Sopir Truk Pengangkut 17 Pekerja yang Terguling di Perawang Siak Diamankan

Sejumlah penumpang truk tergeletak sesaat setelah kecelakaan terjadi di Jl Perawang-Sei Mandau, Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (30/11/2019) pagi. 





ARB INdonesia, SIAK – Aparat Polres Siak, Ahad (1/12/2019), berhasil mengamankan Saima Sianturi, sopir truk colt diesel BM 9218 SH, yang sempat kabur setelah truk yang dikemudikannya terguling di Jl Perawang-Sei Mandau (Sei Kencong), Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (30/11/2019) pagi. 

Dalam kecelakaan tunggal ini, truk mengangkut 17 pekerja akasia yang saat kejadian mengalami luka-luka.

Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya, melaui Paur Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga, mengatakan, Saima Sianturi diamankan pada hari Ahad (1/12/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

“Truk yang mengangkut pekerja akasia berjumlah 17 orang tersebut mengalami laka lantas tunggal di Jl Lintas Perawang-Sei Mandau. Dan 17 orang penumpangnya luka-luka, sementara pengemudi truk Saima Sianturi melarikan diri,” kata Dedek.





Dijelaskan Dedek, setelah kejadian sopir truk kabur dan personil unit Lantas Polsek Tualang mencoba menghubungi nomor handphone pengemudi, namun tidak berhasil. 

Selanjutnya, kata Dedek, petugas langsung bergerak ke kediaman Saima Sianturi yang bertempat di Jl Punai BTN RT 001/003  Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, namun Saima tidak ditemukan.

“Berdasarkan pengecekan lewat nomor hp, posisi terakhir yang bersangkutan berada di Desa Minas Timur, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak,” ujarnya.





Pada pukul 09.30 WIB, Sabtu, petugas unit Lantas Polsek Tualang berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Minas untuk mencari tahu keberadaan Saima karena yang bersangkutan melintasi wilayah hukum Polsek Minas hendak menuju arah Medan, akan tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan.

Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas Lantas Polsek Tualang yang dipimpin Panit 1 Lantas Ipda A Ramadhan berangkat ke Pekanbaru, mencoba berkoordinasi dengan keluarga sang sopir, B.Sianturi, dan memberi pandangan secara persuasif.

“Pihak keluarga menginformasikan bahwa Saima Sianturi sudah berada di Rokan Hilir, tepatnya Bangko Pusako menuju Medan, Sumatera Utara, dan keluarga sopir tersebut mengerti dan menerima untuk menghadirkan Saima Sianturi,” tuturnya.

Akhirnya, jelas Dedek, pada Ahad (1/12/2019), sekira pukul 07.15 WIB, keluarga sopir B Sianturi menghubungi Panit Lantas Ipda A Ramadhan, menyampaikan bahwa Saima Sianturi sudah berada di Minas.

“Selanjutnya Panit Lantas Polsek Tualang menyarankan agar menunggu di Minas untuk dijemput. Pada pukul 09.00 WIB Saima Sianturi sudah berada di Polsek Tualang dalam keadaan sehat,” pungkasnya.





Sumber riaumandiri.co
https://www.riaumandiri.id/read/detail/77855/sopir-truk-pengangkut-17-pekerja-yang-terguling-di-perawang-siak-diamankan-%C2%A0




Kecelakaan Beruntun di Tol Joglo, 1 Orang Tewas 4 Luka-luka

Kecelakaan beruntun melibatkan mobil box, minibus, dan truk bermuatan besi, terjadi di ruas Tol Meruya KM 11 arah Pondok Indah, Sabtu (30/11/2019) siang. Foto: @TMCPoldaMetro





ARB INdonesia, JAKARTA – Kecelakaan beruntun melibatkan mobil box, minibus, dan truk bermuatan besi, terjadi di ruas Tol Joglo KM 11 arah Pondok Indah. Akibat kecelakaan lalu lintas itu, satu orang tewas di tempat dan empat lainnya mengalami luka serius.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregaro mengatakan, peristiwa itu terjadi siang tadi sekitar pukul 11.45 WIB. Tabrakan ini menyebabkan lima orang korban yang merupakan penumpang mobil Toyota Avanza. “Korban ada lima, salah satunya berinisial OB yang mana dia meninggal dunia di lokasi,” ujarnya Fahri saat dikonfirmasi Sabtu (30/11/2019).





