KKB Tembaki Konvoi Bus Freeport di Mile 53 Papua

Kelompok bersenjata Papua. ©2017 merdeka.com/istimewa







ARB INdonesia, PAPUA – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pelaku penembakan konvoi bus milik PT.Freeport yang terjadi Senin pagi (13/1) di Mile 53 adalah KKB pimpinan JB.


“Penembakan dilakukan dari ketinggian di sisi kanan dan kiri saat konvoi bus melaju dari Tembagapura menuju Timika,” kata Irjen Pol Waterpauw dilansir Antara, Senin (13/1).


Mantan Kapolda Sumut yang mengaku sedang berada di tempat kejadian perkara di kawasan Mile 53 antara Timika-Tembagapura. Dia mengatakan, penembakan dilakukan KKB dari dua arah dan mereka melakukannya dari ketinggian.







Saat konvoi bus melintas sekitar pukul 08.40 WIT, bus ditembaki oleh KKB pimpinan JB. Setelah melakukan penembakan mereka langsung menuruni tebing dan lari ke sekitar Kali Kopi.


Selain itu di sekitar lokasi juga ditemukan lima selongsong peluru kaliber 5,56 mm serta 12 butir peluru kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm yang belum dipergunakan atau kets.


“Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” ujar Waterpauw. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/kkb-tembaki-konvoi-bus-freeport-di-mile-53-papua.html





Berstatus Nikah Siri, Istri Dibacok Karna Menolak Ajakan Suami Nikah Secara Sah

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – SY (35) seorang warga RT 22, RW 06, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dilarikan Puskesmas setelah dibacok oleh ME, yang merupakan suami sirinya, Senin (13/01/2020).


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun reporter media ini, SY dibacok karena menolak ME untuk mengajak menikah secara sah.


“ME mengajak SY nikah secarah sah, namun SY yang merupakan istri keduanya menolak untuk menjadi istri secara sah,” ungkap Danramil 03/Tempuling, Kapten Kapten Arh Sugiyono.


Tiba-tiba ME tidak terima dengan penolakan istri keduanya tersebut, sehingga terjadi percekcokan dan sampai perkalian.


“Adapun hasil pemeriksaan korban mengalami luka didahi bagian sebelah kanan dan luka paha bagian sebelah kiri, tangan kanan luka dan patah dan kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Tempuling,” ulasnya.


Editor ar




Kapal Asing Masih ada di Perairan Natuna, Tiga Kapal Perang RI Meluncur

ARB INdonesia, NATUNA – Tiga buah Kapal perang Republik Indonesia (KRI) diantaranya, Karel Satsuit Tubun (KST) 356, Usman Harun (USH) 359, dan Jhon Lie 358, meluncur untuk melaksanakan konvoi di wilayah perairan laut Natuna.







Konvoi itu dilakukan bertujuan untuk mengusir  kapal-kapal nelayan asing yang masih berada di wilayah perairan laut Natuna hingga keluar dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. di hadapan awak media, usai melaksanakan Patroli Udara dan memantau kapal-kapal asing yang masih berada di perairan laut Natuna, dengan menggunakan Pesawat Intai Maritim Boeing 737 AI-7301 milik TNI AU, Ranai, Natuna, Sabtu (11/1/2020).
 
“Kita telah perintahkan kepada Komandan KRI untuk segera usir kapal ikan Tiongkok yang sedang menebar jaring untuk menangkap ikan secara ilegal di perairan laut Natuna,” tuturnya.







Selain itu, Pangkogabwilhan I juga memberikan instruksi kepada Komandan KRI, untuk melakukan komunikasi kepada kapal-kapal asing yang berada di perairan Laut Natuna. Berikan pengertian kepada mereka (awak kapal asing) agar mengetahui aturan yang harus dipahami.
 
“Jangan sampai hubungan pemerintah Indonesia-Tiongkok yang sudah terjalin dengan baik, terganggu dengan adanya kegiatan ilegal yang dilakukan oleh para nelayan Tiongkok,” intruksinya Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M.
 
Terakhir, Laksdya TNI Yudo Margono menegaskan bahwa apabila mereka (kapal-kapal asing Tiongkok) tidak mau atau masih tetap bertahan di perairan Laut Natuna, maka sesuai dengan perintah Presiden RI Ir. Joko Widodo akan di tangkap dan di proses secara hukum. (rls/arbindonesia)


Editor Arbain





Kapal Kargo Tujuan Pontianak Tenggelam di Belitung

Ilustrasi Kapal Tenggelam. ©2015 Merdeka.com







ARB INdonesia, BANGKA BELITUNG – Kapal Kargo KM EL No.2 yang berlayar dari pelabuhan Sunda Kelapa ke Pontianak tenggelam di wilayah perairan Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Diduga, cuaca sedang buruk saat peristiwa terjadi.


“Kapal tenggelam di perairan timur laut Seliu atau di sekitar Pulau Mendulu dikarenakan cuaca buruk,” kata Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli, KSOP Kelas IV Tanjung Pandan, Fadli, di Tanjung Pandan. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (12/1).


KM EL No.2 yang bermuatan bahan bangunan seperti semen, besi dan barang lainnya tenggelam di posisi koordinat 03°03’079″S- 107 28’043″ E dengan sebagian kapal masih dalam kondisi mengapung.







Fadli menambahkan, kapal berangkat dari pelabuhan Sunda Kelapa pada Kamis (9/1) pukul 07.55 WIB. Namun dalam perjalanan, kapal tersebut dihantam cuaca buruk dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 3 meter.


