_113006

“10 unit rumah warga mengalami kerusakan berat dari puluhan rumah yang mengalami kerusakan,” ungkap Buono kepada awak media, Rabu (15/2/2023).

Saat ini kata Buono yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Inhil, masyarakat tengah melakukan perbaikan-perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

“Kita bersama warga saat ini tengah bergotong royong untuk membantu memperbaiki rumah korban yang diterpa angin ribut disertai hujan deras,” tutup Buono.

(Arbain)