Pantau Titik Harimau Sumatera, Kamera Trap Dipasang di Kampar Riau

Harimau Sumatera di Kebun Binatang Australia. ©Taronga Zoo Sydney/Handout via REUTERS





ARB INdonesia, KAMPAR – Tim Rescue Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera trap di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Di lokasi itu, sempat ditemukan jejak kaki Harimau Sumatera.

“Memang beberapa hari terakhir ditemukan jejak kaki satwa yang diduga Harimau Sumatera. Dari laporan warga, lalu kami ike lokasi ternyata benar,” ujar Humas BBKSDA Riau, Dian Indrati, Sabtu (14/12).

Selain memasang kamera trap, tim BBKSDA, Yayasan TNTN, Rimba Langit Foundation, Babinkamtibmas dan Tim Mitigasi Konflik Satwa Desa Karya Indah bersama sama melakukan sosialisasi dan koordinasi di wilayah tersebut.





Mereka juga melakukan pemasangan poster dan papan informasi. “Poster itu berisi tips menghindari satwa Harimau,” tutur Dian.

Dian menyebutkan, pemasangan kamera trap untuk melacak dan memantau pergerakan satwa liar dilindungi itu. Kamera trap akan dipasang di beberapa titik.

Tim juga melakukan identifikasi jejak di Km 6 dan Km 7 serta areal sekitar Sungai Sibam. Dua kamera trap dipasang di sekitar titik yang diperkirakan jadi perlintasan si hewan bernama latin atau Panthera tigris sumatrae tersebut.

“Di sana banyak ditemukan jejak. Tim memperkirakan bahwa jejak Harimau Sumatera yang dijumpai merupakan jejak tiga hari yang lalu,” tutur Dian.

Hingga saat ini, tim maupun aparat Desa Karya Indah tidak ada menerima laporan lanjutan soal keberadaan jejak Harimau Sumatera. (*)





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/peristiwa/pantau-titik-harimau-sumatera-kamera-trap-dipasang-di-kampar-riau.html




Ditinggal Ayah Melaut, Tangan Bocah 10 Tahun Dibakar Ibu Tiri

Nasib tragis dialami AM (10), bocah asal Desa Sukajaya Laut, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesarawan, Lampung yang mengalami luka bakar akibat ulah ibu tirinya. (Ist)





ARB INdonesia, LAMPUNG – Nasib tragis dialami AM (10), bocah asal Desa Sukajaya Laut, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesarawan, Lampung. Bocah tersebut mengalami luka bakar serius di telapak tangan kanan usai dibakar ibu tiri, Putri Indah Lestari (24) di atas kompor.

Aksi kejam pelaku terjadi saat ayah kandung AM sedang tidak berada di rumah karena bekerja sebagai nelayan. Tidak saja dibakar, korban juga sering dianiaya dengan cara dipukuli menggunakan kayu dan gagang sapu, kepala juga sering dibenturkan ke papan, perut ditendang bahkan pernah diikat dengan tali.

AM merupakan anak yatim yang ditinggal meninggal ibu kandungnya Maimunah (24), lima tahun silam. Korban kini dirawat oleh bibinya, Rosita di kediaman neneknya di Desa Talang, Kelurahan Gedung Pakuon, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. “Pas kejadian kami tidak tahu, empat hari kemudian, saya dapat kabar dari teman, kalo tangan keponakan saya sudah luka bakar,” katanya, Kamis (12/12/2019).





Saat itu dari informasi yang dia terima, kedua tangan korban sudah diperban oleh bidan yang mengobati. Kepada keluarga, ibu tiri korban mengaku, tangan AM terkena duri ikan.

Karena tidak percaya dengan keterangan pelaku, Rosita membawa korban ke Puskesmas Kedaung. Oleh petugas medis, korban dirujuk ke RSUD Tjokrodipo.

Kepada Rosita, korban mengaku jika tangannya dibakar di atas kompor gas. Usai dibakar, tangan korban direndam di air laut. “Korban ini sering dianiaya. Tetangga juga sering mengadukan kelakuan ibu tiri ke ayah korban, namun tidak ada tanggapan,” katanya.

Kasus penganiayaan bocah yang dilakukan oleh ibu tiri ini telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Mapolres Pesawaran. Kasus penganiayaan ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pesawaran Lampung.





Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1469053/174/ditinggal-ayah-melaut-tangan-bocah-10-tahun-dibakar-ibu-tiri-1576221622




Suami Ngojek Cari Uang, saat Pulang Temui Istri Selingkuh di Rumah

Selingkuh. YouTube @DRIBLE CHANNEL ©2019 Merdeka.com





ARB INdonesia – Memutuskan untuk menikah, berarti pasangan telah sepakat untuk saling percaya, menjaga kesetiaan dan selalu ada di setiap suka duka. Tampaknya, hal tersebut tidak berlaku bagi istri driver online yang satu ini.

Sang suami sedang susah payah mencari nafkah, dirinya justru selingkuh dan membawa laki-laki lain masuk ke dalam rumah. Parahnya, istri driver online ini bersama pria tersebut melakukan tindakan tak senonoh.

Secara mengejutkan, driver ojek online ini menangkap basah perbuatan keji yang dilakukan istrinya di belakangnya. Lantas bagaimana cerita lengkap istri tertangkap basah sedang selingkuh? Langsung saja simak informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini:

Suami Mencari Nafkah di Luar

YouTube @DRIBLE CHANNEL 2019 Merdeka.com

Menjadi seorang suami, sudah sewajarnya mencari nafkah yang halal untuk keluarganya. Hal ini berlaku juga bagi driver ojek yang satu ini. Meskipun hanya menjadi seorang pengemudi ojek online, namun pria ini tetap menjalani kehidupannya tanpa kenal lelah.

Sayang, jerih payahnya selama ini justru dibalas dengan keji oleh istrinya sendiri. Saat sang suami mencari nafkah dia tega selingkuh dengan pria lain.





Saat Ditinggal, Istri Bawa Masuk Pria Lain

YouTube @DRIBLE CHANNEL 2019 Merdeka.com

Tidak tanggung-tanggung, sang istri dengan mudahnya membawa pria lain ke dalam rumah. Pria yang bukan suaminya bisa dengan mudah masuk dan berdiam diri di dalam rumah. Diketahui kejadian ini terjadi di Padang, Sumatera Barat.

Berbuat Tidak Senonoh

Jika hanya berbincang sebentar itu tidak akan jadi masalah yang besar. Sayang, keduanya justru melakukan tindakan tidak senonoh di dalam rumah tersebut. Selain selingkuh, dengan mudahnya sang istri juga memberikan kehormatannya pada pria lain.

Tertangkap Basah Oleh Suaminya

Niat hati ingin pulang sebentar sang pengemudi ojek online ini justru menangkap basah istrinya. Pasangan tersebut tepergok tengah berbuat zina.

Terlihat di dalam video, pria idaman lain itu sudah tidak mengenakan apapun di bagian bawah tubuhnya. Sedangkan, wanitanya tampak tidak mengenakan apapun dan hanya tertutupi oleh selembar selimut.





Bukannya Malu, Istri Justru Marah

YouTube @DRIBLE CHANNEL 2019 Merdeka.com

Setelah sang istri tepergok oleh suaminya, bukannya malu atau merasa bersalah dirinya lantas marah-marah. Hal itu tampak di dalam video di mana pasangan suami istri ini terlibat adu argumen saat setelah penggerebekan. Tidak tahu apa yang dikatakan mereka, namun di situ sang istri berbicara dengan nada suara yang tinggi.

Komentar Netizen

“Waduh ngeri ?,” tulis akun @ririn_rustika17.
“Gilaaa nih istrinya!!! Gatau ya pengorbanan suami!!!,” kesal akun @andiyasss.
“Duit berbicara,” tulis akun @naswantyambari.
“Istri gk tau diri…udh langsung talak aja..udh bekas orang,” geram akun @dhewi_lestarie.





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/trending/suami-ngojek-cari-uang-saat-pulang-temui-istri-selingkuh-di-rumah.html




Warga Muara Enim Tewas Diterkam Harimau Sumatera

harimau sumatera. ©REUTERS/Mike Blake





ARB INdonesia, SUMATERA SELATAN – Serangan harimau Sumatera terhadap manusia di Sumatera Selatan kembali terulang. Seorang warga bernama Mustadi (50), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Muara Enim, tewas mengenaskan akibat diterkam raja hutan.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama rekannya, Irian (32), baru saja menggiling kopi di kebun di kawasan hutan Seribu Kebun Pedamaran, Kecamatan Kota Agung, Lahat, Kamis (12/12) sore. Lokasi itu berjarak sekitar 2,5 jam dari Lahat.

