Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana

Foto : Penemuan mayat di dalam parit di Sungai Cingam, Rupat, Bengkalis, Jumat (6/12/19) kemarin.





ARB INdonesia, BENGKALIS – Warga  Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis digegerkan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa busana di dalam parit Jalan Suka Ramai, Jumat (6/12/19) kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.

Teridentifikasi, sosok mayat tersebut bernama Daryono alias Iyon (51), seorang petani warga Sungai Joloh, Dusun 5 Desa Sungai Cingam.

Belum diketahui pasti penyebab Iyon ditemukan tewas di dalam parit itu. Di sekitar lokasi penemuan mayat, juga terdapat sejumlah pakaian, sepatu, botol mineral diduga milik korban.





Kapolsek Rupat AKP Masrial ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat dan beridentitas warga Desa Sungai Cingam tersebut.

“Ya betul ditemukan sesosok mayat di dalam parit,” ungkapnya, Sabtu (7/12/19) siang.

Sebelum ditemukan sudah tidak bernyawa, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke petugas kepolisian karena tak kunjung pulang ke rumah.

Ciri-ciri mayat sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh pihak keluarganya.

Korban selanjutnya di evakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga untuk kemudian di makamkan oleh pihak keluarga.





Sumber riauterkini.com
https://m.riauterkini.com/isi.php?arr=146639&judul=Warga-Rupat–Bengkalis-Digegerkan-Penemuan-Mayat-Laki-laki-Tanpa-Busana




Bus Pariwisata Masuk Sungai di Blitar, 5 Orang Dikabarkan Tewas

Sebuah bus pariwisata rombongan Kepala Sekolah Taman Kanak Kanak se Kecamatan Kota Tulungagung terperosok ke dalam Sungai Kalilegi Blitar Sabtu (7/12/2019). Akibatnya lima orang dikabarkan tewas. Foto Polres Blitar





ARB INdonesia, BLITAR – Sebuah bus pariwisata rombongan Kepala Sekolah TK (Taman Kanak Kanak) se Kecamatan Kota Tulungagung terperosok ke dalam Sungai Kalilegi Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar Sabtu (7/12/2019). Informasi yang dihimpun sementara, lima orang dikabarkan tewas, salah satu diantaranya pengendara sepeda motor.

Informasi yang diterima SINDOnews, kecelakaan terjadi saat Bus Fabian Anugerah Trans bernopol AG 7555 UR itu hendak bertolak ke Pasuruan.

Diduga kecelakaan terjadi setelah bus menabrak pengendara sepeda motor yang melintas. Informasi insiden ini beredar pertama kali di media sosial Facebook dan grup WA.





Dari foto dan video yang beredar, bagian depan bus menukik ke dasar sungai dengan posisi seluruh bodi bus menungging. Lokasi kecelakaan berada di bawah Jembatan Kalilegi yang berkedalaman lebih dari 7 meter.

Kabarnya bus berisi 22 orang yang semuanya kepala sekolah TK. Seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang luka luka langsung dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Kanitlaka Lantas Polres Blitar Ipda Didik Sugianto membenarkan adanya insiden kecelakaan itu. Polisi telah mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit. Namun untuk jumlah korban meninggal dunia maupun luka luka pihaknya belum bisa memastikan.

“Informasinya memang ada yang terindikasi meninggal dunia, namun kita masih melakukan pendataan,” ujarnya. Sementara Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih juga membenarkan jika rombongan bus pariwisata yang mengalami musibah berasal dari Tulungagung.

Rombongan Kepala Sekolah TK se Kecamatan Kota Tulungagung itu hendak menuju Pasuruan. “Benar dipastikan yang kecelakaan rombongan kepala sekolah TK dari Tulungagung,” ujarnya.





Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1466241/174/bus-pariwisata-masuk-sungai-di-blitar-5-orang-dikabarkan-tewas-1575688764




Kisah Pilu Wanita di Surabaya yang Ditinggal Suami Karena Anaknya Cacat

Dina sedang menggendong bayinya/Foto file: Amir Baihaqi





ARB INdonesia, SURABAYA – Kisah pilu seorang perempuan di Surabaya viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Wanita bernama Dina Oktavia (21) ditinggal sang suami karena melahirkan bayi yang mengalami kerusakan pada wajah atau cacat.