Adapun empat korban lainnya, yakni pengemudi mobil Avanza, HR, mengalami luka di bagian dada. Lalu AM, mengalami luka di bagian tanga. Selanjutnya, IA mengalami luka di bagian pipinya, dan DP mengalami luka di bagian wajah.

Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Adapun dugaan sementara, kecelakaan itu terjadi karena mobil Avanza sedang melaju kencang. 

“Saat di lokasi, kendaraan box ini posisinya parkir di bahu jalan, sedang bantu temannya yang mengalami gangguan pecah ban. Lalu, ditabrak kendaraan Avanza yang mendahului dari kiri dan didorong tronton muatan besi,” kata Kasat Lantas Polres Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko.

Polisi saat ini masih mendalami lebih lenjut tentang kronologis kecelakaan tersebut. Polisi masih melakukan olah TKP di lokasi dan memeriksa para sopir kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Sebelumnya, kecelakaan beruntun juga dilaporkan terjadi di KM 30,200 Tol Cengkareng arah Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (30/11) pukul 04.45 WIB. Kecelakaan melibatkan empat kendaraan, yakni Truk B 9631 FYV, Truk B 9824 BCR, Minibus B 7566 BAA, dan Truk T 8067 DP.





Sumber Sindonews.com
https://metro.sindonews.com/read/1464047/170/kecelakaan-beruntun-di-tol-joglo-1-orang-tewas-4-luka-luka-1575105619




Geram karena Kamar Mandi Dikunci, Marbut Masjid Dibacok Tetangga

Foto: SS- Bantenhits.com





ARB INdonesia, BANTEN – Gara-gara dipicu masalah sepele, warga bernama Rohin (52) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri di Kampung Kuranten, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten, Jumat (29/11/2019).

Pria yang berpeofesi sebagai marbot masjid Al-Jami Kuranten dibacok menggunakan golok seorang warga bernama Suheli (50). Motifnya, pelaku geram tak bisa memakai kamar mandi masjid karena sudah dikunci korban.

“Pelaku merasa kesal kepada korban karena pada saat pelaku akan menumpang mandi di masjid pintu masuk dikunci korban karena kondisi air di masjid sedang kekurangan,” kata Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Ambarita seperti dikutip Bantenhits.com–jaringan–Suara.com.

Akibat bacokan itu, korban mengalami sejumlah luka-luka di tubuhnya. Kemudian korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah mendapatkan laporan kasus pembacokan itu, polisi pun langsung bergerak meringkus Suheli. Dari tangan tersangka, polisi juga telah menyita sebiah golok yang digunakan untuk membacok korban.





Suarabanten.id-bantenhits.com
https://banten.suara.com/read/2019/11/30/045500/geram-karena-kamar-mandi-dikunci-marbut-masjid-dibacok-tetangga




[Fakta atau Hoaks] Benarkah Bayi di India Ini Memakan Usus Ibunya?

Foto : Screenshot vedio





ARB INdonesia – Narasi bahwa ada bayi yang dikandung selama 11 bulan yang memakan usus ibunya sampai habis beredar di media sosial. Dalam narasi itu, disebutkan pula bahwa bayi itu menggigit tangan perawat saat dilahirkan dan dokter harus memberinya suntikan hingga 17 kali untuk membunuh bayi itu.

Narasi itu dilengkapi dengan video seorang bayi yang diletakkan di atas kain sarung di sebuah pekarangan. Dalam video berdurasi 16 detik itu, bayi yang sedang menangis tersebut dikerubungi oleh warga. Kulit bayi itu pecah-pecah. Matanya pun merah. Menurut narasi itu, peristiwa ini terjadi di India.

Salah satu akun yang mengunggah narasi itu adalah akun Majoen di Facebook, yakni pada Kamis, 28 November 2019. Narasi yang diunggah oleh akun Majoen tersebut berbunyi:





“Bayi 11 bulan dalam perut ibunya. Habis usus ibunya dimakan oleh bayi ini. Kemudian dokter mengoperasi ibunya untuk mengeluarkan bayi ini. Ketika bayi ini keluar, dia menggigit tangan perawat. Setelah 3 jam, si perawat meninggal, ibu bayi ini pun meninggal setelah bayi ini keluar. Bayi ini lahir dengan berat 8 kg, setelah 3 jam bertambah naik beratnya menjadi 13 kg. Bayi ini lahir hari Jumat, tidak tahu Allah ingin kasih peringatan apa untuk kita semua. Bayi ini kemudian dibunuh, dokter memberinya suntik mematikan sampai 17 kali baru bayi ini mati. Ini kisah benar-benar terjadi di India, Wallahua’lam.”