“Kapal tersebut diperkirakan bocor di haluan karena posisi tenggelamnya menungging, apalagi muatan semen, besi dan material lainnya, jadi berat dan cepat tenggelam,” ujarnya.


Fadli menambahkan, pada pukul 03.00 WIB atau Ahad pagi kapal tenggelam karena diduga mengalami kebocoran sehingga 14 ABK sempat mengapung di perairan.







Kemudian pada pukul 05.00 WIB ke 14 ABK berhasil dievakuasi oleh kapal KM Tetap Jaya yang melintasi wilayah perairan tersebut kemudian di bawa menuju pelabuhan Tanjung Pandan.


“Alhamdulillah pada pukul 09.00 WIB mereka tiba di pelabuhan Tanjung Pandan setelah berhasil dievakuasi semuanya dalam kondisi selamat,” katanya. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/kapal-kargo-tujuan-pontianak-tenggelam-di-belitung.html





Awalnya Dikira Tertidur, Tamjudin Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Atas Becak Miliknya

Foto: Seorang tukang becak di Tembilahan di temukan meninggal dunia


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang tukang becak ditemukan meninggal dunia di atas becak miliknya, Minggu (12/1/2020) siang di Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau. Saat ditemukan, kondisi jenazah tukang becak itu telah kaku.







Sejumlah warga dan pengendara sempat dihebohkan dengan penemuan tukang becak yang meninggal dunia di atas becak miliknya. Tukang becak tersebut diketahui bernama Tamjudin (64), Warga Jalan Prof. M Yamin, Gang Sempurna, Tembilahan.



Kapolsek KSKP, Ipda Ridwan SH mengungkapkan, awalnya, seorang saksi bernama Suryadi (34) mengira Tamjudin sedang tertidur di atas becak. Namun, Suryadi melihat kejanggalan dengan posisi tidur Tamjudin yang menyamping hingga hampir terjatuh ke aspal jalan.







“Curiga tukang becak tersebut telah meninggal dunia, kemudian Suryadi bersama saksi lainnya yang bernama Hermanto melaporkan kejadian tersebut kepada Piket Mapolsek Kawasan Pelabuhan,” tutur Ipda Ridwan.


Mengetahui bahwa tukang becak telah meninggal dunia, diungkapkan Ipda Ridwan, Piket Polsek Kawasan Pelabuhan bersama Piket SPKT Polres Inhil langsung membawa korban ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis.







“Dari hasil Pemeriksaan oleh pihak medis tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas Ipda Ridwan.


Menurut Ipda Ridwan, berdasarkan keterangan anak kandung korban, yakni Arman Jaya, sang Ayah, Tamjudin memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi. (rls)





Sadis, Anak Bunuh Ibu Kandung Lalu Umumkan Pakai Pengeras Suara

Foto Ilustrasi Tribunnews.com







ARB INdonesia, KOTAWARINGIN TIMUR – Sadis! Seorang ibu berininisial Es, warga Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng tewas, dibunuh anak kandungnya sendiri, Firman di rumannya, Rabu (8/1/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.


Tragisnya, usai menghabisi sang ibu dengan senjata tajam, tersangka yang merupakan mantan sekretaris Desa Tumbang Sangai ini mengumumkan pembunuhan itu menggunakan pengeras suara masjid tak jauh dari rumahnya. Tak hanya membunuh itu, anak biadab ini juga nekat membacok sejumlah bagian tubuh lainnya.







Kepala Desa Tumbang Sangai Suryanto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 02.00 WIB. Saat itu pelaku memanggil ibunya yang hendak Salat Tahajud untuk duduk dan bercerita.


“Mungkin dalam komunikasi antara keduanya terdapat sesuatu yang tidak berkenan atau mungkin ada persoalan lainnya, Firman langsung membunuh ibunya tersebut,” ujar Suryanto saat dihubungi, Kamis (9/1/2020).


Usai membunuh, pelaku langsung ke masjid dan mengumumkan acara upacara pemakaman serta menjelaskan kenapa ia membunuh sang ibu. “Pengumuman besok ada acara penguburan, mohon partisipasinya yang baik dari kita semua,” ucap pelaku ditirukan sang kades.



Selang beberapa saat kemudian, pelaku melanjutkan pengumuman dengan mengatakan bahwa yang meninggal adalah ibu kandungnya dan dibunuh sendiri olehnya.


Setelah mendengar informasi tersebut, warga sekitar yang masih terlelap tidur terkejut dan langsung mendatangi masjid.


“Warga awalnya tidak percaya dengan pengumuman itu. Tetapi ketika sampai di masjid setempat mereka melihat pelaku mengenakan kopiah, batik, dan celana hitam sedang berada di masjid,” kisahnya.


Untuk membuktikan berita tersebut warga bersama pelaku menuju rumah korban. “Pas sampai di rumah, warga melihat korban sudah berlumuran darah dengan luka di bagian leher dan lengan. Lalu parang yang digunakan untuk membunuh diletakan di samping mayat ibunya,” ujarnya.


Peristiwa tragis dan miris ini sudah ditangani oleh petugas kepolisian setempat yakni Polres Kotim maupun Polsek Telaga Atang. (*)







Sumber Sindonews.com
https://sumut.sindonews.com/read/8692/1/sadis-anak-bunuh-ibu-kandung-lalu-umumkan-pakai-pengeras-suara-1578538882