Dalam pesan yang beredar, sang suami diketahui bernama Muhammad Abdul Azis (23). Muhammad meninggalkan istrinya karena ia dan keluarga tidak mau menerima kelahiran anaknya yang mengalami facial cleft tessier hydrocephalus myelomeningocele.

Akibat penyakit yang dialami, bayi tersebut mengalami kerusakan pada wajahnya. Khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Selama ini Dina tinggal di rumah kontrakan di Jojoran STAL Nomor 5B. Di sana ia bersama ibunya tinggal di rumah yang hanya berukuran 2 x 6 meter. Tidak hanya sempit, rumah tersebut juga tidak layak ditempati lagi.





Dina juga membenarkan bahwa usai anaknya lahir dan cacat di wajah, pihak suami dan keluarganya tidak mau menerimanya. Ia kini merawat bayinya hanya dengan sang ibu.

“Kalau ayahnya dari lahir sampai 1 bulan terakhir kemarin itu masih jenguk anaknya. Tapi dari pihak keluarganya terutama orang tuanya itu nggak bisa menerima. Jadi nggak mau mengakui itu cucunya,” kata Dina, Selasa (3/12/2019).

Dina kemudian cerita mengenai penyebab anaknya Pandhu terlahir cacat. Menurutnya, itu karena saat hamil 3 sampai 4 bulan ia dua kali digigit tikus.

“Bisa jadi gigitan tikus. Karena waktu 3 sampai 4 bulan itu digigit tikus waktu tidur. Kaki saya digigit dua kali selama seminggu. Sampai berdarah kaki saya,” terang Dina.





Sadar dua kali digigit tikus, tutur Dina, ia kemudian memeriksakan diri ke dokter. Namun dokter mengetahui bahwa ia sedang hamil dan hanya diberi obat oles saja.

“Saya ke dokter tapi dokternya tahu saya lagi hamil. Jadi tidak berani kasih obat apa-apa. Cuma dikasih obat oles saja,” sambung Dina.

Dina menuturkan, penolakan dari keluarga Muhammad terhadap dirinya sudah terjadi jauh sebelum Pandhu lahir. Namun penolakan itu semakin kencang setelah Dina melahirkan Pandhu yang mengalami kelainan di bagian wajah.

Yang membuat Dina semakin sedih, suaminya juga ikut-ikutan menolak kehadiran Pandhu. Bahkan, lanjut Dina, suaminya tidak sekalipun ikut mendampingi saat bayinya yang terlahir cacat dioperasi. Menurutnya Muhammad malah pergi ke luar kota bersama dengan teman-temannya.

“Dia sebenarnya tahu kalau anaknya akan dioperasi. Dia sempat tanya. Saya juga kasih tahu di rumah sakit ini, di kamar ini. Tapi ya nggak menemani. Malah ditinggal keluar kota sama teman-temannya,” jelasnya.

Maka dari itu, ia kemudian menggugat cerai suaminya. Sampai saat ini masih dalam proses di pengadilan agama. “Seharusnya bulan kemarin saya urusnya ke pengadilan agama. Tapi karena ada jadwal anak saya operasi dan kontrol, jadi saya tunda dulu mungkin sebulan ke depan lagi,” pungkasnya.





Sumber detik.com
https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-4808803/kisah-pilu-wanita-di-surabaya-yang-ditinggal-suami-karena-anaknya-cacat/3#detailfoto




Ustaz Abdul Somad Gugat Cerai Istrinya di PA Bangkinang Riau

Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan menggugat cerai istrinya, Mellya Juniati. Bahkan gugatan tersebut saat ini sudah dalam tahap putusan. Dokumen/SINDOnews





ARB INdonesia, PEKANBARU – Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan menggugat cerai istrinya, Mellya Juniati. Bahkan gugatan tersebut saat ini sudah dalam tahap putusan.

Informasi yang dihimpun perkara perceraian ustaz sejuta viewer ini teregistrasi dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn. Gugatannya terdaftar di Pangadilan Agama (PA) Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Penasehat Hukum dai UAS, Hasan Basri yang dikonfirmasi membenarkan ihwal tentang perceraian UAS dengan istrinya. “Iya benar (berita perceraian),” kata Hasan Basri, Rabu (4/12/2019).