Hingga kini, video unggahan akun Majoen tersebut telah ditonton lebih dari 8 ribu kali. Unggahan itu juga telah dibagikan sebanyak 533 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Majoen di Facebook.





PEMERIKSAAN FAKTA

Pertama-tama, Tim CekFakta Tempo menggunakan tools inVID untuk mendapatkan cuplikan gambar dari video yang diunggah akun Majoen. Kemudian, gambar itu dimasukkan ke reverse image tools Google untuk mendapatkan informasi yang terkait video itu. Hasilnya, ditemukan video yang sama yang diunggah kanal Ashish Dhankhar di YouTube

Video itu diunggah oleh kanal Ashish Dhankhar pada 13 Juni 2019 dengan judul “Plastic baby”. Dalam keterangan videonya, kanal Ashish Dhankhar menyatakan bahwa bayi “collodion” itu lahir di Bahraich, sebuah distrik di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Berbekal informasi lokasi tersebut, Tempo memasukkan kata kunci “collodion baby in Bahraich”. Hasilnya, ditemukan artikel dari situs media Lebanon, An-Nahar, terkait bayi “collodion” itu yang dimuat pada 27 November 2019. Menurut artikel tersebut, bayi itu memang lahir di India, yakni pada 13 Juni 2019. Bayi tersebut menderita kelainan genetik yang bernama harlequin ichthyosis.





Berita itu juga dimuat oleh situs media India, Amar Ujala. Bayi itu lahir di pusat kesehatan primer Gaighat, Bahraich, pada 13 Juni. Namun, saat bayi itu lahir, para petugas di pusat kesehatan tersebut syok. Bayi itu pun disarankan untuk dipindahkan ke rumah sakit distrik di Bahraich.

Orang tua bayi itu bernama Shahim dan Majida Begum. Majida mulai merasakan kandungannya sakit ketika subuh. Awalnya, dia ingin melahirkan di rumah. Namun, karena kondisinya memubruk, Majida dilarikan ke pusat kesehatan primer Gaighat. Di sana, Majida melahirkan bayi laki-laki itu pada pukul 06.30.

Petugas di pusat kesehatan primer Gaighat mengkonfirmasi bahwa bayi itu merupakan bayi “collodion” atau bayi “plastik”. Kabar itu menyebar dan memicu warga Gaighat berkerumun di pusat kesehatan tersebut. Majida dan bayinya pun disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit distrik. Saat itu, kondisi si bayi kritis.





Dilansir dari situs media India, Patrika, walaupun bayi itu disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit distrik di Bahraich, orang tua si bayi memilih untuk membawanya pulang. Namun, beberapa jam kemudian, bayi itu meninggal.

Menurut dokter rumah sakit distrik di Bahraich, KK Verma, tubuh bayi “collodion” sebenarnya tidak terselimuti plastik, melainkan membran yang mirip plastik. Verma juga mengatakan bahwa kelainan yang diderita bayi itu bisa terjadi jika, saat masih berbentuk janin, bayi itu tidak berkembang secara maksimal. Selain itu, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kelalaian sang ibu ketika mengandung.

Dikutip dari situs resmi Foundation for Ichthyosis & Related Skin Types, bayi “collodion” adalah istilah untuk bayi yang dilahirkan dengan selaput mengkilat yang menyerupai plastik. Bayi “collodion” bukanlah entitas penyakit, melainkan bentuk dari ichthyosis, sebuah kelainan genetika kulit yang langka.

Ilustrasi kelainan genetik harlequin ichthyosis.

Seperti yang telah disebutkan di atas, tipe ichthyosis yang diderita oleh bayi yang dilahirkan di Bahraich, India, tadi adalah harlequin ichthyosis. Dikutip dari situs resmi Genetics Home Reference, harlequin ichthyosis adalah kelainan genetik parah yang utamanya menyerang kulit.