Seusai menggiling kopi, korban bermaksud mengambil burung pikat miliknya yang berjarak sekitar sepuluh meter dari pondok. Tiba-tiba, saksi melihat harimau berjalan ke arah korban.





Belum sempat menyelamatkan diri, korban langsung diterkam hewan buas dilindungi itu. Saksi berlari ke pondok dan memukul-mukul seng agar harimau pergi.

Usaha saksi berhasil, harimau kabur. Namun begitu saksi mendekati korban, harimau itu kembali datang dan berusaha menyerangnya. Dia keluar kebun dan meminta pertolongan warga setempat.

Kasatreskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Pajar Bulan. Korban mengalami luka parah akibat serangan itu, seperti luka di leher depan, luka menganga di dada kanan, sebagian organ dada hilang, kaki kiri hilang dan telapak kaki kanan hilang.

“Korban tewas di tempat dengan banyak luka akibat serangan harimau Sumatera,” ungkap Satria, Jumat (13/12).





Dikatakannya, tim medis menawarkan dilakukan autopsi terhadap mayat korban. Namun keluarga menolak sehingga diserahkan untuk dimakamkan. Pihaknya kini berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk langkah selanjutnya.

“Untuk sementara kami minta petani atau warga sekitar menghindari wilayah hutan atau masuk ke kebun dulu sambil menunggu situasi kondusif,” imbaunya. (*)





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/peristiwa/warga-muara-enim-tewas-diterkam-harimau-sumatera.html




9 Rumah Warga di Sumbar Hanyut Dihantam Arus Sungai Batang Suliti

Dampak luapan Sungai Batang Suliti. ©2019 Merdeka.com/Antara





ARB INdonesia, SUMATERA BARAT – Sebanyak sembilan rumah warga di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, hanyut dan roboh karena hantaman arus sungai yang mengalami peningkatan debit air akibat hujan pada Kamis (12/12) hingga Jumat.

Camat Koto Parik Gadang Diateh, Syahrul Munir, saat dihubungi dari Padang, Jumat, menyebut enam rumah warga yang hanyut berada di Nagari Balun karena dihantam arus Sungai Batang Suliti.

Kuatnya arus karena peningkatan debit air juga menyebabkan 300 meter jalan alternatif di Kandang Banih retak. Kerusakan jalan ini mengakibatkan akses warga Sungai Pangkua terganggu.

Hantaman arus Sungai Batang Suliti juga menyebabkan satu rumah warga di Sungai Ipuah rusak.

“Penghuni rumah saat ini telah mengungsi ke rumah sanak keluarga,” sebutnya.





Rumah rusak akibat arus sungai juga terjadi di daerah Batang Lolo. “Di Batang Lolo dua rumah warga runtuh,” ujarnya.

Sejumlah sawah warga di Sungai Manau juga tertimbun lumpur yang berasal dari bukit yang berada di daerah itu, sebutnya.

Longsor juga kembali terjadi di daerah Pinti Kayu, Pakan Rabaa Timur, Koto Parik Gadang Diateh yang membuat akses masyarakat terganggu. “Jalan masih bisa dilewati tapi terganggu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, data tersebut merupakan data sementara.

Sementara laporan Petugas Sosial Masyarakat (PSM) Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, selain longsor di Bukik Rampuang, di Pinti Kayu Gadang jalan penuh batu batu akibat anak air sungai Pinti Kayu Gadang meluap.

Kemudian terjadi longsor di depan SD Tanjuang Nan 44, sementara di Galagah jalan penuh dengan bebatuan dan terdapat satu unit rumah hanyut





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/peristiwa/9-rumah-warga-di-sumbar-hanyut-dihantam-arus-sungai-batang-suliti.html




Lagi-lagi Bus PT RAPI Tabrakan, Belasan Penumpang Luka Berat

Korban kecelakaan Bus PT RAFI tengah dirawat di IGD RSUD Arifin Ahmad. Foto haluanriau.co





ARB INdonesia, PEKANBARU – Penumpang Bus PT. RAPI terpaksa dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Ahmad. Bus yang hendak menuju Lampung itu mengalami kecelakaan di Jalan Yos Sudarso KM 65 Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Kamis (12/12).