UAS menggugat istrinya di Pengadilan Agama (PA) Bangkinang Kabupaten Kampar, Riau. Bahkan menurut Hasan, bahwa sidang gugutan perceraian sudah tahap putusan dari hakim agama. “Ini sidangnya sudah putus. Hakim mengabulkan permohonan gugatannya (UAS). Kemarin (Selasa,3/12/2019) putusannya,” imbuhnya.

Namun dia tidak secara rinci apa hal yang menyebab UAS menggugat resmi Mellya. Menurutnya pihak hakim masih menunggu tanggapan dari pihak termohon dalam hal ini istrinya UAS.”Diberi waktu 14 hari bagi mereka (pihak istri UAS) untuk menerima atau tidak putusan dari majelis hakim,” tegasnya.





Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1465380/174/ustaz-abdul-somad-gugat-cerai-istrinya-di-pa-bangkinang-riau-1575463865




Nuraini Tak Kunjung Pulang Setelah Pamit Pergi Bermain, Ada Dugaan Dibawa Mahluk Halus

Foto : Nuraini





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Nuraini seorang anak berusia 9 tahun yang berada di Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir dinyatakan hilang oleh keluarganya pada  Minggu (01/12/19).

Pasalnya, anak yang masih duduk di Kelas 3 Sekolah Dasar tersebut tidak kunjung pulang setelah pamit untuk pergi bermain ke rumah temannya.

Dari Pukul 10.00 Wib, hingga pukul 13.00 Nuraini tak kunjung terlihat, lalu orang tuanya bergegas mencari anaknya tersebut ke rumah-rumah teman Nuraini yang biasa bermain dengannya.





Saat ditanya orang tua Nuraini, teman-temannya tidak mengetahui dan tidak melihat keberadaan Nuraini, kemudian orang tuanya  mengadukan hal tersebut kepada Ketua RW dan warga setempat untuk ikut membantu mencari keberadaan anak tersebut.

“Namun sampai saat ini anak dari saudara ‘Cok’/Samsur tersebut tidak kunjung ditemukan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam pencarian tersebut, Selasa (3/12/2019).

Dikatakannya lagi, bahwa ada dugaan anak tersebut dibawa oleh sosok makhluk halus, namun kebenarannya masih diselidiki oleh masyarakat setempat dan diserahkan kepada pihak yang berwajib.

Untuk diketahui, Gadis kecilmalang yang belum diketahui keberadaanya tersebut merupakan warga yang tinggal di Pasar Tokolan, Lorong Nelayan perumahan layak Huni, Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Inhil. (Arbain)




Usai Menghadiri Acara, Anggota DPRD Inhil Alami Kecelakaan di Tempuling





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mobil Toyota Rush yang dikendarai  H Taufik, merupakan Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir mengalami rusak parah pada bagian depan akibat mengalami laka lantas  di kecamatan Tempuling, Senin (2/12/2019) siang.

Terlihat mobil dengan Nopol BM 1254 GD itu remuk pada bagian depan setelah menabrak bagian belakang  truk.

Dikabarkan mobil yang berisikan 2 orang tersebut, yakni H Taufik dan Muhammad Irham Sekjen Partai Nasdem, diduga mengalami hilang kendali sehingga menghantam bagian belakang  truk dan spontan mobil oleng hingga masuk kesemak-semak.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut.

Dikutip dari indragiripos.com, Insiden kecelakaan ini dibenarkan Sekjen NasDem, Muhammad Irham Baharuddin. Saat kejadian diterangkan Irham,  dia bersama H Taufik  hendak menuju ke Tembilahan.

“Jadi kami dari Enok menghadiri  acara,  usai dari sana mau pulang  ke Tembilahan,” kata Irham. 

“Alhamdulillah saya dan pak Haji Taufik tidak terluka,” katanya lagi.

Melalui kutipan indragiripos.com diduga kuat kecelakaan ini terjadi karena pengendara mengantuk dan hilang  konsentrasi.

Sementara itu bagian belakang truk tidak terdapat kerusakan,  karena memang terbuat dari besi baja.  (Arbain)