Bayi dengan kondisi ini dilahirkan dengan kulit yang sangat keras dan tebal yang menutupi sebagian besar tubuhnya. Kulit tersebut membentuk piring besar seperti berlian yang dipisahkan oleh retakan yang dalam. Kelainan kulit ini memengaruhi bentuk kelopak mata, hidung, mulut, dan telinga, serta membatasi pergerakan lengan dan kaki. Pergerakan dada yang terbatas dapat menyebabkan kesulitan bernapas, bahkan gagal napas.





KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa ada bayi yang dikandung selama 11 bulan memakan usus ibunya sampai habis merupakan narasi yang menyesatkan. Bayi itu memang lahir di India. Namun, bayi tersebut tidak seperti yang dideskripsikan oleh akun Majoen di Facebook. Bayi itu menderita kelainan genetik harlequin ichthyosis.

Sumber Tempo.cohttps://cekfakta.tempo.co/fakta/498/fakta-atau-hoaks-benarkah-bayi-di-india-ini-memakan-usus-ibunya




Pasar Terbesar Pakaian Bekas ‘Monza’ di Tanjungbalai Ludes Terbakar

Foto Screenshot pojoksatu.id – Kebakaran di Pasar Moza Tanjungbalai. Foto : FB/M Azmadi Syukri Saragi





ARB INdonesia, TANJUNGBALAI – Kebakaran hebat menimpa ratusan kios di Pasar TPO, atau dikenal Pasar Monza (pakaian bekas) di Jalan Letjend Suprapto, Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai, Sumtera Utara, Selasa (26/11/2019) dini hari.

Angin kencang di lokasi membuat api cepat menyambar kios lainnya dalam sekejab. Kobaran api bak lautan menyala dengan asap mengepul pekat.

Dari informasi yang dihimpun, tidak ada korban dalam insiden kebakaran ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar. Ada sekira 700-an kios di lokasi habis tak bersisa.





Dugaan sementara kebakaran ini dikarenakan korsleting listrik, karena pemadaman listrik langsung terjadi di kawasan itu. Warga sendiri terus memadati sekitar lokasi jelang subuh.

Api sendiri baru bisa dijinakkan beberapa jam kemudian.

Kebakaran ini menjadi topik hangat di media sosial bagi warga Sumatera Utara. Pasalnya, pasar ini dikenal karena barang-barang impor bekas yang dijajakan pedagang.

“Ya Allah monza kembali terbakar kedua kalinya, semoga tak ada korban jiwa,” ungkap Hilman Ashori.

Kebakaran ini memang bukan yang pertama, 24 Januari 2016 api juga pernah menghanguskan lapak pedagang di lokasi.





Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/sumut/2019/11/26/pasar-terbesar-pakaian-bekas-monza-di-tanjungbalai-ludes-terbakar/amp/




Dari Januari-November 2019, Indonesia Ditimpa 3.326 Kali Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 3.326 kali peristiwa bencana melanda Indonesia, terjadi dari periode 1 Januari sampai 25 November 2019. (Foto/Humas BNPB/Dok)





ARB INdonesia, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 3.326 kali peristiwa bencana melanda Indonesia, terjadi dari periode 1 Januari sampai 25 November 2019.

Bencana tersebut terdiri dari 1.081 kali puting beliung, 720 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 690 kali banjir, 662 kali tanah longsor, 121 kali kekeringan, 28 kali gempa bumi, 17 kali gelombang pasang/abrasi dan 7 kali letusan gunung api.





“Jumlah korban akibat bencana 461 orang meninggal, 107 orang hilang, 3.336 orang luka-luka dan 5.958.208 orang menderita dan mengungsi,” kata Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Selasa (26/11/2019).

Kemudian Agus mengungkapkan, ada juga kerusakan rumah akibat bencana sebanyak 67.279 unit rumah terdiri dari 14.979 unit rusak berat, 13.686 unit rusak sedang dan 38.614 rusak ringan.

“Kerusakan fasilitas akibat bencana sebanyak 1.925 unit terdiri dari 1.074 fasilitas pendidikan, 644 fasilitas peribadatan dan 207 fasilitas kesehatan. Kerusakan kantor akibat bencana sebanyak 257 unit dan jembatan sebanyak 409 unit,” ucapnya.





Sumber Sindonews.com
https://nasional.sindonews.com/read/1462462/15/dari-januari-november-2019-indonesia-ditimpa-3326-kali-bencana-1574734252