Bus PT RAPI bisa dibilang, angkutan umum yang selalu mengalami kecelakaan di jalan lintas. Bus ini terkenal dengan kecepatan dan sering ugal ugalan.

Kasat Lantas (Kaslan) Polresta Pekanbaru, AKP Emil Eka Putra, mengatakan, Bus dengan nomor polisi BK 7408 DE berlaga kambing dengan satu unit truck Fuso Isuzu dengan nomor Polisi BM 9635 AO.

Kecelakaan terjadi saat bus yang membawa 16 penumpang itu hendak mendahului kendaraan yang berada di depan nya.





“Jadi waktu bus itu mendahului kendaraan lain, dari arah yang berlawanan ada mobil truk Isuzu, akhirnya terjadilah laga kambing antara bus dan mobil truk. Kondisinya usai tabrakan kedua mobil ringsek pada bagian depan dan melintang di jalan raya,” kata Emil, Kamis (12/12).

Data yang diperoleh petugas kepolisian dilapangan, mobil bus membawa penumpang sebanyak 16 orang, dimana 13 diantaranya mengalami luka-luka mulai dari bagian wajah, kaki, jari-jari hingga ke kepala.

Beruntung, sebut Emil, kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, sementara yang luka-luka ada 13 orang dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis,” Ujar Emil.





Adapun identitas penumpang ialah Mahmud Sembiring (30), Parlila (49), Dian Edi (55), Indra Kesuma (25), Aminuddin (30), Sudiman (68), Hari Hidayat (53), Tialim Saragih (44), Mahdalena Saragih (62), Melina Saragih, Rabbi Eliman Saragih (51), Syaiful, dan Supir bus Agus Mando Manik (40).

Sementara, untuk supir truk diduga melarikan diri karena saat dilakukan olah TKP yang bersangkutan tidak ada dilokasi. Untuk penyebab kecelakaan diduga pengemudi Mobil Bus Rapi BK 7408 DE, Pada saat mendahului tidak memiliki pandangan yang bebas dan tidak tersedia ruang gerak yang cukup.

Disamping itu salah satu penumpang, Dian Edi (55), mengakui bahwa Bus tersebut dalam keadaan laju, dan beberapa kali sudah mendahului kenderaan. “Kejadian pas nya saya gak ingat betul, setahu saya mobil tu mau menyalip kenderaan di depan, cukup laju juga,” Jawab Edi saat ditemui di IGD RSUD Arifin Ahmad, Kamis (12/12).





Edi berangkat dari Medan pada Rabu (11/12) sekitar pukul 16:00 WIB, ia bersama istrinya, Parlila (49) hendak pulang ke Belilas, INHU. Akibat nya, ia mengalami luka ringan di kepala, sedangkan istrinya mengalami cedera parah tangan sebelah kanan.

“Saya cuman luka di kepala, nih udah di perban. Tapi istri saya cukup parah, tangan nya patah tebu dan harus di operasi,” Cetus Edi.

Selain Edi, terlihat seorang terbaring diranjang dalam ruangan Trauma IGD RSUD Arifin Ahmad, jari tangan kirinya dibalut perban. “Dokter bilang katanya jari manis dan tengah saya akan dioperasi. Itu tadi kejepit kursi, karena baut kursi pada lepas,” sebut Marliana Saragih.





Ia menumpangi Bus itu bersama dengan kakak dan adiknya hendak menjenguk saudara nya yang tengah sakit di Pekanbaru.

Kemudian pada saat bus jatuh, tangan kiri Mardiana sudah terjepit begitu juga dengan kakinya. Sehingga mengalami luka dan harus dioperasi.

“Kami berempat orang. Saya bersama dengan kaka pertama Mardalena saragih (paling tua), Rabwi Elimam Saragih (nomor tiga), adek saya nomor empat selamat Tialim Saragih,” Singkat nya. (*)





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/13/lagi-lagi-bus-pt-rapi-tabrakan-belasan-penumpang-luka-berat/